Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, July 25, 2010

Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir




Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir

Fondasi utama sukses dan gagal adalah kesadaran bahwa hidup manusia merupakan mukjizat atas anugerah ilahi. Kehadiran manusia ke dunia ini merupakan salah satu kemurahan hati Sang Pencipta, itulah sebabnya kita harus kagum akan kebesaran karya Allah. Semua manusia berharga di mata Allah, bernilai dan unik.


Sobat, meski jelas-jelas manusia adalah makhluk yang berharga dan kehidupan adalah sebuah mukjizat, toh masih banyak diantara kita yang tidak menyadari. Tidak sedikit manusia yang hanya bisa mengeluh dan mengasihani diri-sendiri. Padahal kesadaran bahwa kita berharga dan Allah menciptakan kita tidak main-main dan dalam bentuk yang paling sempurna dan spesial dibandingkan makhluk lainnya akan membuat kita memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan untuk bangkit dari keterpurukan, untuk membuat perubahan, dan untuk berjuang meraih impian.

Sobat, kesadaran akan anugerah dari yang Mahakuasa akan membuat kita sadar bahwa ada satu tanggungjawab besar terhadap hidup dan karya kita. Kesadaran ini mampu membuat kita mengisi hidup dengan kegiatan bermutu dan bermanfaat sebagai wujud syukur kepada-Nya.
Kelebihan dan keunikan yang dianugerahkan hendaknya dijadikan modal dasar untuk berjuang hidup melawan segala keterbatasan diri. Sudahkah kita menyadari semuanya itu? Barangkali sobat tidak banyak yang benar-benar menyadari kelebihan diri atas anugerah hidup ini karena begitu banyak manusia yang merasa selalu menjadi ‘tumbal’ kehidupan, merasa tidak mampu, tidak kaya, tidak sukses,tidak cantik, tidak ganteng, dan semua hal psiklogi diri yang negatif.

Sobat, kesadaran akan hubungan kita dengan Allah dan kita adalah ciptaan-Nya yang paling unggul dan sempurna ini harus kita miliki dan munculkan dalam diri kita untuk merasakan dahsyatnya hidup ini dengan segala kelebihan yang ada. Musyrik rasanya jika kita menganggap diri kita adalah manusia yang gagal dan tidak berguna. Inilah yang saya sebut dengan Al quwwah ar ruhiyah. Jika kesadaran itu muncul dan disyukuri sebagai rahmat dari-Nya atas segala yang kita miliki, kenapa harus ragu untuk bergerak dan maju, gagal dan sukses adalah sebuah proses yang pasti dilalui setiap orang, jangan takut akan kedua hal ini karena keduanya merupakan anugerah yang tidak dipisahkan.

Sobat, Sukses sejati adalah Orang yang dapat mencapai impian-impian hidupnya yg bermanfaat untuk dirinya, orang lain, dan ciptaan Allah lainnya, serta dalam kerangka mendapatkan keridhoan dari Allah SWT untuk menggapai kehidupan bahagia dunia dan akherat. Jadi sukses adalah suatu proses perjalanan bagaimana kita menciptakan nilai tambah untuk diri-sendiri dan masyarakat sekitar dalam rangka menuju kehidupan bahagia di alam setelah dunia.

Sobat, ada beberapa tip penting bagaimana kita memotivasi diri diantaranya adalah :

1. Miliki tujuan hidup yang jelas, karena itu sumber motivasi
2. Tujuan seseorang hanya bisa dicapai jika ada motivasi yang kuat serta hasrat yang membara.
3. Jadikan kegagalan sebagai sebuah pelajaran berharga.
4. Sukses dan gagal bergantung seberapa besar motivasi dan hasrat dalam diri seseorang.
5. Jangan mencari pembenar untuk kegagalan kita.
6. Tetap kuat dalam mengejar impian itu penting sebagai motivasi diri.
7. Tidak memiliki motivasi menyebabkan seseorang gagal dalam hal apa pun.

Adapun bagaimana meningkatkan motivasi diri :
• Miliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang breakdown dengan komitmen serta target 90 hari kemudian lakukan evaluasi setiap 90 hari, rajut lagi impian kita begitu seterusnya.
• Kenali potensi diri – sadari kekuatan dan kelemahan kita.
• Berhasrat untuk terus berkembang.
• Berusaha terus, jangan mudah menyerah! Pasti Bisa! Bisa! Bisa! Bisa! Pasti Bisa!
• Tujuan hidup sebaiknya tidak hanya untuk diri sendiri melainkan sebagai sebuah tujuan hidup yang mulia juga untuk orang lain.
• Bergaul dengan orang-orang yang positif.
• Lakukan pekerjaan yang disenangi dan senangi setiap tantangan.

Sobat, sebagai penutup dari artikel singkat ini ada ungkapan yang patut kita renungkan bahwa sukses dan gagal adalah sebuah perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai sesuatu. Jika kita tidak merasakan keduanya, berarti kita tidak berbuat apa-apa alias hanya berdiam diri. “ Kapal yang berlabuh di pelabuhan itu memang aman tetapi tujuan dibuatnya kapal adalah untuk mengarungi samudera”

Salam SuksesMulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I, M.Si, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Monday, July 19, 2010

Hidup adalah Pertumbuhan




Hidup adalah pertumbuhan

Menuju kehidupan yang lebih baik bisa dimulai dari mana saja selama kita berhasrat untuk berubah. Kita bisa me-recode DNA menjadi baru selama kita menginginkannya dan tentu saja kita bisa mengubah hidup kita selama kita benar-benar sadar bahwa hidup itu butuh perubahan.


Sobat, kita terlahir di dunia adalah special dan sebagai sang juara. Dalam diri kita telah mengalir DNA suksesmulia atau telah ada Fitur Sukses tinggal kita mau pakai dan manfaatkan tergantung diri kita. Dari sejak awal Allah menciptakan kita, sudah ada ‘fitur’ DNA Suksesmulia di dalam diri kita. Allah sudah rancang dan itu sudah terbentuk sebelum kita lahir. Hanya saja jika tidak semua dari kita bisa menjadi suksesmulia itu hanya masalah kita mau mengaktifkan ‘fitur’ itu atau tidak.

Sobat, musuh terbesar yang menghalangi kita untuk suksesmulia atau kaya sejati bukanlah kompetitor kita, bukan musuh kita, bukan orang lain. Musuh terbesar adalah DIRI SENDIRI. Kita yang selalu membatasi diri kita sendiri, menciptakan batas sehingga kita tidak bisa melangkah maju. Terlalu tua, terlalu mudah, tidak bisa bicara, tidak punya teman, tidak punya modal dan masih banyak yang lainnya. Inilah yang dalam istilah mas Jamil Azzaini adalah rantai gajah. Tidak ada penghalang yang bisa membuat kita kaya dan suksesmulia, namun kita sendiri yang menciptakan penghalang itu dalam pikiran kita. Maka, mulai sekarang hancurkan batas itu dalam pikiran kita, hilangkan penghalang, maka kita akan bisa meraih hasil yang setinggi-tingginya. Hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah berpikir, berbicara dan bertindak sebagai seorang pemenang. Kita harus mengembangkan mental the winner. Kita harus berani berpikir sesuatu yang besar, berpikir bahwa kita layak menjadi seorang miliarder suksesmulia.

Sobat, hidup adalah pertumbuhan. Seorang anak kecil yang awalnya hanya bisa menangis, ia akan mulai belajar berguling, kemudian merangkak, dan duduk. Setelah itu mereka akan berdiri sehingga nanti pada waktunya mereka akan berjalan dan berlari. Bukankah ini sebuah proses pertumbuhan yang luar biasa. Subhaanallah. Tiap tahap perubahan selalu penting dan memerlukan semangat luar biasa untuk belajar dan berkorban. Masing-masing proses membutuhkan waktu dan tahap, tidak ada langkah yang instan yang bisa dilewatkan begitu saja. Itulah kenyataannya bahwa proses menuju perubahan memang membutuhkan waktu, pengorbanan dan niat yang kuat demikianlah menurut Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 habbits of Highly effective people.

Sobat, masih ingat tulisan saya sebelumnya bahwa masa depan kita dipengaruhi oleh dua hal, yang pertama adalah buku yang kita baca. Yang kedua, dengan siapa kita bergaul. Ada kisah menarik yang bisa kita ambil sebagai hikmah, suatu hari seorang anak ditugaskan untuk mengantarkan sebuah minuman cola ke beberapa tempat. Sebelum anak ini menjalankan tugasnya, anak ini mendapatkan pengarahan terlebih dahulu dari kepala distribusi. ” Hei nak, ingatlah baik-baik ya akan hal ini. Semua minuman cola yang kamu antar adalah sama namun harganya berbeda-beda. Jika kamu mengantar minuman ini ke warung, harganya Rp. 2.500,-, jika diantar ke supermarket, harganya Rp. 4.500,- , jika diantar ke mall Rp. 5.000,-, jika diantar ke restoran, harganya Rp. 7.500,- dan jika diantar ke bandara udara, harganya Rp. 15.500,-, jika diantar ke hotel berbintang lima, harganya 25.000,-.” Mendengar hal tersebut, anak ini segera bertanya, ” Kenapa harga setiap minuman colanya berbeda? Padahal minuman colanya adalah dari jenis yang sama....?” Kepala distribusi menjawab, ” yang membedakan minuman cola ini bukanlah minumannya melainkan lingkungannya. Semakin bagus lingkungannya, maka harga minuman cola akan semakin mahal.”

Dari cerita ini kita belajar bahwa lingkungan sangat mempengaruhi kita. Cobalah bertanya kepada diri kita sendiri, berapa harga saya di lingkungan ini? Jika kita ingin mengaktifkan DNA Suksesmulia atau DNA Kaya sejati dalam diri kita, bergaullah dengan orang yang tepat di lingkungan yang tepat karena di sanalah harga kita ditentukan.

Sobat, teruslah bertumbuh dan meningkatkan terus valensi diri kita. Bob sadino yakin ada kekuatan yang tidak terlihat dari setiap manusia,bukan berbentuk uang, bukan berbentuk rumah mewah, bukan berbentuk mobil mewah, bukan berbentuk modal, bukan berbentuk senjata tajam. Kekuatan itu ada dalam diri masing-masing, menyatu dalam bentuk semangat, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan mengatasi kesulitan dan hambatan, dan sebagainya. Kekuatan kasatmata ini membentuk pribadi yang trengginas, tangguh, tahan banting, tahan uji dan pejuang sejati.

Sobat, ada kata bijak yang menyebutkan, ’ Seluruh batu cadas sebetulnya mengandung ukiran-ukiran yang begitu indah. Tugas kita adalah menyingkirkan batu-batu yang membelenggu keindahan itu.’ Ambil hikmah dari setiap kegagalan kita.Billi P.S. Lim mengatakan kita memerlukan kegelapan untuk memunculkan bintang-bintang . Kegagalan menjadi sesuatu yang benar-benar penting dan diperlukan karena
1. Kita belum gagal kecuali berhenti berusaha.
2. Kita belum gagal apabila masih ada hari esok untuk mencoba lagi.
3. Kita belum gagal jika dengan lapang dada menerima ketidakberhasilan.
4. Kita belum gagal jika masih bisa tertawa.
5. Kita belum gagal apabila mampu mendidik kita untuk menjadi lebih bijaksana, beriman, dan bertakwa.
6. Kita belum gagal jika tahu bahwa jalan itu memang harus dilalui.
7. Kita belum gagal jika tahu bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini.

Sobat, masih ingat HIT : Hancurkan penghalang atau gembok mental yang menghambat kita meraih sukses, Impianmu tuliskan atau buat proposal hidupmu, Tingkatkan terus valensi diri. Never Give up! Salam SuksesMulia! Salam dahsyat dan luar biasa!

( N. Faqih Syarif H – Spiritual Motivator dan penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas. www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Wednesday, July 14, 2010

Khilafah VS Demokrasi




Khilafah vs Demokrasi

Sejak keruntuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 H, 89 tahun lalu, bisa disebut hampir sebagian besar Dunia Islam mengadopsi sistem demokrasi. Harapannya, sistem demokrasi akan membuat Dunia Islam lebih baik, ternyata tidak. Dunia Islam tetap saja mengidap berbagai persoalan yang akut seperti kemiskinan, kebodohan, pembantaian dan konflik yang berkepanjangan.


Di sisi lain, arus besar untuk kembali ke sistem Khilafah semakin menguat. Ada pernyataan berulang: Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi sampai saat ini merupakan sistem terbaik untuk melawan sistem totaliter. Muncul pula pertanyaan berulang: Kebaikan apa yang ditawarkan sistem Khilafah untuk menggantikan sistem demokrasi? Bisakah sistem Khilafah mewujudkan harapan-harapan manusia yang gagal diwujudkan demokrasi? Kita tentu menjawab dengan tegas: sistem Khilafah pasti mampu.


Pertama: menjamin kebenaran yang hakiki. Demokrasi telah gagal dalam hal ini. Klaim suara rakyat adalah suara Tuhan dan menganggap suara mayoritas rakyat adalah suara kebenaran tidak terbukti. Bagaimana suara mayoritas rakyat Amerika bagian utara yang melegalkan perbudakan pada abad ke-19 dianggap benar. Demikian juga, sulit diterima sebagai sebuah kebenaran ketika mayoritas wakil rakyat lewat proses demokrasi melegalkan penghinaan terhadap manusia apalagi manusia yang mulia seperti Rasululllah saw., perkawinan homoseksual dan lesbian. termasuk serangan terhadap Irak, Afganistan yang telah membunuh ratusan ribu orang yang dilegalkan lewat suara mayoritas rakyat.


Adapun Islam menawarkan sebuah sistem yang sempurna karena berasal dari Zat Yang Mahasempurna, yaitu Allah SWT. Memang, mungkin saja terjadi penyimpangan dari pelaksaan sistem yang sempurna ini. Namun, dari segi sumbernya sistem Khilafah ini adalah yang terbaik. Sebaliknya, demokrasi sejak dasarnya saja sudah bermasalah ketika kebenaran diserahkan kepada manusia.


Kedua: memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpendapat, memilih pemimpinnya sendiri, berekspresi, mengkritik sesuatu yang keliru. Demokrasi memang mengklaim telah memenuhi seluruh harapan ini. Namun, nilai-nilai liberal kemudian menjadi pilarnya. Akibatnya, kebebasan yang ditawarkan menjadi kebablasan dan mengancam masyarakat sendiri. Bukankah atas dasar kebebasan berekspresi, berpendapat dan berkumpul, kelompok-kolompok homoseksual dan pelaku-pelaku pornografi menginginkan eksistensinya diakui? Ahmadiyah, Lia Eden, dan aliran sesat lainnya pun minta diakui dengan berdalih pada kebebasan?


Di sisi lain, kebebasan yang ditawarkan demokrasi mengidap penyakit hipokrit (standar ganda). Mengklaim kebebasan beragama tetapi melarang pemakaian cadar, jilbab, atau burqa di Eropa. Klaim menghargai pilihan rakyat, tetapi menghadang kemenangan FIS di Aljazair dan Hamas di Palestina, yang sebenarnya menang secara demokratis. Boleh menghujat Nabi Muhammad sekalipun, tetapi siapa pun yang mempertanyakan kebenaran holocaust dikriminalkan. Sudah pula menjadi rahasia umum, terdapat pengekangan terhadap media baik lewat sensor internal pemilik modal media ataupun pemerintah.


Sebaliknya, sistem Islam memberikan ruang bagi masyarakat seluas-luasnya, namun tetap dalam kerangka hukum syariah yang menjadi standar acuan. Dalam sistem Khilafah, kepala negara atau Khalifah dipilih oleh rakyat dengan berdasarkan keridhaan mereka. Mengkritik penguasa yang menyimpang dalam Islam bukan hanya hak, tetapi sekaligus merupakan kewajiban. Pahala sangat besar pun diberikan kepada mereka yang syahid mengkritik penguasa dengan sebutan sebaik-baik jihad (afdhal al-jihad) dan pemimpin para syuhada.


Terdapat juga Mahkamah Mazhalim yang akan menyelesaikan persengketan antara rakyat dan penguasa, kalau rakyat menganggap kebijakan penguasa telah merugikan mereka. Mahkamah Mazhalim juga akan meluruskan keputusan-keputusan Khalifah yang bertentangan dengan hukum syariah.


Adapun Majelis Ummah, tempat tokoh-tokoh yang merupakan representasi dari masyarakat, bisa mengkritik penguasa atau memberikan masukan kepada Khalifah (musyawarah).


Perbedaan pendapat selama masih berlandaskan pada hukum syariah juga dibolehkan dalam Islam. Meskipun Khlifah bisa jadi mengadopsi salah satu pendapat Imam mazhab dalam pemerintahannya untuk diterapkan, perdebatan ilmiah tentang itu tetap saja dibiarkan. Inilah yang membuat dalam sistem Khilafah muncul berbagai mazhab, sebagai cerminan dari pengakuan perbedaan pendapat ini.


Ketiga: menjamin hak-hak mendasar manusia. Ini adalah sesuatu yang gagal dipenuhi oleh sistem demokrasi. Praktik pelanggaran HAM terbanyak dan terbesar justru dilakukan oleh negara-negara kampiun demokrasi seperti AS dan Inggris. Sebaliknya, penerapan syariah Islam akan menjaga nyawa manusia, keturunan, harta dan kehormatan. Di antaranya dengan menjatuhkan sanksi yang keras bagi pelaku pembunuhan, pencuri,pezina dll.


Keempat: menjamin kepastian hukum dan persamaan di depan hukum. Syariah Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah menjamin hal ini bagi seluruh warga, baik Muslim maupun non-Muslim. Rasulullah saw. menolak makelar hukum yang menginginkan agar perempuan bangsawan tidak dihukum. Rasulullah saw. dengan tegas mengatakan kalaupun anaknya Fatimah mencuri, beliau akan memotong tangannya. Khalifah Ali bin Thalib pernah kalah ketika memperkarakan seorang Yahudi dengan tuduhan telah mencuri baju perangnya. Saat itu hakim menilai Khalifah Ali bin Abi Thalib tidak memilik saksi yang bisa diterima oleh hukum.


Kelima: membuat kebijakan yang pro rakyat. Demokrasi gagal mewujudkan hal ini. Sistem demokrasi telah melahirkan hubungan simbiosis mutualisme antara penguasa dan pemilik modal yang merugikan rakyat. Akibatnya, muncullah kebijakan elit politik yang lebih pro kepada pemilik modal daripada rakyat. Industrialisasi politik, politik transaksional, pragmatisme politik dan suap-menyuap merupakan penyakit kronis demokrasi.


Sebaliknya, Khilafah melalui syariah Islam akan menutup pintu kejahatan ini. Dalam bidang ekonomi syariah Islam juga menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat, pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Barang tambang yang melimpah (emas, perak, minyak dll), air, hutan dan listrik merupakan milik umum yang digunakan untuk kepentingan rakyat; tidak boleh diberikan kepada swasta atau individu. Dengan cara seperti ini Khilafah akan mensejahtrakan masyarakat, yang gagal diwujudkan oleh sistem demokrasi.


Walhasil, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menerima sistem Khilafah yang akan mewujudkan harapan-harapan manusia. Selain itu, karena menegakkan Khilafah adalah kewajiban agama kita. Kalau ada sistem yang sempurna, mengapa kita tidak mengambilnya? [Farid Wadjdi]

Monday, July 12, 2010

Manejemen Waktu




Manajemen Waktu

Wahai manusia, waktu adalah kehidupan. Sesungguhnya kamu adalah kumpulan waktu, jika satu waktu telah lewat, maka telah hilang pula satu bagian darimu. Waktu adalah seperti pedang, jika kamu tidak memotongnya, maka ia akan memotongmu.

Sobat, salah satu kebiasaan yang baik dan merupakan bagian yang amat penting dalam meraih kesuksesan tanpa batas adalah manajemen waktu. Kebiasaan ini didefinisikan sebagai sebuah aktivitas memanfaatkan waktu yang tersedia dan potensi-potensi yang tertanam dalam diri kita guna mewujudkan tujuan-tujuan penting yang ingin kita capai dalam kehidupan dengan tetap berusaha mewujudkan keseimbangan antara tuntutan-tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta keseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan jasmani,rohani dan akal.

Sobat, waktu adalah amanah. Dalam Islam, waktu bukanlah uang atau emas tetapi nyawa karena jika waktu terbuang atau hilang tidak dapat digantikan seperti layaknya nyawa. Manusia yang menyia-nyiakan waktu adalah manusia yang tidak menghargai hidup dan nyawanya. Ingatlah kita surat Al-Ashr ayat 1 – 3 di mana Allah berfirman, “Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.”

Di dalam suhuf Nabi Ibrahim, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Alhakim dengan sanad yang sahih terdapat kalimat-kalimat yang sangat ispiratif dan cukup memberikan semangat terkait dengan pengaturan waktu. “ Bagi seseorang yang berakal waras pikirannya, hendaklah dia membagi waktunya untuk :

1. Sesaat bermunajat kepada Tuhannya.
2. Sesaat untuk muhasabah diri.
3. Sesaat untuk bertafakur berkaitan dengan segala ciptaan Allah
4. Sesaat untuk mencari keperluan makan minumnya.
Orang yang berakal jangan memprioritaskan hal lain kecuali pada tiga hal ini :

1. Bekal untuk akherat
2. Bekal untuk kehidupan di dunia
3. Bersukaria dalam hal yang tidak diharamkan. “
Allah Maha Adil karena memberikan kepada setiap manusia jumlah waktu yang sama, yaitu 24 jam setiap harinya. Orang yang sukses adalah orang yang berhasil mengisi waktu 24 jam itu dengan hal-hal yang bermanfaat dan mengandung ibadah. Konsep ini selaras dengan firman Allah surat Adz-Dzariyat ayat 56, “ Tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan dirinya kepada-Ku” Melalui penmgabdian, manusia dapat membangun keunggulan, dan waktu sangat diperlukan untuk tujuan ini. Salah satu sifat yang dimiliki Mukmin yang sukses adalah,”Mereka berpaling dari melakukan hal yang sia-sia…” Surat Mukminun ayat 3, “Hal yang sia-sia” Menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya maksudnya segala hal yang bathil meliputi perbuatan syrik, maksiat, serta perbuatan dan perkataan yang tidak mendatangkan manfaat.

Menunda pekerjaan adalah penyakit yang sering menyerang golongan yang gagal. Bagi mereka, masih ada hari esok. Memang tidak salah mereka menanti hari esok. Golongan yang sukses segera memanfaatkan waktu sekarang karena waktu sedang ada dalam genggaman mereka. Kalau dalam bahasa inggris, waktu sekarang adalah present, dan present juga artinya hadiah. Hadiah harus dihargai. Umat Islam memiliki potensi untuk sukses karena agama Islam mendidik umatnya tidak menunda-nunda pekerjaan. Khalifah Abu Bakar pernah berpesan kepada sahabat Umar bin Al-khattab, “Wahai Umar, tanggung jawab yang Allah serahkan pada malam hari janganlah ditunda sampai siang hari dan yang diserahkan pagi hari janganlah ditangguhkan sampai malam hari.” Orang yang suka menunda pekerjaan harus tahu bahwa waktu berlalu sangat cepat dan tidak bisa diulang. Jika rugi waktu sejam, mereka harus menyadari bahwa 3600 detik sudah lewat. Sehari sama dengan 86.400 detik dan seminggu adalah 604.800 detik. Pengaturan waktu yang baik perlu kedisiplinan. Latihan disiplin ini sudah ada dalam ibadah harian orang Islam.

Sobat, ada beberapa taktik penting untuk mengatur waktu. Diantaranya :

1. Tentukan prioritas
2. Rencanakan masa depan dan tuliskanlah
3. Kuasai jalan pintas : kemahiran membaca dengan cepat, menulis dengan cepat, dan sebagainya dapat menghemat waktu.
4. Fokus atau berikan perhatian penuh. Banyak waktu terbuang jika sesuatu dikerjakan secara sambil lalu.
5. Belajar berkata “tidak” kepada permintaan dan pekerjaan yang tidak penting.
6. Delegasikan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh orang lain.
7. Berinvestasi untuk kursus dan seminar yang dapat mempertajam keterampilan diri dan keterampilan menghemat waktu.
8. Manfaatkan teknologi. Komputer adalah alat yang dapat membantu jika dimanfaatkan dengan baik.
9. Jangan menunda-nunda pekerjaaan
10. Seimbangkan hidup, untuk karier, keluarga, dan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan jika kita merencanakan semua dengan baik.
Sebagai penutup dari artikel ini, sobat kita harus ingat bahwa orang Islam yang sukses adalah yang amanah pada waktu. Mereka merasa rugi jika hidup mereka tidak dipenuhi dengan aktivitas beribadah. Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin berkat,

“Awasilah setiap detik dalam hidupmu, jangan kamu lupakan Allah sedetikpun karena bila itu terjadi maka kamu sebenarnya dalam keadaan bahaya. Sesungguhnya semua manusia berada dalam kehancuran kecuali mereka yang berilmu. Orang-orang yang berilmu berada dalam kehancuran kecuali mereka mereka yang beramal. Mereka yang beramal juga berada dalam kehancuran kecuali golongan yang ikhlas. Golongan yang ikhlas ini pun masih belum selamat sepenuhnya dari bahaya besar di sisi Allah…. Semua ini akan membebani kamu kecuali jika kamu mengambil dari dunia ini sekedar perlunya saja.”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ” Aku tidak pernah menyesali sesuatu seperti aku menyesali satu hari yang telah berlalu, karena dengan itu ajalku semakin berkurang sedangkan amal ibadahku tidak bertambah.”

Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Salam SuksesMulia!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H penulis buku AL Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Bila jatuh bangunlah. www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Friday, July 9, 2010

Giving Is Rich



Giving is Rich

Berpikir untuk diri-sendiri adalah awal dari kemiskinan
”Untuk menjadi sukses, tidak ada cara yang lebih baik daripada membantu orang lain untuk menjadi sukses”

Sobat, Mulai hari ini, ubahlah paradigma Anda. Dari yang tadinya merasa lebih enak jika diberi menjadi lebih enak kalau memberi. ” Giving is Rich”. Kita tidak perlu menunggu sampai kita kaya untuk bisa memberi sesuatu pada orang lain. Memberi tidak harus dalam bentuk uang. Jika kita tidak punya uang, kita bisa memberi dalam bentuk waktu, pikiran, ide, dan masih banyak yang lain.

Mentor kami Prof. Ali Azis Guru besar IAIN Sunan Ampel pernah menyampaikan kalau kita banyak mengajarkan kebaikan kepada orang banyak maka itu sejatinya adalah investasi kita dikemudian hari, merekapun akan mengingat kita dan akan menjadi jalan kesuksesan kita.Robert T. Kiyosaki menjadi sukses karena mengajarkan kemandirian finansial kepada lebih banyak orang. Mentor kami Jamil Azzaini menjadi sukses karena mengajarkan kearifan dan sukses mulia kepada lebih banyak orang. Demikian juga Mario Teguh, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Gede Prama menjadi sukses karena mereka mengajarkan kesuksesan dan kearifan kepada lebih banyak penduduk.Bahkan Dik Doang dengan Kandang Jurang-nya juga memiliki misi mengajar lebih banyak anak-anak indonesia untuk mengenal lingkungan hidup.

Data empirik juga menunjukkan suatu perusahaan, bisnis, maupun organisasi yang sukses adalah yang berhasil membantu orang lain untuk meraih kesuksesan, membantu orang lain untuk meraih impiannya. Pada tahun 90-an , Andrew Carnegie seorang raja baja adalah orang yang terkaya di masa itu. Suatu kali beliau di wawancarai oleh seorang wartawan apa prinsip suksesnya. Beliau menjawab, ” Gampang, untuk bisa menjadi kaya dan sukses, terlebih dahulu harus membantu karyawan menjadi kaya dan sukses.” dan beliau telah membuktikan prinsipnya itu, maka beliau menjadi orang terkaya saat itu.

Sobat, berikan paling tidak 10 % dari penghasilan kita untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Berikan nilai manfaat kepada banyak orang melalui talenta yang kita miliki. Saya senang berbagi dan menginspirasi orang lain, untuk itu saya menulis buku,beberapa artikel tiap minggu untuk diposting blog www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , memberikan spiritual motivation secara gratiss di RRI Pro 2 FM tiap selasa sore jam 16.30 sd 17.30, Membina kurang lebih 100 mahasiswa/mahasiswi untuk menjadi trainer dan penulis handal melalui program mentor FM Plus. ”Semakin banyak orang yang Anda ungkit keberhasilannya, maka semakin ’terjamin’ masa depan Anda, karena saat itu, Anda telah mengakumulasi tabungan epos yang sangat besar.” Pesan Mas Jamil Azzaini dalam bukunya DNA SuksesMulia.

Sobat, mulailah bertanya pada diri sendiri ” Kapan giliran saya membantu orang lain?” Anda perlu bertanya kapan Anda akan mulai menjadi malaikat bukan tuyul yang hobi mencuri dan merugikan orang lain, kapan akan mulai memberi kepada orang lain. Jika Anda bertanya kepada saya kapan waktu yang paling tepat, jawabannya adalah SEKARANG. Tidak ada waktu yang paling tepat sobat, untuk membantu orang lain. Mulailah dari sekarang.

Sobat, kita harus mengubah cara pandang kita kalau memberi jauh lebih baik daripada menerima, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah. Giving is Rich. Jika kita berbagi, jika kita memberi, percayalah kita akan meraih kesuksesan yang lebih besar. Kita pasti akan berkelimpahan.

Sobat, Dakwah mengajak orang ke jalan kebaikan adalah wujud kepedulian kita pada sesama. Membina orang untuk berubah menjadi lebih baik, lebih sholeh dan lebih meningkat Iman dan Takwanya serta menjadikan mereka juga ikut andil dalam penyadaran umat adalah wujud kepedulian yang luar biasa. Dan makna kepedulian itu digambarkan Rasulullah sangat indah dalam hadits-Nya :

“Siapa saja yang bangun di pagi hari dan ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka”

(HR. Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari, Imam Al-Haitsami, majma’ Zawaid, jilid X, halaman 248)

Dan imbalan bagi yang peduli disebutkan juga oleh baginda Rasulullah SAW :

Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya
(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, an Nasa’I dan Ibn Majah)

Semoga kita semua tetap istiqomah dan berjuang di jalan-Nya serta terus-menerus menebar Epos atau kebajikan semata-mata mencari Ridho Allah SWT. Ingatlah sobat, bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda, ” Maka bertakwalah kepada Allah, dan perbaguslah cara mencari Rizki. Jika Rizki salah seorang dari kalian lambat, maka janganlah ia mengejarnya dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah, karena anugerah Allah tidak dicapai dengan maksiat.” ( terj. HR. Hakim).

Salam SuksesMUlia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Allahu Akbar!

(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri salah satunya Al-Quwwah ar ruhiyah Kekuatan spirit tanpa batas.)

Monday, July 5, 2010

Jadilah Manusia yang Pro-Aktif bukan Re-Aktif




Jadilah Manusia yang Pro-Aktif bukan Re-Aktif

“ Masa depan kita juga bergantung pada buku apa yang kita baca dan dengan siapa kita bergaul.”


Sobat, apa yang kita lakukan dan kita akan jadi apa ? hal itu amat dipengaruhi oleh persepsi atau sudut pandang kita terhadap sesuatu hal. Karenanya memiliki sudut pandang dengan benar merupakan hal yang paling penting dan menentukan jalan hidup kita selanjutnya. Lingkaran pengaruh yang kita miliki besar atau kecil sangat dipengaruhi oleh persepsi kita tentang sesuatu hal itu . Diantaranya adalah :

1. Uang
2. Makanan
3. Pekerjaan
4. Teknologi
5. Teman-teman kita bergaul
6. Film
7. Musik
8. Mode
9. Media
10. Keluarga

Bagaimana kita menyikapi hal-hal di atas dengan sudut pandang yang khas dan benar yang akan menentukan kualitas kita dalam menjalani kehidupan ini? Setidaknya bisa dikelompokkan menjadi dua tipe manusia terkait dengan lingkaran pengaruh di atas.
• Manusia yang berprilaku Re-aktif : Tipe manusia yang tidak memiliki paradigma atau prinsip dalam hidupnya. Begitu ada stimulus langsung memberikan respon tanpa harus melalui proses berfikir dengan menggunakan sudut pandang yang khas dikenal dengan sebutan paradigma. Maka justru 10 hal di atas atau lingkungan yang menekan dan sangat mempengaruhi pikiran dan sikap dia dalam menjalani hidup sehingga lingkaran pengaruh dirinya lebih kecil dibandingkan dengan lingkungan yang mengelilinginya.
• Manusia yang berprilaku Pro-aktif : Tipe manusia yang memiliki prinsip hidup yang jelas serta paradigma dalam hidupnya. Sehingga begitu ada stimulus dia tidak langsung merespon langsung dengan tindakan tapi ada proses berpikir dan memilah serta memilih karena dia punya prinsip dan paradigma dalam hidupnya, baru setelah menyadari dan memahaminya kemudian dilanjutkan menjadi sebuah tindakan. Sehingga 10 hal di atas mampu dia kendalikan dengan prinsip dan paradigma yang mereka yakini, misalnya bukan dia yang diperbudak oleh uang tapi dia yang mengendalikan uang. Jadi dialah yang mampu mengendalikan 10 hal di atas sehingga lingkaran pengaruhnya lebih besar dibandingkan dengan lingkungan yang mengelilinginya


Bagi kita seorang muslim harus benar-benar ditanamkan prinsip hidup yang hakiki sehingga kita mampu menjalani kehidupan ini penuh makna dan berkah serta meraih ridho Allah SWT. Apa saja prinsip itu? Kalau boleh saya ringkas adalah Allah pencipta Kehidupan ini, Islam sbg pedoman hidup, Sorga itu Haq ( benar), Neraka itu Haq (benar). Akhirat tempat yang kekal, Yang taat kepada Allah & Rasulnya akan selamat

Sedangkan Paradigma seorang muslim adalah Hidup untuk ibadah, Tolok ukur perbua- tan Halal / Haram, Setiap perbuatan akan di hisab, Dunia tempat berkorban , kebahagian abadi hanya di akhirat, Setiap tingkat keimanan ada ujiannya

Bagi seorang muslim yang pro-aktif ketika dia mensikapi stimulus dari lingkungan yang mengelilinginya dia akan menggunakan prinsip dan paradigmanya untuk memilih dan memilah lingkungan sebagai ukurannya.Sehingga seorang muslim yang pro-aktif akan memiliki sikap tidak mudah terpengaruh lingkungan, berfikir sebelum bertindak, mendalami pengetahuan agama, pantang menyerah dan tidak mudah putus asa. Hal ini akan memunculkan kebiasaan mengkaitkan fakta dgn pengetahuan agama, mulai membiasakan berfikir Positif, membiasakan berbuat baik, mulai dari yang paling ringan, mengutamakan yang wajib untuk dilaksanakan , lalu sunnah upayakan, mubah lakukan yang paling bermanfaat, makruh hindari, haram tinggalkan.

Sobat, Ayo kita berusaha semaksimal mungkin menjadi seorang muslim yang Pro-Aktif yang menyadari akan visi dan misi hidupnya dan setiap perbuatannya akan dia pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, menjadikan halal atau haram sebagai tolok ukur perbuatannya semata-mata karena ingin mencapai ridho Allah SWT. Kalau ini yang kita lakukan Insya Allah hidup kita tidak hanya mulia di dunia namun juga di akherat. Bukankah Allah SWT. Telah memotivasi kita dalam surat al hujurat ayat 13 dan memberikan reward yang luar biasa, dan kita juga bisa baca surat al baqarah ayat 103.
Allah juga menegaskan :

”Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia.” ( TQS. Al-Hajj : 50 )

Ibnu Taimiyah berkata dalam kitabnya Majmu’ Fatawa : ” Sebagian ulama shalaf berkata , seorang yang bertakwa tak butuh lagi apa-apa, karena Allah telah memberikan jaminan baginya dengan jalan keluar yang bagi orang lain sempit. Mereka diberikan rezki dari arah yang mereka tidak pernah sangka-sangka. Allah menjauhkan mereka dari hal-hal yang membahayakan dan mendatangkan untuk merekahal-hal yang menguntungkan. Seandainya semua itu tidak terjadi, maka hal itu menunjukkan kekurangan iman. Hendaknya ia memohon ampun dan bertaubat kepada Allah.”

Baginda Rasulullah Muhammad SAW menguatkannya melalui hadits qudsi Allah Berfirman :

” Wahai Anak cucu Adam! Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku. Aku akan curahkan ke dalam dadamu kecukupan dan aku cukupkan kebutuhanmu. Kalau Engkau tidak melakukannya maka Aku curahkan ke dalam dadamu kegelisahan dan Aku takkan memenuhi kebutuhanmu.” ( Sunan Ibnu Majah, no. 4022)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang berharga ini. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
Salam SuksesMulia!

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, S.Sos.I, M.Si, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan Bila Jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Friday, July 2, 2010

Bila Saat itu Datang ........




BIla Saat itu Datang……

Sobat…jika melihat poto nenek or kakek itu apa yang kalian fikirkan???Saya hanya ingin menebak, mungkin segelintir dari kalian bakal bilang kalo pada suatu fase saya juga akan mengalami perubahan seperti nenek or kakek itu…..that’s Right sobat Muda!! Saya, dan kalian yang saat ini masih menjadi pemuda alias anak muda pastinya bakal mengalami fase itu, ya…fase dimana tubuh ini telah menjadi rentan tak berdaya, lemah…pandangan kita kabur, tak setajam saat ini, nafas kita sudah tersenggal – senggal, daya ingat kita sudah melemah, kulit kita menjadi mengkerut, tak seindah saat ini, rambut kita yang hitam, akan berubah menjadi putih….dan usia kita pun tinggal menghitung hari……

Sobat, sejujurnya ada rasa ketakutan yang mengelayuti pikiran saya, ya…seringkali saya membayangkan jika saat itu tiba nanti, dan itu merupakan suatu fase yang pasti terjadi pada diri kita, ya jika Allah masih memberikan usia hingga melewati fase tersebut. Sobat, rasanya pasti diri kita sangatlah merugi jikalau sebelum fase itu datang, kita menjadikan usia kita yang saat ini kita disebut anak muda, yang memiliki ambisi yang kuat, semangat yang membara, dan idealisme yang kokoh, digunakan untuk melakukan aktifitas yang sia- sia, kemaksiatan, dan aktifitas yang menjadikan Allah gak ridho terhadap diri kita.

Sobat, jika hal itu yang terjadi pada diri kita, dapat dipastikan kita termasuk golongan yang sia – sia, ya….orang yang merugi dan yang lebih parah lagi kita membunuh diri kita secara perlahan.

Sobat, masa muda adalah masa yang paling berharga….coba renungkanlah sobat??pada masa ini, dengan otak kita yang cemerlang yang menurut penelitian daya ingat otak adalah senilai 180.000quilintion, maka seharusnya yang kita lakukan dengan potensi ini adalah berprestasi ya…menghasilkan karya, untuk kemaslahatan umat manusia, jangan jadikan piranti lunak yang tidak bisa digantikan dengan triliunan uang hanya sebatas memikirkan hal – hal yang kotor, picik atau hanya sekedar memikirkan kebahagian materi kita atau keluarga kita saja ya layaknya orang kapitalis, ukurannya pencapaian hidup mereka adalah memikirkan, mencari, dan menghasilkan materi sebanyak - banyaknya, what’s ?? jika itu yang kalian lakukan, I think you are impair your self!! Sobat, janganlah kalian menjadikan tenaga kalian yang saat ini dalam kondisi kuat, kalian pergunakan untuk hal – hal yang berbau maksiat, sobat…sekali lagi sungguhlah kita termasuk orang yang merugi, jika kita sia – siakan tenaga kita.
Sobat, marilah kita berfikir sejenak…..tentang maksud Allah menciptakan kita??Sobat, sungguh kita diciptakan hanya untuk beribadah kepadanya, namun ibadah yang saya maksudkan tidak hanya sekedar ibadah mahdhoh sobat seperti shalat, puasa,zakat,de el el. Tapi lebih jauh, ibadah seutuhnya ya….segala aktivitas yang kita lakukan, baik pergaulan,pendidikan,jualan beli, semuanya pakek atUran yang MAHA Hebat, Yang berasal from Our God”ALLAH SWT”, dan itu hanya bisa dengan memperjuangkan kehidupan Islam kembali, yups…sobat dengan memperjuangkan tegaknya Khilafah, yup Institusi negara yang menerapkan Islam Kaffah.

Sobat, kita dan hidup kita begitu berharga….jangan sia – siakan sobat, kita harus menjadikan diri kita dan hidup kita berharga bagaikan mutiara, yang begitu mahal…. sobat, sobat kita harus berjani pada diri kita bahwa masa muda kita harus penuh prestasi dalam segala bidang, masa muda ini gak boleh terlewat gitu ajah sobat, masa muda kita harus kita lewatkan untuk memperjuangkan agama Allah sobat, bersama ribuan bahkan jutaan anak muda yang mengikrarkan dirinya sebagai pejuang syariat dan khilafah……

Sobat, biarkan nanti ketika tubuh kita sudah rentan tak berdaya, kita bisa tersenyum karena masa muda kita, gak kita sia- siakan bahkan ketika Allah panggil kita nanti, kita bisa bilang Ya Allah…kujadikan masa muda saya dan juga hidup saya untuk mencari ridho – Mu Ya Allah dengan menahan nafsu saya dan juga menjadikan waktu saya,tenaga saya, pikiran saya, hati saya, dan jiwa saya untuk memperjuangkan agama- Mu Ya Allah, semata – mata karena Saya Cinta Kepada – Mu dan ingin menggapai ridho – Mu Allah. Sobat, semoga kita tergolong pemuda layaknya Mus’ab Bin Umair, Ali Bin Abi Thalib, Muhammad Al – Fatih yang menggadaikan masa muda nya untuk perjuangan Islam…Sobat semoga Allah ampuni semua dosa – dosa yang telah kita lakukan, dan Allah jadikan akhir hidup kita akhir hidup yang khusnul Khotimah, dan Allah perkenankan kita menikmati indahnya Surga Firdaus….amin ( Dita IAIN Supel)

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co