Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, April 19, 2010

Semakin Sering Ditolak,Semakin Dekat Pada Yang Menerima


Semakin Sering Ditolak, Semakin Dekat Pada Yang Menerima
“ Semua orang sobat. Pasti pernah gagal. Bahkan, orang-orang yang paling sukses di dunia pun mengalami masa-masa sulit. Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal adalah ketika orang sukses mengalami kegagalan,mereka menggunakan hal itu sebagai hikmah atau pelajaran yang berharga untuk memperbaiki diri.”


Sobat, ketika saya diminta oleh murid saya , Radinal Mukhtar untuk memberikan kata pengantar dalam bukunya yang kedua dengan judul “TOP SECRET ; Tabir Penolakan naskah dan 15 jurus menggebraknya.” Terlintas di benak pikiran saya sebuah kalimat yang menjadi judul artikel ini. Semakin sering ditolak, semakin dekat pada yang menerima. Bukankah Colonel Sanders telah ditolak 1008 kali ketika dia menawarkan resep masakan buatannya dari satu restoran ke restoran lainnya. Dia punya prinsip- semakin sering ditolak maka semakin dekat pada yang menerima - sehingga dia tidak mengenal putus asa dan akhirnya pada penawaran yang 1009 ada yang menerimanya hingga pada akhirnya KFC bisa memiliki cabang di 7500 kota di belahan dunia ini. Prinsip ini pula yang saya pakai ketika pensiun dini dari perusahaan tahun 2003 untuk membuka usaha pelatihan dari 300 proposal yang saya tawarkan selama setahun hanya dapat tiga perusahaan yang memakai jasa kami. Kalau kami saat itu menyerah, maka saya mungkin tidak bisa keliling di berbagai kota besar dan kecil di Indonesia memberikan Training atau Seminar. Ingatlah sobat, kunci semua itu adalah TUYUL ( Tabah, Ulet, Yakin, maka Insya Allah Usaha anda akan lancar).

Sobat, setiap orang dapat mengubah situasi yang buruk menjadi sumber kesempatan, jika mereka tahu caranya. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tidak masalah jika kita menyesali kegagalan kita barang sebentar. Tapi, kemudian katakan pada diri kita bahwa besok pagi kita akan menyingkirkan kekecewaan kita dengan mengatakan kalau ” Saya gagal 3 kali maka saya bangkit 4 kali, kalau saya gagal 4 kali maka saya harus bangkit 5 kali dan setiap gagal mulai lagi.”
Sobat, jika kita mencermati para juara di bidang apa pun, sebenarnya mereka tidak punya kelebihan yang menyolok dibandingkan mereka yang berprestasi rata-rata. Seringkali perbedaan itu hanyalah karena sang juara berusaha secara terus-menerus pantang menyerah menyempurnakan langkahnya sehingga mereka menjadi tak terkalahkan.

Ada beberapa tips berikut agar kita dapat menggunakan kegagalan menjadi batu loncatan bagi kesuksesan :

1. Gunakanlah kegagalan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan demikian, kita akan mendapati bahwa keinginan kita untuk berjuang memperbaiki situasi menjadi lebih kuat. Apa pun bidang yang kita rasa gagal, balikkanlah kegagalan itu sebagai motivasi yang memompa kita untuk berhasil. Katakan, ”Saya akan berhasil walau bagaimanapun keadaannya dan apa pun yang terjadi!” Pikirkan : ” Masa krisis adalah masa persiapan bagi masa sukses.” Yakinlah Laa Tahzan Innallaha ma’ana ”Janganlah Engkau bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.

2. Gunakanlah kegagalan sebagai kesempatan untuk mengkaji ulang kehidupan kita. Evaluasi kembali apa yang telah terjadi. Kemudian putuskanlah apa saja yang kita perlukan untuk bangkit kembali dan mencari arah hidup yang tepat.

3. Semua orang pasti pernah gagal. Oleh karena itu, pikirkanlah kemungkinan terburuk yang akan terjadi ketika sedang menyusun rencana apa pun. Sehingga mental kita sudah siap untuk menghadapi situasi terburuk. Hal ini membutuhkan kesabaran! Bersabarlah di masa krisis. Allah menganjurkan kita utuk tetap optimis ketika kita jatuh dalam berbagai cobaan.

4. Kendalikan mood atau emosi kita. Pastikan kemarahan, kesedihan, kekecewaan kita tidak berlarut-larut. Jangan menyimpan kepahitan! Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh mood atau perasaan yang sedang buruk. Jangan sampai kegagalan tersebut menenggelamkan kita dari kehidupan. Karena yakinlah Allah sanggup mengubah yang negatif menjadi yang positif,. Itulah Kuasa Allah SWT.

5. Ingatlah momentum kemenangan dalam kehidupan kita. Hari-hari bahagia, keberhasilan-keberhasilan, wisuda, menemukan cinta, naik pangkat dll. Hal itu akan menambah semangat dan syukur kita kepada Allah.

Sobat, hidup ini bagaikan musim yang selalu berganti; kadang kita menang,kadang kita kalah. Setiap tingkat kesuksesan yang baru menyediakan kegagalan-kegagalan tersendiri, dengan mampu mengatasinya, kita akan naik jenjang yang berikutnya. Satu hal yang pasti dibutuhkan adalah sikap yang positif dalam mengartikan kegagalan dalam setiap usaha kita.

Sebagai penutup dari atikel ini, cobalah tip berikut ini, tulislah sebuah permasalahan yang kita hadapi saat ini, kemudian tulislah lima tindakan yang dapat kita ambil untuk menyelesaikan dan memperbaiki situasi kita. Saya yakin sobat, latihan ini mampu membuat kita merasa lebih baik, karena kita sedang memikirkan solusinya, bukan masalahnya.
Selamat untuk Radinal yang telah menyelesaikan buku keduanya, semoga bermanfaat bagi kemajuan umat. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up!

( Spitual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri : Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit tanpa Batas!, Bila Jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co