Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, August 19, 2009

Raihlah Kemerdekaan Hakiki!


Raihlah Kemerdekaan Hakiki dengan Syariah Islam !

Mungkin kita sudah lupa, berapa kali kita sudah merayakan kemerdekaan kita. Akan tetapi, benarkah kita benar-benar sudah merdeka? Jawabannya: Belum!

Secara ekonomi, jelas kita masih dijajah. Kebijakan-kebijakan ekonomi kita masih merujuk pada Kapitalisme Barat. Ketergantungan ekonomi kita pada negara-negara kapitalis Barat juga luar bisa. Yang paling menyolok adalah utang luar negeri yang terus bertambah dan menjadi beban yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Secara politik, kita juga masih dijajah. Buktinya, sistem politik yang kita anut, yakni demokrasi, lagi-lagi berasal dari negara kapitalis penjajah. Tragisnya, demokrasi menjadi alat bagi penjajah Barat untuk menjamin kepentingan-kepentingannya.

Lihat juga hukum kita. Hampir bisa disebut masih didominasi oleh hukum-hukum kolonial.


Di samping itu, kemiskinan menjadi penyakit umum rakyat; busung lapar dan gizi buruk terjadi di mana-mana. Negara juga belum berhasil membebaskan rakyatnya dari kebodohan. Jadilah rakyat semakin lengkap penderitaannya.


Rakyat juga masih belum aman. Pembunuhan, penganiyaan, dan kriminalitas menjadi menu harian rakyat Indonesia. Bukan hanya tidak aman dari sesama, rakyat juga tidak aman dari penguasa mereka. Hubungan rakyat dan penguasa bagaikan hubungan antarmusuh. Tanah rakyat digusur atas nama pembangunan. Pedagang kaki lima digusur di sana-sini dengan alasan penertiban. Pengusaha tidak aman dengan banyaknya kutipan liar dan kewajiban suap di sana-sini. Para aktifis Islam juga tidak aman menyerukan kebenaran Islam; mereka bisa diculik kapan saja dan dituduh sebagai teroris.


Mengapa kita masih belum benar-benar merdeka dari penjajahan? Jawabannya sederhana: kita masih memakai sistem yang berasal dari penjajah, yaitu Kapitalisme. Kita juga masih percaya kepada penguasa, politisi, dan para intelektual yang menjadi kaki tangan penjajah.


Karena itu, kunci agar kita benar-benar mampu melepaskan diri penjajahan ada dua: (1) melepaskan diri dari sistem kapitalis dalam segala bidang; (2) jangan percaya pada penguasa dan politisi yang menjadi kaki tangan negara-negara kapitalis.

Tentu saja, tidak sekadar melepaskan diri dari sistem kapitalis. Sebagai solusinya, kita harus menerapkan aturan-aturan Islam dalam seluruh kehidupan kita. Hanya dengan syariat Islamlah kita dapat lepas dari aturan-aturan penjajahan. Hanya dengan syariat Islam pula kita bisa meraih tujuan-tujuan bernegara.


Syariat Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat karena kebijakan politik ekonomi Islam adalah menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Lebih dari kebutuhan pokok (primer), negara juga akan memberikan kemudahan kepada rakyat untuk mendapatkan kebutuhan sekunder dan tersier. Jadi, jangan Anda bayangkan kalau syariat Islam tegak, Anda tidak boleh punya BMW atau rumah bagus. Tentu saja boleh, asal diperoleh dengan cara yang halal.


Negara juga akan menjamin kebutuhan vital bersama rakyat seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan kemudahan transportasi. Khilafah Islam juga akan menjamin keamanan rakyat dengan menerapkan hukum yang tegas.


Sering muncul sanggahan untuk kembali pada syariat Islam. Mereka yang pro penjajah kapitalis sering mencontohkan kemajuan Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang sejahtera, aman, serta mengalami kemajuan sains dan teknologi karena menerapkan sistem kapitalis. Lalu muncul pernyataan sinis, kalau dengan Kapitalisme bisa sejahtera dan maju, mengapa harus dengan syariat Islam?


Mereka lupa, Kapitalisme memiliki cacat yang mendasar. Pertama, sistem Kapitalisme tidak menenteramkan jiwa. Memang, negara-negara kapitalis telah menunjukkan kemajuan yang besar di bidang peradaban fisik sains dan teknologi, tetapi kehidupan sosial mereka hancur-hancuran. Kehausan spiritual, perpecahan keluarga, sampai gejala kesepian merupakan penyakit sosial yang merajalela di sana.


Kedua, kejayaan peradaban fisik sistem Kapitalisme dibangun atas penderitaan rakyat negara lain yang mereka jajah. Tidak segan-segan mereka memerangi suatu negara untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara itu. Contohnya adalah Irak. Mereka juga memiskinkan negara-negara lain lewat jebakan utang luar negeri, dominasi mata uang dolar, dan investasi asing yang lebih menguntungkan Barat. Untuk kepentingan ekonominya, mereka membuat berbagai perang. Tidak mengherankan jika di wilayah yang kekayaan alamnya besar, biasanya di sana mereka membuat konflik. Contohnya adalah di Irak, Afganistan, Sudan Selatan, Asia Tengah, dan Indonesia—di Aceh, misalnya.


Sebaliknya, dalam sistem Islam, kemajuan sains dan teknologi dan pembangunan fisik lainnya yang sifatnya materi bisa diraih, tetapi sekaligus juga menenteramkan jiwa. Sebab, Islam membolehkan rakyatnya untuk mengadopsi sains dan teknologi maju dari manapun, bahkan mendorong negara untuk menguasai dan mengembangkannya; tidak lain untuk keperluan melayani masyarakat dan jihad menyebarluaskan dakwah Islam. Wajar jika pada masa Islam ditegakkan, umat Islam unggul dalam sains dan teknologi. Itu terjadi pada masa Khilafah. Pada saat yang sama, kalbu-kalbu mereka merasa tenteram, karena Islam dibangun atas dasar akidah Islam yang memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia.

Daulah Khilafah Islam juga tidak memiliki motif ekonomi untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara yang tunduk pada Islam. Daulah Khilafah Islam akan mensejahterakan seluruh rakyatnya; baik rakyat yang menaklukkan atau yang ditaklukkan; Muslim atau non-Muslim.

Terakhir, ini yang jelas tidak dimiliki oleh sistem kapitalis, yakni keridhaan Allah Swt. Dengan sistem Islam, rakyat, di samping mendapat kebahagian di dunia, juga akan mendapat kebahagian di akhirat, karena mereka telah melakukan sesuatu yang diridhai Allah dengan menjalankan syariat-Nya. Itulah kemerdekaan sejati yang hanya akan kita raih dengan cara menegakkan syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Allâhu akbar! [Farid Wadjdi ]

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co