Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, May 3, 2010

Taat Kok Minimalis



Taat kok Minimalis
( Erna Peserta Mentor FM Plus di malang )
Manusia, tentunya makhluk yang satu ini tidak asing lagi ditelinga kita. Makhluk yang oleh Allah diciptakan dengan wujud yang sebaik-baiknya sebagaimana tercantum dalam firman-Nya:
”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At Tiin : 4)
Dan Allah sungguh Maha menepati Janji, karena ternyata dalam tubuh manusia itu terdiri dari berbagai sel, bentuk, warna dan tugas yang berbeda. Jumlahnya lebih dari 200 milyar sel (subhanallah). Setiap sel terdiri dari membran (dinding sel) dan nukleus (inti sel), yang dikelilingi oleh sitoplasma. Plasma ini mengelilingi inti sel yang terdiri dari beberapa kromosom. Jumlahnya 46 kromosom yang semuanya terdapat dalam sel sperma laki-laki dan sel telur perempuan. Dan sungguh, manusia adalah Mahakarya terindah yang luar biasa.
Namun, apakah manusia hanya cukup memiliki itu saja?. Ternyata tidak.
Manusia memiliki potensi yang pasti dimiliki oleh setiap individu, sehingga dengan potensinya tersebut dia bisa berbuat apapun dan sanggup untuk mempertahankan kehidupannya.
Dalam hidup tentunya kita tidak lepas dari aktivitas makan, minum, buang hajat dan sebagainya. Ketika hal tersebut tidak dipenuhi maka kelangsungan hidup kita akan terancam. Nah...potensi ini namanya kebutuhan jasmani (al hajjah al uhuwiyyah). Sedangkan potensi yang kedua adalah naluri. Hal ini lebih nampak ketika kita menyayangi orang tua kita, saudara kita, suami/istri kita yang ini disebut sebagai naluri untuk mempertahankan jenis. Kemudian adalah naluri mempertahankan diri yang lebih tercermin ketika seseorang mempertahankan diri dari ancaman, gangguan dan hambatan yang menghadang.
Dan potensi manusia yang ke tiga adalah akal. Setiap manusia pasti mempunyai akal yang dengan akal itu manusia bisa memutuskan untuk berbuat atau tidak, yang dengan akal itu pula manusia memilih sesuatu untuk dijadikan prinsip hidupnya.
Hasan al-Bashri berkata: “Kebanyakan orang sama ketika mendapatkan nikmat, tetapi saat ujian (bala’) ditimpakan, mereka berbeda (satu sama lain).”
Ibn Jauzi berkomentar: Akal adalah simpanan terbaik dan bekal untuk menghadapi perang melawan bala’
[Ibn Jauzi. Shaid al-Khathir, 78]
Setiap orang yang mempunyai akal hendaknya menngunakan akalnya dengan maksimal. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa taklid buta itu dilarang bagi mukallaf(muslim yang telah menerima beban hukum). Karena, dengan taklid buta seseorang akan mengikuti pendapat-pendapat yang diterimanya tanpa melalui proses berpikir baik hal yang diikuti itu benar atau salah.
Abdullah ibn Mas’ud berkata: “Janganlah salah seorang di antara kalian bersikap im’ah! ” Mereka bertanya: “Im’ah itu apa wahai Abu Abdirrahman? Beliau berkata: Jika seorang mengatakan, Aku selalu mengikuti orang; jika mereka mendapat hidayah, akupun mendapatkannya; jika mereka tersesat, aku pun sama. Hendaknya kalian meneguhkan dirinya; jika orang menjadi kafir dia tidak ikut kufur.” [Abu Nu'man, Hilyatu [...]
Dengan potensi yang dimilikinya, manusia diharapkan untuk benar-benar menjalankan apapun yang diperintahkan oleh Penciptanya yaitu untuk beribadah kepada Allah swt.
Namun, tidak heran jikalau dalam kesehariannya kita menemukan orang-orang yang bukannya menjalankan perintah Allah, namun sebaliknya mereka malah menghambat orang-orang disekitarnya untuk beribadah kepada-Nya. Di sisi lain, orang-orang yang sudah menjalankan perintah Allah namun setengah-setengah lebih banyak kita jumpai di masyarakat. Merekalah yang mempunyai ketaatan tapi setengah-setengah.
Yang sangat disayangkan adalah, ternyata penyakit ini juga menginternalisasi ke dalam diri pengemban dakwah. Padahal yang menjadi harapan umat saat ini adalah para pemudanya. Sehingga setiap jiwa para pemuda Islam hendaknya memiliki jiwa dan prinsip yang kuat dan tidak terkalahkan.
Hal ini memang perlu untuk dipupuk dengan penampahan-penambahan tsaqofah Islam dan tentunya diamalkan juga. Sehingga , pemuda Islam memang benar-benar mengetahui dan menjalankan Islan secara kaffah, bukankah hal itu yang diharapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Sebagai bukti dari kecintaan kita kepada Allah, taat terhadap segala perintah-Nya merupakan suatu tuntutan, dan sungguh tidak layak jikalau ada umat Islam yang bagus dari segi ibadah mahdahnya namun menentang diterapkannya hukum Allah.
Inilah PR besar bagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co