Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, April 21, 2012

Memaafkan (forgiving) itu indah


Memaafkan (Forgiving) itu indah !
Sesungguhnya ada seribu satu alasan untuk memaafkan, sebagaimana ada juga seribu satu alasan untuk tidak memaafkan. Hanya saja, sebagai orang yang telah digembleng oleh Ramadhan, kita tentu lebih memilih untuk memaafkan. Ada banyak sekali penyakit yang dapat muncul karena ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain itulah hasil penelitian seorang dokter di California.
Sobat, kehidupan modern yang sekuleristik ini memunculkan masyarakat yang egois. Dimana semua orang disibukkan oleh urusannya sendiri, dan tak peduli dengan urusan orang lain. Bila ada urusan pribadinya yang terganggu sedikit saja muncul alasan untuk marah, membalas dendam. Padahal dengan cara seperti itu, ia malah akan menanggung setidaknya dua beban : Pertama, Beban atas gangguan orang lain. Kedua, Beban marah yang tersimpan di dalam dadanya.
Sobat, Islam mengajarkan kepada kita untuk membebaskan diri dari segala bentuk beban yang tidak perlu. Kita harus memerdekakan diri dari segala bentuk penjajahan hawa nafsu yang merusak dan membebani. Kita hilangkan beban itu dengan cara yang sangat sederhana, yaitu memaafkan.
Dan salah satu cara mudah meraih ampunan Allah SWT adalah dengan memberi maaf kepada orang lain. Baginda Rasul dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, berkata, “ Barangsiapa memaafkan kesalahan seorang muslim, maka Allah memaafkan kesalahannya.”
Allah SWT berfirman :
“ Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (TQS Al-a’raf (7) : 199 ).
Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah memuji seorang bernama Abu Dhamdham di depan para sahabat. “Apakah kalian mampu berbuat seperti yang dilakukan Abu Dhamdham” kata Rasulullah SAW. Para sahabat kemudian bertanya, “ Apakah yang dilakukan Abu Dhamdham wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “ Ia adalah orang ketika ia bangun pagi selalu mengucapkan do’a, “ Ya Allah, saya berikan jiwa dan nama baik saya. Jangan dicela orang yang mencela saya dan jangan didzalimi orang yang mendzalimi saya, serta jangan dipukul orang yang memukul saya.”
Subhaanallah, alangkah indahnya ajaran Islam ini bila diterapkan di tengah kehidupan modern yang semakin individualistik. Bukan hanya mulia nan indah, memaafkan juga bisa mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya, keengganan untuk memaafkan hannya akan melahirkan kesengsaraan dan penyakit, karena membiarkan diri disakiti terus menerus oleh diri kita sendiri.
Ada kisah menarik dari seorang klien, dia seorang pengusaha sudah cek up kesehatan ke dokter, dia dinyatakan tidak masalah dengan kesehatannya. Tapi dia mengeluh dadanya sering mengalami sesak nafas. Ketika ketemu saya pada bulan ramadhan kemarin saya katakan pada dia, “ Sampean, punya rasa sakit hati pada seseorang dan belum bisa mengikhlaskan atau memaafkannya sehingga emosi negatifnya masih tersimpan dan pean sering sesak.” Dia mengatakan, “ Ya betul tad!, setiap saya ingat dia, saya marah dan dendam seakan-akan tangan ini kuhujamkan ke mukanya. Dan biasanya saya langsung menghindari ketemu dia. Setelah itu malamnya terasa sesak dan nyeri di bagian dada sebelah kiri.” Kemudian saya katakan kepadanya, “ Pumpung ini Bulan Ramadhan, pean mau setiap selesai sholat tarawih pean berdoa meminta ampun kepada Allah dan memaafkannya sambil memegang dada yang sakit Ya Allah saya Ikhlas, maafkan dia Ya Allah, teruslah beristighfar dan bayangkan sampean pegang tangannya dan memaafkannya. Insya Allah memberikan kesembuhan dan kelapangan pada pean.”
Seminggu sebelum lebaran saya ketemu dia, beliau berkata,” Subhaanallah tad! Sesak saya sembuh dan yang luar biasa kalo ketemu dia(orang yang mendzaliminya) saya bisa tersenyum. Alhamdulillah ustad setelah saya berusaha sekuat tenaga selama seminggu setelah tarawih untuk berdoa dan mengikhlaskannya. Allah beri saya keajaiban berupa rezeki omzet usaha saya meningkat 3 kali lipat.”
Sobat, berkaitan dengan pemaafan, Alqur’an menyebutkan ada tiga tindakan yaitu; ta’fu(memaafkan), tasfahu(Tidak mengeluarkan kata-kata yang identik dengan mencela), dan taghfiru ( memohonkan ampunan kepada Allah SWT untuk mereka).
Sobat, bagaimana cara gampang untuk meminta dan memberi maaf? Berikut ini diantaranya:
  1. Meyakini bahwa maaf sebagai rahmat Allah SWT.
  2. Menyadari semua manusia perlu saling memaafkan.
  3. Meyakini bahwa memaafkan merupakan cara terbaik mendapatkan ampunan Allah.
  4. Menyadari betapa rugi jika kita tidak dimaafkan Allah.
  5. Berusaha sekuat tenaga menahan marah demi memudahkan lahirnya sifat pemaaf.
Sobat, jika kita menyadari sungguh rugi apabila Allah SWT tak memberi ampunan, maka kita pun akan mudah memaafkan orang lain. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berusaha menahan amarahnya dengan cara memaafkan orang yang mendzaliminya. Hal ini tergambar sangat jelas dalam alqur’an surat Ali Imran ayat 134.
Sebagai penutup artikel yang pendek ini sobat, saat hati marah, berdzikirlah dengan memperbanyak istighfar. Bukankah saat dzikir, hati akan lebih tenang dan jernih. Dengan dzikir , rahmat Allah SWT pun turun dan bisa kita akses untuk melunakkan hati. Jika kesadaran jernih, kita bisa bersikap lebih arif dan tidak reaktif. Dengan kejernihan hati kita bisa membaca hikmah di balik kejadian yang menimpa kita.Kita jangan hanya terjebak menyesali dan sakit hati dengan kesalahan orang lain. Tetapi lihatlah hikmah di balik semua kejadian itu. Memaafkan akan melapangkan jiwa dan melunakkan hati. Mari kita petik indahnya dan dahsyatnya memaafkan dan belajar memaafkan. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Menjadi Dai Yang diCinta. www.faqihsyarif.com dan email mumtaz.oke@gmail.com)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co