Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, December 1, 2008

Be Climber


BE CLIMBER
OLeh M. Ihsan Mhs Syariah IAIN Sunan Ampel

Hidup adalah pendakian. Kepuasan dicapai melalui usaha yang tak kenal lelah untuk terus mendaki, meski kadang-kadang melelahkan dan membuat pesimis. Tapi teruslah mendaki, karena kita tak mau terus menerus menjadi bayang-bayang, kita harus berwujud. Pendakian adalah sesuatu yang sulit, dan itu harus diakui. Tapi akan lebih sulit bila kita tidak melakukan pendakian. Mereka yang sekarang kita lihat berada di puncak adalah sama seperti kita pada awalnya, tapi mereka terus mendaki meski harus merangkak. Bukan tanpa kesulitan yang mereka lalui, tapi dengan kesulitan itu mereka bisa lebih survive dari kesulitan-kesulitan yang melanda.
Di dunia pendaki, para idola itu hanyalah salah seorang pendaki yang sudah lebih dulu menaiki suatu ketinggian. Kelebihannya hanya soal waktu saja. Dan seperti kamu tahu, selaluada kesempatan untuk menyamai rekor mereka dalam menaklukan ketinggian. Bahkan selalu ada kemungkinan untuk melampauinya dan terus melampauinya…
Tentu saja itu semua bisa dilakukan apabila keyakinan merasuk, memeluk erat, mematok kuat, membeton jiwa seorang pendaki. Yakini dan percaya itu! Tanpa kita sadari, kita terlahir untuk menjadi pendaki! Kaget ya?! Gak perlu kaget…karena hidup memang pendakian, penelusuran jalan terjal demi Allah dan pencapaian tujuan –impian. Semua idola adalah para pendaki yang punya dorongan kuat untuk berjuang, maju, untuk meraih cita-cita dan mewujudkan impian. Dan itulah pencapaian legenda pribadi.
Meraih legenda pribadi berarti meraih kesuksesan dalam pendakian. Kesuksesan dapat dirumuskan sebagai kemampuan dalam berusaha, terus bergerak ke depan dan ke atas, pantang lelah kendati pelbagai rintangan dalam bentuk kesengsaraan mengintai.
Pada umumnya, ketika dihadapkan pada tantangan hidup, kebanyakan orang berhenti berusaha sebelum tenaga dan batas kemampuan mereka benar-benar teruji. Jadi, mendaki berarti menantang diri untuk menemukan bukti atas kemampuan diri. Seorang pendaki terkenal berkata, “Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum kamu mencapai puncaknya. Karena kamu akan melihat betapa rendahnya gunung itu!”.
Sukses karena pantang menyerah sebelum mencoba. Ketinggian gunung tertinggi di dunia –Himalaya, bukanlah menjadi penghalang buat kesuksesan, tapi itu adalah rintangan dan bukan hal mustahil kalau kamu sanggup menundukkannya. Orang lain saja bisa, kamu dan aku pun pasti bisa dong?! Puncak gunung adalah your destination, cita-citamu, kamu pun yakin kamu bisa raih. Tapi ingat, hal-hal besar tak akan bisa dicapai oleh mereka yang hanya sanggup mengikuti kebiasaan dan pendapat umum.
Jangan putus asa, jangan merasa cukup, jangan merasa lebih, kamu masih sengsara, adapun kalau kamu merasa bahagia, itu cuma sesaat, bagai angin yang berlalu cepat. Kejarlah kebahagiaan bahagia, meskipun dengan kepayahan yang kamu rasa, Ingat kata Aristoteles, “Akar dari pencarian itu pahit, tapi buahnya kareu-eut (manis, he-he…)”. Hanya perasaan buru-buru, ketergesaanlah yang mencuci otak kamu buat merasa puas dengan hasil setengah-setengah! . Jangan pernah merasa selesai, karena di saat merasa selesai itulah kamu akan menderita besar kepala, lagi-lagi sifat setan yang keluar. Kamu telah merasa telah berbuat banyak dan akhirnya menuntut penghargaan. So, semua butuh proses, dan proses hanya bisa dijalani dengan tekun, ulet, dan sabar. Ingat, kamu akan menjadi apa pun yang kamu inginkan, asal kamu tidak mengubah niat!

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co