Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, February 28, 2010

Hukum Syariat ttg Menyambut Tamu Penguasa Kafir Imperialis


Hukum Syariat Tentang Menyambut Tamu Penguasa Kafir Imperialis
Perintah Memulyakan Tamu

Salah satu kewajiban yang dibebankan syariat kepada kaum Muslim adalah menyambut dan memulyakan tamu. Imam Bukhari dan Muslim menuturkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali persahabatan; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau hendaklah dia diam saja.”[HR.Bukhari dan Muslim]
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ قَالُوا وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya pada saat istimewanya. “ Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw, apakah saat istimewa itu? Beliau bersabda, “Hari dan malam pertamanya. Bertamu itu adalah tiga hari. Kalau lebih dari tiga hari, maka itu adalah sedekah.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Tamu yang disebut di dalam hadits di atas mencakup tamu Mukmin maupun kafir.Kata “dlaifahu” termasuk dalam lafadz umum, sehingga mencakup semua jenis tamu; baik tamu Mukmin, kafir, laki-laki, maupun perempuan. Semua tamu wajib disambut dan dimulyakan dan dihormati berdasarkan nash-nash hadits di atas. Seorang Muslim juga diperintahkan untuk memenuhi hak-hak tamu, sekadar dengan kemampuannya.
Hukum Syara’ Tentang Menerima Tamu dari Kalangan Penguasa Imperialis
Lalu, bagaimana jika tamu yang hendak berkunjung adalah penguasa-penguasa kafir imperialis yang telah terbukti mendzalimi, menganiaya, menjajah, membunuhi kaum Muslim, dan berusaha menistakan kesucian agama Islam? Apakah, ketentuan-ketentuan dalam hadits di atas tetap berlaku?
Jawabnya jelas, seorang Muslim dilarang (haram) menerima kunjungan, menyambut dan memulyakan tamu dari kalangan penguasa kafir imperialis yang jelas-jelas telah terbukti merampas harta, menciderai kehormatan, dan melenyapkan ribuan jiwa kaum Muslim. Alasannya sebagai berikut;
Pertama, larangan menampakkan loyalitas dan kasih sayang kepada orang-orang kafir, lebih-lebih lagi kafir imperialis yang menghisap harta dan darah kaum Muslim.Allah swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang. Padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)”. [TQS Al Mumtahanah (60):1]
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ$ هَا أَنْتُمْ أُولاَءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلاَ يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوْ كُمْ قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati”. [TQS. Ali ‘Imran (3): 118-119]
Kunjungan Barack Obama –penguasa kafir imperialis yang telah membunuhi ribuan kaum Muslim di Irak, Afghanistan, dan pendukung utama negara teroris Israel–, jelas-jelas harus ditolak, dan jika ia memaksa datang, tidak boleh disambut dengan sambutan mulia dan kasih sayang. Pasalnya, ia adalah musuh Islam dan kaum Muslim. Selain itu, kunjungannya di Indonesia diduga membawa agenda-agenda jahat, semacam liberalisasi ekonomi, demokratisasi, serta pressure politik-pressure politik yang merugikan rakyat Indonesia, khususnya umat Islam. Lantas, bagaimana kita akan menerima kunjungannya dan menampakkan rasa hormat dan menyambutnya dengan sambutan kasih sayang –yang sebenarnya ini adalah watak asli umat Islam–, jika orang yang hendak datang adalah penguasa kafir yang dzalim dan lalim terhadap umat Islam?
Kedua, larangan menyakiti kaum Muslim. Penerimaan dan penyambutan Barack Obama di negeri ini, tentu saja akan menyebabkan bertambahnya penderitaan dan rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya. Padahal, Allah swt dan RasulNya telah melarang kaum Muslim menyakiti saudaranya sendiri, baik dengan ucapan maupun tindakannya.Allah swt berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.[TQS Al Ahzab (33):58]
Nabi saw melalui lisannya yang suci bersabda:
«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]
Penerimaan kunjungan Barack Obama tidak hanya menyakiti saudara-saudara Muslim di negeri-negeri yang secara langsung didzalimi dan dijajah oleh Amerika Serikat, tetapi juga wujud “menyerahkan saudara-saudara Muslim kita” kepada musuh Islam dan kaum Muslim. Lantas, bagaimana bisa penguasa negeri ini menerima kunjungan Barack Obama, dan menyambutnya dengan sambutan kenegaraan? Lantas, seandainya negeri ini dikuasai dan diduduki oleh Amerika –dan faktanya kita sekarang sudah dijajah oleh mereka secara non fisik–, lantas apakah kita akan tetap bersikap manis terhadap mereka? Sungguh, hanya orang-orang munafik yang memiliki kasih sayang dan rasa hormat kepada musuh-musuh Allah dan kaum Muslim.
Ketiga, kewajiban membela saudara Muslim yang tidak berada di dekatnya. Nabi Mohammad saw bersabda;
مَنْ نَصَرَ أَخَاهُ بِظَهْرِ الْغَيْبِ نَصَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
“Barangsiapa yang membela saudaranya saat tidak ada di dekatnya, maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat”. [HR. Imam Asyi Syihab dari Anas bin Malik ra, dalam Musnad Asy Syuihab]
Wujud pembelaan seorang Muslim terhadap saudara-saudaranya yang pada saat ini dijajah dan dianiaya oleh Amerika Serikat adalah menolak kunjungan mereka, dan tidak menyambutnya dengan keramahan dan kasih sayang. Di dalam hadits-hadits lain, Nabi saw juga bersabda:
مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَة
“Barangsiapa yang melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan menolak api neraka di Hari Kiamat dari wajahnya”. [HR. Imam Tirmidziy dari Abu Darda' ra. Hadits Abu Darda ra ini telah ditakhrij oleh Ahmad. Ia berkata hadits ini sanadnya hasan. Al-Haitsami mengatakan hal yang sama)
Hadits riwayat Ishaq bin Rahwiyyah dari Asma binti Yazid, ia berkata; aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
مَنْ ذَبَّ عَنْ عَرَضِ أَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
"Barangsiapa yang melindungi kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di dekatnya, maka Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka".[HR. Ishaq bin Rahwiyyah dari Asma' binti Yazid]
Wujud pembelaan seorang Muslim terhadap kaum Muslim di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina yang saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika, adalah menolak kunjungan, kerjasama, maupun intervensi non fisik dari penguasa-penguasa kafir imperialis dan antek-anteknya, semacam Amerika, Inggris, dan Israel.
Keempat, perilaku shahabat. Selain nash-nash di atas, perilaku generasi salafush shalih juga menunjukkan kepada kita, bagaimana sikap seharusnya seorang Muslim.Riwayat-riwayat berikut ini menunjukkan bagaimana perilaku shahabat terhadap orang-orang kafir, lebih-lebih yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.
Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat dari Salamah bin Al Akwa’ ra, bahwasanya ia berkata;
…فَلَمَّا اصْطَلَحْنَا نَحْنُ وَأَهْلُ مَكَّةَ، وَاخْتَلَطَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ، أَتَيْتُ شَجَرَةً، فَكَسَحْتُ شَوْكَهَا، فَاضْطَجَعْتُ فِي أَصْلِهَا، قَالَ: فَأَتَانِي أَرْبَعَةٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ، مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ، فَجَعَلُوا يَقَعُونَ فِي رَسُولِ اللهِ ، فَأَبْغَضْتُهُمْ، فَتَحَوَّلْتُ إِلَى شَجَرَةٍ أُخْرَى
“Ketika kami berdamai dengan penduduk Makkah dan sebagian kami bercampur dengan sebagian mereka, aku mendatangi suatu pohon kemudian aku menyingkirkan durinya dan aku merebahkan diriku di akarnya. Kemudian datang kepadaku empat orang kaum Musyrik Makkah. Mereka mulai membicarakan Rasulullah, maka aku pun membenci mereka, hingga aku pindah ke pohon yang lain”.[HR. Imam Muslim]
Imam Ahmad menuturkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdillah bahwasanya Abdullah bin Rawahah berkata kepada Yahudi Khaibar:
«يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ، أَنْتُمْ أَبْغَضُ الْخَلْقِ إِلَيَّ، قَتَلْتُمْ أَنْبِيَاءَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ،وَكَذَبْتُمْ عَلَى اللهِ، وَلَيْسَ يَحْمِلُنِي بُغْضِي إِيَاكُمْ عَلَى أَنْ أَحِيفَ وَكَذَبْتُمْ عَلَى اللهِ، وَلَيْسَ يَحْمِلُنِي بُغْضِي إِيَّاكُمْ عَلَى أَنْ أَحِيفَ عَلَيْكُمْ…»
“Wahai kaum Yahudi! Kalian adalah makhluk Allah yang paling aku benci. Kalian telah membunuh para Nabi dan telah mendustakan Allah. Tapi kebencianku kepada kalian tidak akan mendorongku untuk berlaku sewenang-wenang kepada kalian”.[HR. Imam Ahmad]
Imam Ahmad, Abdur Razak, Al Hakim, dan Abu Ya’la menuturkan hadits hasan dari Abu Faras, ia berkata; Umar bin Khathab pernah berkhutbah dan berkata:
…مَنْ أَظْهَرَ مِنْكُمْ شَرًّا، ظَنَنَّا بِهِ شَرًّا، وأَبْغَضْنَاهُ عَلَيْهِ
“Barang siapa di antara kalian menampakan suatu kejahatan, maka kami akan menduganya berlaku jahat, dan kami akan membencinya karena kejahatan itu..” [HR. Imam Ahmad, Abdur Razaq, Al Hakim, dan Abu Ya'la. Imam Al Hakim menyatakan bahwa hadits ini hasan menurut syarat Imam Muslim]
Menepis Syubhat
Adapun riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw pernah menerima utusan Musailamah Al Kadzdzab, dan Abu Sofyan pemimpin Quraisy. Riwayat-riwayat ini sering dijadikan argumentasi bolehnya seorang Muslim menerima kunjungan dan menyambut tamu dari kalangan orang kafir penjajah. Padahal, dengan pembacaan yang seksama dan teliti dapatlah disimpulkan bahwa riwayat-riwayat tersebut tidak layak dijadikan hujjah atas argumentasi mereka. Untuk itu, kami perlu memaparkan panjang lebar riwayat tersebut agar tidak ada kesalahan dalam penarikan kesimpulannya.
Imam Ahmad dan Abu Dawud menuturkan sebuah riwayat dari Nu’aim bin Mas’ud al-Asyja’iy ra bahwasanya ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw berkata kepada dua orang utusan, ketika beliau saw membaca surat Musailamah al-Kadzdzab, “Apa yang hendak kalian katakan?” Mereka menjawab, “Kami mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Musailamah al-Kadzdzab.” Nabi saw pun bersabda, “Demi Allah, seandainya bukan karena para utusan tidak boleh diutus, niscaya akan kupenggal leher kalian berdua”.[HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud]
Di dalam Sunan Abu Dawud dikisahkan bahwasanya, ‘Abdullah bin Mas’ud pernah menjalin pershahabatan dengan seorang Arab, lalu beliau berkehendak untuk mengunjunginya. Dalam perjalanannya, beliau melewati sebuah masjid milik Bani Hanifah, dan disaksikannya bahwa Bani Hanifah telah menjadi pengikut Musailamah al-Kadzdzab. Melihat keadaan itu, ‘Abdullah bin Mas’ud ra diutus menemui mereka untuk menyadarkan mereka. Beliau ra pun menemui mereka dan menyadarkan kesesatan dan kekeliruan mereka. Setelah mendapatkan penjelasan dari beliau, semua penduduk Bani Hanifah kembali ke pangkuan Islam, kecuali Ibnu Nawwahah.Ia tetap bersikukuh menjadi pengikut setia Musailamah al-Kadzdzab. Ibnu Mas’ud ra berkata kepadanya, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Seandainya engkau bukan seorang utusan, niscaya sudah aku penggal lehermu”. Akan tetapi, sekarang ini engkau bukanlah seorang utusan”. Ibnu Mas’ud segera memerintahkan Qurzah bin Ka’ab untuk memenggal leher Ibnu Nawwahah. Dan akhirnya, Ibnu Nawwahah dipenggal lehernya di pasar. Setelah itu, Ibnu Mas’ud berkata, “Siapa saja yang ingin mengetahui Ibnu Nawwahah, kini ia telah terbunuh di pasar”.
Dari paparan seluruh riwayat di atas dapatlah disimpulkan bahwa seorang utusan yang datang ke dalam Daulah Khilafah Islamiyyah haruslah mendapatkan perlindungan, selama mereka adalah berkedudukan sebagai utusan (delegasi).Dengan demikian, riwayat-riwayat di atas berhubungan dengan dengan hukum melindungi utusan, bukan berkaitan dengan hukum menerima dan menyambut tamu.Bahkan, di dalam riwayat itu jelas sekali ditunjukkan, bagaimana sikap Rasulullah saw terhadap utusan-utusan kaum kafir yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.Sabda beliau, “Seandainya engkau bukan seorang utusan, niscaya sudah aku penggal lehermu”, menunjukkan bahwa beliau bersikap sangat keras dan tidak menunjukkan penerimaan yang ramah terhadap mereka. Begitu pula sikap seharusnya penguasa Muslim ketika menghadapi penguasa kafir penjajah yang memusuhi umat Islam, yakni menekan, merendahkan, mengancam, dan memerangi mereka jika mereka tidak menghentikan permusuhan dan penganiayaan mereka terhadap umat Islam.
Begitu pula riwayat mengenai kunjungan Abu Sofyan kepada Madinah, juga tidak berhubungan dengan penyambutan tamu atau penghormatan tamu dari kalangan penguasa kafir. Kunjungan Abu Sofyan ke Madinah dikarenakan ia ingin memperbarui perjanjian dengan Rasulullah saw setelah sebelumnya orang-orang Quraisy menyerang Bani Khuza’ah yang merupakan sekutu Nabi saw. Penyerangan Quraisy terhadap Bani Khuza’ah tersebut telah membatalkan perjanjian Hudaibiyyah yang ditandatangani antara Kaum Quraisy dan Nabi saw. Oleh karena itu, Abu Sofyan mendatangi Nabi saw di Madinah untuk memulihkan perjanjian damai. Ibnu Hisyam dalam Kitab Sirahnya menceritakan peristiwa ini sebagai berikut, “Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, Abu Sofyan bin Harb datang ke tempat Nabi saw. Ia berbicara dengan beliau, namun beliau saw tidak menggubrisnya. Lalu, Abu Sofyan pergi ke tempat Abu Bakar ra, dan menyuruhnya berbicara dengan Rasulullah saw, namun Abu Bakar berkata, “Aku tidak mau!”. Kemudian, Abu Sofyan bin Harb mendatangi rumah Umar bin Khaththab dan berbicara dengannya, namun Umar malah berkata, “Aku harus membelamu di hadapan Rasulullah saw? Demi Allah, jika aku hanya mendapatkan semut kecil, aku akan memerangimu bersamanya”. Abu Sofyan keluar dari rumah Umar bin Khaththab ra dan menemui Ali bin Abi Thalib ra yang saat itu sedang bersama dengan isterinya, Fathimah binti Mohammad saw dan anak keduanya, Hasan bin ‘Ali yang sedang merangkak. Abu Sofyan berkata, “Hai, Ali, engkau adalah orang yang paling penyayang. Aku datang kepadamu untuk satu keperluan, oleh karena itu, jangan pulangkan aku dalam keadaan gagal total. Belalah aku di hadapan Rasulullah saw”. Ali bin Abi Thalib berkata, “Celakalah kamu, hai Abu Sofyan! Demi Allah, Rasulullah saw telah bertekad kepada sesuatu dan kita tidak bisa bernegoisasi dengan beliau”. Abu Sofyan menoleh kepada Fathimah binti Mohammad, seraya berkata, “Wahai putri Mohammad, maukah engkau menyuruh anak kecilmu ini melindungi manusia, kemudian ia akan menjadi pemimpin Arab sepanjang zaman?Fathimah menjawab, “Demi Allah, annakku tidak bisa melindungi manusia dan seorangpun tidak bisa melindungi mereka dari Rasulullah saw…. Abu Sofyan menaiki untanya dan pulang ke Makkah. Sesampainya di Makkah, orang-orang Quraisy bertanya kepadanya, “Informasi apa yang engkau bawa? Abu Sofyan bin Harb berkata, “Aku datang kepada Mohammad saw kemudian berbicara dengannya, namun ia tidak menyahut sedikitpun. Kemudian aku datang kepada Abu Bakar, namun aku tidak melihat kebaikan sedikitpun dari dirinya. Lalu, aku menemui Umar bin Khaththab dan mendapatinya orang yang paling keras permusuhannya. Kemudian aku datang kepada Ali bin Abi Thalib dan mendapatinya orang yang paling lembut. Ia menasehatiku untuk melakukan sesuatu, namun demi Allah, aku tidak tahu apakah sesuatu itu bermanfaat bagiku atau tidak. Orang-orang Quraisy berkata, “Apa yang diperintahkan Ali bin Abi Thalib kepadamu? Abu Sofyan bin Harb menjawab, “Aku disuruh untuk melindungi manusia dan aku pun melakukannya”. Orang-orang Quriasy berkata lagi, “Apakah Mohammad membolehkannya? Abu Sofyan menjawab, “Tidak!”.Orang-orang Quraisy berkata, “Celakalah engkau! Engkau telah dipermainkan oleh Ali bin Abi Thalib. Apa yang engkau katakan tadi sama sekali tidak bermanfaat bagimu”.Abu Sofyan berkata, “Demi Allah, aku tidak memiliki alternatif lain”. [Ibnu Hisyam, As Sirah An Nabawiyyah, hal.735]
Riwayat ini menunjukkan dengan sangat jelas, bagaimana sikap Rasulullah saw terhadap Abu Sofyan, beliau saw sama sekali tidak menggubris kedatangannya, bahkan beliau siap menyerang Mekah, karena pengkhianatan kaum Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyyah. Nabi saw tidak pernah menerima dan menyambut Abi Sofyan bin Harb dengan penyambutan kenegaraan yang menunjukkan rasa hormat dan belas kasih, namun beliau saw memperlakukan Abu Sofyan ra dengan sangat keras, hingga harga diri dan kesombongan Abu Sofyan luruh bagaikan sekawanan laron yang tersambar api pelita. Lalu, dari arah mana bisa dinyatakan bahwa para penguasa negeri-negeri Islam wajib menerima, menyambut, dan memulyakan tamu dari kalangan para penguasa kafir yang lalim dan dzalim itu, dengan alasan bahwa Nabi saw pernah menerima dan menyambut Abu Sofyan bin Harb? Padahal, bukankah Nabi saw jelas-jelas menolak dan tidak menggubris kedatangan Abu Sofyan bin Harb, begitu pula sikap para shahabat? Atas dasar itu, menggunakan kisah kedatangan Abu Sofyan ke Madinah adalah istinbath yang keliru dan mengada-ada.
Lalu, setelah penjelasan ini, masihkah ada orang yang tetap bersikukuh untuk menerima, menyambut, dan menghormati kedatangan penguasa kafir yang jelas-jelas terbukti menganiaya dan membunuhi ribuan kaum Muslim, serta merampok dan menguras habis kekayaan umat Islam?
Kesimpulannya:
(1) seorang Muslim, lebih-lebih lagi penguasa Muslim dilarang (haram) menerima dan menyambut kedatangan penguasa kafir yang jelas-jelas memusuhi dan memerangi Islam dan kaum Muslim,
(2) sikap sejati seorang Muslim adalah bersikap keras terhadap orang-orang kafir, dan membela saudara-saudaranya yang saat ini tengah dianiaya oleh orang-orang kafir,
(3) jika penguasa Muslim memiliki kemampuan, maka ia wajib membebaskan saudara-saudara Muslimnya dari penjajahan, penganiayaan, serta pembunuhan yang dilakukan oleh kafir imperialis, dengan mencurahkan segenap kemampuan fisik maupun non fisiknya. Wallahul Musta’aan Wa Huwa Waliyut Taufiq. [Fathiy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy; Lajnah Tsaqofi Hizbut Tahrir Indonesia]

Tuesday, February 16, 2010

Penghancuran Islam Berkedok kebebasan beragama


Penghancuran Islam Berkedok Kebebasan Beragama
Uji materi UU PNPS No 1 tahun 1965 saat ini tengah berlangsung di Mahkamah Kamis, 4 Pebruari 2010 yang lalu, sidang Pleno gugatan oleh Aliansi Kebebasan Beragama telah digelar. Pemerintah yang diwakili Depag, Depkumham juga DPR, termasuk pihak-pihak terkait, seperti NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia, Hidayatullah, al-Irsyad dan lain-lain dengan tegas menolak gugatan tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr. Din Syamsudin (31/1/2010), dengan tegas menolak judicial review UU tersebut. Menurutnya, jika Peraturan Presiden No.1/PNPS/1965 yang sudah diundangkan melalui UU No 5/1969 itu jadi diubah, maka justru akan berpotensi memicu konflik yang lebih besar bagi kehidupan beragama di Indonesia. Din menambahkan, tidak dapat dibayangkan kalau perubahan itu disetujui, maka penodaan dan penistaan terhadap agama baik secara tidak disengaja seperti merusak pemahaman, keyakinan, ajaran dan akidah agama, atau pun yang dilakukan secara sengaja seperti rekayasa sosial dan politik akan berkembang pesat. Jelas ini “Akan menimbulkan social disorder,” ingat dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh PBNU, bahwa keberadaan peraturan perundangan mengenai penistaan dan atau penodaan agama harus dipertahankan. Karena itu, ”Kita berharap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi undang-undang itu,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi usai membuka Rakernas I Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Ahad Konstitusi. Sejak (31/1/2010). Hasyim menegaskan, permintaan agar UU itu dicabut atas nama demokrasi sangat tidak tepat. Penodaan agama merupakan agresi moral yang justru merusak agama. “Jadi harus dibedakan antara demokrasi dengan agresi moral,” katanya. Dalam kesempatan lain, KH Hasyim Muzadi (10/2/2010) juga menegaskan, kalau UU tersebut dihilangkan, paling tidak ada tiga akibat yakni: (1) instabilitas di Indonesia; (2) gangguan kerukunan umat beragama, dan (3) kerugian bagi kaum minoritas.

Karena itu, apa yang digambarkan oleh Musdah Mulia, salah seorang pemohon uji materi UU tersebut dalam artikelnya di Kompas (9/2/2010), bahwa UU tersebut sudah tidak relevan dan tidak sejalan dengan semangat konstitusional Indonesia justru kontradiksi dengan tuntutan dia saat bertemu Wapres Budiono (10/2/2010). Dalam artikel tersebut, dia menolak keterlibatan negara dalam mengatur kebebasan beragama, karenanya UU tersebut harus dicabut, sementara dalam pernyataannya yang lain, selaku Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), usai bertemu Wapres (10/2/2010), dia mengatakan, “Kami menyampaikan keprihatinan kekerasan terkait agama di negeri ini. Oleh karena itu, kami menghimbau agar pemerintah lebih tegas lagi untuk menindak oknum yang melakukan kekerasan dengan dalih agama.” Di satu sisi, dia minta negara tidak terlibat dalam mengatur kebebasan beragama, tetapi ketika ada dampak dari kebebasan itu, seperti ketika terjadinya penghakiman oleh masyarakat atas praktek kebebasan (menodai agama) itu, dia segera meminta negara untuk turun tangan.

Aneh memang. Karenanya, jargon kebebasan beragama yang diusung oleh kaum Liberal sesungguhnya harus dilihat sebagai hasrat untuk menghancurkan agama justru dengan perlindungan negara. Artinya, ketika mereka menuntut kebebasan beragama, mereka meminta agar kebebasan itu tidak diatur, sehingga dengan bebas mereka leluasa melampiaskan hasratnya, tentu dengan perlindungan negara dari pihak manapun yang hendak menghakimi mereka. Inilah yang sesungguhnya mereka inginkan. Masalahnya, hasrat mereka itu selalu memprovokasi dan menyerang hak beragama dan keyakinan orang lain.

Karena itu, masalah ini harus dilihat secara utuh; dari sisi paham kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang mereka usung, dan dari sisi skenario negara-negara Kafir penjajah di negeri kaum Muslim, khususnya Indonesia, demi melanggengkan penjajahan mereka.

Dari sisi paham, jelas sekali, bahwa paham kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang menjadi pijakan uji materi UU tersebut adalah paham yang utopis dan bertentangan dengan Islam. Utopis, karena realitas kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme yang mereka usung itu nyata-nyata tidak pernah ada. Perancis yang terkenal dengan slogan liberty-nya, jelas telah mempertontonkan penodaan yang kasat mata atas kebebasan dan hak wanita Muslimah untuk memakai cadar. Begitu juga di Swiss, dan negara-negara Eropa lain, kebebasan dan hak kaum Muslimin telah dinodai, ketika mereka dilarang membangun menara masjid. Di Denmark, kebebasan beragama umat Islam juga tidak pernah dihormati oleh orang-orang Kafir, ketika Nabi Muhammad saw dinistakan sedemikian rupa. Anehnya, mereka meminta kebebasan beragama mereka dihormati. Demokrasi dan pluralisme juga sama-sama utopisnya. Karena itu, paham ini jelas tidak layak, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi orang-orang Barat dan seluruh umat manusia. Bagi umat Islam, selain utopis, paham-paham ini jelas diharamkan, karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Karena itu, jika faktanya paham-paham ini tidak ada wujudnya, tetapi tetap saja dipropagandakan, maka sesungguhnya yang terjadi adalah penyesatan publik dan politik demi kepentingan yang sesungguhnya mereka sembunyikan. Kepentingan itu tak lain adalah penghancuran Islam sebagai ideologi potensial yang jelas-jelas mengancam eksistensi dan praktik penjajahan negara-negara Kafir imperialis terhadap dunia Islam. Mereka dengan fasih mengajari dan mendekte umat Islam tentang kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme. Sementara mereka sendiri, di negara mereka, dengan enteng melanggar dan menistakan prinsip-prinsip yang mereka propagandakan. Atas nama kebebasan dan demokrasi, mereka menduduki Irak, dengan menggulingkan Saddam Husein, dan membunuh ratusan ribu penduduk sipil.

Mereka memang tidak bisa menduduki dan menguasai dunia Islam dengan militer dalam kurun waktu yang lama, karena itu untuk mempertahankan cengkraman mereka, satu-satunya cara adalah melalui paham yang diusung dan diterapkan oleh antek-antek mereka.

Sebab, kekuatan dunia Islam dan, di dalamnya, umat Islam, terletak pada kekuatan ideologi dan intelektualnya. Islam yang mereka anut dan yakini jelas merupakan sumber kekuatan sekaligus perlawanan. Karena itu, agar Islam tidak bisa digunakan untuk melakukan perlawanan, maka pemahaman umat Islam ini sengaja dirusak. Kalau tidak bisa, maka upaya kompromi pun dilakukan, dengan cara mendekatkan Islam dengan paham-paham di atas.

Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan, bahwa masalah uji materi UU PNPS no 1 tahun 1965 ini sesungguhnya tidak berdiri sendiri, tetapi terjadi karena negara ini, yang nota bene merupakan negara sekular telah membuka ruang selebar-lebarnya bagi kebebasan, HAM, demokrasi dan pluralisme. Maka, apa yang terjadi saat ini tak lebih dari dampak. Dampak-dampak seperti ini akan terus terjadi dan menghantui kita, manakala sumber yang memproduksi dampak-dampak ini tetap ada di dipertahankan. Itulah Sekularisme. Karena itu, peristiwa ini mestinya menyadarkan kita, bahwa selama Sekularisme ini masih dipertahankan, selama itu pulalah dampak-dampak seperti ini akan terus berulang. Wallahu a’lam. (Hafidz Abdurrahman)

Tuesday, February 9, 2010

Semua hal yang Anda sukai, pasti akan Anda lakukan dengan mudah tanpa kesulitan.



Semua hal yang Anda sukai, pasti akan Anda lakukan dengan mudah tanpa kesulitan.

Sobat, hal yang paling penting dalam menetapkan tujuan adalah bahwa tujuan itu didorong oleh tekad hati dan iman, sehingga menimbulkan rasa senang yang menghasilkan daya penggerak untuk maju.Sebab, jika sesuatu didorong oleh tekad hati dan iman yang kuat, kita akan bergerak tanpa sadar seperti kita melakukan suatu hal yang menyenangkan dan kita akan sangat menikmati.

Robert Jahn & Brenda Dunne lebih dari 25 tahun dan 2,5 juta tes dilakukan. Secara saintifik telah membuktikan bahwa niat dari pikiran manusia benar-benar mempengaruhi pengambilan tujuan dan hasil dari pengambilan data secara acak oleh komputer. Jadi sobat, jika kita sedang panik dan melakukan pekerjaan kita dengan komputer, hasilnya menjadi kacau. Jika pikiran dan emosi kita bisa mempengaruhi komputer, bayangkan bagaimana itu bisa mempengaruhi keberhasilan bisnis, profesi, relasi, daan finansial kita. Sesungguhnya Allah Selalu mendengarkan pikiran dan perasaan hamba-hamba-Nya. Allah peduli dengan apa-apa yang kita pikirkan,rasakan, dan lakukan. Allah selalu menjawab do’a-do’a yang kita lakukan secara sadar maupun tidak sadar dan yang sengaja ataupun yang terlihat tidak sengaja.

Sobat, apa yang anda sukai pasti berkembang. Hal-hal aneh dalam hidup ini bahwa kita akan mendapatkan lebih banyak sesuatu dari hal-hal yang kita sukai. Jika kita menyukai dunia menulis, kita akan merasa mudah membaca buku-buku tentang menulis, membaca berita tentang dunia penulisan, hadir di forum-forum penulisan, bahkan bisa bertahan berjam-jam ketika menulis bahkan enjoy tanpa beban sekalipun tidak bayar. Kita akan fokus pada hal-hal yang kita senangi dengan mudah, tanpa sadar, sepanjang waktu. Maka ketika saya ditanya , ”Bagaimana kita bisa menemukan expert atau keahlian kita?. Setidaknya ada dua hal ; Pertama, Pekerjaan apa yang benar-benar kita kuasai saat ini dan kedua, Kita benar-benar suka mengerjakan dan happy banget bahkan tidak dibayarpun juga dikerjakan dengan semangat maka itulah expert kita. Jika ditekuni serta fokus maka kita akan menjadi ahli dan menghasilkan bagi kita.

Sobat, jadi apa yang kita senangi itu berkembang. Ini karena kita telah menarik perhatian dari hal-hal yang kita senangi atau cintai, sehingga mereka pun menjadi tertarik dengan kita. Jangan mengira bahwa yang tertarik dengan kita hanya manusia. Jika kita menyenangi sesuatu. Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kita senangi dan kita syukuri akan datang dan berkembang. Percayalah, apa-apa yang kita niatkan melalui pikiran dan emosi kita sangat mempengaruhi manusia, binatang, pohon-pohonan, dan juga probabilitas dari kejadian-kejadian di sekitar kita. Bukankah Allah berfirman dalam Hadits Qudsi yang berbunyi ” Ana ’inda Zhanni abdi bi ” - Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku tentang Aku- Jadi, apa yang dilakukan Allah Swt kepada seorang hamba sesuai dengan dugaan hamba itu kepada-Nya. Jika kita telah berpikir negatif kepada Allah, Dia pun akan mewujudkan apa yang kita pikirkan dalam hidup kita.

Sobat, kita akan fokus pada apa yang kita hargai. Penghargaan kita terhadap sesuatu akan menjadi standar skala prioritas dalam hidup kita. Jika kita menghargai cinta, kita akan banyak memikirkan bagaimana caranya agar bisa lebih mencintai orang lain. Kita akan selalu bertanya bagaimana agar menjadi orang yang selalu mengasihi dan bagaimana caranya supaya bisa lebih merasakan perasaan dicintai.

Apabila kita menghargai kesuksesan, kita akan berupaya memikirkan kesuksesan dan memikirkan cara mencapai kesuksesan itu. Pendeknya, kita akan banyak berpikir tentang cara untuk memperoleh lebih banyak kesuksesan dalam hidup, cara untuk menjadi orang sukses. Kita akan terus berpikir bagaimana cara untuk berada diantara orang-orang yang sukses serta membaca kisah mereka dan belajar tentang orang-orang yang sudah sukses. Itulah fakta bahwa apa pun yang paling kita hargai pasti ia akan menjadi hal yang paling kita fokuskan. Itu memang suatu kebenaran yang logis kawan.

Sobat, dorongan spiritual menciptakan kesuksesan. Pengalaman saya menunjukkan kalau kita mengajukan pertanyaan –pertanyaan mengenai makna dari suatu pekerjaan yang disenangi secara terus-menerus kepada orang lain atau diri kita sendiri biasanya cepat atau lambat jawaban mereka atau kita akan bersifat spiritual, yaitu kembali pada sifat ruhaniahnya. Karena manusia adalah makhluk yang selalu mencari makna, kita akan selalu berusaha mencari pemahaman dari segala sesuatu yang kita alami. Meskipun sebenarnya kita adalah makhluk spiritual, rantai pemahaman kita seringkali ”tersesat” dan membawa kita terlalu jauh dari alasan sebenarnya kita melakukan sesuatu.Disinilah sobat, pentingnya Iman kepada Allah SWt harus menjadi landasan dalam mengenal jati diri kita, serta motivasi diri sehingga akan menjadikan kita memiliki percaya diri yang luar biasa. ( Silahkan baca buku saya Al Quwwah ar ruhiyah – Kekuatan Spirit Tanpa batas)
Dalam Training Al Quwwah ar ruhyah, kita belajar untuk kembali pada akar pemahaman yang sebenar-benarnya dan menemukan makna mendalam serta alasan mengapa kita melakukan sesuatu. Ketika akar pemahaman telah ditemukan,kita pun bisa memperkuat pemahaman-pemahaman yang baik dan memperbaiki pemahaman-pemahaman yang kurang produktif atau tidak efektif. Bagaimana cara menghancurkan gembok-gembok mental dan melihat potensi diri yang luar biasa? Membantu kita untuk meraih sukses. Adi W.Gunawan merumuskan bahwa : Human Factor X God Factor = SUCCESS
Human Factor terdiri dari dua komponen, yaitu BE dan DO. Lalu apa Be dan Do itu?
Be terdiri dari lima komponen yaitu ; Impian, yakin, Syukur, Tawakkal, dan Do’a. sedangkan DO terdiri dari tiga komponen yaitu ; Activity, skill dan knowledge. Human Factor inilah yang harus kita lakukan secara optimal hasilnya kita serahkan kepada Allah SWt maka akan ada keajaiban-keajaiban yang mengiringi kita.

Ya Allah, limpahkan kemudahan jalan menuju cita-cita kami yang mulia di dunia dan di akherat. Dengan nama Rasulmu yang Agung, Muhammad Saw, jadikanlah impian kami menjadi kenyataan karena kasih sayang-Mu, kekuasaan-Mu, dan kedermawanan-Mu. Dan kumpulkan kami dengan hamba-hamba-Mu yang saleh dan yang pandai bersyukur dengan segala pemberian-Mu.
Ya Allah sucikan hati kami , jernihkan pikiran kami, dan mudahkan segala urusan kami. Amin. Salam Sukses Mulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan spirit Tanpa Batas, www.cahayaislam.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Monday, February 1, 2010

Tulisan Santri dan Peserta Mentor FM Plus


Jadilah Seperti Semut
Sobat pasti semua tahu binatang kecil ciptaan Allah yang mungkin sering keliling disekitar rumah kita. Yakni seekor semut. Apakah kita pernah berenung bahwa semut lebih baik dari pada manusia? Walapun manusia diciptakan oleh Allah sebaik-baiknaya makhluk dari semua makahluk ciptaaNya. Akan tetapi cobalah kita sepintas mengamati betul-betul, ketika ada semut lewat ada sebuah hikmah serta pelajaran yang dapat kita ambil dari sana.
Sobat, pertama coba kita amati ketika semut berjalan dan berbaris dengan sodara-sodaranya. Ketika mereka berjalan, mereka berjalan dengan rapi dan tertib, mereka pun saling menyapa, denagn sodara-sodaranya, saling bersalam-salaman dengan semua semut yang sedang berbaris disana. Sekarang masalhnya bagaimana dengan kita apakah kita sudah bisa menjadi seperti semut yang setiap ketemu dengan sodaranya dia selalu menyapa selalu bersalaman serta mengucapkan salam. Saya merasa masih banyak diantara kita yang tidak bisa seperti semut, yang selalu menujukan persaudaranya bahwa mereka adalah satu yang saling menyayangi, mengasihi serta tidak sombong. Misalnya saja dalam kehidupan sehari-sahari, kita belum bisa menciptakan rasa persaudaraan kita baik itu dengan sesama keluarga, sesama muslim atau sesama manusia. Masih banyak diantara kita hanya karena kebencian, keirian, kesombongan, serta kegoisan menjadikan kita angkuh hingga tidak memperdulikan sodara kita yang lain dan masih banyak juga adanya peperangan antar keluarga, sodara, atu suku. Kita ambil contoh saja yang sebuah masalah yang dihadapi sodara kita sesama muslim yang sampai sekarang mereka belum merasa keadamaian dalam hidupnya, karena, setiap harinya mereka selalu dihantui dengan sebuah peperangan dan kekerasaan yang dilakukan oleh orang kafir. Mereka adalah sodara kita yang ada dipalestina. Apakah kita merasakan pederitaan mereka yang selalu tidak tenang dalam hidupnya, ibadah tidak tenang, makan tidak tenang bahkan jarang makan karena tidak ada makanan, sedangkan kita tidak merasakan pendiritaan itu, kita disini senang-senag, bisa makan enak, tidur nenyak, bisa ibadah dengan tenang. Akan tetapi kita lupa kalau kita punya sodara yang memangil-mangil kita , meminta pertolongan dari kita. Ini seemua disebabkan Karena adanya sekat-sekat suatu wilayah, kita tidak merasa mereka sodara kita, yang harus kita bela dan kita bantu. Serta tidak adanya umat islam yang satu terutama tidak adaya hukum-hkum islam yang diterapkan secara sempurna, hingga kita tidak mempunyai kekuatan untuk melawan musuh-musuh islam tersebut. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah kita diam saja melihat sodara kita menderita? Apakah kita harus membelanya dengan menyusun kekutan?.. penderitan sodara kita disana tidak akan pernah usai sebelum kita umat islam sedunia bersatu untuk bisa menegkakan islam kembali muka bumi ini. Karena hanya tegaknya hukum –hukum islamlah yang akan membawa solusi, serta membawa kedamaian, kesejahteran bagi seluruh umat manusia. Serta persaudaran kita akan bisa terwujud seperti halnya binatang semut. Baik anatar sesama muslim, atau anatar sesama manusia.
Ada satu hal lagi yang terkadang kita tidak bisa seperti semut yang disekeliling rumah kita, coba kita amati lagi ketika ada gula yang tumpah atau secuil roti yang jatuh dilantai, tak lama kemudian pasti seekor semut akan datang mendatanginya. Dan coba kita amati, apakah pernah seekor semut ketika mendapat makanan terus dia makan sendiri tanpa memperdukan teman yang lain dan menyimpan makanan itu sendiri ditempat persembunyianya. Pastinya sesekor semut tersebut tidak akan mau makan makan tersebut sendirian, pasti dia akan memangil teman-temanya, dan teman-temanya pun akan datang. Dan saling berbagi makanan tersebut, bahkan ketika teman-temanya sudah datang mereka salaing bergotong royong mengakat makanan tersebut ketempat yang lebih aman agar mereka dapat memakan dengan tenang. Dari sekelompok semut itu, kita bisa ambil berapa hikmah bahwa diantara kita belum bisa seperti semut yang yang mempunyai sifat yang saling berbagai dengan sesamanya. Masih banyak diantara kita yang terkadang kita masih sayang dengan yang kita miliki walaupun sebenarnya semua yang kita miliki itu hanyalah merupakan titipan dari Allah. Tapi terkadang kita sombong dengan titipan itu. Sangking sombongnya kita tak pernah menoleh kebelakang, bahwa disana masih banyak yang membutuhkan dengan titipan yang kita bawa, sedangkan titipan itu kita pergunakan dalam hal yang kurang bermanfaat, dengan menghabur-haburkanya atau menimbunya hingga banyak agar kita terlihat kaya dihadapan orang-orang. Dan banyaknya kemiskinan, anak-anak terlantar, gelandangan, pengemis dijalanan pencurian. Itu akibat dari sekelompok orang yang egois, tidak menoleh kebelakang, tidak memerdulikan sesamanya, hidupya yang serba senag-senag penuh dengan kemewahan serta dia lupa bahwa yang dibawanya hanyalah sebuah titipan, yang akan diminata pertanggung jawaban bila dipergunakan dalam hal yang tidak bermanfaat, sedangkan diluar sana masih banyak yang membutuhkan. Apakah kau tidak memikirkan itu wahai sodaraku??? Apakah kita tidak malu dengan semut?? Yang mempunyai sifat yang saling berbagi dengan sesamanya saling membantu. Apakah kita akan seperti ini terus tidak memperdulikan sodara kita yang lebih membutuhkan kita?? Andai kau tahu wahai sodara ku sesunggunya kalu kita mau berbagi dengan sodara kita yang membutuhkan bantuan kita , insyaAllah, Allah akan menambah tuju kali lipat dari apa yang kita berikan. Diibaratkan sebuah biji padi yang ditanam, lama-kelaman padi itu akan bercabang dan menghasilkan biji padi yang sangat banyak jumblahnya. Anadaikan saja dinegri kita ini seperti itu, antraa si kaya dan si miskin tidak ada sekat, serta kesenjangan sosial dengan saling berbagi, memberi serta saling membantu. Pasti negeri kita akan sejahtera dan damai bahagia. Tapi kenyataanya sekarang malah sebaliknya?.. kita belum bisa seperti semut? Padahal kita makhluk Allah yang paling mulia dari pada seekor semut.




By : Nisa Shofia







MAHASISWA



A.. DEFINISI MAHASISWA

Tentu kata mahasiswa bagi kita tak asing lagi bukan ? ya, seorang mahasiswa adalah sebagai calon pembaru, calon cendikiawan, dan sebagai calon penyangga keberlangsungan hidup masyarakat. Peran mahasiswa sebagai calon pembaharu berkaitan erat dengan perannya sebagai calon cendikiawan. Oleh karena itu, mereka mahasiswa harus mempunyai tiga kemampuan, yaitu:

1.Kemampuan keterbukaan pikiran

Berpikir harus selalu melibatkan informasi. Tanpa informasi manusia tidak dapat berpikir. Semakin banyak informasi semakin lancar kegiatan berpikir. Implikasinya, semakin manusia mampu menyerap informasi, semakin ia mampu berpikir dengan baik. Kemampuan menyerap informasi mensyaratkan adanya keterbukaan dalam pikiran manusia. Apa jadinya kalau pikiran tidak terbuka? Kalau pikiran tidak terbuka manusia masih dapat berpikir, namun kegiatan berpikirnya lebih menyerupai kegiatan instingtif pada hewan.

2. Kemampuan berpikir kritis

Berpikir kritis harus ada pada mahasiswa, karena dengan berpikir kritis memperbesar kemungkinan manusia memperoleh informasi yang benar. Informasi yang benar sangat membantu mengambil tindakan yang benar. Karena kalau tindakan mahasiswa tidak benar, mereka tidak hanya menyesatkan diri mereka sendiri tapi juga masyarakat di sekitar mereka. Inti dari berpikir kritis adalah tidak begitu saja menerima apa yang ada, tetapi menanggapi secara hati-hati informasi yang diperoleh.

3. Kemampuan berpikir kreatif

Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk membuat produk atau kombinasi baru berdasarkan data atau informasi yang tersedia. Sebagai calon pembaharu, maka berpikir kreatif itu sangat penting, karena secara umum kreatifitas dibutuhkan untuk menciptakan hal-hal baru yang menjawab permasalahan dan pemenuhan kebutuhan yang ada dalam masyarakat.


B. TIPE-TIPE MAHASISWA

Kenapa sich kita harus membahas tentang tipe-tipe mahasiswa?. Karena agar kita mengetahui termasuk tipe apakah kita? Apa kita termasuk tipe mahasiswa yang sukses tapi hanya sekedar sukses?, atau kita termasuk tipe mahasiswa yang sukses dunia akhirat?, atau malah sebaliknya?


1.Tipe mahasiswa pacaran

Hari gini tak punya gebetan, gak gaul banget sih!!!!!!!!!. Nah ini selogan yang selalu mereka promosikan. Tapi orang yang gaul nggak harus punya pacar kan? Nah, mahasiswa yang seperti ini yang harus kita sadarkan. Karena mereka ke kampus hanya untuk mencari pasangan yang sangat dilarang oleh syari’at islam. Mereka yang tipe ini ke kampus bukan untuk mencari ilmu yang bermanfaat tapi mereka mencari suatu kesenangan yang sesaat, yang dapat menjerumuskan pada kesesatan. Nah kalau sudah tahu begini , apa kita masih ingin untuk masuk dalam tipe ini????????

2.Tipe study oriented

Mahasiswa yang satu ini adalah mahasiswa yang ada dalam benaknya hanya belajar, belajar dan belajar. Emang sih belajar itu baik dan tak salah orang yang selalu belajar. Tapi sebagai seorang mahasiswa kita juga perlu untuk berorganisasi. Karena dalam organisasi kita akan mendapatkan sesuatu yang tak pernah diajarkan dalam bangku kuliahan.

3.Tipe mahasiswa aktivis

Mahasiswa yang satu ini patut diajungi jempol, kenapa? Karena selain mereka aktif dalam kelas mereka juga aktif di luar kelas. Tapi ada juga lho seorang aktivis yang sibuk ngurusin organisasinya sehingga mereka lupa dengan kuliahnya. Dan akhirnya mereka tak dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu/
Aktivis juga tak selamanya baik, ada juga aktivis mahasiswa yang salah dalam memilih organisasi yaitu organisasi yang di dalamnya secara tidak langsung menentang syari’at Allah. Kalau sudah begini kita harus pinter-pinter dalam memilih organisasi.

( Fajri IAIN Supel )










“Jadilah maha bintang”
bintang dilangit kelip engkau disana menberi cahayanya disetiap insan.
Malam yang dingin ku harap engkau datang memberi cahaya disetiap mimpi-mimpinya.
Menjadi maha bintang, mengapa tidak...............!!!
Maha bintang, banyak bintang-bintang yang bersinar disekitar kita. Tapi pastinya nich, ada satu bintang paling terang diantara bintang-bintang yang bersinar. Betul betul betul......!!! siapakah dia???. Yach ciapa lagi kalau bukan sang maha bintang, penerang dari semua bintang-bintang yang terang. (silau man....!).
What about that maha bintang???. Apa yang anda ketahui tentang maha bintang???
Apakah orang yang salama ini sering eksis nongol dilayar kaca, seperti Luna Maya and Olga Saputra, ataukah orang yang selama ini sering mengeluarkan ide-iednya seperti pak Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Gus Dur, atau Musda Mulia, ataukah orang seperti Tukul Arwana yang sering mengekspresikan dirinya didunia perlawakan yang dapat merubah sedih jadi senang, ataukah idola-idola anda yang lain???.
Bintang.... akulah bintang, engkaulah bintang, dia bintang, mereka bintang, dan anda semua adalah bintang. Bintang-bintang yang akan menjadi maha bintang apabila ia selalu berusaha mengasah segala potensi yang ada pada dirinya. ia tidak hanya akan jadi bintang, tapi ia akan jadi maha bintang yang sukses menghasilkan prestasi dan perubahan pada dunia.
Sukses adalah sebuah hal yang PASTI, semua orang bisa sukses, tak selamanya anaknya presiden bisa jadi presiden pula, anak pengusaha selamanya jadi pengusaha, dan anak petani selamanya jadi petani, karena sukses bukanlah berasal dari turunan melainkan berasal dari usaha mencapai tujuan. Tinggal bagaimana langkah kita memangfaatkan peluang yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kalau kita teliti sebenarnya waktu yang ada pada diri kita semuanya sama, dalam sehari ada 24 jam, seminggu ada 7 hari. Tentunya jumlah bulan and tahunnya juga sama. Kalau banyak orang yag bisa sukses dengan waktu segitu mengapa kita tidak???. Sukses bisa dilajari karena sukses tidak menuggu nasib baik seseorang, sukses tidak menunggu bertambahnya usia seseorang, dan sukses juga tak melihat latar belakang pendidikan seseorang. Jadi kalau kita ingin segera meraih kesuksesan tersebut, mari kita mulai belajar dari sekarang karena tidak ada waktu lagi untuk menunggu hari esok. Jangan jadikan satu hari saja tanpa ada sebuah prestasi yang bermangfaat bagi diri kita dan bagi orang lain.
Setelah kita mengeluarkan segenap kemampuan yang kita miliki, jangan lupa ada beberapa kunci kesuksesan yang harus kita pegang diantaranya:
Tawakkal, menyerahkan segala hasilnya sama Allah. ingat segala apa yang kita lakukan semata-mata hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Maka kita harus menerimanya dengan Ikhlas dan lapang dada.
Derfikir mendalam dan cemerlang dalam mencari jalan dan cara, dengan melihat segala kemampuan yang ada memangfaatkan hambatan jadi peluang.
Sungguh sungguh, menata komitment
kontinue, terus-menerus dalam mengasah potensi karena setajam-tajamnya pisau kalau gak pernah diasah akan tumpul juga.
Berani, berani bermimpi, kalau orang gak punya mimpi orang akan kehilangan semangat untuk hidup, padahal hidup itu indah.
Sabar serta doa, selain sabat tiada usaha yang tidak disertai dengan doa.
Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan)di akhirat hanyalah sedikit (QS At Taubah 38)
Sesungguhnya para penghuni sorga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di sorga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan. (kepada mereka dikatakan) “SALAM” sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang maha Penyayang. (QS Yasin 55-56-57-58)
Kesuksesan merupakan teori yang tak berumus, tak semua kerja keras akan menghasilkan keberhasilan, dan tak semua kerja keras akan menghasilkan kegagalan, tapi Allah menyukai orang-orang yang mau berusaha.
Maka jadilah Maha Bintang yang tidak bersinar sendiri, melainkan bersinar untuk menyinari Alam dengan cahaya Islam
Untuk meraih sukses hakiki.
Sukses Hidup Dunia Akhirat dalam Keridlaan Allah
By: aisya_1924@yahoo.co.id







Menjadi ” MAHA BINTANG”

Sobat, kalau qta lihat diatas langit sana, ternyata banyak bintang-bintang bertaburan. Apakah itu yang qta maksud di sini? Ternyata tidak. Tapi yang qta maksud di sini adalah bintang yang dicapai oleh seseorang dalam menyalurkan melebihannya. Apakah seperti Jacko, Luna Maya, Madonna, atau Jacky Chan? Ternyata tidak, karena mereka cuma jadi bintang untuk dirinya sendiri.

Pada dasarnya semua orang adalah bintang, tapi yang membedakannya adalah apakah dia jadi bintang biasa atau jadi maha bintang? Kalau dia jadi bintang biasa berarti dia menerima apa adanya, tidak berbuat apa-apa. Sedangkan orang yang menjadi maha bintang berarti dia punya pengaruh dilingkungannya. Hal ini yang menunjukkan dia sebagai orang yang sukses. So What is Succes?

Sukses adalah tercapainya berbagai PRESTASI DAN TUJUAN tertentu yang pengaruhnya tampak jelas pada kehidupan individu, masyarakat, maupun bangsa..

Sukses adalah suatu KEPASTIAN :
 Siapapun bisa sukses.
 Tergantung seberapa cepat mencapainya
 Sukses bisa dipelajari...
 Sabar menanti saat datangnya kesuksesan.
 Sukses memerlukan doa.

Kunci SUKSES:
Tawakkal, Ikhlas, Berfikir mendalam dan cemerlang dalam mencari jalan dan cara, Sungguh-sungguuh, Kontinu, Berani, Sabar......

Betul ..betul..betul......!!!!!!!!!!!!!!

Dan cara meraih sukses adalah
 Faham Tujuan dan Target.
 Faham Metode
 Kreatif
 Inovatif
Jangan lupa Iringi Usaha dengan Doa.

Maka menjadi Maha Bintang bukan hal yang sulit tapi itu adalah hal yang sangat mudah.(Fayakun)









KUNCI SUKSES MENGGAPAI IMPIAN
Sobat, saya yakin kalian semuanya pasti mempunyai impian…dan pastinya kalian pasti juga menginginkan agar impian kalian itu dapat menjadi kenyataan. Sobat, sejujurnya ingin saya katakan kepada kalian yang berani bermimpi, kalian merupakan orang – orang yang beruntung karena satu hal yang pasti, dengan impian yang kalian miliki merupakan gambaran awal untuk menata masa depan kalian. Dalam hemat saya, impian itu sama dengan doa. Nah sobat, pastinya dalam sebuah proses menggapai impian yang hendak kalian capai, banyak penghalangan, alias hambatan – hambatan. Dan hambatan – hambatan itu ternyata berasal dari extern dan intern. Jika dari intern, mungkin dari diri kita yang terkadang malas, lagi down, bad mood suka nunda – nunda, dan seabreg alas an yang ngebikin kita terhambat buat gapai impian kita.
Nah kalau dari ekstern, biasanya lingkungan yang nggak membuat kita kondusif buat gapai impian kita, teman yang gak ngedukung buat kita jauh lebih semangat buat gapai impian kita, orang tua yang malah mematahkan semangat kita, de el el. Ok sobat, bangkitlah, berlarilah, dan terus kejar impian kalian, jangan biarkan impian kalian hanya sekedar angan – angan belaka. Buatlah semua menjadi kenyataan. Inilah sobat langkah – langkah yang harus kamu lakukan to make your dream come true ( membuat mimpimu menjadi kenyataan )
1. Tetapkan impianmu
Sobat, jika saya bertanya kepadamu kapan kah kamu harus menatapkan impian mu???apakah esok?nanti?Tidak sobat, jawabannya adalah detik ini juga. Pasti terselip pertanyaan dalam benakmu,kenapa harus detik ini juga?? Sebab kita berpacu dengan waktu, jika kamu menunda – nunda menetapkan impianmua, maka tak akan kesempatan lagi sobat, tanpa kau sadari waktu akan menggilasmu, dan hanya penyesalan yang akan kau terima. List semua impian yang hendak kamu raih, baik dalam peningkatan expert, spiritual, financial, pencapaian akademik, dll. Dan yang pasti yang harus kalian perhatikan sobat, tetapkanlah impian yang tidak hanya dirimu yang mampu meraskan manfaatnya, namun jauh lebih indah ketika impian kita merupakan impian yang membawa kemaslahatan bagi banyak orang.
2. Tancapkan Keyakinan 100%
Sobat, ketika kamu mempunyai impian yang hendak kamu gapai, iringilah dengan keyakinan bahwa Allah akan bantu kalian, untuk meraihnya, bukankah Allah itu seperti prasangka hambanya. Jangan biarkan keyakinan yang kamu miliki hanya, 50%,60% atau 70%, jika hal itu yang masih tertancap dalam benakmu, saya hanya ingin bilang jika sesungguhnya kamu tidak yakin dengan pertolongan Allah. Bukankah Allah Maha Segala – galanya sobat?? Apa yang tidak bisa Allah berikan kepada hamba-Nya??Semuanya bisa Allah berikan sobat, milik-Nyalah langit dan bumi. Mulai detik ini juga kamu harus punya keyakinan 100%, dan jangan biarkan keyakinan itu pudar.
3. Tetapkan motivasi
Nah lo sobat, jangan sampai ketika kalian hendak menggapai impian kalian, ternyata eh ternyata , kalian gak punya landasan yang kuat buat apa, siapa , dan ngapain impian ini kalian realisasikan, jika hal itu terjadi sungguh kronis sobat. Sobat, motivasi itu merupakan energi yang menarik kalian untuk meraih impian kalian, saya umpamakan mobil. Motivasi itu merupakan bensin, yang akan menggerakkan kalian. Jika kita seorang muslim, maka motivasi tertinggi kita adalah Allah sobat, jadikan Allah ada segala – galanya, Allah adalah orientasi,prioritas, dan tujuan kita.
4. Take Action
Sobat hal ini yang harus kita lakukan, karena jika kalian hanya punya impian tapi kalian gak mau berusaha untuk menggapainya, idih…itu mah sama dengan boong. Mana ada, kesuksesan yang gak diraih dengan usaha dan kerja keras. Jangan sampai kalian seperti cebol merindukan bulan sobat, hanya omong kosong belaka. Saya yakin 100%, jika kalian mengikuti 3AS yakni kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, Insyaallah cita – cita kalian akan tercapai.
5. Terus menerus memaksimalkan doa.
Ini dia sobat yang amat sangat penting. Kalian semua pasti nyadar,. Senjata seorang muslim adalah doa. Kamu pun pasti nyadar jug, kalau makhluk yang bernama “manusia” serba terbatas, serba kurang, dan butuh sama Dzat yang lebih daripadanya Dialah Allah SWT .Hanya kepada – Nya sobat, kita gantungkan dan menyandarkan segala asa, impian dan cita – cita kita . Berdoalah dengan sungguh – sungguh sobat kepada Allah, agar impian yang kita miliki segera dikabulkan – Nya.
6. Tutup pintu kemaksiatan diri
Kemaksiatan itu bagaikan lumut yang menutupi batu sobat, sama halnya ketika kita getol ingin menggapai impian kita, tapi di sisi lain kita juga masih bersemangat bermaksiat kepada – Nya. Maka usaha kita akan sia – sia sobat, impian yang kita harapkan untuk segera terealisasi nyatanya, masih jauh dari harapan, Karena pada dasarnya kemaksiatan yang kita lakukan secara continue, merupakan penghalang kita untuk menggapai impian yang telah kita tetapkan sobat. Berusahalah menjadi pribadi yang senantiasa menjaga kemuliaan dan kesucian diri dari segala macam perbuatan maksiat, namun ketika kita terlanjur maksiat, lekaslah sadar, bertobat, dan mohon ampun kepada Allah. Allah akan memberikan segala sesuatu kepada hamba –Nya yang berusaha sekuat tenaga menjaga diri –Nya dari segala perbuatan yang dilarang-Nya
7. Tawakal
Sobat, ternyata sikap yang terbaik yang harus kita lakukan setelah semaksimal mungkin kita mengerahkan segala uasaha untuk menggapai impian kita adalah setelahnya kita mampu bersikap tawakal; sudah selayaknya kita menyerahkan hasil akhir kepada Allah, biarkan Allah yang menentukannya sobat, kita harus yakin segala keputusan yang terbaik adalah di tangan Allah. Allah yang paling tahu diri kita sobat, dan pasti Allah punya rencana yang paling indah untuk kita.
Sobat, lakukankalah langkah 7 T, diatas. Saya yakin sobat, ketika kalian benar – benar mengaplikasikannya, InsyaAllah impian kalian akan segera teralisasi, jangan kita ragu dengan potensi yang kita miliki sobat, yakinlah kalian mampu menggapai impian kalian ( by: dita ( dee_alizzah90@yahoo.co.id) )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co