Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, May 16, 2012

Jangan jadikan dalih Usia untuk belajar dan memulai!


Jangan jadikan dalih usia untuk belajar dan memulai!
“Tidak ada kata terlambat dalam mencari ilmu pengetahuan. Setua apapun kita, kita masih berhak untuk memulai menimba ilmu pengetahuan.”

Sobat, seseorang akan tetap  menjadi alim selama ia mau belajar, bila ia sudah tidak mau belajar dan merasa cukup dengan ilmu yang ia miliki. Maka pada hakikatnya ia adalah orang bodoh. pesan itu pernah saya dapatkan ketika mengikuti  kajian di salah satu majelis ta’lim dan layak pula kita renungkan.
Apakah kita pernah mendapati orang yang sudah paruh baya, memulai menimba ilmu pengetahuan? Lalu, ada orang lain yang kemudian mencibir dengan kata-kata, “ Lho udah tua kok baru belajar. Udah telat Pak?” atau mungkin kita sendiri yang berada dalam kondisi dan situasi tersebut. Usia kita sudah di atas 35 tahun, ketika muncul semangat yang bergelora untuk memulai belajar. Dan orang-orang di sekeliling kita mulai mencibir. Mengatakan kita sudah terlambat. Lalu apa sikap kita, apakah kita menyerah. Lalu menghentikan semuanya, atau kita akan terus melenggang, tanpa peduli omongan orang.

Saya sering menemukan situasi semacam ini. Ada orang yang mulai merasakan pentingnya mencari ilmu pengetahuan. Dan baru mulai  mencari ilmu pengetahuan. Namun tak beberapa lama, semangatnya mulai mengendor bergantikan rasa malu karena merasa sudah terlambat. Alangkah sayangnya, bila ia harus mengakhiri semuanya lantaran perasaan malu itu. Padahal bila ia mau bertahan dengan tekadnya, ia memiliki potensi yang sangat besar untuk berubah menjadi lebih pintar. Tidak ada kata terlambat dalam mencari ilmu pengetahuan. Setua apapun kita, kita masih berhak untuk memulai menimba ilmu pengetahuan.

Saya dapati di masjid nasional Al-Akbar, banyak jamaah bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah pensiun semangat  sekali belajar Al-Qur’an, bahasa arab dan pengetahuan agama lainnya ketika saya tanya, “berapa usia Bapak?”  71 tahun” jawabnya. Beberapa waktu yang lalu saat membaca jawa pos juga diinformasikan ada seorang yang meraih gelar magister dokternya ketika mencapai usia lansia dan berpose dengan pembimbingnya yang usianya sama dengan putri bungsunya.Salah satu dosen bahasa arab di fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel  masih semangat kuliah S-3 nya padahal setahun lagi beliau udah pensiun.

Sobat, di dunia ini terlalu banyak contoh keberhasilan orang mencari ilmu di usia tua. Dan salah satunya adalah Rasulullah dan para sahabat. Bukankah ayat yang pertama kali turun dan diterima Rasul saat usia beliau 40 tahun. Di usia setua itu, beliau menerima pelajaran berupa Al qur’an untuk pertama kalinya dari Allah melalui malaikat jibril. Jika Rasulullah SAW saja berusia 40 tahun, maka banyak sahabat yang usianya lebih tua dari Rasulullah, ada yang mungkin berusia 43 tahun ada yang 50 tahun dan mungkin ada yang sudah 60 tahun.

Imam Hasan Al –Basri pernah ditanya tentang seseorang yang telah berusia 80 tahun, “ Apakah ia masih layak untuk menuntut ilmu.” Beliau menjawab ia layak menuntut ilmu, selagi ia masih layak hidup. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, beliau pernah berkata, “ Aku akan senantiasa mencari ilmu hingga masuk ke liang kubur.”

Selain sikap pantang menyerah dan tidak ada alasan usia dalam belajar dan memulai suatu kebaikan salah satu kunci meraih kebahagiaan dan kejayaan adalah sikap istiqomah. Apa itu istiqomah? Istiqomah dalam pengertian Islam adalah tetap berpegang teguh kepada kebenaran Allah SWT yakni percaya dan yakin kepada Allah secara terus-menerus. Berikut hal-hal yang dapat membantu kita untuk beristiqomah. Insya Allah dengan bersikap istiqomah kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kejayaan. Amin.
  1. Kita harus tetapkan niat yang kuat untuk berubah dari keadaan yang buruk menjadi baik dari perangai yang buruk menjadi baik. Kita harus berusaha untuk berubah hingga  benar-benar berubah menjadi lebih baik.
  2. Kita harus sadari apakah dalam usaha, pekerjaan atau bisnis kita ada “bau-bau” kemaksiatan,dosa, atau tidak. Jika ada segera kita singkirkan, segera jauhkan dan segera tinggalkan. Allah akan menjaga harta seorang muslim apabila didapat dengan cara yang halal.
  3. Kita harus selalu ingat dan sadar bahwa setan selalu menggoda kita dan menjadikan syetan musuh yang nyata bagi kita. Senantiasa sabar dan minta perlindungan kepada Allah dari segala godaan syetan yang terkutuk serta sekali lagi tetap sabar menghadapi ujian dan istiqomah dalam beribadah kepada Allah SWT.
  4. Jangan lupa mengajak, mengajarkan, dan memberi teladan pada orang-orang di sekitar kita, utamanya yang ada hubungannya dengan kehidupan kita, untuk menjaga sikap istiqomah.
Sobat, dekati Allah bersama orang-orang yang kita cintai dan jangan pernah merasa tua untuk belajar dan memulai kebaikan. Dalam kitab kesuksesan, tak mengenal kata terlambat. Yang ada hanyalah begerak, bergerak,bergerak, dan memulai, tak peduli usia berapa saat kita hendak bergerak!” niscaya kegemilangan masa depan segera kita raih.  Allah pun akan membuka pintu-pintu kebahagiaan bagi kita semua. Amin

Salam Dahsyat dan Luar biasa! 

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas  dan Menjadi dai yang Dicinta, Never Give Up! www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com )


















Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co