Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, March 10, 2009

Ayo Buat Proposal Hidup Anda!


Ayo Buat Proposal Hidup Anda! Oleh. N.Faqih Syarif H

“Kalau untuk bikin acara yang digelar satu dua hari ini saja kita butuh sebuah proposal, mengapa untuk hidup kita yang berjalan puluhan tahun kita tidak membuat proposal?Mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita?”( Jamil Azzaini )

Sobat, kalimat provokatif di atas muncul dari Mentor kami Sang Inspirator sukses mulia telah menggugah saya untuk membuat proposal hidup dan membuat goal setting di tahun 2009. Ia telah mencontohkan dirinya menyusun proposal hidupnya untuk sekian tahun ke depan, termasuk capaian-capaian dan lompatan hidup yang akan dituju secara rinci, detil dan sedemikian rupa sehingga arah hidup kita menjadi jelas. Proposal itu dibuat untuk menuntunnya menggapai prestasi tertinggi yang bisa dibanggakan di hadapan Allah. Beliau menceritakan bahwa ketika dirinya berangkat haji. Dia tidak lupa membawa proposal hidupnya. Sambil thawaf di masjidil haram, ia hanya minta kepada Allah agar ia dapat mewujudkan cita-cita sukses mulianya dalam proposal itu, Ya Allah inilah proposal hidupku. Apabila dengan ini Engkau semakin cinta kepadaku bantulah aku. Jika dengan ini keberadaanku memberi manfaat kepada banyak orang bantulah aku. Akan tetapi apabila dengan proposal hidup ini Engkau menjauh dariku dan keberadaanku membebani orang-orang yang berada di sekitarku, berilah petunjuk kepadaku. Jangan tinggalkan aku Ya Allah. Ya Allah , bantulah aku untuk mampu mewujudkan proposal hidup ini sebab tanpa bantuan dan pertolongan-Mu aku pasti tak akan merealisasikan proposal hidup ini. Ya Allah, kabulkanlah.....

Sobat, Kalo anda ingin buat Proposal hidup anda. Silahkan Baca bukunya Mas Jamil semacam workbook dengan judul .”Tuhan, Inilah Proposal Hidupku…….” Ikuti instrusinya secara baik dan bertahap. Susun proposal hidup anda secara detail. Insya Allah kehidupan anda dimasa yang akan datang akan jauh lebih baik daripada apabila anda tidak menyusunnya.

Sobat, orang yang tidak punya goal / target-target dalam hidup adalah laksana orang main sepak bola lari ke sana, kemari, umpan ke samping, umpan ke depan dan tendangng !!! tapi ndak ada gawangnya. Gimana mau memasukkan bola dan gol, lha wong ndak ada gawangnya. Sebelum menetapkan goal, sobat perlu tahu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menulis goal. Diantara syarat-syarat itu adalah :
1. Tertulis : Impian atau goal yang tak tertulis namanya bukan goal tapi hanya angan-angan. Dengan menuliskan impian, anda memberi tahu pikiran bawah sadar anda bahwa anda serius, impian ini penting bagi anda. Lagi pula sobat kalau kita hendak membangun rumah, tentu kita pasti menggambarkannya dulu khan? Kemudian gambar itu dijadikan cetak biru. Nah, masak untuk membangun hidup anda yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar membangun rumah ,apalagi membangun peradaban dan Misi di planet ini tidak punya cetak birunya?. Bila perlu anda tulis dengan menyertakan visualisasinya dan tempel di tempat-tempat yang sering anda lihat, di pintu kamar tidur anda, ditembok kamar anda,di laktop atau PC anda bahkan anda punya Dream Book yang senantiasa anda bawa kemana-mana.
2. SMART : Spesific – Anda harus jelas dan rinci mengenai apa yang anda inginkan. Pikiran bawah sadar tidak bisa menjalankan perintah yang tidak jelas. Measurable – Impian anda harus terukur. Achievable – Impian anda harus dapat anda raih. Jika impian itu terlalu besar, anda perlu memecah impian itu menjadi impian yang lebih kecil. Bila tidak pikiran bawah sadar anda akan menolak karena merasa tidak mungkin bisa mencapai impian itu. Reality-based - Impian anda harus realitis dan masuk akal. Trackable – Impian anda dapat dilacak. Anda dapat mengetahui kemajuan yang anda lakukan dalam upaya pencapaian impian anda.
3. Seimbang : Hidup yang seimbang adalah hidup yang baik. Jangan hanya mengejar uang, tapi mengabaikan aspek lain seperti mental, spiritual,emosi, dan hubungan antar keluarga.
4. Alasan emosional : Alasan yang bersifat emosional jauh lebih kuat daripada alasan logis. Semakin tinggi muatan emosi apalagi muatan spiritualnya dalam sebuah impian atau goal maka akan semakin kuat motivasi yang timbul dalam mengejar impian itu. Alasan emosional akan memunculkan suatu motivasi dari dalam diri sendiri yang tak pernah kekang di makan waktu. Motivasi ini akan melecut semangat anda sampai berhasil mencapai impian anda.
5. Batas waktu : Kalau tidak ada batas waktu, lalu kapan goal itu ingin anda capai? Jika kita tidak menentukan batas waktu atas goal kita, laksana seperti perlombaan lari yang garis finisnya ditiadakan. Di mana finisnya? Tidak tahu, pokoknya lari saja sampai kamu nggak sanggup lagi! Kalau sudah lari 2 jam termasuk berhasil atau belum? Ya tidak tahu, rasakan saja sendiri.
6. Diingat setiap hari : Dengan diingat setiap hari akan menjadi sugesti diri serta akan berfungsi sebagai program yang mendorong semangat dan motivasi anda.


Sobat, secara umum paling tidak ada delapan aspek kehidupan yang perlu kita perhatikan saat merancang impian atau goal :

• Spiritual : Di bidang spiritual, apa yang akan anda capai tahun ini? Tahun depan? Anda akan menjadi orang dengan kualitas spiritual seperti apa? Bagaimana dengan kegiatan dakwah dan ibadah Anda ? Apakah anda akan naik haji atau umrah? Visi besar setiap orang beriman seharusnya, “ Menjadi seorang abdillah dan khalifatullah di muka bumi.” Pada prinsipnya, setiap diri manusia adalah pemimpin, baik pemimpin bagi dirinya maupun untuk orang lain dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Tujuan hidup seorang yang beriman adalah untuk beribadah atau mengabdi kepada Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana yang dijelaskan dibagian pertama buku ini. Misi hidup kita sebagai orang yang beriman, diantaranya ;

a). Menyejahterakan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia.
b). Memelihara dan meningkatkan akidah, akhlak diri sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia
c). Menyehatkan diri-sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia.
d). Membahagiakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia.
e). Mengentaskan kemiskinan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia.

• Materi : Dalam hal materi, apa saja yang ingin anda miliki? Rumah idaman? Di mana lokasinya? Berapa luas tanah dan bangunannya? Bagaimana dengan kendaraan mobil?perhiasan? komputer yang canggih? Dll. Kapan Anda ingin mendapatkan materi ini? Untuk apa mendapatkannya? Bagaimana perasaan anda saat mendapatkan materi itu.
• Finansial : Dalam bidang keuangan, apa yang ingin anda capai dalam tahun ini? Berapa penghasilan yang ingin anda peroleh tahun ini? Berapa yang ingin anda peroleh lima tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan? Berapa tabungan atau deposito anda? Selain jumlahnya. Anda harus punya alasan jelas mengapa anda ingin mencapai impian anda. Untuk apa? Untuk siapa?
• Sosial : Apa yang akan anda lakukan untuk lingkungan dan masyarakat? Apa yang akan anda lakukan untuk dakwah dan pemberdayaan umat? Apakah anda akan mendirikan sekolah atau pesantren gratis untuk warga yang tidak mampu? Pengobatan gratis? Menyumbang untuk pendirian masjid? Menyumbang untuk aktivitas dakwah? Menyumbang untuk korban bencana alam? Berapa besar sumbangan yang akan anda berikan tahun ini? Berapa besar Zakat, infak dan shodaqoh yang anda keluarkan tahun ini? Tahun depan? Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi?
• Keluarga : Keluarga seperti apa yang ingin anda bina? Anda ingin menjadi suami atau isteri seperti apa? Sudahkah anda memiliki kualitas yang dimiliki oleh suami/isteri/ayah/ibu idaman yang baik dan sholeh sholehah? Jika anda sudah memiliki anak, bagaimana cara anda mendidik mereka? Bagaimana pembagian tanggungjawab dalam rumah tangga?
• Bisnis-Karier : Apa yang hendak anda capai dalam bisnis atau karier anda? Apakah anda puas dengan bisnis/karier anda saat ini? Kalau anda tidak puas, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan pindah karier? Apakah anda akan mencoba bisnis baru? Apa target anda dalam tahun ini? Bagaimana dengan tahun depan? Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi? Apa alasan anda ingin majua dalam bisnis/karier? Untuk apa anda maju dalam karier? Untuk siapa?
• Perkembangan diri : Dalam waktu mendatang, anda akan menjadi manusia yang bagaimana? Apakah karakter, sikap, kepribadian, kecakapan, pengetahuan,perilaku, kebijaksanaan anda telah berkembang optimal? Kalau belum, apa yang akan anda capai tahun ini? Tahun depan? Lima tahun? Atau sepuluh tahun lagi? Dalam hal pengembangan diri ? Jika anda ingin berhasil, kualitas apa yang harus anda kembangkan dalam diri anda? Sudahkah anda memiliki kualitas itu? Bagaimana dengan aspek mental dan emosi anda?
• Petualangan/Wisata : Petualangan apa yang ingin saya lakukan? Bila berlibur, saya ingin ke mana? Tempat manakah yang paling ingin saya kunjungi? Bagaimana gaya liburan saya? Bagaimana jika mencoba arum jeram? Terjun payung? Ke Kairo? Bagaimana kalau ke Singapura atau Malaysia? Alharomain? Al-Aqso? Ke mana anda akan mengajak keluarga anda berlibur?

Sobat, Janganlah kita melupakan prioritas pertama dan utama dalam hidup kita untuk menjadikan Akherat sebagai impian dan Allah menjadi orientasi tujuan hidup yang sesungguhnya. “Barangsiapa menjadikan akherat sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya, kecuali yang telah disempitkan kepadanya.” Demikianlah pesan Rasulullah Saw. Al-qur’an dan hadits mengajak kita membayangkan hari akherat bahwa kaki, telinga, tangan, mata, kulit kita akan berbicara; jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah SWT. ( Lihat dan baca QS yasin ayat 65 atau QS Fushshilat ayat 20 – 21 ). Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat baik. Saat memvisualisasikan akherat, bertanyalah kepada diri anda sendiri :

• Apakah saya termasuk orang yang bisa menatap wajah Allah atau tidak?
• Apakah aku ahli surga atau neraka?
• Apakah aku selamat melintasi shirat al-mustaqim atau terjatuh?
• Apakah buku amalanku hasil catatan raqib dan atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal sholeh atau kekafiran dan kemaksiatan?
• Apakah “ rekaman perbuatanku” yang dilakukan oleh Allah, Rasul-Nya, orang beriman, manusia, diri-sendiri, dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikkan atau keburukkan?
• Apakah tatkala matahari beberapa sentimeter di atas kepalaku, aku termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan?
• Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut; dada;hidung; bahkan sampai menenggelamkan kepala, aku termasuk mendapat pertolongan Allah atau bukan?
• Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa’at kepada Nabi, apakah aku termasuk orang yang menerimanya atau justru ditolak Nabi karena kita tidak pernah mengikuti tutunan dan risalahnya?
Nah, jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akherat nanti, lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat, salah satu ciri orang sukses adalah dapat memvisualisasikan sebelum segala sesuatu itu terjadi.
( Spiritual Motivator-N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co