Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, December 10, 2008

PENGEMIS....


By Elcha
Entah apa yang akan kamu rasakan jika satu kata ini disebut “pengemis”. Ya, pengemis mungkin sebagian besar orang akan kasihan padanya namun tak sedikit pula orang yang cuek bahkan tidak senang pada mereka. Pasalnya hampir di setiap tempat kita akan menjumpai mereka. Di pasar, di stasiun, di terminal, di depan toko-toko,dan yang tak ketinggalan yaitu di bawah lampu “bangjo”.Bahkan tak tanggung-tanggung mereka silaturahmi ke rumah-rumah elite untuk mengharap belas kasihan mereka
Dari tahun ke tahun jumlah mereka tidaklah berkurang tapi semakin berkembang. Dengan jumlah yang semakin banyak maka semakin banyak pula alasan mereka melakukan perbuatan itu (mengemis). Ada yang memang benar-benar butuh (kekurangan) mereka harus mengorbankan rasa malu demi mengisi perut. Dan mereka sudah tidak mampu lagi untuk bekerja dan mereka sudah tidak memiliki saudara lagi sehingga mereka harus mengemis. Tapi ada sebagian orang yang sebenarnya mereka mampu bekerja tapi terbius oleh pikiran malas, mereka beranggapan dari pada kerja keras-keras lebih baik mengemis, sudah gak mengeluarkan tenaga banyak-banyak tapi masih tetap dapat uang.Bahkan mereka rela berbohong dengan membuat luka ditubuh mereka agar orang-orang kasihan dan memberi uang lebih banyak lagi. Laen lagi dengan wanita mereka lebih senang membawa anak-anak mereka untuk berpanas-panas ria demi meraih beberapa receh uang koin. Mereka tidak berpikir hal ini akan membawa dampak buruk bagi anak mereka. Bukannya sikap gigih bekerja yang mereka ajarkan tapi sikap yang selalu bergantung pada orang lain. Dan sikap ini pun yang akan menempel dimana pun dia berada. Kalo seperti ini bagaimana nasib bangsa ini?
Sebenarnya nasib kaum pengemis baik yang terpaksa ataupun yang memaksakan diri, semuanya bukanlah kesalahan mereka. Semua ini adalah kesalahan Mr.Kapit (kapitalisme) yang menyelinap ke Negara kita sehingga dia membuat kekacauan. Dia telah membius kebanyakan orang untuk bersikap malas dan Mr.Kapit hanya berpihak pada orang kaya dia tidak akan pernah mau membantu orang yang miskin bahkan dia tak segan-segan untuk menghisap darah mereka. Coba kalo yang masuk ke Negara kita adalah pak Islam maka akan beda ceritanya, gak akan ada pengemis di jalan-jalan ataupun silaturahmi ke perumahan elite, yang ada adalah silaturahmi karena untuk mempererat ikatan ukhuwah. Karena pak Islam mengajarkan agar kita saling menyayangi dan berbagi tanpa membedakan dari manapun kita berasal. Kesejahteraan akan kita rasakan jika pak Islam diijinkan masuk di segala bidang kehidupan dan melarang siapapun selain beliau memasuki kehidupan kita meski hanya setitik celah.(www.fikrulmustanir.blogspot.com)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co