Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, March 29, 2011

Cendekiawan Asing Berbicara Jujur Tentang Hizbut Tahrir

Cendekiawan Asing Berbicara Jujur Tentang Hizbut Tahrir

Situs “New Eurasia” mempublikasikan sebuah artikel yang ditulis oleh seorang cendekiawan bernama Bruno De Cordier dari the University of Ghent di Belgia pada tanggal 16/3/2011 dengan judul: “Explaining the Persistence of Hizb Ut-Tahrir, Menjelaskan Kegigihan Hizbut Tahrir”.

Bruno memulai artikelnya dengan sebuah catatan hasil pengamatannya terhadap Hizbut Tahrir, di mana ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir sebagai kelompok fundamentalis yang mungkin paling banyak dilarang secara resmi di kawasan Asia Tengah dan di tempat-tempat lain. Namun, meskipun Hizbut Tahrir mendapatkan tekanan dan bahkan tindakan repsesif di setiap tempat, Hizbut Tahrir masih aktif melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan besar.

Dalam hal ini, Bruno sangat yakin bahwa rahasia kegigihan Hizbut Tahrir dalam beraktivitas ada pada akidah (ideologi) yang diyakininya. Hizbut Tahrir berusaha menciptakan kemarahan yang sesungguhnya, serta kemauan yang tinggi pada diri umat. Jelasnya, Hizbut Tahrir mencerminkan sebuah lembaga dan sistem alternatif untuk sistem globalisasi.

Ketika menggambarkan tentang Hizbut Tahrir, Bruno mengatakan bahwa Hizbut Tahrir merupakan gerakan yang sudah sering dibicarakan. Namun untuk memberitakan serta membicarakan tentang Hizbut Tahrir dan Khilafah yang akan didirikannya masih banyak pihak yang malu dan kurang terbuka. Ia menambahkan bahwa ada kesulitan dalam menentukan jumlah yang tepat dan akurat terkait anggota Hizbut Tahrir di dunia, atau sejauh mana penyebarannya di negeri-negeri Islam, khususnya di negara-negara seperti Uzbekistan, hingga saat ini di Libya. Hanya saja ia mengakui bahwa ada penerimaan yang luar biasa terhadap ide-ide Hizbut Tahrir. Bahkan Hizbut Tahrir mampu dan tetap teguh meskipun berulang kali menghadapi berbagai tekanan dan penindasan.

Bruno kembali mengatakan tentang alasan hingga sikap Hizbut Tahrir yang berusaha menciptakan kemarahan yang sesungguhnya, serta kemauan yang tinggi pada diri umat, bahwa apa yang dilakukan Hizbut Tahrir ini tidak lain adalah jawaban-jawaban yang sesungguhnya atas berbagai masalah ekonomi, politik dan sosial yang ada di dunia. Bahkan ia menilai solusi yang ditawarkan Hizbut Tahrir ini sebagai solusi terbaik dari solusi terbaik yang ditawarkan oleh organisasi hak asasi manusia sekuler.

Dalam hal ini, Bruno mengapresiasi buku “The Emerging World Order and The Islamic Khilafah State, Munculnya Tatanan Dunia dan Negara Khilafah Islam” yang ditulis oleh salah seorang aktivis Hizbut Tahrir di situs “khilafah.com”. Di mana, ia mengatakan bahwa buku tersebut dalam setiap bahasannya selalu diperkuat dengan kutipan ayat-ayat dari al-Qur’an dan al-Hadits, serta ucapan para filsuf Barat, di samping berbagai data statistik. Penulis buku itu fokus pada pembentukan geostrategis untuk daerah geografis kaum Muslim dan pembagiannya; bahwa sumber daya alam, berbagai potensi ekonomi, industri, kekuatan militer, faktor penduduk (demografis) dan ideologi akan membentuk kekuatan besar dalam “new world order, tatanan dunia baru”. Di mana sesuai pemahaman Hizbut Tahrir bahwa kekuatan besar itulah yang akan menghentikan dan mengakhiri hegemoni Barat yang sudah lama merusak negeri-negeri kaum Muslim.

Sementara kendala utama yang mencegah penggunaan potensi-potensi tersebut, sebagaimana yang terdapat dalam buku tersebut adalah terpecahnya kaum Muslim hingga menjadi 56 negara kecil. Dan kondisi inilah yang menyebabkan keberadaan penjajahan, pendudukan, perpecahan, dan impor ide-ide sekuler seperti nasionalisme, sosialisme dan kebebasan. Sedangkan para penguasa di negara-negara ini adalah para penjahat, karena mereka hanya melaksanakan kebijakan untuk melayani kepentingan Barat saja.

Kemudian Bruno mengatakan bahwa Khalifah dalam pandangan Hizbut Tahrir harus dipilih rakyat; Khalifah adalah pemimpin di dunia yang akan menerapkan Islam; Khalifah adalah manusia biasa yang bisa saja berbuat salah; dan Khalifah dalam pemahaman Hizbut Tahrir yang berbeda dengan pemahaman banyak orang adalah bahwa Khalifah itu bukan Imam Mahdi.

Selanjutnya, Bruno mengakui bahwa berdirinya institusi besar yang membentang dari Rabat hingga Mindanao-kota terbesar di Filipina-ini merupakan sesuatu yang realistis. Justru ia mempertanyakan dan menolak klaim sebagian orang yang mengatakan bahwa “ideologi Hizbut Tahrir ini terpisah dari realitas”.

Dalam diagnosisnya terkait apa yang terjadi di negara-negara Arab, ia mengatakan tentang adanya kegagalan yang mendalam dari rezim-rezim yang berpengaruh besar dalam dunia Islam, di mana hal ini berbeda dengan kehendak Hizbut Tahrir. Ia menambahkan bahwa revolusi Arab yang terus berlanjut ini didorong oleh kegagalan dan ketidakadilan sosial, melebihi dorongan ideologis. Sehingga tidak banyak yang mengatakan bahwa revolusi ini akan membantu penyebaran agenda Islam. Sementara Hizbut Tahrir melihat dalam revolusi ini dan menganggapnya sebagai perkembangan yang menjanjikan dalam upaya melawan para rezim yang didukung Barat seperti Presiden Mubarak; dan melawan para anti-Islam seperti Gaddafi yang telah menzalimi kaum Muslim dalam waktu yang lama. Bahkan Hizbut Tahrir merasa bahwa runtuhnya rezim-rezim ini sama dengan terbukanya berbagai peluang baru baginya untuk mendiskusikan ide Khilafah dengan cara yang lebih terbuka.

Dan dalam hal ini sangat jelas dan dapat dimengerti dengan terori yang sederhana, karena ketidakpuasan yang menyulut revolusi ini disebabkan oleh kebijakan neo-liberal. Sehingga konsekwensinya bahwa konsep “westernisasi” dan “modernisasi” dipandangnya sebagai bagian dari masalah, bukan solusi.

Bruno mengatakan bahwa konsep Negara Khilafah Islam yang terkait erat dengan perjuangan Hizbut Tahrir, tidak tampak bahwa Negara Khilafah Islam menolak pencapaian teknologi modern, melainkan ingin menempatkan pencapaian teknologi modern ini dalam pelayanan, yang oleh Hizbut Tahrir dilihatnya sebagai pembebasan dari Barat, dan kemajuan di dunia Islam.

Bahkan Hizbut Tahrir berusaha untuk mengkristalkan kerangka ideologis global dan menciptakan kesadaran melalui penggunaan media modern dan teknologi komunikasi, di samping jaringan imigrasi, serta filsafat politik kontemporer.

Bruno menambahkan bahwa ketika memperhatikan pemahaman Hizbut Tahrir terhadap Islam dan penjelasan atas pandangannya terhadap sistem sosial alternatif, maka Anda akan menemukan bahwa Hizbut Tahrir melakukannya melalui analisis praktis terhadap berbagai peristiwa yang terjadi. Ia melontarkan sebuah catatan, bahwa ada seorang penulis karena tidak membedakan antara peradaban (hadhârah) dan budaya (madaniyah), maka ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir itu anti dan melawan modernisasi. Padahal faktanya Hizbut Tahrir itu modern sekali, Hizbut Tahrir menggunakan internet dan berbagai jaringan media komunikasi sosial, sehingga ini bukti bahwa Hizbut Tahrir itu anti dan melawan modernisasi sangat jauh dari kebenaran.

Bruno mengatakan bahwa konsep Khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir berbeda dari apa yang saya pikir. Hizbut Tahrir memiliki pemahaman yang istimewa tentang perlunya integrasi ekonomi yang riil dalam dunia Islam. Sementara keberadaan Liga Arab, Dewan Kerjasama Negara Teluk (GCC), dan Organisasi Kerjasama Ekonomi tidak mampu menghasilkan perubahan nyata, karena mereka semua korup, dikendalikan oleh pemerintah dan rezim yang memusuhi Islam, serta rezim-rezim ini tunduk pada agenda negara-negara besar. Sehingga adanya semua ini dinilai sebagai problem dan masalah utama di dunia Islam. Bahkan Hizbut Tahrir menyerukan untuk menghapus perbatasan antara negara-negara dan masyarakat.

Sekali lagi, Bruno menegaskan bahwa perjuangan Hizbut Tahrir bukan sesuatu yang naif, karena kebutuhan pada rasa persatuan dan adanya tujuan bersama di dunia Islam merupakan perkara yang diperlukan. Dan sebagai gerakan, Hizbut Tahrir tidak memiliki wilayah tertentu. Hizbut Tahrir mempromosikan dirinya dengan berbagai kegiatan. Hizbut Tahrir beraktivitas untuk menyatukan identitas, sentralitas tujuan dan integrasi antar daerah dalam aktivitas. Ia menambahkan, namun dari sisi lain dan dari sudut pandang saya bahwa Hizbut Tahrir tidak tampak melakukan aktivitas gerakan massa, dan tidak tampak berusaha untuk mendirikan Khilafah dari nol, atau tidak ada sama sekali. Hizbut Tahrir sebagai sebuah gerakan ingin memobilisasi dan menyebarkan ide-idenya di antara kelompok-kelompok sosial masyarakat dan lembaga. Bahkan Hizbut Tahrir dengan tegas menargetkan elemen-elemen masyarakat yang mempunyai pengaruh nyata, dan kekuatan yang berpengaruh serta diperlukan untuk menciptakan perubahan, seperti angkatan bersenjata, badan-badan intelijen dan para profesional.

Bruno menutup artikelnya dengan mengatakan bahwa Hizbut Tahrir telah menyoroti tidak adanya Negara Khilafah menjadi referensi dan sesuatu yang memiliki kredibel. Negara Khilafah sebagaimana sebelumnya akan berdiri untuk melindungi dunia Islam. Sementara Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang dalam pandangan banyak orang di dunia Islam memiliki kemampuan untuk melindungi dunia Islam, ternyata tidak memainkan peran apapun. Begitu juga ketika seorang pemimpin seperti Saddam Hussein dan Gaddafi mencoba memainkan “nada musik” Islam melalui rezim sekulernya untuk memobolisasi massa, maka lihat mereka sekarang bahwa mereka hanyalah orang-orang oportunis. Oleh karena itu, apa yang kita lihat dalam Hizbut Tahrir dan konsep Negara Khilafah Islam yang diperjuangkannya, maka saya yakin bahwa Hizbut Tahrir mencerminkan sebuah lembaga dan sistem alternatif untuk sistem globalisasi.

Sumber: pal-tahrir.info, 27/3/2011.

Monday, March 21, 2011

Hak anak adalah kewajiban orang tua

Hak Anak adalah kewajiban orang tua.

Saat ngisi pengajian tentang Spiritual Motivation for Parenting di sby, kami di tanya oleh salah seorang ibu peserta pengajian. Bagaimana dan apa yg harus kita lakukan ketika membesarkan anak? Ada tiga hak anak itu artinya kewajiban org tua: Memberikan nama yg baik, mendidiknya dgn agama utk mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta menikahkannya.......

Sobat, dalam tulisan singkat ini,kami akan memberikan tips.Ada 10 hal yg perlu kita lakukan ketika membesarkan anak-anak:

1. Tunjukkan bahwa kita mencintai mereka dgn tulus tanpa syarat, apapun yg terjadi biarkan mereka tahu bahwa cinta kita tidak akan pernah berubah karena keadaan atau peristiwa tertentu.
2. Terimalah mereka sbg individu yg unik, khas dan luar biasa anugerah Allah dan menjadi tanggung jawab kita.
3. Hormati mereka;Perlakukan mereka dgn rasa hormat yg sama seperti yg kita berikan kpd org paling penting dalam hidup kita.
4. Percayalah kpd mereka dan ajarkan mereka utk menjadi org yg bisa dipercaya.
5. Dengarkanlah mereka dengan baik utk memahami mereka dan menunjukkan bahwa kita benar-banar tertarik.
6. Semangati mereka; Manfaatkan setiap kesempatan utk memberi mereka motivasi atau kata-kata yg menyemangati.
7. Beri mereka pujian yg tulus. Ketika kita memberikan pujian dan menghargai anak-anak kita, mereka merasa percaya diri dan berharga, dan itu akan membantu mereka menjadi yg terbaik yg mereka bisa.
8. Ikut berperanlah dalam kehidupan mereka tanpa memaksakan keinginan dan kehendak kita tapi mengarahkan dgn bijak.
9. Beri mereka pengertian, dengarkan n usahakan selalu utk memahami alasan-alasan mereka di balik perilaku anak-anak,kemudian bekerjasamalah utk menyelesaikan masalahnya.
10. Bersikaplah konsisten dan terus melakukan yg kami uraikan sebelumnya dengan penuh kesabaran dan cinta yang mutlak.

Demikian sobat, semoga kita semua menjadi orang tua yang mampu menjadikan anak -anak kita sholeh-sholeha dan tentunya kita jg harus menjadi anak yg sholeh-sholehah pula. Salam Dahsyat dan Luar biasa!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Menjadi Dai Yang Dicinta Panggilan setiap muslim, www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com )

Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim

HT Amerika: Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim
بسم الله الرحمن الرحيم


Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim

Kaum muslim keluar secara massal dalam jumlah ribuan bahkan jutaan di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Libya, menuntut perubahan penguasa dan rezim mereka yang telah mendatangkan kerusakan dan kehancuran bagi kaum Muslim selama beberapa dekade. Keluarnya kaum Muslim itu merupakan penegasan atas hak mereka bahwa kekuasaan adalah milik umat; di mana merekalah yang memilih penguasa. Hak ini telah dirampas para penguasa jahat, dan raja-raja despot. Kami ingin menjelaskan beberapa hal berikut:

1. Rasa takut yang ditanam para penguasa di hati kaum Muslim lebih dari enam puluh tahun melalui kezaliman, penindasan, penangkapan, penyempitan untuk mencari rezki hingga membuat masyarakat tidak berpikir kecuali masalah makan dan minum mereka; semua itu telah hilang dan pengaruhnya tidak akan kembali lagi di hati masyarakat. Warga Libya memberikan contoh paling berani dalam menentang penguasa diktator dengan dada-dada telanjang mereka. Mereka lebih mengutamakan kematian daripada tetap berada di bawah rezim rusak lagi sombong. Itu merupakan ketentuan pokok: tidak takut, tidak pengecut, dan berpegang pada apa yang diperintahkan Allah SWT.

2. Para penguasa itu telah melayani barat dengan tulus dalam jangka waktu panjang. Mereka telah memerangi umatnya dan membunuhi kaum Muslim untuk mendekatkan diri kepada tuan-tuan mereka. Tetapi pada saat barat melihat kejatuhan para penguasa itu telah makin dekat, barat mencampakkan dan melemparkan mereka di sini dan di sana, seperti kondisi Ben Ali dan Mubarak. Di sini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan. Bagi barat yang penting adalah kemaslahatannya saja, tanpa memandang siapa yang bisa memberikannya kepada mereka. Di sinilah kaum Muslim harus memahami hakikat ini dan tidak terpedaya dengan janji-janji palsu, mimpi-mimpi bohong dan berbagai kemaslahatan ilusif yang disiapkan pemerintahan-pemerintahan yang silih berganti. Kaum Muslim harus memahami bahwa kebaikan ada dalam keikhlasan kepada Allah, agama-Nya, dan kaum Muslim.

3. Setiap hari terungkap sejauh mana kehipokritan barat dan ketidakpeduliannya terhadap kaum Muslim. Barat telah membantu para penguasa itu selama bertahun-tahun tanpa peduli dengan kezaliman, perampokan dan pembunuhan yang dilakukan para penguasa itu terhadap kaum Muslim. Amerika misalnya, dahulu mendukung dan menopang rezim Mubarak lebih dari tiga puluh tahun. Satu haripun Amerika tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan rezim Mubarak terhadap kaum Muslim. Bahkan Amerika tidak menganggap Mubarak seorang diktator seperti yang dengan gemblang diungkapkan oleh wapres Biden beberapa hari sebelum jatuhnya Mubarak. Begitulah, Amerika mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer di Libya dan sebaliknya tidak bergerak serta tetap diam di kawasan lain.

4. Barat dan rezim-rezim berkuasa berupaya memalingkan kaum Muslim dari berpikir tentang tatacara dan metode perubahan yang benar. Maka Anda melihat media massa memfokuskan terhadap ide-ide demokrasi dan slogan-slogan nasionalisme. Sebaliknya media-media massa itu tidak menyebut ide atau slogan Islami ke arah kebangkitan yang benar, atau berita-berita yang menuntut Islam. Barat menggunakan cara pergantian wajah penguasa untuk mengelabui kaum Muslim dan untuk menjaga rezim-rezim yang tunduk kepadanya. Telah tampak jelas solusi mendasar bagi permasalahan-permasalahan kaum Muslim bahkan permasalahan seluruh dunia, dan bahwa perubahan yang benar bagi kondisi kaum Muslim, adalah dengan mewujudkan daulah Khilafah yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang mampu mendatangkan kebahagiaan, keadilan dan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Bagaimana tidak, Khilafah adalah sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Maka bergegaslah wahai kaum Muslim untuk berjuang sungguh-sungguh mewujudkan negara baru ini yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kaum Muslim. Khilafah telah tiba waktunya. Tanda-tanda dan kabar gembiranya juga sudah tampak. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)

Rasulullah saw telah bersabda:

« … ثمًّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُبُوَّةِ »

Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan menurut manhaj kenabian

27 Rabiul Awal 1432 H

02 Maret 2011 M

Hizbut Tahrir Amerika

Sunday, March 20, 2011

Bom Eksentrik dan Motifnya

Bom Eksentrik dan Motifnya

Eksentrik, negeri ini seringkali mengalami kejadian-kejadian aneh. Keanehan yang juga lucu karena terkesan seperti drama ludruk. Ada pemain utama, pemain pengganti, dan sutradara yang berkuasa memainkan drama. Khalayak pun bertanya-tanya, ada apa gerangan? padahal ini nyata, meski terindikasi rekayasa dan penuh misteri.

Bali 20 Oktober 2002, Duarrr! “petasan raksasa” meledak di Paddy’s Bar dan Sari Club, efeknya terdengar sampai radius puluhan kilometer, jaring-jaring bangunan berterbangan ke udara hingga lima puluhan meter tingginya. Amrozi Cs terpilih menjadi pemain utama dalam lakon ini.

Namun ada yang aneh, unik bin ajib, ternyata bom itu memiliki daya ledak bak nuklir, mustahil dibuat oleh Amrozi Cs. Seorang ahli Eksplosif asal Inggris, Mark Ribband menyebut jika bom itu seperti berjenis C-4 yang berdaya powerfull. Ia bertutur “Bom C-4 diproduksi oleh beberapa negara, sedangkan produsen utamanya adalah AS dan Israel”. Jenderal Ryamizard Riyacudu (mantan KSAD) pernah mengatakan: “Saya yakin bahwa bom yang meledak di Bali adalah buatan luar negeri, dan bukan buatan orang Indonesia”.

Disusul Bom Bali 2, Tahun 2005. Ini pun juga banyak kejanggalan, diantaranya ialah adanya peringatan dini sebelum pengemboman, beberapa orang turis Australia mengaku diberi informasi untuk menjauhi dari pusat kawasan Kuta karena akan nada ledakan. Kejanggalan lain, adanya rekaman video yang cukup detail menggambarkan peristiwa tersebut, pihak pelaku terekam dari pertama ia duduk sampai bom meledak, arah kamera terus mengikuti gerak pelaku. Video inipun datangnya dari Australia.

Demikian halnya dengan kejadian-kejadian bom lainnya di berbagai tempat di Indonesia. Hingga yang terakhir, peristiwa menghebohkan saat ini berupa bom buku. Bom yang diletakkan di dalam buku, dengan skala ledak kecil. Menyibak keanehan-keanehan tersebut, maka sangat wajar bilamana banyak pengamat menyimpulkan bahwa kejadian-kejadian teror tersebut hanyalah rekayasa belaka. Sebuah konspirasi tingkat tinggi dengan berbagai motifnya.

Konspirasi bisa pula bermakna persekongkolan. Di Oxford Advanced Learner’s Dictionary pada 1995, konspirasi memiliki arti “sebuah rencana rahasia oleh sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang ilegal atau merugikan”. Bisa ditambahkan ” untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu”. Pertanyaannya, apa saja motif tersebut?

1. Alasan memerangi teroris


Kampanye perang melawan teroris digalakkan oleh AS sejak tagedi WTC yang menewaskan ribuan orang. Inilih alasan utama AS gencar memerangi pihak yang menurutnya teroris, alias teroris dalam definisi AS itu sendiri. Seiring waktu berjalan, berhembus bahwa G Bush (Mantan Presiden AS) berada dibalik pengeboman WTC tersebut.

Logika lurusnya, jika hendak memerangi teroris, maka sudah barang tentu harus ada tindakan teror ditempat tersebut. Jika tidak ada tindakan teror, berarti tidak ada alasan untuk melawan teroris. Maka harus ada atau diadakan. Minimal harus ada pihak yang diimagekan teroris.

Disamping itu Indonesia juga merupakan salah satu Negara yang mendapat kucuran dana dari asing untuk memerangi teroris.Dibuat pula sebuah detasemen khusus yang menangani terorisme yakni Densus 88. Lembaga ini menurut mantan ketua YLBHI, Munarman, berdasarkan dokumen Human Right Watch tentang Counter Terorism yang dilakukan AS, pembentukan Den 88 di Indonesia pada tahun 2002 tersebut didanai AS sebesar 16 juta dollar, dan sebelumnya pada tahun 2001 Polri telah menerima dana untuk penanganan terorisme sebesar 10 juta dollar.

Menurutnya, data ini konkrit, diambil dari dokumen sekunder, dokumen primer, dan juga dokumen dari Departemen Pertahanan AS tentang counter terorism budget (eramuslim.com06/06/07). Artinya jika ingin dana terus mengucur, maka dia harus tetap bekerja, “tak bekerja tak mendapat gaji”. Jika tidak ada peristiwa teror atau penangkapan diduga teroris, berartii seperti tak bekerja.

2. Pengalihan isu


Acapkali muncul isu terorisme adalah saat dimana opini yang berkembang sedang dalam posisi mengancam kekuasaan dan juga sekitar kekuasaan. Selanjutnya opini tersebut hilang seperti ditelan bumi dikarenakan tertutup oleh isu terorisme.

Berapa kasus krusial tertutup oleh isu terorisme ini, sebagai contoh: protes atas kasus kebijakan kenaikan BBM, Rekening gendut, skandal Century, penjualan aset nagara semacam Krakatau steel. Terbaru adalah heboh pemberitaan Koran The Age dan Sidney Morning tentang presiden RI, serta kasus-kasus yang lainnya.

Tak heran bilamana ketua PP Muhammadiyah kepada republika (17/3) menyatakan bahwa fenomena bom buku memiliki indikasi kuat merupakan bentuk pengalihan isu dan perhatian masyarakat dari masalah-masalah strategis yang hingga kini tak terselesaikan.

3. Menyerang Ideologi Islam


Peristiwa terorisme seringkali selalu dikait-kaitkan dengan ideologi Islam. Presiden SBY menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Hal ini disampaikan pada keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum berkunjung ke Singapura dan Malaysia, bulan Mei tahun lalu.

Mantan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri ketika mengomentari kasus “terorisme Aceh” beberapa waktu yang lalu mengatakan “Itu sudah direncanakan ada percepatan negara demokrasi menjadi negara syariat Islam”. Dalam kasus ini masyarakat juga tahu, banyak kejanggalan pada kasus Aceh ini.

Lalu dikembangkan pula opini bahwasannya ideologi Islam mengancam eksistensi bangsa dan berbahaya bagi pluralitas bangsa. Padahal selama ini yang telah mengancam kedaulatan bangsa adalah sistem Kapitalisme. Terbukti Indonesia menjadi terjajah secara politik, ekonomi, sosial dan budaya karena sistem ini. Timor Timur lepas juga akibat sistem ini karena tidak meratanya kesejahteraan rakyat.

4. Kampanye Islam moderat


Kasus Terorisme juga menjadi jalan tol kampanye Islam moderat. Muslim yang menginginkan menerapkan Islam secara kaffah diberi stigma Islam garis keras, fundamentalis dan ekstrimis, bahkan ada yang di tuduh teroris (pemberian stigma teroris). Kemudian muncul istilah deradikalisasi, bahasa halus mensekulerkan Muslim di Indonesia. Maka umat Islam perlu waspada.

Sungguh, Islam bukanlah teroris, Islam juga tidak sependapat dengan tindakan teror. Zionis Israel dan Amerika beserta sekutunya lah yang teroris sebenarnya, sebab nyata-nyata telah melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil di Negara-negara Timur Tengah dan lainnya. Ideologi Islam juga bukan ancaman, justru Ideologi Islamlah yang bisa menjamin Indonesia menuju negara maju dan sejahtera. Ingatlah, rakyat sudah cukup cerdas. Wallahu A’lam.[] Ali Mustofa Akbar

Saturday, March 19, 2011

Obat Dakwah Yang paling mujarab




Obat Dakwah Yang paling mujarab

Sobat, ilmu merupakan santapan rohani.Penuntut ilmu berhak memperoleh permohonan ampunan dari semua makhluk setiap kali ia pergi atau pulang dari menuntut ilmu karena merasa ridho dengan apa yang telah diperbuatnya.Para malaikat menaungkan sayap mereka kepadanya dan memang ilmu berhak menjadi objek yang difardhukan oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Memberi keputusan.
Maka sudah sepatutnya menjadi kebiasaan bagi para da’i untuk senantiasa menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya kepada umat. Pesan Al-Ghazali kepada para penuntut ilmu diantaranya adalah :
1. Orang yang menuntut ilmu harus menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhi perangai yang buruk, seperti mudah emosi, memperturutkan nafsu birahi, dengki, iri hati, sombong dan besar hati. Semua itu kata beliau merupakan kegelapan yang akan menghalangi cahaya ilmu. Parameter menguasai ilmu bukan banyaknya periwayatan dan muatan hafalan yang banyak, melainkan cahaya mata hati yang melaluinya dapat dibedakan antara perkara yang hak dan bathil, antara hal yang berbahaya dan hal yang bermanfaat, antara kebaikkan dan keburukan serta antara petunjuk dan kesesatan.
2. Penuntut ilmu harus mengurangi kesibukannya dari hal-hal yang dapat memalingkannya dari meraih ilmu dan mengonsentrasikan waktu untuknya, karena Allah tidak akan menjadikan dua hati dalam rongga seseorang.
3. Seorang yang sedang belajar tidak boleh bersikap sombong dengan ilmunya dan tidak boleh menjerumuskan pengajarnya. Ia harus patuh kepada nasehatnya sebagaimana pasien yang mematuhi dokter yang merawatnya dengan penuh kasih sayang dan sangat mengharapka kesembuhan dalam waktu singkat.Dianjurkan pula hendaknya ia bersikap rendah diri kepada pengajar atau guru dan senang melayaninya karena mengharapkan pahala dari Allah. Ilmu itu hanya dapat diraih dengan sikap rendah hati, penuh perhatian, dan mau mendengar dengan khusyuk.
4. Perhatikan dengan baik maksud, tujuan, dan kesimpulan akhir dari suatu bidang ilmu yang terpuji.Janganlah seorang penuntut ilmu membiarkannya begitu saja.
5. Janganlah seorang yang sedang menuntut suatu bidang ilmu pengetahuan mempelajari dengan sekaligus. Tapi harus tertib dan memulainya dari bagian yang paling penting.
6. Janganlah seorang penuntut ilmu beralih ke bidang lain sebeluim menguasai bidang yang sebelumnya, karena ilmu pengetahuan itu ada tertib urutannya yang harus diperhatikan, sebagiannya merupakan penghantar bagi sebagian yang lain. Orang yang memperoleh kesuksesan pasti akan memperhatikan urutan dan tahapan ini.
7. Ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya, serta ilmu-ilmu lain yang ada kaitannya dengan ilmu-ilmu tersebut.
8. Hendaknya niat sang penuntut ilmu adalah untuk menghiasi bathin dan memperindahnya dengan keutamaan. Sedangkan pada masa mendatang akan menjadi sarana baginya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jangan sampai ia menuntut ilmu untuk meraih jabatan, harta, kedudukan, mendebat orang-orang yang kurang akalnya, menyombongkan diri, karena Allah telah menjamin akan meninggikan derajat orang-orang yang dianugerahi iman dan ilmu pengetahuan melalui firmanNya :

” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” ( TQS. Al-Mujadilah : 11)

Sobat, semoga kita bisa ambil pelajaran yang sangat berharga dari Imam Al-Ghazali di atas dan itu merupakan salah satu kunci dan obat yang mujarab untuk menunjang keberhasilan dakwah kita. Nabi Ibrahim as menjadi orang yang sangat sukses dalam kehidupannya bahkan beliau mendapat gelar Abul Anbiya’ ( Bapaknya Para Nabi) dan kisahnya telah diabadikan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an agar menjadi pelajaran dan teladan generasi setelahnya. Kalau kita kaji lebih dalam ternyata keberhasilan beliau dalam berdakwah dan mendidik anak keturunannya ada dua kunci utama yaitu :
1. Keteladanan ( Uswah ) : Beliau tidak sekedar memberikan taushiah dan ceramah tapi beliau memberikan contoh dan keteladan kepada anak cucunya dalam segala hal. Demikian juga baginda Rasulullah SAW adalah teladan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena di dalam dirinya terdapat berbagai sifat mulia. Nilai-nilai dan teladan kepemimpinan dan manajemen beliau wariskan masih dapat ditiru oleh para pemimpin dari tingkatan paling kecil dan sederhana yakni dirinya sendiri, kepemimpinan keluarga, bisnis, sosial, politik, pendidikan, hukum dan militer. Kita bisa baca paparan yang cukup bagus tentang keteladanan Rasulullah Saw dalam beberapa aspek kehidupan melalui karya Dr Syafi’i Antonio Muhammad SAW The Super Leader Super Manager. Hal inilah yang sekarang hilang atau hampir-hampir tidak ada pada diri para pemimpin kaum muslimin padahal inilah salah satu kunci utama keberhasilan hidup dan kelangsungan dakwah Islam.
2. Doa yang Mustajabah. Beliau Nabi Ibrahim as dan Rasulullah Saw senantiasa mendoakan anak keturunannya dan umatnya dengan ketulusan hati kepada Allah SWT. Hampir sebagian besar do’a-do’a yang ada di dalam Al qur’an adalah do’a-do’a yang dicontohkan oleh para nabi termasuk Nabi Ibrahim As. Ada do’a beliau yang singkat tapi cukup padat Rabbii Hablii Minashshoolihiin. Kalau saya teringat do’a ini saya teringat almarhum ibu saya Bunda Saudah.Ketika saya masih anak-anak dan saat bangun malam ternyata bunda sudah bangun dan sholat tahajud. Saya mendengar dan melihat dengan mata kepala saya sendiri, beliau sebut satu-persatu nama putra-putrinya, beliau sebut nama kakak saya, nama saya, nama adik-adik saya dalam setiap do’a beliau dengan membacakan surat al-fatihah dan do’a Rabbii Hablii Minashshoolihiin.Pesan dan teladan beliau sampai hari masih tertancap di sanubari penulis. Terima kasih Bunda, semoga Allah memudahkan jalan beliau dan mengampuni segala dosa dan kekhilafan beliau serta segala amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT. Beliau pernah berpesan kalau kamu ingin hidupmu mulia serta barokah dan bermanfaat ilmumu, jangan lupa setiap selesai sholat, kamu do’akan kedua orang tuamu, anak-anakmu, guru-gurumu, dan murid-muridmu. Kalau kamu kelak ingin anak-anakmu sholeh sholehah maka kamu harus menjadi anak yang sholeh dan sholehah itulah nasehat yang sering disampaikan kepada putra-putrinya.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari teladan yang dicontohkan Nabi Ibrahim As dan baginda Rasulullah Saw di atas. Kalau di atas kita pesan dan nasehat bagi para penuntut ilmu. Sekarang di akhir bab ini kita akan bahas kewajiban guru (Da’i) kepada murid-muridnya. Hal ini sobat juga obat mujarab bagi keberhasilan dan keberlangsungan dakwah.
1. Sayang kepada murid-murid atau obyek dakwah dan memperlakukan mereka layaknya anak-anaknya sendiri. Nabi Saw telah bersabda, ” Sesungguhnya aku bagi kalian tiada lain hanyalah orang tua kepada anaknya. Aku mengajar kalian......” ( HR Ibnu Majah )
2. Tidak mengajar karena ingin mendapatkan imbalan dan ucapan terima kasih. Namun, dengan niat hanya karena Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
3. Tidak segan-segan untuk memberi nasehat kepada murid, bahkan setiap saat diambilnya sebagai kesempatan untuk memberikan nasehat dan bimbingan kepada muridnya.
4. Memperingatkan murid akan akhlak yang buruk sebisa mungkin dengan ungkapan sindiran, tidak secara terang-terangan. Dan dengan ungkapan yang lembut, penuh kasih sayang, serta bukan dengan ungkapan celaan.
5. Dalam memberikan pelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan daya tangkap para murid dan berbicara kepada mereka sesuai dengan kecerdasannya. Seorang guru tidak sepantasnya menjejali mereka dengan pengetahuan yang sulit dicerna oleh jangkauan pemikiran mereka agar tidak membosankan hingga membuat mereka terpaksa harus mempelajari hal-hal yang tidak dimengerti oleh mereka.
6. Jangan menjelek-jelekkan pengetahuan orang lain di hadapan para murid. Kembangkan metode pembelajaran yang dapat menjangkau disiplin ilmu yang ada di luar mata pelajaran yang diberikan.
7. Dianjurkan saat memberikan pelajaran kepada murid atau obyek dakwah yang lemah daya tangkapnya memakai penjelasan yang sangat gamblang sesuai dengan kondisinya dan tidak menyebutkan kepadanya bahwa dibalik itu ada keterangan detail yang tidak diterangkan kepadanya, agar tidak membuatnya khawatir dan terguncang akalnya.
8. Guru ( Da’i ) hendaknya mengamalkan ilmunya, jangan sampai ucapannya mendustakan perbuatannya. Allah berfirman :
” Mengapa kamu menyuruh orang lain.( mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.” ( TQS. Al-baqarah : 44)
” Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (TQS. Ash-Shaff : 3 )
Teman, di atas sebagian kecil tulisan yang ada di buku Menjadi dai yang dicinta karya N.Faqih Syarif H dan masih banyak lagi bekal dan tips bagaimana menjadi seorang Dai yang dicinta tidak hanya bagi audience tapi juga didoakan oleh seluruh penghuni langit dan Bumi sebagaimana dijanjikan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya. Buku ini layak dibaca bagi setiap muslim. Bukankah masing-masing kita adalah Da'i atau Da'iyah. Sampaikanlah walaupun satu ayat itulah pesan Rasulullah SAW.

Tuesday, March 15, 2011

Untaian Spiritual Motivation



Untaian Spiritual Motivation


Sobat, semakin tua manusia,semakin mereka terjebak pada rutinitas dan keadaan serta menganggap apa yg dijalani saat ini sudah merupakan gambaran masa depannya.Padahal impian itu,jika kita percaya n yakin,masih bisa kita raih.Selama masih ada waktu, masih bisa kita kejar.Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, bagaimana rasanya kalau kita dikasihi,diperlakukan dgn lembut dan penuh perhatian? Apabila kita merasa nyaman dengan perlakuan ini,tentu saja manusia dan juga isi alam semesta akan merasakan hal yang sama.Mulailah saat ini membersihkan hati dan pikiran utk mulai mengasihi sesama dan isi alam semesta agar kita mendapatkan yg sama dalam kehidupan kita.

Sobat, ubahlah cara berpikir kita maka kita dapat mengubah kehidupan kita. Kekuatan pikiran yang Allah anugerahkan mampu mengarahkan kita pada sebuah kehidupan yang luar biasa. Hati-hati dengan pikiran kita karena hal itu berpotensi untuk terwujud dalam kehidupan kita. Salam Dahsyat dan Luar biasa!

Manusia adalah mikrokosmos dari makrokosmos alam semesta. Manusia adalah medan magnet dan energi yg bisa digunakan untuk menarik dan mempengaruhi seluruh potensi alam semesta.Potensi besar ini belum digunakan secara efektif karena masih memancarkan fibrasi yg kecil. Bagaimana cara meningkatkan fibrasi energi ini?

lakukan afirmasi diri;masukkan emosi yg kuat dlm setiap afirmasi,lakukan afirmasi dgn jelas dan detail shg semakin mudah dibayangkan oleh otak dan pikiran kita shg semakin mudah utk diwujudkan,time line harus punya jangka waktu dan ruang yg jelas, dan never give up! lakukan terus-menerus utk memberi energi yg kuat utk pencapaian. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, melatih pikiran kita untuk tenang membantu kita melepaskan semua ketegangan dari tubuh kita,mengendalikan stress, meningkatkan fokus, dan mengendalikan proses mental kita. Jangan lupa sobat tulis proposal hidup kita setelah sholat malam atau sholat tahajjud saat pikiran kita tenang bermunajah kepada-Nya.Barokallah. Salam Dahsyat dan Luar biasa! Allahu Akbar!

Sobat, Allah yang mengajarkan dan menganjurkan untuk sehat melalui bersyukur, sedekah,sholat dhuha, dan sholat tahajjud.Yakinlah akan cara-cara yang diajarkan dan dianjurkan Allah.Yakin akan kekuasaan dan janji-janji Allah serta yakin bahwa segala sesuatu dari Allah adalah yang terbaik inilah hakekat Al quwwah ar ruhiyah yg akan memunculkan kekuatan spirit tanpa batas.Allahu Akbar!!!!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Menjadi Dai yang Dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com . email mumtaz.oke@gmail.com )

Sunday, March 13, 2011

Seruan Khilafah Bermunculan di Tengah Revolusi Arab Menerobos Berbagai Penghalang Media



Seruan Khilafah Bermunculan di Tengah Revolusi Arab Menerobos Berbagai Penghalang Media

Meskipun berbagai media berupaya menyembunyikan agar umat tidak mengerti tentang perubahan yang sesungguhnya, yang tidak mungkin terjadi kecuali dengan Islam; meskipun berbagai media berupaya untuk memalsukan revolusi negara-negara Arab yang diberkati, dan hanya memperlihatkan karakter sekulerisme, yang semuanya menuntut sebuah negara sipil atau demokrasi; serta upaya berbagai media untuk memadamkan sisi terang dari revolusi ini, yang tercermin dalam langkah praktis untuk mengakhiri kekuasaan tiran dan keinginan untuk mendirikan Khilafah, namun demikian suara Khilafah dan seruannya terus menerobos ke dalam kaum Muslim, para pengamat dan para politisi Barat, sehingga Khilafah menjadi buah bibir masyarakat umum dan para politisi, sekalipun itu tidak dilakukan secara terbuka, sebab semangat pemadaman dan penyembunyian terhadap cahaya terang Khilafah ini merupakan sikap utama bagi berbagai media.

Sejak percikap api pemberontakan menyala di Tunisia al-Hadra’, yang kemudian diikuti oleh revolusi di Mesir, Libya dan Yaman, kami melihat berbagai media senantiasa menyembunyikan pemandangan besar dan berbagai gerakan massa yang menyerukan pada perubahan yang sesuai dengan Islam, dan pendirian Khilafah, serta menyerukan untuk membuang jauh ketergantungan dan hubungan dengan kekuatan penjajahan Barat. Buruknya lagi, penyembunyian yang dilakukan oleh media ini disusul dengan upaya memalsukan fakta dan berbagai pencapaian revolusi. Tentu semua ini dilakukan dalam rangka mendukung agenda asing.

Terkait fakta yang mengungkapkan adanya seruan untuk membuang ketergantungan dan beralih pada Islam dalam revolusi ini, tampak dalam berbagai pernyataan yang berulang kali disampaikan oleh para pemimpin Barat, Amerika, Eropa dan Yahudi, di mana mereka sangat ketakutan akan kemungkinan berdirinya negara Islam yang akan mengganggu keseimbangan kekuasaan dan mengubah arah sejarah. Pernyataan tentang ketakutan ini telah disampaikan oleh Clinton, Cameron, Ashkenazi, Netanyahu dan Berlusconi. Bahkan media-media besar Barat seperti Fox News dan The Independent, semuanya telah membicarakan tentang ketakutan para politisi Barat terhadap revolusi ini dan pendirian Khilafah, serta implikasinya bagi Barat dan dunia.

Mengingat kuantitas ketakutan yang luar biasa, maka hal ini memaksa Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa untuk mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan kecemasan Barat dan meredakan badai ketakutan .

Subhanallah, sekalipun media telah berusaha keras untuk menyembunyikannya, namun suara-suara dukungan terhadap Hizbut Tahrir di tengah-tengah kaum Muslim meningkat pesat terkait seruannya untuk menegakkan Khilafah, dan telah banyak pihak yang berusaha mewujudkannya, serta mereka yang telah mendedikasikan semua tenaganya selama puluhan tahun untuk menegakkan kembali Khilafah.

Di Tunisia, masîrah (long match) berlangsung di jalan-jalan “lâ syarqiyyah wa lâ gharbiyyah … lâ dimoqrâthiyyah wa wathaniyyah … bal khilâfah Islâmiyyah, bukan Timur dan bukan pula Barat … bukan demokrasi dan bukan pula nasionalisme … melainkan Khilafah Islamiyah”. Namun peristiwa-peristiwa ini diabaikan oleh media, meskipun gambar-gambar masîrah (long match) tersebut telah mewarnai halamam jaringan internet, dan melalui Facebook khususnya. Akan tetapi, semua peristiwa yang mencerminkan denyut nadi umat ini tetap disembunyikan oleh media.

Di Mesir ada suara-suara lantang yang diabaikan media, khotbah-khotbah Jum’at, channel-channel TV keagamaan, dan kelompok massa yang menyerukan penerapan Islam di Lapangan Tahrir, di berbagai pusat diskusi di kota Alexandria, dan wilayah-wilayah Mesir lainnya. Dalam hal ini, sekali lagi media menutup diri, baik dengan alasan maupun tanpa alasan.

Di Libya, berlangsung seruan-seruan untuk penerapan Islam, meskipun Gaddafi melancarkan kampanye untuk merusak citra Negara Islam, dan selalu mengaitkan dengan berbagai aksi kekerasan. Bahkan para pemimpin entitas Yahudi mengatakan bahwa karakter revolusi di Libya adalah karakter Islam .

Di Yaman, berlangsung seruan-seruan para ulama, dan kabar gembira akan kembalinya Khilafah. Bahkan ada beberapa kota yang telah diwarnai dengan kibaran bendera al-Uqab, yaitu al-Liwa’ dan ar-Rayah. Dan inilah yang mendorong media-media lokal dan Arab untuk membuat judul: “Yaman berada di pinggiran “Khilafah Islam”, dan “ar-Rayah” telah berkibar di atas sekolah-sekolah di Aden”.

Sekalipun media-media berusaha keras untuk menyembunyikan dan menutupinya, namun seruan perubahan atas dasar Islam tetap merupakan aspirasi umat yang sesunguhnya, yang mendorongnya untuk bergerak, dan meraih harapan masa depan yang cerah. Sekalipun jalan untuk mengetahui semua berita itu masih merupakan ruang sempit, melalui jaringan internet, serta kontak-kontak yang dinamis dan terencana.

Sesungguhnya usaha pemboikitan dan penyembunyian yang dilakukan oleh berbagai media ini adalah dalam rangka untuk melayani agenda asing, yaitu membajak dan memaksa media untuk mencuri kerja keras umat dan pengorbanannya. Hanya saja umat telah melakukan perlawanan atas siapa saja yang menekannya dan merampas kekuasaannya. Sehingga tidak diragukan bahwa umat tidak akan pernah tertipu lagi oleh siapa saja yang berusaha menyesatkannya.

Allah SWT berfirman: “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membencinya.” (TQS. Ash-Shaff [61] : 8-9).

Kepada Uang Hukum Bersujud



Kepada Uang Hukum Bersujud

Editorial sebuah media masa nasional memberikan julukan baru untuk Indonesia: negeri lelucon! Julukan ini melengkapi gelar-gelar sebelumnya mulai dari negara gagal, negara para koruptor sampai yang sangat keras: negara biadab! Betapa tidak, di negeri lelucon ini seorang tersangka penggelap pajak biasa berkeliaran bebas bertamasya; bukan hanya Bali, tetapi sampai ke Kuala Lumpur dan Makau.

Gayus membuktikan prinsip penting Kapitalisme: uang bisa membeli segalanya. Prinsip ini melahirkan realita: kepada uang hukum bersujud, yang melumpuhkan pilar-pilar hukum mulai dari polisi, jaksa hingga hakim. Dengan kekuatan uang pula, seorang terpidana di di Bojonegoro, Jawa Timur, dengan mudahnya membayar seluruh otoritas penegakan hukum untuk menggantikannya masuk bui. Ini melengkapi lelucon sebelumnya saat Ayin membawa pembantu dan perawat kecantikannya ke penjara yang ia sulap menjadi kamar mewah.

Di negeri lelucon ini pula, terdakwa korupsi yang tengah mendekam di Penjara Cipinang, Jefferson Rumajar dilantik sebagai walikota Tomohon, Sulawesi Utara. Sang walikota pun dengan gagah tanpa malu melantik pejabat bawahannya. Semua itu difasilitasi oleh negara.

Kondisi berbeda dialami oleh terdakwa rakyat biasa; babak belur dihajar di penjara, terpaksa tinggal di kamar penjara kelas murah karena tak punya uang, tentu dengan fasilitas serba buruk. Demikian pula yang dialami terdakwa ‘teroris’ yang penuh rekayasa. Seperti yang dikatakan Mahendradata (Dewan Pembina Tim Pembela Muslim), jangankan bisa keluar-masuk sampai 68 kali seperti Gayus, hanya untuk menerima jengukkan sama sekali tak mudah. Contoh kasus, sekadar untuk bertemu dengan perempuan lemah yang tertembak kakinya, Putri Munawarroh, harus melalui sekian banyak izin sampai ke tingkatan jenderal.

Berulang-ulang kita menyatakan, semua ini berpangkal pada sistem Kapitalisme yang menjadikan uang sebagai tuhan baru. Semuanya bersujud kepada uang. Hukum bisa dibuat, diatur dan direkayasa dengan kekuatan uang. Aparat pun tunduk kepada uang.

Terjadi pula politik transaksional dengan prinsip ‘politic to money, money to politic’. Demikian terus berputar, bagaikan lingkaran setan.

Bisakah Islam menuntaskan semua persoalan ini? Jelas bisa! Sebab, Islam adalah petunjuk dari Allah SWT bagi manusia untuk menyelesaikan persoalan hidup mereka. Islam telah menetapkan tiga pilar penting untuk membangun sistem yang bersih dan adil. Pertama: ketakwaan kepada Allah SWT. Seperti yang diungkapkan oleh Imam Hasan al-Bashri, takwa adalah takut dan menghindari apa saja yang Allah haramkan serta menunaikan apa saja yang Dia wajibkan. Dengan ketakwaan, seorang akan takut berbuat maksiat dan kejahatan. Sebab, dia tahu ada Allah SWT yang mengawasi dirinya dan ada hari pertanggung jawaban saat dia akan menerima konsekuensi atas segala tindakannya.

Masalahnya, ketakwaan inilah yang dikikis habis dalam sistem Kapitalisme. Dengan prinsip sekularisme, agama dijadikan hanya untuk urusan pribadi. Sebaliknya, masalah hukum, politik dan ekonomi tidak tersentuh aturan Allah SWT. Munculah pribadi-pribadi yang (kelihatan) hanya takut kepada Tuhan saat dia shalat atau di masjid, namun mencampakkan hokum-hukum-Nya saat di luar masjid, ketika berekonomi atau berpolitik.

Kedua: penegakkan hokum oleh negara. Hukum dibutuhkan untuk mengatur manusia, mencegah penyimpangan, memberikan efek jera dan memberikan keadilan. Namun, tegaknya hukum sangat bergantung pada substansi hukumnya, apakah benar atau tidak, dan bagaimana hukum itu diterapkan.

Masalahnya, dalam sistem Kapitalisme, selain dalam tataran pelaksanaannya, substansi hukumnya sendiri bermasalah. Sumber hukum tertinggi dalam demokrasi merujuk pada hawa nafsu dan akal terbatas manusia. Hukum kemudian tunduk pada segala kepentingan pribadi keluarga, kelompok, atau partai. Karena dalam Kapitalisme uang atau kapital adalah segalanya, jadilah mencari uang sebanyak-banyuk menjadi tujuan dari hukum. Senjata untuk mewujudkan semua itu lagi-lagi adalah kekuatan uang.

Sebaliknya, dalam Islam sumber hukum sejati adalah Allah SWT. Segala sesuatu dinilai berdasarkan halal dan haram sesuai al-Quran dan as-Sunnah. Segala bentuk interest, hawa nafsu manusia, harus tunduk pada hukum Alah SWT; bukan sebaliknya. Hal ini dipastikan akan memberikan kebaikan kepada manusia. Sebab hukum tersebut bersumber dari Allah yang Mahaadil dan Mahasempurna. Kebaikan hukum Allah SWT bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi untuk seluruh manusia, Muslim atau non-Muslim (rahmatan lil ‘alamin).

Ketiga: amar makruf nahi mungkar. Manusia mungkin saja keliru. Manusia mungkin saja menyimpang dari aturan Allah SWT. Karena itulah, amar makruf nahi mungkar sangat penting dalam sebuah masyarakat. Tanpa ada pemimpin yang mengkoreksi, rakyat mungkin saja terjerumus dalam kesalahan. Demikian juga sebaliknya; tanpa ada koreksi dari rakyat, pemimpin akan selalu merasa benar sendiri, akhirnya bersikap otoriter.

Kewajiban mengoreksi penguasa bahkan disebut oleh Rosululah SAW sebagai afdhal al-jihad (jihad terbaik) dan siapapun yang terbunuh karenanya diberi gelar sayyid asy-syhada’ (pemimpin para syuhada).

Muhasabah lil hukkam (mengoreksi penguasa) menjadi sangat penting. Sebab, kekeliruan kebijakan penguasa akan memberikan dampak yang sistematis dan berpengaruh luas di tengah-tengah masyarakat, seperti kebijakan kenaikan BBM yang berdampak luar biasa menambah beban derita rakyat. Karena itu, dalam Islam ruang bagi keberadaan kelompok atau partai yang bertugas mengoreksi penguasa diberikan seluas-luasnya. Mengoreksi penguasa dalam Islam didasarkan pada keimanan dan kecintaan; agar penguasa itu tetap on the track dalam kebijakannya. Dasarnya adalah al-Quran (QS Ali Imran: 104), yakni dakwah Islam dan amar makruf nahi mungkar.

Ketiga pilar inilah yang akan mengubah Indonesia dari negara lelucon, menjadi negara sejati. Rakyat pun akan mendapat keadilan hukum, politik yang menjadi pelayan rakyat dan ekonomi yang mensejahterakan. Namun, tiga pilar ini hanya akan terwujud secara sempurna dalam sistem Khilafah sebagai institusi politiknya. [Farid Wadjdi]

Friday, March 4, 2011

The Power of love



The Power of Love

Cinta sungguh obat mujarab,cinta adalah jawaban atas semua tantangan dalam hidup.Setiap kali kita memberikan atau mengirim cinta, kita tidak saja akan menerimanya kembali, tapi juga mengurangi emosi-emosi negatif dan mengatasi rasa takut.

Sobat, seberapa pentingkah cinta bagi kita? Cinta sama pentingnya dengan udara yang kita hirup, makanan yang kita santap, air yang kita minum.Cinta adalah syarat bagi kehidupan yang seimbang. Dr. Murray Bannks (1950) seorang psikolog ternama dengan teorinya tentang kehidupan seimbang mengatakan bahwa untuk memiliki kehidupan, kita perlu empat hal utama :
1. Menjalani hidup
2. Mencintai dan dicintai
3. Merasa penting
4. Mengalami keberagaman.
Pernakah kita mendengar tentang orang-orang yang menempatkan hidup mereka di dalam bahaya demi seseorang yang mereka cintai? Atau mungkin tentang orang-orang yang mempertaruhkan hidup di dalam bahaya demi menyelamatkan seseorang yang mereka bahkan tidak dikenal, hanya atas alasan cinta?

Sobat, mari kita bahas pilar-pilar mencintai, dan pilar pertama dan utama adalah Mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah telah menciptakan kita dan mencintai kita tanpa syarat. Dialah yang pertama dan terakhir, tidak ada yang sebelum Dia dan tidak ada yang setelah Dia. Dialah kekuatan tertinggi, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Memberi dan tak peduli apa pun yang pernah kita lakukan, tak peduli berapa banyak dosa yang kita kerjakan, jika kita memohon ampunan-Nya dengan hati yang tulus, Dia akan mengampuni kita. Nabi Muhammad Saw bersabda, ” Wahai anak Adam, jika dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampunan kepada Allah, Dia akan mengampunimu” Subhaanallah, bisakah kita bayangkan betapa Allah sangat mencintai kita?
Seorang sahabat Nabi Saad bin Abi Waqas ketika dia memeluk Islam dan berjuang bersama Rasulullah Saw, ibundanya marah, mengembargonya, bahkan mengancamnya dengan melakukan demo untuk mogok makan agar Saad meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw. Apa yang dikatakan Saad kepada bundanya, ”Wahai Bunda, andaikata bunda punya seratus nyawa dan setiap nyawa ke luar satu persatu, sungguh aku tidak akan tinggalkan Dien (agama) ini.” kemudian peristiwa ini disampaikan kepada Rasulullah Saw dan beliau mengatakan, ” Tidak ada ketaatan kepada makhluk apabila diajak dalam kemaksiatan kepada Allah.” kemudian Saad minta kepada Rasulullah Saw untuk didoakan agar ibunya masuk Islam, kemudian Rasul pun mendoakannya. Dan ibunyapun akhirnya masuk Islam serta mendukung perjuangan Nabi dan Saad bin Abi waqas salah seorang sahabat yang menjadi Panglima Rasul yang luar biasa dan salah satu sahabat yang do’anya mustajabah serta dijamin oleh Rasul masuk surga. Allahu Akbar!

Sobat, kalau kita mau gunakan akal pikiran kita dengan sehat dan jernih maka sungguh tidak pantas kita sombong kepada Allah dan tidak taat kepada-Nya. Pernahkah kita berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?
Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.
Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.
Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.
Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?
Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).

Sobat, ada beberapa tips untuk membantu kita lebih dekat kepada Allah SWT :
1. Berdo’a: Berdo’alah setiap hari dengan penuh keyakinan, berdo’alah dengan penuh takdzim dan berdo’alah dengan penuh cinta.
2. Bersyukurlah dan panjatkan pujian kepada-Nya atas semua anugerah yang Dia berikan kepada kita.
3. Berdakwahlah di jalan-Nya, lakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan penuh kasih sayang kepada sesama.
4. Memberilah dan jadilah orang yang senang memberi. Berlaku baik dan ramahlah kepada semua orang yang kita kenal dan kepada siapa pun yang kita temui.
5. Kunjungilah Rumah Allah dan ramaikan dengan syiar dan pembinaan umat untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya.
6. Berlaku jujurlah dalam berurusan dengan orang lain.
7. Santunilah orang miskin dan anak yatim-piatu.
8. Buanglah kebiasaan negatif dan merusak.
9. Silahkan anda tambahkan terus poin berikutnya, jadi tambahkan apa saja yang muncul di pikiran kita, yang akan membuat kita lebih dekat kepada-Nya.

Pertanyaannya sobat, Sudahkah atas semua hal di atas kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur? Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na’udzu billah.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya dan yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala perintah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah dan Menjadi Dai yang Dicinta, www.fikrulmustanir.blogspot.com , www.penasaran.net/?ref=emmxaq, email mumtaz.oke@gmail.com )

Liberalisasi Migas Makin Beringas


Liberalisasi Migas Makin Beringas!

engan Menggunakan BBM Non-Subsidi, Kita Telah Menghemat APBN sebesar Rp 88,9 Triliun…,” “Malu Dong, Mobilnya Mewah, Bensinnya Subsidi.” Tulisan tersebut kini bisa dengan mudah dibaca masyarakat di beberapa jembatan penyeberangan jalan protokol dan beberapa SPBU (Stasiun Pengisian BBM Umum) wilayah DKI Jakarta.

Menjelang penerapan pembatasan BBM Subsidi April mendatang, Pemerintah memang kian genjar berkampanye tentang penggunaan BBM Non-Subsidi. Salah satu alasan paling kerap dilontarkan Pemerintah untuk ‘menghipnotis’ rakyat adalah penghematan APBN.

Pada APBN 2011, subsidi untuk BBM mencapai Rp 97,26 triliun, naik dari APBN 2010 sebanyak Rp 88,9 triliun. Anggaran itu untuk mensubsidi 38,591 juta kiloliter. Rinciannya, 23,191 juta kiloliter premium, 13,085 juta kiloliter solar, dan sisanya minyak tanah. Asumsinya, harga minyak 80 dolar AS/barel dan kurs Rp 9.200 perdolar AS.

Kalkulasinya, jika konsumsi BBM bersubsidi, khususnya premium mencapai 53% atau sebanyak 23 juta kiloliter, maka dengan adanya pembatasan, Pemerintah bakal menghemat 10 juta kiloliter. Untuk memperkuat argumen itu, Pemerintah mengajukan data konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini yang dipastikan melebihi kuota. Besarnya kuota adalah 36,5 juta kiloliter. Pemerintah berdalih, pembatasan BBM bersubsidi itu dilakukan agar kuota yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak terlampaui. Jika kuota itu terlampaui, subsidi yang dikeluarkan Pemerintah akan melebihi anggaran yang disediakan.

Niat Pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi sebenarnya sudah sejak lama. Ketua BPH (Badan Pengelola Hilir) Migas, Tubagus Haryono, mengatakan, pihaknya sudah merancang pembatasan tiga tahun lalu. Namun, saat itu Pemerintah mengurungkan niatnya karena harga minyak dunia tengah terpuruk.

Sejak tahun lalu, hasrat itu kembali mencuat. Bahkan keputusan Pemerintah sudah harga mati alias sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Pada tahap awal, penerapan pembatasan BBM Subsidi akan berlaku April mendatang untuk wilayah Jabodetabek. BPH Migas memperkirakan kebijakan itu akan berlaku penuh di seluruh wilayah Indonesia pada Juli 2013.

Setidaknya ada beberapa opsi yang Pemerintah siapkan untuk memangkas konsumsi BBM subsidi. Opsi pertama melarang semua kendaraan beroda empat berplat hitam mengonsumsi BBM Subsidi. Artinya, hanya kendaraan umum, kendaraan roda dua dan tiga, serta nelayan yang masih berhak membeli BBM Subsidi.

Opsi kedua melarang kendaraan roda empat berplat hitam keluaran di atas 2005 mendapatkan BBM Subsidi. Selain kedua opsi tersebut, BPH Migas juga sudah menyiapkan alternatif lain, yakni penggunaan kartu fasilitas.

Bahkan Pemerintah membentuk Tim Pengawas Khusus Pembatasan BBM Subsidi yang dinahkodai Anggito Abimanyu. Tim tersebut yang akan mengkaji kebijakan Pemerintah. Saat ini tim tersebut juga telah menyiapkan beberapa opsi, yakni: menaikkan harga BBM, kuota konsumsi alias sistem penjatahan, subsidi pertamax (untuk sementara), hingga menggunakan Liquied Gas Vehicle (LGV).


Pihak Asing Bermain

Kebijakan pembatasan BBM Subsidi disinyalir bukan semata-mata murni menghemat kocek negara. Ada maksud lain. Setidaknya untuk kepentingan asing. Dengan kata lain, pihak asing bermain di balik pembatasan BBM Subsidi. Kebijakan Pemerintah ini justru membawa ‘berkah’ bagi perusahaan minyak asing seperti Shell, Total dan Petronas. Sebab, harga BBM Non-Subsidi di SPBU Pertamina tidak akan berbeda jauh dengan SPBU milik perusahaan asing. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, baik pelayanan dan kualitas, konsumen bakal berbondong-bondong menyerbu SPBU asing. Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengakui, kampanye pembatasan konsumsi BBM Subsidi dalam beberapa bulan terakhir membuat penjualan BBM Non-Subsidi meningkat. Bahkan diprediksi, penjualannya bakal meningkat lebih tinggi jika Pemerintah resmi menerapkan pembatasan konsumsi BBM Subsidi.

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Erie Purnomo Hadi menuding Pemerintah, dalam hal ini BPH Migas sebagai regulator, lebih condong memihak SPBU non-Pertamina. Jika kebijakan pembatasan BBM Subsidi ini dilakukan, sama saja BPH Migas sebagai regulator secara tidak langsung membantu SPBU non-Pertamina atau SPBu-SPBU asing. Menurut Erie, dengan kebijakan ini SPBU non-Pertamina justru yang menuai keuntungan sebanyak-banyaknya. Apalagi SPBU non-Pertamina tidak dikenai beban sosial untuk buka SPBU Subsidi. “BPH Migas bertindak tidak fair, BPH Migas justru membantu SPBU non-Pertamina berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya.

Kecurigaan bahwa kebijakan Pemerintah itu untuk kepentingan asing datang dari pengamat perminyakan, Kurtubi. Dia menduga, kebijakan pembatasan konsumsi BBM Subsidi bermaksud menolong SPBU asing agar tetap hidup. Ini karena SPBU asing tidak mempunyai pelanggan. “Pom-pom bensin asing sekarang ini kekurangan pelanggan. Mau nggak mau rakyat akan mencurigai tujuannya sebenarnya melarang rakyat membeli premium,” katanya.

Pembatasan BBM Subsidi sudah pasti bakal menambah beban rakyat karena harus mengeluarkan ongkos lebih mahal untuk membeli BBM. Dengan melepas BBM Non-Subsidi sesuai harga minyak di pasar dunia membuat harganya akan sangat tinggi. Akhir-akhir ini gejalanya mulai terlihat. Naiknya harga minyak dunia membuat harga pertamax mulai mendekati BBM sejenis di SPBU asing.


Bagian dari Liberalisasi

Keberanian perusahaan asing menanamkan modal di sektor migas tidak lepas dari rekayasa melepas harga BBM pada mekanisme pasar. Pada akhirnya adalah kapitalisasi industri migas di Indonesia. Strateginya, melalui perusahaan migas asing seperti Exxonmobil, Chevron, Total dan Shell yang mendapat dukungan lembaga asing IMF (International Monetery of Fund), Bank Dunia dan USAID mendorong Pemerintah Indonesia segera merevisi UU Minyak dan Gas (Migas).

Pemerintah akhirnya meneken LoI (Lettern of Intent) dengan IMF pada 1998. Sejak itu semua kebijakan Pemerintah akhirnya harus tunduk ‘apa kata’ IMF. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan LoI IMF, di sektor Migas pada 1999 Pemerintah membuat draft UU Migas yang baru. Dalam Memorandum of Economic and Finansial Policies (LoI IMF, Januari 2000) mengenai sektor migas disebutkan, “Pemerintah berkomitmen mengganti UU yang ada dengan kerangka yang lebih modern, melakukan restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina, menjamin kebijakan fiskal dan berbagai regulasi untuk eksplorasi dan produksi tetap kompetitif secara internasional, membiarkan harga domestik mencerminkan harga internasional.”

Komitmen Pemerintah tersebut dipertegas lagi dalam LoI IMF Juli 2001. “Pemerintah (Indonesia) berkomitmen penuh untuk mereformasi sektor energi yang dicantumkan pada MEFP 2000. Secara khusus pada September, UU Listrik dan Migas yang baru akan diajukan ke DPR. Menteri Pertambangan dan Energi telah menyiapkan rencana jangka menengah untuk menghapus secara bertahap subsidi BBM.”

Kemudian pada tahun 2000, Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID memberikan pinjaman untuk memulai proses liberalisasi sektor migas itu. Salah satu yang USAID garap dalam rangka liberalisasi adalah menyiapkan draft UU yang baru. Bersama ADB (Asian Development Bank) dan World Bank menyiapkan reformasi sektor energi secara keseluruhan. Dokumen USAID menyebutkan, bahwa lembaga itu telah membantu pembuatan draft UU Migas yang diajukan ke DPR pada Oktober 2000. Dalihnya, UU ini akan meningkatkan kompetensi dan efisiensi dengan mengurangi peran BUMN dalam melakukan eksplorasi dan produksi.

Dokumen lain menyatakan, pada 2001 USAID memberikan bantuan senilai 4 juta dolar AS (Rp 40 miliar) untuk memperkuat pengelolaan sektor energi dan membantu menciptakan sektor energi yang lebih efisien dan transparan. Para penasihat USAID memainkan peran penting dalam membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan dan menerapkan kebijakan kunci, yakni perubahan UU dan peraturan. Guna memuluskan langkah meliberalisasi migas Indonesia, USAID tak segan-segan menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membayar lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi. Dokumen USAID menyebutkan, pada 2001 lembaga itu merencanakan menyediakan 850 ribu dolar AS atau sekitar Rp 8,5 miliar untuk mendukung LSM dan universitas. Dana itu untuk mengembangkan program yang dapat meningkatkan kesadaran pada isu-isu sektor energi, termasuk menghilangkan subsidi energi dan menghapus secara bertahap bensin bertimbal.

Akhirnya, UU No.22/2001 tentang Migas keluar. Dengan UU yang baru tersebut, Pemerintah lalu membuka izin perusahaan-perusahaan asing masuk ke berbagai tahap dalam proses migas di Tanah Air. Setelah menguasai industri hulu, perusahaan migas asing kemudian melanjutkan misinya menguasai sektor hilir.

Di sektor hulu, beberapa perusahaan asing sudah menguasai ladang minyak dan gas di Indonesia. Tercatat dari 60 kontraktor, lima di antaranya dalam kategori super major, yakni Exxon Mobil, Shell Penzoil, Total Fina EIf, BP Amoco Arco, dan Chevron Texaco, yang menguasai cadangan minyak 70% dan gas 80%. Selebihnya masuk kategori Major, seperti Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, Japex yang menguasai cadangan minyak 18% dan gas 15%. Perusahaan independen hanya menguasi cadangan minyak 12% dan gas 5%. Diperkirakan hasil dari mengeruk kekayaan alam Indonesia mencapai 1.655 miliar dolar AS atau 17 ribu triliun/tahun.

Di sektor hilir, kini beberapa perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas telah menancapkan kukunya dengan membangun SPBU di lokasi-lokasi strategis. Setidaknya ada 105 perusahaan migas asing yang memperoleh izin mendirikan SPBU. Bahkan Pemerintah memberikan kesempatan kepada masing-masing perusahaan untuk membuka sekitar 20 ribu SPBU di seluruh Indonesia. Sebagai regulatornya, IMF, Bank Dunia dan USAID berhasil merayu Pemerintah mendirikan BP Migas. Padahal pada masa Orde Baru, lembaga tersebut tidak pernah ada. BP Migas kemudian menjadi corong lembaga dunia untuk menyuarakan misi mereka, yakni orientasi pasar.

Di sisi harga, lembaga keuangan dunia mendorong agar Pemerintah melepas pemasaran ke mekanisme pasar. Salah satu caranya adalah dengan pencabutan subsidi BBM dan melepas harga BBM ke pasar. Dengan cara itu, perusahaan-perusahaan asing baru bisa bersaing dengan Pertamina. Target IMF sebenarnya harga BBM sudah bisa diserahkan ke pasar pada 2005. Namun, di tengah jalan UU Migas terganjal Mahmakah Konstitusi (MK), setelah ada penolakan UU Migas tersebut. MK kemudian membatalkan Pasal 28 ayat 2 tentang pelepasan harga BBM ke pasar. Meski kalah di MK, keinginanan meliberalisasi pasar BBM di Indonesia tidak pernah berhenti. Menurut Pengamat Ekonomi dari UGM, Revrisond Baswier, setelah dinyatakan UU itu bertentangan dengan konstitusi, mereka jalan terus dengan mengubah istilah harga pasar menjadi harga keekonomian. “Itu hanya untuk berkelit saja. Karena harga pasar dilarang MK, maka ganti yang lain, tetapi maksudnya sama,” ujarnya.


Makin Beringas

Pangkal kekisruhan pengelolaan migas di Indonesia adalah ketika Pemerintah menerbitkan UU No 22/2001 tentang Migas. Lahirnya UU yang pro Kapitalisme itu justru menjadi sejarah memburuknya sektor migas. Sebagai sektor andalan (penyumbang devisa), nasib sektor migas sekarang sangat memprihatinkan.

Sejak 2001, sesudah terbitnya UU Migas, tak ada catatan prestasi seperti nilai investasi ataupun penemuan lapangan migas baru. Padahal potensi migas di Indonesia masih sangat besar. Diperkirakan cadangan minyak bumi sebesar 4,4 miliar barel dan cadangan gas lebih dari 300 triliun kaki kubik. Sayang, kekayaan alam tersebut tidak banyak memberikan manfaat kepada rakyat, karena sebagian besar dikuasai asing. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2009, dari total produksi minyak di Indonesia, Pertamina hanya memproduksi 13,8%. Sisanya dikuasai swasta asing seperti Chevron (41%), Total E&P Indonesie (10%), Chonoco Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Ketika kontrak habis Pemerintah melalui BP Migas malah memperpanjang kontrak itu ketimbang menyerahkan ke Pertamina.

Potensi sumberdaya migas Indonesia, yang semestinya masih bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, seolah hilang begitu saja karena aturan-aturan dalam UU Migas tidak berpihak kepada rakyat. UU itu malah membuka pintu selebar-lebarnya liberalisasi atau masuknya pihak asing dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Apalagi pada 2007, Pemerintah dengan persetujuan DPR RI menerbitkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing. UUU ini makin memperkuat cengkeraman liberalisasi karena tidak lagi membedakan kedudukan investor dalam negeri dengan investor asing. Bahkan secara jelas memberikan keleluasaan korporasi untuk berkecimpung dalam segala sektor ekonomi, tidak terkecuali sektor-sektor strategis yang menentukan hajat hidup orang banyak.

Di sisi lain, dalam UU Migas, Pertamina diperlakukan sama dengan perusahaan swasta sehingga harus bersaing untuk mendapatkan konsesi pengelolaan ladang migas. Padahal negara lain seperti Malaysia memberikan wewenang sangat besar kepada Petronas sehingga mampu menggeser dominasi swasta. Di Cina dan sejumlah negara Amerika Latin sektor energi sepenuhnya dikuasai negara sehingga produksi dan harga di pasar domestik bisa dikendalikan.


Harus Ditolak!

Karena menjadi sebuah ancaman, sudah selayaknya UU Migas, khususnya rencana pembatasan BBM subsidi harus ditolak. Menurut Pengamat Ekonomi, Dr. Arim Nasim, setidaknya ada beberapa alasan penolakan. Pertama: pembatasan BBM subsidi menjadi ‘jalan tol’ menuju liberlisasi migas. Kedua: alasan Pemerintah bahwa subsidi BBM memberatkan APBN juga tidak benar. Dalam APBN 2011, justru utanglah yang menjadi beban terberat APBN. Ketiga: anggapan bahwa konsumsi BBM rakyat Indonesia termasuk yang paling boros juga salah. Data Bank Dunia, konsumsi BBM Indonesia justru masih nomor 90 di dunia, yakni sebanyak 849 kg/kapita. Lebih rendah dari rata-rata konsumsi dunia sebanyak 1.891 kg/kapita, juga jauh di bawah negara Afrika Botswana yang mencapai 1.068 kg/kapita.

Alasan lain, ungkap Arim Nasim, adalah pengelolaan BBM di Indonesia tidak profesional dan efisien akibat adanya broker dan korupsi. Salah satu amanat lain dari UU Migas yang membuat pengelolaan migas di Indonesia makin tidak efisien adalah unbundling (pemecahan) dalam tubuh Pertamina. Dengan kebijakan itu, perusahaan plat merah itu harus membuat anak perusahaan dalam mengelola kegiatan dari sektor hulu hingga hilir. Akibat pola unbunduling biaya pokok BBM Pertamina menjadi lebih mahal.

Dengan alasan-alasan tersebut sangat wajar jika rakyat menolak seluruh kebijakan liberalisasi sektor migas di negeri ini.

Adakah "Nabi bayangan"?

Adakah ‘Nabi Bayangan’?
Soal:

Mencuatnya kembali kasus Ahmadiyah disertai dengan pembelaan kaum Liberal soal kenabian Ghulam Ahmad, bahwa Ghulam Ahmad adalah ‘nabi bayangan’, sebagaimana yang dikatakan Zuhairi Misrawi (Kompas, 16/2/2011). Pertanyaannya, adakah dalam pandangan Islam ‘nabi bayangan’?


Jawab:

Istilah nabi dan rasul adalah istilah syar’i yang maknanya telah didefinisikan dalam nas-nas syariah.1 Menurut Ahlus Sunnah, seperti al-Baidhawi dan al-Baghdadi, nabi dan rasul adalah orang yang sama-sama diberi wahyu oleh Allah. Semua rasul adalah nabi, tetapi tidak semua nabi adalah rasul. Menurut mereka, rasul adalah orang yang membawa syariah baru atau menghapus hukum-hukum syariah sebelumnya.2

Karena itu, istilah nabi dan rasul adalah istilah khas dengan makna yang juga khas. Istilah ini tidak boleh digunakan, kecuali dengan makna dan konteks sebagaimana yang ditetapkan oleh syariah. Mengenai istilah yang digunakan oleh Zuhairi, bahwa ada nabi independen (mustaqil), dan nabi bayangan, maka harus ditegaskan bahwa istilah nabi independen ini sebenarnya adalah rasul, karena mereka mempunyai syariah sendiri. Istilah ini digunakan oleh Ismail al-Barwaswi dalam Tafsir Haqqi, Tafsir Tanwir al-Adzhan dan Ruh al-Bayan.3 Adapun istilah nabi bayangan hanyalah rekaan kaum Ahmadi untuk menyebut Ghulam Ahmad. Menurut mereka, nabi bayangan ini taat dan patuh kepada nabi independen, yaitu Nabi Muhammad saw.

Klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad saw. adalah dusta. Kalau dia taat dan patuh kepada Nabi saw., pasti dia tidak akan mengklaim dirinya sebagai nabi, baik nabi bayangan atau nabi apapun. Sebab, Nabi saw. sendiri sudah menyatakan:

كَانَ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا مَاتَ نَبِيٌّ قَامَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ، وَسَتَكُوْنُ خُلَفَاءَ فَيَكْثُرُوْنَ

Bani Israil telah dipimpin oleh para nabi. Ketika seorang nabi wafat, setelahnya akan ada nabi baru yang menggantikannya. Sungguh tidak ada seorang nabi pun setelahku, dan akan ada banyak khalifah (HR al-Bukhari dan Muslim).


Pernyataan Nabi saw. dengan tegas menafikan, bahwa tidak ada seorang nabi pun setelah Baginda. Konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins (huruf La yang menafikan semua jenis), yaitu Innahu la nabiyya ba’di (sungguh tidak ada seorang nabi pun setelahku), disertai dengan ta’kid (penegasan) dengan inna, menunjukkan bahwa semua jenis kenabian—apakah nabi independen, nabi bayangan atau nabi apapun setelah Baginda tidak akan pernah ada. Itulah maksud konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins.

Hadis ini sekaligus menjelaskan tafsir ayat al-Quran:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi (QS al-Ahzab [33]: 40).


Ayat ini menyebut Nabi Muhammad sebagai Khatama an-Nabiyyin, yang berarti Penutup Para Nabi, bukan konotasi yang lain. Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad saw. jelas bohong.

Selain itu, jika ada orang yang mengklaim sebagai nabi, berarti dia juga telah mengklaim dirinya mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Padahal secara syar’i wahyu hanya diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi dan rasul-Nya. Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan:

وَشَرْعًا الإعْلاَمُ بِالشَّرْعِ وَقَدْ يُطْلَقُ الْوَحْيُ وَيُرَادُ بِهِ اِسْمُ المفْعُوْلِ مِنْهُ أَيْ الْمُوْحَي وَهُوَ كَلاَمُ اللهِ المُنَزَّلُ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Secara syar’i, wahyu adalah pemberitahuan mengenai syariah. Kadang disebut dengan istilah wahyu, namun dengan konotasi isim maf’ul-nya, yaitu sesuatu yang diwahyukan, berupa kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. (HR al-Bukhari dan Muslim, dengan lafal al-Bukhari). 4


As-Suyuthi menyatakan:

اَلْوَحْيُ مَا يُوْحِيَ اللهُ إِلَى نَبِيٍّ مِنَ الأَنْبِيَاءِ فَيُثْبِتَهُ فِي قَلْبِهِ، فَيَتَكَلَّمَ بِهِ وَيَكْتُبَهُ وَهُوَ كَلاَمُ الله

Wahyu adalah apa yang diwahyukan oleh Allah kepada salah seorang nabi untuk diteguhkan dalam hatinya sehingga dia menyampaikannya dan menulisnya. Itulah kalam Allah. 5


Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad adalah nabi jelas dusta, karena dia tidak mendapatkan wahyu, sebagaimana pengertian wahyu secara syar’i. Tentang klaimnya, bahwa dia menerima wahyu sebagaimana yang dituangkan dalam kitabnya, Tadzkirah, juga merupakan kebohongan. Abu Bakar ash-Shiddiq menyatakan dengan tegas, wahyu tidak lagi turun pasca wafatnya Baginda Nabi saw.:

مَضَىٰ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَانْقَطَعَ الْوَحْيُ

Nabi saw. telah pergi (wafat) dan wahyu pun terputus (berhenti). 6


Dalam riwayat lain, Umar ra. menyatakan:

أَلاَ وَإِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَدِ انْطَلَقَ وَانْقَطَعَ الْوَحْيُ

Ingat, bahwa Nabi saw. telah berlalu (wafat), dan wahyu pun telah terputus (berhenti). 7


Ini dinyatakan di hadapan para Sahabat, di depan mata dan telinga mereka dan tidak seorang pun di antara mereka ada yang mengingkarinya. Dengan kata lain, telah menjadi Ijmak Sahabat, bahwa wahyu tidak akan turun lagi setelah Baginda Nabi saw. wafat. Karena itu, jika ada klaim bahwa ada orang yang menerima wahyu, setelah Nabi saw. wafat, berarti klaim tersebut bertentangan dengan Ijmak Sahabat di atas.

Klaim Ghulam Ahmad sebagai nabi juga meniscayakan dirinya harus ma’shum (tidak berdosa), karena, nubuwwah (kenabian) memang meniscayakan ma’shum. Fakta membuktikan, bahwa Ghulam Ahmad tidak ma’shum, bahkan bukan saja berdosa besar, tetapi telah murtad. Pandangannya yang menyatakan dirinya nabi, haji ke Baitullah (Makkah) dan zakat tidak wajib adalah bukti yang tak terbantahkan.

Karena itu, semua klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad adalah nabi bayangan adalah batil, sesat dan menyesatkan. Demikian juga klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad sebagai nabi bayangan yang taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw. dan tidak membawa syariah baru. Begitu juga klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad menerima wahyu. WalLahu Rabb al-Musta’an wa ilayhi at-takilan.


Catatan kaki:

1 Al-Qur’an telah menggunakan kata an-nabi sebanyak 31 kali, dengan makna orang yang diutus oleh Allah SWT. Adapun kata ar-rasul digunakan sebanyak 56 kali dan RasululLah sebanyak 17 kali.

2 Al-Imam Abi Manshur ‘Abd al-Qahir bin Thahir at-Tamimi al-Baghdadi, Kitab Ushul ad-Din, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, Lebanon, cet. III, 1981, h. 154; al-Imam Nashiruddin al-Baidhawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon, IV/ 57.

3 Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar as-Salafiyyah, India, cet., t.t., IX/311; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Tamwir al-Adzhan; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut, cet., 1985, VI/266.

4 Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, ed. Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi Muhibbuddin al-Khathib, Dar al-Ma’rifat, Beirut, 1379 H, I/9.

5 Jalaluddin as-Suyuthi, al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., I/45.

6 Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, XIII/187.

7 Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, XV/76.

Kunci Surga



Kunci Surga
Ada enam perkara,” kata Imam Ali kw., “yang menjadikan seseorang tidak akan pernah lelah mengejar surga dan lari agar terhindar dari azab neraka. Pertama: mengenal Allah SWT. Kedua: Mengenal setan. Ketiga: mengenal akhirat. Keempat: Mengenal dunia. Kelima: Mengenal kebenaran. Keenam: Mengenal kebatilan.” (An-Nawawi al-Jawi, Nasha’ih al-Ibad, 44-45).

Dijelaskan oleh Imam an-Nawawi: Mengenal Allah maknanya adalah seseorang memahami bahwa Allah SWT adalah Penciptanya dan Pemberi rezeki kepadanya; Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dirinya. Karena itulah dia lalu menaati Allah SWT dengan cara menuruti segala perintah-Nya (dan menjauhi segala larangan-Nya).

Mengenal setan maknanya adalah seseorang memahami bahwa setan adalah musuhnya. Karena itu, dia selalu berusaha menentang perintahnya.

Mengenal akhirat maknanya adalah sese-orang memahami bahwa akhirat adalah negeri yang kekal abadi. Karena itu, dia selalu berusaha merindukan akhirat dengan cara mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu.

Mengenal dunia maknanya adalah seseorang memahami bahwa dunia adalah negeri yang fana (sementara). Karena itu, dia pun akan “menolak” dunia, tidak mengambil dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal di kehidupan akhirat.

Mengenal kebenaran maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang benar yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian ia mengamalkannya.

Mengenal kebatilan maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang salah yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian dia menjauhinya.

Menurut Imam an-Nawawi, keenam perkara ini merupakan kunci pembuka pintu-pintu surga dan penutup pintu-pintu neraka. Pertanyaannya: Sudahkah keenam perkara itu benar-benar kita kenali atau kita pahami, khususnya dalam posisi kita sebagai pengemban dakwah? Jawaban atas pertanyaan ini tentu tidak cukup hanya klaim di lisan. Kita harus bisa menghadirkan bukti atas klaim itu dalam amal perbuatan. Lalu apa buktinya?

Sebagaimana terpapar di atas, bukti bahwa kita sudah mengenal dan memahami keenam perkara di atas juga ada enam: Pertama: Kita selalu menaati Allah SWT. Saat Allah mewajibkan kita berdakwah, misalnya, kita pun giat berdakwah, tanpa pernah mengenal rasa lelah. Jika kita baru berdakwah kalau ada taklif dakwah, dan kalau tidak ada taklif dakwah kita pun berpangku tangan, pada dasarnya kita belum sepenuhnya menaati Allah SWT.

Kedua: Kita selalu berusaha untuk menentang setan, tidak menuruti perintahnya. Jika kita bermalas-malasan dan ogah-ogahan dalam menuntut ilmu atau berdakwah, misalnya, pada hakikatnya kita sedang memperturutkan perintah setan. Sebab, hanya setan yang mengajak kita untuk tidak menuntut ilmu dan mengabaikan atau meninggalkan dakwah.

Ketiga: Kita selalu berorientasi ke akhirat dengan sungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu. Dakwah adalah salah satu bekal hidup kita di akhirat nanti. Sebab, dakwah adalah salah satu amal shalih yang paling utama, yang tentu pahalanya luar biasa, karena bisa mengantarkan kita masuk surga. Banyak nash al-Quran maupun hadis yang menjelaskan keutamaan dakwah ini. Bahkan dakwah inilah aktivitas utama para nabi dan rasul Allah. Karena itu, sudah sewajarnya kita giat berdakwah selain giat memperbanyak amal-amal shalih lainnya, baik yang wajib (misal: mencari nafkah yang halal, taat kepada suami, menuntut ilmu, berbakti kepada orangtua, mendidik anak, dll) ataupun yang sunnah (misal: shaum senin-kamis, shalat tahajud, bersedekah, menolong orang yang membutuhkan, dll).

Keempat: Kita tidak dilalaikan oleh kesibukkan mengejar dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal bagi kehidupan akhirat. Hal ini sesungguhnya tidak berkaitan dengan kaya atau miskinnya seseorang. Sebab, bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa menjadikan seseorang terlalaikan dari mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang diperbudak oleh kekayaannya. Namun, tak sedikit pula yang diperbudak oleh kemiskinannya. Tidak jarang, baik yang kaya ataupun yang miskin, yang tersibukkan oleh kekayaan atau kemiskinannya sehingga melupakan ibadahnya kepada Allah SWT.

Bagi seorang pengemban dakwah, salah satu bukti bahwa dia tidak tersibukkan oleh dunia, pembicaraan utamanya bukanlah urusan harta. Pembicaraan utamanya tetaplah dakwah. Bagi dia, pembicaraan tentang bagaimana menyebarkan opini Islam, melakukan kontak-kontak dakwah, atau memperbanyak kader-kader dakwah adalah lebih menarik daripada membicarakan bagaimana mencari tambahan penghasilan pribadi atau meningkatkan kekayaan perusahaan. Pembicaraan utamanya tentang harta hanyalah dari sisi seberapa besar harta yang dia miliki itu—baik dia kaya ataupun tidak—yang diinfakkan untuk kepentingan dakwah.

Kelima: Kita selalu berusaha untuk mengamalkan kebenaran yang sudah kita pahami. Jika kita sudah paham bahwa menegakkan syariah dan Khilafah adalah kewajiban yang harus diperjuangkan, maka tak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha dalam mengamalkan kewajiban ini. Artinya, perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah akan tetap kita lakukan secara istiqamah hingga akhir hayat, selama syariah dan Khilafah itu belum tegak.

Keenam: Kita selalu berusaha menjauhi hal-hal yang diharamkan; senantiasa berusaha meninggalkan berbagai macam kemaksiatan. Sering bolos halaqah tanpa uzur syar’i adalah maksiat. Melalaikan amanah/taklif dakwah adalah maksiat. Malas menuntut ilmu yang dibutuhkan untuk berdakwah adalah maksiat. Demikian pula melalaikan kewajiban mencari nafkah (bagi suami), melalaikan kewajiban mengurus anak dan rumah tangga (bagi istri), melihat aurat, berkhalwat dan berikhtilat, berbohong, bersikap sombong dan merendahkan orang lain, dll. Semua itu tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pengemban dakwah.

Semoga kita bisa mewujudkan keenam perkara di atas, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang Muslim maupun sebagai pengemban dakwah. Semoga dengan itu, kita bisa membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam hidup di dunia yang fana ini adalah semata-mata agar kita masuk surga dan agar terhindar dari azab neraka?!

Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. []

Dapatkan uang yang banyak dari website Anda, 100% profit milik Anda sendirihttp://www.penasaran.net/?ref=emmxag

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co