Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, December 6, 2011

The Power of Focus



The Power of Fokus
Bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.Begitu pula kalau kita memfokuskan perhatian pada tugas dan tanggung jawab, atau pekerjaan yang ada di hadapan kita serta berusaha melaksanakannya terus-menerus, suatu ketika kita pasti akan benar-benar sampai pada tingkatan terakhir ( Faqih Syarif, Al Quwwah ar ruhiyah 2009)

Sobat, manusia memiliki kekuatan fokus, tinggal bagaimana kita menggunakan sebaik mungkin. Mulailah dari langkah kecil. Mulai dari potensi kecil yang diseriusi. Mulai dari prestasi kecil yang disyukuri. Mulai dari penghargaan diri terhadap hal-hal kecil yang Allah beri. Mentor kami sering mengingatkan segera temukan talenta anda dengan menggunakan pertanyaan; Bidang keahlian apa yang kamu kuasai saat ini? Dan Anda melaksanakan dengan penuh enjoy serta happy seakan tidak dibayarpun anda melakukan dengan senang hati. Kalau itu sudah anda temukan tinggal fokus, fokus dan fokus meningkatkan valensi diri anda. Sisihkan waktu 3 jam tiap hari selama 10 tahun untuk melakukan hal tersebut sebab bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.
Persoalan kita, mengapa tidak segera melangkah karena kita nggak focus, nggak konsen, nggak ada prioritas, nggak jelas, dan biasanya, nggak mau meski sekedar menuliskan apa yang jadi gagasan dan apa yang harus dilakukan. Padahal kuncinya sederhana : Tulis apa yang mau Anda lakukan. Lakukan apa yang Anda tuliskan. Dokumentasikan.
Sobat, ilmu meski sedikit, bila dimanfaatkan akan menjadi kekuatan, karena kita focus. Tapi kalau ilmunya banyak, kolektor kitab, diktator alias pengumpul diktat, kalau nggak fokus akan percum tak bergun.
Kini konsentrasikan diri pada kemampuan kita. Fokuslah pada kelebihan yang kita punya maka jadinya kita akan menjadi orang yang di atas rata-rata. Intinya adalah bagaimana kita punya kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, pada profesi yang dijalani, dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu segi dari fokus.
Sobat, air embun aja yang fokus mampu melubangi batu cadas yang kuat. Tali yang yang fokus bisa memotong kayu. Sholat yang fokus bisa meningkatkan mutu hidup kita. Hidup yang fokus pada jalan kebenaran (Shiraathal mustaqim), nggak kemana-mana akan membuat hidup lebih bermakna, berasa dan bahagia.
Sobat, selain fokus kita mesti memperbanyak jam terbang. Penelitian kekinian juga menunjukkan bahwa orang yang ahli di bidang apa pun keahlian yang mereka tekuni ternyata mereka telah memiliki 10.000 jam terbang.
Rasulullah adalah teladan dalam segala kebaikan. Dalam berbagai kesempatan di tengah kesibukan yang amat padat, beliau mengembangkan potensi para sahabat sehingga berkembang dengan pesat. Bagaimana cara Nabi memfokuskan potensi sahabat?
1. Mengubah nama sahabat yang buruk atau berkonotasi buruk menjadi nama yang baik. Sebab nama mengandung doa, visi, harapan dan cita-cita. Inspirasi yang kita dapatkan adalah : apabila selama ini anda mendefinisikan diri dengan nama atau sebutan negative, segera ubahlah menjadi sebutan yang positif. Ganti definisi “anak nakal” menjadi anak cerdas, anak usil dibimbing jadi kreatif, ganti rasa malas dengan istilah rehat sejenak.
2. Membuka ruang ekspresi untuk unjuk gigi sehingga selalu termotivasi untuk berprestasi. Seperti Usamah bin Zaid yang baru berusia 17 tahun diangkat sebagai panglima.
3. Memberikan gelar keberanian seperti saifullah al maslul ( pedang terhunus) untuk Khalid bin Walid, Al Faruq (Pembeda kebenaran dari kebatilan) untuk Umar, Ash-shidiq (Yang benar) untuk Abu Bakar, Ali Karamallahu wajhah dan masih banyak lagi julukan yang menggugah jiwa.
4. Menghargai sekecil apapun prestasi untuk menumbuhkan percaya diri. Rasulullah memberi penghargaan para sahabat sesuai dengan prestasi masing-masing. Bilal diangkat sebagai muazin. Muadz bin jabal diutus ke yaman.
5. Mensupport yang memiliki kekurangan di satu sisi untuk menemukan kedahsyatan di sisi lain. Amru bin jamuh yang pincang diberi semangat surga. Ibnu Mas’ud yang kurus kecil disupport keunggulannya lebih dahsyat dari bukit uhud. Ibnu Maktum yang buta disiplinkan sholat berjamaah.
Sobat, para ulama dulu pun fokus di bidangnya.Imam Bukhari secara intensif menulis kitab Shahih selama enam belas tahun. Imam Nawawi konsentrasi ilmu sampai empat puluh tahun. Imam Abu Hanifah menunda nikah hingga usia empat puluh tahun karena fokus pada ilmu. Beda dengan remaja sekarang, nggak nikah-nikah tapi juga nggak punya karya, payah. Hidup lesu tanpa gairah.

Ayo Bangkitlah! Fokuskan diri kita! Miliki nilai tambah agar hidup ini penuh gairah.Perbanyak faktor kali agar kita semakin ahli. Ingatlah sobat, kita sukses dan bahagia kalau kita berorientasi pada kesuksesan dan kebahagiaan. Jangan kemana-mana. Tetaplah fokus di jalan mulia dan kebaikan yaitu jalannya para nabi,syuhada dan orang-orang mukmin dan orang-orang sholeh. Allahu Akbar!!!
( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H,S.Sos.I, M.Si, penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan Spirit Tanpa Batas dan buku Menjadi Dai Yang Dicinta, www.mentorfmplus.com email mumtaz.oke@gmail.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co