Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, December 2, 2008

Ada Apa Dengan Pengangguran???


Ada Apa Dengan Pengangguran ???
Oleh: Ahmad Sahal
 
Perekonomian dunia saat ini benar-benar mengalami keterpurukan yang sangat parah akibat tejadinya krisis ekonomi global, meningkatnya pengagguran adalah dampak yang paling utama, baik perusahan kecil sampai dengan perushan raksasa sekalipun, hampir di seluruh negara ramai-ramai melakukn PHK besar-besaran terhadap sejumlah pekerjanya, bahkan di Amerika sekalipun yang terbilang negara paling maju tak luput dari permasalahan tersebut. Indonesia sebagai Negara berkembang sangat terengah-engah mengatasi masalah krisisi financial yang benar-benar menyengsarakan rakyatnya.
Masalah pengangguran bukanlah kisah baru dalam perjalanan bangsa Indonesia, ia (pengangguran-red) merupakan masalah warisan dari beberapa tampuk kepemimpinan yang pernah ada sebelumnya. Jika kita cermati lebih jauh, rasanya kurang bijak jika kita selalu mengkambinghitamkan pemerintah dalam setiap persoalan, tak terkecuali masalah pengagguran yang sedang di alami bangsa ini. Dalam tulisan kali ini, saya mengajak pada pembaca untuk memandang lebih obyektif dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada. Pernahkah kita berfikir lebih dalam tentang diri kita sendiri? mari kita renungkan ayat al-Qur’an yang artinya “tidaklah Allah mengubah keadaan suatu kaum keculai sampai mereka sendiri yang merubah kedaannya”. Jika kita benar-benar bisa memhami dan mersapi makna yang terdapat di dalamnya, niscya kita akan meraskan dampak yang sangat lur biasa. Bagaiman tidak? Dari ayat ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwasannya selain Allah SWT, kita memiliki otorotitas yang luar biasa terhadap diri kita sendiri, di tangan kita terdapat model masa depan yang anda inginkan, dan sekali lagi semuanya tergantung pada diri kita. Dalam sejarah manusia tidak pernah ada seorang ibu melahirkan seorang doctor, professor, insinyur atau jutawan sekalipun, yang ada hanya seorang ibu hanyalah melahirkan bayi yang berjenis kelamin laki-laki atau berjenis kelmin perempun. Setelah mejalani proses yang panjang, barulah bayi tersebut menjelma menjadi seorang professor, dokter, atau jutawan. jika anda bertanya mengapa bayi tersebut bisa menjadi seorang dokter, atau menjelma menjadi seorang jutawan? jawabannya sederhana, karena merekalah yang mensetting dirinya menjadi seperti itu, merekalah “arsitek” atau “desainer” dalam kehidupan mereka sendiri, mereka “merencang” dan “membangun” kehidapan dan masa depan seperti apa yang mereka inginkan. Susilo Bambang Yudhoyono kecil, Bj. Habibi kecil, Diego Mardona atau Albert Einsten kecil sekalipun, tak pernah dilahirkan sebagaiman mereka sekarang, mereka sendirilah yang menjadikan dirinya seperti sekarang, karena mereka telah mensetting dan ”mendisain” dengan sebaik-baiknya kehidupan seperti apa yang mereka inginkan, tentu saja hal tersebut bukanlah hal yang mudah semudah membalikkan tangan, dibutuhkan proses yang panjang, keyakinan dan usaha yang keras. Bagaimana dengan kita sekrang?? Apakah kita telah “mendisain” dengan benar kehidapan seperti yang kita inginkan, atau jangankan mendisain kehidapan, pola/rancangan saja kita belum sama sekali punya gambaran.
Menyikapi masalah banyaknya pengagguran, kurang relevan rasanya jika kita selalu menyalahkan kedaan, merasa kesulitan dan berbagai macam alasan yang tidak akan pernah ada habisnya jika dibicarakan oleh seorang “pecundang” kehidupan. Bagaimana tidak? semua orang dilahirkan dalam keadaan sama, semua bayi dilahirkan dengan susah payah dan proses yang sangat panjang, mereka semua dilahirkan dalam keadaan yang sangat “miskin” dan tidak ada di dunia ini orang yang paling miskin selain bayi yang baru dilahirkan, bahkan sehelai benang untuk menutupi tubuhnya saja mereka tidak punya. Namun bayi itu bisa saja kemudian menjelma menjadi seorang jutawan, atau bahkan nasib mereka lebih menyedihkan, mejadi orang yang paling “miskin” walaupun tak semiskin bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Dan sekali lagi itu semua kembali pada diri kita masing-masing, mcam masa depan manakah yang akan kita jalani di masa mendatang?.
Jika kita boleh jujur, meningkatnya angka pengangguran yang terus menerus di republic ini, penyebab utamanya adalah mental masyaraktnya yang payah, seorang pengangguran adalah sama halnya dengan seorang “desainer” atau boleh juga disebut “arsitek” yang gagal dalam merancang masa depannya, mereka kurang matang bahkan mungkin tidak tahu bagaimana cara “mendisain” kehidupan yang baik dan benar menurut apa yang mereka inginkan, mereka tidak memiliki visi dalam hidup, sehingga mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan akhirnya mereka ibarat wujudihi kaadamihi,tak ubahnya segelonggong daging yang hanya bisa bicara, berjalan dan mempunyai nama.
Seorang pengangguran bukanah orang yang hina, harus diingat mereka sama-sama dilahirkan dari rahim seorang ibu, mereka sama-sama memiliki potensi yang luar bisa, mereka dilahirkan denagan potensi yang sama seperti apa yang dimiliki oleh BJ. Habibi, Susilo Bambang Yudhoyono, Diego Maradona, atau Albert Eisten, permaslahnnya mereka hanya tidak yakin banhwasannya potensi yang mereka miliki sama halnya dengan apa yang dimiiki oleh orang yang paling jenius atau orang terkaya di dunia sekalipun.
Jadi, percayalah bahwasannya kita dilahirkan bukanlah hanya utuk menjadi “sampah”, tapi kita memiliki potensi yang luar biasa, hanya permasalahannya tinggal bagaimana saja kita menyikapi dan memanfaatkan sebaik-baiknya potensi yang telah Allah tanamkan di dalam setiap individu kita masing-maasing, apakah kita bisa menjadi “arsitek” handal bagi kehidapan dan masa depan kita, ataupun malah sebaliknya? Dan sekali lagi semua itu tergantung pada diri kita masing-msing?, karena selain pada Allah, nasib kita ada di tangan kita masing-masing, kita memiliki otoritas penuh atas setiap individu kita. Semoga tulisan ini dapat menjadi tambahan inspirasi dan motivasi bagi diri kita masing-masing untuk membentuk masa depan seperti apa yang kita inginkan. Wallahu a’lam bisshowab.
(www.faqihsyarif.com)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co