Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, April 21, 2010

Buatlah Nilai Lebih diri kita setiap hari!



Buatlah nilai plus diri kita setiap hari!

Kembangkanlah sikap untuk selalu lebih baik; perbedaan yang kecil dalam tindakan kita dapat menyebabkan perbedaan yang besar dalam hasilnya

Sobat, hidup ini singkat seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh dan singgah sebentar di kedai untuk istirahat dan menambah bekal yang cukup untuk perjalanan yang masih jauh. Apa saja bekal yang harus kita siapkan untuk mengarungi kehidupan dunia menuju Akherat yang abadi? Pertama, memahami jati diri kita sesungguhnya; Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup? Ke mana kita akan kembali? Allah SWT menangani kehidupan manusia sebelum manusia dikandung oleh ibunya, sebelum menjadi nuthfah, dan sebelum dilahirkan oleh ibunya ke dunia menjadi bayi, lalu tumbuh menjadi pemuda yang kuat, lalu menjadi seorang lelaki dewasa, kemudian berusia tua dan beruban, selanjutnya kembali kepada Allah (meninggal dunia) Sehubungan dengan hal ini, Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya :

“ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" ( TQS. Al-A’raaf ayat 172)

Inilah yang disebut dengan janji yang berat yang diambil oleh Allah dari manusia sewaktu mereka masih berada dalam sulbi bapak moyang mereka Adam. Allah menunjuki mereka kepada tauhid seraya berfirman kepada mereka: ” Siapakah Tuhanmu? Siapakah sembahanmu? Siapakah yang berkuasa menciptakanmu? Siapakah yang berhak kamu sembah?”

Selanjutnya, manusia dikandung oleh ibunya yang juga manusia. Kemudian ibunya melahirkannya dalam keadaan menangis dan semua manusia dilahirkan dalam keadaan menangis karena pengaruh tusukan syetan yang menusuknya sewaktu ia dilahirkan dari dalam perut ibunya, kecuali Isa putra Maryam. Dia tidak menangis karena Allah memeliharanya dari gangguan syetan berkat do’a ibunya,Maryam. Kita bisa baca do’a Maryam pada QS Ali Imran ayat 36.

Adapun kita, maka sesungguhnya kita menangis saat ibu kita melahirkan kita, sebagian ahlu ilmu dan filsafat bahwa manusia menangis saat dilahirkan karena takut kepada cobaan dan penderitaan yang akan dihadapinya pada masa mendatang berupa kesempitan, kesusahan, kesengsaraan, dan kesedihan. Yang lainnya mengatakan bahwa manusia menangis saat dilahirkan karena dia melihat tugas-tugas yang akan dibebankan atas dirinya pada masa mendatang.

Ingatlah sobat, bahwa Allah amengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dalam keadaan bisu,tuli, tidak melihat, tidak dapat makan, tidak dapat minum, dan tidak dapat berbicara kemudian Allah menanganinya dan Dia memberi kita pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita bersyukur. Kita bisa baca QS An-Nahl ayat 78.

Seorang penyair mengatakan dalam bait-bait berikut :

”Hai Anak Adam ibumu melahirkanmu dalam keadaan menangis sedang orang-orang di sekitarmu tertawa gembira.
Maka beramallah sholeh dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan dirimu agar kelak bila mereka menangis di hari kematianmu kamu tertawa gembira menghadap Ilahi Rabbi.”

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan.....
Kita berpagi hari sebagai orang-orang yang bermain-main jika kita tidak berpegang pada agama ini yakni Dienul Islam.
Kita berpetang hari sebagai orang-orang yang bermain-main jika kita tidak berpegang pada dienul Islam.
Kita hidup dalam keadaan bermain-main jika kita tidak berpegang pada dienul islam.
Kita mati dalam keadaan bermain-main jika kita mati dalam keadaan tidak berpegang pada agama ini yakni dienul Islam.

Waspadalah kehidupan dunia adalah permainan dan suatu yang melalaikan. Yakni hanya polesan luar yang terlihat kinclong dan mengkilap. Akan tetapi kehidupan yang hakiki hanya ada di akherat dan kekekalan hanya di akherat.
Wahai hamba-hamba Allah, bersiap-siaplah untuk mati dan menghadapi hari kebangkitan sesudah mati, karena kita masih berada dalam peralihan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, bersegeralah melakukan tobat sebelum terlambat karena telah didahului oleh waktu.

Sobat, ada beberapa pelajaran berharga bagi diri kita agar kita menjadi lebih baik dan semakin dekat kepada Allah SWT.
1. Islam ada bersama kita sejak keberadaan kita dalam perut ibu kita masing-masing sampai kita masuk surga atau masuk neraka. Semoga Allah melindungi kita dari neraka. Islam bersama kita dalam semua tahapan dan peralihan kita dan memperkenalkan kepada kita semua kebutuhan-kebutuhan kita dan tugas-tugas yang harus kita kerjakan.
2. Kita diciptakan tidak secara main-main, tetapi untuk suatu tujuan yang sangat besar, yaitu menyembah dan beribadah hanya kepada Allah SWT. Kita bisa baca QS Al-Mu’minun ayat 115-116.
3. Orang yang tidak berjalan bersama dengan wahyu Rabbani sesungguhnya telah membodohi dirinya sendiri, karena dia lebih memilih metode-metode bumi dan meninggalkan manhaj Rabb penguasa dan pemilik langit dan bumi. Kita bisa baca QS. Al-An’aam ayat 162-163. Itulah yang kita baca saat setiap sholat ketika membaca do’a iftitah yang merupakan janji dan komitmen kita kepada Allah SWT.
4. Kita tidak memerlukan prinsip apa pun dan tidak pula undang-undang manapun selain Islam dan selain Risalah Muhammad SAW.
Oleh karena itu sobat, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah agar kita mendapat petunjuk dari keterangan yang dibawa oleh keduanya di dunia ini dalam menghadapi semua cobaan dan susap payah yang telah dibekalkan oleh Allah kepada kita sejak Dia menciptakan kita. Mari kita menata dan merapatkan barisan untuk bersama-sama berjuang menegakkan Syariah dan Khilafah. Allahu Akbar!!!!!

Sebagai penutup dari artikel singkat ini mari kita tanamkan dan canangkan pada diri kita untuk berbuat selalu lebih baik tiap hari dan memberikan prestasi terbaik yang menjadikan Allah Ridho dan layak menolong kita. Kita memohon kepada Allah agar senantiasa memberi Taufiq untuk bertaqwa kepada-Nya dan beramal sholeh , mati dalam keadaan syahid di jalan-Nya dan khusnul Khatimah. Amin

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H , Penulis buku Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Bila Jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co