Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, August 29, 2012

Jangan Mau Seumur-umur Tersingkir dan Terpinggir

Jangan Mau Seumur-umur Tersingkir dan Terpinggir Kita selayaknya menjebol kemalasan dan keogah-ogahan. Saat keduanya terus menggelindingi kita, maka nasib kita hanyalah kebobolan bola.Bola itu namanya keterpinggiran dan keterbelakangan. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Sobat, mereka yang mempunyai ‘nama besar’, karena mereka telah menggergaji dan memotong-motong yang namanya kemalasan dan keogah-ogahan, untuk meraih cita-cita dan impian.Malas, enggan melakukan sesuatu, dan lemah,tidak sanggup melakukan sesuatu, adalah dua PR yang kedua-duanya sama-sama harus dijebol. Itulah rahasia mengapa Rasulullah SAW mengajari doa bagi kita yang saya letakkan di lead artikel ini. Allahumma inni a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali. (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas) Sobat, sejarah peradaban manusia telah membuktikan bahwa keberuntungan selalu memihak mereka yang aktif, dinamis dan inspiratif. Imam Abu Hanifah terpaksa harus menjual beberapa atap rumahnya yang ketika itu terbuat dari pelepah pohon demi mencari meneruskan perburuan ilmunya. Sofyan Ats-Tsauri pernah tiga hari kelaparan karena mencari hadits. Imam Sibawaih harus berlelah-lelah menyusuri perkampungan orang –orang Arab badui,nomaden-berpindah-pindah, berinteraksi sosial bersama mereka untuk menelusuri dan mendalami bahasa arab fusha’ mereka. Ibnu As’Asakir perlu waktu 60 tahun untuk menulis kitab Tarikhnya, “Tarikh Damaskus”, sehingga kitab sejarahnya melegenda dan mengabadi sepanjang abad. Ibnul Mubarak mengulang-ulang hafalan satu haditsnya dari malam hingga fajar, padahal beliau seorang ulama. Itu semua dalam rangka mengakarkuatkan hafalannya dalam otak. Agar terus terjaga dan melembaga dalam ruang ingatannya. Subhaanallah! Bagaimana dengan kita? Imam Syafi’i yang tingkat kecerdasannya tujuh tahun sudah hafal Al-Qur’an harus menghabiskan sepuluh tahun untuk mempelajari satu dialek Arab,bani hudzail. Untuk menulis, beliau merelakan diri menjadi pemulung kulit,tulang dan tembikar karena kertas pada masa itu suatu yang langka. Imam Ahmad mau tak mau harus menghadapi siksa dan penjara agar pendapatnya diterima. Sobat, sukses secara jamak ternyata harus terlebih dahulu menabrak derita dan tantangan, kemudian mengalahkannya. Sukses secara alamiah dan sunnatullah harus berpayah-payah duluan. Pelita atau cahaya motivasi harus terus-menerus menyala laksana api yang terus berkobar untuk mengalahkan teror tantangan yang pantang menyerah dan pandai menyembunyikan diri. Saat motivasi lemah, jangan harap jala peroleh panenan sukses. Sobat, kesuksesan akan teraih, mayoritas setelah seseorang terlebih dahulu harus menjebol rintangan. Rintangan bagi tiap orang adalah pasti, hanya berbeda varian dan bentuknya. Hanya semangat dan optimeslah yang menjadikan seseorang berhasil. Saat optimis dan semangat sudah mati, sekaligus kesuksesan sudah diambang kematian. Sobat, orang-orang agung selalu muncul setelah melalui proses yang begitu panjang. Dari satu cobaan ke cobaan yang lain. Dari satu penderitaan ke penderitaan lain. Kerasnya kehidupan, akan menempa mereka menjadi manusia yang langka. Sungguh, suatu yang mengada-ada jika muncul seorang yang agung secara serta merta. Karena sesunguhnya, hakikat keagungan adalah akumulasi dari kelebihan-kelebihan kecil yang menggumpal menjadi satu.Hakikat keagungan adalah sebuah kemampuan yang bisa ditunjukkan ketika menghadapi kerasnya dunia. Sobat, kita tidak bisa membayangkan, apakah Imam Nawawi dikenal dunia jika tidak berpayah-payah mengarang dan menulis kitab Riyadhus Shalihin? Apakah Umar bin Abdul Azis dikenal sejarah jika tidak menjadi Khalifah? Apakah Abu Hurairah menjadi legenda punggawa hadits jika tidak berlelah-lelah dalam meriwayatkan hadits-hadits Nabi? Apakah Khalid bin Walid menghiasi buku shirah jika tidak beberapa kali memberanikan diri turun dalam medan jihad? Sobat, pengarang besar, khalifah, periwayat hadits,Jenderal atau panglima perang, bukanlah lahir kebetulan. Ada benang merah yang sangat kuat antara tindakan dan impian. Antara sabab musabab dan menjadi. Antara perjuangan dan hasil. Antara obsesi dan kualitas diri. Antara Impian dan Action. Sobat, keberuntungan selalu memihak mereka yang mau menjebol gawang kemalasan. Mereka yang berusaha berkali-kali, berbagai cara, berbagai teknik. Kesuksesan terus membela bagi mereka yang mau berusaha, kreatif,dinamis dan inspiratif. Tak kenal putus asa dan frustasi.Antipati terhadap sikap wegahan dan mutungan. Jangan lupa sobat, peliharalah TUYUL (Tabah,Ulet,Yakin, maka Insya Allah Usaha anda akan Lancar). Never Give Up! Sobat, sungguh yang terpenting bukanlah sudah beberapa lama kita hidup, namun sejauhmana kualitas hidup kita. Maka teruslah kita mengupgrade diri atau meningkatkan valensi diri kita,jika tak mau tersingkir dan terpinggir. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! (Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan spirit tanpa batas dan Buku Menjadi Dai Yang dicinta. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co