Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, December 7, 2008

Bila Waktu Telah Berakhir


Bila waktu telah memanggil
Teman Sejati hanyalah amal
Bila waktu telah berhenti
Teman sejati tinggallah sepi
( Kutipan lagu dari Opick)

Sobat, Inilah nasyid yang mengiringi penulisan artikel ini. Pakar Menejemen SDM dunia Steven Covey mengatakan “Mulailah dari akhir atau Merujuk pada tujuan Akhir”. Mulai dari tujuan besar kita. Mulai dari saat segalanya telah berakhir.
“Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Sobat, kita perlu ta’ziah agar hati tergugah. Rajin melayat setiap saat. Aktif melawat di banyak tempat. Tapi Ingat, jangan ngelayap di sembarang tempat tempat. Sebab kematian bisa menyergap di mana-mana. Bisa terjadi kapan saja. Lihatlah orang-orang yang mati. Bahkan banyak otang yang “mati” sebelum mati. Bukan hanya seseorang tapi buanyak. Negeri kita pun sedang “mati” atau minimal sekarat karena penduduknya banyak maksiat. Berkali-kali dihajar musibah tapi tak juga segera bangkit dan berubah. Musibah demi musibah terjadi salah satunya karena dosa-dosa dan maksiat menutup hati kita sehingga terlelap dalam nafsu duniawi. Musibah adalah sinyal agar kita tersadar. Imam Hasan Al Bashri berkata, “Tidaklah menimpa seorang hamba suatu musibah yang lebih besar atau yang lebih kecil kecuali karena dosa ( Mukhtashar Minhajul Qashidin).
“Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Sobat, mari kita bangun kesadaran diri, jangan mabuk duniawi, tetaplah bersyukur dan jauhi perkataan yang ngelantur, pandangan yang kabur, pikiran dan nalar yang ngawur, nggak teratur, agar kita selamat saat masuk kubur. Ingatlah ayat alhaakumut-takaatsuur hattaa zurtumul maqoobir.
Kematian adalah sinyal. Sinyal agar kita sadar. Sinyal agar tidak terus-terusan sial. Karenanya , hari ini kita mesti banyak melayat dan istighfar. Untuk menghidupkan sinyal-sinyal rabbani, simpul-simpul hati, kepekaan nurani dan kepedulian terhadap apa yang terjadi. Kita ta’ziah bukan saja pada orang mati tapi pada orang hidup tapi hatinya telah mati. Pada orang yang tak menggunakan waktu untuk kebaikan, untuk dakwah, untuk ibadah. Mereka itu menurut Imam Syafi’I, perlu ditakbirkan empat kali alias perlu disholati jenazah. Apakah termasuk kita? Allahu a’lam bish-shawab.
“Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat-Nya itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” ( HR. Bukhari dar Abu Musa Al Asy’ary ra ). Orang-orang yang sudah “ mati” itu tak ingat Allah. Tak Ingat dirinya. Tak peduli bagaimana nanti, yang penting hari ini bersenang-senang.
Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Betapa banyak orang yang tak mengerti dan tak peduli akan hakikat ini. Menganggap dirinya masih punya waktu cukup sehingga mengulur-ulur tugas, menunda-nunda pekerjaan, melambat-lambat amanat, menyia-yiakan kesempatan, membuang-buang energy untuk perbuatan tak terpuji dan memubadzirkan potensi sepanjang hari.
Semoga dengan ingat inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun serta hakikatnya kita bisa selalu ingat beramal dan berbuat kebajikan serta berprestasi dan berkarya bagi kebangkitan umat Islam. Sebagai penutup dari tulisan ini ada pertanyaan penting yang akan membantu kita menemukan diri dan menyukuri anugerah Allah Swt.
Apa Prestasi Yang Telah Diukir?
Ok. Sekarang tuliskan apa prestasi besar yang telah engkau raih dalam hidup anda. Cara ini terbukti efektif untuk memantik “percaya diri” serta bisa menemukan diri dan mensyukuri nikmat apa saja yang telah diberikan Allah Rabbul Izzati.
Silahkan tuliskan lima prestasi besarmu di sini. Kapan terjadinya? Apa keunikannya yang membuat bahagia dan bersyukur kepada-Nya.
1. ………………………
2. ………………………
3. ……………………….
4. ……………………….
5. ……………………….
Rasulullah pernah mengingatkan …..Janganlah Engkau remehkan kebaikan sekecil apapun … Banyak orang besar menjadi benar-benar besar, berpikir besar dan berjiwa besar karena memulai perhatian dari hal-hal kecil. Potensi manusia itu luar biasa. Jangan berani ala kadarnya. Kalau tidak ada pribadi yang berani terbang di angkasa, tentu tidak akan tercipta pesawat terbang. Beranilah menggali potensi diri; Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai saat ini juga. Menghargai hal-hal kecil, setiap prestasi bikin kita lebih percaya diri. Barakallah. Selamat dan sukses bagi yang sudah berani menuliskan.
“Perubahan tanpa visi melahirkan kekacauan, perubahan tanpa skill melahirkan kecemasan, perubahan tanpa insentif melahirkan penolakan, perubahan tanpa resource melahirkan frustasi, perubahan tanpa action plan melahirkan kegagalan.” Inilah pilar perubahan menurut Rhenald Kasali. ( www.faqihsyarif.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co