Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, September 16, 2009

Insya Allah Kita akan berlebaran serentak baik NU,Muhammadiyah,HTI,Persis, Al-Irsyad,..


Apakah lebaran kali ini akan kita rayakan bersama-sama? Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, maka kondisi hilal pada akhir bulan Ramadhan kali ini memberi peluang kita akan lebaran bersama-sama. Apakah demikian? Berikut prediksi awal Syawal 1430 Hijriyah.

Rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawwal 1430 Hijriyah akan dilaksanakan pada Sabtu sore (19/9) bertepatan dengan 29 Ramadhan 1430 H. Data rukyat untuk Yogyakarta: Matahari terbenam pada pukul 17:35 WIB pada azimuth 271°14' - Tinggi Bulan saat Matahari terbenam 5°25' di atas ufuk Hakiki pada azimuth 264°21' atau di sebelah kiri-atas posisi Matahari. Bulan terbenam pada 18:02 WIB pada azimuth 263°23'. Walaupun rukyat menggunakan mata telanjang adalah mustahil pada kondisi seperti ini, namun dalam kondisi cuaca yang cerah dan didukung oleh peralatan bantu penglihatan (teleskop/binokuler) maka masih ada peluang hilal dapat dirukyat.

RHI Yogyakarta merencanakan akan melakukan rukyatul hilal bersama Tim BHR DIY pada Sabtu, 19 September 2009 di beberapa lokasi rukyat di DIY. Antara lain POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta, POB Bukit Brambang Pathuk Gunungkidul dan POB Pantai Trisik Kulonprogo. Kesemua lokasi akan dilengkapi peralatan rukyat yang cukup standard. Bahkan di lokasi rukyat utama di POB Bela-belu akan dipasang teleskop yang sangat canggih yang dapat mencari dan mengikuti gerakan Bulan secara otomatis yaitu Teleskop VIXEN dengan hand controlnya yang dinamakan Starbook.

Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit Danjon diberlakukan maka di wilayah Indonesia ada peluang dapat menyaksikan hilal walaupun harus menggunakan alat bantu teleskop maupun binokuler serta pada kondisi cuaca yang bagus. Sementara rukyat menggunakan mata telanjang adalah mustahil pada kondisi hilal seperti ini. Dan sangat besar kemungkinan akan ada laporan rukyat dari lokasi-lokasi yang bahkan hanya menggunakan mata telanjang. Namun demikian, walaupun hal ini mustahil laporan tersebut akan dijadikan acuan penetapan awal bulan pada sidang isbat yang digelar di Jakarta dan menetapkan awal bulan jatuh pada : Ahad, 20 September 2009

2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :



Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku.

Menurut Peta Ketinggian Hilal di atas pada hari pertama ijtimak syarat Imkanurrukyat MABIMS sudah terpenuhi. Dengan demikian awal bulan jatuh pada : Ahad, 20 September 2009

3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah menyatakan bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam". Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di beberapa bagian wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal sudah terpenuhi. Maka awal bulan ditetapkan jatuh pada : Ahad, 20 September 2009

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

Pada hari pertama ijtimak zone Barat maupun zone Timur sudah masuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

Zona Timur : Ahad, 20 September 2009

Zona Barat : Ahad, 20 September 2009

( Sumber RHI,Rukyatul Hilal Indonesia )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co