Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, December 2, 2008

Kini ku tahu Tapi Ku Tak Bisa Begitu


Kini Ku Tahu Tapi Ku Tak Tahu Bisa Begitu

Tranfusi darah diperbolehkan dalam Islam. Transfusi darah tidak membawa akibat adanya hubungan kemahraman (haram perkawinan) antara pendonor dan resipien. Sebab faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemahraman sudah ditentukan oleh Islam dalam surat An Nisa: 23 ialah:
1. Mahrom karena adanya hubungan nasab. Misalnya hubungan antara anak dan ibunya atau saudaranya sekandung/sebapak/seibu dsbg
2. Mahrom karena hubungan perkawinan. Misalnya antara seorang dengan mertuanya atau anak tiri dari istrinya yang telah disetubuhi dsb
3. Mahrom karena hubungan persusuan. Misalnya hubungan antara seorang dengan wanita yang pernah menyusuinya atau dengan orang yang sepersusuan dsb

Telah dijelaskan diatas bahwa transfusi darah atau perpindahan darah dari donor ke resipien tidak bisa mengakibatkan kemahroman sehingga bisa saling menikah, tetapi jika yang ditransfusi atau yang berpindah adalah air susu sang ibu kepada anak yang bukan anak kandungnya maka wanita yang menyusui dengan anak laki-laki yang disusui tidak boleh(haram) menikah karena mereka telah menjadi mahrom.

Sebagai muslim yang bersyariah, saya pun mengerti dan tunduk atas peraturan ini tapi ada sesuatu yang tidak saya mengerti di sini, mungkin ini karena keterbatasan saya, karena kurang menguasai ilmu kedokteran, ilmu genetika dan ilmu kimia.

Walaupun saya tahu bahwa jika itu sudah di nas kan dalam alquran, kita tidak boleh mencari-cari kenapa bisa begini dan begitu tapi akalku ingin sebuah kepuasan. Pertanyaan saya adalah kenapa jika yang ditransfer itu darah, tidak akan muncul hukum kemahroman sedangkan jika yang ditransfer itu air susu maka muncul hukum kemahroman. Ada apa dengan kedua cairan tersebut sehingga bisa menentukan kemahroman atau tidaknya seseorang.

Mungkin hal ini bisa ditinjau dari kandungan yang ada di dalam kedua cairan tersebut. Jika keluarga yang terlalu dekat nasabnya tidak boleh menikah karena mereka adalah masih satu keluarga mungkin kondisi gennya masih mirip dsehingga jika dikawinkan bisa mengakibatkan kecacatan, mungkinkah gen si ibu pesusu menurunkan gennya lewat susu yang diberikan kepada anakannya shingga anak tersebut membawa sifat gen ibu susuannya.
by Nafa ilmiah
atik_ktt@plasa.co

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co