Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, January 25, 2009

Spiritual Motivation


Spritual Motivation
Melejitkan Potensi diri dan Lompatan Spirit

Apakah yang mendorong umat Islam untuk berhasil? Apakah karena dorongan materi ? Apakah karena dorongan emosional? Sobat, jawabannya pendek, yaitu kecintaan kepada Allah. Bagi umat Islam, Allah adalah segala-galanya. Bukankah kalimat yang sering kita lafalkan ketika sholat adalah kalimat yang tertuang dalam surat Al-An’am ayat 162,

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (TQS. Al-An’am : 162 )

Allah adalah segala-galanya karena semua yang ada termasuk alam semesta ini datang dari Allah Swt.
Kekuatan yang diutamakan Islam dan dimiliki oleh umat Islam adalah iman dan takwa, bukan sains dan teknologi. Hal ini karena Iman dan Takwa berbicara tentang Allah dan bagaimana tunduk kepada-Nya. Apabila Iman dan Takwa hidup subur dan terus mekar di hati, lahirlah sikap dan cara berpikir yang benar. Berbekal Aqidah Islam ini,umat Islam memerintah dunia dan menyelamatkannya dan sekaligus melejitkan ilmu sains. Ledakan sains oleh umat Islam terjadi karena ia dianggap sebagai jembatan untuk mengenal keagungan Allah. Akhirnya umat Islam mampu menguasai dunia. Kegemilangan ini terjadi karena itu adalah Janji Allah atau ketetapan Allah asalkan syarat-syaratnya kita penuhi. Sebagaimana firman Allah Swt.
“ Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur[*] sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.”(TQS. Al-Anbiya’ : 105)

[*] Yang dimaksud dengan Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz Dzikr artinya adalah kitab Taurat.

Sobat, jiwa yang mencintai Allah dan kesadaran akan hubungannya dengan Allah inilah yang akan menjadikan seseorang mempunyai motivasi yang tinggi, lihatlah apa yang terjadi pada tukang-tukang sihir Firaun. Setelah mereka melihat mukjizat Nabi Musa, terbukti kebenaran Nabi Musa As, lalu mereka beriman pada ajaran beliau. Firaun lantas murka dan dalam kemarahan Firaun berkata, “Aku akan potong tangan dan kaki kalian secara silang dan aku akan menyalib kalian pada bagian atas pohon kurma.” Menghadapi ancaman yang tidak berperikemanusiaan ini, bagaimana reaksi mereka? Mereka berkata kepada Firaun, “Kami tidak lagi mengutamakan kamu setelah datang bukti-bukti yang nyata dari Tuhan Pencipta kami. Maka lakukankanlah apa yang hendak kamu lakukan.Kamu hanya mampu menghukum kami di dunia ini saja.” Sebagaimana firman Allah Swt :
Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan Sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada Kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. (TQS Tha Ha ayat :71-72)

Sobat, daya tarik apa yang melahirkan motivasi sedahsyat ini sehingga sanggup meninggalkan kesenangan dan kemewahan hidup? Daya tariknya adalah Cintanya kepada Allah, Surga Allah. Para sahabat Nabi menghadapi ancaman keselamatan serta pemboikotan ekonomi dari golongan Quraisy selama 3 (tiga) tahun di Mekah, mereka mengutamakan Iman dan Islam daripada segalanya. Ibnu Ishak meriwayatkan, Umat Islam saat itu terpaksa memakan daun-daun dan pucuk-pucuk kayu sebagai makanan saat itu. Namun mereka tetap beristiqomah di atas landasan Islam karena yakin akan pertolongan Allah. Bukankah Allah berjanji dalam surat Al-Hajj ayat 40,
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (TQS Al-Hajj :40).

Sobat, janji-janji Allah seperti itu melahirkan optimisme dan pikiran positif yang hebat dalam diri umat Islam. Mereka tidak bimbang atas ujian dan cobaan. Mereka berani menghadapi berbagai resiko. Sikap yang seperti inilah yang membuat mereka sukses.
Subhanallah, Seorang profesor Ilmu Psikologi dan Psikiatri di Universitas Wisconsi Madison Dr. Richard J. Davison menyatakan bahwa golongan yang optimis biasanya lebih sehat dibandingkan yang tidak. Hal ini karena hormon kortisol dalam darah mereka rendah dan ini meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Hormon kortisol adalah hormon yang keluar sewaktu tekanan atau stress menyerang seseorang. Jika kadarnya rendah, seseorang menjadi lebih tenang sewaktu menghadapi ujian.

Winslow Research Institute , Kalifornia melakukan penelitian yang menyatakan bahwa mereka yang berhasil adalah mereka yang memiliki sifat :
1. Keyakinan diri.
2. Kekuatan mental
3. Kekuatan pemikiran konseptual
4. Semangat membara.
Semua sifat itu sobat, dimiliki oleh para sahabat Rasul . Mereka yakin dengan Islam yang mereka anut. Mereka juga yakin perjuangan mereka pasti berhasil karena itu telah dijanjikan Allah dalam banyak firman-Nya. Mereka juga memilki kekuatan mental yang mengagumkan untuk menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Tanpa kekuatan ini , mereka tidak akan mampu hijrah melewati padang pasir yang tandus tanpa membawa perbekalan yang memadai dari Mekah ke Madinah. Tanpa kekuatan ini mereka juga tidak akan mampu berperang dengan musuh yang jumlahnya 6 kali lipat dari mereka. Mereka juga memiliki kekuatan konseptual yang mantap. Mereka mengetahui dengan jelas tujuan hidup di muka bumi ini. Mereka juga mengetahui bahwa hidup yang sementara ini mempunyai visi dan misi. Mereka juga mampu menilai setiap isu berdasarkan acuan atau parameter syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-sunnah. Mengenai semangat, mereka bukan sekedar membara tetapi semangat mereka membakar. Tanpa semangat dan Spiritual Motivation yang tinggi tersebut mereka tidak mungkin mampu membangun Khilafah dan peradaban Islam yang gemilang yang dikagumi sampai sekarang.
Sifat-sifat dan karakter semacam ini dan yang lainnya menghiasi diri karena mereka berpegang teguh pada syariat Islam. Umat Islam adalah umat istemewa. Keistemewaan ini hanya akan terungkap setelah umat tersebut memahami dan menghayati ajaran Islam yang sejati. Hanya setelah itu saja, karbon yang ada dalam diri mereka berubah menjadi berlian. Berlian yang berhasil menyinari seluruh alam.
Sobat, inilah yang di sebut Spiritual Motivation adalah suatu motivasi yang datang dari keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang. Bagi seorang muslim, sudah pasti ayat-ayat Al-Qur’an atau As-sunnah akan menjadi motivator utama kita dalam kehidupan. Bukankah Allah telah berfirman:
“ Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”(TQS. Al-Jatsiyah : 20).
( Spiritual Motivator,N.Faqih Syarif H, www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com)

Next Prev home

1 comments:

  1. Alhamdulillah,, semoga ini menjadi tabungan akhirat. seperti yang sering bapak sampaikan pada kami..
    Amin..

    ReplyDelete

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co