Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, December 8, 2008

Takwa adalah Formula untuk Sukses


Takwa adalah Formula untuk Sukses
Oleh. N. Faqih Syarif H
Sobat, Takwa menjamin keberhasilan dan kemenangan umat Islam. Dalam Suat Ath-thalaq ayat 2-3 Allah berfirman , “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan adakan baginya jalan keluar dan Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepadanya.” Imam Ahmad meriwayatkan dari ABU Dzar, “Nabi telah membacakan ayat ini kepadaku(Abu Dzar), kemudian beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar, jika manusia berpegang teguh pada ayat ini, hal tersebut sudah mencukupi bagi mereka.” Ayat inilah yang dimaksud oleh sahabat nabi Abdullah bin mas’ud sebagai “formula penyelesaian masalah yang teragung dalam Al-Qur’an.” Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa mereka yang bertakwa diberi ilham oleh Allah dengan petunjuk, dan petunjuk inilah yang membuat mereka sanggup menyelesaikan masalah yang dihadapi. Lebih daripada itu, takwa juga mememudahkan meraih rezeki di dunia. Tidak benar jika ada orang yang berpendapat bahwa Islam hanya memfokuskan kepentingan akherat dan tidak mementingkan urusan dunia. Yang benar, Islam mementingkan keduanya, hanya Islam menginginkan keduanya dicapai atas dasar ketakwaan.
Makna serta manivestasi ayat ini sudah jelas. Antara lain, pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Beliau terkenal sebagai pemimpin yang bertakwa dan adil. Dia menjadi Khalifah selama 30 bulan. Dalam masa kepemimpinannya itu, kemiskinan berhasil diberantas dan rakyat hidup dalam kesejahteraan yang luar biasa. Sehubungan dengan hal tersebut, Yahya bin said meriwayatkan, “Khalifah Umar bin Abdul Azis mengutus aku untuk memungut zakat di Afrika. Aku pun melaksanakan tugas ini dan kemudian aku mencari golongan fakir miskin untuk diberi zakat. Namun golongan fakir miskin tidak aku temui. Sesungguhnya Amirul mukminin Umar bin Abdul Azis telah menjadikan kami manusia yang kaya raya lagi sejahtera.” Memang benar takwa menjamin kecemerlangan umat. Hal ini di perkuat lagi dengan firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 29, “Wahai mereka yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu serta mengampuni dosa-dosamu.”
“Furqan” dalam ayat di atas diartikan “jalan” keluar oleh sahabat Nabi Abdullah bin Abbas. Sebagian besar riwayat beliau menafsirkannya sebagai kemenangan dan pertolongan dari Allah. Imam Ibnu Katsir merumuskan pandangan-pandangan ini dengan mengatakan, “Siapa saja yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang, akan diberikan petunjuk sehingga dia dapat mengenal mana yang hak dan bathil. Hal inilah yang menjadikan alasan atas keberhasilan serta lepasnya diri dari masalah di dunia dan alasan atas kebahagiaannya di akherat….”
Orang yang bertakwa serta berpegang teguh pada agama ternyata lebih sehat dari orang lain. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Harold G.Koenig, Direktur Centre for the study of religion/Spirituality and Health di Universtas Duke, Orang yang berpegang teguh pada agama akan memiliki hormon interleukin-6 yang tinggi dalam darahnya. Hormon interleukin-6 ini berfungsi meningkatkan system daya tahan seseorang.
Maka rugilah orang yang tidak meningkatkan takwa dan hanya bergelimang dengan maksiat. Nabi bersabda, “sesungguhnya Allah mengharamkan rezeki atas orang yang melakukan maksiat. Dan tidak ada sesuatu pun yang mampu menolak takdir selain do’a, dan tidak akan bertambah umur melainkan dengan melakukan kebaikan.” (HR. Imam Ahmad, An-Nasa’I dan Ibnu Majah).
Begitu pula keadaan kota atau negeri yang penduduknya mengabaikan aturan atau hukum-hukum Allah serta mengabaikan takwa kepada Allah. Maka Allah akan menimpakan malapetaka serta menyempitkan pintu-pintu rezeki bagi penduduk tersebut. Ingatlah kita akan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 112, “ Dan Allah membuat satu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dulunya aman dan tenteram, rezeki datang berlimpah ruah dari sagenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan cobaan berupa kelaparan dan ketakutan atas diri mereka, disebabkan apa yang telah mereka lakukan.”
Sobat, sebagai penutup dari tulisan ini, marilah kita pupuk takwa kita. Takwa mempunyai pupuk dan apabila ramuan yang digunakannya tepat, takwa akan hidup dengan subur. Pupuk yang diperlukan untuk menyuburkan takwa adalah muhasabah dan tobat. Umat Islam harus berani merenung dan melakukan muhasabah diri. Khalifah Umar bin Khatab pernah berkata, “Berintrospeksi dirilah serta hitunglah (hisablah) dirimu sebelum kamu dihitung(dihisab) oleh Allah.” Mereka yang berani melakukan introspeksi dan kemudian membuat perubahan yang positif pada dirinya, mereka adalah orang-orang yang akan berhasil.
(www.faqihsyarif.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co