Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, May 11, 2011

Jadikan Hidup Lebih bermakna

JADIKAN HIDUP LEBIH BERMAKNA
(Tulisan Rini A. Peserta Mentor FM Plus )

Banyak orang yang berekspresi dan berujar "Hidup itu indah" bagi yang jatuh cinta, "Hidup itu bikin orang sengsara" bagi yang bermasalah, "Hidupku sudah gak ada artinya" bagi orang yang gagal. Pertanyaannya bagaimana caranya membuat semua orang itu hidupnya bermakna? Let's check this out sehingga semua orang mendapat efek positifnya.

Hal ironis didengar ketika masih ada seorang guru bertanya kepada muridnya tentang makhluk hidup yang kemudian dijawab luar biasa oleh muridnya dan guru itu seolah-olah meragukan anak itu, "kok bisa?", itu jawabnya. "Anak-anak coba sebutkan yang termasuk makhluk hidup?" Semua mengacungkan tangan seraya jawabannya pun kompak "hewan dan manusia". "Iya betul", jawab sang guru. Satu lagi anak menyahut "Saya Pak bisa, selain hewan dan manusia, tumbuhan juga makhluk hidup." "Loh kok bisa?", sanggah Sang guru. "Iya Pak, dia tumbuh dan berkembang. Berarti dia makhluk hidup", tukas si anak. "Kok pinter kamu diajari siapa?", Tanya guru keheranan padahak dia baru saja duduk di kelas 1. "Tahu dari alam yang diciptakan Alloh, jawabnya". Pada akhirnya seorang guru itu pun diam dan mengakui kecerdasan anak itu.

Sobat apapun yang diindera oleh kita ketika dia tumbuh dan berkembang, baik itu tumbuhan, hewan, dan manusia semua adalah makhluk hidup, semua sama-sama mencari makan dan minum, butuh oksigen, butuh berekosistem, dan lain sebagainya. Secara biologis semua aktivitas manusia, hean dan tumbuhan tidak jauh beda. Adapun penampakan sesuatu yang hidup dengan sesuatu yang mati. Sobat coba perhatikan sebuah sungai yang di situ terdapat bermacam-maacam benda, ada ikan, batu, bahkan sampah sekali pun jadi satu. Aliran sungai tetap mengalir, tapi yang namanya ikan dia gak bakalan ngikut air sungai itu terus ketika dia hidup meski sesekali dia ikut, pasti kita akan jumpai ikan-ikan tersebut mempunyai gerakan khas untuk melawan arus-arus itu sederas apapun.

Pertanyaan yang dapat kita simpulkan dari fenomena ini adalah bagaimanakah model atau cara khas yang bisa kita tonjolkan untuk mengalami kehidupan ini? Sudahkah kita menunjukkan seseorang yang hidup atau apakah sebaliknya. Kalau demikian kita gak jauh beda dengan benda mati. Untuk lebih jelasnya apakah selama ini kita mempunyai gerakan yang khas yang mempunyai arah, tujuan. Maka inilah yang dinamakan hidup secara biologis, makhluk berkembang biak, bergerak, dan tumbuh.

Satu pelajaran lagi yang dapat kita ambil dari koloni-koloni semut. Mereka saling bekerja sama, berkelompok untuk mendapatkan makanan. Begitu juga manusia, mereka adalah makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Pasti anda sering mendengar seseorang yang sedang marah berkata " Ah..Aku gak butuh kamu lihat saja nanti", atau orang yang berputus asa berkata " Alloh gak adil.. kenapa aku kok miskin terus" sepintas tanpa sadar kata-kata itu terucap tapi pembuktian itu tidak dapat mereka lakukan tanpa pertolongan Alloh. Sobat, sombonglah kita kalau ngejudge bahwa kita gak butuh bantuan kawan lebih-lebih Sang Maha Pembuat hidup.

Sobat, satu lagi yang sering dilupakan, kata syukur itu sebenarnya gak berat terucapkan, tetapi realisasi setelah manusia itu enjoy dengan keberadaan di dunia beserta isinya maka jarang sekali kata syukur itu terlontar setidaknya untuk memaknai rasa terimakasih terhadap apa-apa yang Alloh berikan. Secara teori terkadang kita nyadar kalau manusia itu makhluk sempurna dibanding hewan, diberi akal untuk membedakan mana yang haram dan halal, mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan, diperintah untuk melaksanakan seluruh perintah Alloh termasuk didalamnya mencari tahu ilmu Alloh agar bisa melaksanakan seluruh perintahNya, dan memenuh seluruh potensinya sesuai dengan aturan-aturan Alloh.

Manusia diciptakan Alloh tidak hanya dilepas begitu saja seperti halnya kambing-kambing dipadang rumput yang bebas kemana saja, tetapi mereka dibekali aturan-aturan Alloh yang musti dilakukan agar terselamatkan selama dia hidup di dunia yang nantinya akan berlanjut ke akhirat. Kedaulatan ada di tangan syara' dan mutlak dilaksanakan sepenuhnya oleh seluruh manusia di dunia. Berbeda dengan hewan, dalam kehidupannya mereka tidak diatur secara formalitas, maka hukum rimba pun berlaku disini, yang kuat itulah yang menang dan berkuasa. Kalau pun masih ada segolongan orang-orang yang seperti ini, maka mereka tidak jauh beda dengan hewan Na'udzubillah... Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang selalu diberi petunjuk.

Dalam hidupnya hewan semata memenuhi kebutuhan fisik dan naluirinya, sementara manusia dalam hidupnya disamping memenuhi kebutuhan fisiknya, juga berupaya untuk meraih 4 nilai dalam kehidupan, yaitu nilai ruhiyah yaitu dengan menunaikan ibadah mahdah kepada Alloh (sholat, puasa, mengaji, haji, zakat, dll), nilai khuluqiyah ( berkasih sayang dengan saudara seakidah, menghormati orang tua, dll), nilai insaniyah (peduli kepada sesame manusia tanpa pandang bulu siapa pun mereka, saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan, dll), nilai materi/madiah dengan mendapatkan rizki sesuai dengan hukum-hukum Alloh. Semua nilai itu bisa tercapai hanya dengan melakukan seluruh hukum islam tanpa perlu tahu tentang teori nilai-nilai tersebut. Satu-satunya cara dengan menerapkan dan melaksanakan seluruh aturan islam serta menjadikan hidup ini untuk beribadah. Sebagaimana firman Alloh :

" Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya". (ath-Thur [52]: 21)

Tidaklah Alloh memerintah dan mengatur manusia tanpa balasan, barangsiapa yang mentaatinya maka jannah menunggu di akhirat sana. Alloh berfirman
"Dan barangsiapa yang menta'ati Alloh dan RosulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (TQS. An Nisa [4]:69)

Balasan bagi orang-orang yang berbuat baik (al-Abrar) dan sesuai dengan aturan syariat. Alloh berfirman:
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (TQS. Yunus [10]: 26)

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di ndalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya 9demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (TQS. Ar Ra'd [13]: 35)
Itu adalah beberapa janji-janji Alloh bagi orang-orang yang lurus senantiasa melaksanakan aturan-aturanNya, termasuk di dalamnya adalah menolong agamaNya/berdakwa. Sebaliknya, bila hidup manusia tidak sesuai dengan aturan-aturan Alloh nestapalah dia baik di dunia maupun akhirat. Alloh berfirman " Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik." QS. Al-Hadid [57]:16)

Ayat tersebut benar-benar peringatan bagi mereka yang tidak mau hidupnya terikat dengan dengan aturan-aturan Alloh, mereka yang suka berkehendak dan membuat aturan hidupnya sendiri. Kapan lagi ketaatan, kepatuhan dan ketundukan manusia itu dilakukan kalau bukan sekaranglah waktunya! Belum tentu esok pagi Alloh memberi kesempatan kita untuk bernapas lagi, bisa jadi nanti pun Alloh mengambil nyawa kita. Dia berhak atas segala-galanya, karena Dialah Sang Maha Pencipta. Sebelumnya kita semua juga diingatkan oleh Rasululloh SAW:

" Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal: apakah yang kalian nantikan kecuali kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal padahal ia adalah sejele-jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang sangat berat dan sangat menakutkan." (HR. At turmudzi)

Sobat, maka tanpa harus berpikir panjang, ketika kita terlahir islam maka saat itu jugalah Alloh membeli jiwa dan harta kaum muslimin. Semua yang kita punya pasti akan kembali, karena hidup ini bak musafir yang mampir sebentar untuk minum dan nantinya akan berpulang dengan segala amal yang kita lakukan di dunia fana ini. Jangan khawatir, tidak ada ruginya ketika kita berbisnis di jalan Alloh. Maka kepalkan tangan hapus semua tinta hitam, buka lagi lembaran baru, anda tuliskan, yakinkan diri, bahkan jalankan bahwa mulai detik ini hidupku, ibadahku, matiku hanya untuk Alloh semata. Maka hidup akan bermakna bila kita hidup dibawah perintah dan semua hukum-hukum Alloh.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co