Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, November 29, 2009

Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya.


“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”
( Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.)


Sobat, rangkaian kata yang luar biasa telah dipesankan orang yang dijuluki ”Babul ilmi” = pintunya ilmu oleh Rasulullah Muhammad Saw yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib layak kita perhatikan dan renungkan dalam-dalam. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa tradisi menulis itu telah dibangun oleh Islam sejak awal perkembangan Islam karena hanya dengan menulislah penyebaran sesuatu yang sangat penting dan dapat dipertanggungjawabkan itu dapat berlangsung lancar dan terus dapat dipantau secara cermat dan akurat. Prof Quraish Sihab menyatakan.” Tanpa argumentasi-argumentasi teologis, siapa pun harus mengalah dan mengakui bahwa Alqur’an telah membuktikan diri sebagai sesuatu yang mampu menciptakan peradaban dan tradisi menulis yang sangat tinggi. Dari Alqur’an berbagai produk dan karya telah memenuhi jutaan rak di berbagai perpustakaan. Semua ini muncul karena adanya kebenaran dan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah serta menjadi kitab suci umat Islam.” bahkan perumpamaan-perumpamaan Alqur’an misalnya, hari pengadilan akherat dikatakan sebagai hari penghisaban, ketika kitab-kitab dibuka, dan ketika setiap orang akan ditunjukkan catatan-catatannya, atau akan diberikan catatannya untuk dibaca ; malaikat-malaikat menulis perbuatan manusia, dan segalanya akan dicatat dalam satu kitab. Hal ini menunjukkan juga bahwa spirit untuk menulis sangat tinggi.

Sobat, sejarah Islam telah menunjukkan juga bahwa semangat belajar ( membaca dan menulis ) kaum muslimin sangat tinggi tepat 100 tahun setelah datangnya Islam, industri buku maju pesat dan hampir semua kota besar di dunia Islam pada waktu itu memiliki perpustakaan yang disebut dar al-ilm atau bayt al-hikmah. Perpustakaan itu di dalamnya ada lembaga riset, perpustakaan, biro penerjemahan dengan dilengkapi ruangan-ruangan untuk para penyalin naskah, penjilid buku dan pustakawan. Perpustakaan yang paling terkenal yang didirikan oleh Harun Ar-Rasyid di Baghdad pada 830 M, menyediakan materi-materi penulisan bagi siapa pun dan mereka yang ingin menghabiskan waktu untuk menelaah juga diberikan penginapan, makan dan gaji.

Sobat, kebiasaan membaca dan menulis ini harus kita tumbuhkan kembali di kalangan kaum muslimin. Kegilaan terhadap buku dan pengetahuan menjadi barang laka sekarang ini. Padahal buku diperlukan dalam semua upaya menuntut ilmu. Oleh karena itu, para penuntut ilmu harus sedapat mungkin mencoba mendapatkannya. Ia harus berupaya untuk membeli, atau menyewa, atau meminjamnya. Memang ada sebagian orang yang tidak setuju dengan meminjam buku. Namun, meminjamkan buku tetap sangat dianjurkan sebab meminjamkan sesuatu kepada orang lain merupakan kebajikan. Apabila yang dipinjamkan itu adalah buku, orang yang meminjamkan itu berarti ikut memajukan ilmu.

Sobat, mulailah saat ini carilah sebanyak-banyaknya pengetahuan tentang membaca dan menulis dari mana pun sumbernya. Gunakan kegiatan membaca untuk melacak seluruh alam semesta yang sudah dicetak di buku-buku dan juga di internet. Setelah memiliki pengetahuan yang luas tentang membaca dan menulis, temukan manfaat dari kegiatan membaca dan menulis yang anda jalankan. Lewat manfaat yang anda petik, bersyukurlah dan cintailah kegiatan membaca dan menulis. Terakhir, temukan teladan-teladan membaca dan menulis yang menurut anda layak ditiru. Nah, setelah anda menyerap pengetahuan dan kecintaan membaca dan menulis para teladan tersebut, ikutlah secara hampir persis seluruh gerak-geriknya terkait dengan membaca-menulis. Itulah petikan nasihat Mas Hernowo. Pokoknya terapkan prinsip ATM= Amati Tiru Modifikasi.

Sobat, kalau hal itu kita lakukan Insya Allah kita akan berhasil menjalankan kegiatan membaca dan menulis menjadi sebuah kebiasaan yang positif. Ayo membaca dan menulislah! Kalo tidak kita akan menjadi orang yang primitif dan prasejarah. Salam Dahsyat dan luar Biasa!

( Spiritual Motivator-N.Faqih Syarif H, penulis buku Al-Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas, www.fikrulmustanir.blogspot.com , www.cahayaislam.com )

Wednesday, November 25, 2009

Berpikir negatif VS Berpikir positif


Berpikir Negatif VS Berpikir Positif

“Manusia mungkin berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang negatif dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan”


Apakah Anda mengenal orang yang selalu berpikir negatif? Apakah Anda mengenal orang yang selalu melihat sisi negative segala sesuatu? Apakah Anda mengenal orang yang menjadikan rokok, minuman keras, atau narkoba sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi? Berpikir negatif adalah penyakit yang sangat berbahaya. Ia candu seperti narkoba dan minuman keras. Waspadalah dengan pikiran negatif yang bila berkelanjutan akan menghasilkan perilaku negatif. Diantara ciri-ciri orang yang berkepribadian negatif :

1. Keyakinan dan bayangan negatif ; Kepribadian yang negatif lebih sering meyakini kegagalan daripada keberhasilan. Bayangan kegagalan selalu ada dalam pikirannya.
2. Menolak perubahan ; Karena keyakinan dan bayangan negatif, seseorang menolak perubahan apa pun yang mengeluarkannya dari zona nyaman dan aman.
3. Tidak berperan aktif menyelesaikan masalah
4. Selalu mengeluh, mencela, dan melihat sisi negatif dari segala sesuatu
5. Selalu merasa frustasi, sendiri dan gagal
6. Hasil kerja dan capaian individunya menjadi lemah
7. Senang menyendiri dan tidak mampu bersosialisasi hingga tidak punya sahabat
8. Sangat mungkin terserang penyakit jiwa

Ini beberapa contoh kepribadian negatif. Menghindarlah dari berpikir negatif karena pikiran itu akan menumpuk dan menyebar hingga menjadi kebiasaan yang menghalangi anda mencapai tujuan dan mendatangkan masalah yang tidak berkesudahan. Yang paling penting untuk disadari adalah pikira negatif menguatkan ego rendah dan menjauhkan kita dari Allah.

Sobat, justru pikiran yang harus kita kembangkan adalah selalu berpikir positif. Ada masalah atau tidak, kita selalu bersyukur pada Allah, kita berpikir mencari solusi dari segala kemungkinan hingga pikiran itu menjadi kebiasaan hidup kita. Orang yang memiliki kepribadian semacam ini akan menjalani hidup dengan damai,tenang dan bahagia.

Mari kita menelusuri sifat-sifat kepribadian positif dan bagaimana kita bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada sepuluh sifat utama yang menjadi ciri khas kepribadian positif. Sifat-sifat itu akan membantu kita mewujudkan cita-cita, serta memberi kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa.

1. Beriman, memohon bantuan, dan tawakkal kepada Allah.
2. Kepribadian yang sukses memiliki ciri jujur, amanah, menyukai kebaikan, murah hati, bergantung pada Allah, dan selalu meneladani akhlak Rasulullah Saw. Dan orang-orang sholeh.
3. Memiliki cara pandang yang jelas.
4. Pribadi positif tahu betul kekuatan hukum keyakinan dan proyeksi positif.
5. Selalu mencari jalan keluar dari berbagai masalah.
6. Belajar dari masalah dan kesulitan
7. Tidak membiarkan masalah dan kesulitan mempengaruhi kehidupannya.
8. Percaya diri, menyukai perubahan, dan berani menghadapi tantangan.
9. Hidup dengan cita-cita, perjuangan, dan kesabaran.
10. Pandai bergaul dan suka membantu orang lain.

Sobat, sebagai penutup tulisan singkat ini. Ada kata-kata menarik yang perlu kita renungkan dari Dr. Ibrahim Elfkiy : ” Hidup yang kita jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan, dan pilihan kita. Jika kita rela menerima tantangan, berarti kita telah merintis perubahan, kemajuan dan perkembangan.”

Semoga kita bisa menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan bertawakkal kepada Allah SWT. Rasulullah Saw. Bersabda, ”Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan benar, niscaya Dia akan memberi rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki pada burung.”

Ada syair yang layak kita perhatikan:

Bertakwalah kepada Allah jika engkau berpikir
Dia akan memberimu rezeki yang tak pernah engkau pikir
Bagaimana mungkin engkau takut jatuh miskin
Sedangkan Allah Maha Mengatur Rezeki
Dialah yang memberi rezeki
Pada burung dan ikan di lautan.

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H , Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas, www.fikrulmustanir.blogspot.com , www.cahayaislam.com )

Cara meng-on-kan gen psitif dan meng-off-kan gen negatif


Cara meng-on-kan gen positif dan meng-off-kan gen negative
” Dengan ketabahan, cinta, kesabaran, dan ketekunan kita bisa membangkitkan potensi-potensi positif yang selama ini bersembunyi di dalam gen. Sebaliknya, dengan keputusasaan, kebencian, ketergesaan, dan sifat mudah menyerah berarti kita sedang mengaktifkan gen-gen negatif dalam diri.”


Sobat, Tubuh manusia adalah sebuah Maha Karya Cipta yang sungguh luar biasa. Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak mampu memaksimalkan apa yang kita miliki tersebut. Kita hanya memanfaatkan sedikit saja yang telah Tuhan karuniakan.

Tony Buzan dalam bukunya Head Strong menuturkan kabar ilmiah tentang potensi manusia:

Di dalam setiap tubuh manusia terdapat energi atom yang cukup besar untuk membangun kota terbesar di dunia beberapa kali. Setiap mata manusia mengandung 130 juta penerima cahaya. Masing-masing penerima cahaya dapat menerima paling sedikit lima foton per detik. Cern laboratory di Switzerland memperkirakan bahwa diperlukan alat senilai 68.000.000 Dollar AS untuk membuat duplikat satu mata saja.

Anda memiliki jantung yang berdetak 100 ribu kali sehari secara otomotis, serta memompa 1.500 galon darah setiap harinya melalui pembuluh darah yang apabila diurutkan dari ujung awal hingga ujung akhir, maka panjangnya akan cukup untuk mengelilingi bumi pada garis equator sebanyak dua kali.Darah yang mengalir di seluruh tubuh manusia mengandung 22 triliun sel darah. Di dalam setiap sel darah terdapat jutaan molekul, dan di dalam setiap molekul terdapat sebuah atom yang berosilasi dengan kecepatan 10 juta kali per detik.

Anda memiliki mata yang mampu mendeteksi lebih dari 10 juta warna yang berbeda secara instan.
Setiap telinga manusia mengandung 24.000 serabut yang mampu mendeteksi getaran molekul udara dalam kisaran yang sangat besar dan perbedaan yang sangat samar.
Sistem penciuman manusia dapat mengenali bau kimiawi suatu benda dalam satu per triliun bagian udara. Di seluruh tubuh manusia terdapat 500.000 sensor peraba.Di seluruh tubuh manusia juga terdapat 500.000 sensor temperatur. Mulut anda adalah laboratorium kimia yang tercanggih yang pernah di kenal di planet ini. Dengan mengkombinasikan sensasi rasa manis,asin, asam dan pahit, serta aroma. Mulut dapat membedakan miliaran rasa yang berbeda.

Anda memiliki otot yang apabila semuanya bekerja secara bersama-sama, akan memiliki kekuatan daya tarik setara dengan 25 ton. Untuk memberdayakan gerakan, daya gerak, dan kepekaan lingkungan tubuh, kita memiliki 200 tulang dengan arsitektur yang rumit, 500 otot yang terkoordinasi, dan 10 kilometer serabut saraf.
Anda memiliki otak dengan 100 miliar sel aktif yang saling membentuk koneksi belajar dengan kecepatan 3 miliar koneksi per detik. Artinya dalam satu detik otak anda mampu membuat koneksi lebih banyak daripada koneksi yang dibuat oleh pengguna internet di seluruh dunia dalam 3 hari.Jumlah “peta pikiran” internal yang mampu dihasilkan otak adalah angka satu diikuti 10,5 juta kilometer angka nol berukuran ketikan standar.

Otak Anda hanya membutuhkan daya listrik setara dengan yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 10 watt, tetapi memiliki kemampuan setara dengan komputer tercanggih saat ini disatukan dalam sebuah gedung bertingkat 100. Riset semakin menunjukkan bahwa kreativitas dan ingatan adalah tanpa batas. Subhaanallah, masihkah kita pantas punya alasan untuk mengatakan bahwa kita ini tidak luar biasa, dan tak pantas untuk sukses. Masihkah kita tidak bersyukur kepada Allah Swt.? Layakkah kita sombong dan banyak berbuat maksiat kepada-Nya?

Sobat, gen kita yang berjumlah miliaran itu mengandung potensi-potensi yang beraneka ragam, ada yang mengandung potensi baik ( positif ), ada juga potensi yang tidak baik ( negatif ). Pertanyaannya sekarang, Bagaimana meng-on-kan gen positif dan meng-off-kan gen-gen negatif? Barangkali Anda memiliki otak yang brilian walaupun kedua orang tua bukanlah orang yang pandai. Mengapa hal ini dapat terjadi? Hal ini terjadi karena gen otak brilian yang dimiliki orang tua Anda nonaktif ( off ). Namun, gen positif ini dapat diaktifkan (on) oleh Anda.

Banyak gen positif di dalam tubuh kita yang masih tidur dan hendaknya segera dibangunkan. Banyak pula gen negatif yang aktif hendaknya harus segera ditidurkan. Dengan demikian, kualitas hidup kita akan jauh lebih baik dan kebahagiaan pun akan semakin dekat. Penelitian ilmiah dari Kazuo Murakami, 2003 menunjukkan bahwa kita dapat mengubah gen hanya dengan menjaga suasana hati yang diliputi keyakinan, kegembiraan, optimis, dan berpikir secara positif.

Sobat, sungguh beruntunglah kita umat Islam yang memiliki Al-qur’an dan senantiasa di baca pada siang dan malam. Dengan Al-Qur’an inilah, setiap hari kita berdialog dengan Allah SWT, Sang Pencipta gen yang luar biasa. Kita berdialog kepada Allah SWT dengan penuh kemesraan sehingga akan berakibat positif terhadap emosi dan cara berpikir. Membaca Al-Qur’an sama artinya dengan menemukan obat mujarab bagi berbagai penyakit hati yang mungkin sekarang sedang hinggap dalam diri kita. Berulangkali Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi manusia dan hati yang luka. Bacalah dengan penuh kerendahan hati dan cinta maka hati akan tenteram dan pikiran akan jernih. Kita bisa baca QS. Yunus ayat 57, QS. Al Israa’ ayat 82 dan QS. Fushshilat ayat 44.

Al-Qur’an adalah obat istemewa bagi kegundahan hati, keputusasaan, kesedihan, dan kecemasan. Barangsiapa membacanya niscaya akan sembuh dari berbagai siksaan yang menghantui hati mereka. Al-Qur’an memberikan harapan dan menajamkan keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa bersedia untuk memberikan pertolongan kapan, di mana, dan bagaimana saja keadaan hamba-Nya. Al-Qur’an mengirimkan pesan kebahagiaan bagi siapa saja yang benar-benar membaca, memahami dan menerapkannya.

Sobat, kita telah memahami bahwa mengubah pikiran menjadi positif akan mampu membangunkan gen-gen positif. Kita juga telah meyakini bahwa Al-Qur’an adalah media ampuh untuk mengubah pikiran menjadi positif. Agar kita bisa menggunakan Al-Qur’an untuk membangunkan gen-gen positif ada hal-hal yang harus dilakukan antara lain: Bacalah Al-Qur’an dengan lisan dan berusaha mengerti maknanya, berusaha menghayati maknanya dan mengamalkan Al-Qur’an, hadapi kenyataan hidup. Bila dalam menjalani kenyataan hidup kita dihadapkan pada sesuatu yang menyakitkan jiwa dan raga, segeralah kembali kepada-Nya. Bacalah pesan-Nya yang ada di dalam Al-Qur’an agar kita mendapatkan energi luar biasa untuk menjalani kenyataan hidup. Sekali lagi sobat, bacalah dengan merenungi makna-maknanya dan bertekadlah untuk mengamalkannya. Yakinlah potensi positif yang kini sedang “bersembunyi” di dalam gen kita, akan segera diaktifkan.
Salam Sukses Mulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Allahu Akbar 1000 Kali.

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H , Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas, www.fikrulmustanir.blogspot.com , www.cahayaislam.com )

Friday, November 20, 2009

YUK BELAJAR MENJADI PSIKOLOG ISLAM




BY: khoir.hanny@gmail.com

YUK BELAJAR MENJADI PSIKOLOG ISLAM!!!!

Ilustrasi Kasus:
Ada seseorang yang bernama Sinta, keluhan yang dialami Sinta adalah dia merasa dirinya tidak tenang, tidak bahagia, dia menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah perjuangan, akan tetapi dia mengalami sebuah permasalahan yang cukup berat bagi dirinya bahkan pernah terbesit dalam dirinya keinginan bunuh diri untuk mengakhiri permasalahannya.
Permasalahannya adalah karena kehidupan keluarganya yang hancur dengan sebuah perceraian, hal inilah yang menjadikan dia depresi yang mengakibatkan dia merasa bersalah. Hal malah dikuatkan dengan sikap orang tuanya (ayah) yang membandingkan dirinya dengan saudara-saudaranya.
Karena depresi inilah muncul gejala-gejala somatis yakni nafsu makan yang menurun, dan juga pergolakan psikis seperti perasaan malu, sering marah-marah, dan perasaan bersalah yang berlebihan.

1. Review ilustrasi kasus
Jika ditelaah subyek ini mengalami depresi. Depresi adalah gangguan kejiwaan dengan adanya tekanan dan tidak mampu mengontrol tekanan baik dalam dirinya maupun di luar dirinya. Perlu diketahui bahwa tekanan ini sifatnya multifactor. Dan perlu diketahui secara rinci akar masalah yang fundamental. Kenapa subyek mengalami depresi?, Kenapa subyek merasa dirinya bersalah atas perceraian yang terjadi dalam keluarganya?, Kenapa dengan pola asuh orang tuanya terutama sikap ayahnya yang membandingkan dirinya dengan saudara-saudaranya yang lain?
Pertama, yang perlu digali adanya fakta yang terjadi bahwa subyek mengalami depresi yakni frustasi dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mencoba menyelesaikan segala tekanan yang ada dalam dirinya seperti egoisme subyek, kurangnya pemahaman subyek bagaimana berkeluarga. Dan tekanan dari luar dirinya adalah lingkungan yang tidak mendukung misalnya kehidupan ekonomi yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan keluargannya. Usaha bunuh diri ini menandakan bahwa dirinya mrengalami depresi berat dan kurang nya pemahaman tentang makna kehidupan walaupun secara sadar bahwa dirinya mengakui bahwa kehidupan adalah perjuangan, maka disini jelas bahwa tekanan-tekanan yang terjadi disebabkan adanya faktor yang beragam. Pada ilustrasi yang ada tidak menyebutkan faktor-faktor yang jelas kenapa subyek mengalami depresi. Maka akan menimbulkan multiintrepretasi juga.
Kedua, muncul interpretasi yang kontradiktif yakni perasaan bersalah atas perceraian yang terjadi, kenapa sampai suaminya menceraikannya?. Jika perasaan yang bersalah dialami oleh subyek ini kemungkinan besar yang bersalah adalah subyek sehingga suami menceraikannya. Misalnya dari kebiasaan subyek yang suka marah-marah ini menunjukkan bahwa subyek ini kurang menghargai suaminya, kemungkinan lain subyek ini melakukan nuzus terhadap suaminya ( selingkuh/maksiat/ zina, tidak taat pada suami yang sifatnya syar'iyah, dan lainnya yang terindentifikasi nusuz) dan juga kurangnya pemahaman secara benar subyek tentang kewajiban dan hak sebagai istri, manager rumah tangga dan peranan sebagai seorang/ calon ibu.
Akan tetapi perasaan bersalah subyek juga bisa diintrepretasi bahwa penyesalannya adalah sikap suaminya yang malah kebalikan dari dirinya, misalnya suaminya tidak memahami secara benar hak dan kewajiban sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga. Atau mungkin kenapa suaminya menceraikan istrinya yakni suami tidak mampu menghidupi istrinya dan mempergaulinya dengan ma'ruf. Jika suami yang melakukan kemaksiatan, kemungkinan hal inilah yang menyebabkan subyek merasa bersalah karena menikah dengan orang yang tidak tepat.
Ketiga terkait ada apa dengan pola asuh subyek? Dan kenapa sampai subyek ini dibandingkan atau diperlakukan berbeda oleh orang tuanya terutama sang ayah?. Jika dicermati jika subyek ini muslim jelas adanya kesalahan terhadap pola asuh kedua orang tuannya, pola yang islaminya. Terutama sikap sang ayah yang membandingkan dan perlakuan berbeda oleh sang ayah. Kemungkinan besar hal inilah yang menjadi subyek merasa dirinya diperlakukan tidak adil oleh ayahnya, maka ketika menemui masalah ini perlu dijelaskan makna keadilan sendiri. Makna adil menurut manusia dengan makna adil menurut Allah. Kacamata manusia memaknai adil adalah sama, menyengkan dan sesuai kebutuhan padahal Islam memandang adila dalah lawan dari dzalim. Jika subyek terbukti kesalahannya maka sikap yang tepat keluarganya adalah mengajak bertaubat, memberikan motivasi dll. Akan tetapi jika suaminya yang terbukti bersalah maka keluarga subyek harus memberika pemahaman bahwa semua tidak ada yang abadi, semua ciptaan Allah ( makhluk) akan diminta kembali pada Allah maka harus ikhlas, sabar terhadap ujian yang diberikan Allah.

2. Gejala-gejala
Gejala yang mungkin terjadi orang yang mengalami depresi:
a. Gejala psikis, antara lain: mudah marah, psikis tida stabil, melamun, pikiran sering kosong, perasaan bersalah, perasaan malu yang berlebihan, pesimis hidup.
b. Gejala somatis: sulit tidur, sulit makan, kurang tepatnya mengambil keputusan(the sick problem solving), badan menjadi kurus, wajah yang pucat.

3. Treatment, tujuan dan keinginan yang dicapai
Pemberian treatment yang tepat adalah memberika semangat tentang makna kehidupan dan terapi yang tepat pula, misalnya pemberian terapi kognitif yakni memberikan pemahaman secara benar melalai proses berfikir yang benar agar subyek ini tidak mengalami depresi yang berkelanjutan. Pemberian treatmen tidak hanya jangka pendek akan tetapi treatment yang sifatnya jangka panjang.
Treatment jangka pendek adalah memberikan pemahaman kognitif-spiritual kepada subyek yakni setiap manusia diberi ujian sesuai kemampuannya, makna hidup( dari mana dia hidup?, untuk apa dia hidup?, dan setelah hidup akan kemana ?) pertanyaan ini menyangkut belief-psikis( aqidah) bahwa setiap makhluk dari Allah dan hidup untuk mengabdi pada Allah dan akan kembali pada Allah dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan ketika di dunia.
Sedangkan treament jangka panjangnya haruslah bersifat kontinue artinya tidak hanya sebuah wacana akan tetapi aplikatif dari subyek sendiri dengan memberikan semangat, kemauan yang keras memperbaiki hidup( misalnya setiap minggu melakukan pengajian, setiap hari mengkaji Islam untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Islam) tetapi hal ini juga harus di dukung lingkungan sekitarnya misal diberlakukan terapi keluarga, teman pergaulannya dsb.

4. Pendekatan-pendekatan
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kognitif Stucture Operasional
Yakni pendekatan yang mengarah pada pemahaman individu dan struktur operasioanl yakni lingkungan yang sistemik yang memunculkan seperangkat aturan-aturan. Pendekatan ini melalui proses kognitif subyek (berfikir, persepsi, problem solving) bagaimana subyek diajak untuk proses berfikir yang benar, kemudian pemahaman(persepsi) yang benar sehingga mampu melakukan keputusan (problem solving) yang benar, karena setiap tinggkah laku( behavior) itu berdasarkan pemahamannya serta proses berfikirnya, apakah berperilaku benar atau malah sebaliknya?.

5. Sistematika berfikir
Dalam berfikir ada empat komponen yang perlu diperhatikaan:
a. adanya fakta
b. adanya indera
c. adanya akal
d. adanya informasi terdahulu.
Maka dalam sistematika berfikir seharusnya mempergatikan empat komponen tersebut, maka dalam sisitematikanya yang pertama harus adanya fakta yang di indera kemudian diolah oleh akal yang disanbambungkan dengan informasi terdahulu.
Dari sistematika berfikir inilah akan memunculkan persepsi dan berlanjut pada keputusan yang akan diambil dibarengi dengan perilaku atau tingkah laku yang dilakukan.

6. Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapan adalah :
1. Tahapan Jangka Pendeknya:
a. Refresing/dihibur tiap hari dan memberikan motifasi pemahaman.
b. Olah raga tiap hari
c. Pemberian makanan yang bergizi
d. Siraman rohani tiap minggu
e. Diberikan kesibukan-kesibukan positif

2. Tahapan jangka Panjang
a. Perombakan sistem
b. Perbaikan subyek dan orang disekitanya diseluruh bidang kehidupan ( lingkungan masyarakat, dan peranan negara)

BANGKITKAN UMAT DENGAN ISLAM



BY:Khoir.hanny@gmail.com

Bangkitkan Umat dengan Islam!


Berbicara tentang kebangkitan,berarti berbicara tentang usaha masyarakat dari keterpurukan yang selama ini telah melanda. Berbagai upaya telah dilakukan, namun hasil yang diperoleh tidak mampu membangkitkan umat secara keseluruhan. Lantas apa yang mesti dilakukan untuk meraih kebangkitan? Kebangkitan apa pula yang diinginkan untuk merubah keadaan yang ada saat ini?
Kebangkitan yang paling mendasar adalah kebangkitan dari segi pemikiran, ini berarti, harus ada upaya mengubah pemikiran/cara berpikir masyarakat yang ada saat ini tentang segala hal yang terkait dengan seluruh aspek yang menjadi pokok permasalahan. Dengan berubahnya pemikiran masyarakat, berubah pula pemahaman yang nantinya akan mengubah perilaku.
Saat ini pemikiran masyarakat dicekoki dengan ide-ide pemisahan agama dari kehidupan (sekulerisme). Masyarakat bahkan mendudukan fungsi Tuhan (agama) pada wilayah pribadi saja (ibadah mahdhah), sedangkan untuk persoalan kemasyarakat Tuhan (agama) diangap tidak memiliki andil. Inilah kesalahan perpikir masyarakat kita saat ini yang pada akhirnya menjadikan mereka senantiasa terkungkung dengan permaslahan yang tiada berkesudahan.
Hal lain yang menjadi faktor kebangkitan adalah bersatunya umat Islam untuk meraih kebangkitan. Ketika umat Islam bersatu maka dijamin akan menghimpun kekuatan yang sangat besar untuk mengalahkan negara adikuasa (AS). Saat ini selayaknya umat Islam menyatuhkan barisan langkah untuk menghimpun kekuatan dengan menjadikan Islam sebagai kepemimpinan berpikir dan menjadikan institusi Islam (Khilafah) sebagai payung kekuasaan. Hanya negara adikuasa Islamlah, yakni khilafah, yang akan mampu malawan nagara adikuasa AS dan sekutu-sekutunya yang selama ini terbukti menjadi otak dari keterpurukan umat yang terjadi.
Sudah saatnya kita kembali pada Ideologi (akidah dan syariah) Islam jika kita ingin meraih kebangkitan. Marilah kita menjadikan Islam sebagai kepemimpinan berpikir kita dalam menyelesaikan seluruh problem kehidupan. Sebab, secara pasti, Islam memiliki sistem yang mengatur semua dimensi kehidupan manusia. Wallahu a'alam.

pantaskah kita sombong

“telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagaian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar”. (Qs. ar-rum:41)

Sobat, mungkin kita tidak bisa memungkirinya lagi karena kita sudah ditunjuki oleh beberapa fakta, fakta ini nyata terjadi dihadapan kita. Memang benar apa yang telah difirmankan oleh Allah. Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut. Itu semua dapat kita lihat dari banyaknya rentetan bencana yang telah menimpa negeri ini. Mulai dari sunami, gempa bumi, putting beliung, lapindo sidoarjo, jebolnya tanggul situ gintung, sampai banjir pada musim hujan.

sebagai umat islam kita harus mencoba menginstropeksi diri, apa benar dari rentetan bencana yang telah terjadi tersebut tanda dari murkanya Allah pada kita para hambanya. yang semakin hari semakin tak jelas arah hidupnya. Yang haram bisa jadi halal dan yang halal bisa jadi haram. Semua diatas namakan HAM. Baik berpendapat, beragama, berkepemilikan, maupun berprilaku. Virus Negara (barat) yang menjunjung tinggi asas kebebasan itu telah menyerang dinegeri ini.

Sholat dikatakan symbol kedisiplinan beragama. Berzina katanya hak asasi, dengan dalih suka sama suka, bahkan porno aksipun dibiarkan dan dilegalkan . Lantas dimana peran Negara yang katanya punya aturan. Masih berlakukah aturan Negara dimata masyarakat, siapakah yang salah dalam hal ini. Negara yang tidak bisa mengatur ataukah masyarakat yang gak bisa diatur???. Oh no! sepertinya keduanya sama-sama tidak salah. Lantas dimana letak kesalahanya dalam hal ini???. Yang salah bukan siapa-siapa, tapi yang salah adalah system yang telah digunakan oleh negeri ini. Buktinya kita sudah berganti beberapa rezim pemerintahan kondisinya teap saja sama. Kita mengetahui system berdasarkan kedaulatan rakyat (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat). System ini sudah lama diterapkan dinegeri ini, tapi sampai sekarang perubahan yang diinginkan pun tak kunjung datang. Malahan tatanan hidup semakin tak karuan. Maksud hati ingin masyarakat yang sejahterah dengan hasil kekayaan yang ada, tapi dari mana bisa sejahterah kalau pemerintahnya masih selalu memihak pada asing sang pemilik modal yang suka mengeruk kekayaan Negara kita. Semuanya telah diprivatisasi, kekayaan kita telah dijual, mulai dari blok minyak dan gas, BUMN juga banyak yang terjual seperti: PT garuda Indonesia, PT Krakatau steel, PT bank tabungan Negara, PT yogya karya, serta PTPN III, IV dan VIII. Bahkan selama 26 mei 2008-5 mei 2009 pemerinah telah menjual 59 blok minyak Indonesia sebesar 850.982 barel/hari, Chevron Pacific Indonesia menguasai 425.478 barel/hari, sedangkan pertamina hanya 108.233 barel/hari. Masya’Allah

Katanya dari, untuk, dan oleh rakyat, tetapi nyatanya gimana? Apakah suara kita pernah didengar oleh pemerintah saat kita berteriak minta BBM diturunkan, apakah suara kita didengar saat banyak pengangguran, apakah suara mahasiswa didengar saat mereka berteriak karena biaya pendidikan mahal? Oh… tidah mungkin. Mata dan telinga mereka sudah dibutakan oleh kehedonisanya. Segalanya adalah uang, uang, dan uang.

“barang siapa yang berpaling dari peringatanku (Al-qur’an) maka baginya kehidupan yang sempit dan diakherat dalam keadaan buta” (toha: 124).

Wahai saudaraku, marilah kita kembali kejala-Nya, kejalan sang pencipta dan kejalan dzat yang membuat aturan. Dengan berpedoman pada Al-qur’an dan as-sunnah insya’allah kita akan selamat fii dunya wal akhirah.

Dari rentean perisiwa bencana yang telah terjadi tadi, memang kia bisa saja menjelaskan landasan ilmiahnya. Tapi justru karena itu pula kita sering melupakan Allah SWT. Kita juga bahkan telah melupakan firman Allah SWT:
“tiada suatu bencana pun yang menimpa dibumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfuzh) sebelum kami menciptkanya. Sesunggunya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Qs, al-hadid:22).

Dan karena itu pula umat islam merasa tak pernah bersalah dan berdosa atas setiap musibah yang menimpanya. Padahal boleh jadi musibah itu diturunkan akibat dari kemaksiatan yang telah mereka perbuat. Allah berfirman
“hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu kepada mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang Allah turunkan kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpahkan musibah kepada mereka akibat dari sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu fasik” (Qs. Al-maidah:59)

innil hukmu illa lillah (tiada hukum kecuali hukumnya Allah). Dengan merenungkan ayat diatas masikah kita menolak atas dosa-dosa kita yang selama ini tidak berhukum pada hukumnya Allah. Hanyalah sang pencipta manusia yang tahu aturan hidup manusia. Allah pasti tahu yang terbaik untuk hambanya. Jangan sekali-kali kita sombong dengan menyekutukan hukum-Nya dengan hukum buatan sesame kita (manusia), atau kesempitan yang akan selalu menghimpit kita. Wallahu ‘alam.

By: aisya_1924@yahoo.co.id

Thursday, November 19, 2009

Tunduk dan Berkorban Demi Tegaknya Syariah dan Khilafah


Tunduk dan Berkorban
Demi Tegaknya Syariah dan Khilafah

الله أكبر 9× ولله الحمد.
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلَِّ عَلَى حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ إِلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةْ. قَالَ تَعاَلَى فِي كِتَابِهِ، وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ: ﴿             ﴾. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh

Hari ini kaum Muslimin di seluruh dunia kembali merayakan hari raya Idul Adha. Di hari yang agung ini, kaum Muslimin menggemakan takbîr, tahmîd, tashbîh, dan tahlîl; berbondong-bondong menunaikan shalat Id dan mendengarkan khutbah, kemudian diteruskan dengan penyembelihan dan pembagian hewan kurban. Selama hari tasyriq, alunan kalimat thayyibah itu pun masih akan terus terdengar. Pada saat yang sama di tanah Haram, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul memenuhi panggilan Allah, bersama-sama menunaikan ibadah haji dengan segala rangkaian manasiknya. Mereka berbaur menjadi satu tanpa dibatasi sekat kebangsaan, warna kulit dan aliran.
Realitas ini menunjukkan bahwa sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu. Umat yang diikat dengan akidah yang sama, akidah Islam; dan diatur dengan hukum yang sama, yaitu hukum Islam; memiliki kitab yang sama, al-Quran; dan menghadap kiblat yang sama; Baitullah al-Haram.
Namun sayangnya, persatuan itu hanya sesaat dan terbatas dalam perkara ibadah ritual. Di luar itu, kondisi mereka amat memprihatinkan. Pertikaian, konflik, hingga pertumpahan darah sesama umat Islam masih menjadi problem serius yang belum teratasi. Ukhuwah Islamiyyah yang diperintahkan masih sebatas seruan dan persatuan baru menjadi dambaan. Mengapa ini bisa terjadi?
Jawabnya: Karena umat Islam saat ini tidak lagi hidup dalam satu kepemimpinan dan satu institusi negara. Padahal, selain dipersatukan oleh akidah, hukum, rasul, kitab, dan kiblat yang sama, umat Islam juga diwajibkan agar hidup dalam satu kepemimpinan dan satu institusi negara. Itulah Khalifah, yang memerintah dengan syariah dalam satu wadah daulah Khilafah.

Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Sesungguhnya masalah kesatuan umat dalam kepemimpinan dan institusi negara ini merupakan masalah yang amat penting. Sedemikian pentingnya hingga perkara tersebut ditetapkan sebagai salah satu al-qadhiyyah al-mashîriyyah (perkara utama) umat ini. Yakni, perkara yang mempertaruhkan hidup dan mati. Siapa pun yang berani memecah belah kesatuan umat dalam kepemimpinan ini harus ditindak tegas. Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ
“Siapa saja yang datang kepada kamu sekalian ---sedangkan urusan kalian berada di tangan seorang (Khalifah)--- kemudian dia hendak memecah-belah kesatuan dan jama'ah kalian, maka bunuhlah dia” (HR Muslim)

Hadits ini amat jelas menunjukkan wajibnya umat Islam berada dalam satu kepemimpinan. Ketika mereka berada dalam satu jama'ah, di bawah kepemimpinan seorang Khalifah, lalu ada orang lain yang datang ingin memecah persatuan dan jama'ah mereka, maka wajib dijatuhkan sanksi tegas: hukuman mati.
Kita semua telah menyaksikan betapa sengsaranya umat Islam ketika tidak hidup dalam satu kepemimpinan Khilafah. Setelah tiga belas abad hidup dalam satu institusi daulah, kini kaum Muslim terpecah-belah dalam puluhan negara kecil. Umat yang dulu disegani ini pun berubah menjadi umat yang lemah. Keadaan ini diperparah oleh sikap rezim di negeri-negeri Islam yang tidak peduli terhadap Islam dan umatnya. Akibatnya, meskipun kaum kafir telah nyata-nyata menampakkan permusuhan terhadap kaum Muslim, menumpahkan darah, menguras harta kekayaan, dan menginjak-injak kehormatan mereka, para penguasa itu hanya diam. Bahkan ketika Rasulullah saw dilecehkan dalam gambar-gambar kartun, al-Quran dihinakan dan mushafnya dimasukkan ke dalam WC di penjara Guantanamo, Islam dicerca sebagai agama teroris, dan Masjid al-Aqsha dikangkangi, dibakar dan hendak dirobohkan oleh kaum kafir Yahudi, para penguasa itu pun tidak merasa terusik. Kondisi umat Islam benar-benar laksana buih yang diombang-ambing oleh gelombang. Sungguh amat menyedihkan!

Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Setiap hari raya Idul Adha, kita selalu diingatkan kisah tentang ketundukan, ketaatan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim as dan putranya dalam menjalankan perintah Allah Swt. Ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail as, keduanya segera bergegas melaksanakan perintah Allah. Tak tampak sama sekali keraguan, keengganan, apalagi penolakan. Keduanya dengan ikhlas menunaikan perintah Allah Swt, meski harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga dan dicintai. Ibrahim rela kehilangan putranya, dan Ismail pun tak keberatan kehilangan nyawanya.
Ketundukan dan pengorbanan sesungguhnya telah menjadi tabiat para kekasih Allah (khalilu-Llah). Dalam menyebarkan risalahnya, Qudwatunâ wa uswatunâ Rasulullah saw telah mempertaruhkan semua yang dimilikinya. Meskipun mendapatkan berbagai penentangan dan perlawanan, sama sekali tidak membuat beliau mundur. Bahkan beliau bersumpah tidak akan berhenti berjuang hingga Islam dimenangkan atau beliau binasa karenanya.
Ketundukan dan pengorbanan juga ditunjukkan oleh para sahabat. Lihatlah, peristiwa heroik yang ditunjukkan oleh generasi awal umat terbaik ini. Antara lain Muhaishah, sahabat Rasulullah saw yang mengikuti perintah baginda untuk membunuh seorang Yahudi dalam sebuah peperangan. Yahudi yang dibunuhnya itu tak lain adalah pedagang yang biasa memberi pakaian kepadanya. Kakak Muhaishah, yang belum memeluk Islam, yaitu Huwaishah marah kepada Muhaishah, adiknya, seraya memukul dan menghardiknya, ”Apakah kamu membunuhnya? Demi Allah, makanan di dalam perutmu itu berasal dari hartanya.” Muhaishah pun menjawab, ”Demi Allah, sekiranya orang yang memerintahkan aku untuk membunuhnya, memerintahkan aku untuk membunuhmu, pasti aku akan penggal lehermu.” Huwaishah bertanya lagi dengan nada heran, ”Demi Allah, kalau Muhammad memerintahkan kamu membunuhku, kamu akan membunuhku?” Muhaishah menjawab dengan tegas, ”Benar.” Padahal, kita adalah kakak-beradik. Allahu Akbar. Inilah manifestasi ketaatan generasi emas para sahabat Rasulullah saw.

Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Bercermin pada ketundukan mereka, kita pun patut bertanya kepada diri kita: Sudahkah kita memiliki ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya? Tunduk dan patuh pada setiap perintah dan larangan-Nya? Atau sebaliknya, kita hanya mau tunduk kepada sebagian, namun menolak sebagian yang lain?
Ketika diperintahkan shalat, puasa, atau haji, barangkali kita segera bergegas mengerjakannya. Ketika dilarang berzina, mencuri, atau memakan babi, kita pun tak keberatan meninggalkannya. Semua ketentuan itu kita terima, tanpa sedikit pun mempersoalkan mengapa semua itu diwajibkan atau diharamkan. Akan tetapi, ketika diperintahkan Allah Swt untuk menerapkan syariah-Nya dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan pidana mengapa di antara kita masih ada yang mempertanyakan, merasa keberatan, bahkan menyatakan penolakannya? Mengapa itu bisa terjadi? Bukankah akidah yang kita yakini menuntut kita untuk memiliki ketundukan dan ketaatan total kepada seluruh syariah-Nya?
Apakah kita tidak tahu bahwa beriman kepada sebagian dan ingkar sebagian lainnya dapat mengantarkan pelakunya kepada kekufuran, mendapatkan kehinaan di dunia, siksa yang pedih di akhirat? (lihat QS al-Baqarah [2]: 85, al-Nisa [4]: 150-151) .
Apakah kita juga tidak sadar dengan kalimat tawhîd -- lâ ilâha illal-Lâh -- yang kita ucapkan berulang-ulang itu? Ketahuilah, bahwa kalimat tawhîd itu bukan hanya berisi pengakuan tentang keesaan Allah Swt semata. Namun di dalamnya terkandung ikrar bahwa Allah Swt adalah satu-satunya Ilâh yang haq. Dialah satu-satunya Dzat yang berhak dan wajib disembah, diibadahi, dan ditaati. Konsekuensinya, kita harus tunduk dan patuh terhadap seluruh hukum-Nya. Ucapan yang keluar dari seorang Mukmin dalam merespon semua seruan-Nya hanyalah sami'nâ wa atha'nâ. Allah Swt berfirman:
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
”Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. al-Nur [24]: 51).

Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Kita juga patut bertanya: sejauh manakah pengorbanan kita dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt? Sudahkah kita sanggup merelakan harta, jabatan, keluarga, bahkan jiwa dan raga kita demi menegakkan agama-Nya? Atau justru sebaliknya, kita masih merasa berat dan enggan melakukannya. Jangankan nyawa, berkorban dengan sedikit tenaga, pikiran, harta dan waktu saja, kadang masih terasa sulit. Mengapa ini bisa terjadi? Bukankah kita dituntut untuk meletakkan kecintaan kepada Allah Swt, Rasul, dan jihad di jalan-Nya melebihi segalanya (lihat QS al-Taubah [9]: 24).
Di antara kiat memupuk jiwa mudah berkorban adalah dengan memperkokoh keimanan kepada akhirat. Bahwa besarnya pengorbanan yang kita berikan di dunia, jauh lebih kecil dibandingkan dengan balasan yang bakal kita terima: surga beserta ragam kenikmatan di dalamnya. Sebaliknya, kesenangan mengabaikan perintah Allah Swt dan Rasul-Nya hanya akan menjerumuskan pelakunya kepada siksa neraka yang amat dahsyat.
Keyakinan inilah yang mampu menjadikan kaum Muhajirin terasa ringan melangkahkan kaki meninggalkan harta dan keluarga untuk berhijrah ke Madinah. Keyakinan ini pula yang membuat kaum Anshar bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah saw dan menerima saudaranya dari kalangan Muhajirin dengan rasa cinta. Juga karena keyakinan ini, kaum Muslim bersemangat melakukan futûhât sehingga wilayah kekuasaan Islam terbentang luas dalam waktu yang amat cepat.

Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Telah 88 tahun umat Islam hidup tanpa Khilafah. Padahal, umat Islam hanya diberikan masa tenggang selama tiga hari hidup tanpa Khalifah. Ini berarti, kewajiban mengangkat Khalifah telah jauh melampaui batas waktu yang diperbolehkan. Keadaan ini harus melecut semangat kita untuk berjuang menegakkannya.
Maka, inilah saatnya kita berkorban. Tampil ke depan membawa panji-panji Islam. Berjuang dengan segenap daya dan kemampuan menyongsong kemenangan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hari ini kita diperintahkan berkurban, semestinya menjadi ibrah, dalam memberikan pengorbanan kita yang lain. Tidak hanya berhenti pada penyembelihan kambing, sapi, atau unta. Namun, pengorbanan harta, waktu, jiwa dan raga kita demi tegaknya agama Allah di muka bumi.
Sekaranglah saat yang tepat bagi kita untuk membuktikan ketundukan dan pengorbanan kita dalam berjuang menegakkan agama-Nya. Janganlah sia-siakan kesempatan emas ini. Karena Allah Swt melebihkan derajat orang yang berjuang sebelum tegaknya daulah Khilafah. Allah Swt berfirman:
لاَ يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى
”Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik” (QS. al-Hadid [57]: 10).

Akhirnya, marilah kita berdoa semoga Allah Swt memberi kita kesabaran, kekuatan dan kekompakan, serta memungkinkan kita berperan penting dalam upaya menegakkan dan memperjuangkan negara Khilafah.

اللَّهُمَّ يَا شَاهِدَ كُلِّ نَجْوَى، وَمَوْضِعَ كُلِّ شَكْوَى، وَعَالِمَ كُلِّ خَفِيَّةِ، وَمُنْتَهَى كُلِّ حَاجَةٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى أَخْشَاكَ كَأَنِّي أَرَاكَ، وَأَسْعِدْنِي بِتَقْوَاكَ، وَلاَتَشْقِنِي بِمَعْصِيَتِكَ، وَخِرْ لِي فِي قَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِي قَدَرِكَ حَتىَّ لاَ أُحِبَّ مَا أَخَّرْتَ وَلاَ تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ، اللَّهُمَّ مَا أَخَافُ فَاكْفِنِيْ، وَماَ أَحْذَرُ فَقِنِيْ، وَفِي نَفْسِيْ وَدِيْنِيْ فَاحْرُسْنِيْ، وَفِي رِزْقِيْ فَبَارِكْ لِي، وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ فَعَظِّمْنِيْ، وَمِنْ شَرِّ الْجِنِّ وَالإِنْسِ فَسَلِّمْنِيْ، وَبِعَمَلِيْ فَلاَ تَبْتَلِنِيْ، وَبِنِعَمِكَ فَلاَ تَسْلُبْنِيْ، وَإِلَى غَيْرِكَ فَلاَ تَكِلْنِي، إِلَهِي إِلَى مَنْ تَكِلُنِي، إِلَى قَرِيْبٍ فَيَقْطَعُنِيْ، أَمْ إِلَى بَعِيْدٍ فَيَتَجَهَّمُنِيْ، أَمْ إِلَى الُمْسَتْضَعَفِيْنَ لِيْ وَأَنْتَ رَبِّي وَمَلِيْكُ أَمْرِيْ.. اللَّهُمَّ هَذَا حَالُنَا، وَهَذَا ضَعْفُنَا لاَيَخْفَى عَلَيْكَ ظَاهِرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ، اللَّهُمَّ عَجِّلْ نُصْرَتَكَ بِقِيَامِ دَوْلَةِ الْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ التي تُطَبِّقُ أَحْكَامَكَ، وَتَحْرُسُ دِيْنَكَ وَأُمَّةَ نَبِيِّكَ، وَتَوَحَّدَتْ بِهَا كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، وَأَعَادَ الله بِهَا مَجْدَهَا، وَأَذَلَّ بِهَا الْكُفْرَ وَطُغْيَانَه. اللَّهُمَّ أَعِدْنَا فِي عِيْدِنَا الْقَادِمِ وَالْخِلاَفَةُ قَائِمَة بِإِذْنِكَ، فِي عَصْرِنَا هَذَا وَبِأَيْدِيْنَا..
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وبارك وسلم..

Sunday, November 15, 2009

Buanglah Sampah Pikiran Anda!


Buanglah Sampah Pikiran Anda !

“Pikiran adalah tanaman yang indah, jika kita tidak pandai menjaganya, yang muncul adalah ilalang-ilalang.”

Sobat, sering dalam sesi pelatihan saya ditanya, “ Bagaimana caranya mengatasi atau membuang sampah pikiran yang menghambat kita meraih sukses? , Kita sih ingin berubah menjadi lebih baik, tapi …..” lha kata-kata ‘tapi’ pasti setelahnya adalah penjara mental atau sampah pikiran. Seperti halnya taman sobat, kalau kita punya taman di pekarangan rumah kita yang sering dibuangi sampah, lama kelamaan sampah akan mengeluarkan bau busuk dan tak sedap dipandang mata. Taman yang awalnya indah nan bersih, namun karena kemalasan kita lama-lama jadi kotor dan tidak berguna lagi. Begitulah gambaran pikiran kita pada awalnya.

Sobat, beberapa hal yang sering membuat pikiran kita penuh dengan sampah diantaranya; melihat hal-hal yang negatif, mendengar hal-hal yang negatif, mencium hal-hal yang negatif, berkumpul dengan orang-orang yang negatif, mengucapkan kalimat-kalimat negatif bahkan menulis kalimat-kalimat yang negatif. Kalau kita loyo jangan ketemu dengan teman-teman yang loyo maka akan semakin parah loyonya.

Sobat, kita memiliki kemampuan untuk memilih apakah yang negatif atau yang positif. Dan kemampuan memilih yang positif dan mulia adalah keahlian manusia di atas rata-rata. Pilihan-pilihan kita hari ini menentukan masa depan kita. Seorang pakar NLP Dr. Waitley mengatakan, pemenang berkonsentrasi pada apa yang ingin mereka dapatkan; orang yang kalah berkonsentrasi pada apa yang tidak mereka inginkan dan akhirnya mereka mendapatkannya. Tidak diragukan lagi daya yang paling menghancurkan dalam kehidupan kita adalah penggunaan imajinasi kita secara negatif.

Sobat, Bagaimana cara membuang sampah-sampah dalam pikiran kita? Ada lima langkah yaitu :
1. Tarik nafas dan buang nafas melalui hidung. Pada saat kita membuang nafas, kita bayangkan kita membuat tumpukan sampah pikiran yang ada seperti, takut, tidak percaya diri, trauma, pemarah, sombong atau sifat-sifat buruk lainnya. Sobat, pengalaman buruk masa lalu yang pernah kita alami bisa juga menjadi tumpukan sampah yang menghambat masa depan kita. Pada saat membuang sampah pikiran, teriaklah ” husss” ” Haaaah”.
2. Lakukan Afirmasi Positif. Pernyataan deklaratif positif yang diulang-ulang dan bayangkan itu semua sudah terjadi, meskipun sekarang belum terjadi. Adapun tips melakukan afirmasi adalah ; Bayangkan seolah-olah sudah terjadi, meskipun apa yang Anda katakan saat ini belum terjadi, jangan ucapkan kata akan atau tidak (kata-kata negatif), dengan penuh semangat, yakin dengan sebenar-benarnya dan positive feeling. Dalam sejarah peradaban manusia telah dibuktikan juga oleh M. Al fatih sang penakluk konstantinopel ketika masih kecil dia dibacakan tiap hari hadits bisyarah ( Kabar Gembira) tentang penaklukan konstantinopel oleh gurunya Syeikh Aa’ Syamsuddin sehingga seakan-akan dia yang diseru dalam hadits itu dan dia sejak saat itu juga menyiapkan 250 ribu mujahidin dan pada saat usianya masih muda belia sekitar 24 Tahun, Sultan muda M.Alfatih benar-benar membuktikan mukjizat hadits Rasulullah Saw dia dan pasukannya mampu menaklukan konstantinopel dengan strategi perang yang luar biasa.
3. Do’a. Kesuksesan kita bukan hanya dari kemampuan pikiran dan tindakan saja, namun juga dengan do’a. Bukankah M. Alfatih dan pasukannya telah mengepung 52 hari konstantinopel tetapi belum juga takluk. Kemudian Al Fatih menyerukan kepada pasukan kaum muslimin untuk malamnya berdo’a, dzikir melakukan sholat tahajud dan esoknya puasa, tepat ketika mereka berbuka konstantinopel mampu ditaklukan.Dalam sebuah riwayat, suatu hari Rasulullah Saw ditanya oleh para sahabatnya, ” Wahai Rasulullah, dimanakah Allah itu berada, di langit atau di bumi?” Rasul menjawab, ” Allah bersemayam di hati hamba-hamba-Nya beriman.”
4. Yakin. Setelah kita berdo’a, tugas kita adalah merasakan do’a kita benar-benar sudah terjadi dengan haqqul yaqiin.
5. Menerima. Salah satu rahasia kemenangan seseorang dengan menerima serta bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepada kita sekalipun do’a kita belum terkabul.

Sobat, sebagai penutup dari tulisan singkat ini. Tidak ada kata lain kecuali. Take Action ! Lakukan sekarang juga! Bangun masa depan Anda dengan kejernihan berpikir. Mulai Hari ini kita akan mempraktekkan perbuatan berpikir seperti pemenang dengan berkonsentrasi pada apa yang kita inginkan dan memikirkan sukses dan kemenangan. Salam Sukses Mulia! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H , Penulis Buku Al Quwwah Ar ruhiyah –Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Sunday, November 1, 2009

Road Nusantara Al Quwwah Ar ruhiyah


PROPOSAL
Road Nusantara Al Quwwah Ar Ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas,
Meraih Sukses Sejati dengan Mentalitas Kaya Hati


Kepada
Yth. Sobat-sobat EO Daerah
Di Tempat


Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
Pendahuluan

Krisis multidimensi terus menggerus peri kehidupan Manusia. Suka tidak suka – makin membuat manusia berada dalam siklus kehidupan yang paling bawah. Dari sinilah kemudian manusia dihinggapi oleh penyakit sindrom sehingga takut untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka lebih suka pasrah kepada kehidupan yang sedang terjadi. Akhirnya, kehidupan manusia sehari-hari telah dihiasi oleh karakter miskin pede, seperti berikut ini :

• Sulit menerima realita diri dan memandang rendah kemampuan diri sendiri.
• Selalu memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai diri tidak mampu, padahal kita sesungguhnya mampu dan belum mencobanya.
• Tak berani menentukan sikap yang benar secara benar dan karenanya berusaha menunjukkan sikap kompromi, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok/ masyarakat.
• Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif yang berujung pada munculnya sikap pragmatis, lebih baik mengikuti arus sekalipun hal itu bertentangan dengan prinsip dan hukum Islam.
• Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil, padahal Rasulullah SAW mengkritik orang yang takut gagal dan merasa tidak mampu. Beliau pernah menganjurkan: “Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan janganlah sekali-kali merasa lemah. Dan mintalah tolong kepada Allah” (Al Hadist).
• Akhirnya, kita punya external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat tergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain).
• Menyadari hal tersebut maka :
• Kami mengadakan Road Nusantara Al Quwwah Ar ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas yang diilhami dari buku “Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas” Karya N.Faqih Syarif H mengadakan satu pendekatan unik dari banyak upaya untuk menstimulasi kebangkitan manusia. Sebuah edukasi publik atau training yang mengandung muatan sinergis antara aspek kecerdasan intelektual, emosional serta kecerdasan spiritual. Dikembangkan dengan berbasis aqidah Islam agar peserta dapat mengenali dirinya, menerima keberadaan dirinya dan akhirnya sadar, mau dan mampu membangkitkan dirinya untuk meraih sukses sejati, sukses dunia dan akhirat. Sukses pribadi dan sekaligus sukses kebangkitan manusia.

Nama Kegiatan :
Training Al Quwwah Ar ruhiyah, Tanpa Batas Spiritual Motivation

Meraih Sukses Sejati dengan Mentalitas Kaya hati

Dengan Pembicara :

Spiritual Motivator Nasional Dan Master Trainer Quantum Spirit
N. Faqih Syarif H ( Penulis Buku-buku Motivasi dan Pengembangan diri )


Pelaksanaan : Nov. 2009 sd Peb 2009

Di sesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati EO daerah dengan EO pusat.


PENUTUP

Demikian usulan / proposal Road Nusantara Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas yang dapat kami sampaikan.
Bila anda berminat menjadi EO Daerah segera kontak kami di 031.81850818 atau email mumtaz.oke@gmail.com

Semoga usulan ini dapat dilanjutkan dengan kerjasama yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

Terima Kasih
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
Direktur Utama Quantum Spirit

Ainun Nadzif

Kontak Person :
Azri Adhani dan Ainun Nadzif
Phone : 031-81850818, 031-70627230,
Email :mumtaz.oke@gmail.com

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co