Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Friday, November 20, 2009

YUK BELAJAR MENJADI PSIKOLOG ISLAM




BY: khoir.hanny@gmail.com

YUK BELAJAR MENJADI PSIKOLOG ISLAM!!!!

Ilustrasi Kasus:
Ada seseorang yang bernama Sinta, keluhan yang dialami Sinta adalah dia merasa dirinya tidak tenang, tidak bahagia, dia menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah perjuangan, akan tetapi dia mengalami sebuah permasalahan yang cukup berat bagi dirinya bahkan pernah terbesit dalam dirinya keinginan bunuh diri untuk mengakhiri permasalahannya.
Permasalahannya adalah karena kehidupan keluarganya yang hancur dengan sebuah perceraian, hal inilah yang menjadikan dia depresi yang mengakibatkan dia merasa bersalah. Hal malah dikuatkan dengan sikap orang tuanya (ayah) yang membandingkan dirinya dengan saudara-saudaranya.
Karena depresi inilah muncul gejala-gejala somatis yakni nafsu makan yang menurun, dan juga pergolakan psikis seperti perasaan malu, sering marah-marah, dan perasaan bersalah yang berlebihan.

1. Review ilustrasi kasus
Jika ditelaah subyek ini mengalami depresi. Depresi adalah gangguan kejiwaan dengan adanya tekanan dan tidak mampu mengontrol tekanan baik dalam dirinya maupun di luar dirinya. Perlu diketahui bahwa tekanan ini sifatnya multifactor. Dan perlu diketahui secara rinci akar masalah yang fundamental. Kenapa subyek mengalami depresi?, Kenapa subyek merasa dirinya bersalah atas perceraian yang terjadi dalam keluarganya?, Kenapa dengan pola asuh orang tuanya terutama sikap ayahnya yang membandingkan dirinya dengan saudara-saudaranya yang lain?
Pertama, yang perlu digali adanya fakta yang terjadi bahwa subyek mengalami depresi yakni frustasi dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mencoba menyelesaikan segala tekanan yang ada dalam dirinya seperti egoisme subyek, kurangnya pemahaman subyek bagaimana berkeluarga. Dan tekanan dari luar dirinya adalah lingkungan yang tidak mendukung misalnya kehidupan ekonomi yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan keluargannya. Usaha bunuh diri ini menandakan bahwa dirinya mrengalami depresi berat dan kurang nya pemahaman tentang makna kehidupan walaupun secara sadar bahwa dirinya mengakui bahwa kehidupan adalah perjuangan, maka disini jelas bahwa tekanan-tekanan yang terjadi disebabkan adanya faktor yang beragam. Pada ilustrasi yang ada tidak menyebutkan faktor-faktor yang jelas kenapa subyek mengalami depresi. Maka akan menimbulkan multiintrepretasi juga.
Kedua, muncul interpretasi yang kontradiktif yakni perasaan bersalah atas perceraian yang terjadi, kenapa sampai suaminya menceraikannya?. Jika perasaan yang bersalah dialami oleh subyek ini kemungkinan besar yang bersalah adalah subyek sehingga suami menceraikannya. Misalnya dari kebiasaan subyek yang suka marah-marah ini menunjukkan bahwa subyek ini kurang menghargai suaminya, kemungkinan lain subyek ini melakukan nuzus terhadap suaminya ( selingkuh/maksiat/ zina, tidak taat pada suami yang sifatnya syar'iyah, dan lainnya yang terindentifikasi nusuz) dan juga kurangnya pemahaman secara benar subyek tentang kewajiban dan hak sebagai istri, manager rumah tangga dan peranan sebagai seorang/ calon ibu.
Akan tetapi perasaan bersalah subyek juga bisa diintrepretasi bahwa penyesalannya adalah sikap suaminya yang malah kebalikan dari dirinya, misalnya suaminya tidak memahami secara benar hak dan kewajiban sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga. Atau mungkin kenapa suaminya menceraikan istrinya yakni suami tidak mampu menghidupi istrinya dan mempergaulinya dengan ma'ruf. Jika suami yang melakukan kemaksiatan, kemungkinan hal inilah yang menyebabkan subyek merasa bersalah karena menikah dengan orang yang tidak tepat.
Ketiga terkait ada apa dengan pola asuh subyek? Dan kenapa sampai subyek ini dibandingkan atau diperlakukan berbeda oleh orang tuanya terutama sang ayah?. Jika dicermati jika subyek ini muslim jelas adanya kesalahan terhadap pola asuh kedua orang tuannya, pola yang islaminya. Terutama sikap sang ayah yang membandingkan dan perlakuan berbeda oleh sang ayah. Kemungkinan besar hal inilah yang menjadi subyek merasa dirinya diperlakukan tidak adil oleh ayahnya, maka ketika menemui masalah ini perlu dijelaskan makna keadilan sendiri. Makna adil menurut manusia dengan makna adil menurut Allah. Kacamata manusia memaknai adil adalah sama, menyengkan dan sesuai kebutuhan padahal Islam memandang adila dalah lawan dari dzalim. Jika subyek terbukti kesalahannya maka sikap yang tepat keluarganya adalah mengajak bertaubat, memberikan motivasi dll. Akan tetapi jika suaminya yang terbukti bersalah maka keluarga subyek harus memberika pemahaman bahwa semua tidak ada yang abadi, semua ciptaan Allah ( makhluk) akan diminta kembali pada Allah maka harus ikhlas, sabar terhadap ujian yang diberikan Allah.

2. Gejala-gejala
Gejala yang mungkin terjadi orang yang mengalami depresi:
a. Gejala psikis, antara lain: mudah marah, psikis tida stabil, melamun, pikiran sering kosong, perasaan bersalah, perasaan malu yang berlebihan, pesimis hidup.
b. Gejala somatis: sulit tidur, sulit makan, kurang tepatnya mengambil keputusan(the sick problem solving), badan menjadi kurus, wajah yang pucat.

3. Treatment, tujuan dan keinginan yang dicapai
Pemberian treatment yang tepat adalah memberika semangat tentang makna kehidupan dan terapi yang tepat pula, misalnya pemberian terapi kognitif yakni memberikan pemahaman secara benar melalai proses berfikir yang benar agar subyek ini tidak mengalami depresi yang berkelanjutan. Pemberian treatmen tidak hanya jangka pendek akan tetapi treatment yang sifatnya jangka panjang.
Treatment jangka pendek adalah memberikan pemahaman kognitif-spiritual kepada subyek yakni setiap manusia diberi ujian sesuai kemampuannya, makna hidup( dari mana dia hidup?, untuk apa dia hidup?, dan setelah hidup akan kemana ?) pertanyaan ini menyangkut belief-psikis( aqidah) bahwa setiap makhluk dari Allah dan hidup untuk mengabdi pada Allah dan akan kembali pada Allah dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan ketika di dunia.
Sedangkan treament jangka panjangnya haruslah bersifat kontinue artinya tidak hanya sebuah wacana akan tetapi aplikatif dari subyek sendiri dengan memberikan semangat, kemauan yang keras memperbaiki hidup( misalnya setiap minggu melakukan pengajian, setiap hari mengkaji Islam untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Islam) tetapi hal ini juga harus di dukung lingkungan sekitarnya misal diberlakukan terapi keluarga, teman pergaulannya dsb.

4. Pendekatan-pendekatan
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kognitif Stucture Operasional
Yakni pendekatan yang mengarah pada pemahaman individu dan struktur operasioanl yakni lingkungan yang sistemik yang memunculkan seperangkat aturan-aturan. Pendekatan ini melalui proses kognitif subyek (berfikir, persepsi, problem solving) bagaimana subyek diajak untuk proses berfikir yang benar, kemudian pemahaman(persepsi) yang benar sehingga mampu melakukan keputusan (problem solving) yang benar, karena setiap tinggkah laku( behavior) itu berdasarkan pemahamannya serta proses berfikirnya, apakah berperilaku benar atau malah sebaliknya?.

5. Sistematika berfikir
Dalam berfikir ada empat komponen yang perlu diperhatikaan:
a. adanya fakta
b. adanya indera
c. adanya akal
d. adanya informasi terdahulu.
Maka dalam sistematika berfikir seharusnya mempergatikan empat komponen tersebut, maka dalam sisitematikanya yang pertama harus adanya fakta yang di indera kemudian diolah oleh akal yang disanbambungkan dengan informasi terdahulu.
Dari sistematika berfikir inilah akan memunculkan persepsi dan berlanjut pada keputusan yang akan diambil dibarengi dengan perilaku atau tingkah laku yang dilakukan.

6. Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapan adalah :
1. Tahapan Jangka Pendeknya:
a. Refresing/dihibur tiap hari dan memberikan motifasi pemahaman.
b. Olah raga tiap hari
c. Pemberian makanan yang bergizi
d. Siraman rohani tiap minggu
e. Diberikan kesibukan-kesibukan positif

2. Tahapan jangka Panjang
a. Perombakan sistem
b. Perbaikan subyek dan orang disekitanya diseluruh bidang kehidupan ( lingkungan masyarakat, dan peranan negara)

Next Prev home

1 comments:

  1. PSIKOLOG MUSLIM HARUS TUNTAS PECAHKAN MASALAH MUSLIMUN.

    ReplyDelete

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co