Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, January 8, 2009

Penyebab Kenakalan Anak


Penyebab Kenakalan Anak
Sobat, ada beberapa factor yang menyebabkan anak menjadi nakal dan suka berbuat negative diantaranya :
1. Keretakan hubungan antara bapak dan ibu (disharmoni orang tua). Pertengkaran yang sering terjadi antara bapak dan ibu menyebabkan anak menjadi stress dan tidak betah tinggal di rumah, sehingga cenderung ingin mencari nuansa kesegaran di luar rumah. Jika di luar rumah ternyata ia mendapatkan lingkungan yang negative, maka di situlah awal runtuhnya qurrota a’yun serta awal penyebab kenakalan anak.
2. Mandegnya dinamika anak. Masa anak-anak adalah masa bermain, bersenda-gurau dan aktif bergerak. Orang tua dan pendidik harus memahami betul karakteristik kejiwaan anak, sehingga mereka tidak menerapkan metode pendidikan yang mengekang, membelenggu dan meneror jiwa anak, yang menjadikan anak kehilangan keceriaan, merasa takut dan tertindas. Oleh karena itu, usahakanlah rumah dan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan dan menyegarkan bagi anak.
3. Pergaulan negative dengan teman nakal. Rasulullah Saw. Bersabda : “ Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang diantara kamu memperhatikan siapa temannya itu.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
4. Buruknya perlakuan orang tua terhadap anak. Jika anak sering diperlakukan dengan kejam, dididik dengan pukulan sadis, sering dibentak, dicemooh dan dihina, maka anak akan tumbuh besar dalam suasana yang timpang. Anak menjadi minder, tidak memiliki rasa percaya diri, merasa selalu dibenci orang lain dan cenderung berbuat negative.
5. Film-film sadis dan porno. Film-film keras dan cabul sangat berpengaruh pada kejiwaan anak. Hal inilah yang kurang disadari oleh para orang tua, para penentu kebijakan yaitu para penguasa yang membiarkan tayangan-tayangan TV yang tidak ramah pada keluarga dan anak-anak ditambah lagi para orang tua tadi membiarkan anak bebas menonton acara-acara televise tanpa seleksi.
6. Lengahnya orang tua terhadap pendidikan anak. Banyak orang tua yang acuh dan tidak terlalu peduli dengan pendidikan anaknya. Yang penting anak telah sekolah, sudah mendapat pengajaran, sudah ngaji di majelis pengajian anak dan lain sebagainya. Dikiranya hal itu sudah cukup. Padahal, pendidikan itu harus dilaksanakan secara integral ( menyeluruh). Antara rumah, sekolah, masjid dan masyarakat serta Negara harus secara bersama-sama dan serius-terpadu memberikan pendidikan yang baik kepada Anak.
( Disarikan dari Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Syekh Abdullah Nasih ‘Ulwan )
Semoga kita semua amat peduli dengan persoalan ini, merupakan sebuah kebahagiaan agung yang merekahkan hati setiap orang tua, apabila ia dikaruniahi seorang anak yang sholih dan sholihah. Inilah salah satu pilar terpenting bagi terwujudnya keluarga sakinah, sebuah keluarga bahagia yang meneduhkan hati penghuninya. Anak yang shalih dan shalihah yang memiliki kepribadian “luar biasa” ini dalam bahasa al-Qur’an adalah sebagai qurrota a’yun, penyejuk mata dan penyenang hati bagi kedua orang tuanya. Sebagaimana Allah Swt telah berfirman :
“ Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (TQS. Al-Furqan (25) : 74 )
(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co