Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, April 21, 2009

Kekuatan Motivasi dan pentingnya Memotivasi diri


Kekuatan Motivasi dan Pentingnya Memotivasi Diri
Motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi memiliki peranan yang sangat vital dalam kehidupan. Tanpa adanya motivasi. Orang tidak akan bergerak melakukan sesuatu. Motivasi juga merupakan penggerak awal dari setiap aktivitas seseorang dalam hidupnya. Orang yang sedang termotivasi akan mudah digerakkan dan diarahkan. Sementara orang yang bekerja karena terpaksa maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Manusia berbeda dengan binatang yang bisa dicambuk dan disuruh dengan paksaan. Manusia adalah makhluk yang bergerak atas motif-motif tertentu yang ada dalam dirinya.
Menurut An-Nabhanny ada tiga dorongan ketika manusia melakukan perbuatan :
1. Dorongan Materi ( al-quwwah al-madiyyah) : Memotivasi manusia dengan janji-janji kenaikan gaji, peningkatan bonus, dapat mobil, dapat trip perjalanan ke luar negeri dan motivasi lainnya yang bersifat materi. Ini adalah motivasi yang paling rendah karena sifatnya sesaat dan bukan jangka panjang mudah sekali drop atau loyo kalau tidak terpenuhi.
2. Dorongan Emosi ( al-quwwah al-ma’nawiyah): Ada lagi motivasi yang jauh lebih kuat dan efektif dari sekedar materi yaitu motivasi karena dorongan emosi dan perasaan. Di mana ada alasan emosional yang cukup kuat dan menyentuh perasaan kenapa dia harus berubah dan bertindak.
3. Dorongan Spiritual ( al-quwwah ar-ruhiyyah ) : Ada lagi motivasi yang paling kuat dan lebih bertahan lama dan bersifat jangka panjang. Motivasi ini datang dari keyakinan dan nilai-nilai yang dianut seseorang. Sebagai seorang muslim, sudah pasti ayat –ayat Al-Qur’an dan al-hadits akan menjadi motivator utama kita dalam mengarungi kehidupan.

“ Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”
(TQS. Al-Jatsiyah (45) : 20).

Sobat, ketika seseorang itu melakukan sesuatu di mana dorongan hanya semata-mata materi saja maka akan mudah sekali putus asa jika apa yang ia inginkan berupa materi tidak tercapai. Seorang calon bupati di kabupaten ponorogo jawa timur yang ikut bertarung di pilkada tahun 2008 kemarin yang telah menghabiskan dana sekitar 9 Milyar dan ternyata kemudian gagal maka dia stress dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa, ada juga calon gubernur yang juga sudah habis puluhan milyar dan meninggalkan jabatan bupatinya yang masih dua tahun masa jabatannya demi meraih kursi gubernur dan ternyata gagal maka apa yang terjadi? stress dan sekarang kena stroke.

Seorang Ibu Rumah tangga yang alumni IPB, Ir. Tri Mumpuni Wiyatno bersama suaminya telah berkeliling nusantara melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTMH). Hanya satu Visi dan Misi yang Ia bawa, ”Hidup Ini untuk Ibadah dan Memajukan serta memberdayakan umat”. Dia menerangi desa dalam arti sebenarnya. Melalui kegigihannya dan PLTMH ini sudah lebih dari 100 desa miskin di Indonesia dapat menikmati listrik yang bertenaga air yang ramah lingkungan. Targetnya, dalam sepuluh tahun ke depan, minimal separuh desa di indonesia akan mengalami kemajuan dan bisa memanfaatkan programnya yang bersifat jangka panjang tidak hanya PLTMH tetapi berlanjut dengan pemberdayaan masyarakat desa. Mereka diajari untuk mengelola listrik desa, ada yang bagian perawatan, bagian menajemen keuangan dari hasil iuran warga, diajari juga kemandirian ekonomi, kewirausahaan sesuai dengan potensi desa masing-masing sehingga listrik swakelola desa ini berdampak ganda tidak hanya desa jadi terang tapi kesejahteraan masyarakat desa juga meningkat. Ketika di tanya ,”Apa tidak banyak hambatannya?” Beliau menjawab , ”Pasti segala sesuatu itu ada hambatannya, tapi yakinlah suatu niat yang baik semata-mata hanya berharap kepada-Nya pastilah Allah akan menolong kita. Kita harus pandai bersyukur kepada Allah. Cara bersyukur saya adalah dengan berbagi bersama orang lain yang tidak punya. Yang saya pegang dalam hidup ini ada tiga poin . Pertama. Orang yang berbagi rezki itu, pasti tambah kaya. Kedua.Orang yang berbagi ilmu itu pasti tambah pintar. Ketiga. Orang yang berbagi senyum itu pasti akan bertambah kebahagiaannya. Dalam sebuah perbuatan itu adalah istiqomah, dan kita ikhlas melakukannya. Apa yang saya kerjakan dalam program ini sangat komplek permasalahannya. Tapi saya jalani dengan penuh kenikmatan. Apa pun yang menghadang di depan saya akan saya hadapi. Sebagai umat Islam kerja keras adalah sunnatullah yang harus kita kerjakan. Sekali lagi kerja keras, kerja cerdas dan kerja Ikhlas. Jangan pernah meragukan pertolongan Allah. Binatang saja rezekinya dijamin oleh Allah itu kan termaktub dalam al-qur’an.” Pesan Bu Mumpuni dengan begitu semangat.
Ada lagi contoh dan teladan akan kekuatan motivasi spiritual, diantaranya adalah Ustad. Fadlan dengan penuh semangat dakwah yang luar biasa dia mendakwahkan Islam di Pedalaman Irian Jaya atau Papua di mana kalau di jawa mungkin para da’i dilempar dengan amplop tetapi beliau dilempar dengan ratusan anak panah dan salah satu tubuhnya ada yang terkena tusukan anak panah yang beracun. Tapi beliau tetap berjuang dengan istiqomah sekarang dengan bantuan para aghniya’ di jakarta dan kota-kota besar lainnya di Jawa melalui gerakan badan waqaf Al-Qur’an telah banyak suku-suku pedalaman di Papua yang masuk Islam bahkan sudah ada lebih 500 masjid yang dibangun. Subhaanallah , para pejuang 10 November 1945 Arek-arek Suroboyo dengan pekikkan Takbir Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Hanya dengan persenjataan bambu runcing melawan tentara sekutu dengan persenjataan perang yang lengkap mereka berhasil menang bahkan jendral Malaby tewas. Apakah dorongan mereka karena kepingin disebut pahlawan atau ingin tanda jasa penghargaan dari pemerintah atau apalagi materi atau harta benda? Bukan tetapi dorongan utama bahwa mengusir penjajah adalah jihad fi sabilillah dan kalaupun mati. Insya Allah adalah mati syahid itulah yang diserukan oleh para ulama-ulama yang juga ikut berperang dengan laskar Hizbullahnya yang dipimpin oleh ulama besar Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari yang terus menerus memompakan semangat kepada para pejuang kita saat itu.Contoh lainnya, kita bisa dilihat pada motivasi para sahabat ketika bersama Rasulullah Saw pergi berjihad ke medan perang Badar. Jumlah kaum muslimin waktu itu hanya 300 lebih beberapa puluh orang saja, sedangkan jumlah kamu kafir Quraisy lebih dari 1000 orang. Kalau bukan karena dorongan Iman dan kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya pasti akan lari tunggang -langgang.
Sobat, dari kisah di atas menjadi jelas bahwa memotivasi diri menjadi hal yang sangat urgen dan jauh lebih penting daripada menunggu di motivasi orang lain atau lingkungan. Setidak-tidaknya ada beberapa hal atau alasan mengapa kita perlu memotivasi diri; Menjadi selalu antusias, konsisten dalam bekerja,selalu berinisiatif dan kreatif, produktif dalam bekerja, tercapainya tujuan yang diinginkan,meraih tujuan lebih cepat, optimis terhadap masa depan, menikmati hidup dan pekerjaan, terhindar dari kesepian,terhindar dari rasa jenuh, menunaikan kewajiban syar’i, melaksanakan sunnah Rasul,tidak tergantung pada motivasi dari orang lain,memperoleh sukses di dunia dan di akherat

Sobat, adapun hambatan –hambatan untuk memotivasi diri antara lain; kurangnya kepercayaan diri, cemas, opini negatif, perasaan tidak ada masa depan, merasa diri tidak penting, tidak tahu apa yang terjadi, pengakuan semu.

Sebagai kesimpulan dari sekian banyak motivasi justru yang paling kuat adalah motivasi spiritual yaitu suatu motivasi yang muncul dari kesadaran akan hubungan kita dengan Allah .Inilah motivasi yang dapat mengalahkan segala-galanya. Motivasi yang mampu mendorong manusia melakukan apa saja. Bahkan, perbuatan berat seberat apapun mampu dilakukannya. Karena motivasi seperti inilah, maka seseorang tidak akan pernah merasa putus asa atau menyesal, ketika gagal atau telah mengorbankan semua yang dimilikinya. Motivasi ini jauh lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan motivasi-motivasi sebelumnya. Juga bersifat permanen, tidak temporal dan lebih konstan.

(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co