Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, February 10, 2009

Demokrasi Melahirkan Suap


Demokrasi melahirkan SUAP
Oleh Pipit Dianika
(Mhs Peserta Mentor FM Plus)

Beberapa bulan lagi Indonesia akan menyelenggarakan hajatan besar dalam pesta demokrasi.Tidak dipungkiri pesta ini selalu menelan beaya yang sangat besar.Menurut data yang dikeluarkan KPU ,beaya pemilu 2009 diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 48 trilyun.Seorang calon anggota legislatif 'diwajibkan membayar' Rp 200-300 juta untuk kursi jadi nomer urut satu dan dua.Sedangkan untuk calon DPR harus menyerahkan setoran uang Rp 400 juta.Setiap caleg juga diharuskan membayar beaya administrasi Rp 16 juta untuk pengganti biaya administrasi.(kabarindonesia.com,7.10.08).Belum lagi beaya kampanye untuk iklan di televisi misalnya,jika rata-rata biaya beriklan secara excessive di sebuah stasiun televisi perharinya adalah RP 500 juta,maka perbulan adalah RP 15 milyar.Angka ini hanya untuk di media TV ,belum termasuk media lain,seperti radio, internet, baliho,spanduk,bendera,kalender brosur,kaos dan material kampanye lainnya.Sangat jelas sekali pesta ini kental dengan kapitalisme, dimana pemodal terbesarlah yang berkuasa.Dalam pesta ini tiba tiba rakyat ketiban rejeki musiman, dari mulai uang pelicin untuk memilih partai tertentu, lengkap beserta atribut sebuah partai yang di bagikan secara gratis.Semua parpol berlomba-lomba mengambil simpati rakyat dengan berbagai acara sosial dadakan, nikah masal,sunatan masal,bagi-bagi sembako dll.Namun jika pesta sudah berlalu para parpolpun segera menghentikan aktivitas sosialnya.Seakan akan partai yang ada saat ini ataupun para pendahulunya baik yang bercorak nasionalis ataupun yang berbasis massa islam tidak akan bisa menang jika tidak menggunakan uang pelicin.Padahal Rasullullah SAW bersabda : Allah melaknat penyuap dan penerima suap di dalam kekuasaan.(HR Ahmad dan Abu Dawud).
Lantas darimanakah partai partai yang berpartisipasi dalam pesta ini mendapatkan suntikan dana?.Padahal kita tahu gaji para wakil rakyat itu tidak sebesar dana yang dikeluarkan untuk kampanye.Lantas bagaimanakah para penguasa yang mengatasnamakan dirinya wakil rakyat ini mengembalikan uang modal berkampanye?.Wajar jika masyarakat di sejumlah daerah mengganggap pemilu tak lagi menjadi hal yang penting bahkan mereka lebih memilih golput.Masyarakat sudah tampak jenuh,berkali-kali ganti pemimpin hidup tidak sejahtera bahkan tambah sengsara.Rakyat hanya jadi tumbal para elit politik.Tidak tanggung-tanggung Ketua MPR mendorong MUI dan ormas islam untuk mengeluarkan fatwa golput haram.Berbagai cara di tempuh untuk melanggenggkan sistem yang membawa kecacatan sejak lahirnya.Karena demokrasi dilahirkan dari hawa napsu yang di tuhankan oleh manusia, mereka para pemuja demokrasi mengingkari peran Tuhan dalam mengatur manusia.Sehingga dengan kepongahannya ia para pemilik modal yang menjadi penguasa sewenang-wenang membuat sejumlah aturan untuk mengatur rakyat dengan klaim wakil rakyat.Coba kita tengok berbagai UU yang dibuat para pengusa tidak ada satupun yang menguntungkan rakyat justru malah menguntungkan para konglomerat terutama para pemodal asing.
Maha benar Allah dengan firmannya:
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki ataukah hukum Allah yang lebih baik bagi orang-orang yang yakin.”(TQS. Al -Maidah:50).Jika memang demikian hendaklah ada dakwah politik dan ideologis yang mampu menyadarkan umat agar meninggalkan hukum jahiliyah dan kembali pada sistem mulia nan luhur yang diturunkan oleh Dzat yang menciptakan dan mengatur manusia dan alam semestaSebuah sistem yang membawa keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.Sehingga umat mampu menilai dan memilih sebuah partai yang mampu mengurusi urusan umat dan kesejahteraannya.Dengan sistem yang benar yaitu syariah islam dalam naungan daulah khilafah islamiyah yang dipimpin oleh seorang kholifah yang amanah.Maka kitapun mampu mengundang janji Allah.dalam surat Al A'raf:96.

“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(TQS. Al A’raaf : 96)

( www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co