Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, March 4, 2009

Apalah artinya Dunia tanpa Iman dan Amal sholeh?


Apalah Artinya Dunia tanpa Iman dan Amal sholeh?

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa. ( TQS. Al-Qashassh (28) :83 )

Sobat, seandainya Anda memiliki gudang dunia, tetapi tidak memiliki iman dan amal sholeh, ketahuilah anda pasti celaka. Ada seorang pengusaha yang kaya raya. Sayang, ia berpaling dari Allah. Ia lalai dan terlena dengan kekayaannya yang melimpah dan menghabiskan hidupnya dengan main-main. Kemudian, pengusaha itu terserang kanker otak. Semua dokter telah ia datangi, semua cara telah ia tempuh dan telah mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakitnya itu. Tapi penyakitnya tidak kunjung sembuh, hingga akhirnya ia meninggalkan dunia tanpa bekal harta ataupun amal.

Sobat, kita sering menyaksikan atau barangkali mengalami sendiri kejadian menyedihkan atau musibah, tetapi kemudian kita melupakannya begitu saja. Betapa banyak musibah dan kejadian menyedihkan yang kita alami, kita lihat, dan kita dengar. Kita tidak bisa berbuat apa-apa terhadap semua itu selain menangisinya. Dan kita pun hanya bisa mengambil pelajaran bahwa ternyata harta yang dimiliki dan dibanggakan tidak bisa menyelamatkan seseorang dari kematian.

Sobat, ada ungkapan, orang yang berbahagia adalah orang yang dapat melupakan sesuatu yang tidak mungkin diubah. Sesuatu yang telah terjadi dan berlalu, sebaiknya dilupakan dan dibuang jauh-jauh dari benak pikiran. Tidak perlu diingat-ingat atau dibicarakan kembali. Itulah kebahagiaan dan kesiagaan menyongsong masa depan.

Allah telah menakdirkan adanya dua hal yang berlawanan. Apabila sesuatu telah sampai pada batasnya, ia akan berubah menjadi kebalikannya. Apabila malam sudah mengambil bagiannya dan telah menghabiskan perjalanannya, ia akan disusul oleh sang fajar. Ini sudah menjadi aturan yang baku dan kaidah yang tidak bisa diubah, sampai kapan pun. Apabila siang sudah menghabiskan waktunya yang telah ditentukan dan telah mengambil bagiannya yang telah ditetapkan, ia akan digantikan oleh malam. Aturan ini berlaku pula pada hitungan jam, hari, bulan, tahun, musim-musim dalam setahun, waktu berbuah, waktu panen, beban yang harus ditanggung, kesehatan, sakit, kepemilikan, kekayaan, kemiskinan, kesempitan, kelapangan, kesenangan, kesedihan, perjumpaan, perpisahan, kecintaan, kebencian, kemuliaan, kehinaan, kekayaan, kekurangan, kemenangan, kekalahan, keberhasilan, kegagalan dan sifat-sifat serta keadaan-keadaan lainnya. Itulah ketetapan Allah bagi semua makhluk-nya. Pergantian dan perputaran keadaan akan senantiasa ada selama roda dunia masih berputar.

Kita dapat mengambil hikmah bahwa kesempitan di dunia tidak ada yang abadi. Cepat atau lambat ia pasti berlalu dan digantikan kelapangan. Kesulitan pasti digantikan kemudahan. Semua kesulitan pada mulanya besar, kemudian akan mengecil. Kepanikan yang ditimbulkannya tidak akan berlangsung lama, benturan dan tekanan yang dimunculkannya terjadi hanya pada awalnya saja. Lalu mengerut, mengecil dan akhirnya menghilang.
Kita harus sabar menghadapi benturan pertama, supaya kita beroleh pahala. Kesenangan suka membuat kita terkejut dan datangnya musibah secara mendadak juga membuat kita terkejut. Sabar pada benturan pertama merupakan ciri khas orang-orang mulia.
Ketika kita ditimpa musibah, jangan mengira bahwa kita akan menderita seterusnya. Tertimpa musibah memang menyakitkan, tetapi tidak akan selamanya demikian. Musibah diturunkan dengan tujuan menyucikan, menguji, memberi pelajaran, dan menghapuskan dosa. Tanpa ada musibah kita tidak akan mengetahui nilai sebuah nikmat, ketenangan, dan kesehatan.
Orang sehat tidak akan mengetahui arti kesehatan sebelum merasakan sakit. Orang bebas tdak akan menghargai nilai kebebasan sebelum dipenjara. Orang kenyang tidak akan merasakan lezatnya makanan sebelum merasa lapar. Dan orang yang tidak haus tidak akan mengetahui betapa berharganya air sebelum merasa dahaga. Kepada Allahlah kita bermohon pertolongan.
Allah Swt. Tidak akan menyia-nyiakan hamba yang berharap kepada-Nya dan tidak akan menolak do’anya. Itulah sunnah yang telah ditetapkan-Nya dan tidak akan berubah sampai kapan pun. Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi orang yang menyekutukan-Nya.
“ Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah(beribadah) dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co