Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, March 15, 2009

Potret Buram Remaja kita akibat kerusakan sistem kapitalis


Potret Buram Remaja kita akibat kerusakan dan kenakalan sistem kapitalis.Oleh. N.Faqih Syarif H

Kenakalan remaja belakangan ini semakin mengkhawatirkan 1,5 juta remaja di Jawa Timur dilaporkan mengidap HIV/AIDS , 13 ribu lebih remaja Jawa Timur menjadi pengguna narkoba suntik , diawali dari usia SD dan 28,5 persen remaja telah melakukan hubungan seksual sebelum nikah ,Jumlah aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen diantaranya dilakukan remaja,Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun,Perkelahian antar pelajar bahkan menjadi pelaku tindak kriminalitas.( Suara Surabaya.net ). Inilah sebagian potret remaja kita dan ini menjadi keprihatinan pada diri remaja kita.
Kenapa itu semua bisa terjadi? Apa yang salah dengan mereka? Siapa yang bertanggung-jawab terhadap semua fenomena ini? Apakah yang rusak adalah orangnya atau sistem kehidupan ( ideologi) yang dipakai sebagai pandangan hidup?
Sobat, kalau kita mau telaah lebih dalam problem-problem sosial ini muncul pada masyarakat ’beradab’ yang ada di sekeliling kita ini? Setidaknya ada dua alasan pokok:

1. Buruknya pengaturan sistem sosial. Pernakah Anda melihat acara TV untuk anak-anak dan remaja atau pernakah anda membaca sekilas majalah-majalah remaja yang beredar dan di beli oleh para ABG kita setiap minggu? Kedua bentuk media yang hadir ke tengah-tengah masyarakat itu pasti menampilkan figur-figur yang menjadi idola anak-anak muda serta trend gaya hidup terbaru yang seharusnya diikuti. Kedua media ini hampir setiap saat mempertontonkan bentuk-bentuk masalah sosial. Mereka juga menampilkan para selebritis yang sedang menjalin hubungan asmara, pergaulan bebas, pengguna narkoba, dan tak jarang figur-figur tersebut adalah para pezina, homo dan lesbian. Fakta bahwa media-media yang menebar kerusakan itu dapat dengan bebas disebarluaskan melalui agen-agen koran atau stasiun-stasiun TV dan Radio, menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam hal ini memang cenderung ke arah liberalisme dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral apalagi nilai-nilai agama. Karena cermin kehidupan masyarakat dan pemerintah adalah cermin yang retak dan rusak yaitu sistem kapitalis dan liberalis. Menurut hukum positif di negeri ini, homoseksual, perzinaan, dan hubungan intim suka sama suka dalam semalam adalah perbuatan yang sah –sah saja asal tidak menggangu kepentingan orang lain. Oleh karena itu, tidaklah aneh jika begitu banyak anak muda yang mengikuti langkah-langkah syetan ini.

2. Kurangnya tanggung jawab orang tua, masyarakat dan negara. Ketika sistem kehidupan yang dipakai adalah rusak, peran negara yang terkesan cuek bebek, lemahnya masyarakat akan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar dan kewajiban muhasabah lil hukam ( mengoreksi kebijakan-kebijakan penguasa). Tentu saja kita juga tidak bisa mengkambinghitamkan masyarakat atas munculnya generasi yang berandalan ini. Para orang tua pun juga patut disalahkan. Lagi pula bila orang tua sendiri mengadopsi nilai-nilai yang ada di lingkungan itu pula, lantas pelajaran apa yang bisa diharapkan anak-anaknya dari mereka?
Sobat, pada dasarnya kedua masalah pokok itu muncul dari sumber yang sama, yaitu konsep HAM yang inti dasarnya adalah ”kebebasan”. Ini adalah salah satu konsep fundamental yang lahir dari sistem sekularisme yang adanya keharusan negara atau kelompok atau individu untuk melindungi hak manusia dalam kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan dan kebebasan individu. Dengan berkedok ”kebebasan” , orang-orang tunduk kepada hawa nafsu dan keinginannya sendiri. Para penguasa dan politisi meligislasi hukum yang digunakan untuk mengatur kehidupan kita berlandasan ide HAM dan kemauan mereka pribadi. Mengingat begitu banyaknya pejabat negara yang gemar melakukan perbuatan maksiat. Lalu bagaimana mungkin anda bisa percaya bahwa cara mereka mengatur urusan masyarakat serta membangun masyarakat disekitar anda, akan menghasilkan suatu kondisi lingkungan yang ideal bagi putra-putri anda?
Sobat, tidak ada jalan lain kecuali kita segera bangkit dari keterpurukan ini. Oh Ya selain harus memahami Islam lebih dalam lagi, kita juga dituntut untuk menanggalkan segala bentuk pemikiran dan budaya dari musuh-musuh Islam. Ada beberapa tahap yang bisa kita jadikan jalan untuk meniti kebangkitan yang hakiki sebagaiman yang disebutkan Syekh Hafidz Shalih dalam kitab An-Nahdhah hal 132-155. Diantaranya sebagai berikut :

1. Setiap muslim wajib menyadari akan tugasnya sebagai pengemban dakwah. Allah Swt. Berfirman :
" Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[1] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."(TQS An-Nahl :125)

[1] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

2. Setiap muslim harus memahami Islam sebagai sebuah mabda’ atau ideologi. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Islam sebagai pedoman dan pandangan hidup kita. Islam bukan hanya mengatur urusan ritual ibadah semata, sholat, puasa, zakat aja tapi juga sekaligus mengurusi masalah ekonomi, politik, pendidikan, hukum. Peradilan,pemerintahan, dan sebagainya.

3. Kita harus berjuang menegakkan Syariah Islam.

4. Melakukan kontak pemikiran dengan masyarakat, tidak hanya diam aja. Sebarkan terus ide-ide Islam kepada mereka. Kalau ternyata timbul pro dan kontra, itu wajar. Rasulullah Saw saja juga pernah merasakannya. Tenanglah sobat, kita berada di jalur yang benar.

5. Harus jelas dalam berjuang. Artinya kita harus fokus dan membatasi mana yang pokok dan mana yang cabang Allah Swt berfirman :
"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik".(Yusuf : 108 )

6. Harus berani melakukan perang pemikiran (ghazwul fikri) dengan berbagai ide sesat yang ada di masyarakat.

7. Selalu mengupdate perkembangan yang terjadi di masyarakat. Dan berikan solusinya dengan ajaran Islam.

8. Kita harus bisa menunjukkan kelemahan dan kepalsuan sitem kufur yang tengah mengatur kehidupan masyarakat kita saat ini. Supaya mereka juga paham, bahwa selama ini ternyata hidup dalam lingkungan yang tidak Islami. Itu sebabnya kita juga mengajak kaum muslimin untuk berjuang melanjutkan kehidupan Islam.
Dan Ingatlah sobat, bahwa semua itu tidak mungkin bisa dilakukan kalau hanya seorang diri. Tapi mutlak harus berjamaah. Lha wong kalau kita main bola aja nggak bisa sendirian khan, tapi perlu kesebelasan. Inilah yang disebut kekompakan dan kebersamaan. Ayo kita rapatkan barisan ! bergerak, bergerak dan bergerak untuk membangun kesadaran umat akan pentingnya syariah Islam dan Khilafah . Allahu Akbar !!!
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual motivator-N.Faqih Syarif H . LS HTI SDA )

Next Prev home

1 comments:

  1. Subhanallah..........Semoga hal tersebut menjadi pandangan kita sebagai remaja untuk melangkah lebih baik dan tetap pada JalanNya..........!!!

    ReplyDelete

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co