Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, March 11, 2009


KEISTIMEWAAN PENGEMBAN DAKWAH

Mengemban dakwah adalah aktivitas yang sangat agung dimana seluruh syariat islam tidak akan pernah sempurna tanpa keberadaannya .

Mengemban dakwah merupakan aktivitasnya para Nabi dan para Rosul serta aktivitasnya para orang-orang yang selalu mengikuti jejak langka mereka dan senantiasa berjalan di atas manhaj mereka .karena kemulyaan dan keutamaan aktivitas inilah para pengembannya di janjikan oleh Allah dengan surga yang paling tinggi di mana para nabi dan Rosul berada. Seperti yang di gambarkan di dalam Q.S An-Nisa: 69 .
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rosul-Nya mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah yaitu nabi-nabi , para shodikin , orang-oarang yang mati syahid dan orang sholeh dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Subhanaallah betapa besar penghargaan yang diberikan Allah SWT kepada parapengemban dakwah ini, mereka yang dijanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi sungguh kenikmatan yang tiada tara, seperti yang digambarkan oleh Allah dalam Qs. Ad-Dukhan: 53 mereka memakai surtra yang halus dan sutra yang tebal (duduk berhadap-hadapan). Dan Qs. Al-Imran : 21 ”mereka memakai pakaian yang halus dan yang hijau dan surta tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak ”. Qs. Al-waqiah: 35-37 ” sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidari-bidari) dengan langsung dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umurnya”. Dan masih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan Allah dalam surat-surat yang lain.
Para pengemban dakwah merupakan cermin/ representasi/ perwujudan islam satu-satunya yang riel ketika daulah islamiyah yang seharusnya sebagai cermin/ representasi/ perwujudan dari islam yang paling besar tidak ada . Hal itu tercermin baik dari ucapan-ucapannya , perilaku-perilakunya , maupun dari sifast-sifat yang ada pada dirinya , mereka adalah teladan dan pemimpin bagi umatnya .
Mereka adalah orang-orang yang yakin akan janji Allah berupa pertolongan-Nya , bahwasannya kepemimpinan pasti akan berpindah ke tangan mereka dari tangan orang- orang kafir sekuler sebagaimana yang telah Allah janjikan kepada mereka . Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nur: 55
”Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang berimandan mengerjakan amal-amal sholeh diantara kalian bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi , sebagaimana Dia telah menjadikan orang – orang sebelum mereka berkuasa , akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridhoi –Nya untuk mereka , dan benar-benar akan menukar ( keadaan ) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa , mereka tetap menyembah-Ku dan tidak merpersekutukan sesuatu apapun dengan Aku .Barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu , merekalah orang- orang yang fasik” .
Keyakinan mereka akan janji Allah teramat besar sehingga tidak sedikitpun terlintas dalam benaknya sebuah keraguan akan pertolongan Nya .Mereka meyakini dengan sepenuhnya bahwa Allah yang maha kuat dan maha perkasa pasti akan memungkinkan dirinya agar dapat mewujudkan keinginannya yaitu untuk menegakkan kembali khilafah.
Sebagaimana yang telah di paparkan di dalam sebuah hadits oleh Hudaifah sebagai berikut :
Massa kenabian akan hadir di tengah-tengah kalian selama Allah menghendakinya . Allah kwmudian akan mencabutnya apabila Dia berkehendak mencabutnya . Muncullah kemudian khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian yang tetap ada selama Allah manghendakinya . Allah lalu mencabut nya apabila Dia berkehendak mencabutnya. Muncullah kemudian kekuasaan yang lalim selama Allah menghendakinya. Allah kemudian mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya .Selanjutnya muncullah kembali khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian , setelah itu Rasulullah saw terdiam. ( HR. Ahmad ).

Mereka pengemban dakwah yang berusaha memperjuangkan kembalinya khilafah Roshida ke tengah- tengah umat islam , sehingga islam benar-benar dapat terealisasi secara sempurna yang akan menghantarkan manusia menuju keridhoan –Nya dan mendapatkan kesejahteraan serta kemuliaan dengan islam .oleh karena itu sungguh tidak berlebihan jika para pengemban dakwah mendapat pujian tertinngi dari Rosulullah saw.
Dan faktor-faktor penyebab kelayakan tersebut yaitu
1. Keimanan yang mendalam . Para pengemban dakwah berjuang disertai dengan keimanan yang kokoh .Keimanan sendiri di defisinikan sebagai pembenaran yang pasti ,sesuai dengan kenyataan , dan bersumber dari dalil , dengan kata lain iman adalah itikat kalbu .
dalil yang menunjukkan pada pokok keimanan diantaranya disebutkan dalam Al-qur’an surat Al- Baqoroh: 177

Bukanlah nenghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah mengimani Allah hari kemudian, malaikat-malaiktnya, kitab-kitanya, dan nabi-nabiNya dan juga didalam hadits yang dituturkan Umar bin al-khaththab: malaikat Jibril berkata kabarkanlah kepadaku tentang Iman nabi saw. Kemudian bersabda yaitu Engkau mengimani Allah, para malaikatBta, kitab-kitabNya, para RasulNya hari akhir serta takdirNya yang baik dan yang buruk HR. Muslim, abu dawud Attirmidzi dan ahmad
Ayat-ayat Al-Quran dan Hadits merupakan dalil yang menunjukkan keimanan adalah amal atau aktivitas qalbu yaitu berupa pembenaran atau itikad. Kata Iman juga sering digunakan untuk menyebut amal perbuatan dan taklif syariat seperti daloam hadits penuturan Abu Said, pernah mendengar Rasulullah bersabda sebagai berikut: siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, ubahlah dengan tangannya dan apabila tidak mampu ubahlah dengan lisannya dan apabila tidak mampu denhan qalbunya itu adalah selemah-lemahnya keimanan HR. Muslim, abu dawud dan Attirmidzi
Atas dasar inilah kenapa para pengemban dakwah senantiasa berusaha menjadikan amal-amal perbuatanya agar tidak keluar dari koridor yang telah disyariatkan oleh Allah yaitu dengan berbagai ketaatan kepadaNya sehingga keimananya bertambah sempurna dan kuat serta menjauhi kemaksiatan yang dapat melemahkan keimanannya
2. keikhlasan yang suci. Para pengemban dakwah dalam melakukan aktivitasnya semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, bukan karena berharap pujian, jabatan maupun kepentingan-kepentingan yang bersifat duniawi semata sepeti dalam Qs. Al-A’raf 29
3. Mereka adalah orang-orang yang alim (berilmu) menguasai berbagai pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang wajib ia ketahui dalam kapasitasnya dalam pengemban dakwah. Lebih jelasnya mereka bukanlah orang-orang bodoh karena orang bodoh tentunya tidak akan mampu dan tidak dapat percaya untuk menyampaikan apa yang diperintahkan Islam, sehingga dia tidak mungkin mampu mengemban dakwah secara benar. Mereka sadar akan kewajibannya untuk menguasai berbagai pemikiran dan hukum-hukum syariat Islam. QS al-Mujadillah ayat 11
4. mereka adalah orang-orang teguh dan kuat. mereka adalah orang-orang teguh dan konsisten dlam dakwah yaitu dalam seluruh pemikiran dan hukum-hukum Islam. Mereka akan menentang setiap upayah musuh-musuh dakwah dan musuh-musuh Islam baik pemikiran maupun hukum-hukum yang dibawa mereka sehingga kekonsistenan terhada mabda’, penjagaanya dalam terhadap hukum-hukum Islam tidak diragukan lagi yang mengakibatkan kesia-siakan dalam tipu daya yang diada-adakan oleh musuh Islam. Qs al-Baqarah 217
5. Mereka dalah orang-orang Sabar. Sabar dalam menanggung derita meski dalam rintangan tapi hal itu tidak berpaling dan tetap mempertahankan aqidahnya meski berbagai pendustaan dan penganiayaan yang menimpanya. Sejatinya hal itu buruk tetapi mereka memandang hal tersebut hal yang baik dan bahkan mereka menganggap penderitaan itu sebagai nikmat & anugrah. Karena Allah sebagaimana menimpahkan cobaah dan bencana bagi siapa saja yang menyukai keutamaan dan kemulyaan dari kalangan hamba-hambanya. Dia juga menganugrahkan kesabaran bagi mereka dalam mengadapi bencana atau cobaan tersebut dan keduanya merupakan perkara yang selalu ada pada diri orang-orang mukmin yang shalih dan ikhlas seperti yang dituturkan Abbudullah bin abas bahwa Rasulullah saw bersabda pada hari kiamat akan didatangkan orang-orang yang mati syahid lalu diangkat untuk dihisab, kemudian didatangkan orang-orang yang ditimpa cobaan bagi mereka tidak diajukan mizan dan tidak pula buku catatan. Kepada mereka yang diberikan pahalanya, sehingga orang-orang yang kuat, benar-benar mengangan-angangkan berkenaan dengnan kedudukan semacam itu agar tubuh mereka dipotong-potong denhan alat pemotong, karena mereka tahu betapa baiknya pahala Allah bagi orang-orang yang ditimpa bencana atau cobaaan HR. Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim.
Subhanallah para pengenban dakwah benar-benar oarang yang terbaik seperti dalam Qs al-Imran 110. dan Allah akan senantiasa memenangkan segala urusaNya. wallahu a’lam bi showab.
by:ana zahroh

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co