Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, February 23, 2009

Selesaikanlah segala sesuatu Demi Dia (Allah), maka segalanya akan jadi berkah



Selesaikanlah Segala Sesuatu Demi Dia (Allah) , maka segalanya akan jadi berkah.
Oleh. N.Faqih Syarif H

” Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” (TQS. 34 : 13 )


Ada seorang karyawan profesional yang mempunyai keahlian khusus, dia pekerja keras, dan pandai dalam mengatur proses penyelesaian pekerjaan timnya, jujur dan disiplin serta mempunyai prinsip dalam hidupnya ”Be The Best, not Be Asa” sebut aja Si Bejo.
Suatu ketika di departemen lainnya mengalami kemunduran yang signifikan dan ini sangat mempengaruhi kinerja dan keberhasilan di bagian lainnya dalam satu perusahaan. Sekalipun hal itu bukan urusan Si Bejo, dia pun menawarkan timnya untuk membantu melakukan perencanaan dan pembenahan yang memang menjadi keahlian Si Bejo. Namun, Kepala Departemen ”A” katakan demikian, menolak dengan mentah-mentah seakan tersinggung dan dianggap Si Bejo mencampuri urusan departemennya. Dan akhirnya Si Bejo pun mundur dengan senang hati tanpa sakit hati dan dia tetap fokus pada bidang pekerjaan dan keahliannya.
Beberapa minggu setelah kejadian itu. Si Bejo dipanggil oleh Deputi Presiden Direktur untuk membantu dan melakukan pembenahan di departemen ”A”. Maka si Bejo mencoba menjelaskan pada Sang Deputi Presiden Direktur bahwa dirinya sudah menawarkan bantuan karena kita semuanya adalah satu tim besar di perusahaan kalau salah satu departemen mekanisme kinerjanya ada hambatan maka akan berpengaruh pada tim secara keseluruhan, tapi departemen ”A” menolaknya. Maka kemudian Sang Deputi mengatakan, Pak Bejo, saya tahu kelakuan dan kerja mereka, justru itu kami meminta Pak Bejo dan tim untuk membantu dan melakukan pembenahan. Biar nanti saya yang akan bicara pada mereka, terutama si Agus pimpinannya. Sekalipun sudah dijelaskan berulang-ulang bahwa keberadaan Pak Bejo dan tim adalah dalam rangka membantu penyelesaian dan efektifitas kinerja di departemen”A” bukan karena cari muka di jajaran direktur apalagi untuk menjatuhkan seseorang. Si Agus pimpinan departemen ”A” tetap tidak senang dengan keadaan tersebut. Bahkan acapkali melakukan sabotase-sabotase kecil untuk menggagalkan sistem pembenahan yang dilakukan oleh Si Bejo. Kendatipun demikian Si Bejo tetap bekerja dengan senang hati dan ketulusan yang luar biasa. Karena bagi dia hanya fokus pada dua hal. Pertama, dia tetap gembira karena memang dia bekerja untuk Tuhan-nya, dan dia paham betul bahwa hasil yang dibawa oleh timya pasti tidak akan terlepas oleh pengawasan-Nya. Pasti akan ada anugerah dari kerja keras mereka.Kedua, dia tetap gembira karena memang ada progress perubahan ke arah yang lebih baik dan semakin bisa sinergi dengan bagian lainnya.
Akan tetapi semakin hari, semakin tambah kesal Si Agus melihat keberhasilan Si Bejo dan timnya. Sehingga pada suatu waktu dia melakukan sabotase secara kasar dan kasat mata. Akibatnya hasil di lapangan amburadul. Maka Si Bejo dipanggil oleh direksi dan mempertanyakan perencanaannya. Si Agus pun ikut-ikut memprovokatori dan menyalahkan Si Bejo atas keamburadulan di departemennya. Sampai akhirnya proses perencanaan dikembalikan kepada Si Agus dan Timnya.
Si Bejo sempat mengalami hari-hari yang penuh dengan rasa dongkol. Namun, kemudian dia kembali sadar bahwa dia bekerja semata-mata untuk-Nya (Allah), dan melakukan yang terbaik untuk kebaikkan dirinya, kebaikkan semua pekerja di kantor termasuk dewan direksi dan Si Agus serta timnya. Dia pun tetap berdo’a untuk kebaikkan semuanya tanpa memiliki rasa dendam sedikitpun.
Tidak kurang beberapa lama, tim audit dari pusat menemukan banyak angka yang aneh dan keganjilan-keganjilan pada departemen”A” termasuk data-data yang salah yang diberikan kepada Si Bejo yang memang sebagai upaya sabotase. Akhirnya Si Agus dipanggil direksi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diskors dari perusahaan.Dan nama baik Si Bejo dan timnya telah dibersihkan dari kesalahan dan ketidakmampuan dalam perencanaan. Pada tahun-tahun berikutnya karier Si Bejo terus menanjak dan Si Bejo terus melakukan perbaikkan terus-menerus dan meningkatkan valensi dirinya. Dia Bekerja untuk-Nya dan bukan untuk dirinya.
Sobat, apa yang bisa kita ambil dari kisah di atas ternyata ada dua kunci pokok para profesional menjadi sangat berhasil dalam meraih kesuksesan dan mereka meyakininya :

1. Mereka bekerja dengan Ikhlas demi alasan-alasan spiritual yakni kesadarannya akan hubungan dengan Allah..
2. Mereka bekerja demi membereskan semua urusan dan melakukan yang terbaik ”Be The Best, not Be Asa”

Mereka bekerja keras karena mereka tergerak dari dalam diri untuk melayani Tuhan mereka dengan ikhlas.Mereka tidak mau bermain politik yang dapat merusak prestasi bisnis perusahaannya. Mereka umumnya adalah orang-orang yang jujur, dan merampungkan hal-hal yang paling penting sehingga merekapun bisa maju, mendapatkan karier , dan posisi yang mentereng.
”Siapa pun yang menebar benih kebaikkan,maka dia pun akan mendapatkan hasil yang baik pula.”
(Spiritual Motivator, N. Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co