Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, September 26, 2010

Syariah Islam Ancaman Buat Amerika Serikat?




Syariah Islam Ancaman Buat Amerika Serikat ?

“Though it certainly has spiritual elements, it would be a mistake to think of Shariah as a ‘religious’ code in the Western sense because it seeks to regulate all manner of behavior in the secular sphere — economic, social, military, legal, and political.” (The Washington Times 14/09/2010)

Sebuah panel ahli keamanan nasional Amerika Serikat baru-baru ini mendesak pemerintah pemerintah Obama untuk meninggalkan sikapnya bahwa Islam tidak terkait dengan terorisme dan menyatakan bahwa muslim radikal menggunakan hukum Islam untuk menumbangkan Amerika Serikat. (The Washington Times,14/09/2010)

Artikel yang berjudul Shariah a danger to U.S., security pros say, menjelaskan ada beberapa alasan penting kenapa Shariah Islam mengancam Amerika Serikat. Pertama, karena syariah Islam bukanlah sekedar agama spiritual seperti yang dipahami Barat, tapi syariah Islam mengatur segala aspek tingkah laku termasuk ekonomi, social , militer, hukum dan politik.
Kedua, mengkaitkan Islam dengan tindakan terorisme. Menurut laporan itu para pendukung Syariah akan melancarkan “jihad peradaban” bersama dengan teroris Islam terlibat dalam jihad kekerasan, seperti al Qaeda. Ketiga, sifat ideology Islam yang akan mengembalikan khilafah Islam dengan syariah yang akan diterapkan secara global. Pejabat Partai Republik dan democrak dinyatakan gagal memahamisifat ideology Islam ini.

Thinktank dari laporan ini adalah Kelompok Studi 19-anggota dipimpin oleh pensiunan Angkatan Darat Letjen William G. Boykin, deputi wakil menteri pertahanan untuk intelijen dalam pemerintahan George W. Bush dan pensiunan Angkatan Darat Letjen Harry E. Soyster, direktur Badan Intelijen Pertahanan 1988-1991.
Membaca laporan ini kita bisa mengerti kenapa Amerika Serikat sangat menentang penerapan syariah Islam secara total , khilafah dan kewajiban jihad dalam Islam. Namun , kita perlu jelaskan syariah , khilafah dan jihad bukanlah ancaman bagi umat manusia. Sebab Islam diturunkan oleh Allah SWT dengan system aqidah dan syariahnya sebagai rahmatan lil ‘alamin, kebaikan untuk seluruh manusia, baik muslim maupun non muslim.

Yang benar adalah syariah Islam merupakan ancaman bagi supremasi penjajahan Amerika Serikat di dunia ini yang berbasis pada ideology kapitalisme. Sebab penerapan syariah dan Khilafah akan secara efektif menghentikan penjajahan Amerika dan secara praktis menggantikan ideology kapitalisme dunia yang terancam bangkrut.
System politik Islam mendasarkan kedaulatan membuat hukum hanyalah kepada Allah SWT semata (as siyadah lil syar’i) jelas-jelas akan mengancam konsep demokrasi Amerika yang menyatakan manusialah sebagai sumber hukum. Masalahnya kalau syariah Islam ditegakkan , akan sulit bagi Amerika untuk memasukkan interest (kepentingan) penjajahannya dalam pembuat hukum . Selama ini berdasarkan system demokrasi, penjajah kapitalis atas nama suara rakyat sukses memasukkan dan melanggengkan kepentingan mereka. Sehingga lahirlah undang-undang seperti UU Penanaman Modal, UU Migas, UU Kelistrikan dan lain-lain yang berpihak pada pemilik modal.

Penerapan syariah Islam juga akan mempersulit Barat untuk menanamkan antek-antek penjajahan mereka di dunia Islam. Elit-elit pro Barat yang selama ini menjadi pelayan kepentingan Barat akan digantikan dengan elita politik yang berpihak kepada rakyat dan kepentingan Islam. Dan system yang efektif untuk mendudukan agen-agen Barat adalah demokrasi, seperti yang dilakukan Amerika di Irak dan Afghanistan.
Contoh lain, syariah Islam akan menghentikan secara total jalan-jalan yang melanggengkan penjajahan ekonomi Barat terhadap dunia ketiga termasuk dunia Islam. Sebab syariah Islam mengharamkan privatisasi milik umum (al milkiyah ‘amah)seperti barang tambang, air dan listrik, mengharamkan riba, mengharamkan pasar saham, termasuk akan menggantikan rezim mata uang dolar dengan dinar dan dirham yang berbasis emas dan perak. Ekonomi yang berbasis syariah ini akan berpihak kepada rakyat secara adil, bukan seperti sekarang lebih berpihak pada pemilik modal.

Adapun Khilafah jelas merupakan ancaman penjajahan Barat, karena Khilafah akan menerapkan syariah Islam secara total dan menyatukan dunia Islam. Penjajah kapitalisme Barat sangat tahu persis bahwa persatuan umat Islam yang jumlahnya lebih kurang 1,5 milyar sedunia ini akan mengancam kepentingan penjajahan mereka.Tidak heran kalau mereka getol untuk memecah belah umat Islam dengan berbagai cara. Dan Penjajah Barat tahu persis baik secara ideologis maupun historis, khilafah Islam terbukti dan mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia.
Kemampuan Khilafah ini secara jujur diakui Carleton. Menurutnya, peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adi daya dunia (superstate) terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya , dengan perbedaan kepercayaan dan suku (Carleton : “ Technology, Business, and Our Way of Life: What Next)

Khilafah juga akan menjadi negara adi daya yang akan melindungi umat Islam dan membebaskan umat Islam dari penindasan dan penghinaan negara-negara penjajah seperti Amerika Serikat. Khilafah akan memobilisasi jihad fi sabilillah untuk membebaskan Palestina dari penjajahan brutal Zionis Yahudi, termasuk akan mengusir penjajah asing dari bumi Irak, Afghanistan, Khasmir.
Tidak pula mengherankan kalau dalam laporan mengkaitkan jihad yang mulia itudengan terorisme. Tanpa rasa rasa malu mereka menuduh pejuang-pejuang Islam yang melaksanakan jihad fi Sabilillah di Irak, Afghanistan dan Palestina sebagai teroris. Padahal yang dilakukan oleh para mujahidin adalah mengusir penjajah yang menduduki tanah air mereka. Termasuk, sungguh tidak masuk akal mengabaikan faktor penindasan Barat di dunia Islamlah yang menjadi salah satu pendorongperlawanan umat Islam di negeri-negeri Islam tertindas.

Mereka seakan-akan menutup mata Amerikalah biang kerok terorisme dunia yang telah membunuh jutaan umat Islam negeri-negeri Islam. Amerika juga menjadi biangkerok berbagai konflik dunia yang telah menumpahkan darah umat manusia seperti menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Nagasaki, atau menggunakan zat kimia berbahaya di Vietnam, Irak, dan Afghansitan.
Khilafah juga menjadi mercusuar peradaban dunia dengan ketinggian sains dan teknologinya. Khilafah akan membebaskan manusia dari penjajahan kapitalisme Barat yang gagal memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi dunia. Khilafah Islam akan hadir dengan ideology Islamnya yang rahmatan lil ‘alamin. Bukan hanya bagi muslim tapi bagi non muslim.

Ketinggian peradaban Islam sebagai mercusuar dunia yang diliputi oleh kesejahteraan, keadilan dan ketinggian sains dan teknologi ini secara historis diakui oleh banyak sejarawan terjadi di masa Khilafah. Will Durant dalam the Story of Civilization menyatakan : ” Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka ”
Hal yang menarik juga laporan itu menyerukan Obama agar menerapkan skenario yang dulu pernah digunakan untuk melawan ideologi komunisme dalam Perang Dingin dengan Uni Soviet. Laporan itu merekomendasikan supaya mendukung apa yang disebutnya sebagai kelompok-kelompok moderat dan reformis dalam Islam, “dan sebaliknya menentang orang-orang atau kelompok yang mencoba untuk memaksakan hegemoni Islam terhadap dunia.”. Termasuk merekomendasikan untuk secara gencar mengkampanyekan ide-ide pluralisme.
Walhasil , kita semakin mengerti kenapa Barat demikian gencar mengkampanyekan dan membantu kelompok-kelompok yang getol menyerukan islam moderat, reformasi Islam, liberalisasi Islam dan ide-ide pluralism. Mereka tidak lebih dari agen-agen penjajah yang ingin melestarikan kepentingan tuan penjajah kapitalisme mereka. Termasuk kenapa kelompok-kelompok liberal di Indonesia sangat getol menyerang syariah Islam dan kelompok Islam yang mengusungnya. Meskipun didepan mata mereka sebenarnya melihat kerusakan , kehancuran , dan penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh hegomoni penjajah kapitalisme Barat (Farid Wadjdi)

Thursday, September 16, 2010

Tips Bagaimana Mengawali dan Mengakhiri dalam menulis?




Tips Bagaimana Mengawali dan mengakhiri dalam menulis?

” Menemukan sebuah paragraf yang ”manis” merupakan pintu masuk inspirasi berikutnya.Bila sebuah paragraf lahir, kalimat berikutnya tinggal menanti mengaliri keseluruhan. Namun , menemukan sebuah awal tulisan yang baik bukanlah perkara mudah, sama dengan sulitnya mengawali menulis.” (Redi Panuju)

Sobat, begitulah menurut pengalaman banyak orang, yang paling sulit dalam menulis adalah mengawalinya dan juga bagaimana mengakhirinya. Mengapa?
Pertama, keinginan yang menggebu untuk segera merespon suatu issue tapi tidak sebanding dengan bahan material yang tersedia.
Kedua, rasa ragu atau was-was yang menghantui hal ini disebabkan tidak yakin pada pendapat yang akan ditulis. Tidak yakin bisa bersumber karena ketidakvalidan data, takut pada resiko, dan akan menimbulkan kontra atau sanggahan. Ingat sobat bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna kata pepatah, tak ada gading yang tak retal. Show must go on! Ah gitu aja kok repot pinjam istilahnya Gus Dur.
Ketiga, takut tidak dimuat karena beberapa kali gagal dimuat. Memang pengalaman mendapat pemberitahuan artikel tidak dimuat sangat menyakitkan. Sudah susah memeras otak, tak tahunya hanya dikomentari oleh redaktur ’maaf kami belum dapat memuat tulisan saudara’. Jangan bingung sobat, posting aja di blog atau fb anda, yang penting menulislah untuk menginspirasi sesama dan jangan berhenti menulis. Jangan jadi orang prasejarah atau primitif! Maka menulislah sobat!
Keempat, hidup nikmat bergelimang fasilitas dan materi bisa juga membuat malas-malasan. Ketika orientasi aktualisasi ide dikalahkan dengan pragmatisme menyebabkan seseorang malas menulis. Apalagi bila ukurannya hanya honorarium, dapat dipastikan kegiatan menulis akan mengalami kebuntuan. Bayangkan sobat, hanya dengan menulis itulah kita menjadi tetap ada dan bukan manusia pra sejarah.
Kelima, degup jantung seorang penulis banyak dipicu oleh perburuan menjadikan yang terbaik dan tercepat.Sekarang issu meledak, besok adalah masa panen untuk tulisan opini, besoknya lagi sudah ganti issu yang lain. Berselancarlah di internet untuk mengakses semua rubrik opini media cetak dan kita akan dapati issu atau masalah yang hendak kita angkat belum ada yang menulis, jangan buang-buang waktu lagi. Langsunglah menulis! Bila diundur sehari saja, sangat mungkin masalah yang sama besoknya sudah muncul dan dibahas orang.
Keenam, rutinitas membuat seseorang jenuh. Kejenuhan bisa muncul karena semangat yang menggebu tanpa henti. Hal itu, ketika mencapai titik jenuh, membuat seseorang malas. Oleh karenanya, variasi untuk mengubah suasana sangat diperlukan.

Sobat, sebagamana sulitnya mengawali sebuah tulisan, mengakhiri juga tak kalah sulit, sebab sama dengan ketika kita marah, maka sulit untuk menghentikannya. Bila inspirasi sudah terlanjur mengalir seakan ada saja yang menyusul. Satu sudah diselesaikan, satu lagi antri di belakangnya. Jika tak punya teknik menagkhiri, sebuah tulisan bisa ngelantur ke mana-mana. Karena itu, sebuah peta pikiran atau outline sangat membantu untuk mencegahnya. Sebuah tulisan sulit diakhiri disebabkan ambisi untuk menerangkan sesuatu dalam scope yang luas. Atau sulit mengakhiri tulisan karena fokus yang sejak awal tidak jelas, mungkin idenya masih prematur, belum sempat diendapkan karena itu keberanian untuk memecah satu masalah dalam beberapa tulisan dan keberanian membatasi analisis, merupakan resep yang paling jitu untuk menyelesaikan sebuah tulisan.

Sobat, berikut beberapa tips mengawali dan mengakhri sebuah tulisan yang diambil dari beberapa media :
1. Teknik Deduksi tanpa penutup. Teknik deduksi adalah cara menempatkan kalimat yang bersifat umum di awal penulisan bisa berupa generalisasi atau kesimpulan, teori atau proposisi. Tanpa penutup artinya tanpa paragraf penutup mungkin karena terlalu panjang kemudian dipotong oleh redaktur.
2. Teknik Induksi dengan penutup advis. Teknik mengawali tulisan dengan mengungkapkan sebuah fakta atau peristiwa penting yang menjadi perbincangan publik atau mengawali dengan hal-hal yang detail kemudian mencapai suatu kesimpulan tertentu. Penutup dengan sebuah nasehat atau advis yang diharapkan merupakan hikmah dari sebuah masalah.
3. Teknik pembuka kausalitas dan penutup dengan usul. Teknik penulisan kausalitas sering dimaknai sebagai upaya penulisnya merangkai dimensi-dimensi sebab dan akibat dari sebuah peristiwa, baik secara empirik maupun konseptual teoritik. Dan diakhiri dengan usul.
4. Teknik pembuka Konseptual dan penutup dengan warning. Ini biasanya kalangan akademisi membuka tulisannya dengan pandangan yang bersifat konseptual teoritik. Ditutup dengan sebuah warning atau peringatan agar menjadi perhatian pembaca yang dituju.
5. Teknik membuka dengan Kutipan dan penutup Renungan. Membuka dengan mengutip apakah itu puisi, atau pidato maupun tulisan dari seorang tokoh,ulama,politisi, akademisi. Dan menutup tulisan dengan kalimat-kalimat kontemplatif. Kalimat –kalimat yang merangsang untuk direnungkan.
6. Teknik membuka dengan Paradoks dan menutup dengan Skeptis. Membuka tulisan dengan sesuatu yang bersifat dilematis, situasi yang saling berhadap-hadapan dalam satu kesatuan. Sedangkan skeptisme merupakan sikap di mana seseorang tidak begitu saja mempercayai sesuatu, meski sudah digaransi oleh sebuah teori yang sangat canggih sekalipun.
7. Teknik membuka dengan Paradoks dan menutup dengan Prediksi. Membuka dengan paradoks menutupnya dengan prediksi-prediksi untuk membuktikan kebenaran suatu teori.
8. Tanpa pembuka dan tanpa penutup. Biasanya, ini tulisan model deskriptif, yang berusaha memilih dan memilah berdasarkan elemen-elemen tertentu dan tidak berminat pada soal sebab akibat, melainkan sekedar mengurai ”pohon masalah”nya.
9. Membuka dengan hipotesis dan menutup dengan Ekspektasi. Membuka tulisan dengan dugaan. Dugaan diperlukan karena tidak cukup tersedia informasi yang cukup memastikan dalam makna seperti apa sebuah objek dikonstruksikan. Hipotesis dapat berdasarkan keterdekatan objek dengan teori,konsep, atau berdasarkan kesan dari kasus-kasus yang kerapkali muncul. Menutup tulisan dengan secercah harapan yang patut diperhatikan oleh pembacanya.
10. Membuka dengan terminologi menutup dengan ilustrasi. Terminologi acapkali menjadi pembuka yang efektif untuk menjelaskan atau memaparkan masalah yang problematik, multi tafsir, dan cenderung komlikasi. Dengan menghadirkan terminologi, masalah telah dibatasi di awal-awal sehingga dari sisi penulisnya menjadi lebih mudah dalam mengorientasikan pemikiran, bagi pembacanya menjadi lebih mengetahui lebih dini tentang perspektif dan ruang lingkup yang akan dipakai dalam tulisan tersebut. Menutup dengan memberi ilustrasi faktual dan biasanya karena bersifat ilustratif, maka cukup panjang.

Sobat, sebagai penutup dari tulisan singkat ini, Ayo ramaikan negeri ini dengan budaya membaca dan menulis untuk membangun peradaban yang adi luhung dan teruslah menginspirasi indonesia ! Salam SuksesMulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah – Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com )

Tuesday, September 14, 2010

Bersihkan Hati dan Raih Kemenangan Sejati



Bersihkan Hati dan Raih Kemenangan Sejati

” Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya,lalu dia mengerjakan sholat. ”
(TQS Al-A’la ayat 14-15)

Sobat, Ramadhan telah meninggalkan kita dan syawal adalah bulan kemenangan untuk senantiasa menuju peningkatan amal dan membersihkan hati dengan keimanan dan taat kepada Allah serta membersihkannya dari akhlak yang rendah dan hina, itulah penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan ayat Qad aflaha man zakkaha yang saya kutip menjadi lead tulisan ini. Semoga kita juga mampu menjaga spirit ramadhan mewarnai dan menjiwai di 11 bulan yang lainnya sehingga suasana keimanan kita kepada-Nya senantiasa ada dan menyatu pada diri kita. Amin Ya Rabbal ’alamin.

Sobat, Allah menjadikan syarat tazkiyatun nafs(penyucian jiwa) sebagai kunci meraih keberuntungan dan kebahagiaan. Sebaliknya Allah SWT menegaskan bahwa menodai jiwa dengan kekufuran, kesyirikan, dosa-dosa, dan akhlak yang tercela adalah kunci menuju kecelakaan dan kesengsaraan di dunia dan di akherat. Silahkan baca QS. Asy-Syams ayat 7-10 yang sebelumnya didahului oleh sumpah Allah SWT dengan beragam makhluk-Nya sebanyak sebelas kali. Hal ini menunjukkan betapa sangat pentingnya tazkiyatun nafs. Hamba yang selamat dari kemurkaan dan siksaan Allah di hari kiamat adalah hamba-Nya yang datang dengan hati yang bersih dan suci (biqalbin salim). Bahkan Allah menyediakan Surga ’Adn yang tinggi bagi hamba-Nya yang telah tersucikan jiwanya.

” Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal sholeh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi(mulia), yaitu surga ’Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (TQS. Thaha(20) ayat 75-76 ).

Sobat, kegelisahan adalah salah satu diantara sekian banyak keadaan psikologis yang ada di dalam diri manusia. Diantara penyebab muncul kegelisahan adalah, karena kesedihan mengingat masa lalu dan ketakutan menghadapi masa depan. Seseorang yang tidak bisa keluar dari jebakan masa lalu yang membuatnya sedih, cenderung menjadi gelisah. Bayang-bayang masa lalu yang menyedihkan berputar-putar di benaknya dan celakanya dia selalu berusaha ”menyaksikannya” kembali.Akibatnya kesedihan yang berujung pada kegelisahan selalu melingkupinya. Lebih tragis lagi adalah orang yang gelisah karena takut menghadapi masa depan. Kekhawatiran akan suramnya masa depan membuatnya gelisah.

Rasa takut yang berlebihan yang mengakibatkan kegelisahan, sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari upaya syetan menghembuskan rasa was-was di hati kita. Rasa was-was yang berakhir pada keputusasaan. Dan harus diingat bahwa syetan tidak akan pernah berhenti membuat tipu daya terhadap kita. Dia adalah musih kita yang nyata. ......” dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah ayat 168)

Sobat, bagi orang yang berpikir sehat, masa lalu bisa menjadi titik tolak bagi langkah kaki kehidupan kita, bahkan lompatan ke arah perbaikan diri dalam hidupnya. Bila masa lalu itu menyakitkan atau menyedihkan, akan disimpan atau dikuburnya di ruang gelap dasar hatinya. Dia sadar meratapi masa lalu tidak akan mampu mengembalikan apa-apa kecuali akan menambah kesedihan. Masa lalu yang suram adalah mimpi buruk, saatnya sekarang dia bangun dari tidur dan siap menyongsong hari yang cerah. Di atas segalanya, dia masih punya Allah Azza wa jalla, Tuhan yang menjadi sandaran hidupnya. Allah SWT adalah ”backing” utama hidupnya.

Begitu juga tentang masa depan. Menggelisahkan semua keburukan yang mungkin terjadi masa depan tentu tidak pada tempatnya. Karena itu, biarkan hari esok dan masa depan datang. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, jangan pula menanti serangan petakanya. Lebih baik kita membuat proposal hidup kita yang kita tujukan kepada-Nya dan menyibukkan diri mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin bisa digunakan sebagai bekal masa depan. Mengapa harus panik dan gelisah hanya mendengar kabar akan terjadi ”kiamat” pada 2012,misalnya. Padahal kita tidak ada yang tahu kepastian datangnya hari kiamat kecuali Allah Azza wa jalla.

Keberuntungan dan musibah masa lalu, juga keberuntungan dan musibah di masa yang akan datang, terjadi karena kehendak Allah. Kalau tidak terjadi, itu juga karena Allah tidak menghendaki. Oleh karena itu, yang palin baik adalah berpikir positif, bahwa yang telah kita alami dan akan kita alami nanti pasti ada hikmahnya, yang bisa kita petik untuk kebaikan hidup kita selanjutnya. Yang penting pada lingkaran di mana itu kita mampu mengendalikan dan ada andil kita (Mukhayyar) maka sikap kita adalah terus memperbanyak amal sholeh karena akan berlaku hisab Allah. Sedangkan pada lingkaran Musayyar di mana kita dikuasai dan di luar kendali kita sama sekali maka sikap kita adalah mengimani aja baik dan buruknya dengan penuh kesabaran dan tawakkal serta tidak usah bingung karena tidak berlaku hisab Allah seperti kita dilahirkan di dunia, kulit kita hitam atau putih, hidung kita manchung ke dalam atau ke luar. Kita tidak akan dihisab dan ditanya kenapa hidungmu manchung ke dalam (alias pesek) tapi Allah akan bertanya dan menghisab kita bagaimana kita menggunakan organ tubuh yang diberikan oleh Allah kepada kita pada lingkaran mukhayyar di atas untuk beramal sholeh atau beramal salah dan kemaksiatan?

Sobat, untuk mengatasi dan menghilangkan rasa takut, gelisah, gundah-gulana, khawatir dan was-was dari hati kita adalah jalan memohon perlindungan kepada Allah Azza wa jalla. Kita terus rajin belajar dan memahami ajaran Islam, terus menjalin komunikasi dengan Allah melalui dzikir dan sholat, untuk memproteksi diri kita dari kemungkinan-kemungkinan diserang oleh perasaan was-was melankolis seperti di atas. Selain itu ada upaya lain adalah dengan meningkatkan kesabaran dan ketakwaan. Kesabaran adalah benteng pertahanan hati, sedangkan ketakwaan adalah kekuatan pendobrak.
Allah SWT memerintahkan agar kita orang-orang beriman, bersabar dalam menghadapi segala tantangan hidup. Dia juga menyuruh kita bertakwa agar kita memperoleh keberuntungan dan kemenangan serta kesuksesan. Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan jalan keluar dari semua kesulitan hidup kepada kita jika kita bertakwa dan bertawakkal. Bahkan Dia juga berjanji akan memberikan rezeki dari arah yang sama sekali tidak kita duga sebelumnya dan mencukupkan semua kebutuhan kita. Ini adalah janji Allah, dan Janji Allah lah yang pasti benar, sepanjang ”syarat-syaratnya” kita penuhi. Ayo bersihkan hati, raih kemenangan sejati dengan taat kepada syariat-nya dan istiqomah memperjuangkan-Nya! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Minal ’aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin.

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al –Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas ! www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Wednesday, September 8, 2010

Idul Fitri dan Optimisme Perjuangan Khilafah



Idul Fitri dan Optimisme Perjuangan Khilafah

Perjuangan Khilafah adalah cita-cita besar yang sangat penting , konsekuensinya tentu membutuhkan kerja yang besar , kecerdasan yang tinggi, pengorbanan yang besar sekaligus kesabaran yang super.

Ramadhan berlalu, umat Islam bersiap-siap menyambut hari besar umat Islam ‘aidul Fitri. Hari besar ini sering disebut hari kemenangan dan kegembiran umat Islam. Pertanyaan pentingnya benarkah kita telah meraih kemenangan yang hakiki ? Benarkah kita pantas bergembira ?

Kita pantas bergembira kalau memang kita benar-benar telah meraih apa yang dimaksudkan oleh Allah SWT dari shaum kita pada bulan ramadhan yakni ketaqwaan . Inilah alat ukur dari keberhasilan shaum kita, apakah kita semakin bertaqwa atau malah sebaliknya. Ukuran ketaqwaan juga sangat jelas, apakah kita sudah menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan seluruh larangannya atatu tidak .

Imam al Hasan al Bashri menjelaskan kepada kita pengertian taqwa dengan gamblang yakni menjaga dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sementara Ibnu Abbas memberikan substansi taqwa itu dengan sikap khwatir kaum muslimin dari sanksi (uqubat) yang akan ditimpakan Allah kepadanya (karena perbuatan yang dilakukannya), sekaligus harapan akan rahmat-Nya.

Kalau kita jujur tentu kita akan mengatakan bahwa kita belum benar-benar bertaqwa. Itu artinya , kita belum benar-benar meraih kemenangan dari ramadhan kita ini. Buktinya masih banyak hukum-hukum Allah SWT yang belum kita terapkan. Padahal kita diperintahkan untuk taat kepada seluruh hukum-hukumnya secara totalitas. Salahsatunya ditegaskan dalam Al Qur’an : Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al Baqoroh : 208).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir Juz I dijelaskan makna ayat ini yakni : Allah Swt memerintahkan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, membenarkan Rasul-Nya: agar mengambil seluruh pegangan Islam dan seluruh syari’ah, dan menjalankan seluruh perintah-Nya, dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai dengan kemampuannya.

Penyebab mendasar tidak diterapkannya seluruh syariah Islam adalah karena kita tidak memiliki institusi politik (negara) ad daulah al Khilafah yang secara formal menerapkan syariah Islam. Tanpa negara Khilafah ini banyak syariah Islam yang tidak kita bisa kita terapkan. Kita memang bisa sholat meski tanpa negara Khilafah, namun tanpa khilafah kita tidak bisa menghukum orang yang tidak sholat secara terang-terangan. Kita bisa shaum tanpa negara Khilafah, namun kita tidak bisa menghukum orang yang tidak shaum .

Tanpa negara Khilafah kita bisa menasehati seseorang agar tidak berzina, tapi siapa yang akan menghukum orang yang berzina kalau tidak ada khilafah ? Hukum-hukum yang lain jelas membutuhkan daulah khilafah : seperti penetapan mata uang resmi negara dinar dan dirham (yang berdasarkan emas dan perak), pencegahan barang tambang dikuasai oleh asing (swasta) karena merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘amah), menjalankan politik luar negeri dakwah dan jihad .

Memang memperjuangkan kembalinya khilafah adalah persoalan yang berat. Tapi itulah konsekuensi dari cita-cita besar yang sangat penting. Tentu membutuhkan kerja yang besar , kecerdasan yang tinggi, pengorbanan yang besar sekaligus kesabaran yang super. Karena itu kita tidak boleh pesimis apalagi menganggap perjuangan ini utopis. Modal utama dari keberhasilan perjuangan ini adalah keyakinan yang kuat (aqidah Islam).

Kewajiban Khilafah adalah merupakan konsekuensi keimanan , sebab menegakkan syariah Islam adalah wujud keimanan seorang muslim. Tanpa Khilafah mustahil seluruh syariah Islam diterapkan. Apalagi , tidak akan mungkin Allah SWT mewajibkan kita bersatu dan menegakkan syariah Islam kalau perintah itu tidak mungkin kita laksanakan ! Bukankah Allah tidak akan membebani kita dalam perkara-perkara yang memang kita tidak sanggup.

Termasuk keyakinan akan janji kemenangan dari Allah SWT. Dalam QS An Nuur : 55 Allah telah menjanjikan kemenangan ini kepada mereka yang beriman dan beramal sholeh. Demikian juga banyak hadist yang menjanjikan akan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an Nubuwah.

Memang orang-orang kafir, musuh-musuh Allah tidak akan diam, mereka akan berbuat makar dengan berbagai cara menghalangi kemenangan ini. Tapi yakinlah mereka tidak akan pernah berhasil. Allah SWT telah memastikan kekalahan mereka dalam firman-Nya : “ Tipudaya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-siapa belaka” (QS al Mu’min : 25). Walhasil marilah kita meraih kemenangan yang hakiki dengan meraih ketaqwaan yang sesungguhnya dalam idul fitri ini dengan memperjuangkan tegaknya syariah dan Khilafah. (Farid Wadjdi)

Thursday, September 2, 2010

Pembakaran Al Qur'an : Rencana Keji Kaum Salibis


“Pembakaran Al Qur’an”: Rencana Keji Kaum Salibis

UNTUK ke sekian kalinya umat Islam diuji iman dan kesabarannya. Betapa tidak. Di bulan Ramadhan yang berkah ini umat dihadapkan pada propaganda busuk sekelompok kaum Kristiani (Salibis) di AS. Terry Jones, pendeta (pastor) senior Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, menyerukan ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika untuk terlibat memperingati Tragedi 11 September 2001 (Penghancuran Gedung Kembar WTC) dengan menjadikannya sebagai “International Burn a Koran Day” (Hari Membakar Alquran Internasional). Hari tersebut kemungkinan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

Sebelumnya (akhir Juli lalu), propaganda keji dan permusuhan terhadap Islam mereka cetak dalam bentuk kaos bertuliskan “Islam is Of The Devil” (Islam adalah Setan). Kampanye juga dilakukan melalui jejaring sosial (Facebook) dan Youtube. Mereka menuliskan pesan kebencian dan tantangan terhadap umat Islam di laman Facebook-nya: “On September 11th, 2010, from 6pm - 9pm, we will burn the Koran on the property of Dove World Outreach Center in Gainesville, FL in remembrance of the fallen victims of 9/11 and to stand against the evil of Islam. Islam is of the devil (Pada 11 September 2010, mulai 6:00-9:00 kita akan membakar al-Quran milik Dove World Outreach Center di Gainesville, FL untuk mengenang korban yang jatuh 9/11 dan bersiap melawan kejahatan Islam. Islam adalah dari setan)!”

Ibarat gayung bersambut, seruan di atas mendapatkan respon cukup besar dari berbagai pihak, tidak kurang dari 6,690 orang lebih menyukai pesan di dinding facebook tersebut. Komentar yang muncul pun sangat kasar dan kental dengan aroma kebencian. Kata-kata kotor yang kurang ajar diumbar begitu saja, tidak hanya ungkapan yang melecehkan dan menghina al-Quran, tetapi juga menghina Baginda Rasulullah saw. dan Allah Rabbul ‘Izzati.

Pendeta Terry Jones mengatakan, dia telah menerima tawaran dari “ekstremis sayap kanan”, yang akan menerjunkan antara 500 sampai 2.000 anggota milisi sipil bersenjata, untuk melindungi tempatnya (gereja) pada tanggal 11 September. Menurut pernyataan yang diterima dari Gereja Dove World Outreach Center, pendiri organisasi bersenjata, Shannon Carson, berkata, “Kami sepenuhnya mendukung upaya Gereja Dove World Outreach Center untuk mengakhiri gagasan bahwa Islam adalah agama damai…Justru Islam adalah kultus kekerasan dengan tujuan dominasi dunia.”

Fakta juga berbicara, kecemasan melanda umat Islam di Amerika. Rasa aman mereka sebagai warga negara di negara yang katanya menjunjung tinggi HAM adalah omong-kosong. Umat Islam menjadi obyek tindakan rasialis oleh mayoritas non-Muslim (Kristiani Amerika). Tak jarang ancaman pembunuhan juga mengintai mereka setiap saat. Di Queens pada hari Rabu malam, misalnya, seorang pria mabuk masuk masjid dan kencing di sajadah sambil berteriak “Teroris!” Pada malam yang sama, di Fresno, California, sebuah masjid dirusak: jendela dipecahkan dan sebuah grafiti ditinggalkan. Bunyinya, “Tidak ada kuil untuk dewa terorisme.” (Republika.co.id, 30/8).

Kekerasan dan teror secara mental dan fisik terhadap kaum Muslim diperkirakan semakin meningkat menjelang Peringatan 11 September.


Alasan Bodoh Terry Jones

Pendeta Terry Jones, sebagaimana dilansir News.au, menuduh Islam dan hukum syariah bertanggung jawab atas aksi terorisme terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001. “Islam adalah setan. Agama itu menyebabkan jutaan orang masuk neraka; agama menipu; agama kekerasan…,” katanya saat wawancara dengan CNN.

Dalam situsnya, mereka mengemukakan sepuluh alasan mengapa al-Quran harus dibakar. Di antaranya, al-Quran dianggap tidak asli, tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan mengajarkan totalitarisme kekuasaan. Islam juga dianggap tidak sesuai dengan demokrasi, HAM, dan Barat.


Penyakit Islamophobia

Langkah Gereja Dove World Outreach Center menunjukkan betapa Islamophia (ketakutan terhadap Islam) merebak luas di kalangan orang Amerika. Langkah gereja itu tidak bisa dilepaskan dari rencana global untuk memojokkan Islam setelah Serangan 11 September 2001, yang diklaim dilakukan oleh ‘teroris’ Muslim. Sejak itulah Amerika melancarkan ‘perang melawan terorisme’ atau War on Terrorism (WOT), dengan menjadikan Islam sebagai sasaran. Padahal Theiry Meyssan, wartawan asal Prancis, dalam investigasinya menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh pemerintah Amerika dan didukung oleh media massanya (yang 90 persennya milik Yahudi) adalah bohong besar. Ia mengungkap temuannya dalam buku berjudul 9/11 The Big Lie America.

Jadi, aneh dan sinting jika Pendeta Terry Jones membuat logika: WTC runtuh dan pelakunya adalah Muslim yang terinspirasi oleh al-Quran, karenanya al-Quran harus dibakar sebagai simbol perlawanan. Nyata sekali, ini logika membabi buta dan mabuk. Kebencian dan permusuhan di mulut dan di dada merekalah yang menjadikan Islam tetap dianggap sebagai agama teroris.

Justru dunia menyaksikan bagaimana dengan semangat “Perang Salib” George W Bush menjadikan Amerika negara penjajah yang biadab: menghancurkan Afganistan dan Irak, membunuh lebih dari 1,5 juta orang sipil serta meninggalkan infrastruktur yang luluh-lantak dan derita nestapa yang belum ada ujungnya hingga saat ini. Jelas, Amerikalah teroris sejati!

Kenyataan ini makin menegaskan kebenaran firman Allah SWT:

وَلَن تَرضىٰ عَنكَ اليَهودُ وَلَا النَّصٰرىٰ حَتّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (QS al-Baqarah [2]: 120).

Allah SWT juga menegaskan lagi hakikat mereka itu dalam firman-Nya:

لا يَألونَكُم خَبالًا وَدّوا ما عَنِتُّم قَد بَدَتِ البَغضاءُ مِن أَفوٰهِهِم وَما تُخفى صُدورُهُم أَكبَرُ

Mereka (kaum kafir) tidak pernah berhenti (menimbulkan) kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118).

Wahai Penguasa Muslim!

Propaganda dan rencana busuk Pendeta Terry Jones pada 11 September 2010 serta pengikut dan pendukungnya jelas-jelas adalah pelecehan, penghinaan dan sikap durjana terhadap Dunia Islam dengan 1,5 miliar lebih orang Muslim di dalamnya. Hakikatnya itu adalah permusuhan mereka yang ditujukan kepada Islam dan kaum Muslim; kepada Allah Rabbul ‘alamin dan Rasul-Nya.

Seharusnya penguasa negeri Muslim (termasuk Indonesia), melalui diplomasi luar negerinya bisa menekan dan menggagalkan upaya sinting tersebut. Harusnya mereka meminta kepada pemerintah Amerika untuk menghentikan rencana sinting tersebut, bukan malah menjadi bisu, tuli dan buta mata hatinya. Para penguasa Muslim, termasuk di negeri ini, harusnya bersikap tegas dan keras jika tidak ingin kejadian ini akan melahirkan akibat buruk dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Umat Islam tentu bisa merespon dengan cara mereka sendiri di luar kendali.

Para penguasa Muslim, termasuk di negeri ini, harusnya mencontoh para khalifah dulu. Dulu Prancis pernah merancang pertunjukan drama yang diambil dari hasil karya Voltaire. Isinya bertema, “Muhammad atau Kefanatikan”. Di samping mencaci Rasulullah saw., drama tersebut menghina Zaid dan Zainab. Ketika Sultan Abdul Hamid, Khalifah Khilafahan Utsmani saat itu, mengetahui berita tersebut, melalui dutanya di Prancis, beliau segera mengancam Pemerintah Prancis supaya menghentikan pementasan drama tersebut. Beliau mengingatkan bahwa ada “tindakan politik” yang akan dihadapi Prancis jika tetap meneruskan dan mengizinkan pementasan tersebut. Prancis akhirnya membatalkannya.

Tidak berhenti sampai di situ. Perkumpulan teater tersebut lalu berangkat ke Inggris. Mereka merencanakan untuk menyelenggarakan pementasan drama itu di Inggris. Mengetahui itu, Khalifah Abdul Hamid pun mengancam Inggris. Inggris menolak ancaman tersebut. Alasannya, tiket sudah terjual habis dan pembatalan drama tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan (freedom) rakyatnya. Setelah mendengar sikap Inggris demikian, sang Khalifah menyampaikan, “Kalau begitu, saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita! Saya akan mengobarkan jihad akbar!”

Pemerintah Inggris pun ketakutan melihat keseriusan ancaman sang Khalifah. Mereka segera melupakan sesumbarnya tentang kebebasan. Pementasan drama itu pun akhirnya mereka batalkan juga (Lihat: Majalah al-Wa‘ie, No. 31, 2003).

Jelas, hakikat drama di atas sama dengan hakikat berbagai penghinaan kaum kafir Barat terhadap Islam dan umatnya saat ini; dari mulai pembuatan kartun Nabi saw. di Denmark, pelarangan jilbab dan perusakan masjid di Eropa, hingga rencana pembakaran al-Quran di Amerika tanggal 11 September nanti.

Karena itu, semestinya sikap penguasa Muslim sejati dalam merespon berbagai penghinaan itu juga sama dengan keberanian Khalifah Abdul Hamid di atas, bukan malah diam dan bersikap pengecut.

Wahai kaum Muslim!

Penghinaan terhadap Islam dan Rasulullah saw. terus berulang. Hal serupa akan terus terulang hingga mereka tahu bahwa kita umat Muhammad saw. memiliki benteng. Mereka tahu, penguasa saat ini bukanlah benteng bagi umat. Benteng itu adalah Khalifah. Karena itu, Hizbut Tahrir bersama dengan berbagai komponen umat terus berjuang mewujudkan Khilafah. Tanpa Khilafah, kita akan terus diinjak-injak. Padahal kita adalah umat terbaik (QS Ali Imran [3]:110).

Karena itu, umat Islam wajib bergerak dan menyerukan aspirasinya menuntut penguasa untuk bersikap layaknya penguasa mereka. Jangan sampai mereka menjadi penguasa “antek-antek” yang mengabdi dan membebek pada kepentingan Amerika sang penjajah dengan skenario “war on terrorism“, yakni perang melawan Islam dan kaum Muslim. Tidak cukupkah penghinaan mereka selama ini terhadap Islam dan umatnya? Apakah umat ini akan menjawab tantangan orang-orang kafir jika ayah-bunda, saudara dan famili mereka disembelih di hadapan mata mereka? Tidakkah seorang Mukmin memahami bahwa tidak ada kehinaan yang lebih hina selain dari ditimpa kemurkaan Allah SWT akibat bisu, tuli, buta mata hati dengan bersikap diam seribu bahasa dan tidak mau menjawab tantangan orang-orang kafir di atas? Sudah waktunya umat Islam berbuat dan bergerak!

Karena itu, demi kemulian Islam dan kaum Muslim, demi al-Quran dan Rasulullah saw. dan demi keridhaan Allah SWT; penuhilah seruan-seruan para pengemban dakwah yang mengajak untuk menegakkan kembali syariah dan Khilafah demi mengembalikan seluruh kemuliaan itu!

Ya Allah, Ya Rabb, sudah kami sampaikan. Karena itu, saksikanlah! []

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co