Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, October 31, 2009

Tantangan Umat Di Era Kabinet Indonesia Bersatu II


Tantangan Umat Di Era Kabinet Indonesia Bersatu II

Oleh: Muhammad Rahmat Kurnia


Terbentuklah sudah pemerintahan baru SBY-Boediono. Bagaimana umat Islam kedepan? Ada beberapa hal yang penting menjadi catatan. Pertama, Indonesia akan makin Liberal dan pro Barat (west friendly). Tengoklah wakil presiden Boediono. Kebijakan-kebijakannya selama ini baik sebagai menteri koordinator bidang ekonomi maupun Gubernur Bank Indonesia sangatlah pro liberal. Begitu juga, Sri Mulyani (Menteri Keuangan) sebagai mantan Direktur International Monetary Fund (IMF) Asia Pasifik, anak emas Widjojo Nitisastro, yang disebut banyak kalangan sebagai bagian dari Mafia Berkeley. Elka M. Pangestu yang masih menjadi Menteri Perdagangan adalah mantan direktur lembaga think tank Orde Baru, Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dialah pendukung utama lahirnya UU Penanaman Modal yang membiarkan asing menanamkan modalnya hingga 95% dalam segala bidang. Apalagi berbagai perangkat UU liberal telah tersedia seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Badan Hukum Pendidikan, dll. Karenanya, listrik dan BBM peluang besar akan naik pada 2010. Sementara, hutang akan terus bertambah. Sebagai contoh, tahun ini pemerintah akan membayar hutang Rp127,607 triliun. Semua pembayaran akan ditutup dari hutang lagi.

Purnomo Yusgiantoro kini sebagai Menteri Pertahanan. Dialah otak yang beberapa kali menaikkan harga BBM sejak jaman Megawati hingga SBY dalam rangka liberalisasi sektor migas. Masalah pertahanan besar kemungkinan akan juga ‘diliberalisasi’. Sementara, penunjukkan Menkes Endang lebih menggambarkan tekanan konglomerasi farmasi dan tekanan Negara maju seperti AS. Ingat, Menkes sebelumnya, Siti Fadhilah Supari adalah orang yang menentang privatisasi rumah sakit dan keras terhadap AS khususnya dalam kasus virus H5N1.

Kedua, liberal ditutupi dengan kebijakan populis. Secara umum, pemerintahan terpilih bersifat liberal. Namun, hal ini tidak akan disadari oleh kalangan grass root. Sebab, kebijakan populis seperti BLT dan BOS nampaknya akan dilanjutkan. Hal ini nampak dengan dibentuknya Tim Penanggulangan Kemiskinan pada sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) pada 23/10/2009. Presiden SBY meminta menteri KIB II melanjutkan program yang disusun KIB I. Kebijakan ini terbukti manjur dalam meredam rakyat dan menarik suara pada saat Pemilu yang karenanya akan dilanjutkan.

Ketiga, suara kritis dari parlemen akan senyap. Selain menteri dari Partai Demokrat, menteri diambil dari mayoritas partai yang lolos threshold. Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan Sekjen PAN Zulkifli Hasan semuanya menjadi menteri. Pentolan Golkar Agung Laksono dan Fadel Muhammad juga jadi menteri. Padahal, pada saat pelantikan kabinet Presiden SBY menegaskan, “Loyalitas saudara adalah kepada presiden, bukan kepada pimpinan partai” (21/10/2009). Sejak awal SBY telah mengunci dan memastikan bahwa semua menteri, termasuk mereka yang merupakan para pemimpin partai, harus ikut suara pemerintah. Muaranya, partai akan memiliki satu suara. Padahal, gabungan suara DPR dari partai-partai tersebut mayoritas (59,54%). Belum lagi, sikap PDIP yang gamang, oposisi bukan koalisi juga bukan. Pada saat yang sama, Taufik Kiemas (PDIP) menjadi Ketua MPR atas restu SBY. Karenanya, 73,48% suara DPR akan diam, kehilangan sikap kritis.

Keempat, otoritarianisme. Para pimpinan partai sudah didudukkan sebagai pembantu presiden dalam kabinet. Mayoritas parlemen sudah dikuasai. Ini adalah peluang munculnya pemerintahan otoriter. Hanya saja, sikap SBY yang harmoni, lamban, dan akomodatif barangkali dapat menghalangi munculnya sikap tersebut. Disamping itu, akan muncul banyak penentangan dari berbagai kalangan terhadap otoritarianisme itu karena dipandang menghancurkan demokrasi yang selama ini mereka dengung-dengungkan. Namun, bila ada tekanan besar khususnya dari luar, otoritarianisme berpeluang besar muncul.

Kelima, pengalihan isu terorisme menjadi isu Islam radikal. Orang-orang yang disebut sebagai dalang kekerasan peledakan sudah dieksekusi mati. Kini, dalam berbagai kesempatan dikembangkan isu Islam radikal. Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) dan Mantan Kepala BIN Ansyaad Mbai menyampaikan bahwa terorisme merupakan kejahatan bermotif ideologi radikal. Dengan sangat tendensius, dikatakan bahwa ciri dari ideologi Islam radikal ini adalah memperjuangkan syariah secara kaffah. Menurutnya, untuk mengatasinya adalah dengan deradikalisasi. Caranya antara lain, (1) pemberdayaan tokoh-tokoh moderat agama untuk menyebarluaskan ajaran moderat, (2) Interfaith dialog, (3) sebarluaskan buku-buku ajaran agama moderat; (4) Kurikulum lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, (5) dll. Padahal, Islam moderat yang dimaksudkan adalah liberal. Jadi, ini sebenarnya merupakan bagian dari liberalisasi agama.

Secara hukum, yang akan dilakukan adalah mensahkan UU Keamanan Negara. Intinya, perlu ada tindakan terhadap orang tanpa pengadilan. Juga, merubah UUAntiterorisme sedemikian rupa sehingga “Penindakan harus dimulai sejak tahap provokasi & exploitasi radikalisme”. Dengan kata lain, Internal Security Act (ISA) seperti di Malaysia hendak dihidupkan. Hal ini dapat bersifat liar menjadi kriminalisasi pendakwah. Namun, hal ini akan mendapatkan banyak tentangan dari banyak pihak. Sebab, hal ini akan dapat digunakan untuk memberangus lawan-lawan politiknya. Persoalannya, kini ‘lawan’ politik sudah menjadi ‘kawan’, baik dalam kabinet maupun parlemen.

Menentukan Sikap

Jelas, situasi akan tetap buruk. Tak ada lagi harapan suara dari parlemen. Karenanya, satu-satunya yang diharapkan adalah suara kritis dari kelompok dakwah di luar parlemen. Inilah kesempatan besar untuk menyampaikan Islam dan meraih dukungan umat. Oleh sebab itu, pengokohan tubuh dan perajutan kekuatan ulama dan ormas Islam merupakan sebuah tuntutan dan keniscayaan. Satu-satunya harapan adalah kelompok yang dinyatakan dalam sabda Nabi SAW:

ولا تزالُ طائفةٌ من أمّتي على الحقِّ ظاهرين . لا يضُرُّهُم من خالَفَهُم . حتى يأتي أمرُ الله (رواه مسلم

“Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang berpegang kepada kebenaran dan mereka dimenangkan. Orang yang menentang mereka tidak akan memudharatkan mereka hingga datang urusan (kemenangan) dari Allah” (HR. Muslim)

Apa yang terjadi bila mereka yang diluar parlemen pun turut diam? Naudzubillah.[]

Wednesday, October 28, 2009

Kabar Gembira! Road Nusantara Al Quwwah Ar ruhiyyah



Kabar Gembira ! Road Nusantara Al Quwwah Ar Ruhiyyah Kekuatan Spirit Tanpa BaTas di 20 Kota Besar di Indonesia Nov 2009 sd Pebruari 2010. Bersama Spiritual Motivator Nasonal . Nantikan kehadirannya di kota Anda.
Siapa Berminat menjadi EO Daerah segera hub. Azri Adhani 0819885534 atau 03181850818

Sunday, October 18, 2009

Semua Orang Bisa Menulis Asal Mau


Semua orang bisa menulis Asal Mau

Sobat, pagi tadi saya menghadiri Launching 11 penulis cilik dan kelas penulis diperuntukkan bagi anak-anak oleh komunitas Kelab Penulis Cilik yang di bawah pimpinan Mbak Sofie Beatrix di Monumen Kapal Selam Surabaya. Terharu sekaligus prihatin budaya menulis dan budaya membaca di bangsa ini harus dibangkitkan lagi agar menelorkan generasi cerdas dengan beradaban yang tinggi. Di mana pelajaran menulis atau mengarang di sekolah-sekolah menjadi barang langka saat ini. Bukankah peradaban manusia ditentukan oleh hasil karya berupa tulisan. Tulisan menjadi warisan terbaik yang diberikan manusia kepada manusia lainnya. Tulisan tidak akan lekang oleh waktu. Coba kalau kita mau teliti dan telusuri, peninggalan dan peradaban masa lalu nenek moyang kita yang masih ada dan wujudnya fisik berupa bangunan dan tulisan.

Sobat, tapi saya yakin suatu saat budaya menulis orang indonesia tidak kalah hebat dengan orang Amerika. Impian itu, tampaknya tidak terlalu lama lagi akan menjadi kenyataan. Apa buktinya teman? Buktinya orang indonesia sangat rajin membalas SMS dengan kalimat yang panjang-panjang hal ini jelas lebih hebat dari menulis. Semoga ini bukan Cuma mimpi.

Sobat, ilmu pengetahuan dan keahlian yang kita miliki sekarang tidak akan memberikan manfaat jangka panjang jika tidak diabadikan dengan tulisan. Ilmu kita juga tidak akan bermanfaat secara maksimal kepada lebih banyak orang tanpa tulisan. Kehebatan kita tidak akan berarti apa-apa karena orang akan lupa. Namun, kalau ada tulisan yang kita wariskan maka kita akan ada sekalipun orangnya sudah meninggal inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal jariah bagi kita untuk generasi berikutnya.

Sobat, semua bisa menulis asal mau. Coba kita perhatikan banyak orang yang tidak menyadari bahwa ketika sedang menulis paper, skripsi atau tesis sebenarnya seseorang tersebut sedang menuliskan gagasannya. Meskipun hal itu terpaksa, tetapi mereka bisa melakukan semua itu sehingga bisa lulus dari studinya. Nah, sejujurnya semua bisa menulis, hanya mau atau tidak melakukannya. Kalau dipaksa bisa maka paksalah diri anda agar bisa melakukan.

Sobat, bagaimana kita mengawali menulis? Frans M.Royan memberikan tips sebagai berikut:
• Buatlah catatan harian anda. Lakukan dengan cara detil dan sepanjang mungkin serta buatlah variasi setiap hari.
• Buatlah artikel. Kalau udah terbiasa membuat catatan harian anda dengan lancar maka niscaya anda akan mampu membuat tulisan dalam bentuk lainnya. Menulis kembali artikel yang anda baca baik melalui koran atau majalah dengan bahasa anda kemudian cocokkan kembali dengan artikel aslinya. Hal ini adalah salah satu cara mengawali menulis dengan baik.
• Buatlah paper atau makalah.
• Tulislah kembali apa yang diceritakan orang.
• Ambillah peran menulis di dalam kehidupan kita baik di lingkungan rumah, keluarga. Organisasi, maupun kegiatan personal, kita tidak akan lepas dari aktivitas tulis menulis.
Sobat, peran menulis yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari secara tidak lansung mendorong kita untuk mulai tergugah kreatifitasnya dalam hal menulis. Membiasakan membuat kata kunci dan menuliskan kalimat-kalimat, baik panjang atau pendek. Mengurutkan kalimat dengan benar, jika tidak enak di baca, bukankah hal ini termasuk kegiatan editing. Tanpa kita sadari sebenarnya kita telah melakukan latihan menulis meskipun dilakukan sambil beraktivitas tetapi dampaknya akan sangat positif untuk kegiatan tulis-menulis.

Sobat, sekarang darimana datangnya ide untuk menulis buku? Bisa kita mulai dari diri sendiri bisa berupa; pengalaman,hobi,ilmu pengetahuan, keahlian, kelebihan atau kelemahan diri sendiri atau profil diri sendiri hal itu semua bisa jadi inspirasi juga.
Dari Orang lain juga bisa memunculkan ide baik itu berupa pengalaman mereka, keahlian mereka, hobi mereka, pemikiran-pemikiran mereka, bahkan biografi atau profil mereka. Banyak bukan ? ide yang bisa kita dapatkan. Gunakan juga ATM apa itu; Amati Tiru dan Modifikasi. Jangan lupa juga buka mata dan telinga lewat media massa bukankah media massa adalah jendela dunia. Adapun hal-hal yang bisa kita cermati dari media massa; perkembangan terakhir, ucapan tokoh terkenal atau kontrovesial, opini atau pendapat pakar, prestasi,bencana bahkan surat pembaca. Gunakan internet untuk lihat perkembangan di belahan dunia lain, siapa tahu bisa diterapkan di indonesia, lihat kebutuhan orang lain, pertanyaan di email atau milist. Banyakkan sobat ide yang bisa kita peroleh. Ok. Selamat Menulis! Menulis, menulis dan menulislah untuk menginspirasi dunia untuk bangkit dari keterpurukan. Salam dahsyat dan luar biasa.

( N.Faqih Syarif H , penulis buku Al quwwah ar ruhiyah,Kekuatan spirit tanpa batas. www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Wednesday, October 14, 2009

Jihad Untuk Kemuliaan Hidup


Jihad Untuk Kemuliaan hidup
[ Opini Jawa Pos Selasa, 13 Oktober 2009)
Oleh. M Ismail Yusanto

Seiring dengan keberhasilan aparat keamanan menangkap sejumlah orang yang diyakini terlibat aksi terorisme di Indonesia, slogan isy kariman au mut syahidan ramai dibicarakan. Semestinya, tidak ada yang salah dengan slogan atau doktrin tersebut. Sebagaimana tidak ada yang salah dengan kewajiban jihad bahwa yang terbunuh di jalan jihad fi sabilillah disebut syahid.

Dalam Islam, kewajiban jihad dalam pengertian perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimatullah adalah perkara yang mulia. Para imam mazhab dan ulama pengikutnya sepakat tentang kewajiban jihad dalam pengertian perang di jalan Allah SWT.
Kalaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, itu bukanlah tentang kewajiban jihadnya. Namun, dalam perkara apakah hukum wajibnya, apakah fardu kifayah atau fardu ain. Atau, berhubungan dengan perkara teknis turunan dari kewajiban ini.
Imam Nawawiy menjelaskan, ”Mazhab kami berpendapat, hukum jihad sekarang ini adalah fardu kifayah, kecuali jika kaum kafir menyerang negeri kaum muslim, seluruh kaum muslim diwajibkan berjihad (fardu ain). Jika penduduk negeri itu tidak memiliki kemampuan (kifayah untuk mengusir mereka), seluruh kaum muslim wajib berjihad hingga kewajiban itu tersempurnakan (mengusir orang kafir) (Syarah Shahih Muslim, juz 8/63-64).”
Ulama juga sepakat bahwa pengertian syahid adalah yang terbunuh di jalan Allah SWT. Di dalam kamus Mukhtaar al-Shihaah, Imam al-Raziy menyatakan bahwa al-syahiid bermakna al-qatiil fi sabilillah (orang yang gugur di jalan Allah). Termasuk, tidak ada perbedaan tentang kemuliaan orang-orang syahid.
Karena itu, slogan atau doktrin yang memuliakan seseorang yang syahid tentu bukanlah sebuah kesalahan. Slogan, doktrin, atau perkataan ulama selama tidak bertentangan dengan hukum syara’ tentu bisa digunakan. Slogan atau doktrin terkadang diperlukan untuk lebih menanamkan semangat atau pemahaman yang dimaksud dalam doktrin tersebut. Hal seperti itu biasa digunakan siapa pun, termasuk perusahaan, organisasi massa, dan militer.
Dalam sejarah perjuangan Indonesia, juga muncul slogan atau doktrin yang mirip dengan isy kariman au mut syahidan, yakni slogan merdeka atau mati. Slogan atau doktrin tersebut terbukti telah mendorong semangat perjuangan melawan negara penjajah saat itu.
Pilihan untuk syahid di jalan Allah dalam medan perperangan bukanlah sikap sia-sia, seakan cerminan orang yang berputus asa, frustrasi, atau bosan hidup. Pilihan syahid justru dilakukan untuk memuliakan hidup itu sendiri meski dia harus mengorbankan diri sendiri. Sebab, jihad dilakukan dalam rangka memerangi musuh yang hendak menguasai dan menjajah negeri-negeri Islam.
Sikap itulah yang dipilih umat Islam di Palestina, Iraq, dan Afghanistan sekarang. Mereka berjihad memerangi pasukan imperialis Amerika Serikat dan sekutunya yang membunuh rakyat sipil, menjajah, dan merampok kekayaan alam negerinya. Meski, mereka harus menempuh risiko mati di medan perperangan. Jelas itu bukanlah terorisme.
Hal yang sama diserukan KH Hasyim Asy’ari saat mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 untuk melawan penjajahan saat itu. Menurut cucu KH Hasyim, KH Salahuddin Wahid, fatwa itu telah mendorong puluhan ribu muslim untuk bertempur melawan Belanda yang berlindung di balik tentara Inggris. Tanpa resolusi itu, mungkin semangat jihad melawan Belanda dan sekutu tidak terlalu tinggi. Itulah salah satu jasa pesantren dalam membela negara Indonesia. Sayang sekali, dalam buku sejarah saat di SMP dan SMA, peristiwa itu tidak dicantumkan.
Adalah hal yang tidak relevan menggugat slogan, doktrin, atau kewajiban jihad dalam pengertian perang di jalan Allah hanya karena ada yang salah dalam mempraktikkan kewajiban jihad (seperti pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton). Atau, ada yang menyalahgunakan doktrin jihad untuk kepentingan lain. Sebagaimana para pembela demokrasi atau penegak HAM tidak akan setuju demokrasi atau HAM disalahkan hanya karena sikap AS di masa Bush yang memerangi negara lain dan membunuh rakyat sipil dengan mengatasnamakan penegakan HAM dan demokrasi.
Perang Ideologi
Mengaitkan konsep jihad dengan terorisme membuat kita masuk dalam jebakan perang pemikiran/ideologi yang dijalankan AS (American War) untuk kepentingan negara imperialis itu. Dalam pandangan Barat (American War), perang melawan terorisme tidak hanya merupakan perang fisik, tapi juga menyangkut perang pemikiran (war on idea). Pada 2002 Sekretaris Menteri Pertahanan AS saat itu Paul Wolfowitz mengatakan, ”Saat ini kita sedang bertempur dalam perang melawan teror -perang yang akan kita menangkan. Perang lebih besar yang kita hadapi adalah perang pemikiran -jelas suatu tantangan, tetapi sesuatu yang juga harus kita menangkan.”
Ideologisasi perang melawan terorisme itu tampak pada upaya mengaitkan terorisme dengan sikap anti imperialisme Amerika, penegakan syariah, atau khilafah. Stigmatisasi itu kemudian menjadi berbahaya karena digunakan sebagai alat generalisasi. Siapa pun kelompok Islam yang menentang penjajahan Amerika atau ingin mendirikan syariah dan khilafah kemudian dicap atau dikesankan sebagai teroris. Padahal, tidak semua kelompok Islam yang ingin mendirikan syariah dan khilafah setuju dengan jalan pengeboman atau angkat senjata terhadap rezim pemerintahan sekuler.
Karena itu, selain meluruskan pemahaman aplikasi jihad yang keliru, pemerintah dan ulama perlu berperan aktif untuk membela negeri-negeri Islam yang ditindas tersebut. Termasuk, berperan aktif meminta agar Amerika, Inggris, dan negara-negara sekutunya menarik diri dari Iraq dan Afghanistan. Juga, menghentikan dukungan mereka terhadap rezim-rezim penindas di negeri Islam seperti Palestina. Sebab, faktor ketidakadilan global merupakan salah satu penyebab utama serangan terhadap target-target Barat.
Walhasil, meluruskan aplikasi jihad yang keliru tanpa menyinggung motif perlawanan kelompok-kelompok itu tidak akan menyelesaikan masalah. Bisa-bisa pemerintah, termasuk para ulama, dicap sebagai pengkhianat karena telah melegalkan penjajahan negara-negara Barat. (*)
*) Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia

Monday, October 12, 2009

Bedah Buku Al quwwah Ar ruhiyyah



Salam Dahsyat Dan Luar biasa!

Bedah Buku Al quwwah Ar ruhiyyah, Kekuatan spirit tanpa batas

Di Gramedia Royal Plaza, jl. A. Yani Surabaya.
Tgl. 17 Oktober 2009
Jam 16.00
Bersama Spiritual Motivator : N.Faqih Syarif H
Tiket Gratissss.
Dapatkan Hadiah senilai 650 Ribu.
Cp. 031.78226261
Salam Sukses Mulia.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Thursday, October 8, 2009

Kekuatan Spirit Tanpa Batas



KEKUATAN SPIRIT TANPA BATAS


Salam Dahsyat dan Luar Biasa !!!

Siapa saja yang menginginkan perubahan dan perbaikan terus menerus menuju ke arah kemuliaan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bagaimana memiliki motivasi diri yang dahsyat dan mampu melewati batas kemampuan manusia?
Bagaimana agar hidup bisa lebih produktif dan bermakna?
Bagaimana membangun percaya diri dan memaksimalkan potensi diri ?
Bagaimana menghancurkan penjara mental yang menghambat kita meraih sukses?

J A W A B A N N YA ! ADALAH …………..

Al quwwah ar ruhiyyah

Kekuatan Spirit Tanpa Batas
Membangun, menggugah dan melahirkan spirit individu untuk meraih kejayaan melewati batas kemampuan manusia

Ditulis oleh

N.Faqih Syarif H
Spiritual Motivator – Master Trainer Nasional Quantum Spirit

Insya Allah baru dipasarkan dan ada di toko-toko buku Gramedia di Indonesia mulai 13 Oktober 2009

Harganya Hanya Rp.35.000 segera pesan langsung ke Bu Aini 0318552392 atau 081330447814. Khusus bagi 100 pembeli pertama mendapatkan Bonus GRAtissss untuk mengikuti Mentor FM Plus Cara cerdas jadi Trainer dan Penulis yang handal dan Inspiratif selama 6 Bulan senilai Rp.650.000,-

Buruan udah 62 Orang yang pesan. Take Action!!!

Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

Tuesday, October 6, 2009

Cara Jitu menghilangkan blok mental dalam Menulis


Cara jitu menghilangkan blok mental
Dalam menulis.


Menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang bisa anda tulis. Menulislah tanpa memikirkan dampak yang akan diperoleh dari kegiatan menulis. Menulis dan sebarkan sebanyak mungkin kepada orang. Menulislah di blog atau facebook. Pokoknya menulislah kalau tidak anda akan menjadi manusia primitif.


Sobat, untuk menghancurkan mental blok dan segala macam hambatan adalah caranya cukup mudah. Apa itu? Komitmen kuat untuk mau menghancurkannya. Hanya dengan komitmen yang kuat kita sendiri yang mampu menghancurkannya. Blok mental ini kebanyakan berada dalam di dalam diri kita masing-masing bukan di luar diri kita atau dengan kata lain adalah hambatan internal. Dan hambatan yang tak tampak inilah yang paling berbahaya dibandingkan dengan hambatan yang tampak. Hambatan mental atau gembok mental inilah yang menghambat kita meraih suskses. Bagaimana cara mengatasinya detailnya silahkan anda baca buku saya terbaru. (al quwwah ar ruhiyah, kekuatan Spirit tanpa batas, N.Faqih Syarif H,2009)

Biasanya hambatan mental dalam menulis itu alasan-alasan yang sebenarnya sepele tapi akan menjadi sepolo kalau dibiarkan bahkan ditumbuhkembangkan. Apa saja alasan-alasan itu ? tidak punya waktu, sulit memulai, tidak punya ide, takut dihujat, takut salah, tidak percaya diri, tata bahasa saya buruk,dll.
Ingatlah sobat, bisa karena biasa dan bangun terus komitmen untuk menulis. Sebab hanya dengan komitmen yang kuat bisa membuat seseorang mampu menulis tanpa komitmen, mustahil kita bisa menulis. Apalagi yang punya hambatan tak punya waktu atau kesulitan membagi waktu. Dengan komitmen kuat, tantangan itu bisa dihancurkan. Sekali lagi, komitmen sobat. Apa? Komitmen, komitmen dan komitmen. Misalnya setiap 3 bulan sekali saya harus menghasilkan sebuah karya yang bisa menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan meraih sukses mulia. Saya yakin, setiap kita punya kemampuan untuk menulis buku asal punya komitmen kuat. Mas Dodi Mawardi memberikan rumus ; MS – Menulis Saja, MSS – Menulis Sedikit-sedikit atau menulis sehalaman sehari. MSSS – Menulis Sering Setiap Saat. Ayo kita berkomitmen!

Sobat, menulis itu seperti merawat tanaman atau memelihara hewan kesayangan anda. Anda pasti rajin memberi makan, memandikan, atau memberikan kasih sayang pada mereka. Semuanya biasanya dilakukan dengan sangat menyenangkan, bukan keterpaksaan alias Enjoy aja! Jadikan menulis itu hoby bahkan pekerjaan yang sangat menyenangkan dan jadi ladang pahala dan amal sholih. Bukankah dalam agama kita akan berdosa apabila menyembunyikan ilmu atau jika ilmu yang dimiliki ini hanya tersebar kepada segelintir orang. Lha , dengan menulisnya akan lebih banyak orang yang menerima ilmu tersebut.

Sobat, menulislah rutin sedikit demi sedikit. Sisihkan waktu setiap hari 30 menit sampai 1 jam, buat jadwal yang rutin agar bisa anda bisa menulis. Terserah menulis tema apa saja yang penting anda menulis. Kalau ini anda lakukan anda akan mulai terbiasa menulis. Dan anda akan terkejut jika melihat hasilnya. Coba kalau setiap hari hanya satu halaman dengan spasi 1,5 huruf Times New Roman maka dalam sebulan 30 halaman maka jika tiga bulan menjadi 90 – 100 halaman maka itu sudah bisa menjadi fastbook atau buku saku. Artinya kita sudah bisa menghasilkan buku dalam waktu 3 bulan. Syaratnya, jika anda istiqomah menulis setiap hari. Berani mencoba?

Sobat, salah satu cara membangun mental menulis adalah dengan mengingat apa manfaat atau benefit menulis untuk kita. Imajinasikan pada diri kita bahwa semua itu akan menjadi milik kita jika mampu menulis sebuah buku. Kita akan banyak sekali mendapatkan keuntungan mulai dari materi,popularitas, manfaat buat orang lain, pahala, nilai tambah, dan lain-lain. Berbagai keuntungan menulis buku adalah sebagai berikut:

1. Memperoleh passive income
2. Sebagai media untuk kenaikan karier atau pangkat
3. Promosi diri sendiri
4. Mengalami kebanggaan yang tak ternilai
5. Memberi sesuatu kepada orang banyak atau menjadi ladang amal sholih.
6. Warisan bagi peradaban manusia.
7. Menjadi inspirator
8. Menghindari kepikunan dan menjaga kesehatan
9. Bisa menjadi ladang pekerjaan di masa pensiun.

Sobat, sebagai penutup tulisan singkat ini. Sekarang saatnya bertindak. Take Action ! mulailah sekarang juga untuk menulis. Menulis apa saja yang bisa anda tulis. Menulislah tanpa memikirkan dampak yang akan diperoleh dari kegiatan menulis. Menulis dan sebarkan sebanyak mungkin kepada orang. Menulislah di blog atau facebook. Pokoknya menulislah kalau tidak anda akan menjadi manusia primitif. Kalau kita ingin mencapai sesuatu, niat atau semangat saja sama sekali tidak cukup. Kita harus segera memulainya sekarang juga. Just Do it! Action! Action! Action Now!

Salam dahsyat dan luar biasa!

( N.Faqih Syarif H – Spiritual Motivator, penulis buku Al quwwah ar ruhiyah, kekuatan spirit tanpa batas. www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com)

Monday, October 5, 2009

Melejitkan kekuatan diri.

Melejitkan Kekuatan Diri! (RESENSI)
By.Radinal Mukhtar

Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia, dalam bukunya Tuhan Inilah Proposal Hidupku, menjelaskan bahwa cara pertama yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang sukses lagi mulia adalah dengan meyakini bahwa diri kita adalah masterpiece Tuhan yang tiada duanya. Semenjak dilahirkan dalam hidup ini, kita telah ditakdirkan untuk menjadi pribadi yang istimewa, yang tak memiliki kesamaan dengan pribadi lainnya. Setelah itu, barulah kita akan menjalankan tahap-tahap selanjutnya yaitu dengan menetapkan prestasi terbaik, menjadi expert atau ahli dibidangnya, menyempurnakan kehidupan pribadi hingga akhirnya menyempurnakan lingkungan sekitar.

Hal tersebut sangatlah senada dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam al-Qur'an surah At-Tin Ayat 4, yang menjelaskan bahwa kita (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dalam bentuk yang terbaik dibanding ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sebuah penelitian Tony Buzan, yang dikutip oleh Faqih Syarif dalam bukunya Al-Quwwah Ar-Ruhiyah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat energi atom yang cukup besar untuk membangun kota terbesar di dunia beberapa kali. Mata manusia mampu mendeteksi lebih dari 10 juta warna yang berbeda secara instan. Begitu pula telinga, hidung dan juga mulut yang memiliki kemampuan luar biasa dibanding tekhnologi mutakhir yang paling canggih sekalipun. (Faqih Syarif, 2009)

Lantas, bila kita memang diciptakan dengan potensi yang sangat luar biasa tersebut, mengapa kehidupan yang kita alami berbeda? Ada yang menjadi pengusaha sukses, namun ada juga yang mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Ada yang menjadi orang kaya namun lebih banyak yang menjadi orang miskin. Apa yang membedakan mereka? Jawabannya adalah Motivasi diri.

*****

Buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah pun lahir juga dengan landasan sebuah motivasi. Dalam pengantarnya, Penulis menjelaskan bahwa buku tersebut lahir berkat dua motivasi besar;

Pertama adalah untuk mengetahui mengapa ummat islam terdahulu, sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab sirah dan tarikh, dapat melakukan hal-hal yang luar biasa bahkan diluar batas kemampuan muslim lainnya, padahal memiliki potensi yang sama. dan Kedua adalah untuk dakwah yang merupakan tugas yang mulia bagi ummat manusia.

Buku setebal 212 halaman ini diawali dengan penjelasan tentang tiga macam motivasi yang dipakai manusia pada umumnya, dalam menjalani kehidupan; yaitu motivasi materi (al-Quwwah ar-Madiyah), motivasi emosional (al-Quwwah al-Ma'nawiyah) dan terakhir dan yang akan dibahas dengan panjang lebar adalah motivasi spiritual (al-Quwwah ar-Ruhiyah). Penjelasan tentang tiga macam motivasi tersebut semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang ada disekeliling kita sendiri.

Pada bab ke-dua, penulis yang sedang merintis pesantren terbuka Fikrul Mustanir tersebut menjelaskan dengan panjang lebar tentang motivasi spiritual (Al-Quwwah Ar-Ruhiyah) yang pada akhirnya mempunyai titik akhir pada lillahi ta'ala (Allah lah segala-galanya). Dan itulah sebabnya, jika kita baca kitab-kitab sirah dan tarikh, ummat islam dapat memenangkan peperangan melawan kaum kafir yang jauh lebih banyak jumlahnya dan jauh lebih baik senjatanya. Begitu pula dengan pahlawan-pahlawan kemerdekaan negeri ini, yang mampu memenangkan peperangan melawan penjajah yang bersenjata lengkap, dengan hanya mengandalkan bambu runcing sebagai senjata. Al-Quwwah Ar-Ruhiyah (Kekuatan Spiritual) telah menjadikan mereka mencintai kematian sebagaimana penjajah mencintai kehidupan.

Dan, pada bab-bab selanjutnya, yaitu bab 3 sampai bab 6, kita akan mendapatkan penjelasan tentang cara-cara melejitkan potensi diri berikut dengan tips-tips yang mudah dipahami dan sangat baik untuk dikerjakan. Kita akan diarahkan untuk dapat memahami potensi-potensi yang ada dalam diri kita dengan cara memahami hakikat kehidupan. Kita juga akan diarahkan untuk menyusun target-target prioritas kita jauh kedepan dengan cara SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Reality-Based, Trackable). Bahkan, kita akan diajak untuk memandang kehidupan dengan sebuah pandangan (paradigma) yang benar, paradigma yang tidak terpengaruh oleh lingkungan tetapi dapat mempengaruhi lingkungan.

******

Sebuah pepatah pernah mengatakan, TIDAK ADA BUKU BARU ATAU BUKU LAMA, yang ada adalah BUKU YANG TELAH DIBACA ATAU BUKU YANG BELUM DIBACA. Karena itulah, membaca buku ini, saya rasa tidaklah menjadi permasalahan yang sangat rumit bagi kita. Selain karena bahasanya yang renyah dan mudah dipahami, ukuran buku yang mini sehingga dapat dibawa kemana-mana ataupun dibaca disaat menunggu ataupun santai, buku ini sangatlah bermanfaat bagi kita.

Terakhir, satu kunci yang saya dapatkan ketika menghadiri Launching buku ini adalah TIDAK ADA MANFAATNYA TANPA ADA PRAKTEK. Lejitkanlah kekuatan diri yang ada dalam diri kita masing-masing untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar, dalam bahasanya Fachmy Casofa, inspiratif. Yang memiliki Satu Jiwa namun menghasilkan Sejuta Karya. LUAR BIASA!!!

Judul : Al-Quwwah Ar-Ruhiyah; Kekuatan Spirit Tanpa Batas
Penulis: N. Faqih Syarif H
Penerbit: AlBirr Press

; Catatan Launching Buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah di Gramedia Expo, Rabu 04 Oktober 2009
Radinal Mukhtar Harahap

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co