Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, February 25, 2009

Bangga Bisa Menulis

Bangga Bisa Menulis ( Motivasi )
Oleh: Radinal Mukhtar Harahap

Seorang teman menyuruh saya membaca tulisannya yang berjudul
"Kontribusi Pemuda dalam Pemilu 2009: Capres Muda? Pantaskah??? ".
Dalam tulisan tersebut, teman saya ingin menguak kembali sejarah manis
kepemimpinan "anak muda" di Indonesia. Ia mencontohkan sosok Soekarno
yang telah memimpin diumur 44 tahun dan juga Bung Hatta yang menjadi
wakil dari Soekarno pada umur 43.
Terlepas dari pro-kontra mengenai pantaskah "anak muda" nyapres dan
menjadi pemimpin negeri ini, dalam hal ini tidak akan saya bahas lebih
dalam. Saya justru tertarik dengan pengakuan dari teman saya tersebut
yang mengatakan bahwa tulisannya yang berbentuk artikel tersebut
pernah diikutsertakan di suatu perlombaan dan hasilnya kalah.
Lomba kepenulisan, memang sangat identik dengan persoalan menang
ataupun kalah. Saya sendiri, sudah berkali-kali mengikuti lomba
kepenulisan, baik tingkat pondok pesantren maupun nasional dan
internasional, dan nyatanya, saya sangat jarang sekali menang dalam
perlombaan ini. Saya mendapatkan juara, dalam artian menang lomba,
hanya di tingkat pondok pesantren, itupun ketika saya telah duduk di
kelas akhir. Artinya, saya menang melawan "lawan-lawan" yang merupakan
adik kelas saya di pondok.
Lantas, kenapa hingga kini saya terus menulis? Jawaban yang sampai
saat ini tertanam dalam diri saya adalah saya bangga bisa menulis, dan
kemenangan dalam menulis bagi saya adalah ketika tulisan saya bisa
dibaca oleh orang lain. Ketika saya mengirim sebuah tulisan, dan
ternyata ditolak, dalam prasangka saya, ternyata ada orang yang
membaca tulisan saya, yaitu editor, juri, atau siapapun yang menilai.
Saya jadi teringat dengan pesan seorang mentor saya di Pesantren
Fikrul Mustanir, Pak Faqih Syarif, bahwa segala sesuatu yang kita
kerjakan tidak akan pernah berkurang hasilnya. Jika kita menambahkan
angka 90 dengan 10 tidak akan menjadi 90 atau bahkan 80 tetapi tetap
menjadi seratus. Artinya, setiap usaha dan pekerjaan kita akan
menghasilkan sesuatu yang sesuai tidak berkurang.
Pertanyaannya kemudian, kenapa ada yang sukses menjadi penulis pada
karyanya yang pertama, seperti Andrea Hirata dan ada yang gagal sampai
berpuluh bahkan ratusan karya? Dalam hal ini, menurut saya, dapat
dianalogikan dengan anak SD dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Ada anak SD yang tanpa dibantu, mereka mampu mengerjakan pekerjaan
rumahnya dengan cepat dan tepat. Ada juga yang mengerjakan sendiri
dengan cepat tetapi tidak tepat. Ada juga yang mengerjakan harus
dengan bimbingan dan hasilnya tepat. Dan ada juga yang mengerjakan
dengan bimbingan tetapi tetap salah.
Mereka yang sukses dalam karyanya yang pertama tanpa kursus, menurut
saya, termasuk kepada kedalam kelompok pertama karena, menurut
logikanya, pastinya mereka telah paham betul dengan apa yang hendak
diceritakan. Kita bisa membaca analogi diatas dengan membaca karya
Andrea Hirata yang begitu "cerdik" melihat sela-sela kesenjangan
sosial dan tentunya ia paham dalam menceritakan hal itu dengan baik
dan spektakuler.
Begitu juga dengan kelompok kedua, ketiga, dan juga keempat. Semuanya
berproses untuk mendapatkan hasil yang benar. Dan jelas, barang siapa
yang bersungguh-sungguh dialah yang mendapat (man jadda wa jada).
Sehebat apapun karya seseorang bila ia berhenti dan tak lagi berkarya,
kemampuannya akan menghilang seiring bergantinya waktu. Dan sekeras
apapun batu, bagaikan cerita Imam Ibnu Hajar al-Asqolani, akan
berlubang bila ditetesi oleh air secara terus menerus. Penulisan,
bukanlah berhenti pada menang dan kalah. Tetapi ada proses yang
menyertai dan menemani. Berbanggalah ketika bisa menulis, karena
tulisan anda dibaca oleh orang lain.
( peserta Mentor FM Plus,www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co