Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, March 31, 2009

Be A Winner


Be A Winner
Kalian Adalah Sebaik-baiknya Umat!

Sobat, jika kematian dan kebinasaan umat merupakan sunnatullah, maka termasuk dari sunnah-Nya bahwa umat Islam mempunyai tabiat yang berbeda. Keberadaannya tidak akan jatuh kecuali setelahnya pasti akan bangkit kembali. Ia tidak akan lemah, kecuali setelahnya akan menjadi kuat kembali, Dan ia tidak akan terhina kecuali setelahnya akan menjadi mulia kembali.
Mengapa seperti itu? Karena umat Islam adalah umat yang menjadi saksi atas umat yang lainnya. Sebagaimana firman Allah Swt :

” Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[1] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”
( TQS. Al-Baqarah : 143 )
[1] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

Sampai-sampai, keberadaannya akan menjadi saksi atas umat terdahulu – Sebelum umat Rasulullah Muhammad Saw – dengan apa yang ada dalam Al-Qur’an.
Adapun di masa sekarang ini kita umat islam juga akan menjadi saksi atas apa yang kita lihat dengan mata kita, untuk kemudian kita luruskan dengan manhaj, hukum serta aturan Allah Swt. Kita akan senantiasa menjadi saksi atas umat-umat yang ada hingga hari kiamat. Umat Islam akan tetap jaya selama kita masih hidup dan memegang kuat agama ini. Sedangkan umat selain kita pasti akan binasa dan lenyap. Tabiat umat ini ialah membawa risalah penutup dan kalimat yang terakhir dari Allah kepada makhluk-Nya. Selain itu, tidak ada Rasul setelah Rasul kita, Muhammad Saw, dan tidak ada risalah setelah Islam. Oleh karena itu,Allah pasti akan menjaga kaum muslimin demi kemaslahatan penduduk bumi seluruhnya. Tabiat umat ini merupakan umat yang tak ada bandingannya. Umat ini mempunyai tujuan memberikan pengajaran kepada umat yang lain tanpa mengharapkan penghargaan dan balas jasa. Bahkan terkadang, para pengemban dakwah islam rela mengeluarkan hartanya, mengerahkan tenaga, keringat, waktu, bahkan jiwanya guna memberikan pengajaran dan pencerahan bagi umat yang lain. Selain umat Islam, umat manakah yang bisa berbuat seperti itu? Bukankah bangsa-bangsa lain justru menyerbu sesamanya untuk mengambil kekayaannya, merampas buminya, dan membunuh penduduknya. Sementara kaum muslimin, mereka mengorbankan jiwa-jiwanya demi menyelamatkan manusia dari jurang kekafiran dan kesesatan untuk menuju kenikmatan iman dan hidayah.
Bukankah Ruba’i bin Amir Ra. Pernah mengucapkan perkataan yang belum pernah diulang dalam sejarah oleh lisan-lisan individu umat selain Islam di masa sekarang? Di Dalamnya beliau menjelaskan risalah Islam dengan ringkas sekaligus itulah makna kemerdekaan yang hakiki. Ia berkata :

” Allah telah mengutus kami agar kami membebaskan dan mengeluarkan para hamba dari penyembahan kepada sesama hamba menuju peribadahan kepada Rabb-nya para hamba, dari kedzaliman agama-agama yang ada menuju keadilan Islam, serta dari kesempitan dunia menuju kelapangan dunia dan akherat.”

” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”(TQS. Ali Imran : 110 )

Demikianlah, kami tidak menghendaki balasan dan ucapan terima kasih. Inilah tabiat umat Islam. Keberadaannya merupakan kebaikan bagi bumi dan kepergiannya merupakan kerusakan bagi bumi.
Sobat, jika hal ini merupakan tabiat umat Islam, lalu kenapa kita terpuruk dan berputus asa? Coba pikirkan dan renungkan jawabannya.

( www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com – Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H )

Sunday, March 29, 2009

Valensi dan Kesuksesan


VALENSI DAN KESUKSESAN
Apakah yang membuat seseorang lebih sukses dari pada orang lain?, ada yang menyimpulkan disebabkan tingkat intelegensi, ada yang mengatakan dikarenakan mentalitas dan emosional, ada pula peneliti yang berpendapat bahwa asapek spiritualitas yang memegang peran utama. Lalu factor manakah sebenarnya yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang?. Jawabnya adalah semuanya berperan. Karena manusia merupakan makhluk yang kompleks sehingga harus dipandang secara menyeluruh. Segala unsur dalam diri seseorang turut ambil bagian dalam membentuk kesuksesannya.Keseluruhan kapasitas manusia itulah yang penulis sebut sebagai Valensi. Menurut Kubik training & consultancy valensi adalah ”takaran” atau “bobot” yang mewakili keseluruhan kapasitas diri anda .(Jamil dkk:19:2008). Setiap orang memiliki tingkat valensi yang berbeda-beda. Valensi yang dimiliki seseorang akan menentukan kualitas hasil usahanya dan mempengaruhi tingkat sukses orang tersebut. Adapun sifat dari valensi yang berhubungan dengan kesuksesan adalah sebagai berikut:
1.Valensi adalah modal kerja utama Artinya valensi merupakan factor utama penentu kesuksesan dalam mengelola sebuah usaha. Sebagai contoh, apabila ada 2 orang Si A dan Si B adalah lulusan dari Universitas yang sama. Diberi modal untuk usaha masing-masing 100 juta. Ternyata setelah lima tahun si A ternyata usahanya lebih maju dari si B. karena si A memiliki valensi lebih tinggi dari si B sehingga bisa mengelola usahanya dengan lebih baik dan mendapat keuntungan lebih besar.
2.Valensi adalah kekuatan dan keterbatasan Seseorang pengetik professional dengan valensinya mungkin bisa mengetik setumpuk tulisan dalam satu jam, yang bagi orang lain membutuhkan waktu lima jam. Tapi meskipun demikian pengetik tersebut tidak bisa menyelesaikan ketikan tiga tumpuk kertas dalam satu jam karena valensinya membatasi dia hanya bisa mengetik satu tumpuk kertas dalam satu jam. Untuk bisa mengetik tiga tumpuk kertas dalam satu jam dia harus meningkatkan valensinya. Itulah mengapa valensi bisa menjadi kekuatan dan keterbatasan seseorang.
3.Valensi adalah kemudi hidup Valensi menentukan arah hidup seseorang. Ada sebuah cerita tentang dua orang sopir yang memiliki arah hidup berbeda. Sopir pertama sudah 15 tahun bekerja, suatu ketika dia ditanya apakah yang paling dia inginkan selama hidupnya? Si sopir menjawab dia ingin menanam pohon salak di desanya. Sopir kedua juga telah lama jadi supir resmi perusahaan, tapi dia malah minta berhenti dan membuka warung soto, dan usahanya berkembang sehingga berhasil membuka kantin di Pertamina. Saat ditanya apa rencananya kedepan? Dia jawab mau membuka restoran di jalur pantura dan lokasi strategis lain di Indonesia. Mengapa jalan hidup kedua sopir ini begitu berbeda? Tak lain karena valensi mengarahkan kehidupan mereka.
4.Valensi menentukan kelas persaingan Kita akan cenderung berkompetensi dengan orang-orang yang memiliki tingkat valensi sama. Keberanian seseorang untuk menargetkan arena permainannya mencerminkan tingkatan valensinya. Seorang pengusaha yang menargetkan pengusaan pasar lokal tidak akan berusaha untuk bermain di pasar nasional. Sebaliknya meskipun masih baru dan modal masih terbatas pengusaha yang sejak awal menargetkan pasar nasional akan berkecimpung di tingkat ini. Tinggi rendahnya arena permainan menggambarkan tingkat valensi kita.
5.Valensi cenderung tetap Nilai valensi seseorang cenderung tetap, bertambahnya umur tidak menjamin tingkat valensi yang lebih tinggi. Valensi seseorang ibarat sebuah karang semen. Apabila kita mempelajari suatu pengetahuan maka sifatnya seperti memasukkan udara kedalam gelas, mudah masuk mudah keluar. Saat kita mempelajari berulang-ulang maka pengetahuan itu akan berubah ibarat air jernih dan jika diamalkan akan membentuk larutan, semakin diamalkan semakin kental. Saat kita mengajarkannya, larutan kental itu berubah menjadi larutan semen dan lama-kelamaan akan mengering membentuk karang semen. Valensi adalah konstanta diri kita, jadi untuk merubahnya adalah hal yang sulit, tapi bukan berarti tak bisa dilakukan sebab Allah tidak akan merubah nasib kita apabila kita tidak merubahnya sendiri.
Sekarang bagaimanakah agar bisa sukses dengan bermodalkan valensi yang kita miliki?, seperti dijelaskan sebelumnya nilai valensi cenderung tetap jadi bila kita menginginkan tingkat kesuksessan tinggi kita harus meningkatkan nilai valensi kita dan memperbaiki cara hidup dengan menggunakan teknik sukses tertentu. Peningkatan valensi merupakan hal yang sulit, membutuhkan usaha keras dan sungguh-sungguh. Jadi kita harus sungguh-sungguh melakukannya tidak sekedar mencoba melakukan. Karena jika hanya mencoba berarti kita mempersiapkan diri untuk gagal dan mudah menyerah saat kesulitan datang. Untuk itulah mari jalani dengan sungguh-sungguh langkah demi langkah untuk meningkatkan valensi kita.Menurut sebagian besar ilmuwan Valensi dibentuk oleh lingkungan dan genetic. Lingkungan menyumbang sekitar 80% dan factor keturunan menyumbang 20%. Artinya lingkungan berperan sangat besar untuk membentuk valensi kita sekaligus menghambat bahkan merusaknya. Untuk itu, pertama kita harus mengenali factor pembentuk dan penghambat valensi, Kemudian menakar valensi kita, memimpin diri untuk melakukan perubahan, dan akhirnya mengenali hasil dan menjadikannya modal untuk naik ketingkat valensi yang lebih tinggi. Penjelasan keempat langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1.Mengenali faktor pembentuk dan penghambat valensi Untuk mengenali faktor pembentuk dan penghambat valensi kita harus tahu “rantai gajah” dan “kotak korek api” kita. “Rantai gajah” adalah persepsi negatif kita terhadap diri kita sendiri atau lingkungan sehingga membuat kita kerdil dan enggan berkarya besar, seperti gajah yang sejak lama dirantai di pohon dan diberi makan. Saat rantainya dilepas dia tidak akan pergi mencari makan karena dalam pemikirannya rantai itu masih ada di kakinya, valensinya dikerdilkan. Sedangkan ”kotak korek api” adalah sesuatu yang ada diluar diri kita yang menghambat kita menunjukkan potensi yang sesungguhnya. Contohnya anda memiliki teman yang berbicara “ngapain sih kerja keras-keras, kamu gak bakal naik jabatan kok!” atau atasan anda adalah orang yang tidak suka disaingi saat anda berprestasi dia malah menghambat karir kita. Mereka itulah kotak korek api. Untuk itu agar bisa berubah dan meningkatkan valensi kita harus buang jauh rantai gajah itu dan tidak membiarkan diri terpenjara kotak korek api.
2.Menakar Valensi diri Untuk menakar valensi kita kita harus membandingkan prestasi diri kita dengan orang lain dengan usia, latar belakang, dan lingkungan mirip dan sepantaran dengan kita. Apabila prestasi kita lebih baik, berarti valensi kita lebih baik pula. Cara kedua adalah dengan membenturkan diri kita pada pekerjaan dan tantangan yang besar. Seberapa tahan kita menghadapi cobaanya?, seberapa mampu kita menyelesaikan permasalahannya?, dan seberapa baik prestasi kita?. Jawabannya dari pertanyaan ter sebut akan menunjukkan takaran valensi kita.
3.Memimpin perubahan diri Perubahan dari dalam diri seseorang tidak datang dengan sedirinya. Kita harus memimpin perubahan itu. Mengambil kendali hidup kita dan bertanggung jawab pada apa pun yang terjadi pada perjalanan hidup. Lakukan secara konsisten, terstruktur dan berkesinambungan. Maka kita akan siap naik ke tingkat valensi lebih tinggi.
4.Mengenali hasil dan menggunakannya sebagai modal untuk naik ke tingkat valensi lebih tinggi Saat mulai tampak perubahan valensi yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan diri. Maka kita harus mulai mencoba naik ke tingkat valensi yang lebih tinggi dengan melakukan hal-hal berikut:
5.Melibatkan diri dalam pekerjaan besar yang kita pikir mustahil melakukannya. Bersaing dengan orang-orang yang kita anggap valensinya lebih tinggi. Berani mengambil resiko, dengan berusaha mewujudkan hal-hal positif yang dulu kita anggap terlalu beresiko untuk dilakukan. Berteman dengan orang bervalensi tinggi. Ketika seluruh tahap ini telah kita lakukan maka kita telah berada di tingkat valensi lebih tinggi. Maka setelah itu kita harus mengamalkan terus ilmu ini dan mengajarkan pengalaman kita kepada orang lain. Semakin banyak diamalkan dan diajarkan maka valensi tambahan akan semakin mantab menjadi bagian dari diri kita. (Akhmad)( Akhmad Yusuf Mhs Unesa Peserta Mentor FM Plus, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Apakah Khilafah hal yang Ghaib?


Apakah Khilafah hal yang ghoib????
By. Nafa
Sebelum mikroskop ditemukan apakah manusia percaya bahwa di dalam sesendok air sawah mengandung banyak sekali makhluk hidup???. Karena tidak bisa melihat makhluk hidup tersebut maka manusia mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang ghoib. Setelah mikroskop ditemukan, manusia baru bisa melihat berbagai jenis organisme yang terdapat dalam sesendok air sawah tersebut, dan kini hal itu tidak menjadi ghoib lagi bagi manusia. Dengan pengetahuan yang lebih tinggi lagi, manusia bias mengidentifikasi jenis-jenis organisme tersebut misalnya ada ullothrix, anabaena, spirogyra, amoeba dll.Lalu apakah suatu saat kelak jika manusia menemukan alat yang bisa melihat jin, apakh jin tidak menjadi ghoib lagi???. Banyak kejadian yang memperlihatkan bahwa jin bisa tertangkap oleh kamera biasa ataupun kamera infra red. Tetapi keberadaan jin tetaplah ghoib bagi manusia karena masih banyak informasi yang belum diketahui oleh manusia mengenai jin. Hanya Alloh SWT-lah yang tahu keberadaadnnya. Ternyata banyak sesuatu yang ghoib yang tidak diketahui oleh manusia, hal ini wajar karena manusia tidak mampu menjangkaunya, karena manusia tidak mempunyai banyak ilmu tentangnya. Hal yang ghoib lainnya seperti hari kiamat, surga, neraka, akhirat, kenapa daging babi dan khamr diharamkan, kenapa kita harus menutup aurot, jika semua itu diperintahkan oleh Alloh maka kita harus melaksanakannya, jika itu di larang oleh Alloh maka kita harus meninggalkannya tanpa perlu berpikir-pikir terlebih dahulu karena pengetahuan kita terbatas, oleh karena itu kita tinggal patuh saja. Apakah khilafah itu juga adalah sesuatu yang ghoib??? Khilafah adalah sesuatu yang dapat didefinisikan dan dapat diketahui dengan pasti keberadaannya. Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang wajib ditegakkan. Khilafah ada pada zaman rosululloh hingga runtuh pada tahun 1924 dan akan tegak lagi suatu saat jika Alloh menghendakinya karena ini adalah janji Alloh SWT. (www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Wednesday, March 25, 2009

Menyambut Hidayah Allah dan pentingnya pendidikan Anak


Menyambut Hidayah Allah dan pentingnya pendidikan Anak .
“ Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah kepada seseorang dengan perantaramu maka hal itu lebih baik bagimu daripada memperoleh beberapa ekor unta merah.”
( terjemahan Hr. Bukhari)

Sobat, seringkali kita mendengar banyak orang yang berkata,” Saya sih mau sholat, mau pakai jilbab tapi, gimana ya? kata orang belum dapat hidayah.” Jadi hilayah dijadikan alasan atau dalih. Padahal hidayah itu telah diberikan oleh Allah kepada kita. Ada yang gratis dan ada yang harus diupayakan atau berjuang untuk meraihnya. Contoh yang hidayah yang gratis itu adalah kita oleh Allah diberi akal, kebutuhan jasmani, dan naluri-naluri. Sehingga kita bisa membedakan antara nasi bebek dan nasinya bebek, dengan akal pikiran kita bisa menganalisa dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. Ketika manusia mau memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri-nalurinya maka disinilah butuh hidayah berikutnya yaitu Irsyad wal bayan berupa Al-qur’an dan As-Sunnah. Maka akal pikiran kita mempelajari dan memahaminya sehingga sebelum bertindak kita akan mengetahui mana yang halal mana yang haram. Ketika kita telah menggunakan hidayah Allah yang gratis tadi kemudian melakukan sesuai dengan perintah dan larangan Allah Swt baru kemudian Allah memberi hidayah berupa taufiq yaitu kemudahan dalam menjalankannya dan keistiqomahan. Jadi hidayah taufiq itu harus diperjuangkan dan diupayakan bukan menunggu dan bertopang dagu.

Ada seorang guru SD yang tidak menggunakan jilbab dan seringkali pakai baju yang ketat dan tidak menutup aurat. Suatu hari ia menulis sebuah slogan untuk disampaikan kepada muridnya dengan mengutip hadits, “ Tidak sempurna iman seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Ibu guru ini menerangkan dan memerintahkan kepada murid-muridnya agar mengaplikasikan hadits ini dalam aktivitas sehari-hari.
Seorang siswa katakan si Kecil segera pulang dan memberitahu ibunya bahwa ia butuh jilbab atau jubah besar. Ibunya mengira bahwa putrinya si Kecil akan memakai jilbab atau jubah besar ini untuk acara drama di sekolah. Maka ibunya segera membelikan jilbab untuk anaknya dan si Kecil minta dibungkus dengan rapi dan minta dibelikan sekuntum bunga mawar yang indah. Di atas bungkusan dan sekuntum bunga mawar tersebut ada surat dengan tulisan, “ “Ustadzahku tercinta, aku melihat dengan cahaya hati pada setiap waktu. Aku juga memujimu dengan pujian yang indah dan syukur. Aku sangat senang kalau ibu guru sudi memakai jilbab sepertiku. Semoga Allah Swt. Allah Yang Maha Rahman. Allah yang Maha Rahim pencipta dan pengatur alam semesta ini menempatkan kita di surga.” Pada hari kedua ibu guru ini mengenakan jilbab sehingga semakin anggun dan berwibawa. Pihak sekolah mengucapkan selamat kepada ibu guru ini yang telah memakai jilbab. Lantas ia berkata, “Jangan ucapkan selamat kepadaku, tapi ucapkan selamat kepada si Kecil yang membukakan hati saya untuk menyambut hidayah Allah Swt.”

Ada seorang anak kecil yang diajak ayahnya naik mobil ke kota. Di tengah perjalanan ayahnya menghentikan mobil di pinggir jalan untuk membeli beberapa kebutuhan di pasar. Tinggal anak kecil ini di dalam mobil. Seorang polisi lalu lintas mendatanginya dan memberitahukan bahwa ayahnya telah melanggar rambu-rambu lalu lintas karena menghentikan mobil di tempat yang salah.
Anak kecil ini bertanya kepada polisi lalu lintas itu, “Apakah Engkau menunaikan sholat shubuh dengan berjamaah?”
Polisi ini merasa malu karena pertanyaan aneh ini. Dengan malu-malu polisi ini menjawab, “ Tidak, sering aku tidak menunaikan sholat shubuh apalagi berjamaah.”
“Kalau begitu bapaklah yang melanggar aturan Allah, bukan ayahku.” Tukas si kecil dengan polosnya. Polisi tersebut menyesali tindakannya. Sejak saat itu ia bertobat dan menjalankan sholat. Anak kecil inilah yang menjadi sebab datangnya hidayah Allah kepadanya dan keistiqomahannya.

Sobat, Islam tidak pernah memandang remeh anak kecil. Semenjak matahari Islam terbit di jagad raya ini, anak kecil telah memiliki posisi penting. Bukankah Ali bin Abi Thalib Ra, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Mas’ud masuk Islam dan menjadi pejuang Islam serta mengemban dakwah sejak masih anak-anak.
Islam menganjurkan umatnya agar memberi perhatian lebih kepada anak kecil. Bagaimana tidak, mereka adalah cahaya di pagi hari, generasi masa depan, tonggak penopang umat, fajar yang sedang terbit dan senyuman manis. Mereka adalah bahtera yang sedang mengarungi samudera masa depan menuju pantai keamanan, ketentraman, dan kebahagiaan.
Sobat, lihatlah Al-Qur’an, bagaimana ia berbicara tentang anak dan keturunan? Bagaimana ia menunjukkan para orang tua agar memperhatikan mereka dalam urusan dunia dan akherat? Silahkan baca dan renungkan kaidah pendidikan anak dalam beberapa ayat surat Luqman dari ayat 14 – 19.
Allah juga berfirman :
“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertakwa.” ( TQS. Al-Furqan : 74 ).

Sobat, hamba-hamba Ar-Rahman adalah orang-orang mukmin yang waspada dan berambisi menjadikan anak mereka sebagai anak-anak yang sholeh. Menjadi penyejuk mata dan harta simpanan dalam kehidupan dan setelah kematian. Alangkah ruginya orang-orang yang menyia-nyiakan pendidikan putra-putri mereka.
(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H. www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Tuesday, March 24, 2009

Hukum Pemilu Legislatif dan Presiden


Tidak lama lagi, Indonesia kembali akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009Pemilu kali ini, selain untuk memilih anggota legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat dan Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pemilihan Anggota Legislatif akan diselenggarakan pada 9April 2009. Pemilihan Presiden akan diselenggarakan pada awal Juli 2009 untuk putaran pertama, dan pertengahan September 2009 untuk putaran kedua.

Berdasarkan undang-undang dasar maupun undang-undang yang ada, anggota legislatif memiliki tiga fungsi pokok: (1) fungsi legislasi untuk membuat UUD dan UU; (2) melantik presiden/wakil presiden; (3) fungsi pengawasan, atau koreksi dan kontrol terhadap Pemerintah. Adapun Presiden secara umum bertugas melaksanakan Undang-Undang Dasar, menjalankan segala undang-undang dan peraturan yang dibuat.
Berdasarkan fakta ini, hukum tentang Pemilu di Indonesia bisa dipilah menjadi dua: Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Pemilu Legislatif
Pemilu Legislatif pada dasarnya bisa disamakan dengan wakalah, yang hukum asalnya mubah (boleh) berdasarkan hadis Nabi saw.:

Jabir bin Abdillah ra. berkata, Aku hendak berangkat ke Khaibar, lalu aku menemui Nabi saw. Beliau bersabda, “Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, ambillah olehmu darinya lima belas wasaq.” (HR Abu Dawud).
Dalam Baiat ‘Aqabah II, Rasulullah saw. juga pernah meminta 12 orang wakil dari 75 orang Madinah yang menghadap beliau saat itu, yang dipilih oleh mereka sendiri.

Kedua hadis di atas menunjukkan bahwa hukum asal wakalah adalah mubah, selama rukun-rukunnya sesuai dengan syariah Islam. Rukun wakalah terdiri dari: dua pihak yang berakad (pihak yang mewakilkan/muwakkil) dan pihak yang mewakili/wakîl); perkara yang diwakilkan atau amal yang akan dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil; dan redaksi akad perwakilannya (shigat taukîl).
Jika semua rukun tersebut terpenuhi maka yang menentukan apakah wakalah itu islami atau tidak adalah amal atau kegiatan yang akan dilakukan oleh wakil.
Terkait dengan anggota legislatif, hukum wakalah terhadap ketiga fungsi pokoknya tentu berbeda. Wakalah untuk membuat perundang-undangan sekular dan wakalah untuk melantik presiden/wakil presiden yang akan menjalankan sistem sekular tentu berbeda hukumnya dengan wakalah untuk melakukan pengawasan, koreksi dan kontrol terhadap pemerintah.
Berkaitan dengan fungsi legislasi, setiap Muslim yang mengimani Allah SWT wajib menaati syariah Islam yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah; baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Allah SWT telah menegaskan:

Hukum itu hanyalah kepunyaan Allah (QS Yusuf [12]: 40).

Allah SWT juga menyatakan bahwa konsekuensi iman adalah taat pada syariah-Nya (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 65; al-Ahzab [33]:36). Tidak boleh seorang Muslim mengharamkan apa yang telah Allah halalkan atau menghalalkan apa yang telah Allah haramkan. Tentang hal ini, Adi bin Hatim ra. berkata: Saya pernah mendatangi Nabi saw. ketika beliau sedang membaca surah Bara’ah:
Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam (QS at-Taubah [9]: 31).

Beliau bersabda, ”Mereka memang tidak menyembah para alim dan para rahib mereka. Namun, jika para alim dan para rahib mereka menghalalkan sesuatu, mereka pun menghalalkannya. Jika para alim dan para rahib mereka mengharamkan sesuatu, mereka pun mengharamkannya.” (HR at-Tirmidzi).
Karena itu, menetapkan hukum yang tidak bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah adalah perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam, bahkan dapat dikategorikan sebagai perbuatan menyekutukan Allah SWT.

Dengan demikian, wakalah dalam fungsi legislasi yang akan menghasilkan hukum atau peraturan perundangan sekular tidak boleh, karena hal tersebut merupakan aktivitas yang bertentangan dengan akidah Islam.
Wakalah untuk melantik presiden/wakil presiden juga tidak boleh, karena wakalah ini akan menjadi sarana untuk melaksanakan keharaman, yakni pelaksanaan hukum atau peraturan perundangan sekular yang bertentangan dengan syariah Islam oleh presiden/wakil presiden yang dilantik tersebut. Larangan ini berdasarkan pada kaidah syariah yang menyatakan:

Wasilah (perantaraan) yang pasti menghantarkan pada perbuatan haram adalah juga haram.
Adapun wakalah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, koreksi dan kontrol terhadap Pemerintah adalah boleh selama tujuannya untuk amar makruf nahi mungkar. Wakalah semacam ini merupakan wakalah untuk melaksanakan perkara yang dibenarkan oleh syariah Islam.

Namun demikian, harus ditegaskan bahwa pencalonan anggota legislatif dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dibolehkan sepanjang memenuhi syarat-syarat syar’i, bukan dibolehkan secara mutlak. Syarat-syarat tersebut adalah:
Harus menjadi calon dari partai Islam, bukan dari partai sekular. Dalam proses pemilihannya tidak menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan, serta tidak bersekutu dengan orang-orang sekular.
Harus menyuarakan secara terbuka tujuan dari pencalonan itu, yaitu untuk menegakkan sistem (syariah) Islam, melawan dominasi asing dan membebaskan negeri ini dari pengaruh asing. Dengan kata lain, calon wakil rakyat itu menjadikan parlemen sebagai mimbar (sarana) dakwah Islam, yakni menegakkan sistem Islam, menghentikan sistem sekular dan mengoreksi penguasa.
Dalam kampanyenya harus menyampaikan ide-ide dan program-program yang bersumber dari ajaran Islam.
Harus konsisten melaksanakan poin-poin di atas.

Pemilu Presiden

Pemilu Presiden berbeda dengan Pemilu Legislatif. Presiden bukanlah wakil rakyat; kepadanya tidak bisa diberlakukan fakta wakalah. Dalam hal ini lebih tepat dikaitkan dengan fakta akad pengangkatan kepala negara (nashb al-ra’is) yang hukumnya terkait dengan dua hal: person (orang) dan sistem.
Terkait dengan person, Islam menetapkan bahwa seorang kepala negara harus memenuhi syarat-syarat in’iqâd, yang akan menentukan sah-tidaknya seseorang menjadi kepala negara. Syarat-syarat itu adalah: (1) Muslim; (2) Balig; (3) Berakal; (4) Laki-laki; (5) Merdeka; (6) Adil/tidak fasik; (7) Mampu (yakni mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara). Tidak terpenuhinya salah satu saja dari syarat-syarat di atas, membuat pengangkatan seseorang menjadi kepala negara menjadi tidak sah.
Adapun tentang sistem, harus ditegaskan bahwa siapapun yang terpilih menjadi kepala negara wajib menerapkan sistem Islam. Ini adalah konsekuensi dari akidah seorang kepala negara yang Muslim. Dalam Islam, tugas utama kepala negara adalah menjalankan syariah Islam serta memimpin rakyat dan negaranya dengan sistem Islam. Memimpin dengan sistem selain Islam tidak akan menghasilkan kebaikan, tetapi justru menghasilkan kerusakan dan bencana. Siapa saja yang memimpin tidak dengan sistem Islam, oleh Allah SWT disebut sebagai fasik dan zalim, bahkan jika secara i’tiqadi menolak syariah Islam, dinyatakan sebagai kafir (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44, 45, 47).

Wahai kaum Muslim:
Sikap yang semestinya harus ditunjukkan oleh setiap Muslim dalam menghadapi Pemilu ini adalah:
Tidak memilih calon yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas; tidak mendukung usahanya, termasuk tidak mendukung kampanyenya dan mengucapkan selamat saat yang bersangkutan berhasil memenangkan pemilihan.
Melaksanakan syariah Islam secara utuh dan menyeluruh dengan konsisten; berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengubah sistem sekular ini menjadi sistem Islam melalui perjuangan yang dilakukan sesuai dengan tharîqah dakwah Rasulullah saw. melalui pergulatan pemikiran (as-shirâ’ al-fikri) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsi). Perjuangan itu diwujudkan dengan mendukung individu, kelompok, jamaah, dan partai politik yang secara nyata dan konsisten berjuang demi tegaknya syariah dan Khilafah; serta menjauhi individu, kelompok, jamaah dan partai politik yang justru berjuang untuk mengokohkan sistem sekular.
Secara sendiri-sendiri atau bersama-sama melakukan kritik dan koreksi terhadap para penguasa atas setiap aktivitas dan kebijakan mereka yang bertentangan dengan syariah Islam; tidak terpengaruh oleh propaganda yang menyatakan bahwa mengubah sistem sekular dan mewujudkan sistem Islam mustahil dilakukan; tidak boleh ada rasa putus asa dalam perjuangan karena dengan pertolongan Allah, insya Allah perubahan ke arah Islam bisa dilakukan, asal perjuangan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Yakinlah, Allah SWT pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya, khususnya dalam usaha mewujudkan tegaknya kembali Khilafah guna melanjutkan kembali kehidupan Islam (isti’nâfu al-hayâh al- Islâmiyah), yaitu kehidupan yang di dalamnya diterapkan syariah Islam dan risalah Islam diemban ke seluruh dunia dengan kepemimpinan seorang Khalifah. Khalifah inilah yang akan menyatukan umat dan negeri-negeri Islam untuk kembali menjadi umat terbaik serta memenangkan Islam di atas semua agama dan ideologi yang ada. Kesatuan umat itulah satu-satunya yang akan melahirkan kekuatan, dan dengan kekuatan itu kerahmatan (Islam) akan terwujud di muka bumi. Dengan kekuatan itu pula kemuliaan Islam dan keutuhan wilayah negeri-negeri muslim bisa dijaga dari penindasan dan penjajahan negeri-negeri kafir sebagaimana yang terjadi di Irak dan Afganistan.
Memilih kepala negara yang mampu menjamin negeri ini tetap mandiri dan merdeka dari cengkeraman penjajah; mampu mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan malah membiarkan negeri ini dalam cengkeraman dan dominasi kekuatan asing di segala bidang; mampu meletakkan keamanan negeri ini semata di tangan umat Islam, bukan di tangan warga negara asing; dan tidak membiarkan pengaruh negara penjajah ke dalam institusi tentara dan polisi, apalagi mengijinkan negara asing membuat pangkalan militer di wilayah negeri ini. Sesungguhnya Allah SWT melarang Muslim tunduk pada kekuatan kafir (Lihat: QS an-nisa’ [4]: 141).
Akhirnya, semua berpulang kepada umat Islam, apakah akan membiarkan negeri ini terus dipimpin oleh penguasa zalim dengan sistem sekular dan mengabaikan syariah Islam yang membuat negeri ini terus terpuruk; ataukah memilih pemimpin yang amanah dan menegakkan syariah Islam sehingga kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan benar-benar akan terwujud. Begitu juga, semua berpulang kepada umat Islam, apakah akan membiarkan negeri-negeri Muslim tetap tercerai-berai seperti sekarang dan tenggelam dalam kehinaan; ataukah berusaha keras agar bisa menyatu sehingga ‘izzul Islâm wal muslimîn juga benar-benar terwujud.

Wahai umat Islam! Inilah saatnya. Ambillah langkah yang benar. Salah mengambil langkah berarti turut melanggengkan kemaksiatan!(Al -Islam 448) []
( www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Tips Mengelola Pengetahuan secara individu


Tips mengelola Pengetahuan secara individu :
1. Atur dan rapikan file-file yang sudah kita dapatkan dari internet, membaca buku, perpustakaan, seminar,dll. Buat kategori yang baik, masukkan file-file ke dalam kategori tersebut. Buat aturan penamaan file yang mudah mengingatkan kita dan mempermudah pencarian kembali.

2. Usahakan menulis segala pengalaman yang kita dapat, dari hal sepele sampai yang paling rumit, dari hal yang menyedihkan sampai yang paling menyenangkan. Tulislah di blog Anda. Supaya pengalaman kita bisa dimanfaatkan orang lain bahkan bisa menjadi inspirasi bagi mereka.

3. Simpan dan rapikan segala tugas mandiri di kampus, paper, artikel, laporan atau buku yang kita tulis termasuk tugas akhir di kuliah. Buatlah backup secara berkala. Ingatlah semua karya kita adalah knowledge penting yang kita punya., menghilangkan mereka adalah menghilangkan sebagian pengetahuan yang kita miliki.

4. Catat semua track record kegiatan kita dan karya kita dalam curriculum vitae kita. Jangan sampai ada yang terlewat, buatlah supaya kita bisa mengedit secara berkala CV kita dengan mudah.

Sobat, semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi kita untuk mengelola pengetahuan masing-masing. Masihkah ingat tulisan saya, Ayo! Buat Proposal hidup Anda! Sudahkah anda membuat proposal hidup Anda. Sobat, tidak ada yang peduli dengan pengetahuan kita, kecuali diri kita sendiri.
The Power Self Dicipline dan The Power of Dream. Never Give Up! Sobat.!
( Spiritual Motivator-N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )



Berani Mencoba.


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang
sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak
paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam
terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh
ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping
seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam
harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam
ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada
si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali
setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam
dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali
setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu
dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu
tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti
ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan
yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah
menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita
anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com)

Wednesday, March 18, 2009

Perjanjian Politik yang Dilakukan oleh Gerakan Islam dengan Pemerintah dan Partai Sekuler Bertentangan dengan Syara’


Perjanjian Politik yang Dilakukan oleh Gerakan Islam dengan Pemerintah dan Partai Sekuler Bertentangan dengan Syara’ dan Membahayakan Kaum Muslim

Membuat perjanjian politik hanya boleh dilakukan oleh negara dan pemerintah saja. Dalam hal ini, tidak ada alasan apappun yang membolehkan gerakan melakukannya, meski untuk mewakili pemerintah atau membantunya. Sebab, peran gerakan, partai, dan kelompok politik wajib terbatas pada aktivitas mengoreksi (muhasabah), menyampaikan pemikiran, dan melakukan perjuangan politik, seperti mengelurkan memorandum tentang kesalahan arah politik yang diambil negara (pemerintah), mengungkap rencana-rencana busuk musuh, dan membantu kebutuhan-kebutuhan riil masyarakat (tabanni mashalihul umah).

Dengan demikian, apapun keadaan dan kondisinya, aktivitas-aktivitas gerakan atau partai tidak boleh menyerupai aktivitas-aktivitas negara atau pemerintah. Sebab, gerakan atau partai tidak memiliki kekuasaan, tidak memerintah masyarakat, serta tidak pula mengurusi urusan-urusan politik masyarakat yang sesungguhnya.

Mengatur urusan-urusan pemerintahan dari aspek realitas adalah di antara tugas negara dan penguasa, bukan tugan partai atau kelompok, meskipun penguasanya berasal dari partai atau kelompok tersebut.

Pada dasarnya, pemahaman tentang “partai penguasa” merupakan pemahaman yang salah, bahkan berakibat pada adanya ekses-ekses politik yang berbahaya. Sebab hal itu mengubah fungsi negara hanya sebagai alat kekuasaan partai. Sehingga negara hanya menjadi milik partai yang berkuasa saja, dan tidak lagi menjadi milik semua masyarakat (rakyat). Akibatnya, terjadi tumpang-tindih kebijakan yang dikeluarkan. Misalnya, kebijakan partai dianggap sebagai kebijakan negara, sebaliknya kebijakan negara dinilai sebagai kebijakan partai. Jika hal ini terjadi, maka akan melahirkan kebencian dan dendam di tengah-tengah masyarakat terhadap partai dan negara, karena adanya monopoli partai atas pemerintahan, dan tidak diberinya hak masyarakat (rakyat) dalam kekuasaan.

Bangsa Arab dan umat Islam telah lama menjalani dualisme politik ini, dan hingga sekarangpun masih dijalankannya. Padahal semua itu yang menyebabkan terjadinya bahaya, berupa kemunduran politik yang luar biasa, seperti yang terlihat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Jadi, hal inilah yang menjadikan penting sekali memisahkan antara partai yang manapun dengan negara.

Adapun terkait dengan partai atau kelompok Islam secara khusus, maka perjanjian-perjanjian yang dibuatnya bersama pemerintah dan partai sekuler akan berakibat buruk berupa ketundukan partai atau kelompok tersebut terhadap pemerintah atau partai sekuler yang dengannya perjanjian dibuat. Bahkan hal itu akan menjauhkannya dari ciri khasnya dalam mengadopsi ideologi Islam dan hukum-hukumnya. Dan itu pula yang menjadikannya tergelincir kedalam rawa-rawa politik yang sebelumnya pemerintah dan partai sekuler telah tersesat dalam kegelapannya.

Masalah dalam hal ini pasti dan nyata, sedang perbandingannya jelas dan terang, yaitu apakah pemerintah berhukum dengan Islam atau berhukum dengan selain Islam, dan tidak ada alternatif ketiganya. Apabila telah pasti bahwa pemerintah ini berhukum dengan selain Islam, maka tidak ada gunanya dan tidak ada nilainya membuat kontrak (perjanjian) politik dengannya. Sebab dapat dipastikan bahwa perjanjian yang dibuatnya tidak akan membuat pemerintah menerapkan Islam. Justru sebaliknya, perjanjian yang dibuat oleh partai atau kelompok tersebut benar-benar telah memberikan legalitas terhadap pemerintah sekuler, dan membuatnya mudah untuk terus memerintah masyarakan dengan selain hukum yang diturunkan Allah.

Contoh dalam hal ini adalah apa yang dilakukan oleh gerakan Hamas dan Jihad Islam yang membuat kesepakatan nasional dengan otoritas Palestina dan gerakan Fatah, yang kemudian disusul dengan perjanjian Makkah, San’a, Kaero, dan apa yang telah berlangsung, yaitu perundingan-perundingan yang dilakukan oleh Komite Perdamaian di Kaero antara gerakan-gerakan Islam dengan gerakan-gerakan nasionalis. Sebab, penjanjian-perjanjian ini akan menarik kaki gerakan-gerakan Islam untuk sampai pada sikap kompromi terhadap otoritas Palestina dan gerakan-gerakan sekuler. Dari sinilah mereka masuk kedalam perangkap politik kedaerahan Mesir, Suriah, Iran, dan Saudi Arabia, yang tidak lain semuanya adalah politik yang tunduk dan mengabdi kepada kepentingan tentara Amerika.

Dan seperti itu juga, adalah perjanjian saling memuliakan dan loyal yang diadakan antara gerakan-gerakan Islam dengan gerakan-gerakan di Yordania, Maroko, Mauritania, dan yang lainnya.

Termasuk juga, perjanjian-perjanjian dengan negara non Islam, seperti perjanjian yang dibuat oleh kelompok Islam di Pakistan dengan partai Komunis Cina—bulan ini—yang isinya adalah pengakuan hak Cina di wilayan Turkistan Timur. Padahal semua tahu bahwa wilayah itu secara legal (syar’iy) adalah wilayah milik umat Islam yang dirampas oleh Cina.

Demikian itulah bahaya mengadakan perjanjian antara gerakan-gerakan Islam dengan pemerintah dan partai-partai sekuler. Sebab, hal itu berarti memberikan legalitas kepada pemerintah dan partai-partai tersebut dalam menerapkan hukum-hukum thaghut (bukan hukum Islam) terhadap masyarakat. Sebagaimana hal itu juga merupakan bentuk pengakuan terhadap hak-hak musuh di negeri-negeri Islam. Semua itu, secara syar’iy haram dilakukan, serta mendatangkan bahaya yang besar bagi kehidupan dan masa depan kaum Muslim. (mb/sumber: al-aqsa.org).
(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Kabar Gembira!!! Untuk FM Plus!!


Ass.
Salam Dahsyat dan luar Biasa!!!
Bagi Anda Peserta Mentor Plus FM angkatan ke-8 Start Bulan April.
Akan Mendapatkan Buku "Untaian Spiritual Motivator" secara Gratis untuk 100 Pendaftar pertama.Segera Daftarkan diri Anda kirim CV Anda ke email kami.
Bagi Anda yang Pesan Buku " Untaian Spiritual Motivator" Mulai sekarang hingga akhir Maret 2009. Akan Mendapatkan Diskon 50% jika mendaftar sebagai Peserta Mentor Plus FM.Segera Pesan dan daftarkan diri anda di Pogram Mentor FM Plus. kiim CV Anda di mumtaz.oke@gmail.com
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!!!
Wass.

Spiritual Motivator.
N.Faqih Syarif H

Sunday, March 15, 2009

Terapkan Syariah Islam, Campakkan kapitalisme adalah bukti mencintai Rasulullah Saw.


Makna Kelahiran Muhammad saw.

Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Padahal, Allah Swt. telah berfirman:
"Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah." (QS al-Hasyr [59]: 7).

Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw., sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah Swt. berfirman:
Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31).

Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw.

Di samping itu, Allah Swt. juga berfirman:
"Sesungguhnya engkau berada di atas khuluq yang agung." (QS al-Qalam [68]: 4).

Di dalam tafsirnya, Imam Jalalin menyatakan bahwa kata khuluq dalam ayat di atas bermakna dîn (agama, jalan hidup) (Lihat: Jalalain, Tafsîr Jalâlayn, 1/758). Dengan demikian, ayat di atas bisa dimaknai: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung. Tegasnya, menurut Imam Ibn Katsir, dengan mengutip pendapat Ibn Abbas, ayat itu bermakna: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung, yakni Islam (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, 4/403). Ibn Katsir lalu mengaitkan ayat ini dengan sebuah hadis yang meriwayatkan bahwa Aisyah istri Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam mengenai akhlak Nabi saw. Aisyah lalu menjawab:
"Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran." (HR Ahmad).

Dengan demikian, berdasarkan ayat al-Quran dan hadis penuturan Aisyah di atas, dapat disimpulkan bahwa meneladani Nabi Muhammad saw. hakikatnya adalah dengan cara mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidak hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Artinya, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan.
Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak!
Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem Kapitalisme sekular; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)? (Arif B)
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Selamatkan Generasi kita dari Pornografi dan Pornoaksi


Selamatkan Generasi kita dari Pornografi dan Pornoaksi Oleh. N.Faqih Syarif H

Pemerintah harus-lebih peduli dan memperhatikan tindak asusila sekaligus pornografi di kalangan pelajar. Angka-angka yang dibeberkan Komnas Anak pada 23 Juli 2008 lalu menjadi salah satu alasan utama. Dari hasil survei di sejumlah kota besar di Indonesia tercatat 62,7% siswi SMP sudah tidak perawan. Setelah itu, ada 21,2 persen siswi SMA yang pernah melakukan aborsi dan 93,7% Siswa SMA pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Belum lagi kasus narkoba yang menimpa remaja kita saat ini kian lama semakin meningkat. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, lebih-lebih pemerintah kalau tidak, kita akan kehilangan generasi kita pewaris dan penerus perjuangan umat menuju kemuliaan dan keberkahan hidup.

Generasi Muda itu adalah aset umat. Kita harus mengenal mereka dan menjelaskan kepada mereka jalan untuk mendapatkan hidayah karena umat sangat membutuhkan para pemuda yang merupakan benteng yang kokoh dalam menghadapi serangan orang-orang kafir dan dzalim. Pemuda juga dapat menjadi penolong saat krisis, atau sebagai aset dalam kuliah dan belajar. Pemuda bisa menjadi pelaksana amar ma’ruf nahi munkar, pembawa dakwah keimanan, dan risalah kenabian. Mereka memiliki banyak kebaikan jika kita paham bagaimana mengarahkan dan membinanya, dan bagaimana bisa masuk ke dalam hati sanubarinya?
Sobat, ada beberapa penyakit jiwa yang menimpa generasi muda kita saat ini diantaranya adalah sbb :
1. Lemahnya hubungan dengan Allah.
2. Takut kepada selain Allah Swt. Dan lemah dalam bertawakal
3. Dalam menjalankan agama, tidak mempedulikan syariah
4. Banyak pemuda merasa terpinggirkan dalam hidupnya
5. Terlalu menyalahkan diri, dan tidak percaya diri.
6. Kurangnya sabar dalam menghadapi godaan
7. Terpengaruh kemajuan era globalisasi
8. Tidak memiliki semangat juang ditambah lagi dengan depresi dan mudah putus asa
9. Terlalu berpikiran positif yang hanya berdasarkan pada pengamatan selintas
10. Menyia-nyiakan waktu dengan hiburan dan suka menunda-nunda aktivitas kebaikan.
11. Tidak mau menggali potensi dan bakat diri.
12. Lemahnya hubungan antara pemuda, ulama-da’i dan umara

Kenapa hal di atas terjadi? karena kita bercermin dalam kehidupan ini dengan cermin kehidupan yang retak bahkan pecah berkeping-keping yaitu sekulerisme bukan bercemin dengan Islam. Memisahkan agama dari kehidupan, lebih percaya dan ngeh dengan HAM ketimbang aturan Allah dan Rasulnya ( Syariah Islam ). Lebih modern katanya bila gaul bebas, lebih hebat bila bisa berkencan dengan banyak cewek ditambahlagi media massa baik TV, Internet, Film, majalah, VCD mempertotonkan pornografi dan pornoaksi di negeri ini bahkan konon kabarnya sekarang indonesia adalah surga dunia pornografi dan pornoaksi nomer dua sedunia setelah Rusia. Asstaghfirullah!!!
Banyak penelitian menyebutkan kalau media massa audio visual seperti TV, VCD dan Film sangat ampuh mempengaruhi penonton. Seorang peneliti bernama Dwyer menyimpulkan TV mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia, yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar TV. Secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV setelah tiga jam kemudian, dan 65 % setelah tiga hari kemudian ( Dwyer, 1988). Bayangkan kalau misalkan yang ditonton itu adalah tayangan-tayangan yang seronok, porno dan hot bangeta membuat kepala penonton jadi panas? Celakanya di negeri ini Sinetron-sinetron juga ngajari tentang pacaran, gaul bebas adalah hal yang mat wajar ditambah lagi peredaran VCD-VCD porno serta film-film porno terbilang bebas. Apalagi itu dijual di pinggir jalan tidak pandang siapa yang beli, harganya murah lagi. Belum lagi media cetak yang menyodorkan gambar-gambar porno, seronok dan menggoda juga makin banyak. Dengan model-model artis asli indonesia, tabloid yang ngeres itu laris manis di pasaran. Lagi-lagi harganya murah. Pihak penerbit, pengecer, dan juga para artis modelnya mungkin nggak berpikir kalau apa yang mereka lakukan itu memberikan sumbangan bagi kerusakan moral anak bangsa khusus umat islam karena mayoritas di negeri ini. Mereka juga nggak berpikir kalau perbuatan mereka itu akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Mereka hanya berpikir keuntungan dan keuntungan yang lainnya EGP (Emang Gue Pikirin).
Jadi, satu-satunya jalan agar kehidupan kita selamat adalah kembali bercemin kepada Islam dan menerapkan Syariahnya dan menjauhi media yang ”begituan” itu semua adalah bahan bakar yang ampuh untuk mesin hawa nafsu dan bikin remaja jumpalitan di ajang baku syahwat daripada uang kamu ludes untuk yang gituan beli VCD porno, tabloid mesum mendingan di pakai jajan yang halal.Syukur-syukur kamu bisa nabung untuk beli buku pelajaran, atau malah membantu orang yang fakir miskin. Pikiran tenang, pahala pun datang. OK Brur!!!

Bagi masyarakat harus peduli juga terhadap persoalan ini dengan cara membangun kesadaran untuk beramar ma’ruf nahi munkar serta melakukan kontrol sosial dan pembinaan umat khususnya generasi muda. Bagi Pemerintah tentu saja harus turun tangan menyelamatkan remaja. Diantaranya dengan memberangus media massa yang mengumbar pornografi. Jangan Cuma berfikir berapa pajak yang akan didapat pemerintah dari bursa syahwat itu tapi pikirkan juga dong keselamatan remaja dan masa depan bangsa. Dan, yang paling efektif tentu saja negara seharusnya sungguh-sungguh menjalankan aturan Allah dan Rasul-Nya. Soalnya hanya dengan aturan Islam sajalah pergaulan remaja bakal sehat.

Pentingnya Sistem Pergaulan Islam.

Masyarakat kita saat ini lebih mendewa-dewakan HAM dengan konsep ’ kebebasan’nya ketimbang syariah Islam akibatnya masyarakat senantiasa memaksa kaum perempuan untuk menyesuaikan diri dengan peran-peran yang mereka tentukan; peran-peran yang sebenarnya akan menghancurkan martabat dan kehormatannya. Meski demikian, kaum hawa tetap merasa yakin bahwa mereka telah ’dimerdekakan’. Berbagai bentuk fashion memaksa kaum hawa menanggalkan sebagian besar penutup tubuhnya agar bisa dierima masyarakat. Tubuh-tubuh mereka dimanfaatkan layaknya komoditas untuk memasarkan mobil dan permen coklat. Pornografi sering dianggap sebagai hak asasi, bukannya sebuah eksploitasi. Kaum perempuan didorong untuk bersaing dengan kaum laki-laki dalam memperebutkan peran yang sama.

Suasana kebebasan seksual pun menghasilkan berbagai konsekuensi. Pemerkosaan, aborsi, dan prostitusi merupakan berita sehari-hari. Perselingkuhan, hubungan seksual pranikah, dan homoseksual dapat diterima sepenuhnya, sedangkan orang-orang yang menolak fenomena-fenomena semacam itu dianggap sebagai kalangan yang ’terbelakang’. Ribuan remaja putri terpaksa harus membesarkan anaknya sebagai single parent, padahal mereka sendiri belum bisa memenuhi kebutuhan pribadinya. Pada hakekatnya, konsep ’kebebasan’ itu telah menjelma menjadi konsep’ketiadaan rasa tanggung jawab’. Akibatnya sangat jelas, yakni bencana dan kehancuran.

Islam tidak membiarkan kaum laki-laki dan kaum perempuan saling mendominasi atau saling memaksa. Secara alamiah, keduanya memang mempunyai sifat-sifat yang berbeda, dan oleh karena itu keduanya mempunyai peran yang berbeda dalam kehidupan ini. Agar tidak terjadi eksploitasi, maka peran masing-masing pihak harus ditentukan oleh satu-satunya pihak yang berkompeten, yaitu Allah swt, yang menciptakan kaum laki-laki dan kaum perempuan.
Islam telah memberikan kehormatan, martabat, dan perlindungan kepada kaum perempuan. Kaum muslimah tidak pernah merasa harus berjuang untuk merebut hak-haknya, karena hak-hak ini telah dijamin oleh agamanya. Mereka juga tidak merasa perlu bersaing dengan kaum laki-laki. Justru sebaliknya, hak dan kewajiban yang melekat pada masing-masing pihak- laki-laki dan perempuan- berfungsi untuk saling melengkapi. Hubungan di antara keduanya diatur dengan hukum perkawinan, diiringi dengan semangat bertanggung jawab untuk membentuk sebuah bangunan keluarga yang stabil, di mana kaum laki-laki berfungsi sebagai pemberi nafkah dan pengayom.
Dengan pengamatan sekilas pun kita akan dapat menyimpulkan bahwa sistem pergaulan dalam Islam memberikan jaminan atas terciptanya suasana saling menghormati dan saling menghargai antara kaum laki-laki dan perempuan di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, niscaya kehidupan kaum laki-laki dan kaum perempuan bisa berlangsung secara harmonis. Inilah salah bukti indahnya syariat Islam.
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )

Potret Buram Remaja kita akibat kerusakan sistem kapitalis


Potret Buram Remaja kita akibat kerusakan dan kenakalan sistem kapitalis.Oleh. N.Faqih Syarif H

Kenakalan remaja belakangan ini semakin mengkhawatirkan 1,5 juta remaja di Jawa Timur dilaporkan mengidap HIV/AIDS , 13 ribu lebih remaja Jawa Timur menjadi pengguna narkoba suntik , diawali dari usia SD dan 28,5 persen remaja telah melakukan hubungan seksual sebelum nikah ,Jumlah aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen diantaranya dilakukan remaja,Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun,Perkelahian antar pelajar bahkan menjadi pelaku tindak kriminalitas.( Suara Surabaya.net ). Inilah sebagian potret remaja kita dan ini menjadi keprihatinan pada diri remaja kita.
Kenapa itu semua bisa terjadi? Apa yang salah dengan mereka? Siapa yang bertanggung-jawab terhadap semua fenomena ini? Apakah yang rusak adalah orangnya atau sistem kehidupan ( ideologi) yang dipakai sebagai pandangan hidup?
Sobat, kalau kita mau telaah lebih dalam problem-problem sosial ini muncul pada masyarakat ’beradab’ yang ada di sekeliling kita ini? Setidaknya ada dua alasan pokok:

1. Buruknya pengaturan sistem sosial. Pernakah Anda melihat acara TV untuk anak-anak dan remaja atau pernakah anda membaca sekilas majalah-majalah remaja yang beredar dan di beli oleh para ABG kita setiap minggu? Kedua bentuk media yang hadir ke tengah-tengah masyarakat itu pasti menampilkan figur-figur yang menjadi idola anak-anak muda serta trend gaya hidup terbaru yang seharusnya diikuti. Kedua media ini hampir setiap saat mempertontonkan bentuk-bentuk masalah sosial. Mereka juga menampilkan para selebritis yang sedang menjalin hubungan asmara, pergaulan bebas, pengguna narkoba, dan tak jarang figur-figur tersebut adalah para pezina, homo dan lesbian. Fakta bahwa media-media yang menebar kerusakan itu dapat dengan bebas disebarluaskan melalui agen-agen koran atau stasiun-stasiun TV dan Radio, menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam hal ini memang cenderung ke arah liberalisme dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral apalagi nilai-nilai agama. Karena cermin kehidupan masyarakat dan pemerintah adalah cermin yang retak dan rusak yaitu sistem kapitalis dan liberalis. Menurut hukum positif di negeri ini, homoseksual, perzinaan, dan hubungan intim suka sama suka dalam semalam adalah perbuatan yang sah –sah saja asal tidak menggangu kepentingan orang lain. Oleh karena itu, tidaklah aneh jika begitu banyak anak muda yang mengikuti langkah-langkah syetan ini.

2. Kurangnya tanggung jawab orang tua, masyarakat dan negara. Ketika sistem kehidupan yang dipakai adalah rusak, peran negara yang terkesan cuek bebek, lemahnya masyarakat akan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar dan kewajiban muhasabah lil hukam ( mengoreksi kebijakan-kebijakan penguasa). Tentu saja kita juga tidak bisa mengkambinghitamkan masyarakat atas munculnya generasi yang berandalan ini. Para orang tua pun juga patut disalahkan. Lagi pula bila orang tua sendiri mengadopsi nilai-nilai yang ada di lingkungan itu pula, lantas pelajaran apa yang bisa diharapkan anak-anaknya dari mereka?
Sobat, pada dasarnya kedua masalah pokok itu muncul dari sumber yang sama, yaitu konsep HAM yang inti dasarnya adalah ”kebebasan”. Ini adalah salah satu konsep fundamental yang lahir dari sistem sekularisme yang adanya keharusan negara atau kelompok atau individu untuk melindungi hak manusia dalam kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan dan kebebasan individu. Dengan berkedok ”kebebasan” , orang-orang tunduk kepada hawa nafsu dan keinginannya sendiri. Para penguasa dan politisi meligislasi hukum yang digunakan untuk mengatur kehidupan kita berlandasan ide HAM dan kemauan mereka pribadi. Mengingat begitu banyaknya pejabat negara yang gemar melakukan perbuatan maksiat. Lalu bagaimana mungkin anda bisa percaya bahwa cara mereka mengatur urusan masyarakat serta membangun masyarakat disekitar anda, akan menghasilkan suatu kondisi lingkungan yang ideal bagi putra-putri anda?
Sobat, tidak ada jalan lain kecuali kita segera bangkit dari keterpurukan ini. Oh Ya selain harus memahami Islam lebih dalam lagi, kita juga dituntut untuk menanggalkan segala bentuk pemikiran dan budaya dari musuh-musuh Islam. Ada beberapa tahap yang bisa kita jadikan jalan untuk meniti kebangkitan yang hakiki sebagaiman yang disebutkan Syekh Hafidz Shalih dalam kitab An-Nahdhah hal 132-155. Diantaranya sebagai berikut :

1. Setiap muslim wajib menyadari akan tugasnya sebagai pengemban dakwah. Allah Swt. Berfirman :
" Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[1] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."(TQS An-Nahl :125)

[1] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

2. Setiap muslim harus memahami Islam sebagai sebuah mabda’ atau ideologi. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Islam sebagai pedoman dan pandangan hidup kita. Islam bukan hanya mengatur urusan ritual ibadah semata, sholat, puasa, zakat aja tapi juga sekaligus mengurusi masalah ekonomi, politik, pendidikan, hukum. Peradilan,pemerintahan, dan sebagainya.

3. Kita harus berjuang menegakkan Syariah Islam.

4. Melakukan kontak pemikiran dengan masyarakat, tidak hanya diam aja. Sebarkan terus ide-ide Islam kepada mereka. Kalau ternyata timbul pro dan kontra, itu wajar. Rasulullah Saw saja juga pernah merasakannya. Tenanglah sobat, kita berada di jalur yang benar.

5. Harus jelas dalam berjuang. Artinya kita harus fokus dan membatasi mana yang pokok dan mana yang cabang Allah Swt berfirman :
"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik".(Yusuf : 108 )

6. Harus berani melakukan perang pemikiran (ghazwul fikri) dengan berbagai ide sesat yang ada di masyarakat.

7. Selalu mengupdate perkembangan yang terjadi di masyarakat. Dan berikan solusinya dengan ajaran Islam.

8. Kita harus bisa menunjukkan kelemahan dan kepalsuan sitem kufur yang tengah mengatur kehidupan masyarakat kita saat ini. Supaya mereka juga paham, bahwa selama ini ternyata hidup dalam lingkungan yang tidak Islami. Itu sebabnya kita juga mengajak kaum muslimin untuk berjuang melanjutkan kehidupan Islam.
Dan Ingatlah sobat, bahwa semua itu tidak mungkin bisa dilakukan kalau hanya seorang diri. Tapi mutlak harus berjamaah. Lha wong kalau kita main bola aja nggak bisa sendirian khan, tapi perlu kesebelasan. Inilah yang disebut kekompakan dan kebersamaan. Ayo kita rapatkan barisan ! bergerak, bergerak dan bergerak untuk membangun kesadaran umat akan pentingnya syariah Islam dan Khilafah . Allahu Akbar !!!
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual motivator-N.Faqih Syarif H . LS HTI SDA )

Friday, March 13, 2009

Beda Antara Pemenang dengan Pecundang


Saudara, mungkin tulisan ini adalah yang paling penting dari semua tulisan yang selama ini telah saya buat. Saya ingin menyampaikan satu gagasan tunggal yang sangat menentukan apakah anda akan sukses sebagai pemenang, atau tetap membeku tidak kemana-mana sebagai (maaf) pecundang.

Saya ingin cerita sedikit…

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah email dari salah satu member lama. Isinya, dia menyampaikan rasa terimakasih yang teramat dalam karena berkat ilmu FormulaBisnis (SMUO), dia bisa memiliki bisnis sukses luar biasa dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia memiliki beberapa karyawan dan mengembangkan usaha online ke bidang-bidang yang lebih luas. Dia menjadi manusia bebas sekarang, dengan limpahan passive income yang semakin lancar mengalir ke kantongnya.

Saya tanya ke dia, apakah ada ‘strategi ajaib’ yang dia lakukan, di luar yang diajarkan SMUO? Dia jawab, tidak ada. Dia hanya melakukan apa yang diinstuksikan di dalam SMUO dan konsisten menjalankannya.

Saya bangga dengan hasil tersebut. Dada terasa mau meledak, merasa bahagia karena satu lagi rekan saya berhasil menerapkan ilmu SMUO dengan baik. Dari apa yang dia jelaskan, saya tahu cara bisnis dia sama persis dengan yang selama ini saya lakukan. Sama persis.

Tapi belum selesai saya dengan semua rasa itu, sebuah email dari member lainnya tertangkap mata saya. Isinya, dia mengeluh, mengumpat, dan menyebut saya penipu. Dia bilang, setelah dia membeli SMUO kenapa tidak ada perubahan apapun pada nasibnya?

Saya balik tanya ke dia, apa saja yang sudah dia lakukan agar berhasil? Yang mengejutkan, dia bilang begini:

“Saya memang belum melakukan apa-apa. Karena menurut saya, ilmu anda sudah basi. Saya sudah tahu semua materi yang anda ajarkan. Tidak ada hal baru. Jadi saya pikir, SMUO anda pasti tidak ada gunanya! Jadi kembalikan duit saya!”

Pikir saya, satu lagi pecundang dilahirkan di muka bumi ini.

Saudara, setelah membaca cerita singkat tadi, tahukah anda mengapa seseorang bisa berhasil dan mengapa yang lainnya tidak? Mengapa seseorang bisa menjadi pemenang, sedangkan yang satunya menjadi pecundang? Padahal, ilmu yang mereka miliki sama, fasilitas yang mereka dapatkan sama, modal mereka pun tidak jauh beda. Intinya mereka memulai start benar-benar dari posisi yang sama.

Jawabannya hanya satu kata… ACTION!

Itulah satu-satunya pembeda, antara pemenang dan pecundang.

Anda tidak bisa sukses hanya dengan membaca.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan belajar.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan berdoa.
Tidak dengan bicara, tidak dengan meminta.

Anda hanya bisa sukses jika anda mau bertindak. Melakukan action, sekecil apapun awalnya, yang penting anda konsisten melakukannya.

Anda tidak punya pilihan lain. Ilmu apapun yang anda beli, seberapapun mahalnya, seberapapun bagusnya… dia hanya sampah jika anda tidak melakukan sesuatu terhadapnya. Itulah kenapa akhir-akhir ini banyak sekumpulan pecundang yang menyebut SMUO adalah ebook sampah. 100% mereka benar! SMUO menjadi seonggok sampah karena mereka tidak mau memanfaatkan ilmunya.

Bukan hanya itu, mereka cenderung ingin menjatuhkan orang lain. Bukannya melakukan sesuatu yang produktif dan berguna bagi bisnisnya, mereka justru melakukan apapun untuk menggalang teman (sesama pecundang) dan menjatuhkan ‘lawan’. Menyedihkan, karena begitu banyak waktu produktif yang telah mereka buang sia-sia.

Impian tanpa action hanyalah mimpi! Hanya action yang akan membuat semua impian anda, seliar apapun, menjadi kenyataan. Tidak ada yang terlalu bombastis, tidak ada yang terlalu muluk. Itulah kenapa kata ACTION menjadi tema utama blog JokoSusilo.com.

Action yang anda lakukan sekarang akan menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan anda di masa depan. Mutlak, hukum alam memang seperti itu. Anda tidak punya pilihan lain.

Lalu, bagaimana menumbuhkan semangat action pada diri kita?

Saudara sesama pejuang bisnis, saya sering memikirkan cara apa yang bisa saya lakukan, yang bisa menggerakkan motivasi seseorang untuk melakukan ACTION demi kesuksesan mereka. Dengan pengetahuan yang saya miliki, dengan semua rekan yang saya kasihi, saya berpikir sangat-sangat keras mencari solusinya.

Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Saya merancang sebuah program sederhana yang akan mengingatkan kita akan pentingnya action dalam kehidupan bisnis kita. Untuk itulah, hari ini saya luncurkan sebuah kampanye sukses:


Mr. ACTION Campaign: Bertindak untuk Sukses!

Sebuah kampanye sederhana yang bisa anda ikuti untuk membantu anda tetap termotivasi dan bersemangat saat berjuang menggapai kesuksesan dalam bisnis di internet. Bukan hanya itu, anda juga bisa menularkan semangat itu ke setiap orang yang mengunjungi blog anda.

Yang perlu anda lakukan sederhana. Cukup pasang banner Mr Action di blog/website anda. Nah, pada saat anda memasang banner tersebut, ucapkan dalam hati anda:

“Dengan memasang banner ini, saya mengikrarkan diri menjadi Mr. Action! Saya akan selalu bertindak menuju sukses!”

Selama banner tersebut terpasang di blog anda, maka anda bertanggung jawab untuk memiliki kebiasaan bertindak. Bahkan lebih dari itu, bertindak secara produktif dan konsisten. Lakukan ini selama 30 hari hingga ACTION menjadi kebiasaan anda! Selanjutnya terserah anda.

Bagaimana, anda sudah siap? Silakan bergabung sekarang juga.
(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Wednesday, March 11, 2009


KEISTIMEWAAN PENGEMBAN DAKWAH

Mengemban dakwah adalah aktivitas yang sangat agung dimana seluruh syariat islam tidak akan pernah sempurna tanpa keberadaannya .

Mengemban dakwah merupakan aktivitasnya para Nabi dan para Rosul serta aktivitasnya para orang-orang yang selalu mengikuti jejak langka mereka dan senantiasa berjalan di atas manhaj mereka .karena kemulyaan dan keutamaan aktivitas inilah para pengembannya di janjikan oleh Allah dengan surga yang paling tinggi di mana para nabi dan Rosul berada. Seperti yang di gambarkan di dalam Q.S An-Nisa: 69 .
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rosul-Nya mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah yaitu nabi-nabi , para shodikin , orang-oarang yang mati syahid dan orang sholeh dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Subhanaallah betapa besar penghargaan yang diberikan Allah SWT kepada parapengemban dakwah ini, mereka yang dijanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi sungguh kenikmatan yang tiada tara, seperti yang digambarkan oleh Allah dalam Qs. Ad-Dukhan: 53 mereka memakai surtra yang halus dan sutra yang tebal (duduk berhadap-hadapan). Dan Qs. Al-Imran : 21 ”mereka memakai pakaian yang halus dan yang hijau dan surta tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak ”. Qs. Al-waqiah: 35-37 ” sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidari-bidari) dengan langsung dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umurnya”. Dan masih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan Allah dalam surat-surat yang lain.
Para pengemban dakwah merupakan cermin/ representasi/ perwujudan islam satu-satunya yang riel ketika daulah islamiyah yang seharusnya sebagai cermin/ representasi/ perwujudan dari islam yang paling besar tidak ada . Hal itu tercermin baik dari ucapan-ucapannya , perilaku-perilakunya , maupun dari sifast-sifat yang ada pada dirinya , mereka adalah teladan dan pemimpin bagi umatnya .
Mereka adalah orang-orang yang yakin akan janji Allah berupa pertolongan-Nya , bahwasannya kepemimpinan pasti akan berpindah ke tangan mereka dari tangan orang- orang kafir sekuler sebagaimana yang telah Allah janjikan kepada mereka . Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nur: 55
”Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang berimandan mengerjakan amal-amal sholeh diantara kalian bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi , sebagaimana Dia telah menjadikan orang – orang sebelum mereka berkuasa , akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridhoi –Nya untuk mereka , dan benar-benar akan menukar ( keadaan ) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa , mereka tetap menyembah-Ku dan tidak merpersekutukan sesuatu apapun dengan Aku .Barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu , merekalah orang- orang yang fasik” .
Keyakinan mereka akan janji Allah teramat besar sehingga tidak sedikitpun terlintas dalam benaknya sebuah keraguan akan pertolongan Nya .Mereka meyakini dengan sepenuhnya bahwa Allah yang maha kuat dan maha perkasa pasti akan memungkinkan dirinya agar dapat mewujudkan keinginannya yaitu untuk menegakkan kembali khilafah.
Sebagaimana yang telah di paparkan di dalam sebuah hadits oleh Hudaifah sebagai berikut :
Massa kenabian akan hadir di tengah-tengah kalian selama Allah menghendakinya . Allah kwmudian akan mencabutnya apabila Dia berkehendak mencabutnya . Muncullah kemudian khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian yang tetap ada selama Allah manghendakinya . Allah lalu mencabut nya apabila Dia berkehendak mencabutnya. Muncullah kemudian kekuasaan yang lalim selama Allah menghendakinya. Allah kemudian mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya .Selanjutnya muncullah kembali khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian , setelah itu Rasulullah saw terdiam. ( HR. Ahmad ).

Mereka pengemban dakwah yang berusaha memperjuangkan kembalinya khilafah Roshida ke tengah- tengah umat islam , sehingga islam benar-benar dapat terealisasi secara sempurna yang akan menghantarkan manusia menuju keridhoan –Nya dan mendapatkan kesejahteraan serta kemuliaan dengan islam .oleh karena itu sungguh tidak berlebihan jika para pengemban dakwah mendapat pujian tertinngi dari Rosulullah saw.
Dan faktor-faktor penyebab kelayakan tersebut yaitu
1. Keimanan yang mendalam . Para pengemban dakwah berjuang disertai dengan keimanan yang kokoh .Keimanan sendiri di defisinikan sebagai pembenaran yang pasti ,sesuai dengan kenyataan , dan bersumber dari dalil , dengan kata lain iman adalah itikat kalbu .
dalil yang menunjukkan pada pokok keimanan diantaranya disebutkan dalam Al-qur’an surat Al- Baqoroh: 177

Bukanlah nenghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah mengimani Allah hari kemudian, malaikat-malaiktnya, kitab-kitanya, dan nabi-nabiNya dan juga didalam hadits yang dituturkan Umar bin al-khaththab: malaikat Jibril berkata kabarkanlah kepadaku tentang Iman nabi saw. Kemudian bersabda yaitu Engkau mengimani Allah, para malaikatBta, kitab-kitabNya, para RasulNya hari akhir serta takdirNya yang baik dan yang buruk HR. Muslim, abu dawud Attirmidzi dan ahmad
Ayat-ayat Al-Quran dan Hadits merupakan dalil yang menunjukkan keimanan adalah amal atau aktivitas qalbu yaitu berupa pembenaran atau itikad. Kata Iman juga sering digunakan untuk menyebut amal perbuatan dan taklif syariat seperti daloam hadits penuturan Abu Said, pernah mendengar Rasulullah bersabda sebagai berikut: siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, ubahlah dengan tangannya dan apabila tidak mampu ubahlah dengan lisannya dan apabila tidak mampu denhan qalbunya itu adalah selemah-lemahnya keimanan HR. Muslim, abu dawud dan Attirmidzi
Atas dasar inilah kenapa para pengemban dakwah senantiasa berusaha menjadikan amal-amal perbuatanya agar tidak keluar dari koridor yang telah disyariatkan oleh Allah yaitu dengan berbagai ketaatan kepadaNya sehingga keimananya bertambah sempurna dan kuat serta menjauhi kemaksiatan yang dapat melemahkan keimanannya
2. keikhlasan yang suci. Para pengemban dakwah dalam melakukan aktivitasnya semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, bukan karena berharap pujian, jabatan maupun kepentingan-kepentingan yang bersifat duniawi semata sepeti dalam Qs. Al-A’raf 29
3. Mereka adalah orang-orang yang alim (berilmu) menguasai berbagai pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum Islam yang wajib ia ketahui dalam kapasitasnya dalam pengemban dakwah. Lebih jelasnya mereka bukanlah orang-orang bodoh karena orang bodoh tentunya tidak akan mampu dan tidak dapat percaya untuk menyampaikan apa yang diperintahkan Islam, sehingga dia tidak mungkin mampu mengemban dakwah secara benar. Mereka sadar akan kewajibannya untuk menguasai berbagai pemikiran dan hukum-hukum syariat Islam. QS al-Mujadillah ayat 11
4. mereka adalah orang-orang teguh dan kuat. mereka adalah orang-orang teguh dan konsisten dlam dakwah yaitu dalam seluruh pemikiran dan hukum-hukum Islam. Mereka akan menentang setiap upayah musuh-musuh dakwah dan musuh-musuh Islam baik pemikiran maupun hukum-hukum yang dibawa mereka sehingga kekonsistenan terhada mabda’, penjagaanya dalam terhadap hukum-hukum Islam tidak diragukan lagi yang mengakibatkan kesia-siakan dalam tipu daya yang diada-adakan oleh musuh Islam. Qs al-Baqarah 217
5. Mereka dalah orang-orang Sabar. Sabar dalam menanggung derita meski dalam rintangan tapi hal itu tidak berpaling dan tetap mempertahankan aqidahnya meski berbagai pendustaan dan penganiayaan yang menimpanya. Sejatinya hal itu buruk tetapi mereka memandang hal tersebut hal yang baik dan bahkan mereka menganggap penderitaan itu sebagai nikmat & anugrah. Karena Allah sebagaimana menimpahkan cobaah dan bencana bagi siapa saja yang menyukai keutamaan dan kemulyaan dari kalangan hamba-hambanya. Dia juga menganugrahkan kesabaran bagi mereka dalam mengadapi bencana atau cobaan tersebut dan keduanya merupakan perkara yang selalu ada pada diri orang-orang mukmin yang shalih dan ikhlas seperti yang dituturkan Abbudullah bin abas bahwa Rasulullah saw bersabda pada hari kiamat akan didatangkan orang-orang yang mati syahid lalu diangkat untuk dihisab, kemudian didatangkan orang-orang yang ditimpa cobaan bagi mereka tidak diajukan mizan dan tidak pula buku catatan. Kepada mereka yang diberikan pahalanya, sehingga orang-orang yang kuat, benar-benar mengangan-angangkan berkenaan dengnan kedudukan semacam itu agar tubuh mereka dipotong-potong denhan alat pemotong, karena mereka tahu betapa baiknya pahala Allah bagi orang-orang yang ditimpa bencana atau cobaaan HR. Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim.
Subhanallah para pengenban dakwah benar-benar oarang yang terbaik seperti dalam Qs al-Imran 110. dan Allah akan senantiasa memenangkan segala urusaNya. wallahu a’lam bi showab.
by:ana zahroh

Tuesday, March 10, 2009

Ayo Buat Proposal Hidup Anda!


Ayo Buat Proposal Hidup Anda! Oleh. N.Faqih Syarif H

“Kalau untuk bikin acara yang digelar satu dua hari ini saja kita butuh sebuah proposal, mengapa untuk hidup kita yang berjalan puluhan tahun kita tidak membuat proposal?Mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita?”( Jamil Azzaini )

Sobat, kalimat provokatif di atas muncul dari Mentor kami Sang Inspirator sukses mulia telah menggugah saya untuk membuat proposal hidup dan membuat goal setting di tahun 2009. Ia telah mencontohkan dirinya menyusun proposal hidupnya untuk sekian tahun ke depan, termasuk capaian-capaian dan lompatan hidup yang akan dituju secara rinci, detil dan sedemikian rupa sehingga arah hidup kita menjadi jelas. Proposal itu dibuat untuk menuntunnya menggapai prestasi tertinggi yang bisa dibanggakan di hadapan Allah. Beliau menceritakan bahwa ketika dirinya berangkat haji. Dia tidak lupa membawa proposal hidupnya. Sambil thawaf di masjidil haram, ia hanya minta kepada Allah agar ia dapat mewujudkan cita-cita sukses mulianya dalam proposal itu, Ya Allah inilah proposal hidupku. Apabila dengan ini Engkau semakin cinta kepadaku bantulah aku. Jika dengan ini keberadaanku memberi manfaat kepada banyak orang bantulah aku. Akan tetapi apabila dengan proposal hidup ini Engkau menjauh dariku dan keberadaanku membebani orang-orang yang berada di sekitarku, berilah petunjuk kepadaku. Jangan tinggalkan aku Ya Allah. Ya Allah , bantulah aku untuk mampu mewujudkan proposal hidup ini sebab tanpa bantuan dan pertolongan-Mu aku pasti tak akan merealisasikan proposal hidup ini. Ya Allah, kabulkanlah.....

Sobat, Kalo anda ingin buat Proposal hidup anda. Silahkan Baca bukunya Mas Jamil semacam workbook dengan judul .”Tuhan, Inilah Proposal Hidupku…….” Ikuti instrusinya secara baik dan bertahap. Susun proposal hidup anda secara detail. Insya Allah kehidupan anda dimasa yang akan datang akan jauh lebih baik daripada apabila anda tidak menyusunnya.

Sobat, orang yang tidak punya goal / target-target dalam hidup adalah laksana orang main sepak bola lari ke sana, kemari, umpan ke samping, umpan ke depan dan tendangng !!! tapi ndak ada gawangnya. Gimana mau memasukkan bola dan gol, lha wong ndak ada gawangnya. Sebelum menetapkan goal, sobat perlu tahu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menulis goal. Diantara syarat-syarat itu adalah :
1. Tertulis : Impian atau goal yang tak tertulis namanya bukan goal tapi hanya angan-angan. Dengan menuliskan impian, anda memberi tahu pikiran bawah sadar anda bahwa anda serius, impian ini penting bagi anda. Lagi pula sobat kalau kita hendak membangun rumah, tentu kita pasti menggambarkannya dulu khan? Kemudian gambar itu dijadikan cetak biru. Nah, masak untuk membangun hidup anda yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar membangun rumah ,apalagi membangun peradaban dan Misi di planet ini tidak punya cetak birunya?. Bila perlu anda tulis dengan menyertakan visualisasinya dan tempel di tempat-tempat yang sering anda lihat, di pintu kamar tidur anda, ditembok kamar anda,di laktop atau PC anda bahkan anda punya Dream Book yang senantiasa anda bawa kemana-mana.
2. SMART : Spesific – Anda harus jelas dan rinci mengenai apa yang anda inginkan. Pikiran bawah sadar tidak bisa menjalankan perintah yang tidak jelas. Measurable – Impian anda harus terukur. Achievable – Impian anda harus dapat anda raih. Jika impian itu terlalu besar, anda perlu memecah impian itu menjadi impian yang lebih kecil. Bila tidak pikiran bawah sadar anda akan menolak karena merasa tidak mungkin bisa mencapai impian itu. Reality-based - Impian anda harus realitis dan masuk akal. Trackable – Impian anda dapat dilacak. Anda dapat mengetahui kemajuan yang anda lakukan dalam upaya pencapaian impian anda.
3. Seimbang : Hidup yang seimbang adalah hidup yang baik. Jangan hanya mengejar uang, tapi mengabaikan aspek lain seperti mental, spiritual,emosi, dan hubungan antar keluarga.
4. Alasan emosional : Alasan yang bersifat emosional jauh lebih kuat daripada alasan logis. Semakin tinggi muatan emosi apalagi muatan spiritualnya dalam sebuah impian atau goal maka akan semakin kuat motivasi yang timbul dalam mengejar impian itu. Alasan emosional akan memunculkan suatu motivasi dari dalam diri sendiri yang tak pernah kekang di makan waktu. Motivasi ini akan melecut semangat anda sampai berhasil mencapai impian anda.
5. Batas waktu : Kalau tidak ada batas waktu, lalu kapan goal itu ingin anda capai? Jika kita tidak menentukan batas waktu atas goal kita, laksana seperti perlombaan lari yang garis finisnya ditiadakan. Di mana finisnya? Tidak tahu, pokoknya lari saja sampai kamu nggak sanggup lagi! Kalau sudah lari 2 jam termasuk berhasil atau belum? Ya tidak tahu, rasakan saja sendiri.
6. Diingat setiap hari : Dengan diingat setiap hari akan menjadi sugesti diri serta akan berfungsi sebagai program yang mendorong semangat dan motivasi anda.


Sobat, secara umum paling tidak ada delapan aspek kehidupan yang perlu kita perhatikan saat merancang impian atau goal :

• Spiritual : Di bidang spiritual, apa yang akan anda capai tahun ini? Tahun depan? Anda akan menjadi orang dengan kualitas spiritual seperti apa? Bagaimana dengan kegiatan dakwah dan ibadah Anda ? Apakah anda akan naik haji atau umrah? Visi besar setiap orang beriman seharusnya, “ Menjadi seorang abdillah dan khalifatullah di muka bumi.” Pada prinsipnya, setiap diri manusia adalah pemimpin, baik pemimpin bagi dirinya maupun untuk orang lain dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Tujuan hidup seorang yang beriman adalah untuk beribadah atau mengabdi kepada Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana yang dijelaskan dibagian pertama buku ini. Misi hidup kita sebagai orang yang beriman, diantaranya ;

a). Menyejahterakan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia.
b). Memelihara dan meningkatkan akidah, akhlak diri sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia
c). Menyehatkan diri-sendiri, keluarga, masyarakat dan umat manusia.
d). Membahagiakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia.
e). Mengentaskan kemiskinan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat manusia.

• Materi : Dalam hal materi, apa saja yang ingin anda miliki? Rumah idaman? Di mana lokasinya? Berapa luas tanah dan bangunannya? Bagaimana dengan kendaraan mobil?perhiasan? komputer yang canggih? Dll. Kapan Anda ingin mendapatkan materi ini? Untuk apa mendapatkannya? Bagaimana perasaan anda saat mendapatkan materi itu.
• Finansial : Dalam bidang keuangan, apa yang ingin anda capai dalam tahun ini? Berapa penghasilan yang ingin anda peroleh tahun ini? Berapa yang ingin anda peroleh lima tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan? Berapa tabungan atau deposito anda? Selain jumlahnya. Anda harus punya alasan jelas mengapa anda ingin mencapai impian anda. Untuk apa? Untuk siapa?
• Sosial : Apa yang akan anda lakukan untuk lingkungan dan masyarakat? Apa yang akan anda lakukan untuk dakwah dan pemberdayaan umat? Apakah anda akan mendirikan sekolah atau pesantren gratis untuk warga yang tidak mampu? Pengobatan gratis? Menyumbang untuk pendirian masjid? Menyumbang untuk aktivitas dakwah? Menyumbang untuk korban bencana alam? Berapa besar sumbangan yang akan anda berikan tahun ini? Berapa besar Zakat, infak dan shodaqoh yang anda keluarkan tahun ini? Tahun depan? Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi?
• Keluarga : Keluarga seperti apa yang ingin anda bina? Anda ingin menjadi suami atau isteri seperti apa? Sudahkah anda memiliki kualitas yang dimiliki oleh suami/isteri/ayah/ibu idaman yang baik dan sholeh sholehah? Jika anda sudah memiliki anak, bagaimana cara anda mendidik mereka? Bagaimana pembagian tanggungjawab dalam rumah tangga?
• Bisnis-Karier : Apa yang hendak anda capai dalam bisnis atau karier anda? Apakah anda puas dengan bisnis/karier anda saat ini? Kalau anda tidak puas, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan pindah karier? Apakah anda akan mencoba bisnis baru? Apa target anda dalam tahun ini? Bagaimana dengan tahun depan? Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi? Apa alasan anda ingin majua dalam bisnis/karier? Untuk apa anda maju dalam karier? Untuk siapa?
• Perkembangan diri : Dalam waktu mendatang, anda akan menjadi manusia yang bagaimana? Apakah karakter, sikap, kepribadian, kecakapan, pengetahuan,perilaku, kebijaksanaan anda telah berkembang optimal? Kalau belum, apa yang akan anda capai tahun ini? Tahun depan? Lima tahun? Atau sepuluh tahun lagi? Dalam hal pengembangan diri ? Jika anda ingin berhasil, kualitas apa yang harus anda kembangkan dalam diri anda? Sudahkah anda memiliki kualitas itu? Bagaimana dengan aspek mental dan emosi anda?
• Petualangan/Wisata : Petualangan apa yang ingin saya lakukan? Bila berlibur, saya ingin ke mana? Tempat manakah yang paling ingin saya kunjungi? Bagaimana gaya liburan saya? Bagaimana jika mencoba arum jeram? Terjun payung? Ke Kairo? Bagaimana kalau ke Singapura atau Malaysia? Alharomain? Al-Aqso? Ke mana anda akan mengajak keluarga anda berlibur?

Sobat, Janganlah kita melupakan prioritas pertama dan utama dalam hidup kita untuk menjadikan Akherat sebagai impian dan Allah menjadi orientasi tujuan hidup yang sesungguhnya. “Barangsiapa menjadikan akherat sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya, kecuali yang telah disempitkan kepadanya.” Demikianlah pesan Rasulullah Saw. Al-qur’an dan hadits mengajak kita membayangkan hari akherat bahwa kaki, telinga, tangan, mata, kulit kita akan berbicara; jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah SWT. ( Lihat dan baca QS yasin ayat 65 atau QS Fushshilat ayat 20 – 21 ). Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat baik. Saat memvisualisasikan akherat, bertanyalah kepada diri anda sendiri :

• Apakah saya termasuk orang yang bisa menatap wajah Allah atau tidak?
• Apakah aku ahli surga atau neraka?
• Apakah aku selamat melintasi shirat al-mustaqim atau terjatuh?
• Apakah buku amalanku hasil catatan raqib dan atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal sholeh atau kekafiran dan kemaksiatan?
• Apakah “ rekaman perbuatanku” yang dilakukan oleh Allah, Rasul-Nya, orang beriman, manusia, diri-sendiri, dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikkan atau keburukkan?
• Apakah tatkala matahari beberapa sentimeter di atas kepalaku, aku termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan?
• Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut; dada;hidung; bahkan sampai menenggelamkan kepala, aku termasuk mendapat pertolongan Allah atau bukan?
• Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa’at kepada Nabi, apakah aku termasuk orang yang menerimanya atau justru ditolak Nabi karena kita tidak pernah mengikuti tutunan dan risalahnya?
Nah, jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akherat nanti, lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat, salah satu ciri orang sukses adalah dapat memvisualisasikan sebelum segala sesuatu itu terjadi.
( Spiritual Motivator-N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Sunday, March 8, 2009

Sebuah Kemaksiatan yang kecil dapat menimbulkan kekalahan yang besar



Sebuah Kemaksiatan yang kecil dapat menimbulkan kekalahan yang besar.(Pelajaran Berharga dari Perang Uhud)
Oleh. N.Faqih Syarif H

“Dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu[1] dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai[2]. di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[3] untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.” (TQS. Ali Imran : 152).
[1] Yakni: urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad s.a.w. karena beliau telah memerintahkan agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam Keadaan bagaimanapun.
[2] Yakni: kemenangan dan harta rampasan.
[3] Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka.

Sobat, kalau kita perhatikan dan renungkan firman Allah di atas. Q.S. Ali Imran ayat 152 ada pelajaran yang berharga ” Sedikitnya jumlah dan kelemahan kemampuan dalam menghadapi musuh, tidaklah menjadi persoalan pokok, tetapi keburukan perbuatan dan kejelekan dosa kitalah yang menghancurkan diri kita .”

Saat perang uhud, penarikan sepertiga pasukan yang dilakukan pemimpin kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Sahlul tidak berpengaruh sama sekali. Jumlah pasukan yang ditarik mundur sekitar tiga ratus orang. Bahkan pada awal pertempuran, kaum muslimin menang telak, sedangkan kaum kafir mundur, diantaranya adalah Hindun binti Atabah. Namun , akhirnya kaum muslimin mengalami kekalahan. Pemicu kekalahan dalam perang uhud tersebut, hanyalah pembangkangan sebagian kecil kaum muslimin, hanya 40 puluh tentara saja. Hanya 40 Orang! Pembangkangan itu dilakukan oleh para pemanah yang menentang perintah Rasul untuk pada tempat atau posisi mereka. Sungguhpun demikian, hal itu tetap disebut sebagai pembangkangan terhadap instruksi Rasul.
Dari Peristiwa tersebut kita dapat mengambil hikmah bahwa sebuah kemaksiatan yang kecil dapat menimbulkan kekalahan yang besar. Ketika itu kaum muslimin kehilangan 70 sahabat pilihan. Rasulullah pun terluka, kepala dan gigi serinya patah. Selain itu Hamzah, Singa Allah terbunuh dengan mengenaskan. Lalu bagaimanakah dengan kemaksiatan kita yang tidak terhitung?
Di dalam banyak kitab Sîrah telah diriwayatkan bahwa musuh mana pun tidak sanggup bertahan lama menghadapi para Sahabat Rasulullah saw., bahkan Kerajaan Romawi sekalipun, yang saat itu merupakan sebuah ‘negara adidaya’.
Mengapa pasukan Romawi bisa dikalahkan oleh kaum Muslim? Inilah yang juga menjadi pertanyaan Heraklius, penguasa Romawi saat itu. Saat berada di Antakiah dan pasukan Romawi pulang dalam keadaan kalah menghadapi kaum Muslim, Heraklius berkata kepada pasukannya, “Celaka kalian! Jelaskan kepadaku tentang orang-orang yang berperang melawan kalian? Bukankah mereka juga manusia seperti kalian?!”
“Benar,” jawab pasukan Romawi.
“Siapa yang lebih banyak pasukannya, kalian atau mereka?”
“Kami lebih banyak pasukannya beberapa kali lipat di semua tempat.”
“Lalu mengapa kalian bisa dikalahkan?” Tanya Heraklius lagi.
Salah seorang tokoh Romawi berkata, “Karena mereka biasa melakukan salat malam, berpuasa pada siang hari, menepati janji, melakukan amar makruf nahi mungkar dan berlaku adil kepada sesama mereka. Sebaliknya, kita biasa minum minuman keras, berzina, melakukan keharaman, ingkar janji, merampok, menzalimi orang, memerintahkan hal-hal haram, melarang hal-hal yang diridhai Tuhan serta membuat kerusakan di muka bumi.”
Kepada tokoh itu, Heraklius berkata, “Kamu benar!” (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Marwan al-Malik, dalam kitab Al-Bidâyah (VII/15); juga oleh Ibnu Asakir).
Sebab-sebab pembawa kemenangan juga pernah dijelaskan oleh salah seorang intel Romawi yang dikirim untuk menyelidiki kondisi kaum Muslim. Usai menjalankan tugasnya, intel itu menjelaskan kondisi kaum Muslim, “Mereka adalah ‘para biarawan’ (para ahli ibadah) pada malam hari dan para pendekar ulung pada siang hari. Jika anak penguasa mereka mencuri, mereka memotong tangannya, dan jika ia berzina, mereka merajamnya, untuk menegakkan kebenaran di tengah-tengah mereka.”
Mendengar itu, atasan sang intel itu berkata, “Jika laporanmu ini benar, perut bumi (kematian, pen.) lebih baik bagiku daripada berhadapan dengan mereka di atas permukaan bumi. Aku berharap Tuhan tidak mempertemukan aku dengan mereka.” (Diriwayatkan Al-Baihaqi, dalam As-Sunan al-Kubrâ, VIII/175).

Jelas, kemenangan generasi Muslim terdahulu adalah karena keteguhan mereka dalam berpegang teguh dengan agama ini. Sebaliknya, kekalahan yang mereka alami adalah karena kebalikannya.

Sobat, saat sekarang ini semakin jelas dan tirai telah terbuka, sekaligus memperlihatkan tiga hakikat, Yaitu :

1. Kejelasan Musuh : Kini terungkaplah wajah buruk dan rasismenya yang sangat tercela. Lalu slogan-slogan menghargai HAM melalui peristiwa di baghdad dan jalur Gaza adalah kebohongan besar AS, Barat dan Israel serta antek-anteknya dengan dalih menegakkan Demokrasi dan tata dunia baru.
2. Kejelasan Pertempuran : Peperangan itu terjadi antara kebaikkan dan kebathilan, kekufuran dan keimanan.Kepercayaan – setelah beredar isyarat dan pernyataan bahwa Islam adalah musuh, Islam adalah teroris- telah jatuh. Kalimat perang salib pada lisan para musuh Islam untuk menguak dan menyingkap permusuhan yang tersembunyi di dalam hati juga telah tampak jelas.
3. Kejelasan Solusi : Itulah Islam dan tidak ada solusi lain selain dan hanya Islam. Segala solusi yang bersifat duniawi, jalan diplomasi, dan slogan-slogan nasionalis telah gagal total. Kapitalisme telah diujung tanduk dan saatnya khilafah memimpin dunia.

Sobat, jika Allah menguji kita dengan kekalahan, maka merendah dan menunduklah! Mintalah kemuliaan dan kemenangan. Karena pintu kemenangan hanya dapat dibuka dengan kunci ketundukan dan kerendahan kepada Allah Swt.
” Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar[4], Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah[5]. karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” ( TQS. Ali Imran : 123 )
[4] Pertemuan dua golongan itu - antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin - terjadi dalam perang Badar. Badar nama suatu tempat yang terletak antara Mekah dengan Madinah dimana terdapat mata air.
[5] Keadaan kaum muslimin lemah karena jumlah mereka sedikit dan perlengkapan mereka kurang mencukupi.

”Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai Para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, Yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang Luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” ( TQS. At-Taubah : 25 ).
Hal lain yang juga perlu diingat adalah jika Allah hendak memuliakan dan menolong hamba-Nya, niscaya Dia akan mengujinya dahulu agar pertolongan-Nya sesuai dengan kerendahan dan ketundukan, dan doa hamba-Nya.
Pada masa pemerintahan Abdurrahman An-Nashir, Khalifah Bani Umayyah di Andalusia, langit tidak mau menurunkan hujan. Hal ini membuat semua orang cemas dan ribut. Sang Khalifah meminta semua orang untuk melakukan sholat istisqa’. Pemangku jabatan Qadhi saat itu Al-Mundzir bin Sa’id. Beberapa waktu kemudian, sang Khalifah mengirim utusan kepada sang Qadhi agar mengimami sholat Istisqa’ tersebut. Ketika utusan Khalifah mendatangi al-Mundzir, dia bertanya pada utusan itu, ” Apa yang dilakukan Khalifah saat ini? Apakah kami akan sholat istisqa’, sedangkan ia hanya duduk di singgasana dan tidak ikut? Adakah orang yang mengetahui apa yang sedang diperbuatnya.”
Utusan tersebut menjawab, Kami tidak melihat Khalifah lebih khusyuk daripada saat ini. Dia meratap, bingung, menyendiri, berpakaian paling kasar, kepala dan jenggotnya berlumuran debu, menangis dan mengakui segala dosa-dosanya, memohon kepada Allah,” Akankah Engkau siksa rakyatku karenaku? Dan Engkau adalah hakim yang Maha Adil, maka tidak akan aku lalaikan Engkau setelah hari ini.”
Wajah al-munddzir menjadi berseri-seri dan berkata, ” Wahai sang utusan, bawalah hujan dengan kedua tanganmu!- merupakan ungkapan bahwa awan mulai datang- lalu menambahkan, ”Jika raja dunia telah tunduk, maka Raja Langit akan memberikan rahmat.” Akhirnya, sebelum orang-orang beranjak dari tempat sholat, hujan turun dengan segera.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah di atas dan tetap istiqomah dalam memperjuangkan dan menegakkan syariah dan Khilafah. Allahu Akbar !!! Amin.
( www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )

Wednesday, March 4, 2009

Kabar Gembira !!!


Ass.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !!!

Segera Terbit Buku terbaru dari Ust. Faqih Syarif
Dengan judul "Untaian Spiritual Motivation" dan "Spiritual Motivation, Melejitkan potensi diri dan lompatan Spirit"
Bagi Anda yang pesan dan Daftar sekarang di Program Mentor FM Plus akan mendapatkan secara Gratis.
100 Orang Pendaftar Pertama di Program Mentor FM Plus untuk gelombang awal April 2009.
Kirimkan Data lengkap anda sertakan alamat email anda, Kirim ke mumtaz.oke@gmail.com

Salam Dahsyat dan Luar Biasa!!!
Wass.


Spiritual Motivator.

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co