Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, December 1, 2008

Tulislah "Aku Tidak Bisa Menulis"


Tulislah,”Aku Tidak Bisa Menulis!”
Oleh: Radinal Mukhtar Harahap
Anne Sexton berkata, “Saat aku menulis, aku melakukan hal yang seharusnya aku lakukan.” Apakah yang seharusnya dilakukan mahasiswa? Menulis. Apakah yang seharusnya dilakukan dosen? Menulis. Apakah yang seharusnya dilakukan suami? Menulis. Apakah yang seharusnya dilakukan karyawan? Menulis. Semua lapisan masyarakat seharusnya menulis, karena dengan menulis ia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Tetapi hal demikian sering terbentur dengan mitos bahwa menulis itu susah. Menulis itu membutuhkan bakat. Menulis itu hanya untuk para akademisi kampus. Menulis itu membutuhkan biaya yang besar. Menulis itu harus sesuai dengan ilmu tata bahasa Indonesia, sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) dan lain sebagainya.
Namun benarkah dunia kepenulisan begitu mengerikan? Sehingga para aktivis kampus, setelah ia lulus, banyak yang lebih memilih untuk menjadi pengangguran daripada memulai usaha dibidang kepenulisan? Padahal saat ia aktif diberbagai organisasi, ia dapat menghasilkan berbagai karya tulis yang dibaca orang. Mulai dari proposal, selebaran-selebaran pengumuman, maupun short massage service (SMS) mengenai organisasinya tersebut.
“Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis,” demikian ujar Gertrude Stein. Maksud perkataan tersebut tidak lain, adalah bahwa menulis itu adalah soal menulis, dari awal sampai akhir. Bahwa menulis adalah menulis. Bahkan ketika anda mengatakan “saya tidak bisa menulis” dan menuliskannya dalam buku diari anda, anda telah menulis. Maka, tulislah walaupun sebuah ungkapan “Saya tidak bisa menulis!”
Mendobrak Mitos Kepenulisan
Dulu, masyarakat sering beranggapan bahwa dunia kepenulisan adalah dunia lain, bukan dunia yang ditempatinya. Dunia kepenulisan adalah dunia yang menakutkan dan penuh misteri. Dunia tersebut hanya mampu dimasuki oleh orang-orang yang telah memperoleh berbagai macam gelar dibelakang namanya, sehingga tidak ada lagi lowongan bagi pengangguran, ibu rumah tangga, anak-anak, maupun mahasiswa.
Mitos seperti ini tidaklah benar. Siapapun bisa menjadi penulis selama ia ingin menjadi penulis. Siapa yang menyangka bahwa Joanne Kathelen Rowling, seorang ibu rumah tangga mampu menjadi miliyarder dengan Harry Potternya. Gusdur, seorang yang memiliki cacat tubuh, mampu menulis buku-buku pemikiran dan politik. Rachmania Arunita mampu menyelesaikan novel best sellernya “Eiffel I’m in Love” saat masih duduk di bangku SMU. Ini semua telah membuktikan bahwa dunia kepenulisan adalah dunia ini. Dunia yang mampu dimasuki oleh semua orang tanpa terkecuali.
Sekarang atau Tidak Sama Sekali
Dengan mengetahui hal diatas, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menulis. Menulis adalah menulis. Tidak ada syarat untuk menjadi penulis. Inilah lowongan pekerjaan yang tiada henti. Yang tidak membedakan umur, pendidikan, jenis kelamin, ataupun stastus sosial.
Mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali. Anda membaca banyak buku-buku tentang tata cara menulis. Anda mengikuti workshop atau seminar tentang kepenulisan. Anda bertemu langsung dengan penulis-penulis besar. Anda membaca banyak karya tulis penulis-penulis besar. Itu semua tidak ada manfaatnya kecuali anda memulai untuk menulis. Sekarang atau tidak sama sekali.
Semua mempunyai bakat untuk menulis, karena menulis adalah menulis. Menuliskan “aku tidak bisa menulis” adalah menulis. Menulis SMS kepada teman adalah menulis. Menulis makalah untuk dipresentasikan didepan kelas adalah menulis. Menulis adalah menulis, dari awal hingga akhir adalah menulis. Maka mulailah dari sekarang untuk menulis. Sekarang atau tidak sama sekali.
Surabaya, 13 November 2008. Pukul 09.05 WIB.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co