Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, April 26, 2010

Tawaran Syariah Untuk Negara Bermasalah



Tawaran Syariah Untuk Negera Bermasalah

Biang keladi korupsi adalah kapitalisme serta sekutu sejarahnya yaitu kolonialisme (Klitgaard; 1998)

Indonesia menjadi negeri yang selalu dirundung masalah. Parahnya, kejahatan makelar kasus ini melibatkan seluruh institusi penegak hukum. Kita bisa bayangkan, mereka yang seharusnya menjadi penegak hukum, justru menjadi penghancur hukum itu sendiri. Yang dirugikan jelas rakyat, sampai-sampai di Indramayu ada keluarga miskin yang harus tinggal di kandang kambing setelah menjual seluruh hartanya gara-gara diperas oleh sang markus yang juga aparat negara.
Terbongkarnya kejahatan ini menunjukkan apa yang dibangga-banggakan pemerintah berkuasa selama ini tentang pemberantasan korupsi, manipulasi, sebagai program utama yang mereka jual dalam kampanye ternyata omong kosong. Memang ada yang dihukum, namun faktanya tetap saja praktik-praktik korupsi terus berjalan.
Menarik apa yang dikatakan oleh Klitgaard (1998) tentang penyebab mewabahnya korupsi, menurutnya biang keladi korupsi adalah kapitalisme serta sekutu sejarahnya yaitu kolonialisme. Korupsi tidak bisa dilepaskan dari keserakahan terhadap materi diakibatkan oleh implikasi dari ideologi kapitalisme yang sangat mengagungkan harta milik. Menghalalkan segala carapun dilakukan, apalagi baik dan buruk pun ditentukan oleh kesenangan materi (jasadiyah).
Kerakusan kapitalisme ini memang tidak ada batasnya, karena sumbernya adalah hawa nafsu. Maka tidak mengherankan kejahatan ini justru banyak melibatkan orang-orang yang sebenarnya sudah lebih dari cukup secara finansial. Pejabat-pejabat yang sebenarnya sudah memiliki gaji yang tinggi, tapi korupsinya paling tinggi juga. Fenomena orang kaya tapi selalu kekurangan pun menjamur.
Kerakusan kapitalisme ini tidak hanya menjadi ideologi orang per orang, tapi menjadi ideologi negara kapitalis, termasuk perusahan-perusahaan mereka yang melahirkan kolonialisme di masa dulu yang sebenarnya masih terjadi hingga saat ini. Dengan nafsu mencari keuntungan sebesar-besarnya, mendapat sumber energi, bahan mentah serta buruh yang murah, memperluas pasar dengan cara paksa, negara imperialis melakukan kolonialisasi: menjajah, merampok, membunuh, dan menindas.
Ada yang langsung mengirim pasukan militer, seperti Belanda, Spanyol, Inggris di masa kolonial dulu. Atau Amerika dan Inggris ketika menjajah Irak dan Afghanistan di masa sekarang. Ada pula penjajahan yang dilakukan lewat instrumen ekonomi kapitalisme seperti pasar bebas, investasi asing, privatisasi, dan utang luar negeri. Dan semua itu akan berhasil dengan sukses kalau ada para pengkhianat, para komprador yang menjadi kaki tangan asing di negeri jajahannya. Mereka inilah para kepala negara, elit politik , anggota parlemen, aparat keamanan, termasuk ilmuwan yang melacurkan diri mereka untuk kepentingan tuan besar Kapitalisme. Mereka berjibaku sekuat tenaga untuk mempermudah dan memperkokoh penjajahan asing.
Ciri khasnya mereka tunduk saja kepada intruksi tuan mereka termasuk memaksakan sistem kapitalisme yang merugikan rakyat, meloloskan undang-undang yang pro penjajah yang menjadi jalan perampokan. Para komprador dan pengkhianat inilah yang mendapat keuntungan besar meskipun dengan cara menindas rakyat dan membiarkan perampokan terjadi pada negara mereka. Mereka ini pula yang menjadi pelaku-pelaku utama korupsi dan manipulasi itu. Bagi negara-negara kapitalis, lebih menguntungkan memberikan ‘sedikit’ kesenangan kepada para agen dengan cari hadiah, korupsi, manipulasi, dan suap, namun mereka mendapat keuntungan yang jauh lebih besar karena bisa merampok kekayaan alam negara itu. Ciri khas lain dari para pengkhianat ini mereka akan berupaya untuk mencegah apapun yang mengganggu kepentingan tuan mereka dengan berbagai cara termasuk bertindak represif.
Kita bisa mengerti kalau perjuangan syariah Islam dan khilafah selalu dihambat oleh para komprador pengkhianat bahkan dengan cara tangan besi. Lewat kaki tangan imperialis, dibuatlah pencitraan negatif tentang syariah Islam dan khilafah, mereka membangun opini seakan-akan syariah Islam itu mengancam negara dan rakyat. Bagaimana mungkin hukum yang berasal dari Allah SWT yang memiliki sifat ar rahman dan ar rahiim mengancam negara dan merugikan rakyat?
Sebaliknya mereka memuji-muji sistem kapitalisme dan negara pengusungnya sebagai sistem yang terbaik. Ide-ide kapitalisme seperti demokrasi, neoliberal, pluralisme dijadikan seperti agama baru yang harus tunduk kepadanya secara mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Mata, pikiran dan hari mereka buta buta, melihat kenyataan bagaimana negara-negara kapitalisme telah menjajah, membunuh, memiskinkan dan merampok negeri-negeri Islam.
Mereka sangat mengerti penegakan syariah Islam dan khilafah akan membebaskan negeri-negeri Islam dari penjajahan. Umat Islam akan menjadi kuat karena bersatu di dunia di bawah naungan khilafah. Khilafah tidak akan membiarkan sejengkal tanah Muslim pun diduduki, apalagi dirampok dan rakyatnya dibunuh. Karena Khilafah akan menjadi al junnah (perisai) bagi rakyat dan negeri-negeri Islam.
Syariah Islam juga akan menghapuskan segala bentuk undang-undang, hukum, maupun kebijakan kapitalisme yang selama ini menjadi instrumen penjajahan. Syariah Islam akan melarang air, listrik, termasuk minyak, emas, batu bara, gas, diserahkan kepada asing atau diprivatisasi. Karena itu termasuk pemilikan umum (milkiyah ‘ammah) yang merupakan hak rakyat. Kerakusan kapitalisme untuk mengekploitasi pendidikan dan kesehatan atas nama privatisasi pun akan dihentikan, sebab berdasarkan syariah Islam, negara wajib menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat termasuk kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis.
Syariah Islam akan memberantas para koruptor. Salah satu pilihan hukumannya adalah hukuman mati. Tidak hanya itu, jalan-jalan menuju tumbuh suburnya korupsi akan ditutup seperti larangan suap menyuap, larangan memberikan hadiah kepada para pejabat, termasuk pembuktian terbalik di mana para pejabat harus membuktikan darimana uang yang diperoleh kalau dianggap tidak wajar. Pandangan hidup yang didasarkan kepada kebahagiaan yang didasarkan kepada ridla Allah SWT, akan menggantikan pandangan hidup materialistis yang menjadi sumber kerakusan. (Farid Wadjdi)

Sunday, April 25, 2010

Kyai Hasyim Asy’ari dikenal pembela syariat Islam. Andai beliau masih hidup, pasti berada di garda depan menolak pemikiran Liberal



KH. Hasyim Asy’ari dan Liberalisasi Pemikiran
Kyai Hasyim Asy’ari dikenal pembela syariat Islam. Andai beliau masih hidup, pasti berada di garda depan menolak pemikiran Liberal

Oleh: Kholili Hasib*

SUSUNAN Pengurus PBNU telah diumumkan, namun apakah sudah steril dari orang-orang liberal? Tentunya, harapan itu besar bagi umat Islam Indonesia. Sudah saatnya arus liberalisasi agama yang diusung oleh sebagian intelektual muda NU belakangan ini ditanggapi serius dan tegas. Sebab, pemikiran ‘nyeleneh’ mereka sangat jauh dari ajaran-ajaran KH. Hasyim Asy’ari –pendiri NU – yang dikenal tegas dan tidak kompromi terhadap tradisi-tradisi batil.

Ironinya, ketokohan Kyai Hasyim tidak hanya sudah ditinggalkan, akan tetapi malah berusaha ditarik-tarik dengan mengatakan, Kyai Hasyim adalah tokoh inklusif.

“KH. Hasyim adalah tokoh moderat, menghargai keberagamaan, dan terbuka,” begitu ungkap seorang kader muda NU, dalam acara bedah bukunya berjudul “Hadratussyaikh; Moderasi Keumatan dan Kebangsaan” pada 13 Maret 2010 di Jombang.

Penulisnya yang juga aktivis Islam Liberal, tampaknya ingin menarik-narik bahwa pemikiran Kyai Hasyim sesuai dengan pemikiran progresif anak-anak muda NU saat ini.

Progresif dalam pemikirannya, adalah yang tak jauh dari pemikiran liberal dan inklusif. Tentu, ini sebuah kesimpulan yang cenderung gegabah. Kesimpulannya tersebut akan membawa dampak tidak sehat terhadap organisasi NU ke depan. Sebab, ketokohan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sangat jauh dari ide-ide inklusifisme (keterbukaan) mereka. Pada zamannya, harap dicatat, Kyai Hasyim adalah tokoh sangat concern membela syari’at Islam.

Dalam konteks dinamika pemikiran progresif anak-anak muda NU seperti sekarang, cukup menarik bila kita mengkomparasikan dengan pemikiran founding father Jam’iyah NU ini. Ada jarak yang cukup lebar ternyata antara ide-ide Kyai Hasyim dengan wacana-wacana yang dikembangkan kader-kader muda NU yang liberal itu.

Ketokohan KH. Hasyim Asy’ari yang sangat disegani, membuat orang NU ingin diakui sebagai pengikut beliau. Akan tetapi, upaya pengakuan yang dilakukan anak-anak muda liberal NU tidak dilakukan dengan mengaca pada perjuangan dan ideologi Kyai Hasyim.

Sebaliknya, pemikiran Kyai Hasyim justru secara paksa disama-samakan dengan pemikiran iklusivisme mereka. Padahal Kyai Hasyim pada zamannya terkenal sebagai ulama’ yang tegas dan tidak kompromi dengan tradisi-tradisi yang tidak memiliki dasar.

Ketegasan Kyai Hasyim

Wajah pemikiran pendiri NU ini yang paling menonjol adalah dalam pendidikan Islam, sosial politik, dan akidah. Akan tetapi pemikiran terakhir beliau ini belum banyak dielaborasi. Padahal untuk bidang keyakinan yang prinsip, beliau dikenal mengartikulasikan basicfaithnya secara ketat, tegas, dan tidak kompromi.

Dalam kitabnya Al-Tasybihat al-Wajibat Li man Yashna’ al-Maulid bi al-Munkarat mengisahkan pengalamannya. Tepatnya pada Senin 25 Rabi’ul Awwal 1355 H, Kyai Hayim berjumpa dengan orang-orang yang merayakan Maulid Nabi SAW. Mereka berkumpul membaca Al-Qur’an, dan sirah Nabi.

Akan tetapi, perayaan itu disertai aktivitas dan ritual-ritual yang tidak sesuai syari’at. Misalnya, ikhtilath (laki-laki dan perempuan bercampur dalam satu tempat tanpa hijab), menabuh alat-alat musik, tarian, tertawa-tawa, dan permainanan yang tidak bermanfaat. Kenyataan ini membuat Kyai Hasyim geram. Kyai Hasyim pun melarang dan membubarkan ritual tersebut.

Dalam aspek keyakinan, Kyai Hasyim juga telah wanti-wanti warga Nadliyyin agar menjaga basic-faith dengan kokoh. Pada Muktamar ke-XI pada 9 Juni 1936, Kyai Hasyim dalam pidatonya menyampaikan nasihat-nasihat penting. Seakan sudah mengetahui akan ada invasi Barat di masa-masa mendatang, dalam pidato yang disampaikan dalam bahasa Arab, beliau mengingatkan, “Wahai kaum muslimin, di tengah-tengah kalian ada orang-orang kafir yang telah merambah ke segala penjuru negeri, maka siapkan diri kalian yang mau bangkit untuk…dan peduli membimbing umat ke jalan petunjuk.”

Dalam pidato tersebut, warga NU diingatkan untuk bersatu merapatkan diri melakukan pembelaan, saat ajaran Islam dinodai. “Belalah agama Islam. Berjihadlah terhadap orang yang melecehkan Al-Qur’an dan sifat-sifat Allah Yang Maha Kasih, juga terhadap penganut ilmu-ilmu batil dan akidah-akidah sesat”, lontar Kyai Hasyim. Untuk menghadapi tantangan tersebut, menurut Kyai Hasyim, para ulama harus meninggalkan kefanatikan pada golongan, terutama fanatik pada masalah furu’iyah. “Janganlah perbedaan itu (perbedaan furu’) kalian jadikan sebab perpecahan, pertentangan, dan permusuhan,” tegasnya.

Tegas, tidak kenal kompromi dengan tradisi-tradis batil, serta bijaksana, inilah barangkali karakter yang bisa kita tangkap dari pidato beliau tersebut. Bahkan pidato tersebut disampaikan kembali dengan isi yang sama pada Muktamar ke-XV 9 Pebruari 1940 di Surabaya. Hal ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap masa depan warga Nadliyyin dan umat Islam Indonesia umumnya, terutama masa depan agama mereka ke depannya – yang oleh beliau telah diprediksi mengalami tantangan yang berat.

Situasi aktual yang akan dihadapi kaum muslim ke depan sudah menjadi bahan renungan Kyai Hasyim. Dalam kitab Risalah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah, beliau mengutip hadis dari kitab Fathul Baariy bahwa akan datang suatu masa bahwa keburukannya melebihi keburukan zaman sebelumnya. Para ulama dan pakar hukum telah banyak yang tiada. Yang tersisa adalah segolongan yang mengedepan rasio dalam berfatwa. Mereka ini yang merusak Islam dan membinasakannya.

Dalam kitab yang sama, mbah Hasyim (demikian sering dipanggil) menyinggung persoalan aliran-aliran pemikiran yang dikhawatirkan akan meluber ke dalam umat Islam Indonesia. Misalnya, kelompok yang meyakini ada Nabi setelah Nabi Muhammad, Rafidlah yang mencaci sahabat, kelompok Ibahiyyun – yaitu kelompok sempalan sufi mulhid yang menggugurkan kewajiban bagi orang yang mencapai maqam tertentu - , dan kelompok yang mengaku-ngaku pengikut sufi beraliran wihdatul wujud, hulul, dan sebagainya.

Menurut Kyai Hasyim, term wihdatul wujud dan hulul dipahami secara keliru oleh sebagian orang. Kalaupun term itu diamalkan oleh seorang tokoh sufi dan para wali, maka maksudnya bukan penyatuan Tuhan dan manusia (manunggaling kawula).

Seorang sufi yang mengatakan “Maa fi al-Jubbah Illa Allah”, maksudnya adalah bahwa sesuatu yang ada dalam jubbah atau benda-benda lainnya di alam ini tidak akan wujud, kecuali karena kekuasaan-Nya. Artinya, menurut Kyai Hasyim, jika istilah itu dimaknai manunggaling kawula, maka beliau secara tegas menghukumi kafir.

Karakter pemikiran yang diproduk Kyai Hasyim memang terkenal berbasis pada elemen-eleman fundamental. Dalam karya-karya kitabnya, ditemukan banyak pandangan beliau yang menjurus pada penguatan basis akidah. Dalam kitabnya Risalah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah itu misalnya, Kyai kelahiran Jombang ini menulis banyak riwayat tentang kondisi pemikiran umat pada akhir zaman.

Oleh sebab itu, Kyai Hasyim mewanti-wanti agar tidak fanatik pada golongan, yang menyebabkan perpecahan dan hilangnya wibawa kaum muslim. Jika ditemukan amalan orang lain yang memiliki dalil-dalik mu’tabarah, akan tetapi berbeda dengan amalan syafi’iyyah, maka mereka tidak boleh diperlakukan keras menentangnya. Sebaliknya, orang-orang yang menyalahi aturan qath’i tidak boleh didiamkan. Semuanya harus dikembalikan kepada al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama terdahulu.

NU Tapi Liberal

Sayangnya, model pemikiran-pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tersebut tidak menjadi kaca yang baik. Bahkan ‘kaca’ pemikiran Kyai Hasyim berusaha diburamkan sedemikian rupa, terutama oleh anak-anak muda NU yang liberal.

Punggawa-punggawa Jaringan Islam Liberal (JIL) tak sedikit berlatar belakang NU. Akan tetapi, yang diperjuangkan bukan lagi ke-NU-an sebagaimana ajaran Kyai Hasyim, melainkan pluralisme, sekularisme, kesetaraan gender, dan civil society.

Beberapa intelektual muda NU yang hanyut dalam arus liberalisme agama harus ditanggapi serius. Pemikiran anak-anak muda itu cukup membahayakan. Tidak hanya bagi NU, tapi juga keberagamaan di Indonesia secara umum.

KH. Hasyim Muzadi ketika masih menjabat ketua PBNU telah merasa gerah dengan munculnya wacana liberalisasi agama yang melanda kalangan muda NU. Beliau telah menyadari bahwa liberalisme telah menjadi tantangan di NU.

Sebab, liberalisasi agama jelas menyalahi tradisi NU, apalagi melawan perjuangan KH. Hasyim Asy’ari. ”Liberalisme ini mengancam akidah dan syariah secara bertahap,” ujar KH Hasyim Muzadi seperti dikutip www.nuonline.com pada 7 Februari 2009.

Kekhawatiran tersebut memang perlu menjadi bahan muhasabah di kalangan warga NU. Sebab, invasi anak-anak muda tersebut pelan-pelan akan menghujam ormas Islam terbesar tersebut. Kasus Ulil yang memberanikan diri mencalonkan diri sebagai ketua PBNU dalam muktamar kemarin adalah sebuah sinyal kuat, bagaimana tokoh liberal bisa masuk bursa calon ketua. Harusnya, ada ketegasan sikap dari elit-elit NU untuk mencegah.

Padahal, KH. Hasyim Asy’ari sangat menetang ide-ide pluralisme, dan memerintahkan untuk melawan terhadap orang yang melecehkan Al-Qur’an, dan menentang penggunaan ra’yu mendahului nash dalam berfatwa (lihat Risalah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah). Dalam Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam’iyati Nadlatu al-‘Ulama, Hadratusyekh mewanti agar berhati-hati jangan jatuh pada fitnah – yakni orang yang tenggelam dalam laut fitnah, bid’ah, dan dakwah mengajak kepada Allah, padahal mengingkari-Nya.

Memang mestinya, nadliyyin yang liberal tidak mendapat tempat di dalam NU. Sebab, perjuangan Kyai Hasyim pada zaman dahulu adalah menerapkan syariat Islam. Untuk itulah beliau, sepulang dari belajar di Makkah mendirikan jam’iyyah Nadlatul Ulama’ – sebagai wadah perjuangan melanggengkan tradisi-tradisi Islam berdasarkan madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Ketegasannya semoga tidak sekadar diwacanakan secara verbal. Tentu ini tidaklah cukup dibanding dengan kuatnya arus liberalisme di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Tindakan nyata dan tegas hukumnya fardlu ‘ain bagi para ulama’ yang memiliki otoritas dalam tubuh organisasi.

Ormas-ormas Islam terbesar di Indonesia seperti NU adalah aset bangsa yang harus diselamatkan dari gempuran virus liberalisme. NU dan Muhammadiyah bagi muslim Indonesia adalah dua kekuatan yang perlu terus di-backup. Jika dua kekuatan ini lemah, tradisi keislaman Indonesia pun bisa punah. Maka, andai Kyai Hasyim hidup saat ini, beliau pasti akan berada di garda depan menolak pemikiran Liberal.

*)Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor - Ponorogo

Sumber: hidayatullah.com (22/4/2010)

Tulisan Peserta Mentor FM Plus dari Malang. Life : Be Winner

LIFE : BE WINNER

“Mengapa aku mesti diciptakan dengan keadaan yang bercukupan? Andai aku banyak uang. Punya rumah mewah…..” dan bla,,,,bla,,,,,bla,,,,Pasti jauh lebih BAHAGIA. Nah, ini yang perlu dikutip kata ”bahagia”-nya. Apa benar nih? Makna bahagia tuch engga’ jauh-jauh dari orang yang hanya dilihat segi materinyaaa.........mereka lebih banyakk. Benar nih??! ga adil donk! napa? kalo definisi hakikat kebahagiaan seperti itu maka ceritanya hanya bisa dipunyai oleh orang-orang kaya aja donk, lantas orang yang kurang secara materinya, ga’ pernah menyandang dan merasakan bahagia ? sedih banget nih?! Wah, kaya’ nya bukan perlu lagi dicross check kembali, tapi HARUSS. That’s right!
Bukan maksud menggurui nih, tapi memberikan informasi apik...taw apa dunk namanya? Ya terserah deh. Sebelum mengetahui hakikat bahagia, mesti tahu hakikat hidup dulu. Apakah hidup ini semata meraih kebahagiaan? Jawabnya boleh ”YA” Tapi apa orientasi dunia, taw akhirat semata, kalo bisa kedua, napa engga’? Pernahkah kau rasakan rasa sayang seseorang hingga kau merasa berarti dan bahagia? Pasti pernah donk. Coba objek dari predikat tadi ialah sayang Allah SWT, Sang Pengasih. Ialah sebaik-baik Pengasih. Tapi mengapa, belum juga hati ini untuk senantiasa setiap saat selalu melafalkan asma husna-Mu. Astagfirullah. ”Butuh bukti untuk semua itu?” mungkin gumam itu terbesit dihati para hambaNya. Maka jawabnya, coba tanyakan kembali, ”Apa yang tlah Dia berikan pada dirimu belum cukup?” .Ketika letih bersemanyam pada diri ini yang lemah dan terbatas, maka keluh kesah akan tanpa sadar terlontar.”Capek nih!”. Jauh disana ada yang menginginkan energik yang ada pada diri-diri ini. Namun, apa daya mereka hanya diberi keterbatasan secara fisiknya. Ketika ingin berlari kesana kemari, tak mudah. Hanya roda yang menjadi temennya. Maaf, bukan maksud memilah dan menyisihkan mereka. Yakinlah mereka pula punya arti kebahagiaan. Ambil hikmahnya dari semua itu. So,,jangan buang waktu yang sia-sia belaka. Pastikan impian ”HAPPINESS” itu senantiasa ada usaha-usaha tanpa keinginan saja.
HIDUP, ketika kata itu menjadi predikat untuk kita semua maka tidak lepas dari aturan main. Ketika main game saja, harus mengikuti semua aturan mereka, tanpa melepas sedikit aturan tadi. Dan itupun berlaku pada pertaruhan hidup ini yang penuh pertanggung jawaban kelak, maka jangan dianggap ” it’s just game”, layaknya permainan yang disebutkan tadi??? Boleh jadi, when we play on the games and ”lose” so we have change be ”winner”.
Namun, apa cukup dengan status kekalahan yang ia punya, ternyata tidak cuma itu saja. Sekali lagi, bahwasanya orang-orang yang tidak mau terikat hukumNya maka ada ganjaran yang ia terima, pertanggung jawaban. Ia akan menerima balasannya, seperti dalam firmanNya:
”Ketika (itu) belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret. (Kemudian mereka dimasukkan) ke dalam api yang sangat panas, lalu mereka dibakar di dalam api (yang menyala-nyala)” (QTS. Al-Mu’min: 71-72).
Semoga kita termasuk orang-orang yang berlindung dari siksa api neraka dan azab kuburNya. Amin.
Dari Nu’man Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasullullah bersabda:
” Seringan-ringannya siksa pada hari kiamat adalah orang yang padanya diletakkan dua bara api dibawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. Pada saat itu dia merasa bahwa tidak seorangpun yang lebih berat siksaan yang diterimanya dibandingkan orang lain. Padahal sesungguhnya itulah siksa seringa-ringannya” (HR Muslim dari Jabir ra).
Jadi apakah hidup kita bisa dijadikan tawaran, halnya dengan ”game”? Cukup jawaban ada disetiap sanubari pembaca. Anggap saja finish games dari tadi itu layaknya ”yaumul hisab”. Hari Penghisaban. Disitu kita (prayer) mendapatkan ”score” kecil, kata lain amal baik kita. Akankah ada peluang kedua untuk menjadi ”winner” ?
”Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” (TQS. Al Mudatsir: 38).
Dalam firman lain: ” Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, maka pasti ia melihat (balasan)nya, dan siapapun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, juga pasti melihat (balasan)nya” (TQS. Az-Zalzalah: 7-8).
Sudah pasti....jawaban ”winner sejati” digelarnya ketika ia telah mengikuti aturan hidup di bumi ini secara ”totalitas”. Aturan ISLAM. NAH, maka dari itu, siapakah yang telah memberi hidup kepada setiap jiwa dibumi ini? Tidak ada, selain Allah Ta’ala. Subhanallah. Lihat sekarang ini, banyak manusia yang mengatur urusannya dengan aturan dia sendiri. Seharusnya sudah kita kembalikan, siapakah yang jauh lebih berkuasa memberi aturan di bumi? Jelas-jelas bumi ini bukan milik salah satu makhluk Allah yang ada dibumi ini, sekalipun itu Rasul Allah.
”Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemanyam di atas ’Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at (pertolongan) kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia,,,,,,,(TQS. Yunus: 3).
Maka sudah sepatutnya kita harus serahkan sepenuhnya, tanpa tawar menawar lagi kepadaNya, baik itu urusan akhirat maupun yang ada di dunia. Bahwasanya urusan-urusan tadi tidak dipisahkan. Antara agama dengan dunia. Ketika salah satu dari kedua tadi berjalan sendiri-sendiri, maka tidak ada kesejahteraan untuk keseluruhan lapisan masyarakat. Lihat sekarang ini, banyak keadaan yang tidak asing lagi kerusakan dimana-mana akibat ulah tangan manusia itu sendiri. Angka kriminalitas semakin tinggi, angka kemiskinan melonjak naik, jumlah penggangguran tidak sedikit, kelaparan dimana-mana, harga bahan pokok dan biaya lainnya mahal, juga kualitas pendidikan yang rendah. Ini merupakan sebagian kecil dari keseluruhan masalah yang melanda di dunia ini.
”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar-Rum: 41).
Apa akar masalahnya?!
Ketika hendak berobat maka perlu menganalisa penyakitanya, maka disitu akan mudah mengetahui obatnya. Begitu pula masalah yang tengah melanda masyarakat saat ini. Akar dari masalah-masalah ini tidak lain dari sistem yang diberlakukan ditengah masyarakat, yang secara fitrah manusia tidak dapat terpenuhi. Wajar saja, sistem yang membumi ini belum bisa membuat sejahtera masyarakatnya, halnya manusia tidak akan pernah mengetahui keseluruhan karakteristik pada dirinya.
FirmanNya:
”Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebathilan baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan oleh Rabb Maha Terpuji”(TQS. Fushilat: 42).
Sudah jelas tampak kegagalan sistem sekarang ini (yang dibuat oleh manusia). Tidak membawa kemaslahatan untuk rakyat.
So what are we doing?!
Sekali lagi akar masalah yang harus cepat dituntaskan, halnya sakit yang harus segera diobati. ISLAM tidak hanya sebatas spiritual saja, jauh dari itu mempunyai penyelesaian dunia akhirat (tidak dapat dipisahkan). Ketahuilah dan ingatlah Islam adalah ”rahmatan lil alamin”, rahmat bagi semesta alam.
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (TQS. Al Nabiya: 107).
Dalam firman lain:
“….apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah……”(TQS. Al-Hasyr: 7).
Sistem aturan Islam, menjadi kunci jawaban masalah ditengah-tengah umat saat ini. Menerapkan sistem aturan Islam ini merupakan perjuangan setiap kaum muslimin. Hanya satu-satunyalah aturan Islam yang diterapkan secara keseluruhan yang akan membawa kesejahteraan setiap anggota masyarakat dan mendapatkan ridha Allah SWT. Mari kita semua serukan ”SYARIAT ISLAM! YES!”. Allahuakbar............
”Hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian, mencukupkan nikmatKu atas kalian, dan meridhai Islam sebagai agama kalian” (TQS. Al Ma’idah: 3).
Maka akhir tujuan hidup: HAPPINESS tidak menjadi impian belaka. Semoga ridha Allah senantiasa menyertai kita, orang-orang yang memperjuangkan agama Allah. Sesuai perintahnya dalam firman:
”Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah)......”(TQS. Al-Baqarah: 208).
Raihlah kebahagiaan dunia &akhirat!! Jadi tulislah harimu dengan lembaran-lembaran amal kebajikan. Senantiasa berlomba dalam hal kebaikan.
Wallahu a’lam bi ash-Shawab. Created by dr_88 (hamba Allah dibumiNya)

Wednesday, April 21, 2010

Buatlah Nilai Lebih diri kita setiap hari!



Buatlah nilai plus diri kita setiap hari!

Kembangkanlah sikap untuk selalu lebih baik; perbedaan yang kecil dalam tindakan kita dapat menyebabkan perbedaan yang besar dalam hasilnya

Sobat, hidup ini singkat seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh dan singgah sebentar di kedai untuk istirahat dan menambah bekal yang cukup untuk perjalanan yang masih jauh. Apa saja bekal yang harus kita siapkan untuk mengarungi kehidupan dunia menuju Akherat yang abadi? Pertama, memahami jati diri kita sesungguhnya; Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup? Ke mana kita akan kembali? Allah SWT menangani kehidupan manusia sebelum manusia dikandung oleh ibunya, sebelum menjadi nuthfah, dan sebelum dilahirkan oleh ibunya ke dunia menjadi bayi, lalu tumbuh menjadi pemuda yang kuat, lalu menjadi seorang lelaki dewasa, kemudian berusia tua dan beruban, selanjutnya kembali kepada Allah (meninggal dunia) Sehubungan dengan hal ini, Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya :

“ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" ( TQS. Al-A’raaf ayat 172)

Inilah yang disebut dengan janji yang berat yang diambil oleh Allah dari manusia sewaktu mereka masih berada dalam sulbi bapak moyang mereka Adam. Allah menunjuki mereka kepada tauhid seraya berfirman kepada mereka: ” Siapakah Tuhanmu? Siapakah sembahanmu? Siapakah yang berkuasa menciptakanmu? Siapakah yang berhak kamu sembah?”

Selanjutnya, manusia dikandung oleh ibunya yang juga manusia. Kemudian ibunya melahirkannya dalam keadaan menangis dan semua manusia dilahirkan dalam keadaan menangis karena pengaruh tusukan syetan yang menusuknya sewaktu ia dilahirkan dari dalam perut ibunya, kecuali Isa putra Maryam. Dia tidak menangis karena Allah memeliharanya dari gangguan syetan berkat do’a ibunya,Maryam. Kita bisa baca do’a Maryam pada QS Ali Imran ayat 36.

Adapun kita, maka sesungguhnya kita menangis saat ibu kita melahirkan kita, sebagian ahlu ilmu dan filsafat bahwa manusia menangis saat dilahirkan karena takut kepada cobaan dan penderitaan yang akan dihadapinya pada masa mendatang berupa kesempitan, kesusahan, kesengsaraan, dan kesedihan. Yang lainnya mengatakan bahwa manusia menangis saat dilahirkan karena dia melihat tugas-tugas yang akan dibebankan atas dirinya pada masa mendatang.

Ingatlah sobat, bahwa Allah amengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dalam keadaan bisu,tuli, tidak melihat, tidak dapat makan, tidak dapat minum, dan tidak dapat berbicara kemudian Allah menanganinya dan Dia memberi kita pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita bersyukur. Kita bisa baca QS An-Nahl ayat 78.

Seorang penyair mengatakan dalam bait-bait berikut :

”Hai Anak Adam ibumu melahirkanmu dalam keadaan menangis sedang orang-orang di sekitarmu tertawa gembira.
Maka beramallah sholeh dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan dirimu agar kelak bila mereka menangis di hari kematianmu kamu tertawa gembira menghadap Ilahi Rabbi.”

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan.....
Kita berpagi hari sebagai orang-orang yang bermain-main jika kita tidak berpegang pada agama ini yakni Dienul Islam.
Kita berpetang hari sebagai orang-orang yang bermain-main jika kita tidak berpegang pada dienul Islam.
Kita hidup dalam keadaan bermain-main jika kita tidak berpegang pada dienul islam.
Kita mati dalam keadaan bermain-main jika kita mati dalam keadaan tidak berpegang pada agama ini yakni dienul Islam.

Waspadalah kehidupan dunia adalah permainan dan suatu yang melalaikan. Yakni hanya polesan luar yang terlihat kinclong dan mengkilap. Akan tetapi kehidupan yang hakiki hanya ada di akherat dan kekekalan hanya di akherat.
Wahai hamba-hamba Allah, bersiap-siaplah untuk mati dan menghadapi hari kebangkitan sesudah mati, karena kita masih berada dalam peralihan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, bersegeralah melakukan tobat sebelum terlambat karena telah didahului oleh waktu.

Sobat, ada beberapa pelajaran berharga bagi diri kita agar kita menjadi lebih baik dan semakin dekat kepada Allah SWT.
1. Islam ada bersama kita sejak keberadaan kita dalam perut ibu kita masing-masing sampai kita masuk surga atau masuk neraka. Semoga Allah melindungi kita dari neraka. Islam bersama kita dalam semua tahapan dan peralihan kita dan memperkenalkan kepada kita semua kebutuhan-kebutuhan kita dan tugas-tugas yang harus kita kerjakan.
2. Kita diciptakan tidak secara main-main, tetapi untuk suatu tujuan yang sangat besar, yaitu menyembah dan beribadah hanya kepada Allah SWT. Kita bisa baca QS Al-Mu’minun ayat 115-116.
3. Orang yang tidak berjalan bersama dengan wahyu Rabbani sesungguhnya telah membodohi dirinya sendiri, karena dia lebih memilih metode-metode bumi dan meninggalkan manhaj Rabb penguasa dan pemilik langit dan bumi. Kita bisa baca QS. Al-An’aam ayat 162-163. Itulah yang kita baca saat setiap sholat ketika membaca do’a iftitah yang merupakan janji dan komitmen kita kepada Allah SWT.
4. Kita tidak memerlukan prinsip apa pun dan tidak pula undang-undang manapun selain Islam dan selain Risalah Muhammad SAW.
Oleh karena itu sobat, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah agar kita mendapat petunjuk dari keterangan yang dibawa oleh keduanya di dunia ini dalam menghadapi semua cobaan dan susap payah yang telah dibekalkan oleh Allah kepada kita sejak Dia menciptakan kita. Mari kita menata dan merapatkan barisan untuk bersama-sama berjuang menegakkan Syariah dan Khilafah. Allahu Akbar!!!!!

Sebagai penutup dari artikel singkat ini mari kita tanamkan dan canangkan pada diri kita untuk berbuat selalu lebih baik tiap hari dan memberikan prestasi terbaik yang menjadikan Allah Ridho dan layak menolong kita. Kita memohon kepada Allah agar senantiasa memberi Taufiq untuk bertaqwa kepada-Nya dan beramal sholeh , mati dalam keadaan syahid di jalan-Nya dan khusnul Khatimah. Amin

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H , Penulis buku Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Bila Jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Monday, April 19, 2010

Semakin Sering Ditolak,Semakin Dekat Pada Yang Menerima


Semakin Sering Ditolak, Semakin Dekat Pada Yang Menerima
“ Semua orang sobat. Pasti pernah gagal. Bahkan, orang-orang yang paling sukses di dunia pun mengalami masa-masa sulit. Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal adalah ketika orang sukses mengalami kegagalan,mereka menggunakan hal itu sebagai hikmah atau pelajaran yang berharga untuk memperbaiki diri.”


Sobat, ketika saya diminta oleh murid saya , Radinal Mukhtar untuk memberikan kata pengantar dalam bukunya yang kedua dengan judul “TOP SECRET ; Tabir Penolakan naskah dan 15 jurus menggebraknya.” Terlintas di benak pikiran saya sebuah kalimat yang menjadi judul artikel ini. Semakin sering ditolak, semakin dekat pada yang menerima. Bukankah Colonel Sanders telah ditolak 1008 kali ketika dia menawarkan resep masakan buatannya dari satu restoran ke restoran lainnya. Dia punya prinsip- semakin sering ditolak maka semakin dekat pada yang menerima - sehingga dia tidak mengenal putus asa dan akhirnya pada penawaran yang 1009 ada yang menerimanya hingga pada akhirnya KFC bisa memiliki cabang di 7500 kota di belahan dunia ini. Prinsip ini pula yang saya pakai ketika pensiun dini dari perusahaan tahun 2003 untuk membuka usaha pelatihan dari 300 proposal yang saya tawarkan selama setahun hanya dapat tiga perusahaan yang memakai jasa kami. Kalau kami saat itu menyerah, maka saya mungkin tidak bisa keliling di berbagai kota besar dan kecil di Indonesia memberikan Training atau Seminar. Ingatlah sobat, kunci semua itu adalah TUYUL ( Tabah, Ulet, Yakin, maka Insya Allah Usaha anda akan lancar).

Sobat, setiap orang dapat mengubah situasi yang buruk menjadi sumber kesempatan, jika mereka tahu caranya. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tidak masalah jika kita menyesali kegagalan kita barang sebentar. Tapi, kemudian katakan pada diri kita bahwa besok pagi kita akan menyingkirkan kekecewaan kita dengan mengatakan kalau ” Saya gagal 3 kali maka saya bangkit 4 kali, kalau saya gagal 4 kali maka saya harus bangkit 5 kali dan setiap gagal mulai lagi.”
Sobat, jika kita mencermati para juara di bidang apa pun, sebenarnya mereka tidak punya kelebihan yang menyolok dibandingkan mereka yang berprestasi rata-rata. Seringkali perbedaan itu hanyalah karena sang juara berusaha secara terus-menerus pantang menyerah menyempurnakan langkahnya sehingga mereka menjadi tak terkalahkan.

Ada beberapa tips berikut agar kita dapat menggunakan kegagalan menjadi batu loncatan bagi kesuksesan :

1. Gunakanlah kegagalan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan demikian, kita akan mendapati bahwa keinginan kita untuk berjuang memperbaiki situasi menjadi lebih kuat. Apa pun bidang yang kita rasa gagal, balikkanlah kegagalan itu sebagai motivasi yang memompa kita untuk berhasil. Katakan, ”Saya akan berhasil walau bagaimanapun keadaannya dan apa pun yang terjadi!” Pikirkan : ” Masa krisis adalah masa persiapan bagi masa sukses.” Yakinlah Laa Tahzan Innallaha ma’ana ”Janganlah Engkau bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.

2. Gunakanlah kegagalan sebagai kesempatan untuk mengkaji ulang kehidupan kita. Evaluasi kembali apa yang telah terjadi. Kemudian putuskanlah apa saja yang kita perlukan untuk bangkit kembali dan mencari arah hidup yang tepat.

3. Semua orang pasti pernah gagal. Oleh karena itu, pikirkanlah kemungkinan terburuk yang akan terjadi ketika sedang menyusun rencana apa pun. Sehingga mental kita sudah siap untuk menghadapi situasi terburuk. Hal ini membutuhkan kesabaran! Bersabarlah di masa krisis. Allah menganjurkan kita utuk tetap optimis ketika kita jatuh dalam berbagai cobaan.

4. Kendalikan mood atau emosi kita. Pastikan kemarahan, kesedihan, kekecewaan kita tidak berlarut-larut. Jangan menyimpan kepahitan! Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh mood atau perasaan yang sedang buruk. Jangan sampai kegagalan tersebut menenggelamkan kita dari kehidupan. Karena yakinlah Allah sanggup mengubah yang negatif menjadi yang positif,. Itulah Kuasa Allah SWT.

5. Ingatlah momentum kemenangan dalam kehidupan kita. Hari-hari bahagia, keberhasilan-keberhasilan, wisuda, menemukan cinta, naik pangkat dll. Hal itu akan menambah semangat dan syukur kita kepada Allah.

Sobat, hidup ini bagaikan musim yang selalu berganti; kadang kita menang,kadang kita kalah. Setiap tingkat kesuksesan yang baru menyediakan kegagalan-kegagalan tersendiri, dengan mampu mengatasinya, kita akan naik jenjang yang berikutnya. Satu hal yang pasti dibutuhkan adalah sikap yang positif dalam mengartikan kegagalan dalam setiap usaha kita.

Sebagai penutup dari atikel ini, cobalah tip berikut ini, tulislah sebuah permasalahan yang kita hadapi saat ini, kemudian tulislah lima tindakan yang dapat kita ambil untuk menyelesaikan dan memperbaiki situasi kita. Saya yakin sobat, latihan ini mampu membuat kita merasa lebih baik, karena kita sedang memikirkan solusinya, bukan masalahnya.
Selamat untuk Radinal yang telah menyelesaikan buku keduanya, semoga bermanfaat bagi kemajuan umat. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up!

( Spitual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri : Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit tanpa Batas!, Bila Jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Sunday, April 18, 2010

Bila Jatuh, Bangunlah!



BILA JATUH, BANGUNLAH!
Oleh. Lailatul Ifniyah
Peserta Mentor FM Plus di Malang

Hidup ini ibarat roda. Kadang kita berada di atas, kadang di bawah. Menghadapi onak dan duri adalah sebagian dari liku-liku kehidupan. Orang yang sukses adalah orang yang berani menghadapi segala ujian. Jika takut gagal, sebaiknya memang tidak usah meneruskan hidup di dunia ini.
Hidup di dunia ini selalu diwarnai kegagalan dan banyak orang yang terinspirasi dari kegagalan hingga akhirnya sukses. Tidak ada seorangpun yang hidup di dunia ini tanpa diwarnai kegagalan. Bahkan, dari jutaan sperma yang berjuang membuahi sel telur, hanya satu yang berhasil dan menjadi janin termasuk DIRI KITA ini. Artinya… sejak lahir kita adalah JUARA dan selayaknya memiliki mental juara yaitu pantang menyerah. Kita juga harus membuang kata putus asa dari hidup kita agar kita tidak berputus asa dalam menghadapi ujian. Ingatlah, firman ALLAH SWT dalam Qs. Al-Hijr ayat 56 “Tidaklah berputus asa dari Rahmat ALLAH melainkan golongan orang yang sesat”.
Sebenarnya kita masih belum dikatakan gagal selagi kita mau berusaha mengubah hidup kita. Kita hanya akan dihukum “gagal” jika kita berputus asa dan tidak mau berusaha. Orang bijak adalah orang yang menjadikan masalah dan kegagalan sebagai kekuatan untuk mencapai kesuksesan. Sebenarnya hidup ini dipenuhi dengan berbagai kesempatan. Jika kesempatan itu diambil, maka bisa jadi kesempatan itu mengubah seluruh hidup kita. Kesempatan yang bernilai sering muncul di sela-sela ujian yang sering kita hadapi. Orang-orang yang berani gagal sebenarnya tidak menjadikan dirinya sebagai target gagal. Hal itu lebih karena keyakinan pada setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Jika kegagalan bagian dari skenario ALLAH SWT, pastilah akan datang pertolongan dari ALLAH SWT dan juga hikmah yang besar untuk hidup kita.
Rasulullah Saw juga mengalami ujian dan kegagalan beberapa kali dalam mensyiarkan Islam. Namun, Rasulullah yakin akan pertolongan dan kemenangan dari ALLAH SWT. Bayangkan jika Rasulullah Saw orang yang takut gagal, tentulah tidak akan terjadi perubahan besar-besaran pada masyarakat Arab jahiliyah. Ingatlah firman ALLAH SWT dalam Qs. At-Tiin ayat 4 “Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik”.
Satu hal yang harus Anda INGAT. Ketika lahir, Anda harus menangis sebagai pertanda anda hidup. Jika Anda tidak menangis, otak Anda menjadi tertahan, paru-paru tidak mengembang, bahkan nyawa bisa melayang. Begitu juga dalam hidup. Ujian dan kesulitan harus dihadapi karena ujian dan kesulitan merupakan jembatan ke arah keberhasilan dan kesuksesan. Tangisan sering menjadi obat yang menyembuhkan manusia.
Anda pernah jatuh? Boleh jadi kejatuhan Anda memang diskenariokan oleh orang-orang yang tidak menyukai Anda. Boleh jadi pula kejatuhan Anda bagian dari cobaan ALAH SWT untuk menguji keimanan Anda. Apapun penyebabnya, kejatuhan tidak boleh menjadikan kita terpuruk, berputus asa, dan akhirnya menyalahkan diri sendiri. Bahkan yang paling berbahaya adalah menyalahkan Takdir ALLAH SWT. Na’udzubillah min dzalik
Sering kita jumpai orang yang gagal karena belum berhasil meraih apa yang dia inginkan dan tidak mau bangkit berusaha melakukannya lagi dengan dalih “sudahlah ALLAH masih belum mengijinkannya, sudah takdir ALLAH”. Apakah Anda pernah menemukan orang yang punya semangat untuk bangkit yang Luaar biasa? 1 bulan yang lalu saya baru kenal dengan seorang akhwat (cewek) yang luaar biasa semangatnya berDa’wah & luaar biasa ujian kesusahannya. 1 hal yang membuat saya salut kepada dia, dia selalu berusaha dengan kemampuan yang dia miliki untuk mendapatkan sedikit uang yang bisa mencukupi kebutuhannya jika subsidi dari keluarganya habis. Dia rela membuat tulisan yang diterbitkan atas nama orang lain. Sepintas saya menanyakan, “kenapa adik mau tulisannya dimuat dengan nama orang lain? Dia menjawab: gak masalah mbak asalkan saya mendapatkan uang yang halal”. Subhanalllah… jika melihat kondisi kita yang selalu tercukupi subsidi dari orang tua apalagi yang berlimpah ruah, kita tidak akan pernah merasakan susahnya orang tua kita mencari uang. Si fulana adalah salah satu contoh orang yang bangkit dari keterpurukan, dia tidak berputus asa dengan kondisi yang dia alami. Karena dia yakin bahwa “ALLAH adalah Maha Kaya, yang akan memberikan rizki kepada hambanya dari manapun datangnya tanpa disangka.
Orang yang bangkit dari kejatuhannya benar-benar orang yang kuat dan terpilih. Mengapa orang harus berani untuk bangkit? Karena ALLAH SWT telah memberikan peluang untuk bangkit. Camkan firman ALLAH SWT dalam Qs. Ar-Ra’d ayat 11 “Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri“.
Dengan demikian, jika kegagalan membuat dia terpuruk, memutuskan harapan, dan menyalahkan nasib, sesungguhnya hal demikian adalah KESIA-SIAN, mengutuki kegagalan tidak akan mengubah apa yang telah terjadi. Sebaliknya, bangkit dari kegagalan memberikan secercah harapan perbaikan untuk diri sendiri bahkan juga untuk orang lain. Karena KEGAGALAN merupakan awal dari KEBERHASILAN.
Ingatlah, bahwa ketenangan hati tercipta manakala hati kita ingat akan ALLAH SWT. Orang gagal yang cenderung tidak bisa bangkit umumnya karena melupakan ALLAH SWT. Bukankah ALLAH sebaik-baik PENOLONG bagi kita? Para pecundang memang tidak akan pernah mengingat ALLAH. Ketergantungan mereka terhadap makhluk begitu besar sehingga ketika ditutup peluang oleh makhluk, merekapun berputus asa. Padahal ALLAH-lah yang Maha Pemberi segala peluang dalam hidup ini.
Ayo Saudaraku, mulai dari sekarang kita bertekad (berazam) yang kuat menjadi orang-orang yang BANGKIT, menjadi pribadi-pribadi muslim yang TERBAIK dihadapan ALLAH SWT, dll. Sedikit tausiyah untuk Saudaraku pribadi-pribadi muslim yang diRindukan SURGA-Nya.
Di Dunia ini tak ada kesuksesan yang kekal atau kegagalan yang terus-menerus. Setiap orang mampu mengubah kemenangan menjadi kekalahan dengan kalalaian, kesombongan, kemalasan & keegoisannya. Di sisi lain, setiap orang yang gagal mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan dengan KEIMANAN, KESERIUSAN, PERJUANGAN & KESABARANNYA. (Musthafa Amin)
Anda adalah Spesial, Anda adalah Juara, Anda Pasti Bisa !!!
KEEP SEMANGAT & ISTIQOMAH berjuang di Jalan DA’WAH
(Dikutip dari buku: “Bila Jatuh Bangunlah !!!” yang ditulis oleh Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Saturday, April 17, 2010

Pentingnya Penegakan Hukum


Pentingnya Penegakan Hukum

Pada jaman Nabi ada seorang perempuan dari Makhzumiyah melakukan pencurian. Kasus ini menjadi perhatian besar kaum Quraisy. Mereka pun melakukan diskusi untuk meminta keringanan dari Nabi SAW agar wanita itu bebas dari jerat hukum. Akhirnya mereka pun sepakat mengutus Usamah bin Zaid, orang yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Usamah pun menyampaikan misinya. Mendengar hal itu, Rasulullah berkata kepada Usamah, “Wahai Usamah, apakah engkau hendak meminta keringanan terhadap penerapan salah satu hukum Allah?” Beliau pun lantas berpidato di hadapan masyarakat, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan jika ada yang mencuri dari kalangan bangsawan/pejabat mereka membiarkannya. Sementara, ketika ada yang mencuri dari kalangan masyarakat lemah mereka menerapkan hukum dengan tegas. Demi Allah, andai saja Fathimah binti Muhammad mencuri, pasti akan aku potong tangannya,” begitu sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Abu Dawud, dan an-Nasai.

Merujuk pada hadits tersebut, setidaknya ada dua pelajaran yang dapat kita petik. Pertama, kita perlu waspada, sebab Indonesia sedang berjalan menuju jurang kebinasaan sebagaimana bangsa terdahulu. Di Indonesia, hukum hanya berlaku bagi kaum papa. Belum lepas dari ingatan, para pelaku kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) yang menelan uang rakyat Rp600 triliun bebas berkeliaran. Pejabat yang merampok uang rakyat dalam kasus Century tetap berkuasa. Sementara, nenek Minah yang mengambil tiga kakao seharga Rp1500 dijatuhi hukuman 1,5 bulan. Siapapun yang ingin menyelamatkan negeri Muslim terbesar ini harus menghentikan kezhaliman tersebut.

Kedua, Rasulullah sangat keras menolak permintaan keringanan hukuman bagi pelaku kejahatan sekalipun dia keluarga pembesar Quraisy. Kalau hal demikian saja ditentang oleh Nabi, apalagi makelar kasus alias markus. Padahal, menurut Neta S. Pane dari Indonesian Police Watch, bukan hanya markus yang ada melainkan juga makelar proyek.

Upaya untuk membongkar kebobrokan hukum terus dilakukan. Tapi berhenti di tengah jalan. Sekedar contoh, Panitia Khusus (Pansus) Century DPR RI sudah menegaskan bahwa mantan pejabat BI, Boediono yang kini menjadi Wakil Presiden, dan Sri Mulyani yang kini sebagai Menteri Keuangan harus ditindaklanjuti secara hukum. Namun, tak ada tanda-tanda tindak lanjut hukum. Presiden pun tampak membelanya. Keputusan politik sudah jelas. Jalan sudah terang. Tapi, hukum tidak berjalan. Begitu juga, markus dalam kasus Gayus. Fakta sudah ditemukan, polisi sudah mencopot jabatan jenderal yang diduga terlibat, aliran dana gampang ditelusuri, nama-nama pejabat yang diduga terlibat sudah terpampang, tapi hukum berhenti. Masalah-masalah hukum yang melibatkan pejabat dan orang besar hampir dapat dipastikan selalu menguap, tak ada tindak lanjut. Mengapa?

Ada dua hal menjadi penyebab kondisi diatas, yaitu rusaknya sistem dan rusaknya orang/pemimpin. Memang, sistem hukum yang diterapkan saat ini tidak menjamin keadilan karena hukum yang diterapkan merupakan hukum buatan manusia. Teks hukum dapat ditarik ke sana ke mari sesuai kepentingan.

Selain itu, sistem penyelesaian masalah yang digunakan pun bermasalah. Mereka menggunakan manajemen konflik, bukan resolusi konflik. Dengan manajemen konflik, maka konflik dilanggengkan sehingga hukum dilupakan. Misalnya, ketika Pansus DPR telah mengeluarkan rekomendasi, muncullah kasus LC fiktif yang diduga melibatkan inisiator pansus dan dibukalah kembali kasus suap pemilihan Gubernur BI Miranda Goeltom yang melibatkan anggota DPR. Tindak lanjut kasus Century pun berhenti. Setiap ada pembongkaran kasus hukum oleh satu pihak , dimunculkanlah kasus hukum yang melibatkan pihak pembongkar tersebut. Sebab, sama-sama berkasus. Akhirnya, proses hukum kedua-duanya berhenti. Hal ini terus berjalan. Inilah kejahatan sistemik.

Karenanya, untuk menyelamatkan Indonesia harus ada penggantian sistem hukum. Semestinya, sistem hukum yang diterapkan adalah hukum syariat Islam yang bersumber dari Allah SWT Zat Maha Adil. Hukum syariat Islam sajalah yang menjamin keadilan dan membawa keberkahan. Rasulullah SAW bersabda, “Penegakkan satu diantara hukum-hukum Allah SWT lebih baik daripada hujan turun empat puluh malam di negeri Allah Zat Maha Gagah Perkasa” (HR. Ibnu Majah, Jilid II, hal. 848). Padahal, kita tahu didalam al-Quran hujan digambarkan sebagai simbol rizki dan keberkahan.

Sementara, penerapan hukum tak dapat diharapkan. Ternyata, markus melibatkan para pejabat tinggi penegak hukum. Beberapa jenderal polisi terlibat, jaksa juga terlibat, pengacara pun terlibat. Mafia peradilan makin terang sosoknya. Karenanya, jargon ‘penegakkan hukum’ hanya akan melahirkan ketidakadilan apabila isi hukum yang diterapkan itu sendiri justru penuh ketidakadilan. Semakin diterapkan semakin tidak adil. Apalagi diterapkan oleh penegak hukum yang juga terlibat makelar kasus. Kata Rasulullah SAW, “Penegak hukum itu ada tiga jenis, dua masuk neraka dan satu masuk sorga. Penegak hukum yang menegakkan hukum yang tidak benar padahal ia tahu maka ia di neraka. Penegak hukum yang menegakkan hukum yang tidak benar sementara ia tidak tahu sehingga terampaslah hak masyarakat maka ia di neraka. Penegak hukum yang menegakkan hukum yang benar maka ia di sorga” (HR. Baihaqi dan an-Nasai).

Lagi-lagi, sudah saatnya ada pergantian sistem hukum dengan syariat Islam dan penggantian pemimpin dengan khalifah yang menerapkan syariat Islam. Hanya ini jalan satu-satunya jalan menyelamatkan Indonesia dan seluruh umat manusia.[ Muhammad Rahmat Kurnia]

Tuesday, April 13, 2010

Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Yang Hebat




Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Yang Hebat


Sobat, malam hari ketika saya menyiapkan materi untuk mentor FM Plus untuk menjadi trainer dan penulis yang menginspirasi di Erix Resto Jl. Ketintang 18. Teringat di benak pikiran saya ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat mentor atau training public speaking diantaranya adalah bagaimana kiat menjadi pembicara yang hebat? Jawaban yang sering saya katakan kuncinya ada 5 B : Berlatih,Berlatih, Berlatih, Berlatih dan Berlatih serta jangan lupa mantapkan DNA, apa itu DNA? Dream N Action. Sobat, ada kata-kata mutiara yang layak kita renungkan, “ Keinginan adalah peta harta karun. Pengetahuan adalah peti harta karun. Kearifan adalah batu permata. Namun tanpa tindakan semuanya tetap terkubur di bawah lautan luas. “ Maka lupakan kesalahan masa lalu.Lupakan kegagalan.Lupakanlah segalanya selain apa yang akan kita kerjakan sekarang dan take action.
Sobat, tulisan singkat kali ini, saya akan memberikan beberapa tips untuk menjadi pembicara yang hebat. Pesan saya tidak hanya dibaca sebagai pengetahuan namun praktekkan dan perbanyaklah latihan sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Bukankah bisa karena biasa!

1. Persiapan sederhana namun amat penting sebelum presentasi. Minumlah Air yang banyak sehari sebelum presentasi. Sediakan satu botol atau satu teko air selama presentasi.Nikmati musik atau putar lagu kegemaran anda menjelang presentasi.Isi Tenaga. Selama jeda, kunyahlah makanan yg berprotein atau kudapan gizi utk mempertahankan energi tubuh.Mengenang yang Indah. Biarkan kenangan yang menyamankan menginspirasi Anda.Tarik nafas dengan pola 1-4-2 serangkaian tarikan nafas akan melambatkan denyut jantung Anda, dan menyuplai tubuh Anda dengan oksigen yang cukup. Termasuk upaya bagaimana menaklukan rasa grogi.

2. Masukilah ruangan dari sisi kiri pendengar. Hal ini mengakibatkan mata dan kepala para pendengar bergerak ke arah kiri dan ini merangsang otak belahan kanan – yg bersifat tidak menghakimi – untuk bekerja. Dengan tidak aktifnya kemampuan analisis belahan kiri utk sementara waktu, Pendengar akan lebih bersikap terbuka dan menerima. Kita sbg pembicara mempunyai waktu ekstra dalam membuka pikiran, sebelum pendengar mulai menilai secara kritis.

3. Tampakkan sikap percaya diri, antusiasme, kesungguhan sepenuhnya. Tariklah Napas panjang. Keluarkan segenap pengetahuan,keterampilan, dan keyakinan yg menjadi dasar kepercayaan diri anda.


4. Tersenyumlah dan biarkan tubuh Anda mengekspresikan kondisi batiniah Anda yang demikian.

5. Ketika berpidato di depan pendengar Anda. Lakukanlah kontak mata dengan satu orang selama tiga hingga lima detik.Kemudian lihatlah wajah yang lain dan sepasang mata lain. Tataplah mata mereka.Berbicaralah kepada mereka, dan pertahankan kontak mata saat anda bersiap-siap mengulangi pola “percakapan mata” ini dengan setiap pendengar yang berada dalam ruangan tersebut.


6. Ketika Anda bergerak mendekati seseorang, ulurkan telapak tangan Anda secara terbuka ke depan dengan sudut sekitar 45 derajat. Melangkahlah dengan luwes menuju orang tersebut sambil menganggukkan kepala Anda dan tersenyum.

7. Gunakan modalitas bahasa apakah itu ; Visual , Auditori, dan Kinestetik dengan memilih pola-pola bahasa yang tercermin dalam setiap modalitas.

8. Berbisik. Dalam setiap presentasi,terdapat frase-frase kunci, pernyataan-pernyataan, dan pemikiran penting yg patut diingat. Bantulah proses pembelajaran peserta Anda dengan secara sengaja membisikkan suatu poin penting dari presentasi Anda. Di tengah-tengah sebuah kalimat, kecilkan suara Anda menjadi bisikan, dan amati pendengar mencodongkan tubuh mereka pada intonasinperlahan Anda.Gunakan dengan hemat cara bisikan utk memaksimalkan keefektifannya. Ingatlah utk mencodongkan tubuh ke depan dan riangkan wajah Anda ketika Anda bersiap untuk berbisik.


9. Anda dapat menyisipi setiap poin dengan jeda. DEngan sengaja Mengambil JEDA, Anda memberi waktu bagi diri Anda untuk memperoleh gairah, mendapatkan perhatian, dan menyampaikan pesan Anda dengan tepat.

10. Puncak gelombang adalah keterampilan mengatur irama diskusi. Memahami kapan peralihan dari diskusi kelompok kecil ke besar membedakan fasilitator yang baik dari yang terbaik. Sadarilah naik turunnya dinamika kelompok, lalu giring mereka pada kegiatan berikutnya ketika volume mencapai suatu puncak.

11. Seringkali ketika peserta sedang terlibat dalam tugas individu atau kelompok, Anda harus pindah ke belakang ruangan.Hal ini bahkan dapat terjadi saat mitra anda sedang melakukan presentasi. Ketika Anda berjalan,lakukanlah dengan perlahan agar tidak menimbulkan gangguan, dan bergeraklah ibarat ninja.

12. Gantungkan poster. Seringkali poin-poin kunci, diagram dan grafik di buat saat presentasi. Pada saat istirahat, gantungkan poster-poster tersebut di dinding. Selama pelatihan, ketika para peserta memandang sekeliling ruangan, daya ingat mereka meningkat melalui pembelajaran dari ruang di sekelilingnya.

13. Gunakan ungkapan-ungkapan bijak dalam presentasi Anda.

14. Ceritakan kejadian pribadi atau profesional yang berkaitan dengan tema presentasi. Dalam Cerita ini sisipkanlah metafora kehidupan karena otak berkomunikasi dalam bahasa metaforis- simbolis.

15. Pernahkah Anda lupa tentang apa yang akan anda katakan? Tariklah nafas panjang dan begeraklah dari tempat Anda buntu tersebut. Ketika Anda menggerakkan tubuh Anda, Anda menggerakkan otak Anda.

16. Manfaatkan musik untuk menenangkan, memberi inspirasi, menciptakan mood, menandai transisi, dan membangkitkan emosi.

17. Gunakan alat bantu sebagai ice breaking atau game.

18. Menyiapkan Panggung: Menciptakan suasana hangat, mengundang, dan membangkitkan minat untuk belajar.
19. Jika ada pertanyaan. Persilahkan siapa pun kecuali yang pertama mengacung. Biarkan yg lain berbicara dulu kemudian persilahkan org yang pertama tadi jika dia masih mengacungkan tangan.
20. Menghafalkan nama audience tiga atau empat orang selama presentasi manfaatkan nama-nama ini mungkin dalam contoh-contoh.

21. Pujian dapat menyemangati peserta, memberikan kegembiraan, dan mendorong keinginan belajar sepanjang masa.

Sobat, sebagai penutup dari tulisan ini, saya akan memberikan tips bagaimana mengatasi grogi? Karena ternyata kita dapat mengurangi 75 % rasa grogi ini melalui persiapan yang mudah dan banyak latihan. Ingat 5 B di atas. 15 % dengan menarik nafas panjang, dan sisanya 10 % melalui persiapan mental. Kendalikanlah suara negatif di benak pikira kita. Jejali pikiran kita dengan afirmasi-afirmasi positif yang dapat memberikan kekuatan dan keyakinan. Dan ingatlah selalu untuk memfokuskan pikiran kita pada peserta. Dengan demikian, tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan diri-sendiri.
Selamat mempraktekkan! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan buku Bila jatuh Bangunlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Monday, April 12, 2010

Percikan Spiritual Motivation



Percikan Spiritual Motivation

Sobat, Janganlah menunggu kesempatan kedua datang ke dalam hidup kita. Hidup yang kita miliki hari ini adalah suatu tanda bahwa kita masih memiliki kesempatan kedua utk tampil lebih baik lagi mulai hari ini dan raihlah kesuksesan yg optimal dalam hidup kita. Cobalah tips berikut ini, bersikaplah lebih optimis dan tusias selama tiga minggu ke depan. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, Janganlah hanya menilai dari hasil panen yang Engkau dapatkan, tetapi nilailah dari benih-benih yang kita tanam. Siapa yang menanam dan menabur benih maka dia juga yang akan menuai hasilnya. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Perubahan dari sikap, tindakan dan keyakinan sangatlah dibutuhkan untuk menjadi The Winner atau Sang Juara. Sekarang coba anda tuliskan tiga perubahan yang perlu Anda lakukan untuk menjadikan diri Anda lebih baik dan lebih baik lagi. Salam SuksesMulia!

Sobat, tidak cukup hanya mengetahui tentang kebajikan,tetapi kita harus berusaha keras memilikinya,dan menggunakannya,atau mengambil langkah-langkah lainnya yang dapat menjadikan kita baik. Salam Dasyat dan Luar Biasa!

Sobat, berhati-hatilah dengan lingkungan yg kita pilih karena hal itu dapat membentuk diri kita, berhati-hatilah dengan teman-teman yg kita pilih karena kita akan menjadi seperti mereka. Salam SuksesMulia!

Sobat, suatu kejadian tidaklah memiliki arti.Kitalah yang memberikan arti bagi setiap kejadian.Jika kita hanya melakukan hal-hal yg mudah, hidup ini akan menjadi sulit. Akan tetapi, jika kita rela melakukan hal-hal yang sulit, hidup ini akan menjadi mudah. Salam SuksesMulia!

Sobat, satu-satunya cara untuk menemukan batasan dalam hidup ini adalah dengan melangkah melebihi batasan yang kita sebut sebagai"tidak mungkin" . Sobat, di dalam setiap cerita sukses, kita akan menemukan seorang yang membuat keputusan yang berani. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, kalah hanyalah sebuah kondisi yang sementara. Menyerah adalah sikap yang membuat kekalahan itu menjadi permanen. Setiap hari bergantung pada pilihan kita; Buatlah setiap hari menakjubkan dan luar biasa. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Kita semua dilahirkan utk menang. Namun, utk menjadi seorang pemenang, kita harus berencana utk menang.Kita harus mempersiapkan diri utk menang kemudian kita harus berlatih utk menang dan setelah itu baru kita berharap utk menang. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan, ingatlah utk berdiri tegak. Setiap tantangan dalam hidup ini menolong kita utk bertumbuh. Setiap masalah yang kita hadapi, akan memperkuat pikiran dan jiwa kita. Setiap masalah yg mampu kita atasi, memberikan pengertian yg lebih kepada kita mengenai arti hidup ini. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, Batu mulia tidaklah dapat dipoles tanpa gesekan dan tempaan, demikian juga seseorang tak dapat menjadi sukses tanpa tantangan. Jadikan kesulitan dan tantangan hidup adalah polesan-polesan Ilahi yang akan menjadikan kita Insan Mulia. Salam SuksesMulia!

Sobat, ada aturan yg amat sederhana namun dahsyat. Selalu berikan kepada orang melebihi ekspektasinya. Saya sering mendefinisikan service adalah Beri orang lain lebih dari yang mereka harapkan.Coba terapkan! Dahsyat hasilnya. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

I don't dream at night, I dream all day. I dream for a living. " Saya tidak bermimpi pada malam hari, Saya bermimpi setiap hari. Saya mencari nafkah dengan bermimpi. ( Steven Spielberg).Ketika kita mengambil keputusan, alam semesta akan berkonspirasi utk mewujudkan mimpi kita. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Sobat, Kita tidak akan mampu mencapai apa pun dalam hidup ini...JIka kita tidak membuatnya menjadi suatu keharusan/komitmen. Utk mencapai hal-hal yg luar biasa, kita bukan hanya perlu bertindak,tetapi jg bermimpi, bukan hanya merencanakan, tetapi juga yakin terhadap apa yg kita kerjakan. Salam SuksesMulia!

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas, www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Friday, April 9, 2010

Sosok Wanita Shalehah Dambaan Umat


Sosok Wanita Shalehah Dambaan Umat


“Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR. Muslim)

Anas Ra juga menuturkan, Rasulullah Saw, pernah bersabda: “Siapa saja yang telah dikaruniai Allah wanita salehah berarti dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua”. (HR al-Hakim)


BERDASARKAN hadits di atas maka wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dan keinginan untuk menjadi sosok wanita shalehah haruslah terpatri dalam diri setiap muslimah. Wanita mana sih yang tidak ingin menjadi sebaik-baik perhiasan didunia ini? Lantas bagaimanakah karakter wanita shalehah menurut Islam?

Allah Swt berfirman:

“Laki-laki adalah pemimpin wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang salehah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada karena Allah telah memelihara mereka”(QS.An-Nisa( 4):3)

Dalam ayat tersebut di atas Allah Swt menetapkan bahwa salah satu karakter wanita salehah adalah menaati Allah swt. Artinya wanita salehah hanya akan berpikir dan bertindak berdasarkan rambu-rambu dari Allah Swt. Ia akan berupaya dengan serius dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan Islam secara kaffah (keseluruhan) .

Islam sebagai dien yang sempurna telah menetapkan rambu-rambu baik berupa hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya sebagai anak, sebagai isteri dan sebagai ibu .

Dalam pandangan Islam sebagai seorang anak, wanita berhak untuk mendapatkan nafkah yang halal, perlindungan, pengasuhan dan pendidikan yang terbaik dari orang tuanya. Pada saat yang bersamaan anak juga berkewajiban berbakti kepada orang tuanya dengan cara bergaul dengan makruf kepada mereka, tidak berkata kasar kepada mereka, memenuhi perintah mereka sepanjang tidak terkategori maksiyat.

Terkait posisi wanita sebagai isteri, dalam Islam isteri berhak untuk mendapatkan nafkah, perlindungan dan pergaulan yang baik dari suaminya, berhak untuk didengarkan pendapatnya. Di saat yang bersamaan Islam mewajibkan isteri untuk berbakti dan taat kepada suami sepanjang tidak maksiyat, wajib menggauli suaminya dengan baik dan penuh kasih sayang, memelihara rumah, diri dan harta suaminya.

Sebagai seorang ibu maka islam menjadikan peran sebagai ibu dan Robbatul bait adalah yang paling utama bagi wanita. Sabda Rasulullah saw: “Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusannya” (HR.Muslim)

Memang tidak dapat kita pungkiri, ibu berperan penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Islam menjadikan memelihara anak sejak dalam kandungan, menyusui, memelihara, merawat, mendidik anak menjadi tanggung jawab ibu.

Islam juga mengatur peran publik wanita. Seorang wanita adalah bagian dari masyarakat dan bertanggungjawab bersama kaum laki-laki dalam mewujudkan masyarakat yang baik, yang mendapatkan ridho dari Allah Swt yaitu masyarakat yang menerapkan syariat Islam yang akan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Seorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah, menyeru kepada Islam, mengingatkan kepada kebajikan. Dia juga tidak boleh menjadi sosok yang individualis dan egois, hanya mementingkan diri sendiri, minim empati dan tidak mau melihat persoalan orang lain. Sabda Rasulullah Saw: ”Siapa saja yang bangun pagi-pagi tetapi tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah golongan mereka” (HR Ath-Thabari)

Islam telah menetapkan, seorang muslimah memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik dan saran terhadap kebijkan pemerintah yang menyimpang dari syariat Islam. Oleh karena itu muslimah juga harus cerdas politik Ia harus mengetahui mana kebijakan yang keliru dan bagaimana yang seharusnya, khususnya kebijakan atau aturan yang terkait dengan peran utamanya yaitu sebagai pencetak generasi dan pengatur rumah tangga. Islam membolehkan wanita terjun ke sektor publik untuk mengembangkan potensi ataupun mengaktualisasikan dirinya sepanjang tidak melaksanakan hal-hal yang diharamkan Allah misalnya membuka aurat, berkhalwat, apalagi sampai mengabaikan kewajiban utamanya yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.

Dengan demikian sosok wanita shalehah adalah sosok anak, isteri dan ibu yang taat kepada Allah, menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Ia selalu bercermin pada sosok muslimah hasil pendidikan Rasulullah Saw. Ia mendedikasikan dirinya bagi Allah dan rasul-Nya sehingga tidak mudah terprovokasi dengan ide-ide yang justru akan menjauhkannya dari Allah bahkan menyesatkan manusia. Ia akan berdaya guna bagi dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya dan bagi ummat. Ia adalah sosok daiyah yang menyeru dirinya, kelluarga dan masyarakatnya untuk berada dijalan Allah. Dia akan teguh dan istiqomah di jalan Allah walau apaun yang terjadi, baginya keridhaan Alah diatas segalanya.

Memang menjadi wanita salehah tidaklah mudah, apalagi di tengah serbuan nilai dan sistem jahiliyah modern (baca Kapitalis, materialis) saat ini. Namun menjadi sosok wanita salehah bukanlah hal yang mustahil, tinggal bagaimana kita berupaya sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya. Mengupayakan proses pembinaan untuk menempa diri menjadi sosok wanita salehah adalah hal yang tidak boleh ditunda-tunda untuk dilaksanakan.

Pada dasarnya pembinaan kepribadian harus memperhatikan dua aspek. Pertama aspek aqliyah (pola pikir), yang kedua aspek nafsiyah (pola sikap) Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas aqliyah kita diantaranya:

1. Mengikuti kajian-kajian ke-Islaman yang menuntun kita untuk dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam baik tentang aqidah, hukum-hukum Islam terkait persoalan individu hingga persoalan masyarakat.

2. Rajin mengasah pemikiran kita dengan mengikuti forum diskusi, seminar kajian workshop dan lain-lain, maupun dengan memperbanyak bacaan yang dapat menambah pengetahuan Islam kita ataupun pengetahuan lain yang tidak bertentangan dengan aqidah Islam.

3. Senantiasa berlatih untuk menganalisa setiap masalah dan menyelesaikannya dalam sudut pandang Islam.

Adapun cara untuk meningkatkan kualitas Nafsiyyah kita diantaranya:

1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadah dalam rangka ketaatan terhadpap perintah Allah Swt, seperti memperbanyak sholat dan shaum sunnah disamping tetap mengerjakan shalat wajib, membaca Alquran , dan banyak bersedekah.

2. Memupuk rasa tawakkal kepada Allah.

3. Memupuk kesabaran dan rela terhadap qadha

4. Memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah

5. Senantiasa tekun berlatih untuk ikhlas karena Allah Swt.

6. Istiqomah untuk menyeru di jalan Allah.

Dengan meningkatnya kualitas aqliyah dan nafsiyyah pada diri muslimah kita berharap dapat menjadi sosok wanita shalehah yang menjadi dambaan umat, yang akan menjadi pencetak generasi yang berkualitas serta menghantarkan umat kepada kejayaan dan kemuliaan didunia dan akhirat Insyaallah. Wahai para muslimah, mari kita segera bersama-sama untuk meraih ridho Allah dan bersama-sama menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tidak ada yang lebih indah ditelinga para kita kecuali mendengar berita gembira bahwa dirinya,keluarganya , suaminya dan anak-anaknya maupun keluarga berada disurga-Nya. Wallahu a’lam.***
( Media Islam online )

Tuesday, April 6, 2010

Tanpa Pajak, Negara Bisa Mensejahterakan Rakyat


TANPA PAJAK, NEGARA BISA MENSEJAHTERAKAN RAKYAT

[Al-Islam 501] KASUS mafia pajak yang dilakukan mantan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Halomoan Tambunan, tampaknya masih akan terus bergulir ke mana-mana. Apalagi Gayus mengaku bahwa ia hanyalah makelar kasus (markus) pajak kelas teri. Menurut Kordinator Transparency International Indonesia (TII), Teten Masduki, "Pengakuan Gayus menguatkan indikasi bahwa apa yang ia lakukan memang hal yang lumrah dilakukan para pegawai pajak." (Metronews.com, 27/3/2010).
Mencuatnya gejala markus pajak tentu membuat geram banyak kalangan, khususnya mereka yang selama ini mengaku taat pajak. Bahkan sampai muncul gerakan untuk memboikot pajak alias menolak bayar pajak melalui jejaring dunia maya, facebook(Antaranews.com, 29/3/2010).

Gerakan boikot pajak tentu mudah dipahami. Pasalnya, selama ini dengan berbagai cara Pemerintah gencar mendorong masyarakat untuk taat membayar pajak. Pemerintah antara lain selalu menekankan, tanpa pajak pembangunan tidak akan bisa berjalan. Jika pembangunan tak berjalan, Pemerintah tentu tak bisa mensejahterakan rakyat. Faktanya, pos penerimaan APBN dari sektor pajak memang selalu menempati posisi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini, mencapai 75-80 persen dari total penerimaan APBN.
Karena itu, ketika pajak yang notabene uang rakyat itu ternyata banyak dikorupsi, tentu saja banyak yang marah.

Namun demikian, tulisan berikut tidak akan menyoroti gejala markus pajak yang selama ini diributkan. Tulisan ini justru ingin mempertanyakan: Haruskah pajak menjadi sumber utama penerimaan negara? Tidak cukupkah Pemerintah mengandalkan sumberdaya alam negeri ini yang melimpah-ruah untuk mensejahterakan rakyatnya? Lebih dari itu, mungkinkah Pemerintah bisa mensejahterakan rakyatnya tanpa harus memungut pajak dari mereka?

APBN Dibiayai Uang Rakyat (Pajak)
Sebagaimana diketahui, Ditjen Pajak telah berhasil membukukan penerimaan pajak pada tahun 2009 sebesar Rp 565,77 triliun atau 97,99 persen dari target (Okezone, 27/1/2010).
Untuk tahun 2010 ini, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, target penerimaan negara (lewat pajak) adalah sekitar Rp 742 triliun (Jpnn.com, 24/3/2010).
Bandingkan dengan penerimaan negara dari sektor non pajak. Dalam RAPBN 2009, misalnya, Pemerintah memperkirakan sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mampu menyumbang sebesar Rp 295,3 triliun. Target penerimaan sebesar itu diperoleh dari sektor migas (minyak bumi dan gas), sektor pertambangan umum, kehutanan, laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pendapatan dari BLU dan PNBP lainnya.
Jelas, dibandingkan dengan penerimaan dari sektor pajak, penerimaan negara dari sektor non-pajak sangat kecil. Ini sekaligus menunjukkan, bahwa selama ini pengelolaan negara betul-betul dibiayai dari pajak yang notabene sebagian besarnya adalah uang rakyat!

Belanja APBN: Tidak Pro Rakyat!

Lalu bagaimana dengan alokasi pengeluaran dari APBN ini? Sebagaimana diketahui, dalam APBN Perubahan 2010, anggaran pengeluaran (belanja) negara membengkak Rp 57 triliun menjadi Rp 1.104 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, penambahan belanja sebesar Rp 57 triliun itu dianggarkan antara lain untuk belanja pemerintah pusat (K/L) Rp 45 triliun dan transfer ke daerah naik sebesar Rp 11,8 triliun (Investor Daily Indonesia 20/3/ 2010).
Ironisnya, pada tahun 2010 ini belanja subsidi direncanakan hanya sebesar Rp 144,3 triliun (21% dari belanja Pemerintah Pusat) atau turun sebesar Rp 15,5 triliun (10%) dibandingkan 2009. Subsidi non energi tahun 2010 dialokasikan hanya sebesar Rp 44,9 triliun (31% dari belanja subsidi) atau turun sebesar Rp 12,5 triliun (22%) dibandingkan tahun 2009. Penurunan belanja subsidi non energi terbesar pada obat generik (100%) dan pupuk sebesar Rp 7,1 triliun (39%).
Dalam RAPBN-P 2010 ini, program ketahanan pangan hanya dianggarkan Rp 14,252 triliun. Alokasi untuk perlindungan sosial hanya sebesar Rp 3,4 triliun. Sebaliknya, pembayaran pinjaman utang luar negeri yang dimasukan ke dalam skema pembiayaan RAPBN-P 2010 sebesar Rp 16,924 triliun (News.id.finroll.com, 1/4/2010).
Selain itu, justru anggaran yang pro rakyat terus mengalami penurunan. Pada APBN 2010 ini, anggaran pelayanan di Puskesmas dan jaringannya turun dari Rp 2,64 triliun menjadi hanya Rp 1 triliun (turun 62,12 persen)..Anggaran untuk pendidikan dasar turun dari 37,1405 triliun rupiah pada tahun 2009 menjadi Rp 31,704 triliun dalam RAPBN 2010. Subsidi pangan turun dari Rp 12.987,0 M menjadi hanya Rp 11.844,3 M. Subsidi pupuk juga turun dari Rp 18.437,0 M menjadi hanya Rp 11.291,5 M. Untuk kebijakan Energi Listrik, ada indikasi bahwa tarif listrik akan dinaikkan pada tahun 2010. Pasalnya, subsidi listrik berkurang cukup drastis, yakni hanya Rp 40.433,8 M atau hanya separuh dari subsidi yang diberikan Pemerintah pada tahun 2008 sebesar Rp 83.906,5 M. Belanja bantuan sosial (Jamkesmas, BOS, raskin, dll) juga mengalami penurunan sebesar 11% atau hanya Rp 8,6 triliun.
Pengurangan belanja subsidi dan bantuan sosial ini jelas akan menambah beban orang miskin. Karena itu, menurut APBN 2010 jelas tidak memihak pada kepentingan rakyat.
Di sisi lain, rata-rata setiap tahun seperempat keuangan negara habis untuk membayar bunga dan pokok utang. Tahun 2010 ini, pembayaran pokok utang dan bunganya mencapai Rp 174 triliun atau 25% dari belanja Pemerintah Pusat. Walhasil, selain tidak pro rakyat, pengeluaran APBN juga dihabiskan untuk membayar utang. Artinya, pajak yang ditarik dari rakyat ternyata sebagian besarnya dipakai untuk membayar utang dan bunganya yang tentu saja sangat menguntungkan pihak asing!
Sejahtera Tanpa Pajak

Dalam Kitab An-Nizhâm al-Iqtishâdi fî al-Islâm, Syaikh Taqiyuddin an-Nahbani (2004: 232) menjelaskan bahwa dalam Islam, negara (Khilafah) bisa memperoleh sumber-sumber penerimaan negara yang bersifat tetap yaitu dari: harta fa’i, ghanîmah, kharaj dan jizyah; harta milik umum; harta milik negara; ‘usyr; khumus rikâz; barang tambang; dan zakat.

Dengan seluruh sumber di atas, negara pada dasarnya akan mampu membiayai dirinya dalam rangka mensejahterakan rakyatnya. Dengan demikian, dalam keadaan normal, pajak (dharîbah) sesungguhnya tidak diperlukan. Dalam negara Khilafah, pajak hanya dipungut sewaktu-waktu, yaitu saat kas negara benar-benar defisit. Itu pun hanya dipungut dari kaum Muslim yang kaya saja, tidak berlaku secara umum atas seluruh warga negara. Dalam hal ini, Khilafah tidak akan pernah memungut pajak secara rutin, apalagi menjadikannya sumber utama penerimaan negara (An-Nabhani, 2004: 238).
Hal ini tentu mudah dipahami karena begitu melimpahnya penerimaan negara. Sekadar contoh: jika sumberdaya alam (SDA) yang melimpah-ruah di negeri ini dikelola Pemerintah secara syariah, tentu hasilnya lebih dari cukup untuk mensejahterakan rakyat. Sayang, pengolaan SDA oleh Pemerintah menggunakan cara-cara kapitalis, antara lain dengan menyerahkan kepemilikannya (bukan sekadar pengelolaannya) kepada pihak lain melalui mekanisme Penanaman Modal Asing (PMA) dan privatisasi (penjualan kepadaswasta/asing). Ini jelas bertentangan dengan pandangan syariah Islam yang menyatakan bahwa SDA yang jumlahnya tak terbatas termasuk milik umum. Hal ini berdasarkan hukum yang digali dari hadis Rasulullah saw.:
الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ: فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ
Manusia bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: hutan, air dan energi (HR Abu Dawud dan Ibn Majah).
Akibat SDA negeri ini banyak dikuasai swasta/asing, hasilnya sebagian besar tentu hanya dinikmati oleh mereka. Pemerintah hanya memperoleh sedikit royalti plus deviden dan pajaknya yang tentu jumlahnya sangat kecil. Di sektor tambang seperti emas, misalnya, penerimaan Pemerintah dari pembayaran pajak PT Freeport yang menguasai tambang emas di Bumi Papua pada tahun 2009 hanya Rp 13 triliun, plus royalti hanya US$ 128 juta dan dividen sebesar US$ 213 juta. Padahal PT Freeport Indonesia (PTFI) sendiri meraup laba bersih pada 2009 sebesar US$ 2,33 miliar atau setara dengan Rp 22,1 triliun (Inilah.com, 2/12/2009). Itu pun yang dilaporkan secara resmi. Sebab, pada dasarnya kita tidak tahu berapa persis hasil dari emas Papua itu.
Di sektor migas, penerimaan negara juga kecil. Tahun 2010 ini penerimaan migas hanya ditargetkan sekitar Rp 120,5 triliun. Itu tentu hanya sebagian kecilnya. Yang mendapatkan porsi terbesar adalah pihak asing. Pasalnya, menurut Hendri Saparani, PhD, 90% kekayaan migas negeri ini memang sudah berada dalam cengkeraman pihak asing.
Tentu, itu belum termasuk hasil-hasil dari kekayaan barang tambang yang lain (batubara, perak, tembaga, nikel, besi, dll) yang juga melimpah-ruah. Sayang, dalam tahun 2010 ini, misalnya, Pemerintah hanya menargetkan penerimaan sebesar Rp 8,2 triliun dari pertambangan umum. Lagi-lagi, porsi terbesar pastinya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan asing yang juga banyak menguasai pertambangan di negeri ini.
Belum lagi jika negara memperhitungkan hasil laut, hasil hutan dan sebagainya yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Karena itu, negeri ini sesungguhnya tidak memerlukan pajak untuk membiayai dirinya. Sebab, dari hasil-hasil SDA saja (jika sepenuhnya dimiliki/dikuasai negara), kas negara akan lebih dari cukup untuk mensejahterakan rakyatnya.
Pentingnya Mengelola Negara dengan Syariah
Jelas, dari secuil paparan di atas, semakin penting untuk mengatur negara ini dengan syariah Islam, termasuk dalam pengaturan ekonomi dan keuangan negara. Tentu amat penting pula kaum Muslim segara mewujudkan institusi penegaknya, yakni Khilafah Islam, yang memang merupakan satu-satunya institusi yang bisa menegakkan syariah Islam di tengah-tengah manusia. Hanya dengan penegakkan syariahlah—yang sekaligus merupakan wujud ketakwaan kita kepada Allah SWT—kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya kaum Muslim akan menuai keberkahan-Nya, dari langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya:
]وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ[
Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS al-A'raf [7]: 96).
Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

Monday, April 5, 2010

Bagaimana mempertahankan Semangat Hidup?


Kiat untuk mempertahankan Semangat Hidup

Semua orang pasti pernah gagal.Bahkan, orang-orang yang paling sukses di dunia pun mengalami masa-masa sulit. Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal adalah ketika orang sukses mengalami kegagalan, mereka menggunakan hal itu sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

Sobat, kegagalan itu mak biasa yang luar biasa adalah belajar dari kegagalan dan bangkit kembali. Jika kita jatuh 3 kali maka bangkitlah 4 kali, jika kita jatuh 4 kali maka bangkitlah 5 kali, jika kita jatuh 5 kali maka bangkitlah 6 kali. Gunakanlah kegagalan sebagai kesempatan untuk mengkaji ulang kehidupan kita. Evaluasi kembali apa yang telah terjadi. Kemudian putuskanlah apa saja yang kita perlukan untuk bangkit kembali. Untuk kembali bangkit, cara yang kita lakukan mungkin berbeda. Bahkan, arah yang kita pilih mungkin berubah. Tapi, selalu ada kemungkinan sukses di balik sesuatu yang hal yang belum di coba. Jangan lupa kita kenali ” Sumber pertolongan” dan itu adalah Allah SWT. Hanya kepada-Nya kita beribadah, dan hanya kepada-Nya kita meminta dan memohon pertolongan.

Sobat, yang paling mengagumkan dari semua keajaiban adalah bahwa kita tidak perlu menjadi orang yang sama besok pagi seperti diri kita hari ini, tapi kita bisa bertumbuh jika kita menggunakan semua potensi yang diberikan Allah SWt kepada kita.
Pastikan kemarahan, kesedihan, kekecewaan kita tidak berlarut-larut. Jangan menyimpan kepahitan! Jangan biarkan hidup kita dikendalikan mood atau perasaan yang sedang buruk. Jangan sampai kegagalan tersebut menenggelamkan kita dari kehidupan, karena Allah sanggup mengubah yang negatif menjadi positif, itulah kuasa Allah.

Sobat, ingatlah ” momentum kemenangan” dalam kehidupan kita, hari-hari bahagia,keberhasilan-keberhasilan, wisuda, menemukan cinta, naik pangkat, dll gimana perasaan kita ketika mampu mengingat mengenangnya? Enjoy dan nyaman bukan. Namun, hal yang terpenting untuk diingat adalah selalu mengenang pertolongan dan keajaiban yang diberikan Allah dalam hidup kita sehingga akan mampu menjaga hati kita dengan ucapan syukur yang dalam kehadirat-Nya.

Sobat, banyak hal positif yang dapat kita lakukan di tengah kesibukan rutin. Nikmatilah hidup sembari bekerja, niscaya kita akan tetap mempertahankan semangat dan memiliki kehidupan yang powerfull.

1. Berikanlah lebih dari yang diminta. Jadilah orang yang selalu memberikan ’lebih’ dalam apa saja yang kita lakukan. Jadikan ’totalitas’ sebagai gaya hidup kita karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah orang lebih dari yang mereka harapkan inilah konsep dasar pelayanan.

2. Kurangi Ketegangan. Kurangilah stres dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup kita pasti akan berjalan lebih baik. Sekalipun kondisi pada saat ini tidak mendukung kita untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa sobat, untuk tetap tersenyum dan tertawa.

3. Kuasailah kebiasaan kita. Sobat, kebiasaan dapat membuat kita menjadi lebih baik atau lebih buruk. Kitalah yang dapat merubahnya bukan orang lain. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri dan hidup kita. Hilangkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.

4. Pilihlah lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita yakini. Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup kita? Siapa orang terdekat kita? Pastikan bahwa mereka mendukung kita untuk maju. Hindari orang yang menghalangi perkembangan dan mematikan semangat kita.

5. Luangkan waktu untuk kegiatan yang kita sukai. Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, kita menjadi lelah jiwa dan raga maka akan mengalami kebosanan atau boring. Kerjakanlah sesuatu yang memang benar-benar kita kuasai dan kita melakukan itu dengan senang tanpa beban andaikata tidak dibayarpun kita enjoy aja. Itu artinya kita sudah temukan core kompetensi kita. Lakukan dengan teratur serta fokus. Insya Allah menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

6. Pecahkan masalah yang menghimpit kita.Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras energi kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat kita tertekan. Cari solusinya. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti menyelesaikan skripsi, tesis atau pekerjaan apa pun yang belum beres. Dijamin, kita akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya kita kembali bersemangat.

7. Fokus, fokus, fokus, fokus dan fokus. Hancurkan penghalang dan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dlam hidup kita dengan fokus pada apa saja yang sedang kita lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.

8. Sisihkan waktu untuk menyusun hidup kita. Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri kita dan hidup kita ke arah yang lebih baik. Buatlah proposal hidup anda, dan komitmen melakukan perubahan serta jangan menyerah!

9. Menjaga kesehatan jiwa dan raga. Makanlah makanan yang bergizi,jangan asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas.Berolahragalah secara teratur karena kesehatan tubuh juga berpengaruh pada kesehatan mental. Usahakan kita berada di lingkungan yang ”sehat”, hindari lingkungan yang penuh tekanan dan pikiran pesimis dan negatif. Carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah pada sesama. Jangan Lupa bahwa Tuhan itu ada. Berdo’a dan bertawakallah kepada Allah SWT.

10. Berinvestasi pada otak dan pikiran kita. Pikiran kita adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up Grade terus yourself! Maka jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan valensi diri. Gunakanlah pengetahuan yang kita miliki untuk berkarya, mengajar dan mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

Sobat, buatlah satu orang bahagia setiap harinya dan dalam waktu 40 tahun, kita akan membuat 14.600 manusia bahagia walau hanya sesaat. Kalah hanyalah sebuah kondisi sementara. Menyerah adalah sikap yang membuat kekalahan itu menjadi permanen. Setiap hari bergantung pada pilihan kita. Buatlah setiap hari menakjubkan dan luar biasa! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Buku Bila Jatuh Bangnlah! www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Friday, April 2, 2010

Kesadaran Adalah Langkah Awal Perubahan Perilaku


Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Kesadaran adalah langkah awal perubahan perilaku

“ Kita mesti berkembang, berubah dan bangkit. Jika tidak, kita akan tersingkir.” (Goethe)

Sobat, ada tiga hal yang dimiliki oleh setiap manusia, baika yang sukses atau yang tidak. Setiap orang mampu berfikir, setiap orang mampu mengubah pikiran menjadi kekuatan, dan setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam setiap hari.
Orang yang memiliki kepribadian positif akan mampu memanfaatkan waktu setiap hari dengan baik. Ia menyadari bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi sampai hari kiamat. Segala sesuatu yang sia-sia masih mungkin digantikan, seperti emas,harta, dan lain-lain.Tapi tidak begitu halnya dengan waktu; menit yang berlalu tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat. Waktu adalah kehidupan. Kehidupan lebih berharga dari apa pun. Waktu bukan emas karena kita dapat menggantikannya ketika ia hilang.Dan sekali lagi kita tidak dapat menggantikan waktu yang telah pergi.

Sobat, pikiran, kekuatan dan waktu dimiliki oleh semua orang. Pertanyaannya adalah Mengapa orang lain sukses sedang aku tidak? Ternyata yang dibutuhkan hanya pikiran positif yang berubah menjadi kekuatan, perbuatan, kesinambungan dan evaluasi. Setelah itu semua akan lahir hasil yang cemerlang. Seiring perjalanan waktu, pikiran dan kesadaran positif akan berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan manusia secara otomatis. Kebiasaan itu berjalan tanpa kesulitan. Kebiasaan positif akan melahirkan hasil yang positif. Begitu pula sebaliknya. Silahkan kita memilih!

Sobat, Menurut DR. Ibrahim Elfiky setidaknya ada 6 formula perubahan yang dapat diterapkan oleh siapa pun yang ingin mengubah perilakunya.

1. Perhatian : Perhatikan diri kita. Perhatikan perjalanan hidup kita. Arahkan pandangan pada diri kita. Periksa perilaku dan perbuatan kita sampai menemukan perilaku-perilaku buruk yang ingin kita ubah. Konsentrasilah pada sesuatu perbuatan atau perilaku ini, kemudian pindahlah pada langkah berikut.

2. Keputusan : Jika kita menemukan kekurangan dalam hidup kita dan kita menyakininya sebagai cela yang menyebabkan berbagai masalah bagi kita, maka solusi terbaik adalah segera mengambil keputusan untuk memperbaiki kekurangan itu. Misalnya, saya perokok solusi sederhananya adalah membuang sebungkus rokok yang ada dalam kantong saya.


3. Belajar : Banyak hal yang ingin kita ubah tapi kebodohan menghalanginya. Solusi terbaik bagi masalah ini adalah menambah kesungguhan untuk belajar dan memperluas wawasan. Seringkali pengetahuan kita tentang sesuatu memiliki pengaruh sangat kuat terhadap sesuatu itu. Misalnya, ketika kita membaca informasi tentang bahaya merokok, maka kita akan sadar dan terdorong untuk berhenti merokok. Saya ingin katakan bahwa membaca dan belajar adalah bekal yang akan membuat kita menjadi lebih baik.
4. Menyadari kekurangan : Dengan menyadari kekurangan bisa mendorong melakukan perubahan. Perubahan sederhana yang tepat lebih penting dan lebih baik ketimbang perubahan secara drastis. Berubahlah 1 persen tiap hari ke arah kebaikan maka dalam 1 tahun kita akan mengalami perubahan yang luar biasa 365%. Semakin panjang sebuah proses maka perubahan dan manfaatnya akan lebih berarti.

5. Latihan : Orang tidak dapat mengubah dirinya tanpa usaha keras. Orang yang ingin mengubah dirinya bagaikan seorang peternak atau pemahat artinya apa sobat? Mengubah diri membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Menciptakan kebiasaan baru membutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat agar dapat membentuk kesadaran yang dalam dan kita terbiasa melakukannya.


6. Berkelanjutan : Konsisten dalam perilaku yang baru adalah tindakan yang sangat penting. Konsistensi merupakan bagian yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Jangan sampai nafsu menyeret kita untuk menghentikan upaya kita menggapai apa yang kita inginkan. Ingat ”TUYUL” Tabah, Ulet, Yakin, Insya Allah Usaha kita akan Lancar.

Sobat, ayo motivasi diri kita. Bangunkan diri kita dari kemalasan. Bangkitkan ia dengan kekuatan dan ambisi. Ingat kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Orang yang tak bisa mengubah cara pikirannya akan sulit mengubah apa pun. Ketahuilah titik kekuatan kita dan titik kelemahan kita. Orang yang mampu mengenal dirinya dengan baik adlah orang yang paling dekat dengan kesuksesan. Sadari kemampuan kita, rumuskan berbagai hal hal yang kita butuhkan untuk membangun kesuksesan dan perubahan.

Sobat, kita mesti punya hasrat yang kuat untuk berubah dan kesadaran mendalam untuk menjadi lebih baik. Kita mesti percaya bahwa kita mampu berubah serta mampu menyingkirkan perasaan lemah dan takut gagal.
Sobat, kita makhluk paling mulia dan satu-satunya ciptaan Allah yang bisa mewujudkan tujuan hidupnya ini. Kita satu-satunya makhluk yang Allah berikan kekuatan untuk maju dan memperbaiki reputasi, baik secara rohani, sosial, pemikiran, atau materi. Kita harus menggunakan nikmat Allah untuk mengubah diri menjadi lebih baik dan meraih kemajuan. Never Give Up! Salam SuksesMulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( N.Faqih Syarif H – Spiritual Motivator , Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.cahayaislam.com ,www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co