Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, June 22, 2009

Bacalah!Bacalah!Bacalah! Sebuah Buku adalah Setetes Ilmu


Sebuah buku adalah setetes Ilmu
Bacalah!

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[*],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(TQS Al-'Alaq 1-5)
[*] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

Sobat, Iqra’ merupakan perintah pertama Allah Swt yang luar biasa kepada kita umat manusia. ”Bacalah!” Mengapa kok harus membaca? Karena ia adalah pijakan dasar bagi tumbuh dan berkembangnya peradaban Islam. Sebuah peradaban yang meletakkan kesadaran dan pengetahuan sebagai titik awal perkembangan. Sebuah peradaban yang dibangun melalui tradisi literasi yang kuat, yaitu tradisi yang menempatkan membaca dan menulis sebagai pijakan.
Sekarang mari kita telaah dan baca surat al-’alaq ayat 1-5 yang saya tulis sebagai pembuka artikel ini. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat-ayat pertama yang diturunkan Allah merupakan rahmat Allah yang terbesar untuk umat manusia. Dalam permulaan surat al-’alaq ini Allah menyuruh Rasulullah Saw untuk gemar membaca demikian pula umatnya. Dan kegemaran membaca itu harus dilandasi harapan untuk mendapatkan hidayah dari Allah.
Mereka yang menjadikan kegiatan membaca sebagai tradisi atau kebiasaan dalam hidupnya akan mendapatkan pencerahan jiwa dan akal. Melalui membaca Allah akan menganugerahkan pemahaman, wawasan, dan ilmu pengetahuan.
Sobat, Kegiatan membaca dikaitkan dengan nama Allah pada ayat di atas mengandung maksud mengantarkan agar setiap muslim pada kesadaran bahwa motivasi dasar dalam membaca adalah karena Allah. Selain itu, muncul kesadaran bahwa Allah adalah guru terbaik bagi kita. Sebagaimana Allah berfirman :
•          
”....dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (TQS. Al-baqarah : 282)

Tidak hanya sekali Allah perintahkan kepada kita untuk membaca. ”Iqra’ wa rabbuka al-akram” Penegasan ini memberikan dorongan kepada kita untuk meningkatkan minat baca. Allah menjanjikan manfaat yang besar dari kegiatan membaca sebagaimana yang telah dijelaskan di atas (dianugerahi pemahaman,wawasan dan ilmu pengetahuan).
Sobat, para generasi awal islam paham betul akan ayat pertama ini dan begitu melekat pada karakter mereka sehingga membaca dan menulis benar-benar dijadikan sebagai kegiatan yang memperkaya akal dan jiwa mereka. Buku menjadi makanan yang bergizi yang paling berarti bagi mereka. Generasi yang tergila-gila dengan buku menggeser kebutuhan-kebutuhan lainnya. Sahib Ibnu Abbad menolak menjadi pejabat di samarkand alasannya dia repot memindahkan buku-bukunya yang diperkirakan diperlukan 400 ekor unta ke samarkand. Hanya karena buku, dia menolak menjadi pejabat penting! Subhaanallah! Begitu tergila-gilanya mereka sama buku dan budaya membaca generasi awal Islam saat itu luar biasa. Bagaimana dengan kita sekarang?
Buku sangat berharga bagi Imam al-ghazali, ketika ia dirampok, beliau mengatakan kepada perampok, ”Silahkan kalian ambil semua hartaku termasuk uang yang aku bawa tapi jangan buku itu. Demi buku itu aku meninggalkan tanah kelahiranku.” Imam An-Nawawi rumahnya penuh sesak buku atau tumpukan kitab sehingga ketika ada tamu ia menumpuk kitab-kitabnya sehingga sedikit ada ruang untuk duduk tamunya. Bahkan Imam Ibnu Katsir akibat ketekunan dalam membaca dan menulis di malam hari beliau mengalami kebutaan. Subhaanallah, semoga Allah memberikan kemuliaan kepada para ulama kita yang memberikan contoh dan teladan akan pentingnya membaca, menulis dan ilmu pengetahuan tersebut.
Ada kisah menarik juga terkait dengan kecintaannya pada buku dan perpustakaan yaitu Ibnu Sina. Saat itu usianya baru 18 tahun, namun kemashurannya dalam dunia kedokteran telah tersebar di penjuru tempat. Suatu ketika dia diundang untuk mengobati pembesar samanid, Nuh bin Mansur dan akhirnya Nuh bin Mansur dapat disembuhkan, ia bertanya kepada Ibnu Sina, ”Hadiah besar apa yang paling anda inginkan?” jawab Ibnu Sina, ” Saya tidak meminta yang lainnya, kecuali izinkan saya belajar di perpustakaan pribadi anda yang sangat besar jumlah koleksi bukunya.”
Sobat, mari sekarang kita renungkan dan bandingkan dengan kita sekarang ini. Cobalah bayangkan dengan kondisi kita saat ini. Toko buku sangat terbatas padahal dulu pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid di bagian kecil salah satu desa di dekat baghdad jumlah toko buku lebih dari 100 toko. Saat itu ada 36 perpustakaan umum besar di kota Bagdad.
Ibnu Qayyim Al-Jauzi pernah menuturkan, ”Selama menuntut ilmu aku telah membaca buku sebanyak dua puluh ribu jilid. Dengan buku aku dapat mengetahui sejarah para ulama salaf, cita-cita mereka yang tinggi, hafalan mereka luarbiasa, ketekunan ibadah mereka, dan ilmu-ilmu mereka yang menakjubkan. Semua itu jelas tidak mungkin diketahui oleh orang yang malas membaca.”
Sobat, Mari kita bangkit dan meneladani para ulama salaf kita yang begitu luar biasa penghargaan mereka terhadap membaca, menulis dan ilmu pengetahuan. Kondisi saat ini di negara kita toko buku sangat terbatas hanya ada di kota-kota besar, jumlah buku yang bergizi amat sedikit. Minat baca rendah. Perpustakaan yang beberapa gelintir ternyata miskin koleksi buku. Sementara itu gerai Handphone dan rumah butik, kafe-kafe di sekitar kampus lebih marak daripada kios buku. Pelajar dan mahasiswa kita benar-benar ”jempol” maksudnya lebih banyak pakai jempol dan jari tangannya untuk nekan nomor HP ketimbang membawa dan membaca buku atau sumber bacaan lainnya.
Padahal sobat, Al-Jauzi mengatakan,” Jalan kesempurnaan dalam menuntut ilmu adalah suka menelaah buku-buku bergizi.”
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co