Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, September 14, 2010

Bersihkan Hati dan Raih Kemenangan Sejati



Bersihkan Hati dan Raih Kemenangan Sejati

” Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya,lalu dia mengerjakan sholat. ”
(TQS Al-A’la ayat 14-15)

Sobat, Ramadhan telah meninggalkan kita dan syawal adalah bulan kemenangan untuk senantiasa menuju peningkatan amal dan membersihkan hati dengan keimanan dan taat kepada Allah serta membersihkannya dari akhlak yang rendah dan hina, itulah penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan ayat Qad aflaha man zakkaha yang saya kutip menjadi lead tulisan ini. Semoga kita juga mampu menjaga spirit ramadhan mewarnai dan menjiwai di 11 bulan yang lainnya sehingga suasana keimanan kita kepada-Nya senantiasa ada dan menyatu pada diri kita. Amin Ya Rabbal ’alamin.

Sobat, Allah menjadikan syarat tazkiyatun nafs(penyucian jiwa) sebagai kunci meraih keberuntungan dan kebahagiaan. Sebaliknya Allah SWT menegaskan bahwa menodai jiwa dengan kekufuran, kesyirikan, dosa-dosa, dan akhlak yang tercela adalah kunci menuju kecelakaan dan kesengsaraan di dunia dan di akherat. Silahkan baca QS. Asy-Syams ayat 7-10 yang sebelumnya didahului oleh sumpah Allah SWT dengan beragam makhluk-Nya sebanyak sebelas kali. Hal ini menunjukkan betapa sangat pentingnya tazkiyatun nafs. Hamba yang selamat dari kemurkaan dan siksaan Allah di hari kiamat adalah hamba-Nya yang datang dengan hati yang bersih dan suci (biqalbin salim). Bahkan Allah menyediakan Surga ’Adn yang tinggi bagi hamba-Nya yang telah tersucikan jiwanya.

” Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal sholeh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi(mulia), yaitu surga ’Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (TQS. Thaha(20) ayat 75-76 ).

Sobat, kegelisahan adalah salah satu diantara sekian banyak keadaan psikologis yang ada di dalam diri manusia. Diantara penyebab muncul kegelisahan adalah, karena kesedihan mengingat masa lalu dan ketakutan menghadapi masa depan. Seseorang yang tidak bisa keluar dari jebakan masa lalu yang membuatnya sedih, cenderung menjadi gelisah. Bayang-bayang masa lalu yang menyedihkan berputar-putar di benaknya dan celakanya dia selalu berusaha ”menyaksikannya” kembali.Akibatnya kesedihan yang berujung pada kegelisahan selalu melingkupinya. Lebih tragis lagi adalah orang yang gelisah karena takut menghadapi masa depan. Kekhawatiran akan suramnya masa depan membuatnya gelisah.

Rasa takut yang berlebihan yang mengakibatkan kegelisahan, sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari upaya syetan menghembuskan rasa was-was di hati kita. Rasa was-was yang berakhir pada keputusasaan. Dan harus diingat bahwa syetan tidak akan pernah berhenti membuat tipu daya terhadap kita. Dia adalah musih kita yang nyata. ......” dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah ayat 168)

Sobat, bagi orang yang berpikir sehat, masa lalu bisa menjadi titik tolak bagi langkah kaki kehidupan kita, bahkan lompatan ke arah perbaikan diri dalam hidupnya. Bila masa lalu itu menyakitkan atau menyedihkan, akan disimpan atau dikuburnya di ruang gelap dasar hatinya. Dia sadar meratapi masa lalu tidak akan mampu mengembalikan apa-apa kecuali akan menambah kesedihan. Masa lalu yang suram adalah mimpi buruk, saatnya sekarang dia bangun dari tidur dan siap menyongsong hari yang cerah. Di atas segalanya, dia masih punya Allah Azza wa jalla, Tuhan yang menjadi sandaran hidupnya. Allah SWT adalah ”backing” utama hidupnya.

Begitu juga tentang masa depan. Menggelisahkan semua keburukan yang mungkin terjadi masa depan tentu tidak pada tempatnya. Karena itu, biarkan hari esok dan masa depan datang. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, jangan pula menanti serangan petakanya. Lebih baik kita membuat proposal hidup kita yang kita tujukan kepada-Nya dan menyibukkan diri mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin bisa digunakan sebagai bekal masa depan. Mengapa harus panik dan gelisah hanya mendengar kabar akan terjadi ”kiamat” pada 2012,misalnya. Padahal kita tidak ada yang tahu kepastian datangnya hari kiamat kecuali Allah Azza wa jalla.

Keberuntungan dan musibah masa lalu, juga keberuntungan dan musibah di masa yang akan datang, terjadi karena kehendak Allah. Kalau tidak terjadi, itu juga karena Allah tidak menghendaki. Oleh karena itu, yang palin baik adalah berpikir positif, bahwa yang telah kita alami dan akan kita alami nanti pasti ada hikmahnya, yang bisa kita petik untuk kebaikan hidup kita selanjutnya. Yang penting pada lingkaran di mana itu kita mampu mengendalikan dan ada andil kita (Mukhayyar) maka sikap kita adalah terus memperbanyak amal sholeh karena akan berlaku hisab Allah. Sedangkan pada lingkaran Musayyar di mana kita dikuasai dan di luar kendali kita sama sekali maka sikap kita adalah mengimani aja baik dan buruknya dengan penuh kesabaran dan tawakkal serta tidak usah bingung karena tidak berlaku hisab Allah seperti kita dilahirkan di dunia, kulit kita hitam atau putih, hidung kita manchung ke dalam atau ke luar. Kita tidak akan dihisab dan ditanya kenapa hidungmu manchung ke dalam (alias pesek) tapi Allah akan bertanya dan menghisab kita bagaimana kita menggunakan organ tubuh yang diberikan oleh Allah kepada kita pada lingkaran mukhayyar di atas untuk beramal sholeh atau beramal salah dan kemaksiatan?

Sobat, untuk mengatasi dan menghilangkan rasa takut, gelisah, gundah-gulana, khawatir dan was-was dari hati kita adalah jalan memohon perlindungan kepada Allah Azza wa jalla. Kita terus rajin belajar dan memahami ajaran Islam, terus menjalin komunikasi dengan Allah melalui dzikir dan sholat, untuk memproteksi diri kita dari kemungkinan-kemungkinan diserang oleh perasaan was-was melankolis seperti di atas. Selain itu ada upaya lain adalah dengan meningkatkan kesabaran dan ketakwaan. Kesabaran adalah benteng pertahanan hati, sedangkan ketakwaan adalah kekuatan pendobrak.
Allah SWT memerintahkan agar kita orang-orang beriman, bersabar dalam menghadapi segala tantangan hidup. Dia juga menyuruh kita bertakwa agar kita memperoleh keberuntungan dan kemenangan serta kesuksesan. Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan jalan keluar dari semua kesulitan hidup kepada kita jika kita bertakwa dan bertawakkal. Bahkan Dia juga berjanji akan memberikan rezeki dari arah yang sama sekali tidak kita duga sebelumnya dan mencukupkan semua kebutuhan kita. Ini adalah janji Allah, dan Janji Allah lah yang pasti benar, sepanjang ”syarat-syaratnya” kita penuhi. Ayo bersihkan hati, raih kemenangan sejati dengan taat kepada syariat-nya dan istiqomah memperjuangkan-Nya! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Minal ’aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin.

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al –Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas ! www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co