Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, December 28, 2011

Buatlah Rencana ! lalu bertindak dan berkaryalah Sobat!

Faqih Syarif - Sobat! Kesuksesan itu bukan kebetulan tapi bertemunya persiapan dan perencanaan dengan kesempatan dan peluang. Mari kita simak Amru Muhammad Khalid yang bercerita tentang bagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam, membuat rencana ketika akan hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam keluar rumah dini hari sehingga orang kafir tidak menyadarinya. Beliau pergi ke rumah Abu Bakar radhiyallahu’anhu tengah hari sehingga Abu Bakar radhiyallahu’anhu pun berkata: “Beliau datang pada saat yang tak kami kira. Siasat ini membuat orang kafir terkecoh”. Beliau kemudian memberi perintah hijrah kepada Abu Bakar radhiyallahu’anhu. Keduanya meninggalkan rumah dari pintu belakang, lalu bergerak menuju ke arah selatan, padahal Madinah ada di utara.


Dengan demikian, orang-orang kafir takkan menemukan jejaknya ketika mereka menyisir jalan utara menuju ke Madinah. Setelah itu keduanya bersembunyi di gua Tsur dengan tetap bersiaga dan waspada. Abdullah bin Abu Bakar radhiyallahu’anhu datang mengabarkan perkembangan orang-orang Quraisy, sementara Asma’ binti Abu bakar radhiyallahu’anha datang dengan membawa ransum makanan.

Tak seorang pun orang Quraisy yang akan mengira ada wanita yang mengirimkan makanan, apalagi Asma’ radhiyallahu’anha saat itu tengah hamil tujuh bulan. Lalu, untuk menghilangkan jejak langkah –karena di padang pasir– Abu bakar radhiyallahu’anha menyuruh penggembala kambingnya, Abdullah bin Fahirah untuk menghapusnya. Setiap hari, ia menggiring kambingnya di jalan yang dilalui Asma’ radhiyallahu’anha seakan menggembala seperti biasa, sehingga tak seorang pun akan curiga”.

Subhanallah begitu hebat dan jitu rencana dan tindakan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam! Oleh karena itu sobat! Marilah kita meniru dan mengambil beliau sebagai teladan dalam setiap aspek hidup dan perikehidupan kita.
Sobat, kita perlu membuat rencana kerja mewujudkan ide atau gagasan cemerlang menjadi sebuah karya yang menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan bergerak maju. Kalau kita perhatikan sebenarnya inti rencana ada dua hal pokok yang harus ada dalam suatu perncanaan, yaitu tujuan dan bagaimana cara mencapainya? Mengapa rencana itu begitu’sederhana’? Ini agar kita tidak terjebak pada aktivitas yang hanya berkutat pada pembuatan rencana. Jangan sampai sobat, mental pandai, tapi emosi dan fisik lumpuh.

Hal Apa saja yang perlu direncanakan untuk menghasilkan sebuah karya yang inspiratif?
  1. Merumuskan tujuan, yakni merumuskan ide karya yang akan diwujudkan. Adapun ide karya yang segera kita wujudkan ini adalah ide karya prioritas prioritas pertama Anda.
  2. Merumuskan target waktu penyelesaian ide karya. Kapan ide karya itu selesai?
  3. Merumuskan langkah apa saja yang dilakukan agar ide karya terselesaikan. Sebaiknya dalam menulis langkah-langkah ini tidak terlalu rinci, tetapi juga tidak terlalu global. Kalau terlalu rinci, kita kesulitan sendiri baik pada saat membuat rencana maupun pelaksanaannya. Sebaliknya, bila terlalu global, langkah-langkah itu tidak dapat memandu kita di dalam pelaksanaannya.
  4. Menemukan tokoh panutan dan pembimbing. Tentang arti penting tokoh panutan dan pembimbing, Allah berfirman: “Sungguh pada diri Rasulullah tedapat teladan yang baik bagi kalian”. (QS Al-Ahzab: 21) dalam ayat yang lain Allah berfirman: “Katakanlah (Wahai Muhammad), jika kalian benar-benar mencintai Allah, Ikutilah aku! niscaya Allah mencintai dan mengampui dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS Ali-Imran: 31). Sobat, Orang-orang yang berkarya monumental memiliki tokoh idola, pembimbing, pemberi inspirasi atau guru. Tokoh Anutan Ar-Razi, ahli kedokteran adalah Hunayn ibn Ishaq, tokoh anutan Ibnu Khaldun adalah Imam Ghazali. Tokoh yang mengilhami Ary Ginanjar adalah gurunya KH Habib Adnan, dan masih banyak lagi contoh-contoh orang-orang yang telah berkarya yang relative monumental memiliki tokoh idola dan panutan.
  5. Menentukan tempat berkarya, dan menuliskan apa saja kira-kira alat atau fasilitas yang dibutuhkan. Kita perlu memiliki tempat khusus untuk berkarya. Agar dalam berkarya kita bisa focus,tenang, dan jernih. Kita juga perlu menulis apa saja kira-kira alat atau fasilitas yang dibutuhkan.
Sobat, rencana sebagus apa pun tanpa disertai dengan tindakan tidak ada artinya. Tidak ada pilihan lain, just do it! Lakukan saja! Learning by doing! Edison pernah mengatakan bahwa:

“Genius adalah 1 % inspirasi ( idea tau rencana) dan 99 % keringat”.

Ibnu Jauzi berkata:
“Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda-nunda pekerjaan tanda orang yang merugi. Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya”.
Sobat, di akhir tulisan ini mari kita bersama-sama menyisihkan dua jam sehari untuk berkarya, apa pun karya itu, sekecil apa pun asal bermanfaat bagi sesama dan kemajuan umat serta agama kita. Kita coba sisihkan waktu barang 2 jam setiap hari untuk berkarya, lalu, Kita jadikan kebiasaan!

Pesan Abdullah bin Mas’ud ra berkata:
“Seorang muslim tidak akan mencapai hakikat iman, hingga waktunya lebih berharga dari hartanya, dan jangan lupa selalu ingat Allah. Setiap pekerjaan bermanfaat yang tidak dimulai dengan bismillaahirrohmaanirrohim akan terputus (barokahnya)”. ( Al-Hadits)

(Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,Penulis buku: Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas!)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co