Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, March 15, 2009

Selamatkan Generasi kita dari Pornografi dan Pornoaksi


Selamatkan Generasi kita dari Pornografi dan Pornoaksi Oleh. N.Faqih Syarif H

Pemerintah harus-lebih peduli dan memperhatikan tindak asusila sekaligus pornografi di kalangan pelajar. Angka-angka yang dibeberkan Komnas Anak pada 23 Juli 2008 lalu menjadi salah satu alasan utama. Dari hasil survei di sejumlah kota besar di Indonesia tercatat 62,7% siswi SMP sudah tidak perawan. Setelah itu, ada 21,2 persen siswi SMA yang pernah melakukan aborsi dan 93,7% Siswa SMA pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Belum lagi kasus narkoba yang menimpa remaja kita saat ini kian lama semakin meningkat. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, lebih-lebih pemerintah kalau tidak, kita akan kehilangan generasi kita pewaris dan penerus perjuangan umat menuju kemuliaan dan keberkahan hidup.

Generasi Muda itu adalah aset umat. Kita harus mengenal mereka dan menjelaskan kepada mereka jalan untuk mendapatkan hidayah karena umat sangat membutuhkan para pemuda yang merupakan benteng yang kokoh dalam menghadapi serangan orang-orang kafir dan dzalim. Pemuda juga dapat menjadi penolong saat krisis, atau sebagai aset dalam kuliah dan belajar. Pemuda bisa menjadi pelaksana amar ma’ruf nahi munkar, pembawa dakwah keimanan, dan risalah kenabian. Mereka memiliki banyak kebaikan jika kita paham bagaimana mengarahkan dan membinanya, dan bagaimana bisa masuk ke dalam hati sanubarinya?
Sobat, ada beberapa penyakit jiwa yang menimpa generasi muda kita saat ini diantaranya adalah sbb :
1. Lemahnya hubungan dengan Allah.
2. Takut kepada selain Allah Swt. Dan lemah dalam bertawakal
3. Dalam menjalankan agama, tidak mempedulikan syariah
4. Banyak pemuda merasa terpinggirkan dalam hidupnya
5. Terlalu menyalahkan diri, dan tidak percaya diri.
6. Kurangnya sabar dalam menghadapi godaan
7. Terpengaruh kemajuan era globalisasi
8. Tidak memiliki semangat juang ditambah lagi dengan depresi dan mudah putus asa
9. Terlalu berpikiran positif yang hanya berdasarkan pada pengamatan selintas
10. Menyia-nyiakan waktu dengan hiburan dan suka menunda-nunda aktivitas kebaikan.
11. Tidak mau menggali potensi dan bakat diri.
12. Lemahnya hubungan antara pemuda, ulama-da’i dan umara

Kenapa hal di atas terjadi? karena kita bercermin dalam kehidupan ini dengan cermin kehidupan yang retak bahkan pecah berkeping-keping yaitu sekulerisme bukan bercemin dengan Islam. Memisahkan agama dari kehidupan, lebih percaya dan ngeh dengan HAM ketimbang aturan Allah dan Rasulnya ( Syariah Islam ). Lebih modern katanya bila gaul bebas, lebih hebat bila bisa berkencan dengan banyak cewek ditambahlagi media massa baik TV, Internet, Film, majalah, VCD mempertotonkan pornografi dan pornoaksi di negeri ini bahkan konon kabarnya sekarang indonesia adalah surga dunia pornografi dan pornoaksi nomer dua sedunia setelah Rusia. Asstaghfirullah!!!
Banyak penelitian menyebutkan kalau media massa audio visual seperti TV, VCD dan Film sangat ampuh mempengaruhi penonton. Seorang peneliti bernama Dwyer menyimpulkan TV mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia, yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar TV. Secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV setelah tiga jam kemudian, dan 65 % setelah tiga hari kemudian ( Dwyer, 1988). Bayangkan kalau misalkan yang ditonton itu adalah tayangan-tayangan yang seronok, porno dan hot bangeta membuat kepala penonton jadi panas? Celakanya di negeri ini Sinetron-sinetron juga ngajari tentang pacaran, gaul bebas adalah hal yang mat wajar ditambah lagi peredaran VCD-VCD porno serta film-film porno terbilang bebas. Apalagi itu dijual di pinggir jalan tidak pandang siapa yang beli, harganya murah lagi. Belum lagi media cetak yang menyodorkan gambar-gambar porno, seronok dan menggoda juga makin banyak. Dengan model-model artis asli indonesia, tabloid yang ngeres itu laris manis di pasaran. Lagi-lagi harganya murah. Pihak penerbit, pengecer, dan juga para artis modelnya mungkin nggak berpikir kalau apa yang mereka lakukan itu memberikan sumbangan bagi kerusakan moral anak bangsa khusus umat islam karena mayoritas di negeri ini. Mereka juga nggak berpikir kalau perbuatan mereka itu akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Mereka hanya berpikir keuntungan dan keuntungan yang lainnya EGP (Emang Gue Pikirin).
Jadi, satu-satunya jalan agar kehidupan kita selamat adalah kembali bercemin kepada Islam dan menerapkan Syariahnya dan menjauhi media yang ”begituan” itu semua adalah bahan bakar yang ampuh untuk mesin hawa nafsu dan bikin remaja jumpalitan di ajang baku syahwat daripada uang kamu ludes untuk yang gituan beli VCD porno, tabloid mesum mendingan di pakai jajan yang halal.Syukur-syukur kamu bisa nabung untuk beli buku pelajaran, atau malah membantu orang yang fakir miskin. Pikiran tenang, pahala pun datang. OK Brur!!!

Bagi masyarakat harus peduli juga terhadap persoalan ini dengan cara membangun kesadaran untuk beramar ma’ruf nahi munkar serta melakukan kontrol sosial dan pembinaan umat khususnya generasi muda. Bagi Pemerintah tentu saja harus turun tangan menyelamatkan remaja. Diantaranya dengan memberangus media massa yang mengumbar pornografi. Jangan Cuma berfikir berapa pajak yang akan didapat pemerintah dari bursa syahwat itu tapi pikirkan juga dong keselamatan remaja dan masa depan bangsa. Dan, yang paling efektif tentu saja negara seharusnya sungguh-sungguh menjalankan aturan Allah dan Rasul-Nya. Soalnya hanya dengan aturan Islam sajalah pergaulan remaja bakal sehat.

Pentingnya Sistem Pergaulan Islam.

Masyarakat kita saat ini lebih mendewa-dewakan HAM dengan konsep ’ kebebasan’nya ketimbang syariah Islam akibatnya masyarakat senantiasa memaksa kaum perempuan untuk menyesuaikan diri dengan peran-peran yang mereka tentukan; peran-peran yang sebenarnya akan menghancurkan martabat dan kehormatannya. Meski demikian, kaum hawa tetap merasa yakin bahwa mereka telah ’dimerdekakan’. Berbagai bentuk fashion memaksa kaum hawa menanggalkan sebagian besar penutup tubuhnya agar bisa dierima masyarakat. Tubuh-tubuh mereka dimanfaatkan layaknya komoditas untuk memasarkan mobil dan permen coklat. Pornografi sering dianggap sebagai hak asasi, bukannya sebuah eksploitasi. Kaum perempuan didorong untuk bersaing dengan kaum laki-laki dalam memperebutkan peran yang sama.

Suasana kebebasan seksual pun menghasilkan berbagai konsekuensi. Pemerkosaan, aborsi, dan prostitusi merupakan berita sehari-hari. Perselingkuhan, hubungan seksual pranikah, dan homoseksual dapat diterima sepenuhnya, sedangkan orang-orang yang menolak fenomena-fenomena semacam itu dianggap sebagai kalangan yang ’terbelakang’. Ribuan remaja putri terpaksa harus membesarkan anaknya sebagai single parent, padahal mereka sendiri belum bisa memenuhi kebutuhan pribadinya. Pada hakekatnya, konsep ’kebebasan’ itu telah menjelma menjadi konsep’ketiadaan rasa tanggung jawab’. Akibatnya sangat jelas, yakni bencana dan kehancuran.

Islam tidak membiarkan kaum laki-laki dan kaum perempuan saling mendominasi atau saling memaksa. Secara alamiah, keduanya memang mempunyai sifat-sifat yang berbeda, dan oleh karena itu keduanya mempunyai peran yang berbeda dalam kehidupan ini. Agar tidak terjadi eksploitasi, maka peran masing-masing pihak harus ditentukan oleh satu-satunya pihak yang berkompeten, yaitu Allah swt, yang menciptakan kaum laki-laki dan kaum perempuan.
Islam telah memberikan kehormatan, martabat, dan perlindungan kepada kaum perempuan. Kaum muslimah tidak pernah merasa harus berjuang untuk merebut hak-haknya, karena hak-hak ini telah dijamin oleh agamanya. Mereka juga tidak merasa perlu bersaing dengan kaum laki-laki. Justru sebaliknya, hak dan kewajiban yang melekat pada masing-masing pihak- laki-laki dan perempuan- berfungsi untuk saling melengkapi. Hubungan di antara keduanya diatur dengan hukum perkawinan, diiringi dengan semangat bertanggung jawab untuk membentuk sebuah bangunan keluarga yang stabil, di mana kaum laki-laki berfungsi sebagai pemberi nafkah dan pengayom.
Dengan pengamatan sekilas pun kita akan dapat menyimpulkan bahwa sistem pergaulan dalam Islam memberikan jaminan atas terciptanya suasana saling menghormati dan saling menghargai antara kaum laki-laki dan perempuan di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, niscaya kehidupan kaum laki-laki dan kaum perempuan bisa berlangsung secara harmonis. Inilah salah bukti indahnya syariat Islam.
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )

Next Prev home

1 comments:

  1. Ayo berantas tuntas bencana seks bebas dengan syariah dan khilafah:
    http://sinauislam.wordpress.com/2009/03/13/bagaimana-menghentikan-bencana-seks-bebas-1/

    ReplyDelete

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co