Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, June 14, 2009

Cerdas dengan Menata Pikiran Kita


Cerdas dengan Menata Pikiran kita.
Sobat, pikiran kita bisa menjadi sumber nutrisi yang diperlukan oleh diri kita, tetapi juga bisa menjadi racun yang mematikan diri kita. Dengan kata lain, kawan dan musuh terbesar kita adalah pikiran kita. Kalau kita memikirkan kebahagiaan, kita akan bahagia. Kalau kita berpikiran sedih, kita akan menjadi sedih. Kalau kita berpikiran bisa, Insya Allah kita akan bisa. Jika kita berpikiran gagal, maka bisa jadi kita akan benar-benar gagal. Kalau kita berpikiran bahwa kita bodoh dan tidak bisa menguasai pelajaran, maka ia akan amenggiring kita menjadi benar-benar bodoh. Begitu seterusnya. Sekali lagi pikiran kita menentukan tindakan kita.

Dr. ’Aidh al-Qarni pernah mengatakan salah satu cara terbaik untuk menajamkan dan mengontrol pikiran adalah melakukan pekerjaan yang menyenangkan dan bermanfaat. Karena orang-orang yang menganggur adalah orang-orang yang suka mengkhayal dan menyebarkan berita yang tidak jelas.

Sobat, saatnya langkah awal kita untuk mengubah diri, yaitu dengan menata pikiran kita. Orang yang dipenuhi pikiran optimis, tidak ada hal yang dapat membuatnya gagal. Namun, bila pesimisme yang memenuhi ruang pikiran kita, hal-hal yang tidak menguntungkan akan dianggap sebagai kegagalan. Dari hal ini kita dapat menemukan sebuah rumusan bahwa kegagalan sesungguhnya lebih banyak ditentukan oleh isi pikiran yang membisikkan kata gagal dalam diri kita daripada kegagalan itu sendiri. Jadi, hindarkan diri untuk berpikiran negatif.

Sobat, Ibnu al-Jauzi pernah berkata, ”Barangsiapa menggunakan pikirannya yang jernih, hal itu menunjukkan bahwa ia sedang mencari kedudukan yang mulia, dan menghindari kekurangan dalam segala hal.” Oleh karena itu, langkah yang harus kita lakukan adalah menata pikiran kita agar jiwa dan tindakan terkondisikan. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menata pikiran kita? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan :

1. Eliminasi. Hilangkan pikiran-pikiran negatif yang ada dalam diri kita.Pikiran-pikiran negatif akan menguras energi jiwa. Ketika energi jiwa terkuras, maka kita akan kehilangan spirit dan motivasi untuk melaukan tindakan. Padahal, spirit dan motivasi menjadi generator yang menggerakkan diri kita untuk terus belajar. Kita tidak akan berkembang dengan baik karena ada ” gembok-gembok mental” yang mengunci potensi diri kita. Dan gembok-gembok itu sayangnya adalah pikiran kita sendiri.

2. Substitusi. Mengganti pikiran-pikiran negatif dengan pikiran-pikiran positif yang bersumber dari nilai-nilai Ilahiyah, misalnya setiap orang diberi kecerdasan sendiri-sendiri oleh Allah, Allah akan memudahkan kita dalam belajar asal kita melakukan dengan gigih, dan seterusnya. Lakukan afirmasi positif ; berupa penetapan yang positif, penegasan atau peneguhan akan diri kita. Hal ini penting untuk menata diri kita.

3. Visualisasi.Usaha yang kita lakukan untuk membuat gambaran nyata tentang keinginan-keinginan kita. Kita mendorong otak kita bekerja untuk membayangkan tujuan hidup kita dengan detail dan jelas. Ia merupakan cita-cita tertinggi yang terlukiskan dengan detail dan memiliki pijakan basis rasinalitas yang kuat.

4. Do’a. Menata pikiran dapat juga dilakukan dengan doa. Doa memberikan efek penguatan secara emosional. Lafal-lafal doa yang dipanjatkan dengan khusyuk dan dilandasi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah akan mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya akan meningkatkan motivasi dan optimis. Seseorang yang memiliki tingkat harapan yang lebih tinggi. Keadaan ini menyebabkan bekerjanya fungsi akal dan emosi secara lebih baik.

Sobat, sebagai penutup dari tulisan ringkas ini, agar belajar kita menjadi berkah ada tiga hal yang harus kita lakukan ; Motivasi yang ikhlas, belajar dengan sebaik-baiknya serta pemanfaatan hasil usaha (belajar) dengan tepat.
Jangan lupa sobat, iringi do’a-do’a kita dengan kegigihan dalam belajar, panjatkan do’a dengan pikiran dan emosi positif, hindari kemaksiatan dan segala makanan dan minuman yang diharamkan Allah karena hal itu akan menjadi penghalang terkabulnya do’a. Berdo’alah dengan kekhusyukan, kesungguhan, keikhlasan serta menyertakan hati secara penuh kepada Allah Swt. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua dan mengabulkan do’a-do’a kita. Amin.
Salam dahsyat dan luar biasa!
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivador – N.Faqih Syarif H )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co