Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, March 28, 2012

Khilafah di benci Tapi dirindukan

KHILAFAH : BENCI TAPI RINDU

Sebagai sebuah istilah dan gagasan, ‘khilafah’ telah menjadi magnet yang kuat, telah mampu menyedot perhatian semua kalangan seperti media (lokal maupun global), ulama-akademisi, politisi (muslim maupun non muslim) dan lain-lain. Jika hanya sebuah kata yang kosong makna tentu tidak bisa memantik respon luas. Tak kurang orang seperti Tony Blair, George Bush Jr, NIC (National Intelligence Council sebuah lembaga studi di bawah CIA Amerika Serikat yang beranggotakan peneliti lintas Negara dengan makalah ‘Global Mapping 2020’), termasuk Mabes TNI (2010).

Opini khilafah yang semakin hari semakin menguat telah mendapatkan respon yang luas. Respon dan tanggapan terhadapnya ada akalanya karena ketidaktahuan atau kekurangan informasi sehingga menimbulkan sikap alergi, fobia atau sinis. Dan ada kalanya disebabkan rasa cemburu, hasud, paranoid atau kebencian, seperti yang ditunjukkan oleh kebanyakan orang orientalis atau tokoh-tokoh politik Barat. Dan karena opini khilafah yang secara konsisten terus digelorakan oleh Hizbut Tahrir, maka siapapun pihak yang ingin mendapatkan informasi komprehensif tentang khilafah bisa langsung konfirmasi, cross check atau tabayun kepada Hizbut Tahrir.

Tidaklah tepat jika dikatakan bahwa gagasan khilafah dalam 5 tahun terakhir semakin memudar. Fakta yang terjadi justru sebaliknya. Baik di level nasional, maupun global. Konferensi Khilafah Internasional tahun 2007 di Stadion Gelora Bung Karno yang dihadiri Prof Dr Din Syamsuddin bersama 100 ribu lebih peserta adalah merupakan awal. Selanjutnya dapat terselenggara event-event kolosal seperti Muktamar Ulama Nasional 2009 di Jakarta, Muktamar Mubalighoh 2010, Konferensi Rajab 2011 di 29 kota seluruh Indonesia dan Moslem Entrepreneur Forum pada Januari 2012 adalah bukti bahwa gagasan khilafah semakin dapat diterima berbagai segmen masyarakat. Secara global, lebih dahsyat lagi dengan terjadinya Arab Springs (‘musim semi’ kebangkitan Islam politik di Timur Tengah dan Afrika Utara). Di tengah-tengah rontoknya rezim tiran-korup di Tunisia, Mesir dan Yaman, gaung seruan khilafah semakin membahana.

Sangat tidak tepat pula jika dikatakan bahwa gagasan khilafah ini hanya sekedar retorika politik yang tidak bertanggung jawab dan sembrono. Puluhan buku referensi sudah diterbitkan secara terbuka. Sampai saat ini buku-buku itu terus dikaji dan diinduksikan kepada umat umat siang malam tanpa lelah. Buku-buku tersebut digali dari Al Quran, Al Hadits dan ijma’ shahabat dengan diperkaya kitab-kitab mu’tabar ulama-ulama salaf, sehingga buku rujukan dapat dipertanggungjawabkan secara syar’iy. Jadi, sumber referensinya hanya dari Islam saja. Di antara buku-buku referensi tersebut antara lain Nidzomul Islam (deskripsi global sistem Islam), Nidzomul Iqtishody fil Islam (sistem ekonomi), Ajhizah Daulah Khilafah (struktur khilafah), Nidzomul Ijtima’iy fil Islam (sistem pergaulan pria dan wanita), Nidzomul uqubat fil Islam (sistem peradilan dalam islam), Al Amwal fid Daulah Khilafah (sistem keuangan dalam Islam), Takattulul Hizby (proses pembentukan partai politik islami) dan lain-lain.

SUBSTANSI ATAU KAFFAH ?

Islam adalah sempurna (Al Maidah 3). Kesempurnaan Islam tentu meliputi semua aspek kehidupan, sehingga tidak ada yang tidak diatur dalam Islam. Hal-hal kecil saja diatur dalam Islam apalagi hal besar dan mendasar seperti Negara. Termasuk hal-hal baru sekalipun, Islam memiliki kemampuan untuk memberikan solusi, dalam hal ini diperlukan peran strategis seorang mujtahid. Sehingga jika ada yang menolak sistem masyarakat dan sistem kenegaraan Islam, dapat diartikan dia tidak mengakui kesempurnaan Islam. Keyakinan terhadap kesempurnaan Islam merupakan bagian keyakinan/aqidah Islamiyah kita.

Dikotomi Islam substantif dengan Islam formalistik merupakan jebakan. Islam substantif seolah-olah lebih bijak, padahal dapat diartikan sebagai mentalitas inferior yang apologis terhadap gempuran pemikiran orientalis yang stigmatif terhadap Islam. Sebaliknya, Islam formalistik didiskreditkan seolah sebagai sebuah monster yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Bentuk Negara, bentuk perusahaan, bentuk produk-produk barang komersial, bentuk baju (fashion), bentuk kemasan dan lain-lain adalah merupakan keniscayaan dalam kehidupan. Jika dikaitkan dengan kesempurnaan Islam, maka substansi dan bentuk formal keduanya penting dan tidak dapat dipisahkan. Kita diseru untuk masuk Islam secara kaffah. Sehingga jika ada yang lebih menekankan bentuk formal saja tanpa substansi juga tidak tepat.

Metafora garam dan gincu yang klise menjadi tidak relevan jika dijadikan parameter untuk menolak bentuk Negara khilafah. Mengapa kita tidak melakukan kajian yang jujur, obyektif dan serius terhadap khazanah intelektual Islam daripada melatahkan ungkapan minor yang disuarakan para orientalis untuk membonsai dan mengkerdilkan pemikiran Islam yang agung dan cemerlang.

Pemahaman sufistik memiliki andil dalam dikotomi substansi atau bentuk /formal. Seolah-olah jika sudah menggapai ‘maqom’ tertentu maka tidak diperlukan lagi ‘ syariah’ (baca bentuk/formal) karena cukup dengan ‘ma’rifat’ (baca substansi). Bahwasanya ukuran ‘ma’rifat’ yang tidak jelas justru mengaburkan syariah yang sudah baku dan ‘qoth’iy’. Bagaimana mungkin meninggalkan sholat, pernikahan, akad muamalah dan lain-lain (termasuk kategori bentuk /formal) hanya dengan substansi pada niat dan ‘eling’ saja ?

PERJUANGAN BELUM SELESAI

Islam adalah gagasan (aqidah) dan implementasi-penerapan-pengamalan (syariah). Khilafah juga sebagai gagasan sekaligus upaya perjuangan untuk diterapkan dalam kehidupan praktis. Jika secara gagasan, khilafah sudah bisa difahami dan bisa diterima, belum tentu dalam tataran implementasi dapat disetujui dan didukung. Merealisasikan sebuah ide, gagasan, desain atau cita-cita bukanlah pekerjaan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi jika gagasan itu besar dan kompleks, seperti ‘khilafah’. Kesulitan mengejawantahkan suatu gagasan sebanding dengan besar dan kompleksnya gagasan tersebut. Hal tersebut memerlukan sebuah metode untuk menerapkan gagasan. Khilafah merupakan gagasan agung dan kompleks, tentulah sulit untuk mewujudkannya, apalagi ada pihak yang mengahalanginya (baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan kontra). Sulit bukan berarti mustahil atau utopis, karena secara empirik sudah pernah ada yakni khilafah telah membentang 13 abad menjadi keabadian sejarah. Jika metode dan road map-nya sudah diteladankan Rasulullah dalam ‘shiroh nabawiyah’, maka pekerjaan mewujudkan khilafah menjadi relatif lebih ‘mudah’. Jadi, penegakan khilafah sama sekali bukan imajinasi politik seperti yang dikatakan orientalis Oliver Roy (1994).

Penerapan Islam dengan hanya mengandalkan pengamalan nilai-nilai moral/akhlak terbukti tidak efektif. Korupsi, pornografi dan seks bebas, narkoba tetap dapat mewabah di negeri muslim jika hanya diseru/dihimbau secara moral tanpa penerapan perangkat Islam lainnya seperti sistem pemberian sanksi/hukuman. Variabel nafsu, variabel syetan yang selalu menggoda dan variabel sistem-peraturan yang diterapkan lebih dominan daripada nilai/moral. Sehingga dengan pendekatan sistemik, bukan parsial dan instrumentatif seperti pengamalan nilai/moral, Islam akan mampu menyelesaikan secara tuntas berbagai penyakit/patologi sosial.

Penerapan Islam sejak zaman Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Khulafa Umayah, Khulafa Abbasiyah sampai Khulafa Utsmaniyah telah menjadi sejarah. Sejarah haruslah disikapi sebagai fakta (sejarah kuantitatif terkait siapa, apa, kapan, di mana) dan sebagai opini (sejarah kualitatif terkait mengapa dan bagaimana). Sejarah kuantitatif relatif tidak bermasalah karena faktual, tetapi sejarah kualitatif dapat bersifat subyektif (tergantung pada world view penulisnya, juga penguasa pada masa itu). Untuk itu sejarah bukan sumber tasyri’ dalam Islam. Sumber sejarah berupa situs bersejarah, manuskrip dan buku sejarah tidak dapat dijadikan sumber tasyri’ (sebagai dasar hukum sesuatu). Hanya nash/teks Al Quran, nash hadits dan ijma’ shahabat yang dapat dijadikan sumber tasyri’. Kecuali buku sejarah yang ditulis dengan metode periwayatan hadits seperti shirah Ibnu Ishaq dan shirah Ibnu Hisyam yang notabene merupakan kompilasi hadits juga, dapat dijadikan sumber tasyri’.

Penerapan Islam dengan khilafah, sebagian kecil diterapkan dengan buruk karena oknumnya, sebagian besar diterapkan dengan keagungan dan kemajuan peradaban seperti penaklukan Andalusia dan Konstantinopel, keberadaan Imam Madzahibil Arba’ah, puluhan saintis dan teknolog sebagai peletak dasar saintek modern dewasa ini. Terlebih lagi kalau kita menggunakan pendekatan sistemnya, maka Islam kokoh tegak berwibawa di hadapan umat manusia karena sistem Islam diterapkan dengan khilafah. Sistem Islam memang paling kompatibel diterapkan dalam bentuk khilafah bukan yang lain (kerajaan, monarki, republik, imperium).

Jika dikatakan Islam sudah dapat diterapkan tanpa khilafah seperti sholat, haji, menikah dan lain-lain, maka bagaimana mungkin penerapan baitul mal (sistem keuangan steril dari riba), pelaksanaan hukuman rajam dan jilid bagi pezina, pembelaan kepada kaum muslimin Palestina dalam cengkeraman kedzaliman penjajah zionis Israel dan lain-lain tanpa eksistensi khilafah. Penerapan Islam dilakukan oleh 3 domain, yang pertama oleh individu (seperti yang disebutkan terdahulu), yang kedua oleh jamaah (seperti aktivitas amar ma’ruf nahi munkar, membentuk partai politik dan lain-lain) dan yang ketiga (yang terbesar dan paling kompleks) oleh Negara, seperti penerapan sistem ekonomi non ribawi dan sistem moneter dinar-dirham, penerapan sistem peradilan, hubungan luar negeri dan futuhat dan lain-lain. Jika cakrawala pemikiran Islamnya sempit, maka batasan yang dilihat tentu hanya sebatas penglihatan katak dalam tempurung.

Masih dalam cakupan penerapan Islam adalah bagaimana seorang muslim dipilih sebagai pemimpin. Pemimpin adalah tunggal, tidak logis dan masyru’ jika kepemimpinan adalah kolektif. Bagaimana mengambil keputusan dan di mana kewenangan seorang pemimpin jika pemimpin itu kolektif? Adapun mekanisme pengangkatan secara teknis dapat memilih salah satu dari 4 teknis pemilihan seperti yang terjadi dalam pengangkatan khulafaur Rasyidin. Meskipun beragam teknisnya, metode pengangkatan hanya satu yaitu bai’at. Jadi tidak perlu bingung, rancu dan bias. Tentang syarat quraisy bagi khalifah hanyalah merupakan syarat afdholiah/keutamaan saja, bukan syarat sah/in’iqod seperti muslim, laki-laki, akil, baligh, merdeka (bukan budak) dan mampu. Sehingga memang tidak harus quraisy.

Kritis kepada gagasan khilafah sah-sah saja, seperti perlunya batasan periode memerintah khilafah, yang perlu dikemukakan adalah dalil atau landasan syar’iy-nya. Mengenai kritisme Ali Abdur Raziq (1926) yang mengatakan tidak ada sistem pemerintahan dalam Islam sudah dia cabut sendiri pada akhir hayatnya setelah gelar keulamaannya dicabut oleh Al Azhar.

Jika Prof Azyumardi Azra menyebutkan kriteria visibilitas dan viabilitas dalam masalah khilafah, maka keduanya dapat dipenuhi karena khilafah layak secara landasan syar’iy dan layak sebagai solusi dunia Islam global (solusi apa yang disodorkan bagi yang menolak khilafah?). Dan khilafah juga memiliki kemampuan berdaya tahan lama, dan terbukti 13 abad dalam pentas dunia (bandingkan dengan nasib sosialisme-komunisme yang tidak sampai 1 abad, 1917-1991). Selain itu, mekanisme check and balance dalam struktur khilafah memungkinkan sistem tersebut bertahan. Apalagi jika kemampuan khilafah mensejahterakan rakyatnya sebagaimana terjadi pada Khalifah Umar bin Abdul Aziz, sampai-sampai tidak ada yang mau menerima zakat. Jika rakyat sejahtera lahir batin dan diperlukan dengan penuh keadilan, maka Negara stabil dan terbebas dari rongrongan politik.

Masalahnya sekarang sistem Islam belum dapat diterapkan. Masih perlu perjuangan serius dan berat untuk menerapkan sistem Islam tersebut. Perjuangan untuk menyampaikan kepada umat tentang hakikat sistem Islam, perjuangan untuk meraih opini umum dan dukungan para tokoh dan simpul umat, perjuangan untuk menyingkap makar-makar musuh Islam yang berupaya maksimal meghalangi penerapan sistem Islam tersebut dan perjuangan untuk tetap istiqomah, tetap ikhlas dan tetap bersemangat.

Jika beberapa pusat studi di Kerajaan Belanda, di Rusia dan di Amerika Serikat sudah memprediksikan akan kehadiran khilafah pada masa mendatang, jika sebagian warga non-muslim pun juga dapat memahami tentang kebutuhan mereka terhadap khilafah yang berkeadilan dan berahmatan lil alamin, jika puluhan juta orang sudah merindukan datangnya khilafah dan jika jutaan orang sudah terlibat dalam perjuangan penegakan khilafah, maka . . . bagaimana dengan Anda? (Muh. Rif’an W- LS DPD HTI Jatim)

Monday, March 26, 2012

BBM Naik. Penguasa Khianat thd Allah dan Rakyat!

BBM Naik, Pengkhianatan Terhadap Allah dan Rakyat !

Tindakan pemerintah yang ngotot menaikkan BBM sesungguhnya merupakan pengkhianatan kepada Allah SWT dan Rakyat. Pertama, pengkhianatan kepada Allah SWT karena tindakan ini jelas-jelas melanggar hukum syara’. Kebijakan BBM tidak diragukan lagi akan menambah kesulitan dan beban masyarakat yang memang sudah sangat berat. Harga-harga akan meningkat, transportasi semakin mahal, kemiskinanan bertambah. Dan Allah SWT dan Rosul-Nya telah dengan tegas mengancam penguasa dzolim seperti ini. Dalam hadist disebutkan:

وَمَنْ يُشَاقِقْ يَشْقُقْ اللَّهُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa menyempitkan (urusan orang lain), niscaya Allah akan menyempitkan urusannya kelak di hari kiamat”.[HR. Imam Bukhari]

Rosulullah SAW pun secara khusus mendoakan penguasa yang menyusahkan rakyatnya agar disempitkan urusan mereka.

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

“Yaa Allah, barangsiapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia menyempitkan mereka, maka sempitkanlah dirinya; dan barangsiapa memiliki hak untuk mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dirinya dengan baik”.[HR. Imam Ahmad dan Imam Muslim]

Syeikh al-Islam al-Imam al-Hafidz An Nawawiy, menyatakan:

هَذَا مِنْ أَبْلَغ الزَّوَاجِر عَنْ الْمَشَقَّة عَلَى النَّاس ، وَأَعْظَم الْحَثّ عَلَى الرِّفْق بِهِمْ

“(dalam hadits) ini adalah termasuk larangan yang paling tegas atas perbuatan yang menyempitkan/ memberatkan/ menyulitkan masyarakat, serta dorongan yang sangat besar untuk berbuat lemah lembut kepada masyarakat. [al-Imam al-hafidz An Nawawiy, Syarah Shahih Muslim, juz 6/299]

Disamping itu, kebijakan kenaikan BBM sesungguhnya berpangkal dari kebijakan ekonomi Indonesia yang liberal. Murahnya harga BBM tidak menguntungkan perusahan-perusahan kapitalis yang telah menguasai migas Indonesia dari hulu hingga hilir. Sementara berdasarkan syariah Islam, barang tambang yang jumlahnya melimpah termasuk minyak dan gas tidak boleh diserahkan kepada individu . Karena masuk dalam pemilikan umum (milkiyah ‘amah), sejatinya merupakan milik rakyat yang harus dikelola oleh penguasa dengan baik dan amanah, untuk kepentingan rakyat.

Rosulullah SAW telah menarik kembali tambang garam yang beliau berikan pada Abyadh bin Hammal RA setelah beliau mengetahui bahwa tambang garam tersebut depositnya melimpah. maka tambang garam tersebut tidak boleh dimiliki oleh individu , dan merupakan milik kaum Muslimin. Ini berlaku bukan hanya untuk garam saja—seperti dalam hadits diatas– tapi berlaku pula untuk seluruh barang tambang. Mengapa? Karena larangan tersebut berdasarkan illah yang disebutkan dengan jelas dalam hadits tersebut , yakni “layaknya air yang mengalir (al-maa’ al-‘idd)”, maka semua barang tambang jumlahnya “layaknya air yang mengalir” –depositnya melimpah– tidak boleh dimiliki oleh individu (privatisasi).

Kedua, ngototnya pemerintah menaikkan BBM meskipun rakyat pasti menderita adalah tindakan pengkhianatan kepada rakyat akibat lebih tunduk asing. Padahal untuk mendapatkan lebih kurang 31 trilyun dengan menaikkan BBM , banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Kenapa pemerintah tidak memilik untuk melakukan penghematan terhadap anggaran APBN yang boros , tidak efektif dan efesien?Misalnya Anggaran untuk kunjungan dan studi banding tahun 2011 mencapai Rp 21 T, padahal selama ini dinilai lebih banyak bernuansa plesiran. Anggaran untuk gaji pegawai tahun 2012 mencapai Rp 215.7 triliun naik Rp 32.9 triliun (18%) dibandingkan tahun 2011, salah satu pos cukup besar diantarnya tunjangan pejabat. Demikian juga anggaran Belanja barang sebesar Rp 138,5 T dan belanja modal Rp. 168 T yang kadang-kadang anggaran tersebut digunakan untuk belanja yang sifatnya pemborosan seperti renovasi gedung yang masih bagus, penggantian mobil mewah milik para pejabat padahal mobil sebelumnya masih layak pakai.

Pemerintah juga menambah jumlah pejabat tinggi yaitu menambah banyak jabatan wakil menteri. Pasti mereka akan mendapat berbagai fasilitas yang dibiayai dari APBN seperti rumah dan mobil dinas, biaya operasional, gaji, tunjangan jabatan, sekretaris, ajudan, sopir dan beberapa staf pembantu dan sebagainya. Tentu itu makin menyedot uang APBN. Belum lagi Korupsi dalam penggunaan dana APBN. Dalam catatan KPK, pada 2008 kebocoran APBN mencapai 30-40 persen. Artinya terdapat ratusan trilyun yang bocor. Pertanyaannya, kenapa pemerintah lebih senang mengorbankan rakyatnya dibanding melakukan penghematan yang jumlahnya pasti lebih dari 31 trilyun yang didapat dari menaikkan BBM ?

Untuk mendapatkan 31 trilyun pemerintah sebenarnya bisa melakukan moratorium termasuk menghentikan penambahan utang baru. Karena kalau mau jujur, yang membebani APBN selama ini bukan subsidi tapi pembayaran Utang dan bunganya. Tapi ini ini tidak dilakukan, pemerintah sangat patuh untuk membayar utang baik pokok maupun bunganya bahkan anehnya justru pemerintah malah menambah utang baru sebagai contoh Anggaran Pembayaran Utang tahun 2012 sebesar 170 trilyun (Bunga Rp 123 T dan Cicilan Pokok Utang LN Rp 43 T).

Ironisnya, tahun 2012 pemerintah terus menambah utang dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp. 134 T dan utang luar negeri sebesar Rp 54 T. Padahal, ada sisa sisa APBN 2010 Rp 57,42 triliun ditambah sisa APBN 2011 Rp 39,2 triliun. Untuk apa utang ditambah, sementara masih ada sisa dana yang tidak digunakan? Padahal bunga SUN dan utang LN itu harus dibayar tiap tahun hingga puluhan triliun. Yang menikmati itu adalah para kapitalis dan orang-orang kaya.

Kalau memang pemerintah serius berpihak kepada rakyat, kenapa pemerintah tidak mengambil alih tambang minyak, gas, emas, batubara, yang mayoritas dikuasai oleh asing. Padahal hanya dari satu tambang Free Port saja diperoleh tambahan dana yang sangat besar. Dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2009, pemerintah -sebagai pemegang 9,36 % saham PTFI- mendapat deviden dari PTFI sebesar Rp 2 triliun. Itu artinya pada tahun 2009 itu Freeport McMoran sebagai pemegang 90,64% saham PTFI mendapat deviden sekitar Rp 20 Triliun.

Sementara, potensi yang masih ada di tambang Freeport sendiri sampai saat ini menurut Presiden Direktur Free Port mencapai Rp 1.329 triliun, atau hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 yang mencapai Rp 1.435 triliun. Dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2009, pemerintah -sebagai pemegang 9,36 % saham PTFI- mendapat deviden dari PTFI sebesar Rp 2 triliun. Itu artinya pada tahun 2009 itu Freeport McMoran sebagai pemegang 90,64% saham PTFI mendapat deviden sekitar Rp 20 Trilyun. Potensi yang masih ada di tambang Freeport sendiri sampai saat ini menurut Presiden Direktur Free Port mencapai Rp 1.329 triliun, atau hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 yang mencapai Rp 1.435 triliun.

Pertanyaannya kenapa pemerintah tidak menempuh jalan-jalan lain yang sangat banyak itu. Pemerintah lebih memilih menaikkan BBM yang mensengsarakan rakyat! Kenapa pemerintah lebih takut terhadap tekanan asing dengan alasan kesepakatan dengan IMF, atau rekomendasi pertemuan G-20, dibanding khawatir atau takut rakyatnya semakin miskin dan menderita ? Kenapa pemerintah hanya meminta rakyat berhemat, sementara para pejabat dan politisi hidup bermewah-mewahan dengan menggunakan anggaran dari APBN ? Bukankah semua ini merupakan bukti nyata pengkhianatan terhadap rakyat dan ketertundukan kepada negara imperialis asing.

Sekali lagi kami tegaskan, semua itu berpangkal dari sistem Kapitalisme yang diterapkan di Indonesia . Yang melahirkan rezim sekuler yang menjadi boneka negara-negara imperialis. Oleh karena itu siapapun yang serius ingin menyelamatkan bangsa ini,membebaskan rakyat dari kemiskinan dan penderitaan, menghentikan penjajahan asing yang merampok kekayaan alam kita, tidak ada jalan lain kecuali mendukung dan berjuang bersama-sama untuk menegakkan Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam dalam segala aspek kehidupan. Allahu Akbar (Farid Wadjdi)

Tuesday, March 20, 2012

Bagaimana agar tetap semangat menjalani hidup?


Bagaimana agar semangat dan motivasi senantiasa terjaga dalam diri kita?

Renungkanlah! Betapa banyaknya nikmat dan karunia Allah yang ada pada kita.Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas semua itu, dan

sadarlah bahwa kita benar-benar telah bergelimang dengan pemberian-Nya.

Allah berfirman : “ Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” ( TQS. Ibrahim :34)

Sobat, seringkali saya ditanya saat ngisi pelatihan atau mentoring, “Pak ketika kami ikut training atau seminar, motivasi dan semangat itu benar-benar menyala saat hadir di acara tsb. Tapi begitu sudah tiga hari setelah itu kembali meredup dan down lagi. Gimana ya Pak, caranya agar motivasi dan semangat itu tetap terjaga dalam diri ?”. Tanya mereka.

Sobat, semangat dan motivasi yang kuat laksana tanaman yang indah nan berbunga dan berbuah butuh tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara, selain itu butuh di siram air secara teratur, juga butuh dipupuk tanahnya, dan pastinya butuh sinar matahari untuk melakukan fotosintesis.

Kalau begitu apa tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara bagi Semangat atau motivasi yang terus menyala? Lingkungan yang kondusif atau teman-teman di sekeliling kita. Kalau kita berada di lingkungan atau teman-teman di sekitar kita yang positif dan penuh optimis maka itupun akan berpengaruh terhadap semangat kita. Ingatlah memilih teman adalah memilih masa depan.

Sedangkan Airnya semangat yang senantiasa secara teratur di siramkan? Ilmu pengetahuan, banyak membaca, banyak bersilaturrahim dengan para tokoh/ahli, mendengarkan kaset2 dan melihat VCD motivasi pengembangan diri, mengikuti seminar atau training,melakukan perjalanan.Insya Allah akan banyak pengalaman,ide dan wawasan.

Apa pupuknya semangat itu? Amal sholeh – Take Action! Setelah mengetahui, memahami lakukan atau amalkan dan ajarkan kepada orang lain maka Insya Allah daya ingat kita sampai 90% dan terjaga semangat dan motivasi akan tetap menyala.

Terakhir, apa mataharinya semangat? Jangan lupa dan Jangan berhenti minta perlindungan dan hidayah kepada Allah SWT. Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain! Jangan pernah resah dan gundah karena kebaikan kita pada orang lain dibalas dengan perbuatan keji.Betapapun, apa yang kita cari seharusnya hanya pahala dari kebaikan dari Allah.

Sobat, kalau kita membaca atau mengkaji beberapa buku baik dari timur atau dari barat tentang kecemasan dan gangguan mental. Ada tiga hal pokok yang harus kita tempuh agar kita terhindar dari gangguan mental, serta hati kita menjadi lapang. Adapun tiga hal pokok tersebut adalah :

  1. Selalu mengaitkan hati kepada Allah, menyembah-Nya, taat dan berserah diri kepada-Nya. Ini merupakan masalah keimanan yang besar. Allah berfirman. “ Maka, sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya” ( TQS. Maryam :65)
  2. Menutup berkas-berkas masa lalu dengan semua kegetirannya dan genangan air matanya, semua kesedihannya, dan bencananya, semua kepahitannya dan keresahannya. Dan, memulai sebuah kehidupan baru dengan hari yang baru pula. Berjanjilah kepada diri sendiri bahwa kita akan menjadi pribadi baru yang rendah hati, mau belajar,mau diajar dan mau mengajarkan.
  3. Membiarkan masa depan yang masih ghaib itu, tidak melarutkan diri di dalamnya, dan menjauhkan diri segala bentuk ramalan,prakiraan, dan ketidakjelasannya. Tapi, hidup dalam lingkup hari ini saja. Lakukan yang terbaik ! Be The Best Not Be Asa!

Sobat, Yakinlah Allah senantiasa bersama kita. Ada kasih sayang tersembunyi yang melindungi hamba dari segala arah. Yang memiliki kasih sayang tersembunyi itu adalah Allah, Rabb alam semesta, yang telah menyelamatkan Muhammad dengan bersembunyi di dalam gua, yang menyayangi ashabul kahfi di dalam gua, yang memberikan jalan keluar terhadap “tiga orang yang terjebak di dalam gua”, yang menyelamtkan Ibrahim dari panasnya api, yang tidak menenggelamkan Musa, yang menyelamatkan Nuh dari air bah, yang menyelamtkan Yusuf dari pengapnya sumur, dan menyelamatkan Ayyub dari penyakit yang tidak sembuh-sembuh.

Sebagai penutup dari artikel pendek ini, biasakanlah kita untuk selalu membawa buku catatan untuk melakukan muhasabah terhadap diri sendiri. Catat hal-hal negative yang selalu kita kerjakan! Kemudian,mulailah mencari jalan keluar untuk menghindarinya. Bersikap hati-hati dan berusaha yang disertai dengan tawakal kepada Allah merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan.

Be The Best not be Asa ! Salam dahsyat dan luar biasa!

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit tanpa batas dan buku menjadi dai yang di cinta. Mumtaz.oke@gmail.com Twitter @faqihsmart )

Monday, March 19, 2012

Riba itu Jelas Haram

Spiritual Motivator - Apakah setiap riba dalam bentuk apapun pasti diharamkan secara mutlak atas kedua belah pihak (pemberi piutang/rentenir dan yang berhutang)? Ataukah hanya diharamkan atas rentenir saja, sedangkan yang berhutang terbebas? Dan bila yang berhutang tidak berdosa, apakah hal ini hanya bila sedang membutuhkan kepada piutang saja, terjepit dan kemiskinan, ataukah kebutuhan tidak menjadi persyaratan bagi bolehnya berhutang dengan membayar riba? Bila dibolehkan bagi orang yang membutuhkan/terjepit, apakah bagi orang yang kebutuhannya tidak terlalu mendesak boleh untuk berhutang dari bank yang bertransaksi dengan bunga/riba 15 % setiap tahun –misalnya-.

Dengan demikian, ia dapat berusaha dengan modal uang hutang tersebut, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari bunga/riba yang ditetapkan, misalnya keuntungannya sebesar 50 % setiap tahun. Dengan cara ini, berarti ia berhasil memperoleh hasil dari piutang tersebut sebesar 35 % yang merupakan sisa keuntungan dikurangi bunga yang ditetapkan, sebagaimana pada kasus yang dicontohkan, ataukah riba tetap tidak boleh dengan cara apapun?

Jawaban:

Pertama: Riba diharamkan dalam keadaan apapun dan dalam bentuk apapun. Diharamkan atas pemberi piutang dan juga atas orang yang berhutang darinya dengan memberikan bunga, baik yang berhutang itu adalah orang miskin atau orang kaya. Masing-masing dari keduanya menanggung dosa, bahkan keduanya dilaknati (dikutuk). Dan setiap orang yang ikut membantu keduanya, dari penulisnya, saksinya juga dilaknati. Berdasarkan keumuman ayat-ayat dan hadits-hadits shahih yang-nyata mengharamkan riba. Allah Ta’ala berfirman,

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran / ingkar, dan selalu berbuat dosa.” (Qs. al-Baqarah: 275-276).

Sahabat Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, (takaran / timbangannya) harus sama dan kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba.” (HR. Muslim dalam kitabnya as-Shahih).

Sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah engkau jual emas ditukar dengan emas melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau lebihkan sebagiannya di atas sebagian lainnya. Janganlah engkau jual perak ditukar dengan perak melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau lebihkan sebagiannya di atas sebagian lainnya. Dan janganlah engkau jual sebagiannya yang diserahkan dengan kontan ditukar dengan lainnya yang tidak diserahkan dengan kontan.” (HR. al-Bukhary dan Muslim).

Imam Ahmad dan al-Bukhary meriwayatkan, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, harus sama dan sama dan kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba, pemungut dan yang memberikannya dalam hal ini sama.” (HR. Muslim).

Dan telah tetap dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwasannya ia menuturkan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya’.” (HR. Muslim).

Dan uang kertas yang berlaku pada zaman sekarang ini kedudukannya sama dengan emas dan perak yang berfungsi sebagai alat jual beli, oleh karena itu hukumnya adalah sama dengan hukum emas dan perak. Dengan sebab itulah, hendaknya setiap orang muslim untuk mencukupkan diri dengan hal-hal yang dihalalkan dan menjauhkan dirinya dari segala yang diharamkan Allah ‘Azza wa Jalla. Dan Allah sungguh telah memberikan kelapangan kepada umat Islam dalam hal pekerjaan di dunia ini guna mengais rezeki. Sehingga, bisa saja orang yang fakir bekerja sebagai tenaga kerja (kuli) atau pelaku usaha dengan menggunakan modal orang lain dengan sistem mudharabah dengan perjanjian bagi hasil, misalnya fifty-fifty atau yang semisalnya dari keuntungan, dan bukan dari modal, tidak juga dengan jumlah / nominal uang tertentu dari keuntungan. Dan barang siapa yang tidak mampu berusaha padahal ia fakir, maka halal baginya untuk meminta-minta, menerima zakat, dan juga jaminan sosial.

Kedua: Tidak boleh bagi seorang muslim, baik kaya atau fakir untuk berhutang kepada bank atau lainnya dengan bunga 5 % atau 15 % atau lebih atau kurang dari itu. Karena itu adalah riba, dan termasuk dosa besar. Dan Allah telah mencukupkan baginya dengan jalan-jalan mengais rezeki yang dihalalkan sebagaimana disebutkan di atas, baik menjadi tenaga kerja di tempat orang yang memiliki pekerjaan atau mendaftarkan diri menjadi pegawai negeri pada jabatan yang halal, atau berdagang dengan modal orang lain dengan sistem mudharabah dengan bagi hasil dalam persentase tertentu, sebagaimana dijelaskan di atas.

Wabillahit taufiq, dan semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

( Sumber: Majmu’ Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah 13/268-271,)

Menaikkan Harga BBM = Menyengsarakan Rakyat

Faqih Syarif - Menaikkan Harga BBM = Menyengsarakan Rakyat

[Al-Islam 598] Menteri ESDM Jero Wacik di depan raker komisi VII DPR-RI (Selasa,6/3/2012), mewakili pemerintah menyodorkan opsi kenaikan BBM sebesar Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter mulai April 2012. Rencana kenaikan harga BBM itu itu juga sudah dimasukkan dalam RAPBN-P 2012 yang sudah diajukan kepada DPR.

Rencana itu menuai banyak penolakan dari hampir semua kalangan masyarakat. Bahkan menurut hasil survey LSI dengan responden dari seluruh propinsi di Indonesia, 86 % masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Tetapi rupanya pemerintah sudah tipis nuraninya (atau mungkin tidak punya lagi) sehingga tetap ngotot mengajukan rencana kenaikan harga BBM untuk disetujui DPR. Jika DPR juga menyetujuinya, lengkap sudah kenyataan pahit negeri ini dimana pemerintah dan wakil rakyatnya telah kehilangan nurani, tidak mau repot dan lebih memilih kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya sendiri. Mungkin jika tetap ngotot menaikkan harga BBM, kiranya pantas dikatakan bahwa pemerintah telah bohong, khianat dan zalim terhadap rakyatnya sendiri.

Dampak Kenaikan Harga BBM

Menurut kajian pemerintah, jika harga BBM naik Rp 1.500 per liter, inflasi diperkirakan bertambah 2,15 %. Penghematan yang diperoleh pemerintah mencapai Rp 31,58 triliun. Jumlah penduduk miskin naik sekitar 0,98 % dan daya beli masyarakat hanya menurun 2,1 persen. Pemerintah yakin harga-harga nantinya masih bisa dikontrol dan harga pangan tidak akan melonjak. Hitung-hitungan di atas kertas itu memberi kesan, begitu sederhananya imbas/dampak kenaikan harga BBM di mata pemerintah. Seolah-olah nasib rakyat terutama rakyat kecil di mata pemerintah begitu remeh.

Bisa dipastikan, kenaikan harga BBM akan makin menyengsarakan rakyat. Pemerintah sadar dan tahu akan hal itu, tapi tetap ngotot ingin menaikkan harga BBM. Berbagai dampak langsung dan tak langsung akan diderita oleh rakyat. Ibaratnya, akibat kenaikan harga BBM, rakyat dipukuli dari kiri, kanan, depan dan belakang. Wajar jika nanti banyak rakyat yang KO, pingsan karenanya.

Dampak pertama yang langsung dirasakan masyarakat adalah naiknya harga-harga barang terutama kebutuhan pokok. Bahkan dampak itu sudah terjadi saat ini ketika harga BBM belum naik. Koar-koar pemerintah yang akan menaikkan harga BBM telah mendorong harga berbagai bahan kebutuhan naik. Seperti yang diberitakan Kompas (13/3) harga-harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mengalami kenaikan seperti di Magelang Jateng, Mojokerto Jatim, Kediri Jatim, Manokwari Papua, Padang dan daerah lainnya. Kenaikan harga bahan sembako berkisar Rp 500 - Rp 1.000 per kilogram, bahkan beberapa barang naik beberapa ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga-harga saat ini saja sudah sangat dirasakan memberatkan masyarakat. Jika nanti harga BBM naik, bukan tidak mungkin harga-harga barang itu akan naik lagi. Artinya, dampak kenaikan harga BBM kenaikan harga-harga barang akan terjadi dua kali, sebelum dan sesudah harga BBM naik. Tentu hal itu akan menambah beban pikiran dan psikis bagi masyarakat. Bukan tidak mungkin, dampak lanjutannya akan makin banyak orang yang mengalami depresi dan gangguan jiwa.

Dampak pasti kenaikan harga BBM lainnya adalah naiknya ongkos transportasi dan distribusi barang dan jasa. Menurut Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena Soerbakti, pengeluaran untuk membeli BBM memakan porsi 30-40 persen dari biaya operasional angkutan umum. Jika harga BBM naik Rp 1.500 per liter, diperkirakan pengeluaran untuk BBM akan bertambah sekitar 15-17 persen. Beban itu bertambah dengan tingginya biaya perawatan dan pemeliharaan akibat buruknya infrastruktur. Harga suku cadang yang sudah tinggi saat ini bisa dipastikan akan naik lagi seiring dengan naiknya harga BBM itu. Dengan semua faktor itu, menurut perkiraan Soerbakti, tarif angkutan umum akan naik 30-35 persen dari tarif saat ini.

Naiknya ongkos angkutan umum itu bukan hanya memukul pengguna angkutan umum, tetapi juga akan memukul para sopir angkot. Sebab dengan naiknya ongkos, masyarakat akan mengurangi untuk bepergian. Tidak sedikit yang akan memilih menggunakan sepeda motor. Artinya penumpang akan makin sedikit dan buntutnya pendapatan para sopir dan penyedia jasa angkutan juga terancam.

Kenaikan harga BBM otomatis akan meningkatkan laju inflasi. Dalam hitungan pemerintah menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Negara (PPN)/Kepala Bappenas Armida, kenaikan harga BBM akan membuat laju inflasi menjadi 7% atau naik dari asumsi sebelumnya yaitu 5,3%. Kenaikan inflasi itu akan menyebabkan angka kemiskinan naik menjadi sekitar 11,93% - 12,08%. Kenyataannya nanti biasanya lebih besar dari angka-angka prediksi pemerintah itu.

Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), Said Iqbal, mencatat, kenaikan BBM sebesar 28,75 persen di tahun 2008 mengakibatkan inflasi naik menjadi 11,01 persen (RMOL, 5/3). Maka rencana kenaikan harga BBM sebesar 33,3 % nanti dimungkinkan bisa menyebabkan inflasi lebih dari 11 persen.

Dengan semua itu, otomatis daya beli masyarakat akan turun dan hampir dipastikan jumlah orang miskin akan meningkat. Pengalaman tahun 2005, dampak kenaikan BBM jumlah orang miskin melonjak menjadi 16 % meski saat itu ada program BLT. Fakta tahun 2005 itu bisa terulang pada tahun 2012 ini. HS Dillon, utusan khusus Presiden untuk penanggulangan kemiskinan, memperkirakan jumlah orang miskin akan bertambah 1,5% dari jumlah penduduk atau bertambah 3,5 juta orang (tempo.co, 7/3). Bahkan sebagian pihak memperkirakan jumlah orang miskin akan bertambah jauh lebih banyak dari angka itu. Disamping itu, akibat menurunnya daya beli dan naiknya harga pangan, pemenuhan gizi masyarakat pun akan menurun. Akibatnya, jumlah anak rawan gizi akan makin banyak.

Kenaikan harga BBM juga akan menambah jumlah anak putus sekolah. Data tahun 2011, ada 10,268 juta siswa usia wajib belajar (SD dan SMP) yang putus sekolah. Selain ada sekitar 3,8 juta siswa yang tidak dapat melanjutkan ke tingkat SMA. Berdasarkan pengalaman tahun 2010 akibat kemiskinan yang menimpa masyarakat terjadi lonjakkan angka putus sekolah sebesar 30 %. Karenanya, hampir bisa dipastikan akibat kenaikan harga BBM angka putus sekolah semakin tinggi. Hal itu sama saja makin banyak rakyat bawah yang tidak punya kesempatan memperbaiki taraf hidupnya dan terpaksa terjerat dalam siklus kemiskinan dan kebodohan.

Selain itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada para pelaku usaha. UKM yang selama ini sudah tumbuh menjadi 50 juta dan menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat akan sangat terpengaruh. Bukan mustahil dampak kenaikan harga BBM akan banyak UKM yang gulung tikar.

Semua beban kenaikan harga BBM itu akan makin besar dengan rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik per 1 Mei 2012. Makin lengkaplah penderitaan yang akan diderita oleh rakyat.

Harga BBM Naik Demi Siapa ?

Jika harga BBM naik Rp 1.500 per liter, menurut Wamen ESDM pemerintah akan menghemat hingga Rp 31,5 triliun (sindonews/02/03/2012). Di sisi lain, pemerintah tahu dan sadar, kenaikan harga BBM akan menyusahkan rakyat. Karena itu pemerintah menurut Menko Kesra Agung Laksono menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 triliun bagi program kompensasi (bisnis.com, 29/2). Bentuknya berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebesar 150 ribu per rumah tangga sasaran per bulan selama 9 bulan, beasiswa siswa miskin (BSM), beras bagi masyarakat miskin (raskin) selama 14 bulan, dan kupon transportasi.

Bisa dilihat, jumlah yang dihemat sebanding dengan biaya kompensasi. Lalu untuk apa pemerintah repot-repot menaikkan harga BBM? Apalagi harus diingat, kompensasi itu hanya sementara dan tidak semua masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM mendapat kompensasi. Sementara, dampak buruk kenaikan harga BBM bersifat permanen dan terus berlanjut mendera seluruh masyarakat. Jika pemerintah sudah tahu dan sadar kebijakan itu akan menyusahkan masyarakat, dan jumlah yang bisa dihemat pun habis untuk kompensasi, lalu sebenarnya untuk kepentingan siapa kebijakan kenaikan harga BBM itu? Yang jelas, bukan demi rakyat sebab rakyat hampir dipastikan akan makin susah.

Saat harga BBM naik, maka selisihnya dengan harga BBM yang dijual SPBU swasta terutama asing tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, akan makin banyak pengguna kendaraan yang beralih membeli BBM di SPBU-SPBU asing itu. Itu artinya, kenaikan harga BBM memperbesar pasar dan memperbanyak konsumen bagi SPBU-SPBU asing. Diantara pihak yang langsung diuntungkan dari kenaikan harga BBM adalah SPBU-SPBU asing.

Wahai Kaum Muslimin

Itulah akibat ideologi kapitalisme liberal yang diterapkan di negeri ini. Semua itu dilegalkan melalui liberalisasai migas yang dilegalkan melalui UU MIGAS No. 22/2001. Yang jelas diuntungkan adalah asing. Sebaliknya yang jelas buntung adalah rakyat.

Pemerintah hendaknya takut akan tertimpa doa Nabi saw:

«اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ»

Ya Allah siapa saja mengurusi sesuatu dari urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka maka timpakan kesulitan padanya (balaslah dia) (HR Muslim)

Tidak ada jalan untuk menyudahi nestapa bagi umat ini, kecuali dengan menerapkan syariah Islam secara utuh dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Maka wahai Kaum Muslimin mari segera kita wujudkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-ANfal [8]:24)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar:

Harga Premium dan Solar bersubsidi dipastikan naik Rp 1.500 per liter. Hal ini diyakini pemerintah setelah beberapa asumsi makro yang diajukan dalam revisi APBN 2012 disepakati DPR. (Kompas.com, 13/3)

1. Pemerintah lebih suka mensubsidi asing dengan menjual gas di bawah harga pasar. Padahal selama 4 tahun potensi ruginya mencapai 410 triliun, lebih dari 12 kali penghematan dari menaikkan harga BBM yang menyengsarakan rakyat.

2. Pemerintah lebih memilih menyengsarakan rakyat demi “menghemat” Rp 31,58 triliun. Sebaliknya, pemerintah tetap nyaman memberi stimulus fiskal di APBN 2012 yang totalnya mencapai 50 triliun kepada para kapitalis termasuk asing.

3. Nabi saw berdoa: Ya Allah siapa saja mengurusi sesuatu dari urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka maka timpakan kesulitan padanya (balaslah dia) (HR Muslim)

Don't Give Up dalam Belajar!

Faqih Syarif - Sobat, dunia begitu cepat berubah, dan banyak hal diganti oleh sesuatu yang sama sekali baru. Perubahan sturktur sosial, perubahan tren, perubahan teknologi, perubahan peta persaingan, banyak juga menghilangkan bisnis tertentu. Karyawan terkena imbasnya. Ratusan ribu jenis pekerjaan lebih mengandalkan mesin, computer dan teknologi daripada keterampilan tangan manusia, sehingga semakin banyak bidang usaha yang semakin sedikit memerlukan tenaga manusia. Akibatnya banyak orang tidak bisa bekerja dan menjadi pengangguran. Di tengah arus perubahan besar itu, maka kita harus menghadapi 4 C yaitu; Critis, Competition, Challenge dan Change.

Untuk dapat bertahan hidup saja diperlukan upaya keras untuk selalu belajar dan memiliki pikiran terbuka, apalagi untuk kaya raya dan Berjaya. Oleh karena itu kita harus lebih banyak dituntut untuk terus belajar dan membuka pikiran terhadap apa yang terjadi di dunia. Kita dituntut untuk belajar dari yang terbaik di dunia. Dan ketika zaman berubah, kita harus terus belajar agar mampu berubah, mengikuti atau bahkan memimpin kemajuan zaman.

Bagaimana cara belajar yang efektif?

Pertama, belajar dari pengalaman (learning by doing) adalah proses belajar yang paling berkesan. Kita akan jauh lebih ingat kalau kita mengalami.

Kedua, belajar melalui proses menganalisis, berpikir dan menyimpulkan

Ketiga, belajar secara langsung dari mentor atau pembimbing. Ini yang menurut Mr. Tung Desem Waringin cara yang paling cepat dan mudah. Beliau menyarankan untuk:
• 80% waktu belajar kita harus kita pakai untuk belajar dari orang yang terbaik di bidang yang hendak kita pelajari, baik melalui seminar, workshop, bimbingan secara formal, atau informal, secara pertemanan.
• 20% waktu yang kita alokasikan untuk belajar kita pakai untuk belajar dari siapa pun termasuk dari orang yang gagal.
• 80% waktu yang kita alokasikan untuk belajar harus kita pakai untuk mempelajari bidang di mana kita ingin sukses. Coba Anda bayangkan, jika kita belajar setiap hari 2 jam mengenai sebuah bidang dalam waktu 2 Tahun, kita akan menjadi master dalam bidang tersebut, dan dalam 5 tahun kita akan menjadi ahli setingkat Doktor dalam bidang tersebut.
• 20% waktu yang kita alokasikan untuk belajar harus kita pakai untuk mempelajari bidang apa pun, termasuk bidang yang tidak kita sukai, untuk membuka pikiran kita.

Cara ke-empat, belajar secara tidak langsung dari buku, kaset, internet, dsb. Ini adalah cara belajar yang membuat kita mendapatkan paling banyak. Coba Anda perhatikan pengarang buku yang bermutu rata-rata sudah berumur 30-50 tahun waktu menulis bukunya. Dan Ingat ketika mereka menulis, pengalamannya yang sudah sekian puluh tahun itu ikut mewarnai tulisannya. Kalau misalnya kita anggap rata-rata orang menulis buku berumur 35 tahun. Itu berarti bahwa satu buku senilai dengan 35 tahun pengalaman orang. Ketika saya membaca 1000 buku, pembelajaran saya setara dengan nilai 35.000 tahun pengalaman orang.Subhaanallah.

Sobat, pikiran itu ibarat parasut. Dia Akan berguna bagi kita kalau terbuka. Buka pikiran Anda dengan mendengarkan pengalaman orang sukses yang bis Anda peroleh dengan cara ikut seminar, mendengarkan rekamannya, membaca buku-bukunya, dan bergaul dengan mereka. Dan apabila kita ingin belajar sampai ahli terhadap sesuatu bidang tertentu gunakan jurusnya Mr. Tung: Belajar dari yang terbaik, larut sepenuhnya dan lakukan pengulangan dengan ada jeda.

Ayo Teruslah Belajar! Berlatih berlatih dan berlatih tingkatkan terus valensi diri Anda! Anda Pasti Bisa! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Buku Menjadi Dai Yang dicinta.www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com)

Thursday, March 8, 2012

Fokus, Fokus dan Fokus!

Faqih Syarif - Bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.Begitu pula kalau kita memfokuskan perhatian pada tugas dan tanggung jawab, atau pekerjaan yang ada di hadapan kita serta berusaha melaksanakannya terus-menerus, suatu ketika kita pasti akan benar-benar sampai pada tingkatan terakhir ( Faqih Syarif, Al Quwwah ar ruhiyah 2009)

The Power of Fokus

Sobat, manusia memiliki kekuatan fokus, tinggal bagaimana kita menggunakan sebaik mungkin. Mulailah dari langkah kecil. Mulai dari potensi kecil yang diseriusi. Mulai dari prestasi kecil yang disyukuri. Mulai dari penghargaan diri terhadap hal-hal kecil yang Allah beri. Mentor kami sering mengingatkan segera temukan talenta anda dengan menggunakan pertanyaan; Bidang keahlian apa yang kamu kuasai saat ini? Dan Anda melaksanakan dengan penuh enjoy serta happy seakan tidak dibayarpun anda melakukan dengan senang hati. Kalau itu sudah anda temukan tinggal fokus, fokus dan fokus meningkatkan valensi diri anda. Sisihkan waktu 3 jam tiap hari selama 10 tahun untuk melakukan hal tersebut sebab bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.

Persoalan kita, mengapa tidak segera melangkah karena kita nggak focus, nggak konsen, nggak ada prioritas, nggak jelas, dan biasanya, nggak mau meski sekedar menuliskan apa yang jadi gagasan dan apa yang harus dilakukan. Padahal kuncinya sederhana : Tulis apa yang mau Anda lakukan. Lakukan apa yang Anda tuliskan. Dokumentasikan.

Sobat, ilmu meski sedikit, bila dimanfaatkan akan menjadi kekuatan, karena kita focus. Tapi kalau ilmunya banyak, kolektor kitab, diktator alias pengumpul diktat, kalau nggak fokus akan percum tak bergun.
Kini konsentrasikan diri pada kemampuan kita. Fokuslah pada kelebihan yang kita punya maka jadinya kita akan menjadi orang yang di atas rata-rata. Intinya adalah bagaimana kita punya kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, pada profesi yang dijalani, dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu segi dari fokus.

Sobat, air embun aja yang fokus mampu melubangi batu cadas yang kuat. Tali yang yang fokus bisa memotong kayu. Sholat yang fokus bisa meningkatkan mutu hidup kita. Hidup yang fokus pada jalan kebenaran (Shiraathal mustaqim), nggak kemana-mana akan membuat hidup lebih bermakna, berasa dan bahagia.

Sobat, selain fokus kita mesti memperbanyak jam terbang. Penelitian kekinian juga menunjukkan bahwa orang yang ahli di bidang apa pun keahlian yang mereka tekuni ternyata mereka telah memiliki 10.000 jam terbang.

Rasulullah adalah teladan dalam segala kebaikan. Dalam berbagai kesempatan di tengah kesibukan yang amat padat, beliau mengembangkan potensi para sahabat sehingga berkembang dengan pesat. Bagaimana cara Nabi memfokuskan potensi sahabat?

1. Mengubah nama sahabat yang buruk atau berkonotasi buruk menjadi nama yang baik. Sebab nama mengandung doa, visi, harapan dan cita-cita. Inspirasi yang kita dapatkan adalah : apabila selama ini anda mendefinisikan diri dengan nama atau sebutan negative, segera ubahlah menjadi sebutan yang positif. Ganti definisi “anak nakal” menjadi anak cerdas, anak usil dibimbing jadi kreatif, ganti rasa malas dengan istilah rehat sejenak.

2. Membuka ruang ekspresi untuk unjuk gigi sehingga selalu termotivasi untuk berprestasi. Seperti Usamah bin Zaid yang baru berusia 17 tahun diangkat sebagai panglima.

3. Memberikan gelar keberanian seperti saifullah al maslul ( pedang terhunus) untuk Khalid bin Walid, Al Faruq (Pembeda kebenaran dari kebatilan) untuk Umar, Ash-shidiq (Yang benar) untuk Abu Bakar, Ali Karamallahu wajhah dan masih banyak lagi julukan yang menggugah jiwa.

4. Menghargai sekecil apapun prestasi untuk menumbuhkan percaya diri. Rasulullah memberi penghargaan para sahabat sesuai dengan prestasi masing-masing. Bilal diangkat sebagai muazin. Muadz bin jabal diutus ke yaman.

5. Mensupport yang memiliki kekurangan di satu sisi untuk menemukan kedahsyatan di sisi lain. Amru bin jamuh yang pincang diberi semangat surga. Ibnu Mas’ud yang kurus kecil disupport keunggulannya lebih dahsyat dari bukit uhud. Ibnu Maktum yang buta disiplinkan sholat berjamaah.

Sobat, para ulama dulu pun fokus di bidangnya.Imam Bukhari secara intensif menulis kitab Shahih selama enam belas tahun. Imam Nawawi konsentrasi ilmu sampai empat puluh tahun. Imam Abu Hanifah menunda nikah hingga usia empat puluh tahun karena fokus pada ilmu. Beda dengan remaja sekarang, nggak nikah-nikah tapi juga nggak punya karya, payah. Hidup lesu tanpa gairah.

Ayo Bangkitlah! Fokuskan diri kita! Miliki nilai tambah agar hidup ini penuh gairah.Perbanyak faktor kali agar kita semakin ahli. Ingatlah sobat, kita sukses dan bahagia kalau kita berorientasi pada kesuksesan dan kebahagiaan. Jangan kemana-mana. Tetaplah fokus di jalan mulia dan kebaikan yaitu jalannya para nabi,syuhada dan orang-orang mukmin dan orang-orang sholeh. Allahu Akbar!!!

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H,S.Sos.I, M.Si, penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan Spirit Tanpa Batas dan buku Menjadi Dai Yang Dicinta, www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com )

Wednesday, March 7, 2012

Hakekat Kaya

Faqih Syarif - Sobat, mengejar harta tanpa adanya fondasi /alasan yang benar bisa membuat seseorang mengalami kehidupan yang tidak tenang.Ketenangan hati itu terletak pada keridhoaan Allah SWT. Keridhoaan-Nya adalah dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Kekayaan sejati : Hakekat kaya

Banyak diantara manusia, saat susah mereka terus mengejar harta sehingga hidupnya hanya untuk harta dan harta. Ironisnya saat harta telah dimilikinya, harta mengontrol hidupnya bukan mereka yang mengontrol harta.Mereka punya rumah, namun tidak bisa menikmati. Yang bisa menikmati rumahnya adalah pembantunya.Mereka punya mobil mewah, tetapi yang menikmati sopirnya. Mereka punya uang banyak, tetapi yang menikmati pihak perbank-kan. Banyak orang kaya tidak bisa menikmati hartanya. Salah tujuan seseorang memiliki harta adalah untuk menjadi berkah bagi banyak orang. Sehingga salah satu doa yang dipanjatkan para sufi adalah diantaranya.” Beri harta padaku Ya Allah Ya Rahman, biar menjadi berkah untuk banyak orang. Apa itu berkah? Ziyadatul khoir – Bertambahnya kebaikan karena ketu ndukan dan kepatuhan kita pada Allah SWT.

Sobat, menjadi kaya itu akan mudah bila hati kita sudah kaya terlebih dahulu. Hati bagaikan rumah yang penuh mutiara-mutiara yang indah. Namun karena hati kita kotor, sama seperti rumah kotor sehingga kita melihat ke rumah orang lain yang kelihatannya lebih bersih dan indah. Kekayaan sejati bukan terdapat pada kilauan rumah orang lain, namun pada kilauan mutiara yang ada di hati kita. Saat hati kita mampu menemukan mutiara di hati maka mutiara-mutiara di luar hati sangat mudah didapatkan.

Sobat, semakin sering kita membersihkannya, semakin mudah kita menemukannya. Diantara mutiara-mutiara yang ada di hati kita adalah mutiara syukur. Rasa syukur adalah harta paling mahal yang tidak dimiliki oleh orang miskin. Siapa orang miskin itu? Orang miskin adalah orang yang selalu merasa kurang. Lalu siapa orang kaya itu? Orang kaya adalah orang yang mampu bersyukur sehingga merasa cukup.

Sobat, menurut A’a Gym keberkahan harta adalah bonus dari kekayaan GIGIH. Apa saja yang dimaksud kekayaan GIGIH itu?

1. Kaya Ghirah (semangat) : Semangat adalah energi yang tidak ada habisnya.Tak mengenal patah di tengah jalan dan tak tersentuh putus asa. Semua ini buah dari keimanan yang kokoh karena selalu yakin akan kekuasaan dan pertolongan dari Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dia-lah Allah SWT. Keceriaan wajahnya.tutur kata yang bertenaga, sorot mata yang optimis,pemikiran yang solutif, sikap yang gigih dan penuh semangat adalah wujud dari pribadi yang kaya akan ghirah kebaikkan.

2. Kaya Input (masukan ilmu,wawasan, dan pengalaman) : Tak ada artinya kekayaan sebanyak apa pun apabila tidak disertai kaya ilmu; ilmu mengenal Allah, mengenal Rasulullah, ilmu mengenal diri, ilmu mengenal arti hidup, dan pelbagai ilmu lainnya yang berjalan tentang sunnatullah. Ciri orang yang kaya dengan ilmu dan pengalaman, bukan tampak dari penampilan dan asesoris, atribut, serta sebutan, tetapi tampak dari kecermelangan berpikir, akhlak dan kerendahan hati dalam menyumbangkan solusi terbaik dengan tulus.

3. Kaya Gagasan : Semakin kaya dengan gagasan semakin melimpah ide. Alhasil, semakin leluasa menikmati hidup penuh solusi dan karya. Kunci dari kreativitas sangat berkaitan dengan semangat menggebu untuk menghimpun ilmu baru, pengalaman baru, wawasan baru, sahabat baru, suasana baru yang memperkaya kemampuannya untuk melahirkan gagasan baru yang orisinal dan solutif.

4. Kaya Ibadah : sobat, kita memang diciptakan untuk menjadikan segala aktivitas kita menjadi ibadah. Itulah tugas inti kita hidup di dunia yang hanya sekali dan sebentar. Syarat ibadah adalah niat dari apa pun yang kita lakukan harus benar karena Allah semata. Aktivitas apa pun yang kita perbuat harus benar di jalan yang diridhoi-Nya.

5. Kaya Hati : Apalah artinya rumah yang luas dan lapang apabila hatinya sempit. Apalah artinya penampilan yang indah apabila hatinya buruk.Apalah artinya bangunan yang megah apabila hatinya hina. Apalah artinya harta yang melimpah apabila hatinya miskin dari kebaikkan dan kemuliaan. Ketentraman batin dan kebahagiaan hidup tak diberikan oleh Allah, kecuali kepada orang yang berhati bersih, dalam istilah alqur’an Qolbun Salim.

Sobat, kalau Kaya GIGIH itu kita terapkan maka bonusnya adalah Kaya Harta nan lagi berkah. Subhaanallah!

Coba kita renungkan dan bayangkan! Jika ada seseorang yang hidupnya penuh semangat membara, memiliki ilmu yang luas,pengalaman yang banyak, serta penuh dengan gagasan dan ide yang kreatif. Kelebihannya disertai dengan kekayaan amal ibadah dihiasi kekayaan hati yang tak tersentuh sombong,iri-dengki, benci dan dendam, kecuali hati yang tulus dan penuh kasih saying. Alhasil sobat, betapa efektifnya hari-hari yang dilalui.Jadi, perkara menjemput rezki yang halal berkah dan melimpah menjadi amat mudah dan indah. Memang itulah sobat, bahwa kekayaan harta yang berkah sesungguhnya adalah Bonus dari Kekayaan “GIGIH”

Sobat diakhir tulisan yang singkat ini mari kita ingat pesan Rasul ,” Manusia yang hebat adalah manusia yang bermanfaat buat sesamanya.” Menjadi bermanfaat adalah tujuan setiap manusia. Seseorang yang berhasil membangun masa depan dalam hidupnya adalah ketika ia dapat bermanfaat bagi sesamanya.

Never Give up! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi dai Yang Dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com email mumtaz.oke@gmail.com Twitter @faqihsmart )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co