Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Friday, July 9, 2010

Giving Is Rich



Giving is Rich

Berpikir untuk diri-sendiri adalah awal dari kemiskinan
”Untuk menjadi sukses, tidak ada cara yang lebih baik daripada membantu orang lain untuk menjadi sukses”

Sobat, Mulai hari ini, ubahlah paradigma Anda. Dari yang tadinya merasa lebih enak jika diberi menjadi lebih enak kalau memberi. ” Giving is Rich”. Kita tidak perlu menunggu sampai kita kaya untuk bisa memberi sesuatu pada orang lain. Memberi tidak harus dalam bentuk uang. Jika kita tidak punya uang, kita bisa memberi dalam bentuk waktu, pikiran, ide, dan masih banyak yang lain.

Mentor kami Prof. Ali Azis Guru besar IAIN Sunan Ampel pernah menyampaikan kalau kita banyak mengajarkan kebaikan kepada orang banyak maka itu sejatinya adalah investasi kita dikemudian hari, merekapun akan mengingat kita dan akan menjadi jalan kesuksesan kita.Robert T. Kiyosaki menjadi sukses karena mengajarkan kemandirian finansial kepada lebih banyak orang. Mentor kami Jamil Azzaini menjadi sukses karena mengajarkan kearifan dan sukses mulia kepada lebih banyak orang. Demikian juga Mario Teguh, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Gede Prama menjadi sukses karena mereka mengajarkan kesuksesan dan kearifan kepada lebih banyak penduduk.Bahkan Dik Doang dengan Kandang Jurang-nya juga memiliki misi mengajar lebih banyak anak-anak indonesia untuk mengenal lingkungan hidup.

Data empirik juga menunjukkan suatu perusahaan, bisnis, maupun organisasi yang sukses adalah yang berhasil membantu orang lain untuk meraih kesuksesan, membantu orang lain untuk meraih impiannya. Pada tahun 90-an , Andrew Carnegie seorang raja baja adalah orang yang terkaya di masa itu. Suatu kali beliau di wawancarai oleh seorang wartawan apa prinsip suksesnya. Beliau menjawab, ” Gampang, untuk bisa menjadi kaya dan sukses, terlebih dahulu harus membantu karyawan menjadi kaya dan sukses.” dan beliau telah membuktikan prinsipnya itu, maka beliau menjadi orang terkaya saat itu.

Sobat, berikan paling tidak 10 % dari penghasilan kita untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Berikan nilai manfaat kepada banyak orang melalui talenta yang kita miliki. Saya senang berbagi dan menginspirasi orang lain, untuk itu saya menulis buku,beberapa artikel tiap minggu untuk diposting blog www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , memberikan spiritual motivation secara gratiss di RRI Pro 2 FM tiap selasa sore jam 16.30 sd 17.30, Membina kurang lebih 100 mahasiswa/mahasiswi untuk menjadi trainer dan penulis handal melalui program mentor FM Plus. ”Semakin banyak orang yang Anda ungkit keberhasilannya, maka semakin ’terjamin’ masa depan Anda, karena saat itu, Anda telah mengakumulasi tabungan epos yang sangat besar.” Pesan Mas Jamil Azzaini dalam bukunya DNA SuksesMulia.

Sobat, mulailah bertanya pada diri sendiri ” Kapan giliran saya membantu orang lain?” Anda perlu bertanya kapan Anda akan mulai menjadi malaikat bukan tuyul yang hobi mencuri dan merugikan orang lain, kapan akan mulai memberi kepada orang lain. Jika Anda bertanya kepada saya kapan waktu yang paling tepat, jawabannya adalah SEKARANG. Tidak ada waktu yang paling tepat sobat, untuk membantu orang lain. Mulailah dari sekarang.

Sobat, kita harus mengubah cara pandang kita kalau memberi jauh lebih baik daripada menerima, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah. Giving is Rich. Jika kita berbagi, jika kita memberi, percayalah kita akan meraih kesuksesan yang lebih besar. Kita pasti akan berkelimpahan.

Sobat, Dakwah mengajak orang ke jalan kebaikan adalah wujud kepedulian kita pada sesama. Membina orang untuk berubah menjadi lebih baik, lebih sholeh dan lebih meningkat Iman dan Takwanya serta menjadikan mereka juga ikut andil dalam penyadaran umat adalah wujud kepedulian yang luar biasa. Dan makna kepedulian itu digambarkan Rasulullah sangat indah dalam hadits-Nya :

“Siapa saja yang bangun di pagi hari dan ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka”

(HR. Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari, Imam Al-Haitsami, majma’ Zawaid, jilid X, halaman 248)

Dan imbalan bagi yang peduli disebutkan juga oleh baginda Rasulullah SAW :

Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya
(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, an Nasa’I dan Ibn Majah)

Semoga kita semua tetap istiqomah dan berjuang di jalan-Nya serta terus-menerus menebar Epos atau kebajikan semata-mata mencari Ridho Allah SWT. Ingatlah sobat, bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda, ” Maka bertakwalah kepada Allah, dan perbaguslah cara mencari Rizki. Jika Rizki salah seorang dari kalian lambat, maka janganlah ia mengejarnya dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah, karena anugerah Allah tidak dicapai dengan maksiat.” ( terj. HR. Hakim).

Salam SuksesMUlia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Allahu Akbar!

(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri salah satunya Al-Quwwah ar ruhiyah Kekuatan spirit tanpa batas.)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co