Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, January 5, 2009

Menebar Kasih dengan Memberi


Menebar Kasih dengan Memberi
Wahai Tuhanku Yang Maha Penyayang, rahmat-Mu kepada makhluk membuktikan kepada kami keluasan cinta kasih. Sehingga hati kami menjadi tenang karena Engkau Maha pengasih terhadap seluruh alam. Engkau menyukai rahmat, karena itulah sifat-Mu. Ya Allah Tuhanku, sungguh kami beruntung memperolehnya, karena kesalahan dan kekurangan kami terlalu banyak, maka Ya Allah sebarluaskan rahmat-mu, sehingga hati kami menjadi tenang dengan rahmat-mu itu.”

Sobat, kasih tanpa memberi hanyalah sebuah teori semata. Perwujudan kasih selalu dalam tindakan memberi, apa pun bentuk pemberiannya. Ini penting karena tanpa tindakan memberi, tidak ada perbedaan antara orang yang mengasihi dan tidak mengasihi. Jadi, kasih adalah paradigmanya, sementara memberi adalah perilakunya. Berdasarkan dua factor ini, kita dapat mengelompokkan perilaku manusia ke dalam 4 Tipe :
1. Orang yang mengasihi, tetapi tidak memberi. Orang semacam ini hanya berteori mengenai kasih tetapi tidak melakukan apa-apa. Anda merasa kasihan pada tetangga yang miskin, tetapi anda merasa cukup puas dengan hanya membicarakan rasa kasihan Anda. Para politikus yang banyak berbicara tentang nasib rakyat dan pengentasan kemiskinan hanya dalam retorika dan iklan politik di media massa tetapi faktanya nol belaka.
2. Orang yang mengasihi dan mewujudkan kasih itu dalam bentuk tindakan memberi. Orang yang memberi dengan dasar kasih serta kesadaran akan hubungannya dengan Allah adalah orang yang ikhlas. Orang yang seperti ini akan merasakan indahnya sebuah tindakan memberi. Memberi menghasilkan energy yang mencerahkan, menimbulkan rasa puas dan bahagia.
3. Orang yang memberi, tetapi pemberian tersebut bukanlah didasari oleh kasih. Orang-orang seperti ini menyimpan banyak agenda tersembunyi. Ia member untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih banyak. Pemberian seperti ini hanyalah bersifat transaksional. Dasar pemberian ini hanyalah sebuah analisis untung-rugi. Sekalipun tindakan ini adalah sebuah keputusan rasional, ini bukanlah sebuah bentuk kebaikan.
4. Orang-orang yang tidak mengasihi dan juga tidak memberi.Orang-orang ini adalah orang yang kikir dan anti social. Mereka tidak sadar bahwa alam semesta ini hanya bisa berjalan karena tindakan memberi. Mereka tidak paham bahwa mereka bisa hidup sampai saat ini karena pemberian Allah dan menikmati berbagai tindakan memberi yang telah dilakukan juga oleh banyak orang kepada mereka.Orang-orang seperti ini sebetulnya telah menyalahi hokum alam itu sendiri. Oleh karena itu, mereka akan tersingkir dari kehidupan ini.
Sobat, sebuah tindakan memberi haruslah didasarkan pada pemahaman yang mendalam mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan oleh orang lain, memberi tanpa diminta menunjukkan kepekaan anda yang sangat tinggi pada orang lain, give more expect less inilah definisi ikhlas secara ringkas, memberi dengan sembunyi-sembunyi. Kebahagiaan baru akan dicapai apabila pemberian tersebut menjadi rahasia pribadi kita. Tak perlu ada orang lain yang tahu. Hanya kita dan Sang Pencipta.
Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang menebar kasih dengan memberi yang tulus. Jadi walaupun kelihatannya mudah sobat, memberi itu sebenarnya sangat sulit untuk dilakukan. Kita takut memberi karena kita percaya bahwa memberi akan membuat kita kehilangan. Inilah kepercayaan yang dianut oleh banyak orang. Padahal, dengan memberi, kita akan menerima. Ini adalah sebuah hukum alam yang tak perlu diragukan lagi.
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu senantiasa bersyukur, sabar dan terus istiqomah menebar kebajikan dan kasih dengan banyak member dengan ketulusan hati serta mengharap Ridho-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(www.faqihsyarif.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co