Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, January 18, 2012

The Power of Syukur

Faqih Syarif - Kita semua diberi karunia potensi diri, atau bakat, atau talenta alami. Tentu itu semua harus kita syukuri dan wujud syukur kita kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa tidak hanya sekedar berucap alhamdulillah dengan bibir kita. Tetapi berupa amal sholeh atau karya apa saja yang bermanfaat bagi sesama. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda: “... yang terbaik diantara manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya”.

Bacalah sekali lagi sabda Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa salam di atas, “... yang terbaik diantara manusia …”. Luar biasa, ini tidak main-main siapa yang terbaik di antara manusia? “…….adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya”.

Sobat, semangat yang Islami adalah “bagaimana saya bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sesama”. Jadi, semangat yang Islami adalah semangat memberi, bukan semangat untuk meminta, bukan semangat mengumpulkan, apalagi semangat mengeksploitasi orang lain.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda:
“Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya”. (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, disebutkan,
“Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih, kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat”.

Sobat, mengenai syukur ada temuan ilmiah yang menarik untuk kita perhatikan yang disampaikan oleh salah seorang Profesor Psikologi asal University of California, Davis AS, Robert Emmons, memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima orang, menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik. Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan dan semakin menunjukkan kebenaran risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebagaimana firman Allah subhaanahu wa ta’alaa.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. (QS Ibrahim: 7).

Adapun hakikat syukur menurut Prof. Dr Quraish Shihab adalah:
“Menampakkan nikmat sesuai kehendak pemberi, juga menyebut-nyebut dengan baik. Hal ini berarti setiap nikmat yang dianugerahkan Allah subhaanahu wa ta’alaa, menuntut perenungan untuk apa ia dianugerahkan-Nya, lalu menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan tujuan penganugerahannya”.

Untuk mensyukuri nikmat bakat paling tidak ada dua tugas kita yakni :
1. Merenungi dan mengenali apa sebenarnya potensi diri atau bakat kita.
2. Setelah mengenali bakat, lalu memfokuskan diri pada bakat itu dengan cara terus-menerus melatih dan memanfaatkan bakat itu sebagai realisasi tugas khalifatullah fil ardhi.

Apabila, kita dengan sepenuhnya memanfaatkan potensi diri, mengenalinya, melatihnya, dan memanfaatkannya untuk orang lain, maka kita akan mendapati bahwa potensi diri tersebut akan bermanfaat bagi orang lain dan secara otomatis potensi diri kita juga akan semakin berkembang.

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15).

Bersyukurlah dan berkaryalah !

Sobat, dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin al-Mubarak. Dia berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, aku menderita luka yang mengeluarkan darah di lututku sejak tujuh tahun yang lalu. Aku telah berkonsultasi ke banyak dokter, dan aku pun telah melakukan terapi dengan berbagai macam cara, tetapi masih tidak kunjung sembuh juga”.

Ibnul Mubarak pun menjawab, “Pergi dan carilah satu tempat di mana orang-orang membutuhkan air!. Buatlah sumur di sana. Aku berharap dengan munculnya sumber mata air di sana, semoga Allah memberi kesembuhan kepadamu dan tersumbatlah lukamu yang mengeluarkan darah.
Orang itu pun melaksanakan nasihatnya sehingga dia mengalami kesembuhan. Dengan berkarya, atas izin Allah orang itu sembuh dari luka yang di deritanya.

Lalu, apa saja karya dan sumbangsih kita yang telah kita lakukan dan persembahkan bagi agama Allah, bagi sesama, yang merupakan bukti nyata kita sebagai khalifatullah di muka bumi ini? Apa saja prestasi yang pernah kita raih selama ini? Coba ingat karya atau prestasi apa yang pernah kita buat selama ini? Mulai dari Taman kanak-kanak sampai saat ini. Apa saja karya itu, misalnya barang kerajinan, puisi,buku,desain pakaian, mainan anak-anak, hasil otak-atik barang elektronik, suatu bentuk usaha, juara untuk olahraga tertentu, suatu gagasan, suatu konsep, suatu aktivitas, dan sebagainya. Sebutkanlah! Sebutkanlah, sekecil apa pun karya kita, seremeh apa pun karya itu.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya”. (QS Az-Zalzalah: 7).

Berapa orang kira-kira yang telah memanfaatkan atau telah menikmati karya-karya kita atau yang telah merasakan manfaat dari berbagai prestasi kita? Berap gelintir orang atau berapa puluh orang atau berapa ribu orang atau berapa ratus ribu orang atau berapa juta orang kira-kira yang telah memanfaatkan karya-karya kita?

Sobat, mengasah potensi diri dengan berkarya, tidak mengenal usia. Jangan kita beralasan masih terlalu mudah atau sudah terlalu tua. Ghefira Nur Fatimah 7 tahun salah seorang putri Aa’ Gym dinobatkan sebagai penulis buku termuda dalam sejarah penerbitan Indonesia oleh MURI. Husein Thabathaba’iy berumur 7 tahun peraih gelar Doktor Honoris Causa termuda di dunia.

Latihlah bakat atau potensi diri dengan membiasakan diri mencipta karya-karya. Ini artinya menjadikan potensi diri sebagai sumber ide karya. Lalu, targetkan minimal tercipta sebuah karya setiap tiga bulan. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, kita bisa terfokus pada potensi diri atau bakat kita.

Sobat, sebagai penutup tulisan ini kita harus ingat bahwa karya atau prestasi yang monumental terlahir dari bakat yang dibarengi dengan keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, kegigihan, ketekunan, keuletan, dan kreativitas yang luar biasa. Dan yang amat penting dari semua itu adalah bahwa kita berkarya, kita niatkan karena Allah subhaanahu wa ta’alaa, bukan agar kita terkenal ataupun karena ingin pujian dari sesama. Kebiasaan kita berkarya dari bakat setiap hari dibarengi dengan do’a kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa, Insyallah akan melahirkan karya-karya yang relatif monumental, yang bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam waktu yang relatif lama. Bahkan, karya itu lebih lama usianya dari usia kita. Karya itu menjadi amal jariyah. Mudah-mudahan dalam berkarya, selalu kita niatkan sebagai amal sholeh kita.

Spiritual Motivator
N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,
Penulis buku: Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas!

Wednesday, January 11, 2012

Waspadalah terhadap Bisikan-bisikan Syetan


Faqih Syarif - Waspadalah terhadap Bisikan-bisikan Syetan yang menghancurkan hidup kita.

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya(orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku,jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (TQS. Ali Imron:175)

Sobat,masih ingat khan ditulisan-tulisan saya sebelumnya bahwa kita masing-masing adalah spesial, kita terlahir sebagai sang juara, kita adalah mahakarya Allah SWT yang luar biasa sehingga layak dalam hidup ini memberikan prestasi yang terbaik yang menjadikan Allah ridho,bangga dan layak mencintai serta menolong kita. Semboyan atau yel-yel yang sering saya kemukakan di setiap pelatihan:
“Saya adalah Spesial! Saya adalah Juara! Saya Pasti Bisa!”

Tapi terkadang semangat itu luntur bahkan lupa karena bisikan-bisikan yang ada dalam pikiran/perasaan kita. Pernakah kita punya rencana yang sudah matang atau cita-cita yang mulia, namun tidak dilaksanakan gara-gara kita mendengar bisikan-bisikan baik dari diri kita ataupun dari orang lain. Misalnya kalimat-kalimat berikut ; “ Sudahlah…. Gak usah neko-neko… gak usah muluk-muluk..” “ Apa mungkin kamu bisa melakukannya?” “Bagaimana kalau nanti rugi?” “Nanti saja, belum sekarang belum saatnya…” …. Apa iya?” … apa mungkin?” …ngaca dong….!” Dan masih banyak lagi ragam bisikan syetan itu.

Dalam tulisan yang singkat ini kita akan membahas dan mengenali bisikan syetan sehingga kita bisa mewaspadai dan mengenali pula bisikan malaikat sehingga membantu kita untuk lebih optimis menjalani hidup ini.
Sahabat Nabi yang luar biasa Abdullah bin Mas’ud memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang bagaimana mengenali apakah bisikan itu bisikan syetan atau bisikan malaikat. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya syetan memiliki kemampuan untuk membisiki Anak Adam. Begitu juga dengan malaikat memiliki kemampuan yang sama. Jika seseorang terbesit dalam dirinya untuk melakukan kejahatan dan mengingkari kebenaran, maka itu adalah bisikan syetan.Dan jika terbesit dalam dirinya untuk melakukan kebaikan dan membenarkan yang benar, maka itu adalah bisikan malaikat.” Nabi melanjutkan, “Jika seseorang merasakan dalam dirinya bisikan kebaikan, maka pujilah Allah. Jika merasakan bisikan kejahatan, mintalah perlindungan Allah dari godaan syetan yang terkutuk.” Seraya member penegasan atas ucapannya, Nabi menukil firman Allah,” Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir)(QS.Al-Baqarah:268) (HR.Tirmidzi).

Samsul Arifin dalam bukunya 27 Jurus jitu meraih impian memetakan cukup bagus ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan malaikat dan ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan syetan. Adapun cirri-ciri pengikut bisikan syetan :Adanya sama dengan tidak adanya.Suka menyalakan orang lain,Suka menunding,Khianat,Suka engeluh,Loyo,Menunda-nunda,Sok tahu,Setengah-setengah,Hanya bisa memulai,Pemurung,Menang sendiri,Pendendam,Kikir,Penakut,Rendah diri,Ingkar,Mencle-mecle,Pesimis,Berfikir kecil dan keruh,Dan lain-lain.

Sedangkan ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan malaikat : Memberikan kontribusi (nilai tambah),Bertanggung jawab,Bisa diandalkan,Komitmen,Bersyukur,Bersemangat,Bersegera,Pembelajar 100%,Memulai dan menuntaskan,Ceria,Bekerjasama,Pemaaf,Murah hati,Pemberani,Percaya diri,Disiplin,Tegas,Optimis,Berfikir besar dan jernih,Dan lain-lain

Sobat, waspadalah terhadap bisikan-bisikan syetan karena mereka sengaja membisikan kalimat-kalimat bervirus di atas agar kita berhenti mengusahakan teraihnya mimpi-mimpi kita. Agar kita menjadi orang-orang biasa saja yang tidak memberikan manfaat kepada kehidupan di dunia ini. Apa saja yang harus diwaspadai akibat bisikan-bisikan syetan?
1. Melemahkan jiwa kita untuk melangkah bisikan-bisikan syetan membuat kita takut,ragu-ragu dan bimbang untuk mengambil keputusan atau khawatir untuk mengambil tindakan yang tepat dan benar. Tidak berani melakukan langkah-langkah besar.
2. Mengalihkan fokus kita.Ketika kita serius mengerjakan sesuatu, lalu tiba-tiba terdengar bisikan syetan….” Seriuuse Rek..” biasanya kita akan menghentikan pekerjaan kita dan akhirnya teralihkan serta kita tidak akan pernah menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penting yang membawa kita menuju impian-impian kita.
3. Membatasi kemampuan diri kita untuk maju.Padahal seharusnya kita bisa berkarya besar dan menghasilkan yang terbaik.Namun karena bisikan syetan kita merasa tidak punya kemampuan untuk mengerahkan potensi terbaik kita.
4. Merendahkan diri kita. Mereka telah berjanji untuk terus-menerus menggoda manusia agar mengikutinya. Salah satu tanda-tanda keberhasilannya adalah ketika kita merendahkan diri kita sendiri. ..” Aku tidak sanggup melakukannya”, …aku memang orang yang lemah dan tak mampu..”
5. Membuat kita bingung. Syetan memberikan pilihan-pilihan lain yang bertentangan dengan rencana-rencana kita. Pilihan-pilihan itu tampak dan terasa memberikan masukan pada kita namun saking banyaknya masukan yang kita terima membuat kita bingung.
6. Mencuri waktu kita. Bukankah waktu adalah modal utama bagi seorang manusia di muka bumi ini. Dengan mengikuti bisikan syetan, kita menjadi suka menunda-nunda dan itu berarti menyia-nyiakan waktu yang diberikan Allah kepada kita.
7. Memberikan keyakinan palsu. Misalnya, kita meyakini bahwa untuk memulai sesuatu diperlukan modal uang.Padahal nyatanya yang diperlukan pertama kali adalah idea tau gagasan. Ide yang dilaksanakanlah yang menghasilkan uang. Atau kita meyakini bahwa diperlukan pengalaman agar sukses membangun bisnis. Pertanyaannya, kapan kita akan memulai kalau masih harus menunggu berpengalaman? Tidak akan pernah memulai khan? Itulah keyakinan palsu. Ternyata untuk memulai sesuatu tidak diperlukan pengalaman. Yang diperlukan adalah keberanian melangkah dan kemauan keras untuk terus belajar sehingga kita benar-benar mumpuni, menjadi master pada bidang atau bisnis kita.

Oleh karena itu sobat, waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Terhadap bisikan-bisikan syetan yang dapat menghancurkan hidup kita dengan terus memperkuat Keimanan kita kepada Allah SWT sebagaimana pesan Rasul ‘’ Qul Aamantu billah tsummas taqim” – “Katakanlah, Aku beriman kepada Allah kemudian tetaplah lurus.” Mintalah perlindungan kepada Allah SWT sebelum memulai sesuatu dengan membaca ta’awwudz: “Aku berlindung kepada Allah dari segala godaan syetan yang terkutuk.” Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari jebakan-jebakan syetan yang menyesatkan. Dan cara terbaik untuk berlindung kepada Allah dengan memenuhi seruan-seruan-Nya, mentaati semua perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Itulah syarat yang menjadikan Allah menolong kita. Allahu Akbar!!!!

Salam Dahsyat dan luar Biasa! Never Give Up!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi dai yang dicinta. www.mentorfmplus.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com email mumtaz.oke@gmail.com )

Wednesday, January 4, 2012

Bagaimana Agar Bisa Lebih Produktif


Faqih Syarif - Manusia yang paling berhasil dengan visinya adalah Nabi Muhammad SAW. Visi beliau adalah melihat manusia di muka bumi ini mendapat kebaikan di dunia dan di akherat dengan cara mengabdikan diri kepada Allah SWT.

Bagaimana Agar Bisa Lebih Produktif?

“... maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan”. (QS al-Baqarah: 148).

Sobat,kunci agar kita bisa hidup lebih produktif adalah memiliki visi yang jelas, misi serta target dalam hidup ini. Potensi akan keluar sesuai dengan target yang ingin kita raih. Target yang tinggi akan memompa semangat untuk bekerja lebih keras. Sebaliknya target yang rendah akan menghasilkan energi yang rendah pula. Sudahkah kita membuat goal setting tahun ini?
Ada beberapa hal sobat, yang Insyallah bisa kita lakukan agar lebih produktif, antara lain:
1. Jangan suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Segeralah bertindak untuk merealisasikan rencana yang baru kita buat.
2. Milikilah seorang tokoh panutan atau mentor untuk diteladani. Dalam hal ini, kita sudah memiliki tokoh panutan yang sempurna, yaitu baginda Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam beliau adalah teladan dalam segala hal.
3. Kelola waktu secara cermat. Waktu adalah modal yang paling utama dan paling berharga. Kalau kita tidak mengelolanya, akan hilang begitu saja. Sadarilah! bahwa setiap detik waktu yang diamanahkan kepada kita, akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Subhaanahu wa ta’alaa.
4. Selingi aktivitas dengan istirahat yang teratur. Hindari jebakan gila kerja (workaholic) yang akan membuat kita tidak ingat waktu dan tidak memperhatikan kondisi tubuh. Istirahat yang cukup proporsional akan membangkitkan semangat untuk kembali bekerja.
5. Singkirkan hal-hal yang mengganggu dalam bekerja. Tidak jarang gangguan dari televisi, kebisingan, dan suara musik yang terlalu keras akan mengurangi konsentrasi dalam bekerja.
6. Berusahalah untuk menemukan kebiasaan dan irama kerja. Setiap orang memiliki keunikan dan kebiasaan ketika bekerja. Untuk itu, sesuaikanlah dengan ritme kita sendiri.
7. Selesaikanlah setiap pekerjaan dengan tuntas. Jangan berhenti di tengah jalan. Sekali melangkah pantang mundur ke belakang. Don’t Give Up!!!
Sobat, manusia yang paling berhasil dengan visinya adalah Nabi Muhammad SAW. Visi beliau adalah melihat manusia di muka bumi ini mendapat kebaikan di dunia dan di akherat dengan cara mengabdikan diri kepada Allah SWT. Selaras dengan firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 : “Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Beliau yakin, jika manusia berubah dan tunduk kepada Allah, dunia dan seisinya juga akan berubah menjadi tempat yang harmonis dan membawa kedamaian.
Ingatlah sobat! Bukankah Allah subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan kita untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Itu artinya kita diperintahkan untuk menjadi yang terbaik dari sesuatu yang bisa kita lakukan.
“Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan”. (QS al-Baqarah: 148).
Pengakuan jujur dari seorang orientalis barat Dr. Marcus Dods berkata, ” Muhammad mempunyai dua ciri kenabian yang hebat, pertama. Beliau dapat melihat dengan jelas kebanaran Tuhan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.(memiliki visi yang jelas). Kedua, beliau memiliki semangat yang tinggi untuk menyebarkan kebenaran itu.
Maka sudah sepantasnyalah kita meneladani Rasulullah Muhammad SAWdengan terus menerus mengemban risalah dengan visi yang jelas serta semangat yang membara. Dan sebagai seorang wirausahawan muslim, hendaklah selalu berambisi untuk berbuat yang terbaik. Kita terus bergairah dalam mencapai cita-cita tanpa melanggar hak-hak orang lain. Mempertahankan semangat agar tetap mantap dalam meraih cita-cita dan harapan. Tanpa semangat tidak akan ada prestasi.
Nabi tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi visi itu digabungkan dengan visi para sahabat beliau melalui cara hidup beliau serta proses pendidikan yang mantap sehingga para sahabat memahami, menjiwai dan mampu memperjuangkan risalah yang di bawa oleh Nabi.Inilah yang harus kita warisi dari beliau dan melanjutkan perjuangan beliau niscaya rahmatan lil’alamin benar-benar akan terwujud di muka bumi ini.
“Be the best! not be asa” dalam bidang keahlian kita, berusahalah untuk menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.”


( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,Penulis buku: Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas! www.fikrulmustanir.blogspot.com, www.mentorfmplus.com, email mumtaz.oke@gmail.com )

Teladan Ummu Syuhada Bagi Keluarga Muslim

Faqih Syarif - Umat Islam lega. Kemudian mereka mengumpulkan tentara Islam yang gugur. Ternyata yang mati syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7.000 orang. Dari 7.000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Seketika itu juga tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak goyah. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan;
"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!".
Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para prajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelar kehormatan 'Ummu Syuhada’ yang artinya ibu dari orang-orang yang mati syahid.

Semoga setiap keluarga muslim dapat menjadi tim yang tangguh dan harmonis seperti halnya yang dicontohkan oleh Al-Khansa dan keluarganya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam dan para isterinya. Agar semangat berjuang dan berdakwah tetap terpelihara dalam suasana rumah tangga yang harmonis, diperlukan sikap dan langkah sebagai berikut:
  1. Menyatukan komitmen dalam berumahtangga di mana suami-isteri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideology Islam.
  2. Mengenal secara rinci karakter pasangan, anak-anak kita dan keluarga kita. Hal ini penting untuk mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk saling member masukan dan mengingatkan.
  3. Mengetahui kegiatan harian satu sama lain, beserta target dakwah yang ingin dicapai. Keduanya bisa saling mendorong dan member semangat untuk mencapai target dakwah masing-masing.
  4. Jalin komunikasi yang lancar, melalui telephon atau sms yang berisi ayat-ayat atau hadis yang berisi motivasi untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam berdakwah.
  5. Sempatkan untuk berdiskusi sama-sama dalam mengikuti perkembangan berita lewat TV, Radio atau Koran. Bahas dengan sudut pandang Islam.
  6. Guna memperkuat nafsiyah islamiyah, suami-isteri dan anak dapat melaksanakan sholat berjamaah, qiyamul lail, puasa sunnah dan tadarus al-Quran bersama-sama agar suasana ruhiyah anggota keluarga tetap terpelihara di dalam rumah.
  7. Seminggu sekali melakukan kajian tentang shirah Rasul dan sahabat diantara anggota keluarga, untuk menggugah semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah dengan menjadikan rasul dan sahabat sebagai teladan.
  8. Melakukan shillah ukhuwah terhadap teman-teman seperjuangan yang memiliki semangat dan komitmen tinggi terhadap dakwah, untuk mendapatkan semangat dan energy baru.
  9. Mengajak seluruh keluarga untuk hadir dalam acara-acara dakwah tertentu seperti tablig akbar, masirah, agar tersuasana semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat akan dekatnya pertolongan Allah Subhaanahu wa ta’alaa kepada umat Islam.
  10. Membuat perencanaan dakwah bersama untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah.
Silahkan anda Baca Buku Akhi Ishany DI JALAN DAKWAH KAMI MENIKAH : Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga-keluarga muslim yang kuat, harmonis dan berideologi Islam..Maka Insyallah pertolongan Allah akan semakin dekat dan kemenangan tinggal menunggu waktu. Amin ya rabbal’alamin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

(N.Faqih Syarif H. S.Sos.I, M.Si –Spiritual motivator Penulis best seller buku Alquwwah arruhiyah)

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co