Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, February 26, 2009

Kecerdasan menghadapi dan mengatasi kesulitan


Adversity Quotient
Kecerdasan menghadapi dan mengatasi kesulitan


Tersenyumlah dan bergembiralah pada segala karunia hari ini. Tidakkah matahari masih bersinar?Tidakkah burung-burung masih berkicau?Tidakkah kita masih bebas menikmati segala rahmat di alam ini?

Sobat, pernahkah Anda merasa hidup begitu menakutkan? Hidup begitu tak menyisakan apa-apa selain rasa cemas yang berlebihan terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi? Uang tinggal sedikit, sementara penghasilan tidak menentu? Kesulitan datang bertubi-tubi mendera jiwa Anda. Pernakah Anda mengalami ini?
Itulah yang disebut adversitas ( kesulitan ) yang sangat akrab dengan hidup! Semakin tinggi tingkat kesulitan yang sedang kita hadapi, semakin besar pelajaran yang bisa dicermati. Allah Berfirman dalam Alqur’an surat Asy-syrah ayat 5 :
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Sobat, yang perlu kita lakukan hanyalah satu, perkuat daya juang anda! Teruslah melangkah menuruti hati sanubari yang paling dalam, selama tidak berdosa dan tidak Haram teruslah bergerak. Tetapkan jiwa anda untuk selalu focus pada berkah dan kemuliaan hidup. Ingatlah sobat, pasti masih banyak rahmat yang patut kita syukuri.

Dikisahkan ada seorang pemuda yang masih sehat dan gagah tetapi setiap hari pekerjaannya senantiasa mengeluh dan mengeluh dalam menjalani kehidupan ini. Kegagalan demi kegagalan telah bertubi-tubi mendera dirinya. Suatu hari ketika dia terus mendumel dengan keluhannya. Dia ketemu seorang kakek tua yang buntung kedua tangannya tapi si kakek tetap bekerja mencari nafkah dengan penuh riang gembira dan menikmati kehidupannya dengan penuh rasa syukur. Mendengar si pemuda yang terus mengeluh, si kakek bertanya, “ Wahai Engkau Pemuda, kalau misalnya ada orang minta satu tanganmu, dan engkau dikasih 1 milyar. Apakah engkau berikan?” . “Tentu Tidak, Kek”. Kemudian si Kakek melanjutkan pertanyaannya, “ Kalau ditambah lagi 1 milyar tapi kedua tanganmu diambil jadi 2 Milyar. Kamu Kasihkan apa tidak?” Tidak sahut pemuda tersebut. “ Kalau ditambah lagi semuanya jadi 10 milyar tapi kedua tangan, kedua kaki, dan kedua mata dan telingamu diambil. Engkau berikan apa tidak? “ Ya Pasti. Tidak. Apa saya gila?. “ Lha . wahai pemuda coba berpikirlah dan renungkan ternyata kau masih punya segalanya. Bandingkan dengan saya yang tidak punya kedua lengan. Maka bersyukurlah! Janganlah Putus Asa!.” Kata si Kakek sambil berlalu dan melanjutkan pekerjaannya jual Koran. Pemuda tadi terbengong dan sadar akan modal yang berharga yang telah diberikan oleh Allah Swt. Sejak saat itu ia tidak lagi mengeluh dan keluh kesah setiap mau putus asa, dia ingat nasehat si kakek buntung.

Sobat, mari kita tanyakan pada jiwa dan pikiran kita.
• Apakah kita masih bebas menghirup oksigen?
• Apakah kita masih bisa melihat?
• Apakah kita masih bisa mendengar?
• Apakah kita masih bisa membaca?
• Apakah kita masih bisa berjalan?
• Apakah kita masih bisa tersenyun?
• Apakah kita masih sehat?
• Apakah kita masih bisa makan?
• Apakah kita masih memiliki seseorang yang kita cintai?

Sobat, apabila sebagian besar jawaban di atas adalah YA dan Ya dan Ya Ya Yaaa. Maka Selamat dan bersyukurlah karena masih banyak yang lain tak seberuntung kita.Tersenyumlah dan bergembiralah sobat pada segala karunia hari ini. Inilah inti dari sebuah kecerdasan mengungguli rintangan hidup. Sebuah kebulatan tekad dan hati untuk terus-menerus mendaki, meski kedua tapak kaki bak tersayat duri dan belati yang tajam.
Menurut istilahnya Dr. Paul G. Stoltz jadilah orang bertype Climber yaitu sekelompok orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian. Pendakian itu adalah perbaikan diri dan hidup yang terus-menerus. Kelompok ini selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan dan tidak pernah membiarkan umur.kesehatan, jenis kelamin ,dll sebagai penghambat pendakian.Menyambut tantangan yang disodorkan, merasa sangat yakin pada sesuatu yang besar daripada diri mereka, yakin bahwa segala hal bisa dan akan terlaksana, mereka terus bekerja smart pada kehidupannya.

Sobat, kita mengalami kesulitan? Sekali lagi, bersyukurlah! Itu berarti kita diberi kesempatan untuk mengasah kembali kepekaan, ketajaman, dan kecerdasan kita. Bukankah kita telah memiliki the power of survival dan bisa survive sampai saat ini, salah satunya disebabkan karena kita telah banyak menghadapi tantangan hidup di masa lalu? Terimalah segala corak hidup yang datang menghampiri kita dengan penuh keikhlasan. Berbahagialah! Hidup adalah masalah pilihan. Apa pun yang terjadi di luar diri kita tidak akan melunturkan semangat juang dan daya tahan kita, asal kita mampu memaknainya secara tepat. Dan kita mampu melihatnya dari perspektif yang benar dan mencerahkan. “ You can coplain because roses have thorns, or you can rejoice because thorns have roses.” ( Anda bisa mengeluh karena mawar ada durinya, atau Anda bisa bergembira karena duri ada mawarnya.).
Tetap semangat! Tegapkan badan! Tatap hidup dengan penuh arti. Setiap gelap pasti berakhir.karena sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Don’t Give Up !!!
(Spiritual Motivator- N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Wednesday, February 25, 2009

Bangga Bisa Menulis

Bangga Bisa Menulis ( Motivasi )
Oleh: Radinal Mukhtar Harahap

Seorang teman menyuruh saya membaca tulisannya yang berjudul
"Kontribusi Pemuda dalam Pemilu 2009: Capres Muda? Pantaskah??? ".
Dalam tulisan tersebut, teman saya ingin menguak kembali sejarah manis
kepemimpinan "anak muda" di Indonesia. Ia mencontohkan sosok Soekarno
yang telah memimpin diumur 44 tahun dan juga Bung Hatta yang menjadi
wakil dari Soekarno pada umur 43.
Terlepas dari pro-kontra mengenai pantaskah "anak muda" nyapres dan
menjadi pemimpin negeri ini, dalam hal ini tidak akan saya bahas lebih
dalam. Saya justru tertarik dengan pengakuan dari teman saya tersebut
yang mengatakan bahwa tulisannya yang berbentuk artikel tersebut
pernah diikutsertakan di suatu perlombaan dan hasilnya kalah.
Lomba kepenulisan, memang sangat identik dengan persoalan menang
ataupun kalah. Saya sendiri, sudah berkali-kali mengikuti lomba
kepenulisan, baik tingkat pondok pesantren maupun nasional dan
internasional, dan nyatanya, saya sangat jarang sekali menang dalam
perlombaan ini. Saya mendapatkan juara, dalam artian menang lomba,
hanya di tingkat pondok pesantren, itupun ketika saya telah duduk di
kelas akhir. Artinya, saya menang melawan "lawan-lawan" yang merupakan
adik kelas saya di pondok.
Lantas, kenapa hingga kini saya terus menulis? Jawaban yang sampai
saat ini tertanam dalam diri saya adalah saya bangga bisa menulis, dan
kemenangan dalam menulis bagi saya adalah ketika tulisan saya bisa
dibaca oleh orang lain. Ketika saya mengirim sebuah tulisan, dan
ternyata ditolak, dalam prasangka saya, ternyata ada orang yang
membaca tulisan saya, yaitu editor, juri, atau siapapun yang menilai.
Saya jadi teringat dengan pesan seorang mentor saya di Pesantren
Fikrul Mustanir, Pak Faqih Syarif, bahwa segala sesuatu yang kita
kerjakan tidak akan pernah berkurang hasilnya. Jika kita menambahkan
angka 90 dengan 10 tidak akan menjadi 90 atau bahkan 80 tetapi tetap
menjadi seratus. Artinya, setiap usaha dan pekerjaan kita akan
menghasilkan sesuatu yang sesuai tidak berkurang.
Pertanyaannya kemudian, kenapa ada yang sukses menjadi penulis pada
karyanya yang pertama, seperti Andrea Hirata dan ada yang gagal sampai
berpuluh bahkan ratusan karya? Dalam hal ini, menurut saya, dapat
dianalogikan dengan anak SD dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Ada anak SD yang tanpa dibantu, mereka mampu mengerjakan pekerjaan
rumahnya dengan cepat dan tepat. Ada juga yang mengerjakan sendiri
dengan cepat tetapi tidak tepat. Ada juga yang mengerjakan harus
dengan bimbingan dan hasilnya tepat. Dan ada juga yang mengerjakan
dengan bimbingan tetapi tetap salah.
Mereka yang sukses dalam karyanya yang pertama tanpa kursus, menurut
saya, termasuk kepada kedalam kelompok pertama karena, menurut
logikanya, pastinya mereka telah paham betul dengan apa yang hendak
diceritakan. Kita bisa membaca analogi diatas dengan membaca karya
Andrea Hirata yang begitu "cerdik" melihat sela-sela kesenjangan
sosial dan tentunya ia paham dalam menceritakan hal itu dengan baik
dan spektakuler.
Begitu juga dengan kelompok kedua, ketiga, dan juga keempat. Semuanya
berproses untuk mendapatkan hasil yang benar. Dan jelas, barang siapa
yang bersungguh-sungguh dialah yang mendapat (man jadda wa jada).
Sehebat apapun karya seseorang bila ia berhenti dan tak lagi berkarya,
kemampuannya akan menghilang seiring bergantinya waktu. Dan sekeras
apapun batu, bagaikan cerita Imam Ibnu Hajar al-Asqolani, akan
berlubang bila ditetesi oleh air secara terus menerus. Penulisan,
bukanlah berhenti pada menang dan kalah. Tetapi ada proses yang
menyertai dan menemani. Berbanggalah ketika bisa menulis, karena
tulisan anda dibaca oleh orang lain.
( peserta Mentor FM Plus,www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Perenungan untuk kita semua


Perenungan untuk kita Semua ,

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang teman mencoba mendekati orang tua itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti dan akhirnya mau mengobrol dengannya dan menceritakan kisah hidupnya.
"Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai.. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah, juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda sehingga meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.
Lalu saya tinggal di rumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita di dalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?
Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.
Sekarang sudah dua tahun saya di sini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya."
Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita...
Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.
Jika anda masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.
( Handaya- Rudy T/ Artajasa, www.mentorplus.multiply.com )

Anak Kecil yang bertransaksi dengan Allah


Anak Kecil Yang Bertransaksi dengan Allah
Wahai Orang yang memeluk dunia.
Dunia ini tidak kekal, siang dan malam penuh dengan kepalsuan dan kesia-siaan
Hendaklah kamu meninggalkan dunia yang membelenggumu,
Sehingga kamu bisa segera memeluk surga firdaus
Jika kamu mencari surga yang abadi untuk kamu jadikan tempat tinggal, maka hendaknya kamu jangan merasa aman dari panasnya api neraka


Dikisahkan oleh Syaikh Abdul Wahid bin Zabad Rahimahullah, “ Suatu hari ketika kami berada di sebuah majelis,kami memutuskan agar mempersiapkan diri untuk berperang. Saat itu aku memerintahkan kepada teman-temanku untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kemudian dalam majelis itu ada seorang laki-laki yang membaca ayat yang berbunyi,

“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.” (TQS. At-Taubah :111 ).

Setelah itu ada seorang bocah remaja yang usianya sekitar 15 tahun berdiri dan menemuiku, dia telah ditinggal mati ayahnya dan meninggalkan warisan untuknya dalam jumlah yang sangat banyak. Lalu dia berkata, “Wahai Syeikh Abdul Wahid, sesungguhnya aku bersaksi dihadapanmu, aku berani menjual jiwa dan hartaku dengan surga.” Dia berani mengeluarkan semua hartanya. Semua dishodaqahkannya kecuali kuda, pedang dan bekalnya. Ketika keluar menuju medan perang, dia berada di garda paling depan. Jual beli kami untung karena kami telah bertransaksi dengan Allah, kemudian kaami memulai perjalanan. Dia berjalan bersama kami dan saya lihat jika siang hari dia berpuasa dan malam harinya ia gunakan untuk bermunajat kepada Allah. Dia melayani kami dan memberi makanan hewanphewan kendaraan kami. Dia menjaga kami saat kami tidur sampai akhirnya kami sampai di kawasan musuh. Pada saat itu, tiba-tiba dia bangun dan berteriak-teriak,” Betapa aku ingin berjumpa dengan mata air keridhaan ( al-‘aina’ al- mardhiyyah).” Mendengar teriakan itu kami menghampirinya dan aku pun bertanya padanya, “Wahai kekasihku, apa itu al-‘aina’ al- mardhiyyah?”. Kemudian bocah remaja itu menjawab, “ Saat kami sedang berebahan, tiba-tiba aku melihat seakan-akan ada orang yang dating dan menyuruhku agar aku pergi menemui al-‘aina’ al-mardhiyyah. Kemudian dia membimbingku ke sebuah danau. Dan tiba-tiba benar-benar saya berada di sebuah danau yang tepinya dihiasi dengan aneka permata dan perhiasan. Keindahannya tidak bisa aku gambarkan. Lalu ada banyak bidadari yang cantik-cantik dan ketika mereka melihatku, mereka tersenyum sambil, berkata,” Ini calon suami al-‘aina’ al-mardhiyyah.” Mereka menjawab, “kami semua adalah para pelayan dan pembantunya, silahkan tuan terus berjalan ke depan sana.”
Kemudian aku berjalan ke depan, tanpa terasa tiba-tiba aku sampai di suatu danau di mana airnya berupa susu dan rasanya tidap pernah berubah. Danau tersebut berada di sebuah taman yang penuh dengan keindahan. Subhanallah. Ada banyak juga bidadari yang kecantikannya membuat aku terpesona saat aku melihat mereka. Mereka tersenyum kepadaku, mereka berkata,”Sungguh ini adalah calon suami al-‘aina’ al-mardhiyyah.” Kemudian aku berkata, “Assalamu ‘alaikunna, adakah diantara kalian termasuk al-‘aina’ al-mardhiyyah?” Mereka menjawab, “wa ‘alaika As-salam,wahai kekasih Allah, kami bukan al-‘aina’ al-mardhiyyah, kami adalah pelayan dan pembantunya, berjalanlah tuan ke depan. Kemudian aku melangkahkan kakiku lagi, tiba-tiba sampailah aku di sebuah danau yang airnya adalah Khamer, bukan seperti di dunia yang memabukkan, tapi ia memiliki rasa yang sangat lezat. Subhanallah. Di tepa danau itu juga ada sederet bidadari yang menyambutku dan menyapa dengan tersenyum. Aku ucapkan salam kepadanya dan menanyakan apakah diantara mereka ada al-‘aina’ al-mardhiyyah. Mereka menjawab dengan jawaban yang sama seperti di danau sebelumnya. “Berjalanlah Tuan terus ke depan.” Kemudian aku terus melanjutkan perjalanan dan sampailah aku di suatu tempat yang amat indah di mana aku dapatkan sebuah danau yang airnya berupa madu murni. Bidadari-bidadari yang ada di tempat itu memiliki wajah yang sangat cantik dan bercahaya dan wajahnya tidak akan bisa saya lupakan. Aku pun menyapanya dengan salam dan bertanya tentang al-‘aina’ al-mardhiyyah seperti yang sebelumnya. Mereka menjawab, “Wahai kekasih Allah, kami bukanlah al-‘aina al-mardhiyyah, kami hanyalah pelayan dan pembantunya. Berjalanlah wahai tuanku ke depan.” Akhirnya untuk kesekian kali aku berjalan menuju suatu tempat yang mereka tunjukkan sampailah aku di suatu tempat di mana ada sebuah rumah yang mungil yang bangunannya terbuat dari mutiara putih nan indah. Di depan pintunya ada seorang bidadari yang amat cantik yang memakai perhiasan yang kecantikan dan keindahannya tidak bisa aku bayangkan. Dia tersenyum menatapku, lalu dia memanggil ke dalam penghuni rumah mungil tersebut, “Wahai al-‘aina al-mardhiyyah, ini suamimu sudah dating.” Masuklah wahai tuan, Engkau telah dinanti oleh al-‘aina al-maedhiyyah. Setelah aku masuk ke dalam rumah mungil yang indah itu aku melihat seorang bidadari yang amat sangat cantik dan begitu anggun sedang duduk di atas ranjang yang berhiaskan dan berukiran emas. Dia mengenakan mahkota yang berhiaskan intan dn yaqut. Aku sangat terpesona saat menatapnya. Dia berkata, “selamat dating, Wahai Kekasih Allah, Dzat Yang Maha Pengasih. Sungguh sebentar lagi kamu akan mendatangi kami.” Lalu aku menghampiri dia dan bermaksud memeluknya. Tapi, kemudian dia berkata, “ Tunggu sebentar, kamu tidak akan bisa memelukku, karena kamu masih memiliki ruh kehidupan.” Saat itu aku tersentak kaget dan aku tidak sabar ingin bertemu dengannya sampai aku engkau bangunkan wahai abdul wahid.

Syeikh Abdul wahid melanjutkan ceritanya, “percakapan kami belum sempat tuntas, tiba-tiba datang segerombolan prajurit musuh yang menyerang kami dan segera anak muda tersebut menyambut kedatangan mereka dengan gagah berani dan lincah menyabetkan pedangnya ke sana ke mari dan akhirnya dia bisa merobohkan 9 orang musuh terbunuh di tangannya. Kami berhasil mengalahkan dan mengusir mereka. Setelah itu kami mendengar teriakkan lirih tapi sangat jelas di telinga kami “al-‘aina’ al-mardhiyyah.” Aku mendekati dan menuju ke arah suara itu ternyata saya dapati seorang anak muda tersebut yang bersimbah darah. Dia tersenyum lebar sambil berkata.” Wahai Abdul Wahid , al-‘aina’ al-mardhiyyah telah benar-benar menjemputku, Subhanallah.” Akhirnya dia pun meninggal dunia sebagai syuhada’ Allah. Dia telah benar-benar bertransaksi dengan Allah. Semoga Allah meridhoinya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah ini dan menjadi orang-orang yang benar-benar bertransaksi dengan Allah. Dengan perniagaan yang tidak akan pernah rugi dan benar-benar meraih keuntungan dengan surga-Nya. Amin.
(www.mentorplus.multiply.com , Spiritual Motivator, N. Faqih Syarif H )

Monday, February 23, 2009

Selesaikanlah segala sesuatu Demi Dia (Allah), maka segalanya akan jadi berkah



Selesaikanlah Segala Sesuatu Demi Dia (Allah) , maka segalanya akan jadi berkah.
Oleh. N.Faqih Syarif H

” Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” (TQS. 34 : 13 )


Ada seorang karyawan profesional yang mempunyai keahlian khusus, dia pekerja keras, dan pandai dalam mengatur proses penyelesaian pekerjaan timnya, jujur dan disiplin serta mempunyai prinsip dalam hidupnya ”Be The Best, not Be Asa” sebut aja Si Bejo.
Suatu ketika di departemen lainnya mengalami kemunduran yang signifikan dan ini sangat mempengaruhi kinerja dan keberhasilan di bagian lainnya dalam satu perusahaan. Sekalipun hal itu bukan urusan Si Bejo, dia pun menawarkan timnya untuk membantu melakukan perencanaan dan pembenahan yang memang menjadi keahlian Si Bejo. Namun, Kepala Departemen ”A” katakan demikian, menolak dengan mentah-mentah seakan tersinggung dan dianggap Si Bejo mencampuri urusan departemennya. Dan akhirnya Si Bejo pun mundur dengan senang hati tanpa sakit hati dan dia tetap fokus pada bidang pekerjaan dan keahliannya.
Beberapa minggu setelah kejadian itu. Si Bejo dipanggil oleh Deputi Presiden Direktur untuk membantu dan melakukan pembenahan di departemen ”A”. Maka si Bejo mencoba menjelaskan pada Sang Deputi Presiden Direktur bahwa dirinya sudah menawarkan bantuan karena kita semuanya adalah satu tim besar di perusahaan kalau salah satu departemen mekanisme kinerjanya ada hambatan maka akan berpengaruh pada tim secara keseluruhan, tapi departemen ”A” menolaknya. Maka kemudian Sang Deputi mengatakan, Pak Bejo, saya tahu kelakuan dan kerja mereka, justru itu kami meminta Pak Bejo dan tim untuk membantu dan melakukan pembenahan. Biar nanti saya yang akan bicara pada mereka, terutama si Agus pimpinannya. Sekalipun sudah dijelaskan berulang-ulang bahwa keberadaan Pak Bejo dan tim adalah dalam rangka membantu penyelesaian dan efektifitas kinerja di departemen”A” bukan karena cari muka di jajaran direktur apalagi untuk menjatuhkan seseorang. Si Agus pimpinan departemen ”A” tetap tidak senang dengan keadaan tersebut. Bahkan acapkali melakukan sabotase-sabotase kecil untuk menggagalkan sistem pembenahan yang dilakukan oleh Si Bejo. Kendatipun demikian Si Bejo tetap bekerja dengan senang hati dan ketulusan yang luar biasa. Karena bagi dia hanya fokus pada dua hal. Pertama, dia tetap gembira karena memang dia bekerja untuk Tuhan-nya, dan dia paham betul bahwa hasil yang dibawa oleh timya pasti tidak akan terlepas oleh pengawasan-Nya. Pasti akan ada anugerah dari kerja keras mereka.Kedua, dia tetap gembira karena memang ada progress perubahan ke arah yang lebih baik dan semakin bisa sinergi dengan bagian lainnya.
Akan tetapi semakin hari, semakin tambah kesal Si Agus melihat keberhasilan Si Bejo dan timnya. Sehingga pada suatu waktu dia melakukan sabotase secara kasar dan kasat mata. Akibatnya hasil di lapangan amburadul. Maka Si Bejo dipanggil oleh direksi dan mempertanyakan perencanaannya. Si Agus pun ikut-ikut memprovokatori dan menyalahkan Si Bejo atas keamburadulan di departemennya. Sampai akhirnya proses perencanaan dikembalikan kepada Si Agus dan Timnya.
Si Bejo sempat mengalami hari-hari yang penuh dengan rasa dongkol. Namun, kemudian dia kembali sadar bahwa dia bekerja semata-mata untuk-Nya (Allah), dan melakukan yang terbaik untuk kebaikkan dirinya, kebaikkan semua pekerja di kantor termasuk dewan direksi dan Si Agus serta timnya. Dia pun tetap berdo’a untuk kebaikkan semuanya tanpa memiliki rasa dendam sedikitpun.
Tidak kurang beberapa lama, tim audit dari pusat menemukan banyak angka yang aneh dan keganjilan-keganjilan pada departemen”A” termasuk data-data yang salah yang diberikan kepada Si Bejo yang memang sebagai upaya sabotase. Akhirnya Si Agus dipanggil direksi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diskors dari perusahaan.Dan nama baik Si Bejo dan timnya telah dibersihkan dari kesalahan dan ketidakmampuan dalam perencanaan. Pada tahun-tahun berikutnya karier Si Bejo terus menanjak dan Si Bejo terus melakukan perbaikkan terus-menerus dan meningkatkan valensi dirinya. Dia Bekerja untuk-Nya dan bukan untuk dirinya.
Sobat, apa yang bisa kita ambil dari kisah di atas ternyata ada dua kunci pokok para profesional menjadi sangat berhasil dalam meraih kesuksesan dan mereka meyakininya :

1. Mereka bekerja dengan Ikhlas demi alasan-alasan spiritual yakni kesadarannya akan hubungan dengan Allah..
2. Mereka bekerja demi membereskan semua urusan dan melakukan yang terbaik ”Be The Best, not Be Asa”

Mereka bekerja keras karena mereka tergerak dari dalam diri untuk melayani Tuhan mereka dengan ikhlas.Mereka tidak mau bermain politik yang dapat merusak prestasi bisnis perusahaannya. Mereka umumnya adalah orang-orang yang jujur, dan merampungkan hal-hal yang paling penting sehingga merekapun bisa maju, mendapatkan karier , dan posisi yang mentereng.
”Siapa pun yang menebar benih kebaikkan,maka dia pun akan mendapatkan hasil yang baik pula.”
(Spiritual Motivator, N. Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com )

Wednesday, February 18, 2009

Menyambut Hillary Clinton, AS Sang Penjajah dengan begitu Bangga


Ada yang masygul dalam benak kita; mengapa pejabat di negeri ini begitu suka cita menyambut kedatangan Hillary Clinton, Menlu AS yang baru, yang datang ke Indonesia tanggal 18-19 Pebruari 2009? Sampai Mensesneg Hatta Rajasa di Kantor Setneg, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (5/2/2008) menyatakan, “Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhitungkan,”. Hatta pun tidak bisa menutupi kebanggaannya, “Kita diperhitungkan.” ujarnya.


Bukankah kita tahu, bahwa AS adalah negara penjajah, dengan semua definisi dan maknanya? AS bukan saja telah menjajah Afganistan dan Irak yang telah menewaskan ratusan ribu bahkan jutaan manusia, tetapi juga telah menjajah negeri kita. Bahkan, sudah banyak pakar dan intelektual di negeri ini yang mengatakan, bahwa negeri ini masih terjajah, dan penajajahnya itu tak lain adalah Kapitalisme Global yang dipimpin oleh AS. Lalu, mengapa para pejabat di negeri ini masih saja menyambut Menlu dari negara penjajah itu dengan suka cita, bahkan dengan penuh bangga? Apakah mereka tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, bahwa AS adalah negara penjajah dengan semua definisi dan maknanya? Inilah yang masygul dalam benak kita.


Memang betul, bahwa Indonesia adalah negara penting bagi kepentingan politik luar negeri AS. Terutama karena faktor Islam, jumlah penduduknya yang mayoritas Muslim, dan merupakan negara terbesar keempat setelah Cina, India dan AS sendiri, serta faktor kekayaan alamnya yang melimpah. Dalam pernyataan persnya di Washington, Jubir Deplu AS, Robert Wood, menyatakan, “Indonesia merupakan negara penting bagi AS. Menlu Hillary merasa penting bahwa kami ingin mencapai itu dan mencapai lebih awal dengan Indonesia,” kata Wood, “Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.” ujarnya. Iya, Indonesia memang negara Muslim terbesar di dunia, tetapi bukan itu yang membuat Menlu AS harus berkunjung ke Indonesia pertama kali. Karena, dalam sejarahnya, kawasan Timur Tengahlah yang biasanya menjadi langganan kunjungan Menlu AS yang baru. Namun, kali ini tidak. Pertanyaan ada apa sebenarnya? Inilah yang harus kita dicermati bersama.


Selama ini, kawasan Timur Tengah memang menjadi langganan kunjungan pertama kali Menlu AS, terutama karena kawasan ini merupakan koloni AS, setelah AS berhasil membersihkan pengaruh Inggeris dan Perancis dari kawasan tersebut. Juga karena faktor minyak, Islam dan Israel. Namun, setelah pendudukan AS di Irak 2003 yang berhasil melenyapkan pengaruh Inggeris di kawasan tersebut, maka AS tidak lagi mendapatkan ancaman yang berarti dari pesaing politiknya di kawasan itu. Sebaliknya, di Timur Jauh, yang diwakili oleh Indonesia dan Malaysia, dengan perkembangan Islam dan meningkatnya kesadaran umat Islam untuk kembali kepada syariah agama mereka, sebagaimana yang ditunjukkan oleh berbagai hasil survei, tentu ini bisa menjadi ancaman potensial bagi penjajahan AS di kawasan tersebut. Di mata AS, meningkatnya kesadaran umat Islam itu akan mengancam nilai-nilai mereka, antara lain, seperti Demokrasi, HAM, Pluralisme, Kebebasan dan Kesetaraan Gender, yang pada akhirnya akan menggulung tradisi penjajahan mereka di negeri ini. Inilah yang bisa kita simak dari pernyataan Hillary, dalam dengar pendapat di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS (13/1/2009), bahawa dirinya akan bekerja “memperbarui kepemimpinan Amerika melalui diplomasi yang akan meningkatkan keamanan kita, mengedepankan kepentingan kita, dan mencerminkan nilai-nilai kita”. Jadi, tujuan utama dari berbagai kunjungan Menlu AS tersebut tak lain adalah untuk memperbarui kepemimpinan AS di dunia.


Memang ini tidak mudah bagi AS, terutama setelah berkembangnya opini negatif tentang AS, bukan saja di dunia Islam tetapi juga di negara-negara Barat. Terlebih, di dalam negeri, AS saat ini tengah menghadapi resesi ekonomi yang sangat parah. Dalam konteks ekonomi AS, Indonesia bukan saja telah dan akan menjadi pasar potensial bagi produk AS, tetapi Indonesia juga menjadi sumber bahan-bahan baku dan suplay energi bagi industri AS. Inilah yang ingin dipertahankan oleh AS. Karena itu, di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS (13/1/2009), Hillary menyebut Indonesia memiliki peran penting dalam memecahkan masalah krisis ekonomi global.


Selain faktor-faktor di atas, yang harus dicermati adalah, bahwa kunjungan ini dilakukan pada saat menjelang Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009. Dalam agenda kunjungannya, Menlu AS itu juga direncanakan akan bertemu sejumlah tokoh dan politisi di negeri ini . Maka, kunjungan ini juga secara telanjang bisa dibaca sebagai upaya AS untuk memastikan dukungannya, sekaligus terpilihnya tokoh dan politisi yang bisa menjamin kepentingannya di negeri ini.


Pertanyaannya, jika demikian apa yang akan didapat oleh negeri Muslim terbesar ini? Jawabannya tentu bukan apa-apa. Iya, negeri ini memang tidak akan mendapatkan apa-apa, selain keburukan demi keburukan, baik bagi Islam maupun kaum Muslim, yang menjadi mayoritas penduduk negeri ini. Kalau pun tampak ada kebaikan, sesungguhnya itu hanyalah lips service dan make up saja. Sebab, penjajah tetap saja penjajah. Terlebih jika diberi peluang dan kesempatan. Jikalau ada perubahan pada kebijakan luar negeri AS di era Obama, itu hanyalah perubahan pendekatan, tetapi substansinya tetap sama, yaitu mempertahankan hegemoni dan penjajahan atas dunia. Atau bahasa halusnya, “memperbarui kepemimpinan AS di dunia.” Jadi, yang berubah hanya pendekatannya, dari hard power, melalui invasi dan pendudukan, menjadi smart power, dengan “diplomasi” dan “membangun hubungan kemitraan”.


Selain Indonesia akan tetap terjajah, negeri Muslim terbesar ini juga akan digunakan sebagai alat oleh AS untuk memasarkan nilai-nilai Demokrasi, HAM, Kebebasan dan Pluralisme ke negeri-negeri Muslim yang lain, yang telah diklaim kompatibel dengan Islam. Indonesia juga akan digunakan sebagai alat untuk memuluskan rancangan AS di Timur Tengah, tentang pendirian dua negara, Israel dan Palestina yang meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Hillary (Rabo, 4/2/2009) berjanji akan bekerja sama dengan semua pihak untuk “menciptakan negara Palestina yang independen dan dapat berjalan di Tepi Barat dan Gaza, serta memberikan perdamaian dan keamanan yang diminta Israel.” Inilah yang tampaknya ingin dimainkan oleh Indonesia melalui Proposal Perdamaian Palestina, sebagaimana yang mengemuka dalam pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan Joe Biden, Wapres AS (Rabo, 4/2/2009).


Akhirnya kenyataan ini mengingatkan kita akan hadits Nabi, “Idza dhuyyi’at al-amanah fantadhir as-sa’ah.” (Jika amanah ini telah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancurannya). Sahabat bertanya, “Fakaifa idha’atuha ya Rasula-Llah?” (Lalu, bagaimana bentuk disia-siakannya amanah itu, ya Rasulullah?) Nabi menjawab, “Idza usnida al-amru ila ghairi ahlihi fantadhiri as-sa’ah.” (Jika urusan itu diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.) al-Kirmani menjelaskan, urusan yang dimaksud di sini adalah Khilafah, pemerintahan, peradilan, fatwa dan sebagainya, yang terkait dengan agama. Jika urusan ini diserahkan kepada orang Sekular, yang bukan ahli agama, maka urusan ini pasti akan disia-siakan.


Jatuhnya Palestina, Irak, Afganistan dan Kashmir ke tangan penjajah, serta dikurasnya kekayaan alam dan penjajahan di negeri-negeri kaum Muslim, termasuk Indonesia, adalah contoh nyata disia-siakannya amanah Allah. Karena para penguasanya adalah orang-orang Sekular yang dijadikan sebagai penguasa untuk melestarikan kepentingan tuan-tuan mereka, dengan mempertahankan sistem Sekularisme mereka. Fal’iyadzu billah min syarri fitnatihim…(Hafidz Abdurrahman)
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Sunday, February 15, 2009

Menebar Epos Meraih Kemuliaan

Menebar Epos ( energi positif) meraih kemuliaan hidup.
Oleh. N. Faqih Syarif H

“Agar dapat memaksimalkan nilai Epos Anda, biasakanlah melakukan aktivitas Epos yang memiliki nilai strategis, antara lain dengan menciptakan jaringan Epos, melahirkan orang sukses, dan melahirkan kader berilmu.” (Kubik Ledership)

Sobat, kita semua diberi waktu yang sama 24 jam dalam satu hari atau 1440 menit atau 86.400 detik dalam satu hari. Waktu yang sangat berharga namun terbatas itu harus dimanfaatkan secara optimal. Waktu adalah amanah. Sebagaimana dalam surat Al-Ashr ayat 1-3 : “ Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” Dalam Islam, waktu bukanlah emas atau uang tetapi nyawa karena jika waktu terbuang atau hilang tidak dapat digantikan atau tidak bisa di tabung. Manusia yang menyia-nyiakan waktu adalah manusia yang tidak menghargai hidup dan nyawanya.
Sobat, agenda utama kita di muka bumi ini adalah melaksanakan ibadah. Artinya menusia diijinkan melakukan apa pun dengan syarat tetap dalam kerangka Ibadah. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56, “Tidak aku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk mengabdikan dirinya kepada-Ku.” Melalui pengabdian, manusia dapat membangun keunggulan, dan waktu sangat diperlukan untuk tujuan ini.
Orang muslim yang sukses adalah yang amanah pada waktu. Mereka merasa rugi jika hidup mereka tidak dipenuhi dengan dengan aktivitas beribadah. Di dalam kitab Majmu al fatawa disebutkan, “ seorang hamba Allah haruslah meluangkan sebagian waktunya untuk berdo’a, berdzikir, sholat, bertafakur, melakukan muhasabah diri, dan membersihkan hatinya.” Jika kita selalu dapat melakukannya, kita menjadi seperti batere yang sering di-charged. Batere ini pasti akan lebih hebat dari batere-batere yang lainnya.
Sobat, salah satu cara untuk mengoptimalkan waktu dalam kehidupan kita adalah membuat simpul-simpul jaringan epos. Jaringan epos bisa berupa organisasi social, organisasi keagamaan bahkan organisasi bisnis. Semakin Anda terlibat dalam jaringan epos, semakin besar dampak epos anda dan semakin sedikit waktu yang terbuang untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Ke mana pun pergi seseorang yang memiliki kesenangan membangun jaringan epos , orang lain akan mengetahui bahwa dialah orang yang selalu menaburkan epos. Hampir di setiap tempat yang dikunjugi ia akan membuat simpul-simpul yang menelurkan epos yang bisa berbuat keuntungan bisnis, persahabatan, rasa cinta, persaudaraan, nama baik dan hal-hal positif lainnya.
Mewujudkan sebuah jaringan epos tidak harus besar pada awalnya. Mulailah dari hal-hal yang bisa Anda lakukan. Anda bisa mengumpulkan teman-teman Anda yang memiliki suatu visi epos yang sama. Kemudian bersama-sama buatlah sebuah blueprint aktivitas epos yang akan dilakukan. Kemudian implementasikan blue print tersebut secara konsisten dan berkesinambungan. Ajak lebih banyak orang untuk bergabung, kemudian besarkan jaringan epos Anda.
Seorang Bapak yang bernama Jufri Umar, sekalipun kelas 5 SD tidak tamat, tetapi beliau punya karya besar dan membangun jaringan epos di lingkungan desanya yang kedapatan anak-anak tidak bisa sekolah atau putus sekolah. Maka beliau membuka diniyah untuk mengajari mereka membaca dengan penuh ketulusan dan kesungguhan serta modal apa adanya karena dia tidak ingin anak-anak desanya seperti dia tidak tamat sekolah dasar. Mereka harus pandai dan cerdas untuk membangun negerinya serta berguna bagi agama dan bangsanya. Subhanallah, berangkat dari nol hingga sekarang beliau telah mendidik kurang lebih 450 Anak dan 75 anak diantaranya anak yatim piatu yang beliau tampung di sekolah dan asrama sekolah yang cukup sederhana. Tercatat beliau satu-satunya kepala sekolah di negeri ini yang tidak tamat SD tapi mampu berkarya bagi sesama serta mendidik 450 anak dengan swadaya. Sehingga menarik seorang presenter ternama Andy F. Noya untuk menghadirkan Bapak Jufri Umar di acara Kick Andy sehingga bisa menginspirasi banyak orang untuk berkarya bagi sesama.
Saat ini saya bersama teman-teman di FM (Fikrul Mustanir) menjalankan sebuah aktivitas epos dalam bentuk membina anak-anak remaja, karyawan pabrik bahkan ada 50 mahasiswa yang kami bimbing atau kami mentori mereka untuk menjadi seorang Trainer, Publik speaker atau penulis semoga ini bisa menjadi jaringan epos lagi di masyarakat ketika mereka setelah lulus kembali ke daerahnya atau wilayah nusantara lainnya semoga mereka berkiprah menjadi Gardu epos bagi kemajuan umat.
Ketika saya bercermin, ternyata rambut saya telah beruban, itu artinya sudah datang peringatan Allah berupa dekatnya kematian. Sejak saat itu saya katakan pada isteri tolong di rumah siapkan kain kafan dan wangi-wangian. Di sisa umur ini saya ingin abdikan hidup saya untuk beribadah kepada Allah dengan banyak menebar epos semoga ini menjadi bekal yang baik nanti ketika saya menghadap ke haribaan Allah SWt. Ketika menulis artikel ini dikomputer kami juga terdengar lantunan ayat Al-qur’an dari Imam besar masjid Al haram mekkah As-Sudais membaca surat adz-Dzariyat. Tanpa saya sadari meneteslah air mata saya mengingat masih banyak waktu saya yang terbuang percuma dan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Semoga kami mampu melakukan kewajiban yang beraneka ragam, mengatur waktu yang baik menentukan setiap tanggungjawab dapat terlaksana dengan baik dan semoga menjadi orang yang khusnul khatimah di akhir hayat kami dan tetap dalam keadaan Islam. Amin
Sobat, Mentor saya Jamil Azzaini pernah berpesan kepada kami bahwa “ Orang sukses bukanlah mereka yang hanya berkibar sendirian akan tetapi orang yang mampu melahirkan orang sukses baru. Para pekerja ikhlas adalah mereka yang selalu mendorong orang-orang yang di sekitarnya agar terus berprestasi dan meraih kesuksesan. Ia tak akan muncul sendirian. Ia juga mau dan mampu menjadi bidan bagi kelahiran orang-orang sukses baru. Bahkan mungkin orang yang dilahirkan itu lebih sukses daripada dirinya.”
Sobat, para pekerja ikhlas akan selalu berupaya memberikan manfaat kepada orang lain maupun lingkungannya. Keberadaannya di dunia tidak ditunjukkan dengan apa yang ia miliki , tetapi apa ia berikan untuk orang lain. Itulah inti dari mengharumkan wadah yang ada pada diri Anda. Kemuliaan dalam diri Anda terlihat dari pengabdian anda. Sebuah pengabdian yang membuktikan bahwa keberadaan anda bukan semata-mata hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi untuk suatu tujuan besar yang mulia. Pengabdian tertinggi itu adalah mentauhidkan Allah dan hanya mengabdi, beribadah kepada-Nya. Inilah kemuliaan yang sesungguhnya yang akan membawa kebahagiaan di dunia dan di akherat.

( Spiritual Motivator, N. Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Saturday, February 14, 2009

Tips Mendorong Anda agar menjadi lebih Bahagia


Aktivitas dan jadwal yang padat kadang mudah mendatangkan stres pada diri kita. Akibatnya pekerjaan yang kita lakukan menjadi tak maksimal dan berpengaruh pada kualitas pekerjaan. Sekalipun anda berbisnis online, yang bekerja hanya di depan komputer, namun rasa stres itu bisa saja menjangkiti.
Lalu bagaimana?
Untuk sukses, kita tak harus stres. Sukses bisa kita raih dengan penuh kegembiraan. Rasa riang dan bahagia justru memperbesar peluang kita untuk sukses. Sebab rasa bahagia merupakan cara terdahsyat meningkatkan produktivitas kita. Dan produktivitas merupakan penentu kesuksesan.
Dengan berbahagia, kita akan merasa senang menjalankan aktivitas itu. Dengan merasa happy, kita akan merasa nikmat melaksanakan pekerjaan kita. Sehingga hasil pekerjaannya menjadi maksimal. Rasa bahagia juga membangkitkan energi kreatif dalam tubuh anda. Ide-ide baru untuk pengembangan bisnis online anda akan terus bermunculan. Rasa bahagia juga akan merangsang pikiran anda menjadi lebih terbuka. Sehingga ilmu dan pelajaran baru bisnis online lebih mudah terserap.
Rasa senang juga membangkitkan sikap optimis bahwa bisnis online anda akan berhasil. Anda akan terus bersemangat dan menikmati setiap prosesnya.
Ok. Tapi bagaimana caranya agar sepanjang waktu kita selalu dilingkupi perasaan senang dan bahagia?
Berikut ini beberapa tipsnya:
1.Bangun Mental Positif dalam Diri Anda. Mental positif berpengaruh besar bukan hanya pada bisnis online anda, tapi pada jalan hidup anda selanjutnya. Setahu saya setiap pebisnis online sukses selalu bermental positif. Mereka selalu mengembangkan sikap, pikiran, dan perasaan positif dalam hidupnya.
2.Visualisasikan Tujuan Bisnis Anda. Dengan mengetahui tujuan anda, anda memiliki target yang jelas. Ini akan membantu anda lebih bersemangat untuk mencapai tujuan itu. Setiap anda merasa sedang kendor semangatnya, coba lihat kembali tujuan bisnis anda. Itu akan membuat anda lebih bersemangat dan berbahagia menjalaninya.
3.Senyumlah. Bekerjalah sambil tersenyum. Senyuman tersebut akan merangsang seluruh anggota tubuh anda untuk merasa bahagia. Anda bisa mencobanya sekarang juga. Rasakan perbedaan suasana hati anda saat anda senyum dan saat anda cemberut. Mengenai manfaat tersenyum, coba baca di blog AndinaElegance.
4.Lakukan Pekerjaan yang Anda Sukai Setiap Hari. Misalkan anda suka blogwalking, pastikan kegiatan tersebut tak anda lewatkan. Karena pekerjaan yang anda sukai itu akan menyalurkan rasa bahagia pada pekerjaan-pekerjaan selanjutnya.
5.Mulai dari Pekerjaan yang Termudah. Melakukan pekerjaan yang termudah akan membantu membangkitkan semangat anda. Memulai pekerjaan dari yang termudah akan membuat anda lebih bersemangat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
6.Selesaikan Pekerjaan Satu Persatu. Selesaikan pekerjaan anda satu persatu. Dan nikmatilah! Dengan begitu setiap pekerjaan yang harus anda selesaikan bisa selesai dengan maksimal.
7.Rayakan Keberhasilan Anda. Setiap prestasi yang anda raih, anda perlu merayakannya. Merayakan keberhasilan merupakan cara menghargai kerja keras anda. Rayakanlah bersama orang-orang di sekeliling anda.
8.Salurkan Kebahagiaan Anda pada Orang Lain. Kebahagiaan itu bisa menular. Mengabarkan kebahagiaan anda pada orang lain bisa ikut manambah kadar bahagia di hati anda.
9.Katakan Kalau Anda Bahagia. Setiap anda bangun pagi, katakan dengan tegas beberapa kali “saya bahagia hari ini!” Perkataan tersebut sebagai stimulus awal yang akan menyadarkan tubuh anda kalau anda tengah bahagia.
10.Selalu Niatkan untuk Membantu Orang Lain. Apapun jenis bisnis online anda atau apapun produk atau jasa yang anda tawarkan, selalu niatkan untuk membantu orang lain. Dengan niat seperti itu akan lebih mendatangkan ketentraman bagi diri anda.
Melakukan ke-10 tips di atas bisa mendorong diri anda menjadi lebih bahagia. Dan yang jelas, untuk berbahagia tak harus menunggu hal-hal di luar diri anda menjadi seperti yang anda harapkan, seperti mungkin traffic yang meningkat tajam, atau mungkin penjualan yang meningkat. Karena kebahagiaan sejati itu pada hakikatnya bersumber dari dalam diri anda sendiri.
So, apakah anda sudah bahagia hari ini?
( www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Friday, February 13, 2009

Nilai Usia Kehidupan


NILAI USIA KEHIDUPAN

Oleh : Tri Nugraheni Apriyanti

Beberapa hari yang lalu ketika saya mudik ke kampung halaman.. saya keget bukan main mendengar tetangga sendiri yang nota bene seorang guru yang seharusnya patut digugu dan ditiru meninggal dunia dengan cara gantung diri dikamarnya..
Tulisan ini tak bermaksud mengungkit kejadian yang telah terjadi.. namun jauh dari itu semua ada satu pelajaran penting yang perlu kita cermati bersama. Saya yakin fenomena kasus bunuh diri ini tidaklah sedikit yang terjadi di negri kita ini, sering kita mendengar berita diTV kasus serupa yang bahkan jauh lebih sadis dan tak masuk diakal untuk mengakhiri hidupnya, tak peduli dari kalangan rakyat biasa maupun pejabat.
Sungguh sangat ironis ketika mengetahui sebagian besar masalah yang membuat mereka nekad melakukan aktifitas bunuh diri adalah karena masalah ekonomi. Padahal negri kita ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa melimpah mulai dari hutan, laut, sungai, gunung lengkap dengan kekayaan nabati dan hewani yang terkandung didalamnya.
Beberapa hari kemuadian setelah saya balik ke Kampus ada adik kelas waktu SMP sms ingin berdiskusi tentang permasalah tersebut karena dikira saya masih ada dirumah. Mungkin dia juga kaget seperti pertama kali saya mendengar berita tersebut. Adek saya tersebut mendapatkan informasi kalo penyebab kejadian tersebut karena masalah keluarga. Wallohua’lam hanya Alloh sajalah yang mengetahui permasalahan yang sebenarnya..
Yang pasti seseorang yang melakukan aktifitas bunuh diri merupakan pertanda bahwa orang tersebut mengalami putus asa yang sangat kronik sehingga berani melakukan tindakan nekad untuk mengakhiri hidupnya padahal belum datang ajal kepadanya.
Sungguh diri ini dapat merasakan sebagaimana dalam Al-Qur’an dipaparkan mengenai dialog seseorang diakhirat ketikan menayakan pada yang lainnya perihal barapa lama mereka tinggal didunia.. yang terjemahannya sebagai berikut dalam surat Tahaa [20] ayat ke 99-104 :

99. Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Qur’an).

100. Barangsiapa berpaling dari pada Al-Qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

101. mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,

102. (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;

103. mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)"

104. Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja."

Oleh karena itulah sobat, sungguh sangat rugi jika kita yang masih diberikan kesempatan hidup didunia ini oleh Alloh SWT hanya kita tukar dengan nilai yang setara dengan sesuatu yang hanya mengenyangkan perut dan nafsu belaka tak lebih dari itu. Lantas jika demikian apalah bedanya kita dengan hewan..? mereka juga sama-sama makhluk ciptaan Alloh yang hidup didunia ini. Tapi Alloh menciptakan manusia memiliki tujuan yang berbeda dengan penciptaan hewan serta makhluk Alloh lainnya, tentunya Alloh ciptakan itu semua tidak untuk main-main saja, kemudian kembali kepada-Nya tanpa pertanggung jawaban atas nikmat yang Alloh amanahkan pada kita..?
Sobat berkaryalah selagi kita hidup didunia ini ! guna meningkatkan nilai kehidupan kita ! Ambillah contoh Imam Syafi’i, Ibnu Sina, Al-Kwarizmi, dll. Siapakah yang tidak mengenal beliau? Walaupun jasad beliau sudah tidak lagi dipermukaan bumi ini tetapi karya-karya beliau hingga saat ini tiada pernah padam bahkan menjadi inspirasi bagi generasi dikemudian hari.
Sobat, lantas bagaimana kita bisa seperti beliau yang menilai kehidupan ini dengan sungguh bernilai? Tentunya beliau-beliau bisa memiliki karya sedemikian rupa tidaklah ditukar dengan aktifitas yang hanya memperturutkan kenikmatan semata dan sementara. Cobalah kita tengok sejarah para tokoh dunia yang meraih kesuksesan tidak dengan tiba-tiba secara instan, tetapi mereka benar-benar melakukan perjuangan untuk mendapatkan kesuksesan dan menggapai kemualian hidup.
Lantas jika ajal telah menjumput, sia-sialah penyesalan kita, yang menyudahi segala galanya. Alangkah bahagianya jika dipenghujung usia adalah saat-saat optimal kita mempersembahkan aktifitas yang mendatangkan keridhaan-Nya. Ya Alloh, jadikanlah sebaik-baik umur kami pada ujungnya dan sebaik-baik amal kami adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hari kami adalah pada saat kami menemui-Mu

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. Senin 26 Januri 2009, tepat di usia yang ke 90 tahun kakek saya barpulang pada keharibaan-Nya sekitar pukul setengah empat dinihari. Allohummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' madkhalahu waj'al al-jannata maswahu..Tepat setelah gerhana matahari kakek saya di makamkan di pemakaman derah Pecanga’an-Comal-Pekalongan. Kami sekeluarga tidak dapat mengikuti prosesi pemakaman karena dari Madura membutuhkan perjalanan sekitar 12jam dengan menaiki kendaraan Bus. Sempat sebelumnya mengusahakan untuk naik plane supaya dapat mengikuti prosesi ke pemakaman tapi sayang ketika kami tiba di bandara jadwal terakhir penerbangan ke daerah Semarang dimajukan satu jam. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke stasiun bungurasih untuk naik bus ke Semarang.
Keesokan harinya kami sekeluarga ziarah ke pemakaman kakek. Pagi-pagi masih terlihat banyak orang disana yang juga ziarah kemudian berdo’a. Hening terasa.. sebagian orang membawa buku kecil panduan untuk melakukan tahlilan.. saya memaklumi karena disini mayoritas adalah warga nahdiyin.
Pada hari ini kakek memulai kehidupan baru, dialam yang baru.. tepat beberapa meter dari makam kakek terdapat makam yang berbeda dengan makam-makan lainnya karena makam ini dikelilingi oleh pagar hijau dan memiliki atap sederhana. Belakangan saya tahu makam ini adalah makam seorang tokoh yang menyebarkan ajaran Islam didaerah ini ketika zaman Belanda. Sekilas saya melihat tahun beliau wafat.. Subahanalloh.. jika dihitung lama usia beliau dialam kubur jauh lebih lama dibanding usiai beliau ketika masih hidup didunia. Jika termasuk hamba Alloh yang diridhoi sungguh bukanlah suatu hal yang menyedihkan dan menyakitkan berada di alam kubur berapapun lamanya bahkan ini benar-benar merupakan tempat yang dinanti menuju syurga kelak dibanding dunia yang melenakan tapi bagi hamba Alloh yang mendapat murkanya dengan tidak patuh pada syariatnya .. apa yang akan terjadi..? sungguh tak dapat dibayangkan mendapatkan siksa sembari menunggu hari kiamat kelak, yang nantinya juga akan berhadapan dengan siksaan di akhirat yang lebih dahsyat..?. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang meninggal sebelum Rosulullah..? pastinya mereka jauh lebih lama lagi.
Sungguh.. hidup kita di dunia ini tidaklah lama, seperti informasi yang Alloh berikan dalam surat Al-Mu’minun[23] ayat 112-116 yang artinya :

112. Alloh bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui"
115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
116. Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

Didalam Al-Qur’an pula Alloh menginformasikan perbandingan satu hari diakhirat setara dengan seribu tahun didunia.. semua pasti meyakini akan hal ini bahwa kita setelah meninggal dunia akan ada hari berbagkit yang akan menghisab semua aktifitas kita didunia detik demi detik menit demi menit jam demi jam yang telah kita lalui sudahkah kita laului dalam rangka memenuhi ketaatan pada Sang Pencipta Alam Raya ini..?
Ada sebagian orang yang berkata Ya Alloh jika demikian mengapa tidak Engkau ciptakan hamba ini menjadi makhlukmu yang lain saja selain manusia .. sehingga tidak ada bebab nantinya di akhirat untuk mempertanggung jawabkan sega aktifitas yang hamba lakukan didunia ini..
Astaghfirullah.. bagi siapapun yang merasa menyesal Alloh ciptakan sebagai manusi segeralah beristighfar.. dan perbanyaklah bersyukur karena ini berarti Alloh hendak menguji kita.. dan akan menghadiahkan syurga pada kita, cuman Alloh tidak hendak memberikan syurga dengan cuma-cuma Alloh lebih mengetahui apa apa yang diciptakanNya dalam hal ini pula Alloh mengetahui akan tabiat manusia, Alloh telah menyempurnakan penciptaan manusi dengan menganugrahakna akal pikiran padanay dengan akalnya pula Alloh hendak menguji manusia..
Sungguh saudaraku seandainya kita mengetahui dan menyadari akan hal ini maka dalam kehidupan didunia ini dia benar-benar menjadi manusia yang unggul dan pari purna mawas diri dalam setiap langkah yang diambil kerena kesadarannya yang tinggi akan ketrikatannya dengan Alloh SWT. Yaitu sebagai khalifah tul fil ard. Dia akan mempersembahkan yang terbaik dari hidupnya didunia ini untuk sang pencipta. Dia menyadari keberadaannya didunia ini hanyalah untuk tunduk patuh padaNya..
Ya Alloh hamba berlindung dari kehidupan duni yang melenakan ini.. bimbinglah hamba pada jalanMu yang Engkau Ridhoi.. Masukkanlah kami bersama barisan orang –orang yang Engaku Ridhoi yang Engkau beri nikmat.. baik didunia maupun diakhirat nanti..
Ya Alloh hamba meyakini bahwa jalan yang menghantarkannku pada ridohoMu adalah patuh pada syariatMu..
Ya Rabb selama hamba hidup di dunia ini telah banyak manusia yang melanggar syariat-Mu semakin tahun SyariatMu semakin dicampakkan.. bahkan ada segolongan orang yang melakukan konspirasi dengan menghalang–halangi dengan nyata hamba-hambaMu yang akan patuh pada syariatMu kemudian karena ketidak tahuan meraka, akhirnya mereka pun mengikutnya..
Ya Alloh hamba meyakini bahwa SyariatMu harus diperjuangkan supaya tidak dicampakkan lagi oleh manusia karena kesombongan diri yang melulu.
Hamba meyakini bahwa syariatMu harus diperjuangkan ditegakkan dan diterapkan di muka bumi ini dengan paripurna supaya tika kacau dunia ini seperti saat ini dimana syariatMu hanya diterapkan sebagin –sebagian hanya dimbil yang dirasa menguntungkan untuk ketamakan mereka didunia.
Ya Rabb hamba meyakini bahwa tegaknya Syariat-Mu hanyalah dengan Khilafah bukan dengan repulik, kerajaan, monarki dan segainya seperti yang diajarkan selama kami sekolah dipendidikan formal. Karena hanya dengan KHILAFAHLAH SyariatMu akan tegak di muka bumi ini yang pasti mendatangkan kesejahteraan baik bagi manusia tumbuhan, hewan, bumi, gunung dan seluh alam raya ini..
Ya Alloh izinkan hamba menjadi generasi penerus dawakh Rasul-Mu Pejuang Syarih Penegak Khilafah ..
( Mhs Unijoyo, Bangkalan Madura Peserta Mentor FM Plus, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Thursday, February 12, 2009

Catatan Perjalanan Training di MAN Sooko, Mojokerto


BERANI MENCOBA
oleh.Nur Fitriani

Hari sabtu tanggal 7 Februari 2009 saya menyiapkan perlengkapan yang harus saya bawa ke Mojokerto untuk acara Training besok di MAN Soko.Setelah itu jam 11.30 saya mandi, setelah itu saya ssholat Dhuhur.Waktu habis sholat dhuhur rencananya sih mau berangkat ke kampus tepatnya ke Adzikro untuk mengambil jas almamater tapi ternyata jas almamaternya di Mustanir.Kira-kira jam 14.30 saya ke mustanir sama Nisa soalnya dia juga mau pinjem jas almamater dan sekalian jemput Mbak Ve untuk berangkat bersama soalnya Mbak Lilik sama Mbak Dewi bilang kita disuruh kumpul jam 15.00 di Masjid IAIN untuk berangkat bersama soalnya kereta apinya jadwalnya diperkirakan berangkat jam 15.30.
Tapi ternyata waktu saya sama Nisa jemput Mbak Ve malah masih tidur.Kita bingung banget sudah jam 14.30 belum mandi malah kita nunggu Mbak Ve makan dulu terus nyari jas almamaternya Mbak Ve.Tapi sambi nunggu Mbak Ve saya sama Nisa sholat ashar dulu.Waktu kita mau berangkat ke Masjid IAIN ada kereta lewat, Mbak Dewi langsung telfon kita suruh cepet soalnya Mbak Dewi panic banget takutnya kereta yang tadi lewat itu kereta yng kita tumpangi, jadi kita disuruh cepet-cepet. Kira-kira kita berangkat menuju masjid IAIN jam 15.00an dan kita naik angkutan umum jam 15.15 untuk pergi ke Stasiun Wonokromo.Terus kita dating jam 15.30 teruskita beli tiket.Waktu itu Mbak Ve yang bilikan tiket terus bilang kepetugasnya kita beli tiket kereta api Rapi Dhoho jurusan Stasiun Jombang padahal kitakan mau ke Stasiun Mojokerto terus tiketnya dikembalikan. Tapi petugasnya bilang tiketnya sama saja kok Mbak.Terus akhirnya kita masuk ternyata kereta apinya itu berangkat jam 16.30.Jadi kita nunggu deh kayak orang bingung gitu tapi kita nikmati untuk melihat pemandangan di sekitar situ. Terus saya melihat seorang istri yang hamil tua diajak suaminya ngamen. Saya kasihan banget sama seorang istri tadi itu. Terus jam 16.30 banyak kereta yang berhenti kita ngak tahu yang mana yang harus kita tumpangi. Terus saya nanya sama bapak-bapak tua yang mana kereta api yang mau ke Mojokerto? Eh alhamdulillah ternyata bapaknya juga mau ke Mojokerto jadi kita disuruh bareng sama bapaknya. Tapi kereta api yang jurusannya ke mojokerto jadwalnya molor dating jam 16.45.
Sebelumnya saya sama Mbak Lilik membayangkan nanti kata di kereta api itu duduk-duduk, ngobrol-ngobrol, cerita-cerita, nyantai dan nikmati pemadangan di sekitar jalan-jalan.habis kita masuk kereta api ternyata kereta apinya penuh sekali orangnya. Habis kita dapet kereta yang penuh, kita tidak bias duduk malah berdiri, sulit lagi untuk bergerak yang lebih parahnya lagi saya berdiri di depan pintu kereta api dan depan toilet. Sudah bau saya dek-dekan takut sekali jatuh soalnya banyak sekali orangnya dan saya di depan pintu persis.
Sudah keretanya sesak banyak sekali orang yang jualan makanan dan minuman lewat jadi tambah sesak lagi. Habis itu kita turun di Stasiun Mojokerto. Teman-teman bilang keluar lewat pintu sebelah kanan, tapi mbak Lilik, Mbak Ve, Mbak Dewi, dan juga Nisa lewat pintu sebelah kiri dan saya lewat pintu sebelah kanan. Jadi saya terpisah sama teman-teman. Saya ngak tahu tadi teman-teman turun apa ngak ya? Saya takut tersesat sendirian. Saya tunggu keretanya lama sekali ngak berangkat-berangkat. Setelah keretanya berangkat saya bertemu dengan teman teman. Sya senang sekali ternyata tadi itu saya ngak ketemu sama teman-teman karena terhalang kereta api jadi ngak kelihatan. Kira-kira jam 18.00 kita sampai di Stasiun Mojokerto. Habis itu kita tunggu Dita jemput kita. Nisa di jemput Dita dan Mbak ve di jemput mamanya dita. Terus saya, Mbak lilik, dan Mbak Dewi di suruh mamanya Dita naik becak. Saya sebenarnya takut sekali naik becak. Takut kalau becaknya takut kedepan, soalnya berat yang depan dari pada yang belakang. Habi itu kita nyampai di Rumahnya Dita jam 18.30an.
Habis itu kita sholat maghrib terus makan dan setelah itu kita sholat isya'. Habis itu Mbak Khoir sama Mbak 'Attin datang naik sepeda montor. Mereka capek banget kita ajak jalan-jalan ke Alun-alun mojokerto ngak mau malah nitip tahu tek. Kira-kira jam 20.00 kita berangkat. Disana kita berfoto-foto. Disana Mbak Lilik beli sepatu, Mbak Dewi beli krupuk solet, dan Dita beli martabak. Waktu Dita beli martabak kita berfoto-foto di depan situ. Eh kitsa ngak sadar kalau kita dilihati sama pak martabak tadi terus bilang ke kita-kita sudah selesai Mbak foto-fotonya? He he he kita kan jadi malu. Terus kita bertemu sama budhenya dita yang jualan disitu.
Habis itu kita pulang, dalam perjalanan pulang sandalnya Nisa keinjek dita sampai putus. Tapi untung saja tadi Mbak alilik beli sepatu jadi Mbak Lilik pinjemkan sepatunya ke Nisa. Tapi kita belum dapet pesenan tahu teknya mbak Khoir, dalam perjalanan pulang kita ketemu sama pak tahu tek jadi kita belikan pesenannya Mbak Khoir. Terus kita pulang dan sampai di rumah jam 21.30. Habis itu kita makan rame-rame. Habis itu kita siapkan acara untuk besok terus kita tidur deh……………
Kita bangun jam 03.30 tuk sholat tahajud sekalian sholat shubuh. Habis itu kita ngantri mandi dan makan pagi. Setelah makan saya sama Dita jadi ojek ngantar teman-teman k MAN Soko. Setelah saya sampai disana majalah Fikhrul Mustanir dan gelas Aquanya ketinggalan. Saya sama Mbak Lilik disuruh ambil ke rumahnya Dita sampai tersesat-sesat. Tapi untung saja saya inget sama alun-alun kemarin. Jadi saya lewat situ terus saya kembali ke MAN eh tersasar lagi jalan pulang yang saya lewati.
Tapi sampai juga di MAN dan saya jadi inget jalan di Mojokerto. Jadwal mulai acara training jam 08.00 tapi nunggu ust.Hari Toha datang. Ternyata Ust.Hari Toha datang jam 08.30an. Jadi acaranya dimulai jam 09.00. Setelah itu wakasek memberi sambutan kemudian dilanjutkan sama Ust.Hari Toha sampai jam 10.30. Setelah itu dipisah yang Akhwat sama kita dan yang Ihwan sama Ust.Hari Toha. Kemudian yang Akhwat di kasih permainan ZIP ZAP dan lempar sepatu.. Kira-kira selesai jam 12.00. Habis itu ishoma sampai jam 13.00 dan makan. Setelah itu ada feed back sampai jam 14.00. Kita ngak tahu kalau Ust.Faqih sudah datang apa belum ternyata Ust.Faqih sudah datang. Kita kira belum datang jadi kita panic banget. Akhirnya Dita keluar mau cari Ust.Faqih datang apa belum ternyata Ust.Faqih sudah di depan pintu. Jadi kita seneng banget. Terus jam 14.00 ihwan sama yang akhwat di kupulin lagi jadi satu yang diisi sama Ust.Faqih sampai jam 15.00. Terus acaranya selesai sampai jam 15.30, terus kita pulang dech………….
Terus saya sama Duta jadi ojek lagi dech untuk antar teman-teman pulang. Habis itu kita mandi dan makan. Mbak Lilik dan Mbak ve pulang ke Surabaya naik kereta api dan dianter sama mamanya Dita ke Stasiun mojokerto. Terus saya, Dita, Aisyah, Nisa, Mbak dan Dewi ke rumahnya Mbak Evi tepatnya di pacet. Terus kita naik angkot 2x turun di pasar legi. Disitu kita kehujanan nunggu Mbak evi jemput kita soalnya ngak ada angkutan umum yang menuju rumahnya. Jadi kita dijemput dengan mobilnya Mbak Evi. Disana dingin banget sampai-sampai Mbak dewi sama Aisyah ngak berani malem-malem mandi. Habis itu kita istirahat. Kita seneng banget acara trainingnya sukses. Habis itu kita waktu bangun pagi kita mandi dan baker-bakar jagung dan kita jalan-jalan di sawah. Pemandangannya bagus banget. Terus kita melihat anak-anak berangkat sekolah. Anak-anak SD, SMP berangkat sekolah lewat sawah gitu. Disitu kita berfoto-foto sama adik-adik dan pemandangan disana. Habis itu kita kembali kerumahnya Mbak Evi. Terus kita makan pagi terus pulang ke Surabaya jam 10.30 sampai di kampus jam 13.00 terus kita mau ambil SKS ternyata belum keluar terus saya pulang dan sampai dirumah jam 14.00.
( Catatan perjalanan Training di MAN Sooko, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Wednesday, February 11, 2009

Parade Artikel Peserta Mentor FM Plus


Jilbab So What Gitu Lho!!!!
(asyfaul)

Ribet, gera, kedodoran, sumpek, malu belum dapat hidayah nic………………bosen banget denger alesan-alesan para muslimah kita ini. Padahal yang namanya jilbab alias penutup aurat entu kan wajib, pa lagi yang namanya jilbab tul gak???
Eits sebelum kita mendaki pada bahasan yang lebih tinggi kita-kita perlu tahu nic yang namanya jilbab and kerudung sama gak sic???sama-sama menutup aurat sic tapi perbedaannya cukup mencolok lho!!!!coba kalian lihat and raba dari sisi bentuknya aza berbeda. Trus kalau sama-sama menutup aurat and sama-sama fungsinya kenapa mesti beda sic???
Dalam surat An-Nur ayat 31 yang mempunyai arti

“Dan katakanlah kepada para perempuan para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesame Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan jnaganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”
Nah lho itu adalah salah satu perintah Allah yang mewajibkan setiap hambanya agar mereka menjaga pandangannnya, memelihara kemaluannya, jangan sekali-kali menampakkan auratnya keculai yang biasa terlihat and keharusan untuk menjulurkan kain kerudung ke dada setiap kaum muslim so pasti aturan-aturan yang lain juga. Dalam surat An-nur juga dijelaskan agar mereka semua bertobat kepada Allah and balasannya entu agar mereka beruntung. Hem…hem…hem…pa salahnya si sobat muslim kita mematuhi aturan Allah toh nantinya kita jadi orang yang beruntung tul nggak????
Oh ya………kembali ke bahasan semula pa bedanya jilbab and kerudung,,,yuk kita kupas habis sampai ke akar-akarnya.
Dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang mempunyai arti
“wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “hendaklah mereka menutupkan JILBABnya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha penyanyang”
Kerudung merupakan apa-apa yang digunakan sebagai penutup kepala, he..he..he so para muslimah kalau hanya menggunakan kerudung kita hanya memakainya untuk menutup kepala doank………dengan tubuhnya gimana donk???ok sekarang kita kupas habis yang namanya jilbab, jelas-jelas kan dalam surat Al-Ahzab ayat 59 kita diperintahkan untuk menutup aurat dengan menggunakan jilbab. Jilbab sendiri merupakan pakaian yang berupa baju kurung dan mula'ah yaitu kain panjang yang tidak berjahit, didalam kasmus Al-Muhith diberitakan bahwa yang dimaksud jilbab itu adalah pakaian yang berupa terowongan atau lorong. Nah lho dapat kita simpulkan jilbab merupakan pakain longgar yang berupa terowongan atau lorong yang tidak ada pemutus atau jahitan yang menghalanginya and harus adanya pakain dalam yang merupakan pakaian sehari-hari.
Ahah………inilah pakaian yang wajib digunakan setiap muslimah ketika mereka keluar rumah and untuk menutup aurat setiap kaum muslimah………so bila setiap muslimah berpendapat bahwa jilbab sama dengan kerudung and pakaian yang buanyak sekali digunakan para remamja muslimah sekarang ini adalah salah benar…benar-benar salah kapra.
Coba kalian semua pikir yang mendalam and cemerlang pasti memang jilbablah satu-satunya pakaian yang wajib digunakan ketika keluar rumah dan bukan yang lain, statemen ini bukan hanya omong kosong doang tapi sudah didukung dalam Al-Qur'an and hadist.
Hidup itu pilihan dan semoga saja apa yang ukhti-ukhti pilih sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah agar kita tidak termasuk orang yang sesat and semoga kita jadi orang yang beruntung dengan apa yang menjadi pilihan kita, SO mari kita menjadi orang yang beruntung dengan mematuhi segala perintahNya, salah satunya dengan BERJILBAB yang sempurna……………semoga Allah selalu bersama kita.


Kabar Gembira Bagi Orang Sakit(
fayakun)

Sakit merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah kepada orang-orang beriman. Dengan ujian tersebut Allah menghendaki kebaikan pada diri kita. Kebaikan tersebut lahir dari sikap sabar dalam jiwa kita, tabah menghadapi musibah, dan menerima ketentuan Allah. Karena, pada hakikatnya semua yang ditentukan Allah adalah yang terbaik untuk kita.
Sakit juga merupakan salah satu bentuk kasih saying Allah kepada kita. Dengan sakit tersebut Allah menegur kita. Dia mengingatkan betapa kita adalah hamba yang lemah. Hamba yang tidak selayaknya berbuat sewenang-wenang dan berlebih-lebihan, melampaui apa yang telah dia titahkan.
Banyak orang tertipu dengan kesehatan dan waktu luang yang mereka miliki. Hal itu lantaran ia tidak bisa mengambil manfaat dari sehat dan waktu luangnya untuk melaksanakan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan negeri akhirat. Dua nikmat tersebut sering kali membuat orang terlena hingga ia jauh dari Allah dan lupa daratan. Ia mendzalimi diri sendiri dan orang lain. Dan untuk menyadarkannya kembali, Allah menimpahkan penyakit kepada dirinya dihadapan Allah, orang yang sakit bukanlah orang yang hina. Bahkan, ia memiliki kedudukan yang mulia disisiNya. Bila demikian, maka bisa kita simpulkan bahwa kesehatan belum tentu menjadi bukti keridhaan Allah. Tetapi, bukti ridlo Allah adalah istiqomah dalam agama dan bersungguh-sungguh dalam mentaatiNya. Oleh karena itu, sakit yang kita alami tidak usah disesali, tapi justru harus disyukuri.
Perlu kita ketahui bahwa Allah memberi banyak kabar gembira bagi orang yang sedang sakit. Sudah selayaknya kita bergembira karenaNya. Sebab, kecemasan dan kesedihan tidak akan mendatangkan faidah, tapi justru melipatgandakan musibah. Diantara kabar gembira tersebut adalah:

1.Penghapus dosa
2.Agar istiqomah dan kembali ke jalan Allah
3.Allah mencintai orang yang sakit
4.Mendapatkan pahala amal shalih yang biasa dilakukan ketika sehat
5.Pahala pada hari kiamat bertambah
6.Sebagai sarana masuk surga
7.Sarana mencapai tingkatan yang tinggi di surga


VALENTINE’S DAY
Siapa sich yang kagak inget ma tanggal 14 februafi hari yang setiap tahunnya di tunggu-tunggu ma remaja kita. Tentunya cemua tahu donk ada apa dengan hari itu??? So pasti. Tapi eits tunggu dulu tahu dari sejarahnya apa Cuma perayaanya. “Valentine day” sebuah hari kasih sayang yang bertepatan pada tanggal 14 februari dimana para remaja memberikan coklat pada orang yang ia sayangi, tidak hanya itu tidak sedikit dari remaja kita yang marayakanya dengan pesta narkoba dan sex bebas. Para banget khan!!!.
Jadi remaja jangan salah kaprah kagak tahu sejarah malah melanggar syari’ah na’udzu billahimindhalik. Seperti yang di lakukan taman kita anggap aja namanya sari dan rio. Peristiwa ini tarjadi pada 13 februari 2008 yang lalu. Dimana sari seorang siswi SMA 16 th yang matanya berbinar-binar ketika melihat sekaleng coklat, sekuntung mawar, dan balon yang belum di tiup bertuliskan “happy valentine day honey” yang di dapay dari pacarnya yang berumur 29 th itu. Saking senangnya ia langsung memeluk pacarnya tersebut. Dengan mata berkaca-kaca ia berkata “baru kali ini aku mendapat hadia di hari valentine day”. Hanya saking senangnya mandapat sekaleng coklat sari mau diajak berhubungan intim padahal waktu itu ia lagi dapet. Karena hasrat keduanya sudah kadung bergejolak maka terjadilah perbuatan yang sangat mereka inginkan. (media umat 19/2/2009).
Sungguh miris melihat fakta remaja sekarang mereka tidak pandang halal haram mata mereka dibutakan oleh budaya hedonis ingin mendapat kepuasan yang sebesar-besarnya. Sebagai seorang muslim kita harus mengerti dari mana budaya “valentine day” berasal jangan hanya menjadi bebek. Lebih jelasnya kami akan mengupas sedikit tentang sejarah dari “valentine day”.
Valentine day adalah berasal dari budaya barat tidak ada kepastian tengtang sejarah dari valentine day ada banyak versi tentang asal perayaan valentine day tetapi yang paling popular adalah kisah santo valentine dimasa kaisar cladiusII yang masih dikenang sejak dua ratus tahun sebelumnya. Santo valentine adalah seorang pejuang Kristen yang di hukun mati lantaran valentine tetap menikahkan para pemuda yang banyak di rekrut untuk menjadi tentara. Padahal raja telah membuat aturan bahwa prajurit tidak ada yang boleh menikah agar tetap agresif dan potensial dalam berperang. kalau ingin mengetahui lebih detail tentang sejarah perayaan valentine day dengan mesin pencari google kita akan dapat banyak informasi dari situ.
Bisa kita lihat perayaan valentine dari tahun ke tahun samakin bertambah dimeriahkan dengan berbagai aneka macam coklat dengan berbagai hiasan dan warna pink pun sudah merebah kamana-mana. Kita sebagai generasi islam harus bisa menyelamatkan umat dari aqidah hendaknya kita kembali kepada ajaran islam secara kaffah. Remaja muslim harusnya bisa menolak budaya valentine day yang jelas merupakan budaya kaum kafir.
Rosululloh bersabda;
“ barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut”.(HR.tirmidzi).
Allah SWT berfirman
“ hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani untuk menjadi pemimpin pemimpinmu; sebagaian mereka adalah pemimpin bagi sebagaian yang lain. Barang siapa mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang dzalim”.(al-maidah 51).
Gimana guys setelah mengetahui bahwa budaya valentine day bukan berasal dari islam bahkan allah sudah melarang untuk meniru-niru kaum yahudi dan nasrani masih layakkah kita membudayakan budaya tersebut???. Wahai para generasi islam sudah saatnya budaya valentine day kita singkirkan dari kehidupan kita dan saatnya kita hijrah menuju kehidupan islam yang di ridhoi allah. wallahu a’lam.

By: Aisyah
( www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Pengaruh ESQ Power dalam Pendidikan Anak


“Pengaruh ESQ Power dalam Pendidikan Anak”

Sesungguhnya sebagai orang tua, kita lebih harus berpengalaman tentang dalam memanage emosi dirinya, maka orang tua seharusnya mampu menata, mengelola dengan cara yang sebenarnya dengan penantaan, pembenahan dan pengelolaan emosi inilah yang di sebut dengan kecerdasan emosional, maka orang yang tidaka mampu mengontrol adalah penyakit emosional, maka kewajiban orang tua adalah melejitkan kecerdasan emosionalnya yakni aktivitas yang harus dilakukan secara terus menerus yakni antara kesadaran menuju pada tindakan.

Kedudukan orang tua dalam hal melesatkan kecerdasan jiwa merupakan actor utama yang belajar untuk mencerdaskan diri dan anak-anaknya.sesungguhnya banyak pengalaman yang bias dikisahkan tentang kebodohan emosional dan efeknya terhadap tanggung jawab dan kewajiban orangtua dalam memberikan pengasuhan, perawatan, pendidikan dan pembelajaran pada anak.

ESQ Power better life merupakan konsepsi tentang kecerdasan emosional spiritual menurut pandangan Islam dengan pelaksanaan tanggung jawab dan kewajiban sebagai orangtua dalam merawat dan mendidik dan membelajaran terhadap anak-anaknya.

Dalam proses pendidkan terama pendidikan anak yang dilakukan oleh orang tua sangat membutuhkan adanya ESQ Power

Apakah ESQ Power ?

PengertianESQ Power kemampuan adalah kemampuan seseorang dalam memproses dan mengontrol emosi secara cerdas dengan menggabungkan unsure spiritual.

Menurut muhyidin(2006:84) bahwa Kecerdasan emosi akan mengantarkan penemuan potensi yang ada pada manusia dengan keterampilan –keterampilan praktis yang didasrkan pada lima unsure, antara lain:

Kesadaran diri {mengetahui kondisi diri sendiri}
Motivasi dalam mengelola kondisi, impuls, dan sumber daya pada diri sendiri.
Pengaturan diri yang mengacu pada kecenderungan emosi yang mengantarkan dan memudahkan peraihan sasaran.
Empati yakni jesadaran terhadap perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain.
Keterampilan social {keterampilan yang menggugah tanggapan yang dikehendaki orang lain}
Jadi pengertian ESQ Power adalah sinergi antara kekuatan emosional dan kekuatan spiritual serta merupakan keharmonisan antara kecerdasan emosional dan spiritual.

Dalam pandangan umum sebenarnya semua orang mampu memiliki ESQ Power sehingga ESQ Power ini tidak bergantung pada pada citra simbolik seseorang namun dalam hal ini diperlukan paradigma kecerdasan yang akan kecerdasan yang akan mempengaruhi dn menentukan hakikat dari kecerdaan tersebut.

Bagaimana Pengaruh ESQ Power dalam proses pendidikan ?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, keterampilan social dan emosional dan emosional yang membentuk karakter lebih penting bagi keberhasilan anak disbandingkan kecerdasan kognitif yang di ukur melalui IQ. Kecerdasan emosional dapat diajarkan pada setiap tahap perkembangan anak.

Dalam proses pendididkan terutama peran orangtua yang memiliki ESQ Power dengan tujuan agar ESQ Power tersebut dapat digunakan sebagai cara dlam mendidik anak dan dapat pula digunakan untuk diajarkan pada anak-anak.

Muhyididn menambahkan (2006:232) bahwa Menampakkan ESQ Power pada proses mendidik anak adalah suatu perwujudan akan kekuatan dan kecerdasan emosional dan spiritual selama orangtua melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab terhadap anak-anak berupa pemberian perawatan, pengasuhan, pendididkan dan pembelajaran.

Banyak orangua atau pendidik yang menganggap penting dalam pembentukan karakter anak dengan cara menanamkan nilai-nilai kejujuran, kebaikan, keadilan dan sebainya. Namun yang perlu diperhatikan adalah menanamkan nilai tauhid atau aqidah pada anak, hal ini menjadi sangat urgen dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

Inilah yang dimaksud dengan ESQ Power sebagi proses dalam mendidik anak namun juga dibarengi dengan nampaknya ESQ Power dalam proses mendidik tersebut menurut muhyididn(2006:237) bahwa diantara nampaknya ESQ Power tersebut ada tujuh kekuatan antara lain:

Tidak menampakkan kejahatan perasaan
Menampakkan cinta dan keindahan
Menampakkan kesabaran
Menampakkan keuletan
Menampakkan kejujuran dan keadilan
Menampakkan kreatifitas dan gairah
Menampakkan disiplin dan konsistensi.
Dalam pelesatan ESQ Power dalam hal ini adalah menitikberykan pada pelesatan spiritual dari ESQ Power itu sendiri sehingga harapan bagia anak-anak yang mempunyai kecerdasan spiritual dalam kehidupan. Untuk mencapai maksud yang demikian maka perlu dipahami sesungguhnya spiritualisme dalam pengertian Islam? Kecerdasan spiritual yang bagaimanakah yang dimaksud oleh Islam?.

Akhir-akhir adanya kecenderungan akan pergeseran makna spiritual. Makna spiritual dieksploitasi sedemikian rupa sehingga terjadi absurdit dan raeduksi pada tingkatan yang parah. Dalam konteks ini, coraka pemahaman spiritual ditarik dalam kerangka-kerangka ilmiah dan logis sebagai wujud paradigma positif yang ilmiah dan logis.

Spiritual dalam Islam adalah Islam itu sendiri yang mempresentasikan ajaran –ajaran yang bersifat holistic dan integral.tidak hanya menyangkut dimensi lahir tetapi juga yang sangat urgen adalah batin.yang sifatnya kebenaran mutlak yang merupakan perwujudan dari kedekatan kepada sang Pencipta yaitu keimanan. Dengan kunci benar dan ikhlas

Dengan alasan psikologi,sebagian orangtua mungkin tidak bisa mencontohkan keterampilan pemecahan masalah di rumah, walaupun sesungguhnya mereka mempunyai peranan yang sangat penting .menurut Lawrence (2003:144) bahwa Hart menerangkan enam kualitas kepemimpinan yang perlu ditunjukkan oleh orangtua mempertahankan kebahagiaan dan harga diri individu dalam keluarga:

Mempunyai harus mempunyai visi, arah dan tujuan.
Mampu mengkomunikasikan kepemimpinan dengan efektif
Adanya usaha agar keluarga mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Adanya pertimbangan kebutuhan yang lain.
Dalam ESQ power yang berparadigma tauhid,yang akan mampu memberikan solusi dalam kehidupan.membandingkan hakikat spiritual di dalam Islam dengan ranah spiritual yang dikatakan modern yakni yang berasal dari barat jelas samgat berbeda.

Dalam pendidikan Islam didasarkan pada dasar aqidah yang diharapkan setiap perilaku anak sampai dewasa akan berperilaku sesuai dengan pemahaman aqidah y“kamus perasaan” dengan jalan menyusun diaftar perasaan dengan mengumpulka ang dimiliki.

Menurut Lawrenc (2003:278) salah satu upaya yang paling sederhana dan yang paling berguna dalam mengembangkan kematangan emosi anak dengan menggunakan n artikel-artikel, foto-foto yang kemudian ditunjukkan pada anak dan anak berpendapat dengan apa yang diamatinya.

Dalam proses pengembangan emosi anak dibutuhkan pengaturan komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal, karena dengan meninjau komunikasi ini mempermudah orang tua dalam menyelesaikan permasalahan emosi anak, maka dalam proses pendidikan terhadap kekuatan pengaturan seperti ini sangat dibutuhkan dalam relasi antara orange tua dan anak. Dalam bukunya Muhyiddin menyebutkan relasi akan melahirkan setidaknya lima interaksi antara(lihat skema 2.1)



(skema 2.1)


Seluruh interaksi dimulai dari masa bayi sampai dewasa, kecuali interaksi fisik-material hanya dapat dimulai pada masa bayi yang masih dalam masa kandungan.

Muhyiddin menambahkan (2006:113) posisi ESQ power ada tiga nilai yang yang selalu menjadi tujuan orang tua yakni nilai kebenaran, nilai kebaikan dan nilai keindahan.



Sehingga dapat dijelaskan bahwa kecerdasan intelektual adalah persoalan logika. Kecerdasan emosional adalah nilai etika dan kecerdasan spriyual merupakan nilai estetika(puncak estetika adalah keindahan Ilahi).

Hal yang diberikan oleh ESQ Power dalam problem kehidupan adalah:

Kemampuan untukmengerti dan memahami perasaan sendiri
Kemampuan untuk mengerti dn memahami perasaan orang lain
Kemampuan untuk mengarah perasaan sesuai dengan kehendak nurani
Kemampuan untuk mensucikan perasaan
Kemampuan untuk menggerakkan perasaan pada perilaiku yang positif
Kemampuan untuk mengendalikan perasaan-perasaan negative
Kemampuan untuk selalu berpegang pada keadilan dn kebenaran
Kemampuan untuk selalu rela dan ikhlas dengan takdir Allah SWT
Kemampuan untuk selalu bergantung kepada kehendak Allah
Kemampuan untuk menjadikan Cinta Ilahi sebagai puncak dari segala tujuan hidup
Wilayah ESQ Power adalah wialyah orang tua terhadap anaknya, terkadang tanpa di sadari atau tidak anak lebih mengajarkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual bagi orang tua

Apa yang dibelajarkan dan dididik anak adalah apa yang menjadi pedoman bagi kehidupan berikutnya. Dengan kata lain, apbila ESQ power ini akan bermanfaat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dalam hal ini ESQ Power digunakan oleh anak yang mampu mengajarkan pada orang tua.

Dalam proses pendidikan terhadap anak tidak hanya IQ tetapi juga EQ dan SQ, dalam makalah ini bahwasanya kekuatan emosional dapat menghantarkan orang tua khususnya dalam pendidikan anak. Kekuatan emosional ( ESQ Power) berpengaruh dalam proses pendidikan anak terutama dalam pembentukan karakter anak. Proses pendidikan anak tidak hanya melibatkan anak dan orangtuasemata melainkan keseimbangan antara lingkungan serta system yang diharapkan orangtua. Dalam ESQ Power bahwa kecerdasan emosi harus di barengi dengan adanya kecerdasan spiritual, pemgertian spiritual dalam Islam adalh menempatkan sgtandart hidup berdasarkan Islam itu nsendiri dalam hal ini aqidah Islamiyah.

Pengaruh ESQ Power dalam proses pendidikan anak sangat urgent, karena dalam proses pendidikan adanya pembelajaran menuju tingkah laku yanglebih baik. Dengan adanya ESQ Power maka anak setiap kali melakukan perbuatan disandarkan pada Islam dan pengaturan emosi yang lebih baik hingga menjadi dewasa, fa insya Allah.


DAFTAR RUJUKAN:

Lawrenc E.S, Mengajarkan Emosional Intelegensi pada Anak, Jakarta: PT Gramedia, 2003

Muhammad Muhyiddin, ESQ Power for Better Life, Jogjakarta: Tunas Publishing, 2006

By: stkhoiriyah15@gmail.com

Perubahan itu di mulai dari Usahamu


PERUBAHAN ITU DIMULAI DARI USAHAMU
Sobat … taukah bahwa perubahan itu ada pada diri kita? Apakah kita ingin berubah untuk be the best? Bagaimana caranya? Memang sebagai seorang yang selalu berfikir pasti ingin selalu berubah. Namun .. masih banyak teman kita yang bergumam seperti ini “Sebenarnya saya ingin sekali meninggalkan pacaran, tapi gimana ya!kok rasanya sulit sekali, sebab senang dan lagi belum dapat hidayah” atau “Sebenarnya saya ingin sekali berubah, tidak mau lagi ikut merayakan valentine day, tapi temen-temen selalu membujuk saya dan memang hidayah belum menjemputku” …atau masih banyak peryataan-peryataan yang lainnya. Apakah peryataan seperti itu bisa dibenarkan?atau bahkan disalahkan? ...
Ingatkan sobat … bahwa hidayah itu berasal dari kata Hadaa, Yahdii, Hudan, Hidayatan yang berarti petunjuk, sedangkan makna istilahnya adalah mengikuti petunjuk Islam dan mengimaninya. Lawan dari hidayah adalah dhalalah yang artinya Ar-rasyad yang berarti menyimpang dari Islam.
Oleh karena itu sobat … hidayah akan datang ketika kita beriman dengan Islam dan mengikuti apa yang telah ditunjukkan oleh Islam. Sedangkan orang yang tidak mengimani Islam dan tidak mengikuti petunjuk dari Islam adalah orang yang tidak mau berfikir. Jadi sangat tidak mungkin orang yang tidak pernah berusaha untuk mencari petunjuk tentang Islam bisa mendapat hidayah dari Allah karena hidayah itu sebenarnya sudah ada tinggal kita yang bisa menjemputnya bukan untuk ditunggu saja.

Kalau kita memang ingin berubah kita harus berani memulainya dengan penuh semangat, kesungguhan dan juga keyakinan bukan hanya menunggu. Karena hidayah harus kita cari bukan hanya sekedar ditunggu tiba-tiba datang sendiri tidak seperti itu sobat!...mengapa? Karena hidayah itu ada tiga macam yaitu:

1.Hidayah kholqi
Hidayah kholqi disini berarti Allah telah menciptakan manusia dengan fitrah yang berupa pengakuan terhadap adanya pencipta dengan kecenderungan untuk menerima atau menolak dan ini kita sudah mendapatkannya.

2.Hidayah bayan
Hidayah bayan berarti Allah telah memberi kita penjelasan tentang pilihan untuk memilih keimanan atau kekufuran lewat Al-qur'an dan As-sunnah yang dibawa para Rasulnya dan ini kita sudah dapatkan.

3.Hidayah taufiq
Hidayah taufiq berarti Allah akan mempertemukan dengan sebab-sebab datangnya hidayah dan akan menolongnya untuk memahami dan melaksanakan kebenaran yang dicarinya itu dan ini hanya diberikan pada orang-orang yang ikhlas karena Allah.

Sobat ... kita sebagai orang yang sudah mampu berfikir dengan baik maka kita harus segera mungkin untuk selalu berubah dan berubah menjadi yang terbaik bagi Allah, karena kita hidup di dunia ini hanyalah sementara dan hanya beribadah kepada-Nya. Dan kalau kita sudah ingin berubah maka janganlah kita menundanya terus menerus karena kita tidak tahu kapan kita akan kembali pada Allah (meninggal dunia).
Sehingga kita tidak hanya menunggu kapan hidayah itu datang tapi ... kita harus mencarinya dengan cara mengimani Islam dan manjadikan tuntunan Islam sebagai petunjuk yang harus kita ikuti dalam setiap menjalani kehidupan ini. Dan ingat sobat semua itu tergantung dari kemauan kita sendiri mau berubah atau tidak, karena siapa lagi yang bisa merubah diri kita kalau bukan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah yang artinya:”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau bukan itu sendiri yang merubahnya” (Q.S Ar-Ra'du : 11).
Walhasil perubahan itu ada ditangan kita bukan ditangan siapa-siapa tapi ingat bahwa hidayah maupun dhalalah itu berasal dari Allah yang bermakna bahwa Allahlah dzat yang Maha Menciptakan hidayah dan dhalalah, dan manusia yang mengusahakannya agar hidayah tersebut bisa sampai kepada dirinya. Marilah mulai sekarang juga kita harus berubah be the Best bagi Allah.

( Dewi Nur H, Mhs IAIN Sunan Ampel Peserta Mentor FM Plus, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com)

Tuesday, February 10, 2009

Demokrasi Melahirkan Suap


Demokrasi melahirkan SUAP
Oleh Pipit Dianika
(Mhs Peserta Mentor FM Plus)

Beberapa bulan lagi Indonesia akan menyelenggarakan hajatan besar dalam pesta demokrasi.Tidak dipungkiri pesta ini selalu menelan beaya yang sangat besar.Menurut data yang dikeluarkan KPU ,beaya pemilu 2009 diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 48 trilyun.Seorang calon anggota legislatif 'diwajibkan membayar' Rp 200-300 juta untuk kursi jadi nomer urut satu dan dua.Sedangkan untuk calon DPR harus menyerahkan setoran uang Rp 400 juta.Setiap caleg juga diharuskan membayar beaya administrasi Rp 16 juta untuk pengganti biaya administrasi.(kabarindonesia.com,7.10.08).Belum lagi beaya kampanye untuk iklan di televisi misalnya,jika rata-rata biaya beriklan secara excessive di sebuah stasiun televisi perharinya adalah RP 500 juta,maka perbulan adalah RP 15 milyar.Angka ini hanya untuk di media TV ,belum termasuk media lain,seperti radio, internet, baliho,spanduk,bendera,kalender brosur,kaos dan material kampanye lainnya.Sangat jelas sekali pesta ini kental dengan kapitalisme, dimana pemodal terbesarlah yang berkuasa.Dalam pesta ini tiba tiba rakyat ketiban rejeki musiman, dari mulai uang pelicin untuk memilih partai tertentu, lengkap beserta atribut sebuah partai yang di bagikan secara gratis.Semua parpol berlomba-lomba mengambil simpati rakyat dengan berbagai acara sosial dadakan, nikah masal,sunatan masal,bagi-bagi sembako dll.Namun jika pesta sudah berlalu para parpolpun segera menghentikan aktivitas sosialnya.Seakan akan partai yang ada saat ini ataupun para pendahulunya baik yang bercorak nasionalis ataupun yang berbasis massa islam tidak akan bisa menang jika tidak menggunakan uang pelicin.Padahal Rasullullah SAW bersabda : Allah melaknat penyuap dan penerima suap di dalam kekuasaan.(HR Ahmad dan Abu Dawud).
Lantas darimanakah partai partai yang berpartisipasi dalam pesta ini mendapatkan suntikan dana?.Padahal kita tahu gaji para wakil rakyat itu tidak sebesar dana yang dikeluarkan untuk kampanye.Lantas bagaimanakah para penguasa yang mengatasnamakan dirinya wakil rakyat ini mengembalikan uang modal berkampanye?.Wajar jika masyarakat di sejumlah daerah mengganggap pemilu tak lagi menjadi hal yang penting bahkan mereka lebih memilih golput.Masyarakat sudah tampak jenuh,berkali-kali ganti pemimpin hidup tidak sejahtera bahkan tambah sengsara.Rakyat hanya jadi tumbal para elit politik.Tidak tanggung-tanggung Ketua MPR mendorong MUI dan ormas islam untuk mengeluarkan fatwa golput haram.Berbagai cara di tempuh untuk melanggenggkan sistem yang membawa kecacatan sejak lahirnya.Karena demokrasi dilahirkan dari hawa napsu yang di tuhankan oleh manusia, mereka para pemuja demokrasi mengingkari peran Tuhan dalam mengatur manusia.Sehingga dengan kepongahannya ia para pemilik modal yang menjadi penguasa sewenang-wenang membuat sejumlah aturan untuk mengatur rakyat dengan klaim wakil rakyat.Coba kita tengok berbagai UU yang dibuat para pengusa tidak ada satupun yang menguntungkan rakyat justru malah menguntungkan para konglomerat terutama para pemodal asing.
Maha benar Allah dengan firmannya:
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki ataukah hukum Allah yang lebih baik bagi orang-orang yang yakin.”(TQS. Al -Maidah:50).Jika memang demikian hendaklah ada dakwah politik dan ideologis yang mampu menyadarkan umat agar meninggalkan hukum jahiliyah dan kembali pada sistem mulia nan luhur yang diturunkan oleh Dzat yang menciptakan dan mengatur manusia dan alam semestaSebuah sistem yang membawa keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.Sehingga umat mampu menilai dan memilih sebuah partai yang mampu mengurusi urusan umat dan kesejahteraannya.Dengan sistem yang benar yaitu syariah islam dalam naungan daulah khilafah islamiyah yang dipimpin oleh seorang kholifah yang amanah.Maka kitapun mampu mengundang janji Allah.dalam surat Al A'raf:96.

“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(TQS. Al A’raaf : 96)

( www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Monday, February 9, 2009

Pemilih Ideologis yang Cerdas


Pemilih Idelogis yang Cerdas
Baik buruknya masyarakat atau negara ditentukan oleh dua pilar, pemimpin dan sistem yang dijalankan. Pemimpinnya baik tapi sistemnya buruk tidak akan merubah keadaan secara mendasar. Sebaliknya, sistemnya baik tapi pemimpin buruk , juga akan membawa kegagalan. Jadi kita membutuhkan dua-duanya, pemimpin yang baik ,amanah, dalam sistem yang baik.
Imam al Ghozali menekankan pentingnya dua perkara ini dalam kitabnya al I’tishod fil iqtiqhod. Menurut Imam al Ghozali , agama (ad-diin) adalah asas dan pemimpin (as- sulthan) adalah penjaga (haaris) . Masyarakat yang tidak didasarkan pada agama akan runtuh , demikian juga kalau tidak ada penjaga (sultan) masyarakat akan lenyap. Jadi yang dibutuhkan adalah pemimpin dan asas sistem yang berdasarkan agama.
Kewajiban memilih pemimpin yang baik tidak bisa dilepaskan dari kewajiban menerapkan sistem yang baik. Kalau Pemimpin yang baik tentu saja harus berdasarkan syariah Islam , demikian juga sistem yang baik haruslah juga berdasarkan syariah Islam.
Dalam Fatwa MUI hasil ijtima’ ulama di Padang Panjang dengan tegas dikatakan syarat pemimpin yang harus dipilih antara lain beriman dan bertakwa serta memperjuangkan kepentingan umat Islam. Bagaimana mungkin calon pemimpin itu dikatakan bertakwa kalau tidak menerapkan syariah Islam? Mungkinkan kepentingan umat Islam bisa diperjuangkan tanpa menegakkan syariah Islam?
Dan sangat jelas dalam fatwa itu dikatakan, kalau tidak ada pemimpin yang memenuhi syarat (antara lain beriman dan bertakwa) tersebut justru memilihnya adalah haram ! Memilih pemimpin yang justru melanggengkan sistem kufur yang bertentangan dengan syariah Islam justru haram. Atas dasar itulah sebagian masyarakat yang ideologis tidak memilih. Bisa jadi karena mereka melihat tidak ada pemimpin yang layak. Atau mereka melihat, pemimpin yang terpilih akan menjalan sistem yang bertentangan dengan syariah Islam.
Apakah berarti mereka tidak bertanggung jawab? Justru sikap seperti ini cerminan dari pemilih yang bertanggung jawab. Mereka melihat memilih pemimpin sebaik apapun dia, namun menjalankan sistem yang bertentangan dengan syariah Islam tidak akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Justru akan melanggengkan sistem kufur yang merugikan masyarakat. Tidak memilih dalam kondisi seperti itu merupakan bentuk perlawanan ideologis terhadap sistem kufur yang rusak.
Pertanyaan yang kita ajukan, bagaimana kalau umat Islam semuanya sepakat tidak memilih penguasa yang menjalankan sistem kufur, kemudian umat Islam dengan segera beramai-ramai memilih dan membai’at pemimpin Islam (Khalifah) yang menjalankan syari’ah Islam? Apakah tidak memilih pemimpin yang menjalankan sistem kufur itu menjadi haram? Tentu saja tidak.
Yang perlu kita kecam adalah yang tidak memilih tapi apatis dan tidak melakukan apa-apa. Pemilih cerdas dan ideologis, tentu tidak hanya berhenti pada sikap selektif untuk memilih. Tapi dengan sungguh-sungguh mempersiapkan dan memperjuangkan sistem baik yang berdasarkan syariah itu bisa terwujud. Upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan kembali sistem Islam justru mencerminkan sikap yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan negara.
Pemilih yang cerdas dalam pandangan Islam haruslah mendasarkan aktifitas politiknya berdasarkan syariah Islam. Bukan semata-mata kepentingan pragmatis atau kemashlahatan yang berdasarkan hawa nafsu. Syariah Islam harus menjadi standar aktivitas politiknya, termasuk ketika melakukan perubahan untuk menegakkan sistem Islam.
Rasulullah saw telah mencontohkan untuk membangun sistem Islam haruslah melakukan aktivitas politik yang bermuara pada tiga hal: terciptanya kader dakwah, terwujudnya kesadaran masyarakat yang menyadari dan bergerak menuntut perubahan, terdapat elit politik strategis (ahlul quwwah) yang mendukung sistem Islam. Ketiga inilah yang menjadi kunci dasar dari perubahan masyarakat hingga terwujudnya sistem Islam.
Dalam rangka itu Rasulullah melakukan aktifitas politik yang menonjol antara lain membina umat dengan pemikiran dan hukum-hukum Islam sehingga terjadi perubahan pemikiran di tubuh umat. Beliau juga menyerang ide-ide, pemikiran, dan hukum-hukum yang rusak di tengah masyarakat, membongkar kepalsuaannya dan pertentangannya dengan Islam . Dengah demikian umat akan menolak hukum-hukum tersebut dan mengantikannya dengan sistem Islam.
Rasulullah saw juga membongkar kedzoliman dan kebejatan penguasa-penguasa yang ada ditengah-tengah umat . Rosullah saw menyerang Abu Jahal dan Abu Lahab dengan mengungkap kedzoliman dan penghianatannya terhadap umat. Disamping itu Rasulullah saw mendatangi elit-elit politik dari berbagai kabilah yang berpengaruh , mengajak mereka masuk Islam dan agar mereka menyerahkan kekuasaan kepada Islam
Dengan cara itulah hukum-hukum Islam bisa ditegakkan lewat kekuasaan. Walhasil, pemilih yang cerdas juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Rasulullah saw. Sebab hanya dengan mengikuti cara Rasulullah saw kemenangan akan diraih dan diberkahi Allah swt. (Farid Wadjdi)
(www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co