Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, June 27, 2012

Jadilah Pribadi yang Besar!


Jadilah Pribadi yang besar!
Janganlah kalian jadikan impian kalian kecil, sebab kulihat tak ada yang lebih menjauhkan kemuliaan daripada impian yang rendah (Umar bin Khattab )

Sobat, beberapa waktu yang lalu saya diminta memberikan materi “pensiun dan spiritualitas” dihadapan para pegawai BUMN yang akan menghadapi pensiun di hotel Soechi Internasional Medan. Saya katakan  kepada mereka bahwa yang pensiun boleh pekerjaan kita, tapi selama badan masih dikandung badan teruslah kita membuat tanda di alam semesta ini dengan menjadikan hidup kita lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama.  Jadilah kita  orang yang GAUL sekalipun udah mau pensiun. Apa maksudnya GAUL itu?  G-nya adalah Gaya hidup yang sehat dan bahagia. A-nya Aktivitasnya bermanfaat dan U-nya adalah Uangnya banyak lagi berkah dan L-nya Lupanya sedikit. Bukankah ini tujuan dan harapan bagi setiap orang yang akan memasuki masa pensiun.

Sobat, menjadi pribadi yang besar bukanlah tubuh atau badannya yang besar melainkan orang yang memiliki jiwa yang besar dan nilai kebermanfaatan yang tinggi terhadap sesama dalam kehidupannya. Apalah artinya hidup kalau ada dan tidak adanya kita tidak punya pengaruh sama sekali dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bahkan menjadi sampah masyarakat. Naudzubillahimindzaalik!
Pribadi yang besar adalah symbol kesiapan mental seseorang menghadapi tantangan yang terus berlaku dan berliku. Dan tantangan hidup adalah untuk dihadapi, bukan dikeluhkan.Berkeluh tidak berfungsi apa-apa, jika tidak dilanjuti kesiapan menghadapinya.

Sobat, bagaimana gaya hidup yang sehat itu? Gunakan konsep AMIGO sebagai gaya hidup sehari-hari : Air sudahkah kita minum 2 liter sehari secara berkala? Air sangatlah penting bagi kesehatan  kita! Tubuh kita berisi 70% air,otot kita terdiri dari 75% air, sel-sel otak kita berisi 85% air dan darah kita terdiri dari kira-kira 82% air dan salah satu guna air adalah memelihara tubuh agar memiliki hidrasi yang baik dan menambah efisiensi dari system kekebalan tubuh.
Makanan yang “hidup”  makanan dalam kondisi mentah atau hampir mentah terdiri dari buah-buahan yang segar, sayur mayor, biji-bijian dan kacang-kacangan. Makanan hidup berisi vitamin,mineral , serat dan antioksidan dan lain sebaginya. Istirahat atau tidur yang berkualitas atau tidur delta. Gizi pelengkap dengan minum multivitamin setiap hari menjadi keharusan. Dan terakhir Olahraga yang baik dan teratur.

Sobat, kalau kita ingin, selain hidup yang sehat, juga bahagia dan menjadi pribadi yang besar.Berikut ini adalah ciri-ciri pribadi yang besar nan bahagia itu:
  1. Siap menghadapi tantangan hidup.Keruwetan dan tantangan bukan ia hindari,tapi ia hadapi.Ia selesaikan, bukan sekedar ia keluhkan. Memang adakalanya berkeluh, tapi keluh itu dibarengi sharing,dialog, dan tukar pikiran untuk menemukan jalan penyelesaian.
  2. Berani menghadapi resiko. Level tinggi dalam agama maupun karir/bisnis, selalu berbanding lurus dengan resiko yang semakin tinggi. Itulah rahasia para nabi dan utusan, selalu menghadapi resiko yang tinggi. Nabi Zakariya di gergaji, yahya disembelih, Isa diburu, untung Allah menyelamatkannya, Nabi Muhammad dikatakan gila ,tukang sihir dsb. Demikian pula dalam bisnis, jualan kecil-kecilan, resikonya tidak besar, namun untungnya pun juga kecil-kecilan.
  3. Toleran terhadap kegagalan.  Gagal mah biasa yang luar biasa itu adalah jika gagal bangkit lagi dan bangkit. Bukankah banyak orang sukses dalam bidang apa pun adalah orang yang bukan tak pernah gagal akan tetapi berulangkali gagal dan bangkit serta belajar dari kegagalan itu.
  4. Mempunyai cita-cita, misi dan visi besar. Bukan sekedar cita-cita semata, namun mereka iringi cita-cita ini dengan amaliah nyata, dengan penuh kesungguhan, kegigihan, berkali-kali dan tak pernah putus asa atau tak patah arang.
  5. Suka dialog dan bergaul dengan orang-orang yang berjiwa besar.Kegemaran bergaul dengan orang yang berjiwa besar, menjadikannya termotivasi untuk menaklukan tantangan. Bukan malah menghindari tantangan. Dan itulah rahasianya mengapa Nabi menganjurkan untuk duduk dan bergaul dengan orang yang shalih. Sedang Umar bin Khattab mengatakan,” Kalau bukan karena tiga hal, aku lebih baik mati saja, pertama, aku berjihad fi sabilillah, kedua, aku tundukkan kepalaku untuk bersujud, ketiga, bergaul dengan orang shalih, mendengarkan majelis mereka.”
Sobat, di akhir tulisan ini saya kutip kata-kata Umar Bin Khattab yang menjadi lead artkel ini : “Janganlah kalian jadikan impian kalian kecil, sebab kulihat tak ada yang lebih menjauhkan kemuliaan daripada impian yang rendah.” Jagalah impian kita, sebab impian adalah pemantik /inspirator segala karya, siapa yang impiannya benar dan ia lakukan dengan tulus, maka segala tindakan sesudahnya menjadi benar.” Siapa yang cita-citanya mulia kualitasnya agung” itulah pesan saydina Ali Ra.

Semoga kita bisa menjadi orang yang GAUL dan menjadi Pribadi besar.

Salam Dahsyat dan Luar biasa!

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis Buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit Tanpa batas dan Buku Menjadi Dai yang dicinta. www.faqihsyarif.com)













Wednesday, June 13, 2012

Menebar kasih dengan memberi


Menebar  Kasih dengan Memberi


Wahai Tuhanku Yang Maha Penyayang, rahmat-Mu kepada makhluk membuktikan kepada kami keluasan cinta kasih. Sehingga hati kami menjadi tenang karena Engkau Maha pengasih terhadap seluruh alam. Engkau menyukai rahmat, karena itulah sifat-Mu. Ya Allah Tuhanku, sungguh kami beruntung memperolehnya, karena kesalahan dan kekurangan kami terlalu banyak, maka Ya Allah sebarluaskan rahmat-mu, sehingga hati kami menjadi tenang dengan rahmat-mu itu”.


Sobat, kasih tanpa memberi hanyalah sebuah teori semata. Perwujudan kasih selalu dalam tindakan memberi, apa pun bentuk pemberiannya. Ini penting karena tanpa tindakan memberi, tidak ada perbedaan antara orang yang mengasihi dan tidak mengasihi. Jadi, kasih adalah paradigmanya, sementara memberi adalah perilakunya. 

Berdasarkan dua faktor ini, kita dapat mengelompokkan perilaku manusia ke dalam 4 Tipe :
1.    Orang yang mengasihi, tetapi tidak memberi.
Orang semacam ini hanya berteori mengenai kasih tetapi tidak melakukan apa-apa. Anda merasa kasihan pada tetangga yang miskin, tetapi Anda merasa cukup puas dengan hanya membicarakan rasa kasihan Anda. Para politikus yang banyak berbicara tentang nasib rakyat dan pengentasan kemiskinan hanya dalam retorika dan iklan politik di media massa tetapi faktanya nol belaka.

2.    Orang yang mengasihi dan mewujudkan kasih itu dalam bentuk tindakan memberi.
Orang yang memberi dengan dasar kasih serta kesadaran akan hubungannya dengan Allah adalah orang yang ikhlas. Orang yang seperti ini akan merasakan indahnya sebuah tindakan memberi.  Memberi menghasilkan energy yang mencerahkan, menimbulkan rasa puas dan bahagia.

3.    Orang yang memberi, tetapi pemberian tersebut bukanlah didasari oleh kasih.
Orang-orang seperti ini menyimpan banyak agenda tersembunyi. Ia memberi untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih banyak. Pemberian seperti ini hanyalah bersifat transaksional. Dasar pemberian ini hanyalah sebuah analisis untung-rugi. Sekalipun tindakan ini adalah sebuah keputusan rasional, ini bukanlah sebuah bentuk kebaikan.

4.    Orang-orang yang tidak mengasihi dan juga tidak memberi.
Orang-orang ini adalah orang yang kikir dan anti sosial. Mereka tidak sadar bahwa alam semesta ini hanya bisa berjalan karena tindakan memberi. Mereka tidak paham bahwa mereka bisa hidup sampai saat ini karena pemberian Allah dan menikmati berbagai tindakan memberi  yang telah dilakukan juga oleh banyak orang kepada mereka.Orang-orang seperti ini sebetulnya telah menyalahi hokum alam itu sendiri. Oleh karena itu, mereka akan tersingkir dari kehidupan ini.

Sobat, sebuah tindakan memberi haruslah didasarkan pada pemahaman yang mendalam mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan oleh orang lain. Memberi tanpa diminta, menunjukkan kepekaan Anda yang sangat tinggi pada orang lain. Give more expect less, inilah definisi ikhlas secara ringkas, memberi dengan sembunyi-sembunyi. Kebahagiaan baru akan dicapai apabila pemberian tersebut menjadi rahasia pribadi kita. Tak perlu ada orang lain yang tahu. Hanya kita dan Sang Pencipta yang mengetahuinya.
Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang menebar kasih dengan memberi yang tulus. Jadi walaupun kelihatannya mudah sobat, memberi itu sebenarnya sangat sulit untuk dilakukan. Kita takut memberi karena kita percaya bahwa memberi  akan membuat kita kehilangan. Inilah kepercayaan yang dianut oleh banyak orang. Padahal, dengan memberi, kita akan menerima. Ini adalah sebuah hukum alam yang tak perlu diragukan lagi.
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu senantiasa bersyukur, sabar dan terus istiqomah menebar kebajikan dan kasih dengan banyak member dengan ketulusan hati serta mengharap Ridho-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si. Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi dai yang dicinta. www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com )



Tuesday, June 5, 2012

Jadikan Pekerjaan kita sebagai panggilan jiwa!


Jadikan Pekerjaan kita sebagai panggilan jiwa!

Bukankah setiap manusia memiliki beban dan persoalannya sendiri-sendiri? Perbedaannya hanya bagaimana setiap manusia tersebut memperlakukan dirinya sehingga dia tetap memberikan kebahagiaan bagi orang lain.

Sobat, ada banyak hal yang membuat kita tidak bersemangat dalam bekerja, hasil perenungan yang mendalam, saya dapat simpulkan bahwa penyebabnya  salah satunya adalah ketika kita bekerja, kita tidak sedang menjalankan skenario kita sendiri. Kita sedang menjalankan skenario orang lain yaitu orang yang memberi pekerjaan kepada kita.

Mengapa tidak semangat hari-hari anda ketika bekerja demikian? Karena pada hari-hari itu anda sedang menjalankan rencana orang lain,mimpi orang lain,skenario orang lain, maunya orang lain. Anda dibayar dengan sejumlah uang tertentu untuk menjalankan hidup orang lain, bukan hidup anda sendiri. Ini sudah pasti tidak membuat  anda bersemangat karena tidak sejalan dengan fitrah anda sebagai manusia yang berdaulat terhadap diri anda sendiri. Jadi, jika anda ingin selalu bersemangat dan bergairah dalam bekerja, rumusnya sederhana saja : Anda harus menjalani skenario Anda, bukan skenario orang lain.

Di setiap pelatihan atau forum yang pernah saya isi di berbagai perusahaan saya banyak berkenalan dengan beberapa OB (office boy)karena kebiasaan saya datang lebih awal di tempat pelatihan sehingga sering ketemu  dengan para OB yang sedang menyiapkan ruangan. Kesempatan itu sering saya gunakan berbicara atau berdialog dengan mereka dari hati ke hati tentang makna pekerjaan bagi mereka. Kebanyakan dari mereka sama dengan karyawan yang lainnya yang mengikuti training saya, menganggap bahwa pekerjaan mereka sekedar pekerjaan fisik, yaitu membersihkan ruangan atau menyapu lantai. Tapi saya juga pernah dapati seorang OB yang  menjawab dengan penuh semangat bahwa  pekerjaan dia adalah melayani orang lain. Dengan penuh ceria dia mengatakan bahwa tugas dia adalah membuat ruangan di kantor menjadi bersih dan segar sehingga semua orang bersemangat dan produktif . “Kalau mereka semangat dan kerjanya produktif saya ikut bahagia mudah-mudahan jadi ladang amal sholeh.” Itulah kata dia.

Subhaanallah sobat, OB seperti ini sudah memahami hakekat pekerjaan yang sesunguhnya, yaitu sebagai Sesuatu yang spiritual yaitu dengan melayani orang lain dan bukan sekedar pekerjaan fisik. Sejatinya bekerja adalah sebuah kegiatan spiritual yang intinya adalah melayani orang lain. Bukankah tidak ada kata yang lebih indah di tempat kerja kecuali “melayani”? oleh karena itu sebagus apa pun pekerjaan kita, jika hal itu tidak ditujukan untuk melayani orang lain, maka pekerjaan itu akan kehilangan kemuliaannya. Spiritualitas lebih berkaitan dengan bagaimana kita melihat dan memaknai pekerjaan kita.
Sobat, orang yang spiritual sadar sepenuhnya bahwa nilai dirinya ditentukan oleh apa yang ia berikan kepada orang lain. Ia sibuk memperhatikan dan melayani orang lain karena sadar bahwa hanya dengan memenuhi kebutuhan orang lainlah ia akan menerima kebaikan di dunia ini. Ia yakin sepenuhnya akan hukum alam yang mengatakan bahwa ketika kita menabur kebaikan, kita pasti akan menerima kebaikan yang sama, bahkan lebih besar. Ia seakan-akan melupakan dirinya sendiri karena sadar akan hukum alam dan janji Allah SWT yang pasti akan terjadi.

Ada pelajaran yang berharga yang bisa kita ambil sebagai paradigma dan keyakinan baru  ketika saya membaca buku I Love Monday dari Mas Arvan Pradiansyah agar kita melihat bahwa pekerjaan sebagai sesuatu yang membahagiakan, sesuatu untuk bersenang-senang, sesuatu yang pantas untuk dinikmati.1.     

  1. Masalah terpenting di tempat kerja adalah masalah semangat, bukan masalah taktik dan strategi.
  2. Tantangan  terbesar setiap pemimpin di tempat kerja adalah bagaimana menggelorakan semangat dalam dirinya dan dalam setiap diri orang yang berada di bawahnya setiap hari, bahkan setiap saat.
  3. Tujuan bekerja bukanlah mencari uang, melainkan melayani orang lain. Apabila melayani orang lain, uang akan datang dengan sendirinya sebagai sebuah konsekuensi.
  4. Kita diutus Allah SWT  ke dunia ini karena suatu maksud. Tugas kita adalah menemukan apa maksud Allah SWT itu dan mewujudkan dalam pekerjaan kita.
  5. Yang kita cari di tempat kerja bukanlah sekedar kesuksesan, melainkan kebahagiaan. Kebahagiaan hanya bisa dicari jika kita bisa menemukan makna dalam pekerjaan kita
  6. Kebahagiaan datang lebih dahulu daripada kesuksesan. Jikalau kita bekerja dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan, otak kita akan terbuka, pikiran kita akan berkembang, dan kita kan lebih mudah mendapatkan kesuksesan
  7. Kita hanya bisa menemukan makna dalam pekerjaan kita jika kita bekerja untuk melayani orang lain. Dengan melayani orang lain, kita akan merasa penting, bermanfaat, dan berguna.
  8. Ada tiga cara melihat pekerjaan : sebagai job, career, atau calling. Kita hanya bisa berbahagia apabila kita melihat pekerjaan sebagai panggilan ( calling)jiwa.

Sobat , orang yang bekerja karena panggilan jiwa akan terus bekerja hingga akhir hayatnya karena selama ia masih hidup, selalu saja ada kekuatan yang memanggilnya jauh di dalam dirinya. Bahkan, ia hidup lebih besar daripada jabatannya,posisinya, atau sebutan tugasnya. Karena dia bekerja sesuai dengan skenario Allah SWT. Untuk sampai ke sana sobat, kuncinya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang paling esensial di muka bumi ini : Untuk apa kita diciptakan Allah SWT? Apa yang bisa saya berikan kepada umat manusia? Untuk apa saya diutus Allah SWT?
Sobat, tugas kita adalah menelusuri jiwa kita yang terdalam dan menemukan api yang tak pernah padam di dalam diri kita.Itulah misi suci yang dititipkan Allah kepada kita yang harus kita realisasikan dengan bekerja.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas, Menjadi Dai Yang dicinta, dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com)











Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co