Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, December 3, 2008

Singkong Rasa Keju


Singkong rasa keju
By. Aisyah
Di sebuah perkampungan kumuh di pinggiran kota Jakarta orang lalu lalang dengan aktivitasnya masing-masing. Bau anyi dari selokan-selokanpun tak dihiraukan oleh mereka.
Di pagi yang cerah itu para anak-anak kumpul bermain di balai perkampungan. Dengan wajah yang berseri-seri mereka bermain dengan gembira. karena keterbatasan ekonomi banyak dari mereka yang tidak sekolah. Terkadang mereka ikut membantu orang tuanya cari uang dengan jualan berdagang asongan atau jualan Koran di dekat lampu merah. Yach begitulah hidup di kota metropolitan yang miskin semakai miskin yang kaya semakin kaya. Di tambah lagi dengan pemerintah yang di dominasi oleh para koruptor yang suka makan uang rakyat. Pemerintah yang buta dan tuli sehingga tidak melihat kalau rakyatnya sengsara. Sungguh tragis hidup di Negara kaya tapi miskin.
“Koran, Koran,......,,..koranya pak?”
“Koran……. berita hangat…….. eksekusi amrozi ….koran. “
Suara ucup dan udin menjajakan koranya
“Dek..dek ……Koran.” Seorang laki-laki melambaikan tanganya di dalam mobil.
Ucup dan udin mendekat “koranya pak.”
“ koranya satu, berapa dek?”
“tiga ribu pak” terimah kasih pak! Ucap mereka serentak
“ dah laku berapa cup?”
“alhamdulillah hari ini lumayan rame.”
“ habis ini kamu mo langsung pulang ?”. Tanya udin
“ aku mo mampir dulu ke pasar loak.”
“ pasar loak …! Mo cari apa kamu baju bekas atau sandal bekas?”kata udin sambil nyerocoos.
“aku mo cari buku yach itung-itung buat namba ilmu walaupun gita gak sekolah kitakan butuh informasi.”
“ ala cup-cup mo jadi apa sich kamu? Singkong mana bisa jadi keju kita tuch lahir dari singkong besarnya pasti juga jadi singkong”.
“ sekarangkan ada singkong rasa keju!” jawab ucup
“ iya tapi sedikit yang banyak tuch singkong rebus paling banter juga singkong goreng”.
“ ya kita tuch harus berusaha dan optimis kalau sebenarnya kita tuch bisa berubah”.
“ berubah! Mo sampai kapan bisa berubah mo sampai tua? Mendingan uang yang kamu tabung buat beli buku tuch simpen aja buat masa depan kan pasti terkumpul banyak tuch” jawab udin ngeyel.
“ eh ilmu tuch mahal nggak bisa di beli dengan uang. kamu inget gak cerama ust.fikrih di mushollah kemarin “Allah tidak akan merubah suatu kaum kalau kaum tersebut tidak akan merubah keadaanya sendiri”
“ya aku tahu tapi kita mana bisa cup, lihat aja orang-orang gede tuch lulusan apa? Mereka sarjana dan banyak dari mereka yang lulusan luar negeri, lah sedangkan kita lulusan SD itu saja sering bolos kalau di suruh emak Bantu jualan”.
“ maka dari itu din kita harus belajar jangn sampai kita ketinggalan ma mereka”.
“ kalau gituch sich terserah kamu lah cup sebagai teman aku hanya bisa mendoaka supaya cita-cita yang tiongginya gak ketulungan tuch bisa kesampean.amin….”jawab udin pasrah.
“kalau gituch aku pulang dulu yach hati-hati, assalamu alaikum.kata udin bepamitan.
“ memang bener lidah orang jawa nama yusuf bisa jadi ucup katanya biar gampang manggilnya. Anak umur 15 tahun itu memang sangat rajin,ia memang berbeda dengan teman-teman sebayanya,walaupun dia tinggal di perkampungan yang kumuh dan keluarga yang miskin ia masih tetap rajin belajar. Tiap habis jualan ia selalu menyisihkan uang buat beli buku, bukan itu saja yang dilakukan setiap minggu sekali ia selalu nyempetin untuk pergi ke perpus kota. Dengan jarak yang sangat jauh tak perna membuatnya mengeluh untuk mengayuh sepeda bututnya demi memperoleh sebuah ilmu. Ia yakin dengan usaha inilah ia pasti bisa merubah nasib keluarganya.
-------
“ brak,,,!” Sebuah buku tebal melayang dari raknya.
“ ma'af pak gak sengaja “ kata ucup agak ragu.
“ oh gak apa-apa” kata si bapak sambil tersenyum.
“ siapa namamu?
“ nama saya yusuf pak, tapi biasanya dipanggil ucup”, jawab ucup dengan nyenggir
“Kamu sering ya dating ke perpus ini?”
“ya kalau dibilang sering sich engga', tapi setiap seminggu sekali saya selalu nyempetin pergi ke sini.”
“sudah banyak berapa buku yang pernah kamu baca di perpus ini?”
“banyak mulai dari buku motivasi, ilmu alam dan agama.”
“wah hebat donk oh ya ngomong-ngomong kamu kelas berapa?”
“saya sudah ngga' sekolah ngga' ada biaya”, jawab ucup polos.
“wah aku semakin salut ama kamu, kamu beda dengan anak -anak lain, walaupun sudah ngga' sekolah semangat belajar kamu bisa diacungi jempol”.
“siapa bilang saya hebat, buktinya teman-teman sering bilang kalau saya bermimpi bisa jadi keju”.
“Maksudnya?” Tanya laki-laki itu penasaran
“ya gini lho pak. Saya kan orang miskin mana bisa jadi orang hebat boro-boro jadi orang kaya, buat makan aja susah”. Keterangan ucup panjang lebar.
“ sebaiknya kamu jangan terpengaruh dengan omongan mereka, rizqi, jodoh, dan ajal itu ada di tangan allah, sebagai hamba kita hanya bisa berusaha da berdoa kalau kita bersungguh-sungguh Allah pasti mengabulkan doa kita.Allah kan maha adil”.
“Betul…betul” ucup menanggapi dangan anggukan kepala”.
“ di rumah aku punya perpustakaan sendiri kalau kamu mau kamu boleh main ke sana”.
“ bener nich pak mau banget! Rumah bapak dimana?. Tanya ucup kegirangan.
“rumahku di jl angkasa No 25A. kapan-kapan kamu boleh main kesana”.
“makasih yach pak” kata ucup.
“Titut…..titut”.rupanya hp bapak tersebut berdering.
“ assalamu alaikum nampaknya bapak sangat serius berbicara di telp seperti ada hal-hal yang sangat penting. Setelah itu ia langsung pamitan mungkin ada hal yang sangat mendadak.
“maaf saya pergi dulu ya ada urusan mendadak, mungkin kita bisa bertemu lagi” kata bapak berpamitan
“oh ya pak makasih banyal” jawab Ucup
Hari sudah mulai sore ucup bergegas untuk pulang. Udara penat, suara bising semakin menyeruak di mana kendaraan lalu lalang, hiruk pikuk di kota Metropolitan. Dengan nafas yang panjang Ucup tetap mengayuh sepedanya dalam hati ia berkata”ya Allah berilah kesabaran bagi hambamu ini”. Engkaulah robku tempatku memohon dan meminta pertolongan. Mungkin hari ini sangat melelahkan tapi mudah-mudahan besok lebih baik dari hari ini.
------
“tok….tok….tok…assalamu'alaikum”
“wa'alaikum salam” suara emak ucup dari dalam rumah
“dari mana saja cup? Maghrib ko' baru pulang?”
“dari perpustakaan mak” jawab Ucup datar
“harusnya kan kamu izin dulu ama emak, tadi kok ngga' izin?”
“ya maaf mak aku tadi udah bilang ma udin”
“seharian emak juga gak ketemu ma Udin, lain kali kalau mmau kemana-mana izin dulu ma emakbiar mak ngga' khawatir”
“iya mak”
Setelah itu Ucup mandi dan sholat maghrib. Subhanallah segarnya tubuh ini setelah sehari kepanasan segala kepayahan telah hilang begitu saja. Terima kasih ya Allah engkau masih memberi kesehatan pada hambaMu ini. Sehingga hamba masih bisa menjalankan apa yang telah engkau perintahkan
“makan dulu Cup seharian kan kamu belum makan” perintah si emak
“ya mak?”
Walaupun makanya hanya dengan lauk yang sederhana kelihatanya Ucup makan dengan sangat lahapnya.maklumlah seharia ia Cuma sarapan pagi doank.
“emak mendekat dan duduk di samping Ucup. Dari raut wajahnya sepertinya memendam sesuatu.
“ada apa mak?” Tanya Ucup
“gak ada apa-apa lahap benar lapar ya?”
“ya maka”
“Emak mau ngomong nich ma kamu” emak mulai serius
“ngomong apa mak serius banget”
“emak lihat kmau itu kerjanya belajar terus, kamu juga sering ngumpulin buku, dan kamu juga sering pergi ke perpus. Emak sich gak kenapa-napa emak malah seneng punya anak yang pinter walaupun gak sekolah masih punya semangat untuk belajar tidak seperti anak-anak yamg lain hanya bisa nongkrong gak jelas di luar sana. Kalau emak boleh Tanya sebenarnya cita-cita kmau ingin jadi apa sich cup?”Tanya si emak
“ngomong apa sich mak belajar itu biar bayak wawasan” jawab Ucup enteng
“punya cita-cita tinggi boleh saja kan setiap ornag pasti punya cita-cita tapi jangan terlalu berharap, ya emak takut aja kalau kamu gak bisa menggapai cita-citamu itutrus menyesal”
“sesuatu yang sudah kita lakukan itu gak boleh disesali karena Allah sudah mempunyai kehendak lain dan mungkin lebih baik dari itu”
Mendengar kata-kata anaknya air mata emak gak bisa ditahan, gak terasa anak semata wayangnya itu mulai dewasa.
“maafkan emak dan bapak ya Cup” emak dan bapak gak bisa nyekolahkan kamu sebenarnya emak juga pengen liat kamu bisa memakai seragam abu-abu seperti anak kebanyakan. Tapi mau gimana lagi Cup biaya hidup serba mahal.
“jangan ngomong gitu mak. Walaupun saya gak bisa sekolah, say kan masih dapat belajar dengan baik dan kta mesti bebrsyukur kita masih bisa makan 3 kali sehari, lihatlah saudara-saudara kita banyak yang gak bisa makan” kata Ucup membesarkan hati ibunya
“kamu memang anak yang baik, ya mak doakan supaya kamu bisa menggapai apa yang kamu impikan”
“makasih ya mak” kata Ucup
------
“ pengumuman apa tuch din” Tanya ucup penasaran.
“ pengumuman yang mana?”.
“itiloh di kertas kuning yang ada di tembok”.
“ oh itu pengumuman perlombaan anak pintar yang di adakan oleh PT bima sakti untuk memperingati hari ulan tahunya yang ke 17”.itu untuk umum ,ya udalah cup anak seperti kita mana bisa lomba kayak gitu-gituan.
“ beneran tuch untuk umum”.
“emangnya siapa yang mo ikut?” Tanya udin.
“ ya saya lah!”
“ emang kamu bisa?”.
“ya kita coba ajalah dulu kalah tuch urusan belakangan . ntar habis jualan anterin aku daftar ya din”. Kata ucup semangat.
-------
Di ruang yang cukup luas terdapat beberapa posko pendaftaran masing-masing terdapat deretan antrian yang panjang. Dalam hati ucup mengguman dapatkah aku bersaing dengan mereka. Setelah itu wajah orang tuanya telah melayang dia ingat orang tuanya yang sedang memungut barang -barang bekas.aku harus bisa, ya Allah tolonglah hambamu.
“ hei kok malah bengong katanya mo daftar?” pertanyaan udin membuyarkan lamunanya.
“ oh ya kamu tunggu disini dulu yach aku mo ngantri”.
Setelah mengantri cukup lama akhirnya selasai juga pada giliranya.
“ namaya siapa mas?” Tanya petugas pendaftaran.
“ Muhammad yusuf” jawab ucup.
“ mohon untuk mengisi biodata di kertas ini”.
“ kalau boleh tahu persyaratan perlombaanya apa aja yach?”.
' persyaratan bisa di lihat langsung dipapan pengumuman”.
' ya da makasih'.
Setalah menuju papan pengumuman ucup langsung nyamperin udin yang da nungguin dari tadi.
' da selesai cup” Tanya udin.
“ ya ayo pulang da sore”.
Aku nggak nyangka ya cup, aku seneng banget punya temen kayak kamu”.
“ maksudlo?”.
“ ya ternyata kamu serius kamu nggak patah semangat”.
“ ya gitu donk jadi teman tuch ndukung kalau ada temen yang mo berbuat baik”.
“ ya….iya gitu aja kok sewot”.
------
Para peserta telah duduk dengan tertib menunggu panitia membagikan soal. Setelah lama kemudian semua peserta telah manyelesaikan soalnya masing-masing. Satu jam kemudian telah di umumkan siapa saja yang terpalih di babak penyisihan telah di ambil sepuluh orang.
“ dak dik duk” hati ucup.
“ MUHAMMAD YUSUF” ternyata namaya telah tertulis dalam kertas tersebut percaya nggak percaya memang itu namanya.
“ alhamdulillah ya Allah” beberapa kali ucup menyebut.
Babak ke dua telah di mulai ternyata soal ke dua memang lebih sulit dan hamper saja ucup putus asa.
“ ya Allah berilah kemudahan hambamu ini” pinta ucup.
Satu jam kemudian para peserta telah menyalasaikan soalnyadan pengumuman pemenang akan di umumkan hari ini juga. Semua peserta berkumpul di suatu gedung besar pemenangnya pun telah di umumkan.
Juara ke 3 adalah kurnia dengan No peserta 201
Juara 2 adalah Doni kusuma dengan No peserts 246
Juara 1 adalah Muhammad yusuf dengan No peserta 224
kepada bapak pimpinan perusahaan kami persilakan naik ke atas panggung. Setelah di panggil tiga kali akhirnya ucup percaya bahwa pemenangnya adalan dirinya. Dan dirinya juga nggak percaya bahwa pemimpin perusahaan adalah orang yang perna ia temuinya di perpustakaan dulu.
“ teruslah belajar” kata pak wijaya berbisik.
“ ya pak “. Ucup menjawab dengan senyum.
Ternyata orang tua ucup juga ikut menyaksikan bahwa anaknya ada ai atas panggung menjadi seorang pemenang. Mereka berdua menangis terharu.
“ kini kamu telah membuktikan bahwa singkong bisa menjadi keju” kata udin.
( www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co