Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, August 5, 2012

Belajar Bisnis dari Rasulullah SAW

Belajar bisnis dari Rasulullah SAW Sobat, sebagai figur teladan , sosok Rasulullah Muhammad SAW memiliki potensi yang luar biasa. Tidak heran bila seorang orientalis barat, Michael H.Hart, di dalam bukunya yang sangat terkenal The 100 Ranking of most influential person in History meletakkan Muhammad SAW pada nomer satu sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia. Hal ini tidak terlepas dari kegemilangannya memimpin penyebarana agama Islam. Sobat, keyakinan tentang potensi merupakan langkah awal menjadi pebisnis sukses.Setiap manusia yang lahir ke muka bumi memiliki potensi yang luar biasa. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin (95) :4) Tidak ada lagi alasan untuk tidak merasa bangga dengan segala karunia Allah SWT. Ayat ini telah membuktikan cara Allah memuliakan manusia. Seorang muslim yang tidak yakin pada potensi dirinya sama saja menafikan potensi yang ada pada diri Rasulullah SAW. Keyakinan akan potensi dirinya yang luar biasa dan membangun potensinya dengan baik akan menjadikan dia menjadi orang yang luar biasa. Lihat saja kemampuan Umar bin Khattab yang menguasai Byzantium (Romawi timur) dan Persia, Iran dan Irak, atau perhatikan kemampuan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam menguasai kota konstantinopel (Istanbul,Turki) yang saat itu dianggap Negara paling kuat. Wright bersaudara yang berhasil menerbangkan pesawat dan masih banyak lagi individu-individu yang berhasil membangun potensi mereka. Sobat, kalau kita mau mengambil teladan pada diri Rasulullah SAW setidaknya ada 4 sifat Nabi yang harus ada dalam diri seorang pengusaha : 1. Shiddiq ( Jujur ) Jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Sifat jujur akan melahirkan sifat keyakinan dan keberanian untuk menghadapi ujian apapun bentuknya. 2. Amanah (amanah) sifat amanah mendorong seseorang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungannya. Keberadaan sifat ini akan membangun kekuatan diri dan memperbaiki kualitas hubungan sosial. 3. Tabligh (komunikatif) Seorang pebisnis harus menjadi marketing yang hebat, juga harus menjadi seorang pembicara yang unggul. 4. Fathonah ( Cerdas ) Seorang pebisnis harus memiliki kemampuan melihat sesuatu dari pandang yang berbeda. Lalu muncul kreativitas, ide dan wawasan. Pada akhirnya, produk atau jasa yang dikeluarkan pun akan menjadi produk unggulan. Karena produk yang dihasilkan unggulan, pelanggan pun senang dan menaruh kepercayaan (trust). Sobat, sekarang bagaimana mewujudkan karakter bisnis sejak kecil? Berikut ini ada 7 kegiatan sehari-hari yang sangat membantu membangun karakter pebisnis cilik. 1. Rajin membaca surat Yusuf saat anak berada dalam kandungan agar anak dalam kandungan memiliki semangat berdiri-sendiri, wajah yang elok, dan budi pekerti luhur laksana Nabi Yusuf. 2. Saat anak berusia tujuh tahun, segera ajarkan untuk mendirikan sholat agar mereka taat kepada Allah SWT. 3. Ajari anak menghargai rezeki saat makan. Caranya dengan membaca do’a agar mereka tergolong dalam golongan orang yang bersyukur. 4. Didik dengan disiplin yang tinggi untuk tujuan pendidikan dan masa depan sehingga mereka tidak lengah di kemudian hari. 5. Didik seputar pengelolaan uang saku agar bijak saat berbelanja dan tidak boros. 6. Ceritakan kepada mereka bentuk pekerjaan dan bisnis yang dapat dilakukan diri sendiri hingga timbul minat dalam diri mereka. 7. Buatlah mereka sering bercerita tentang apa saja yang ingin dilakukan di masa depan. Jika perlu, beri mereka hadiah sesuai dengan yang mereka cita-citakan kelak di masa depan, misalnya permainan alat kedokteran jika Si anak bercita-cita menjadi seorang dokter atau pemilik rumah sakit. Sobat, Kalau kita mempelajari sirah Rasul akan dapat mengambil hikmah beberapa karakter yang dibutuhkan oleh pebisnis yang sukses. Pada usia 8 tahun beliau sudah ditinggal mati oleh kedua orang tua juga kakeknya yang selama ini merawat beliau. Kemudian Dia tinggal bersama pamannya, Abu Thalib yang mengajari beliau hidup sederhana. Bahkan Rasul belajar hidup mandiri dengan dengan menggembala kambing di padang pasir. Sebuah hadits menyatakan : “Tidak ada nabi, melainkan semuanya pernah menggembalakan kambing.” Diantara nabi yang diceritakan pernah menggembala kambing adalah Nabi Adam,Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Luth dan Nabi Ismail. Menggembala kambing tidak semudah yang dibayangkan orang. Jangan sekali pun memandang remeh atau rendah pekerjaan ini. Kambing memiliki sifat berbau apek, kotor dan tidak gampang mengikuti perintah sekalipun dipukul dengan keras. Oleh karena itulah, seorang pebisnis bisa mengambil pelajaran di balik pekerjaan menggembala kambing. Ada lima prinsip yang dapat kita ambil dari hikmah pengembalaan kambing para Nabi termasuk baginda Rasulullah SAW: • Kesabaran (self-control), agresif, dan membina jiwa yang kokoh dalam bahasa sekarang adalah SQ (Spiritual Quotient). • Kerja keras dan disiplin. • Ketepatan manejemen waktu dalam kehidupan sehari-hari. • Keakuratan dan pengelolaan sumber daya. • Kebesaran Allah yaitu dengan selalu mengingat ciptaan-ciptaan Allah serta hikmah dibalik ciptaan-Nya. ( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif H )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co