Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Friday, August 21, 2009

Rumahku-Surgaku: Membentuk Keluarga Muslim yg ideologis, solid dan harmonis.


Membentuk Keluarga muslim yang ideologis, solid dan harmonis.
Rumahku-Surgaku


Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, dia pandai bersyair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang.
Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat.
Kalaulah tidak karena terlalu ramai orang menangis di sampingku
ke atas mayat-mayat mereka, niscaya aku bunuh diriku."

Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diberi ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mendidik anaknya sejak kecil agar jangan takut menghadapi peperangan.

Pada tahun 14 Hijriyah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah sebanyak 41.000 orang tentara. Khansa telah mengerahkan keempat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentara Islam.

Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-saudaramu, aku tidak pernah merendahkan keturunan kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."

Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang artinya, "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, mudah-mudahan menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat ibu yang disayanginya.

Selanjutnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah kamu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncaknya ketika terjadi pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."

Subuh besoknya semua tentara Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah yaitu shalat Subuh, kemudian berdoa semoga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abi Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-siap. Perang satu lawan satu pun berlangsung dua hari. Pada hari ketiga dimulailah pertempuran besar-besaran. 41.000 orang tentara Islam melawan tentara Farsi yang berjumlah 200.000 orang. Pasukan Islam mendapat perlawanan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah.

Putera-putera Khansa maju untuk merebut kesempatan memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari ibunya, mereka tidak sedikit pun merasa takut. Sambil mengacung-acungkan pedang, salah seorang dari mereka bersyair, "Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan memberikan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bermakna dan bermanfaat. Insya Allah akan kita buktikan sebentar lagi."

Kemudian ia maju menghadang setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menghadang setiap musuh. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair, "Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu kami. Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah."

Anak Khansa yang ketiga pun segera melompat dengan beraninya dan bersyair, "Sungguh ibu kami kuat keinginannya, tetap tegas tidak goyah. Beliau telah mengingatkan kita agar bertindak cakap dan berakal cemerlang. Itulah nasihat seorang ibu terhadap anak-anaknya. Mari! segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati. Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."

Terakhir anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul kakak-kakaknya untuk memberikan semangatnya ia pun bersyair, "Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak laki-laki. Dan bukanlah pula karena 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal. Kalau aku tidak membuat tentara asing yang berkelompok-kelompok itu terjungkal ke jurang bahaya, dan musnah musuh oleh senjataku."

Bertempurlah keempat putera Khansa dengan tekad yang bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat ibunya yang berada di garis belakang. Pertempuran semakin hebat. tentara Islam pada mulanya kebingungan dan kacau karena pada mulanya tentara Farsi menggunakan tentara bergajah di barisan depan, sementara tentara berjalan kaki berlindung di belakang gajah itu. Namun tentara Islam dapat mencederai gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bagian tubuh lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, menginjak-nginjak tentara Farsi yang lainnya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari tunggang-langgang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah telak, dari 200.000 tentaranya hanya sebahagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.

Umat Islam lega. Kemudian mereka mengumpulkan tentara Islam yang gugur. Ternyata yang mati syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7.000 orang. Dari 7.000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Seketika itu juga tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak goyah. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan, "Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!".

Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para prajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelar kehormatan 'Ummu syuhada yang artinya ibu dari orang-orang yang mati syahid.

Semoga setiap keluarga muslim dapat menjadi tim yang tangguh dan harmonis seperti halnya yang dicontohkan oleh Al-Khansa dan keluarganya, Rasulullah saw dan para isterinya. Agar semangat berjuang dan berdakwah tetap terpelihara dalam suasana rumah tangga yang harmonis, diperlukan sikap dan langkah sebagai berikut :

1. Menyatukan komitmen dalam berumahtangga di mana suami-isteri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideology Islam. Tanamkan Aqidah dan ajaran Islam yang benar pada keluarga.

2. Memberikan harta yang halal untuk keluarga.

3. Mengenal secara rinci karakter pasangan, anak-anak kita dan keluarga kita. Hal ini penting untuk mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk saling memberi masukan dan mengingatkan.

4. Mengetahui kegiatan harian satu sama lain, beserta target dakwah yang ingin dicapai. Keduanya bisa saling mendorong dan memberi semangat untuk mencapai target dakwah masing-masing.Menumbuhkan sikap pengertian dan amanah.

5. Jalin komunikasi yang lancar, melalui telephon atau sms yang berisi ayat-ayat atau hadis yang berisi motivasi untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam berdakwah.

6. Sempatkan untuk berdiskusi sama-sama dalam mengikuti perkembangan berita lewat TV,Radio atau Koran bahas dengan sudut pandang Islam.

7. Guna memperkuat nafsiyah islamiyah, suami-isteri dan anak dapat melaksanakan sholat berjamaah, qiyamul lail, puasa sunnah dan tadarus al-Qur’an bersama-sama agar suasana ruhiyah anggota keluarga tetap terpelihara di dalam rumah.

8. Seminggu sekali melakukan kajian tentang shirah Rasul dan sahabat diantara anggota keluarga, untuk menggugah semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah dengan menjadikan rasul dan sahabat sebagai teladan.

9. Melakukan shillah ukhuwah terhadap teman-teman seperjuangan yang memiliki semangat dan komitmen tinggi terhadap dakwah, untuk mendapatkan semangat dan energy baru.

10. Mengajak seluruh keluarga untuk hadir dalam acara-acara dakwah tertentu seperti tablig akbar, masirah, agar tersuasana semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat akan dekatnya pertolongan Allah Swt kepada umat Islam.

11. Membuat perencanaan dakwah bersama untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah.

Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga-keluarga muslim yang kuat, harmonis dan beridelogi Islam. Maka Insya Allah pertolongan Allah akan semakin dekat dan kemenangan tinggal menunggu waktu.

"dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (TQS. Al-Furqan : 74)


Amin Ya Rabbal’alamin.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.
( Spiritual Motivator Master Trainer Quantum Spirit – N.Faqih Syarif H S.Sos.I, M.Si., www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co